You are on page 1of 24

Mau tidak mau, siap atau tidak siap, suka atau tidak suka Bahwa setiap kita adalah

guru Yang akan berpengaruh bagi siapa yang terpengaruh oleh kita Dan setiap kita adalah murid yang akan terpengaruh Dengan kuatnya suatu pengaruh Karena setiap apa yang kita lihat, dengar, rasakan, ucapkan, lakukan dsb Adalah sugesti bagi kita dan orang lain Sahabat guru Indonesia pernahkah kita bertanya tentang siapa sebenarnya diri kita dan profesi kita? lalu siapa pula mereka yang menjadi lawan interaksi kita?. Perlu kita ketahui Masyarakat India sudah memasuki tahap perkembangan masa keemasannya begitu juga china pada hal dulunya negara mereka sama dengan negara kita, terjajah, terpuruk, tertindas namun sekarang mereka dapat dikatakan stabil dari segala sudut pandang, dibandingkan kita. Dalam hal, penulis bukan hendak membandingkan satu dengan yang lainnya, namun merupak contoh bagi kita atas keberhasilan mereka. Dalam kesempatan ini penulis hanya ingin mengemukakan pendapat tentang ketertinggalan kita dalam dunia pendidikan khususnya. Menurut hemat penulis permasalahan yang terjadi itu tentunya tak terlepas dari pengaruh pertimbangan-pertimbangan sosial, politik, ekonomi dan budaya sehingga kepentingan siswa sering terlupakan, bukan begitu ?, dan pada akhirnya menimbulkan permasalahan baru yang mengakar yaitu : · Banyaknya guru yang belum siap menjadi guru · Banyaknya orang tua yang belum siap menjadi orang tua · Banyaknya sendi-sendi kekuatan negara ini yang tidak berjalan sebagaimana mestinya Dari sabang sampai merauke. Cukup luas negri ini, namun satu pertanyaan besar yang belum berani utuk dijawab secara gamblang yaitu, “ virus apa yang merasuk genarasi kita saat ini ?, Perzinahan meraja lela, Pembunuhan dimana-mana, Perjudian jadi mata pencarian, Kerusuhan antar sesama sering terjadi, Minuman keras, narkoba menjadi tempat pelarian masalah, Perdukunan, meramal nasib, korupsi menjadi budaya dan lain sebaginya, bahkan yang paling mengenaskan adalah anak-anak didik kita atau buah hati kita pada kehilangan etik/ sopan santun baik pergaulan mereka dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Pertanyaan yang mendasar dari beragam permasalahan ini adalah Ada apa dengan

sistem pendidikan di negri ini ?, sehingga tidak mampu mengatasi permasalahan yang terjadi, barang kali peran kerjasama kita dalam mempertahankan kemerdekaan tak lagi utuh dalam persatuan dan kesatuan serumpun visi perjuangan. Sahabat guru Indonesia, mengapa para pendidik atau para orang tua yang disalahkan ?, karena pada dasarnya anak-anak kita lebih dekat kepada keluarga dirumah maupun disekolah, dimana peran kita sebagai pengajar dan pendidik jarang bertanya kepada diri kita. Mengapa bisa demikian ?, apakah karena salah dalam metode saat mengajar dan mendidik mereka ?, atau kita para guru dan orang tua memang tidak faham akan tahap perkembangan anak ?, sehingga salah dalam penerapan ilmu, yang seharusnya diterima sianak pada masanya, namun karena ketidakfahaman dalam mentransfer dan menanamkan nilai-nilai pembentuk karakter membuat anak bingung bahkan bosan atas cara mengajar dan didikan kita ? Sahabat guru Indonesia, suatu hari penulis pernah memaparkan jawaban disebuah seminar, ketika itu penulis yang menjadi nara sumbernya disebuah kampus Islam ternama di tanah merauke. Seorang guru bertanya, “Mengapa pendidikan dikebanyakan wilayah di Indonesia belum bisa stabil, seperti yang diharapkan khususnya di tanah Merauke ?. penulis menjawab, bedasarkan survei penulis mengapa hal itu terjadi karena disebabkan dua faktor terdekat yaitu.? · 95% para guru dan orang tua atau elit pendidikan belum profesional · Ternyata sekitar 95 % sekolah-sekolah yang ada tidak memiliki ketegasan peraturan dalam managemennya Sahabat guru Indonesia, terlihat oleh kita bahwa nomor satu yang menjadi permasalahan dan harus segera diatasi adalah para team pendidiknya yaitu guru dan orang tua dan yang kedua adalah ketegasan peraturan yang diantara keduanya memiliki kapasitas seimbang. Seandainya para guru maupun orang tua mampu untuk profesional dalam artian mereka sudah mengerti dan faham siapa mereka, apa profesi mereka dan mengenal betul siapa objek didik mereka, maka dapat dibuktikan bahwa setiap anak akan merasa puas dengan apa yang mereka terima dari para pendidik mereka sehingga rasa penasaran tentang sesuatu hal yang selama ini menjadi pertanyaan mereka, akan terjawab. Sahabat guru Indonesia, dari paparan permasalahan diatas dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa negara kita sangat memerlukan para pendidik (guru) yang profesional begitu juga para oarang tua jauh hari sebelum melangkah kejenjang pernikahan telah memikirkan dan

1. baik itu dari sisiwanya maupun tempat dan peralatan yang akan digunakan dalam mengajar. Menjadi guru profesional adalah pilihan bijak dan guru yang profesional menampilkan kesan guruku idolaku artinya guru yang tak pernah lekang dari ingatan peserta didiknya. 2. Guru yang berniat ikhlas mengajar dan mendidik Niat adalah penentu segala perbuatan yang akan dan yang telah kita lakukan. Sehinngga yang akan dilakukan dari niat yang seperti ini adalah jika tidak berhasil mengakibatkan keluhan panjang dan jika berhasil mengakibatkan keangkuhan akhirnya segala sesuatu dinilai dari sudut pandang untung dan rugi.belajar bagaimana cara mendidik dan mengasuh anak. agar kelak anakanak kita menjadi orang yang memiliki karakter terbaik demi terwujudnya negara yang adil dan makmur pada masa negri ini masih dalam tahap perkembangannya.Guru yang disiplin dan bertanggung jawab . berbagai macam cara ia lakukan dalam mentrasnfer ilmu dan pembentukan karakter peserta didiknya melalui mata pelajaran yang disampaikan yang sesuai dengan kurikulum. semua itu tentunya kembali kepada niat kita dalam memulai profesi menjadi guru. sebab guru yang ihklas adalah guru yang benar-benar menginginkan peserta didikanya sukses meraih cita-cita dikemudian hari kelak sehingga dalam mengajar dan mendidik menggunakan bermacam cara untuk mentransfer ilmu yang bermanfaat bagi peserta didiknya. 3. dan mengenal peserta didiknya Mungkin sedikit aneh ketika seorang guru belum mengenal siapa dirinya. Menjadi guru adalah pekerjaan gampang-gampang susah. dan sesorang dari kita akan menadapat akibatnya menurut apa yang telah kita niatkan sebelumnya maka jadilah kita berjalan dimuka bumi hingga detik ini menurut niat kita sebelumnya. tahap perekembangan anak.Guru yang mengenal dirinya. Sahabat guru Indonesia jangan pernah berniat hanya sekedar coba-coba untuk mejadi guru. Dan berikut ini penulis akan memberikan beberapa kirteria guru yang profesional. apa profesinya bahkan siapa peserta didiknya sehingga berakibat fatal bagi karirnya maupun peserta didiknya. kecerdasan anak dan cara belajar anak. Sebaiknya jujurlah dalam bertindak dan memilih profesi yang benar-benar kita sukai sehingga menimbulkan kecintaan kita terhadap profesi itu dan menjadi guru adalah tugas yang mulia dan terpuji merupakan salah satu bentuk ibadah yang diwajibkan kepada manusia. Jadi guru yang ikhlas dalam mengajar dan mendidik tidak mempermasalahkan suatu keadaan. yaitu belajar dan mengajarkan. profesinya. karena guru yang mencoba-coba berdiri diantara dua pilihan yaitu berhasil atau tidak.

Guru adalah contoh bagi siswanya mulai dari ucapan. Guru adalah cermin yang utama bagi peserta didiknya. 4. tingkah laku serta pola pikir anak baik didalam lingkungan sekolah maupun keluarga dan masyarakat. Guru yang profesional faham dan mengerti trika apa yang akan digunakan ketika mengajar dan mendidik demi tersalurnya apa yang menjadi materi atau bahan ajar. Begitu juga tanggung jawabnya terhadap peserta didiknya atas apa yang telah dicontohkan atau ditanamkan terhadap perkembangan pengetahuan anak yang terlihat dari sikap. panutan terbaik bagi mereka. Guru yang kreatif. Guru yang profesionl akan selalu mendo’akan peserta didiknya sebab tugas yang diemban tidak hanya sebatas keberhasilan saat itu namun berkelanjutan sampai peserta didik sukses mencapai ciatcitanya.Sudah seyogiayanya kedisiplinan itu pangkal dari segala perbuatan manusia yang profesional dibidangnya.Guru yang bijaksana dalam bertindak Dalam setiap situasi guru yang profesional akan melakukan sesuatu tindakan perbuatan lebih bijaksana baik pada saat memberi motivasi maupun hukuman pada peserta didiknya melakukan sesuatu yang berlebih dari standart peraturan yang telah disepakati bersama antara guru dan peserta didiknya 5. .Guru yang selalu mendo’akan peserta didiknya Guru adalah orang tua bagi peserta didiknya disekolah dan guru yang profesional tidak akan putus hubungan ketika sudah berakhirnya proses belajar mengajar. perbuatan dan lain sebaginya. tentunya akan membekas dijiwa anak atas apa yang telah diterapkan dan diajarkan. Untuk itu guru sosok yang menjadi panutan peserta didiknya harus lebih utama membudayakan kedisiplinan baik bagi dirinya dan profesinya maupun penerapan bagi peserta didiknya. Guru berperan aktif dalam tanggung jawab membesarkan jiwa peserta didiknya menuju tahap kesempurnaan berpikir dalam tahap perkembangannya. Seorang guru yang disiplin akan memepersiapkan segala sesuatu untuk menjalankan visi misinya sebagai pendidik dan bertanggung jawab atas segala perbuatannya dalam mengendalikan peserta didiknya pada saat proses pembelajaran. 6. inovatif dan menyenangkan Guru yang kreatif akan selalu menemukan cara terbaik dalam menyampaikan mata pelajaran dan tentunya menggunakan inovasi terbaru sesuai dengan mata pelajaran dan keadaan yang berlaku saat itu baik dari situasi dan kondisi lingkungan setempat maupun dari latar belakang setiap peserta didiknya dalam proses belajar mengajar sedang akan berlangsung atau sedang berlangsung.

“Sebagai konsekuensi dari sertifikasi.” kata Musyahrim. Sementara untuk mendapatkan sertifikat. H Musyahrim mengatakan guru bisa disebut profesional jika sudah memiliki empat syarat. Guru Profesional Memiliki 4 Syarat Kamis. maka jadilah guru yang profesional mencintai profseinya dan menjadikan lahan ibadah baginya yang berisikan kebaikan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak. Untuk itu guru harus rutin berolahraga agar sehat. guru harus mengikuti ujian sertifikasi sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang Sisdiknas. menilai dan mampu mengevaluasi para peserta didiknya. mengarahkan.Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kaltim. sebab guru adalah modal utama sebuah negara menuju kesuksesan. guru harus memiliki kompetensi (keahlian) dan kepribadian teguh dalam mendidik. bersertifikat. Sedangkan berkompeten adalah. guru juga harus sehat jasmani dan rohani. mengajar. Di antara tujuan sertifikasi di antaranya agar kesejahteraan guru semakin meningkat. karena jika sering sakit-sakitan. berkompeten. Jika gaji pokok guru sebesar Rp2 juta. maka guru yang telah memiliki sertifikat pendidik berhak .Sahabat guru Indonesia. kualifikasi akademik yang dimaksud adalah. “Di samping itu. yakni berkualifikasi akademik. Menurutnya. menjadi guru adalah pekerjaan yang mulia jasa yang tak ternilai harganya kebanyakan dari kita para guru terkadang masih malu untuk mengakui bahwa dia adalah guru atau menjadi guru hanya setengah hati sekedar sampingan saja. Guru yang telah bersertifikasi akan mendapat gaji tambahan yang nilainya sama dengan gaji pokok. maka akan mendapat gaji tambahan dengan nilai yang sama sehingga total senilai Rp4 juta per bulan. Tentunya bukan seperti itu. 22 Maret 2012   35 Komentar Oleh: Nizar Mahroussy H. guru harus berpendidikan Strata Satu (S1) atau Diploma Empat (D IV). dan mampu mewujudkan tujuan pendidikan. maka akan sulit untuk dapat menjadi guru profesional. belum termasuk tunjangan lainnya. melatih.E SAMARINDA .

guru seyogianya memiliki perilaku dan kompetensi yang memadai untuk mengembangkan peserta didik secara utuh. yakni guru yang bertugas di sekolah pada pendidikan dasar dan menengah yang telah memenuhi persyaratan. dan daerah yang dalam keadaan darurat.” ujar Musyahrim. Untuk itu perlu kompetensi guru untuk meningkatkan profesionalitas guru.mendapatkan tunjangan profesi yang setara dengan satu kali gaji pokok yang diterimanya tiap bulan. bentuk perhatian pemerintah untuk menjadikan guru lebih bermartabat adalah pemberian subsidi tunjangan fungsional dan tunjangan khusus. Untuk melaksanakan tugasnya secara baik sesuai dengan profesi yang dimilikinya. lanjutnya. Perilaku dan penampilannya akan membekas dan banyak mewarnai kehidupan sekarang maupun masa yang akan datang. daerah yang berada di perbatasan negara. guru perlu menguasai berbagai hal terutama kompetensi kepribadian. daerah yang dalam kondisi bencana. Guru banyak disanjung dan dipuji. dan profesional. Selain tunjangan profesi. Daerah khusus yang dimaksud antara lain daerah terpencil atau terbelakang. tetapi adakalanya juga dicemooh dan dicerca. mempunyai kedudukan yang khusus dalam masyarakat. Oleh karena itu. diberikan pada guru yang bertugas di daerah khusus baik yang berstatus PNS maupun bukan. menuntut suatu kompetensi yang lebih dibandingkan dengan profesi lain yang ada di masyarakat.pedagogik. Untuk subsidi tunjangan profesional. sosial. dan diamati dalam berbagai wajah pula. serta pemberian biaya peningkatan kualifikasi akademik atau disekolahkan hingga S1 atau S2. . Posisi guru yang khas dihadapan masyarakat dengan beragam perhatian yang diberikan kepada guruu tersebut. Guru dapat tampil dalam berbagai wajah. Guru yang kita kenali. diberikan kepada guru yang statusnya bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sedangkan untuk tunjangan khusus. (pay) INI GURU YANG PROFESIONAL PENDAHULUAN Guru merupakan faktor yang sangat dominan dan penting dalam pendidikan formal pada umumnya karena bagi peserta didik guru sering dijadikan tokoh identifikasi diri.

B. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan pengatahuan materi bidang studi yang diajarkan. Oleh sebab itu seorang calon guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh LPTK. Guru sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga faktor penting. Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keteahlian khusus sebagai guru. . Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu. Kompetensi pribadi meliputi: (1) pengembangan kepribadian. yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus. (4) menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan. (5) memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas. (5) melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran. (7) memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya. kepribadian. dan (8) diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat. Karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan. keterampilan dan kemampuan yang dituntut jabatan seseorang. (2) berinteraksi dan berkomunikasi. yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain. (6) memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. mencakup tiga komponen sebagai berikut: (1) kemampuan kognitif. profesional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru setelah program sarjana atau D4.A. yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. yaitu: (1) memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesilaisasi. penguasaan. (3) kemampuan psikomotor. (2) kemampuan untuk memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang dimiliki. Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual khusus. (2) kemampuan afektif. (3) melaksanakan bimbingan dan penyuluhan. Pengertian di atas menunjukkan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusus. untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Dalam UU Guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogik. guru dengan siswanya. (4) melaksanakan administrasi sekolah. (3) penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu. yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang pelaksanaannya berhubungan dengan tugas-tugasnya sebagai pengajar. yaitu: (1) menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar. (2) menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya. (3) menuntut tingkat pendidikan yang memadai. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya.

dapat ambil keputusan dll. reflektif. (1) kemampuan profesional. Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral. kemampuan mengembangkan profesi seperti berpikir kreatif. (2) kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral. Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Johnson (dalam Sanusi. terjadi . Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah. berwawasan luas. Yang kedua. 2. (2) penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti misalnya dokter). (1) kemampuan profesional mencakup. berbudi luhur. (Depdiknas. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator.2001). terbuka. mau belajar sepanjang hayat. sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. (b) penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. Makmum (1996: 82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Profesional menunjuk pada dua hal. (3) kemampuan personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspekaspek. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik memerlukan tanggungjawab yang besar.1. maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. tetapi perlu direncanakan. dan terus mau belajar untuk maju. dan (c) penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. beriman. (2) kemampuan sosial. tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. bermoral. dapat berkomunikasi dengan orang lain. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Dari pengalaman lapangan pendidikan anak menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. yaitu (1) orang yang menyandang profesi. maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral. tanggung jawab. Misalnya. jujur. 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut. dan (c) penguasaan proses-proses pendidikan. dan (3) kemampuan personal. Pendidikan yang menyangkut perkembangan anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya. justru ia sendiri tidak bermoral. Bila guru tidak percaya akan Allah. guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. objekti. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. penghayatan. dewasa. (b) pemahaman. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya. kritis. (a) penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru. perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. tanggung jawab. (a) penguasaan materi pelajaran. peka. luwes. kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin.

kepala sekolah dll. mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa. ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. diharapkan guru dapat memilih mana . 3. karyawan. tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. seenaknya bolos. guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. karakter. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. tingkat pemikiran. serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena dalam pengalaman. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu. Di zaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini. Yang ketiga adalah sikap mau mengembangkan pengetahuan. Untuk itu guru sendiri harus hidup dalam kedisiplinan sehingga anak didik dapat meneladannya. Dengan mengerti bermacam-macam teori pendidikan. guru meninggalkan kelas seenaknya. Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang.pelecehan seksual guru terhadap anak didik. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka bolos dan tidak tepat mengumpulkan perkerjaan rumah. dll. Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. Guru bila tidak ingin ketinggalan zaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sangat penting bagi seorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik. meski guru sangat disiplin. guru tidak berani mengarahkan anak didik. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin yang kurang tinggi termasuk disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. guru lain. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia. orang tua murid. Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana. guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di zaman modern ini. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan ke arah pendidikan yang demokratis. tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik. perkembangan fisik dan psikis anak didik. Komunikasi yang baik akan membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah. Kedua. menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat di sekolah yang nyata. ciri anak didik dan perkembangannya. guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik. Kompetensi Paedagogik Selanjutnya kemampuan paedagogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. maka teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. Pertama. ia sulit membantu anak didik maju. Yang perlu diperhatikan di sini adalah. tahu ilmu psikologi anak dan perkembangan anak dan tahu bagaimana perkembangan pengetahuan anak. sering terjadi guru yang sungguh pandai. sangat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya.

yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. (2) menguasai bahan pembelajaran. pribadi. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreativititas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efisien dan efektif. . 1998). dan (4) mampu bekerja sama dengan orang lain. (2) memiliki toleransi pada orang lain. (3) menyusun program pembelajaran. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. bekerja sama. mungkin beberapa di antaranya menonjol. maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. ruang. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen. Oleh karena guru kelaslah yang sungguh mengerti situasi kongrit siswa mereka. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah sosial kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistik. dan pengendalian diri yang menonjol. pendekatan komperehensif. bergaul. (3) memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain. berempati. dan memberi kepada orang lain. Uniknya lagi. atau pendekatan multidisiplin. kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasan-kecerdasan yang lain. Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang seperti yang direncanakan sebelumnya. beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan simultan ketika seseorang berpikir dan atau mengerjakan sesuatu (Amstrong. Kompetensi profesional meliputi: (1) menguasai landasan pendidikan. sedangkan yang lain biasa atau bahkan kurang. dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner. guru juga diharapkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. 1994). alam. lembaga. dan (5) menilai proses serta hasil pembelajaran. yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya. (4) melaksanakan program pembelajaran. Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti karier di masyarakat. Dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. raga. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerja sama. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi: (1) memiliki empati pada orang lain. 1995). musik. 4. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. Hanya saja. Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan sosial adalah kecerdasan pribadi (personal intellegence). bahasa. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi. Ketiga. 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intellegence atau kecerdasan sosial. Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial. Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotial intellegence (Goleman. atau perusahaan. diharapkan guru dapat meramu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan (logika.

Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. kebijakan. yaitu: (1) kerja tim. strategi. antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru. tetapi harus dibangun. baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. Topik-topik ini dapat dikembangkan menjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang aktual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. Dari 35 life skills atau kecerdasan hidup itu. (12) solusi konflik. (10) kepedulian kepada sesama. (4) tanggung jawab sebagai warga. (6) relawan sosial. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topik silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang dapat dihandalkan. dibentuk. Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. Proses. baik finansial maupun non finansial. misalnya. menjadi jelas bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendapatkan penghargaan. Beberapa dimensi ini. peserta didik. (5) kepemimpinan. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2. Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan. pemerintah telah memberikan perhatian khusus dengan merumuskan sebuah Undang.2 juta orang. Kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru. C. Cooper. dapat kita saring dari konsep life skill. kebijakan dan program yang tepat. Dari ketiga komponen tersebut.Undang yang mengatur profesi guru dan dosen. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. ada 15 yang dapat dimasukkan kedalam dimensi kompetensi sosial. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tetang guru dari aspek pelaksanaan . James M. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi kompetensi ini. (14) kerja sama.Untuk mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik.Undang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa pada saat pengesahan UndangUndang ini. faktor gurulah yang dinilai sebagai satu faktor yang paling penting dan strategis. dan hanya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1). mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi. dan menjadikan profesi ini menjadi pilihan utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyanto 2005:1). baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. dan (15) komunikasi. (7) kedewasaan dalam bekreasi. strategi. karena di tangan para gurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan. (2) melihat peluang. (3) peran dalam kegiatan kelompok. Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari Undang. dipupuk dan dikembangkan melalui satu proses. Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif. Dalam pembahasan rancangan Undang-Undang ini (hingga disahkan pada 6 Desember 2005) tersirat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajah suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”. (11) toleransi. Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru. dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. (8) berbagi. Guru. (9) berempati. (13) menerima perbedaan.

dan (3) keterampilan (Supriadi 1998:96).Undang. profesional. menilai hasil pembelajaran. Supriadi mengutip laporan dari JurnalEducational Leadership edisi Maret 1993. yakni dengan ungkapan bijak „berilah aku guru yang baik. pemerintah sejak lama telah berupaya untuk merumuskan perangkat standar komptensi guru. Misalnya. profesionalisme. Sebagai tenaga profesional. yakni orangnya dan kinerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. termasuk guru. Hal yang sama. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotannya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yang dapat diberikan (Suparlan. bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi. memiliki mekanisme yang diperlukan untukmelakukan seleksi secara efektif. melakukan pembimbingan dan pelatihan. maka kaidah itu dapat dianalogikan dengan pentingnya guru. yang dengan undang-undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik‟. seorang profesional muda. aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum. guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses . Artinya. memiliki organisasi profesi yang. tanggung jawab. Sebagai contoh. yakni (1) keahlian. dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang keahlian yang lebihspesifik. dan kesetiaan terhadap pekerjaan itu. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesional dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. Kelima. guru sebagai profesi yang amat mulia. Demikian pula. Sama dengan manusia dengan senjatanya. „berilah aku hakim dan jaksa yang baik. memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. atau dia bekerja secara profesional. dan profesionalitas sebagai berikut iniProfesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. sehingga yang dianggap kompetitiflah yang diperbolehkan dalam melaksanakan bidang pekerjaan tersebut. (2) komitmen. Westby-Gybson (1965). insinyur. serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. yang terpenting adalah manusianya. Pertama. yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu. bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal. Kedua. yang menyatakan bahwa. Keempat. Untuk menggambarkan guru profesional. 2004:2). Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik. bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. Profesionalisme guru didukung oleh tiga hal. di samping melindungi kepentingan anggotanya. adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan karenakeahlian tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi lain. Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persyaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. Dalam dunia yang sedemikian maju. Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan Undang. „man behind the gun‟. Profesional menunjuk dua hal. Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. seperti dokter. dan dengan kurikulum yang kurang baik sekali pun aku akan dapat menghasilkan peserta didik yang baik. Pertama. Ketiga.tugasnya sebagaitenaga profesional.

Safrudin Ismi.blogspot. Paul. Undang-undang No. Paradigma Pendidikan Masa Depan. guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. 2004. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas. Keempat. http://11111gm. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. Jakarta: Grasindo. Depdiknas. Yogyakarta: Bigraf Publishing. Undang-Undang No.Ketiga. dan belajar dari pengalamannya. Bahan Ajar Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar profesional dalam menjalankan tugasnya (Supriadi 2003:14). Kedua. Standar Kompetensi Guru Kelas SD-MI Program D-II PGSD.html . guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Guru Demokratis di Era Reformasi Pendidikan. Jakarta: Genesindo. DAFTAR PUSTAKA Chamidi. 2002. Jakarta: Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti Dirjen Dikti Dir PPTK Depdiknas.belajarnya. guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. Suryadi. “Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah”. dalam Isu-isu Pendidikan di Indonesia: Lima Isu Pendidikan Triwulan Kedua. Pendidikan & Latihan Profesi Guru (PLPG). 2000. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa. Zamroni. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pendidikan Nasional Menuju Masyarakat Masa Depan. Direktorat Ketenagaan. Kelima. 2006. 2004. Balitbang. guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya. Bimbingan Konseling. Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. Universitas Negeri Semarang (UNES) Suparno.com/2012/05/guru-yang-profesional. Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ace dan Dasim Budimansyah. 2004. Rambu-rambu Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Guru Sekolah Dasar. Pusat Data dan Informasi Pendidikan.

manajemen kelas Segera setelah kebijakan sertifikasi digulirkan pemerintah. Untuk sampai kesana tidak bisa tidak kita membutuhkan karakter. guru dituntut untuk pandai mengelola waktu. Pasti semua dari kita ingin menjadi guru yang menemui ujung kedua seperti yang saya ceritakan di atas. Guru yang pandai mengelola waktu membedakan prioritas dalam bekerja. Karakter rendah hati juga menjadi pembuka jalan bagi masuknya ilmu baru. Bukan cuma siswa dikelas saja yang punya hak terhadap diri kita. Semua perasaan tersebut akan hilang jika sebagai guru kita menghargai proses. karena semua orang dihargai dari apa kontribusi tenaga dan ilmunya dan bukan dari seberapa seniornya ia di sekolah. Di sebuah sekolah jika semua gurunya rendah hati akan terjadi transfer ilmu dan terbentuk komunitas pembelajar. Sebagai manusia biasa wajar sekali jika perasaan itu datang. Pandai mengelola waktu Sebagai seorang yang bekerja dengan administrasi serta tugas mengajar yang banyak setiap minggunya. Maklum ditengah pesatnya pertumbuhan dan akses kepada informasi. mana yang mesti dikerjakan sekarang atau yang mesti digarap secara bertahap. terjebak rutinitas. Rendah hati Karakter ini membuat seorang guru berpikiran terbuka serta mudah menerima hal-hal baru. cenderung bekerja demi harapkan gaji dan tunjangan di akhir bulan. 2. 3. Menghargai proses. Ujung pertama adalah rutinitas. Di depan siswa atau sesama guru ia terus terang jika tidak tahu. Proses yang saya maksud adalah seperti jalannya atau perputaran alam semesta . guru kreatif. Sering juga kita dilanda kebosanan sambil berucap dalam hati “seperti inikah rasanya jadi guru”. 1. Silahkan mencermati karakter apa saja yang bisa membuat seorang guru menjadi guru profesional.5 karakter guru yang profesional 19 JANUARI 2012 tags: agus sampurno. banyak guru (termasuk saya) yang kemudian gamang mengenai arti sesungguhnya dari „profesionalisme‟. Guru yang mengajar di kelas dari hari ke hari punya dua ujung sebagai perjalanan kariernya. artinya ia akan jadi orang yang pasif. Sebuah karakter yang memang tidak mudah untuk dipraktekkan serta berhubungan dengan banyak faktor lain. Hal ini membuat ia menjadi mitra belajar yang mengasyikkan bagi siswa dan sesama guru. Ujung kedua adalah ia semakin cinta pada profesi dan terus meningkatkan diri serta merasa hidupnya „berkah‟ karena mengajar dan menyebarkan ilmu. guru profesional. semua orang benar-benar mesti belajar kembali dan bersedia menjadi seorang pembelajar. Saat mengajar sering kita pulang ke rumah dalam keadaan yang sangat lelah. namun juga keluarga terdekat kita di rumah yang memerlukan perhatian.

Jika itu terjadi siswa yang akan jadi korban karena sebagai guru anda akan tampil biasa-biasa saja dan miskin inovasi. orang tua siswa bahkan dari siswa kita di kelas. semua tersedia tinggal bagaimana seseorang dengan pikirannya bisa mencerna dan memanfaatkan. „bodoh‟ dan „sedang-sedang saja‟. Saat guru berpikiran terbuka ia akan bisa sekuat tenaga membuat setiap siswa di kelasnya meraih masa depan sesuai potensinya. tetap akan memberikan pengalaman dan masukan bagi karier mengajarnya di masa depan. Ia yakin sesulit apapun masalah yang timbul saat ia sedang melaksanakan hasil perencanaan pengajarannya. Sebab mengingat-ingat kegagalan tanpa memandang atau menghargai usaha diri kita sendiri akan membuat malas di kemudian hari untuk melakukan inovasi dalam mengajar.yang kita rasakan. Dengan pikiran terbuka guru juga jadi mudah untuk menyerap ilmu dari siapa saja tanpa mesti katakan “aah saya sudah tahu” atau “ah saya sudah pernah menerapkan” karena di masa sekarang ini ilmu bisa datang dari siapa saja. Belum ada pikiran yang terbuka yang mengatakan bahwa setiap anak adalah unik dan bisa menjadi „juara‟ di bidangnya masing-masing. ia bisa datang dari buku dan media massa. Dalam mempersiapkan dan merencanakan pengajaran di kelas bisa saja guru mengatakan semua yang akan diajarkannya sudah ada di „luar kepala‟ hal ini berarti sama saja mengatakan sebagai guru ia anti terhadap kegiatan belajar lagi.wordpress. Ada pagi ada siang. Berpikiran terbuka Informasi dan ilmu pengetahuan berkembang dan bertambah sedemikian pesatnya. Sebagai seorang guru sikap berpikiran terbuka inilah yang paling bermakna saat ini untuk diterapkan. Saat ini informasi ada di mana saja. Dengan berpikiran terbuka guru jadi mudah untuk menerima perbedaan dan senang akan perubahan. Percaya diri Bedakan antara rasa percaya diri dan sombong. 4. Guru yang percaya diri akan sekuat tenaga mempersiapkan sambil tetap percaya diri jika ada masalah yang timbul saat ia sedang melaksanakan perencanaan pengajarannya. sesama guru. Dalam hitungan detik informasi bertambah dengan cepat. Jika suatu saat kita gagal atau belum berhasil dalam mengajar. hargailah usaha yang diri kita sendiri lakukan. Ada perasaan khawatir atau takut untuk berubah hanya karena pernah gagal. adakah 5 hal diatas juga merupakan karakter anda selama ini? ataukah ada hal yang baru yang bisa anda bagi dan tambahkan agar semua pendidik di Indonesia bisa lebih profesional dalam berkarier ? ayo berbagi lewat komentar di bawah ini http://gurukreatif. Terima kasih sudah membaca artikel ini. Padahal bukan seperti itu guru yang percaya diri. 5.com/2012/01/19/5-karakter-guru-yang-profesional/ . ada gelap dan ada terang. Di kelas dan sekolah sejak dulu siswa dibagi menjadi murid yang „pintar‟.

saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif. 5. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standarstandar itu. 2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya. Sehingga tidak dianggap hanya profesional dalam hal tunjangan saja :) 1. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. tetapi kadang-kadang diabaikan. disiplin. bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif. email dan sekarang. 4. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka. membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa. 6. Selalu punya energi untuk siswanya Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. 3. 8. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum. 9. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama. Pengetahuan tentang Kurikulum Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standarstandar lainnya. 10. 7. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan Hal ini mungkin sudah jelas. .Ciri-ciri Guru Profesional Berikut beberapa ciri guru yang profesional yang mungkin dapat menjadi patoan bagi anda para guru untuk mengembagkan diri sehingga benar-benar profesional. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas. sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa. dan isu lainnya. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik. rapat. twitter.

kita semua mengetahui bahwa begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang guru dalam upaya untuk melaksanakan tugasnya secara profesional di masa datang.01:19:11 WIB Diposting oleh : Administrator Kategori: Kependidikan . Persoalan ini masih ditambah adanya berbagai tantangan ke depan yang masih kompleks di era global ini.blogspot.html Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Kamis. Dalam maysarakat seperti itu. Namun emikian. sehingga seolah-olah dunia menjadi satu tanpa ada sekat yang membatasi bangsa-bangsa. Sebagai seorang profesional.com/2012/01/ciri-ciri-guru-profesional. 23 Agustus 2012 . dan mengarahkan peserta didik dalam menumbuhkan semangat keunggulan. dan memiliki kepribadian serta budi pekerti luhur yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. a. Masyarakat Teknologi Masyarakat teknologi yang dimaksud adalah suatu masyarakat yang telah melek teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi. setidaknya terdapat tiga karakteristik masyarakat di abad 21. membina. dalam mengiringi kemajuan teknologi tersebut diperlukan upaya penghayatan. Menurut Tilaar (1999). Kemajuan teknologi dapat memajukan kehidupan manusia. Untukitu. negara-negara. Gambaran Masyarakat Abad 21 Untuk memberikan gambaran tentang tantangan guru yang prfeesional di masa depan. terutama dalam memberikan . guru seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing. peran pendidikan sangat penting dan strategis. di samping penguasaan teknologi itu sendiri. sehingga dapat mengubah cara berfikir dan bertindak bahkan mengubah bentuk dan pola hidup manusia yang sama sekali berlainan dengan kehidupan sebelumnya. A. baik secara kuantitas. motivasi belajar. tetapi dapat pula menghancurkan kebudayaan umat manusia. Berikut ini diuraikan sejauh mana tantangan guru di masa depan sebagai wawasan dalam rangka menambah khasanah untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan profesionalisme guru. yaitu: (1) masyarakat teknologi. sementara kondisi riil di lapangan masih amat memperhatikan. yaitu dalam menghadapi masyarakat abad 21. perlu melihat karakteristik masyarakat di era globalisasi dikaitkan dengan peran pendidikan. kualitas maupun profesionalitas guru. Kemajuan teknologi kkomunikasi telah mebuat jarak dan waktu semakin pendek dan cepat. bahkan pribadi-pribadi.Dibaca: 134 kali Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on printMore Sharing Services0 Pembahasan sebelumnya memberikan gambaran bahwa secara konsep gur sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional.http://penilaian-kinerja-guru. (2) masyarakat terbuka. (3) masyarakat madani.

sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman yang penuh dengan persaingan. Masayraakat madani tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang saling hormat-menghormati. dalam masyarakat terbuka diperlukan manusia yang mampu mengembangkan kapasitasnya agar menjadi manusia dan bangsa yang kuat. baik masyarakat lokal maupun masyarakat dunia. dan fasilitas kepada masyarakat dan peserta didik untukmemperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. Selain itu. B. Dalam masyarakat terbuka. agar kehidupan manusia tidak terancam oleh karena kemjuan teknologi itu sendiri. dorongan. Manakala pendidikan mengisyaratkan adanya keharusan peserta didik untuk menguasai teknologi. yang mengakui akan hak-hak asasi manusia. kreatif. Pendidikan pada dasarnya tidak terlepas dari peran penting guru sebagai tulang punggung dan penopang utama dalam proses penyelenggaraan pendidikan. dan berprestasi. sehingga komunikasi antar pribadi menjadi makin dekat dan hampir tanpa hambatan. Hal itu mengancam kehiudpan masyarakat lain oleh karena adanya kemungkinan penguasaan atau dominasi oleh mereka yang lebih kuat. yang pada akhinya akan menjadi boneka atau korban bagi mereka yang lebihkuat. termasuk mempengaruhi budaya bangsa lain. Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan wujud dari suatu masyarakat terbuka. di mana setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Berdasarkan paparan di atas. Masyarakat madani tumbuh dan berkembang bukan dengan sendirinya dan bukan tanpa upaya terencana. berprestasi dan memberikan sesuatu sesuai dengankapasitasnya.bimbingan. tidak berdaya dan miskin. maka akan menjadi manusia dan masyarakat yang lemah dan tidak berdaya. dan masyarakat yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari masyarakatnya. disiplin. bila kapasitas sumber daya manusia itu tidak dikembangkan. Pendidikan dapat menumbuhkan pemahaman etika yang benar. karena melalui pendidikan dapat dibangun sumberdaya yang berkualitas dengna kepribadian yang sesuai dengan budaya serta kesadaran individu hidup berdampingna untuk mencapai tujuan bersama. antara bangsa satu dengan bangsa lain dapat saling mempengaruhi dalam berbagai hal. tidak kalah pentingnya adalah peran pendidikan dalam memberikan arahan dan bimbingan agar penguasaana teknologi tidak menjadi bumerang bagi masyarakat. Masyarakat madani adalah masyarakat yang saling menghargai satu dengan yang lain. maka tentu tidak kalah pentingnya peran guru itu sendiri untuk lebih dulu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi terkini kepada peserta didiknya. yang menghormati prestasi individual. yang berprestasi dan yang memilikimodal terhadap masyarakat yang lemah. Tetapi sebaliknya. Kunci terwujudnya masyarakat madani adalah pendidikan. Setiap manusia mempunyai kesempatan yang tidak terbatas untuk belajar dan megnembangkan diri atau bahakan melalui kapasitasnya memberikan sumbangankepada masyarakat lainnya. ulet. . Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. membuat dunia menjadi satu seolah tanpa sekat. yang disebabkan kurangnya penghayatan terhadap etika. bukan atas dasar asal-usul atau keturunan. semangat. berkarya. tetapi masyarakat yang dibangun melalui pendidikan. lebih kreatif dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. termasuk nilai-nilai etis yang diyakini kebenarannya. c. b. serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. memiliki toleransi dan tanggungjawab terhadap kehiudpan pribadi maupun masyrakatnya. Masyarakat Terbuka Lahirnya teknologi komunikasi yang demikian maju. tetapi berdasarkan pada kemampuan individual. yang pada akhirnya melahirkan masyarakat terbuka. setidaknya kita dapat memperoleh gambaran tentang apa dan bagaimana karakteristik masyarakat pada abad 21 dan apa peran pendidikan pada masa yang akan datang serta tantangan bagi seorang guru untuk menyikapinya. Untuk itu. agar tidak menjadi bangsa pelayan yang dapat diperintah bangsa lain.

kreatif. termasuk potensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. dan mulai adanya indikasi tidak saling menghormati antara sesama teman. . pelaksanaan otonomi daerah. dan produktif dan tidak sekedar menjadi manusia yang selalu mengekor seperti ‘bebek’ yang hanya menerima petunjuk dari atasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. Dalam pengertian ini. 1. Pengembangan nilai-nilai demokrasi Demokrasi dalam bidang pendidikan adalah membangun nilai-nilai demokratis. sering terjadinya benturan fisik antara peserta didik. Untuk itu. Pendidikan berbasis masyarakat dan manajemen berbasis sekolah merupakan perwujudan nyata dari demokrasi dan desentralisasi pendidikan yang bertujuan untuk lebih memberdayakan sekolah dan masyarakat dalam proses pendidikan demi mencapai prestasi sesuai kemampuannya. Sejalan dengan itu. guru sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri mempunyai tantangan bagiamana membantu dan mengembangkan diri peserta didik menjadi manusia yang tekin. Hal itu terutama dapat dilihat mulai adanya gejala menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat. Untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas. Penguatan nilai kesatauan dan pembinaan moral bangsa Krisis yang berkepanjangan memberi kesan keprihatinan yang dalam dan menimbulkan berbagai dampak yang tidak menguntungkan terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia. kritis. Rasa persatuan yang telah berhasil ditanam berarti bahwa seseorang merasa bangga menjadi bangsa Indonesia yang berarati pula bangsa terhadap kebudayaan Indoensia yang menjunjung tinggi etika dan nilai luhur untuk siap menjadi masyarakat abad 21 yang kuat dan dapat mewujudkan demokrasi dalam arti sebenarnya. Fenomena rendahnya mutu pendidikan Berbagai hasil studi dan pengamatan terhadap mutu pendidikan pada berbagai negara menunjukkan bahwa secara makro mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Tantangan Internal a. pengembangan nilai-nilai demokrasi. perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam sistem pendidikan nasional.Tantangan guru profesional untuk menghadapi masyarakat abad 21 tersebut dapat dibedakan menjadi tantangna yang bersifat internal dan kesternal. lunturnya rasa hormat dengan orang tua. seperti pada Olimpiade Fisika. secara individual ada beberapa diantara peserta didik mampu menunjukkan prestasinya di lomba-lomba bertaraf internasional. Walaupun demikian. Pendidikan berupaya menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik dan tantangan nyata bagi guru adalah bagaimana seorang guru memilikikepribadian yang kuat dan matang untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral dan etika serta meyakinkan peserta didik terhadap pentingnya rasa kesatuan sebagai bangsa. Guru memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan prestasi bagi peserta didiknya. yaitu kesamaan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak dan juga kewajiban yang sama bagi masyarakat untuk membangun pendidikan yang bermutu. tantangan bagi guru dalam wacana desentralisasi pendidikan adalah bagaimana melakukan inovasi pembelajaran sehingga dapat membimbing dan menuntun peserta didik mencapai prestasi yang diharapkan. yang pada akhirnya dikhawatirkan dapat mengancam kesatuan dan persatuan sebagai bangsa. diantaranya penguatan nilai kesatuan dan pembinaan moral bangsa. pemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang melakukan berbagai perubahan dalam penataan sistem pendidikan yang pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan lebih besar kepad adaerah dan sekolah untuk mengembangkan proses pendidikan yang bermutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. b. dan fenomena rendahnya mutu pendiidkan. c. dan bahkan secara nilai rata-rata di bawah peringkat negara Asean lainnya. Proses pendidikan dalma masyarakat abad 21 adalah suatu interaksi antara guru dengna peserta didik sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat yang demokratis dan terbuka. diperlukan proses pendidikan yang bermutu dan kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah mutu guru. Tantangan intenal adalah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. Sementara tantangan eksternal adalah tantangan guru profesional dalam menghadapi abad 21 dan sebagai bagian dari masyarakat dunia di era global. menurunnya rasa kebersamaan.

tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat sebagai bangsa Indonesia. dan kompetitif. berprestasi. kompetisi dan kerjasama yang saling menguntungkan. Tantangan Eksternal Kecenderungan kehidupan dalam era globalisasi adalah mempunyai dimensi domestik dan global. saling menghormati atas dasar kemampuan individual. Guru merupakan angkatan kerja utama karena merupakan tenaga kerja yang turut menyiapkan tenaga kerja pembangunan lainnya.sch. Dalam melakukan persaingan.Wb.com) http://smppgri2tanjunganom. dan mematuhi nilai-nilai hukum yang berlaku dan disepakati bersama. seakan-akan dunia seperti sebuah kampuang dengan ciri perdagangan bebas. tantangan bagi guru profresional dalam menghadapi globalisasi adalah bagaimana guru yang mampu memberi bekal kepada peserta didik. inovatif. sudah saatnya kita meningkatkan kemampuan. Kemampuan individu untuk bersaing seperti itu.id/berita-40-tantangan-guru-sebagai-tenaga-profesional. Pada hakikatnya tugas guru tidak hanya di perlukan sebagai suatu tugas yang profesional. juga menanamkan sikap disiplin. Dengan situasi kehidupan demikian. hanya akan menerima seoran gyang profesional dalam bidang pekerjaannya. hanya dapat dibentuk oleh suatu sistem pendidikan yang kondusif dan memiliki guru yang profesional dalam bidangnya. diperlukan mutu individu yang kreatif dan inovatif. Karena mengajar berarti turut menyiapkan peserta didik ke arah berbagai jenis profesi. kreatif. 2012 — Muhammad Karwapi Assalamu Alaikum Wr. Untuk itu. memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. Kepada para guru. guru dituntut untuk berperlaku dan memiliki karakteristik profesional oleh karena tuntutan dan sifat pekerjaanya dan bersaing dengan profesi-profesi lainnya. 2. Dalam masyarakat abad 21. Kehidupan global yang terbuka. . Dengan kata lain. termasuk para guru yang profesional. Tantangan guru pada masyarakat abad 21 aldaha bagaimana menjadi seorang guru yang profesional untuk membangun masyarakat yang mandiri. menjunjung tinggi rasa kebersamaan. sejalan semakin meningkatnya penghargaan masyarakat terhadap profesi guru. (Sumber: www.html Syarat – Syarat Profesi Guru yang Profesional November 6. Dengan demikian par asisiwa mempunyai bekal yang memadai.sarjanaku. akan tetapi sebagai suatu profesi utama. tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.Masyarakat yang demikian menuntut adanya pelayanan yang profesional dari para pelakunya dan guru adalah seorang profesional dalam masyarakat seperti itu. yaitu kehidupan dalam dunia yang terbuka dan seolah tanpa batas. akan melahirkan tantangan dan peluang untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakatnya. memerlukan manusia yang bermutu dan dapat bersaing dengan sehat. selain ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menikmati kepemimpinan teknis dan dukungan pengelolaan yang efektif dan efesien dalam rangka menjalankan tugas sehari-hari. Guru yang profesional harus memiliki kompetensi sebagai berikut : 1. Guru harus mampu memilih metode yang tepat serta mampu menggunakan berbagai metode dan strategi dalam proses pembelajaran. yaitu : tut wuri handayani. serta penguasaan metodologis dalam arti memiliki pengetahuan konsep. 5. Ini berarti bahwa Sertifikasi Guru untuk mencetak Guru Profesional itu tidak .wordpress. sehingga mampu menjadi sumber identifikasi bagi subjek. Apabila seorang guru telah memiliki kompetensi tersebut di atas. ing madya mangun karso. artinya guru harus memberikan pelayanan sebaik-baiknya yang berarti mengutamakan nilai kemanusiaan daripada nilai benda material. Mendapat pengakuan dan perlakuan hukum terhadap batas wewenang keguruan yang menjadi tanggung jawabnya. 2. Guru pun harus memiliki pengetahuan yang luas tentang landasan kependidikan dan pemahaman terhadap peserta didik. 3. Menerima perlindungan dan penghargaan yang wajar terhadap usaha-usaha dan profesi yang inovatif dalam bidang pengabdiannya. Kompetensi Sosial. ritengngai naparagaraga. Kompetensi Profesional. Dalam pepatah “Bugis” di ungkapakan : ri oloi napatiroang. artinya guru harus menunjukkan kemampuan berkomunikasi sosial. artinya guru memiliki pengetahuan yang luas serta dalam dari bidang studi yang akan diajarkan. Kompetensi Pelayanan. dengan kepala sekolah bahkan dengan masyarakat luas. 4. sehingga mampu melaksanakan kepemimpinan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara. mulai 2009 Sertifikasi Guru dalam Jabatan juga menyertakan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas pendidikan. 4. Memiliki kebebasan untuk mengambil langkah-langkah interaksi edukatif dalam batas tanggung jawabnya dan ikut serta dlam proses pengembangan pendidikan. Sumber : Buku “Profesi Keguruan” Djaman Satori. Dkk http://karwapi. 3. maka guru tersebut telah memiliki hak profesional karena ia telah dengan nyata memenuhi syarat-syarat berikut : 1. artinya guru harus memiliki kepribadian yang mantap. ing ngarso sung tulodo. Menghayati kebebasan mengembangkan kompetensi profesionalnya secara individual maupun secara institusional. Kompetensi Personal. 2. baik dengan peserta didik maupun dengan sesama guru.Guru dianggap sebagai suatu profesi bilamana ia memiliki pernyataan dasar. Guru memiliki kepribadian yang patut diteladani. ri monriwi napaampiri.com/2012/11/06/syarat-syarat-profesi-guru-yang-profesional/ Sertifikasi Guru Agar Profesional Guru Profesional | Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008. keterampilan teknik serta didukung oleh sikap kepribadian yang mantap. Model pembelajaran yang fektif lihat di sini .

Kegiatan PPL dilaksanakan selama 3 bulan dan diakhiri dengan pembuatan Ujian Mengajar oleh masing-masing peserta yang dilaksanakan dua kali dengan beban materi eksakta dan non-eksakta masing-masing satu kali juga membuat Laporan PPG yang berisi laporan kegiatan harian selama pelaksanaan secara individu maupun kelompok. S. 2.terbatas pada guru-guru saja melainkan juga mencetak pengawas pendidikan yang Profesional. Semakin luasnya kewajiban tentang profesionalitas khususnya guru maka sudah tentu untuk menyandang gelar Guru Profesional haruslah melalui tahapan-tahapan yang cukup sulit dan penuh pengalaman.Pd. Dengan beberapa kegiatan di dalamnya antara lain workshop pembuatan RPP dan perangkat pembelajaran selama 3 bulan sebagai persiapan dalam menjalani pendidikan setelahnya melalui kegiatan PPL di sekolah-sekolah yang terakreditasi A. Pada tahun 2011 yang lalu telah berlangsung Sertifikasi Guru Pra-Jabatan yang dikenal dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dilaksanakan oleh universitas negeri yang menyelenggarakan pendidikan untuk calon guru (Pra-Jabatan) yang telah diikuti oleh 112 mahasiswa lulusan FKIP dengan penyelanggaraan pendidikan profesi guru selama 6 bulan. Sedangkan untuk pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui PLPG yang dilakukan bergelombang dengan pelaksanaan pelatihan dan pendidikan selama kurang lebih 15 hari secara penuh. 1. Selalu punya energi untuk siswanya Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran . Sepuluh Oleh ciri Guru : Profesional (disarikan Mayar dari situs Apple for the teacher) : Surati. media dan penilaian yang sinergis dan tepat jelas sehingga tercipta proses pembelajaran yang berkualitas. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama. Seorang guru profesional selalu dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan tahapan proses pembelajaran (kegiatan awal. dan kegiatan pemantapan) sesuai dengan rencana yang disusun dengan pemilihan model. Sebagai seorang guru seharusnya pengelolaan kelas hal utama yang harus dikuasai. Dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan oleh guru dalam sertifikasi guru hal yang paling utama dalam perbaikan permasalahan Proses Belajar Mengajar (PBM) adalah pengelolaan kelas. kegiatan inti. Bagi seorang guru untuk menjadi seorang guru yang Profesional dalam didapat dengan mengikuti pelatihan dan pendidikan untuk menjadi guru yang profesional itu sendiri dalam artian memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang pendidikan melalui sertifikasi guru prajabatan dan sertifikasi guru dalam jabatan.

twitter. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon. 8. membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas. 5. 9. email dan sekarang. 3. saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas. 4. 7. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan Hal ini mungkin sudah jelas. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu. sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa. *Pendidikan Profesi Guru | Sertifikasi Guru | Info Pendidikan | Guru Profesional . bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas. disiplin. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. dan isu lainnya. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya. 6. tetapi kadang-kadang diabaikan. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum. rapat. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik. Pengetahuan tentang Kurikulum Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka. 10.

blogspot.html .http://ppg-pgsd.com/2012/07/sertifikasi-guru-agar-profesional.