You are on page 1of 9

TULI SARAF PADA GERIATRI (PRESBIKUSIS

)

Perubahan patologik pada organ auditorik akibat proses degenerasi pada orang tua ( geriatri ), menyebabkan gangguan pendengaran. Jenis ketulian yang terjadi pada kelompok geriatri umumnya adalah tuli saraf, namun juga dapat berupa tuli konduktif atau tuli campur.14 Istilah presbikusis atau presbiakusis, atau tuli pada orang tua diartikan sebagai gangguan pendengaran sensorineural pada individu yang lebih tua. Yang khas daripadanya, presbikusis menyebabkan gangguan pendengaran bilateral terhadap frekuensi tinggi yang diasosiasikan dengan kesulitan mendiskriminasikan kata-kata, dan juga gangguan terhadap pusat pengolah informasi pada saraf auditorik. Selain itu, bentuk lain dari presbikusis pernah dilaporkan. Hubungan antara usia yang lanjut dengan ketulian pada frekuensi yang tinggi pertama sekali dipaparkan oleh Zwaardemarker pada 1899. Sejak itu, penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui perubahan patologik yang terjadi pada presbikusis, tetapi mekanisme terjadinya masih belum diketahui. 15 Presbikusis merupakan masalah yang penting dalam masyarakat. Hal ini terjadi pada populasi lansia yang merupakan akibat dari penurunan fungsi yang berhubungan dengan usia. Sebagai tambahan, bertambahnya umur menyebabkan gangguan konsentrasi untuk mengingat memori sehingga terjadi kesulitan dalam memahami pembicaraan khususnya pada suasana yang bising. Akhirnya, penurunan fungsi pendengaran ini akan mengakibatkan isolasi dari sejumlah orang tua/lansia dengan cara membatasi penggunaan telepon, menyebabkan mereka melepaskan kesempatan bersosialisasi seperti menghadiri konser musik, kegiatan-kegiatan sosial, dan lain sebagainya.15 Yang paling mungkin terjadi pada usia lanjut, sehingga disebut tuli karena usia, adalah hilangnya pendengaran akibat faktor ekstrinsik seperti bising atau ototoksisitas atau faktor intrinsik seperti predisposisi genetik terhadap hilangnya pendengaran. Tuli pada pasien usia lanjut dapat juga disebabkan oleh kombinasi faktor kausatif.15

terutama terhadap nada tinggi ketika kita bertambah tua.14 b) Tuli Saraf pada Geriatri ( Presbikusis ) Presbikusis adalah tuli saraf sensori neural frekuensi tinggi. faktor-faktor intrinsik atau genetik dapat terjadi pada awal kehidupan dan cukup menimbulkan kesukaran pendengaran ketika pasien tersebut bertambah usia.14. sehingga produksi kelenjar serumen berkurang dan menyebabkan serumen menjadi lebih kering. serta penatalaksanaanya. umumnya terjadi mulai usia 65 tahun. yang telah mempunyai tuli sensorineural karena etiologi yang tidak ditentukan. Biasanya pasien ini dapat dibantu dengan alat bantu pendengaran dan disokong oleh rehabilitasi. patofisiologi. epidemiologi. Ini merupakan masalah biasa dan memerlukan diagnosis otologi yang teliti dengan penilaian audiologi. berkurangnya elastisitas dan bertambah besarnya ukuran daun telinga ( pinna ) atrofi dan bertambah kakunya liang telinga penumpukan serumen membran timpani bertambah tebal dan kaku kekauan sendi dan tulang-tulang pendengaran.Meskipun keadaan ini memperlihatkan tuli derajat ringan. demikian pula halnya dengan kekauan yang terjadi pada persendian tulangtulang pendengaran. agar dapat membantu menegakkan diagnosis yang tepat dan meningkatkan kualitas hidup geriatri. Presbikusis dapat mulai pada frekuensi 100 Hz atau lebih. simetris kiri dan kanan.14 Pada geriatri.17 . sehingga sering terjadi gumpalan serumen ( serumen prop ) yang akan mengakibatkan tuli konduktif. kelenjar-kelenjar serumen mengalami atrofi. anatomi yang mendasarinya. adakalanya seseorang yang berusia 75 tahun dapat mempunyai pendengaran yang lebih baik daripada seseorang yang berusia 45 tahun. Oleh karena itu. yakni : a) Tuli konduktif pada geriatri Pada telinga luar dan telinga tengah proses degenerasi dapat menyebabkan perubahan atau kelainan berupa . A. JENIS – JENIS KETULIAN PADA ORANG TUA Tuli pada orang tua dibagi atas dua macam.15 Berikut ini akan dijelaskan tentang tuli pada orang tua. Membran timpani yang bertambah kaku dan tebal juga akan menyebabkan gangguan konduksi.

infeksi. bising. Perubahan ini berhubungan dengan penurunan ambang frekuensi tinggi. Crowe dan rekannya. gaya hidup atau bersifat multifaktor.14. Progesifitas penurunan pendengaran dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin. Prosesnya berasal dari bagian basal koklea dan perlahan-lahan menjalar ke daerah apeks. atrofi dapat terbatas hanya beberapa millimeter awal dari basal koklea. Perubahan histologik ini berhubungan dengan gejala yang timbul dan hasil pemeriksaan auditorik. pada laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perempuan. PATOFISIOLOGI Proses degenerasi menyebabkan perubahan struktur koklea dan Nervus vestibulocochlearis ( VIII ). metabolisme. ETIOLOGI Umumnya diketahui bahwa presbikusis merupakan akibat dari proses degenerasi.14 C. Gacek dan Schuknecht telah mempelajari perubahan histologik dari koklea pada telinga seseorang dengan presbikusis. Proses atrofi disertai dengan perubahan vaskuler juga terjadi pada stria vaskularis. Pada koklea perubahan yang mencolok ialah atrofi dan degenerasi sel-sel rambut penunjang pada organ korti. Gacek dan Schucknecht mengidentifikasi 4 lokasi penuaan koklea dan membagi presbikusis menjadi 4 tipe berdasarkan lokasi tersebut. Diduga kejadian presbikusis mempunyai hubungan dengan faktor-faktor herediter. berupa berkurangnya jumlah dan ukuran sel-sel ganglion dan saraf. pola makanan. Proses berjalan dengan .15 Adapun keempat tipe dari prebikusis adalah sebagai berikut :  Presbikusis sensorik Tipe ini menunjukkan atrofi dari epitel disertai hilangnya sel-sel rambut dan sel penyokong Organ Corti. arteriosklerosis.B. Selain itu terdapat pula perubahan.18 Biasanya terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Menurunnya fungsi pendengaran secara berangsur merupakan efek kumulatif dari pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. Secara histology. Hal yang sama terjadi juga pada myelin akson saraf. yang dimulai setelah usia pertengahan.15 Banyak peneliti menyelidiki penyebab dari ketulian ini. Saxen.

15  Presbikusis Metabolik Kondisi ini dihasilkan dari atrofi stria vaskularis. Beberapa teori mengatakan perubahan ini terjadi akibat akumulasi dari granul pigmen lipofusin. tidak didapati adanya penurunan ambang terhadap frekuensi tinggi bunyi. Berkembang dengan lambat dan mungkin bersifat familial. Tetapi. Hal ini menjelaskan sulitnya menghubungan gejala klinik atau tanda dengan lokasi anatomik yang spesifik. seperti yang dikemukakan oleh Suga dan Lindsay juga oleh Nelson dan Hinojosa. Schuknecht memperkirakan adanya 2100 neuron yang hilang setiap dekadenya ( dari totalnya sebanyak 35000 ). Terjadi perubahan gerakan mekanik dari duktus koklearis dan atrofi dari ligamentum spiralis. karena perkembangan presbikusis melibatkan perbuahan simultan pada banyak tempat. dengan bagian basilarnya sedikit lebih banyak terkena dibanding sisa dari bagian koklea lainnya.15  Presbikusis Mekanik ( presbikusis konduktif koklear ) Kondisi ini disebabkan oleh penebalan dan kekakuan sekunder dari membran basilaris koklea. Hilangnya neuron ini dimulai pada awal kehidupan dan mungkin diturunkan secara genetik. Berhubungan dengan tuli sensorineural yang berkembang sangat lambat. Efeknya tidak disadari sampai seseorang berumur lanjut sebab gejala tidak akan timbul sampai 90 % neuron akhirnya hilang.15 Perubahan histologik presbikusis jarang sekali ditemukan hanya pada satu area saja. Atrofi dari stria ini menyebabkan hilangnya pendengaran yang direpresentasikan melalui kurva pendengaran yang mendatar ( flat ) sebab seluruh koklea terpengaruh.15  Presbikusis Neural Tipe ini memperlihatkan atrofi dari sel-sel saraf di koklea dan jalur saraf pusat.lambat. Proses ini berlangsung pada seseorang yang berusia 30-60 tahun. Keparahan tipe ini menyebabkan penurunan diskriminasi katakata yang secara klinik berhubungan dengan presbikusis neural dan dapat dijumpai sebelum terjadinya gangguan pendengaran.15 . Stria vaskularis normalnya berfungsi menjaga keseimbangan bioelektrik dan kimiawi dan juga keseimbangan metaboliK dari koklea. Diskriminasi kata-kata dijumpai. Atrofi terjadi mulai dari koklea.

Insidensinya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Negara-negara barat memiliki pola yang begitu berbeda pada tuli jenis ini. yang berujung pada masalah fungsi neuron di telinga dalam. Kerusakan DNA mitokondrial dapat menyebabkan berkuranya posforilasi oksidatif.15 Salah satu penemuan yang paling terkenal sebagai penyebab potensial presbikusis adalah mutasi genetik pada DNA mitokondrial. menjumpai adanya hubungan antara defisiensi asam folat dan vitamin B12 dengan hilangnya pendengaran tetapi hubungannya tidak signifikan secara statisti. penyakit saluran nafas.15 Nutrisi dan anatomi diduga berperan juga dalam menyebabkan presbikusis. Berner. diabetes.15 D. tetapi perubahan ultrastruktur pada lempeng kutikular tampak berhubungan dengan riwayat ketulian pada frekuensi tinggi pada studi terhadap tulang temporal manusia yang dilakukan oleh Scholtz. atau memiliki peranan ataupun mencetuskan perkembangan dari penyakit ini. Penurunan perfusi ke koklea dihubungkan dengan umum mungkin berperan dalam pembentukan metabolit oksigen reaktif. Mungkin hal tersebut berhubungan dengan paparan terhadap kebisingan yang kronik juga keterlibatan penyakit sistemik yang sering pada masayarakat daerah industri seperti Arterosklerosis. Penelitian yang dilakukan pada Tahun 1962 oleh Rosen. Tidak didapati hubungan antara ras atau jenis kelamin tertentu yang paling banyak terkena presbikusis ini. EPIDEMIOLOGI Insidens presbikusis secara global bervariasi.Banyaknya penelitian terbaru ditujukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari presbikusis. Martin Villares menemukan hubungan antara level kolesterol yang tinggi dengan berkurangnya pendengaran. dkk. dkk. dkk.19 . Walaupun pneumatisasi dari mastoid tidak berhubungan dengan terjadinya presbikusis pada penelitian yang dilakukan oleh Pata.15. yang efek sampingnya mempengaruhi struktur telinga dalam. pada Suku Mabaans di Sudan menemukan hilangnya pendengaran lebih banyak terjadi pada usia lanjut pada masyarakat urban. Sebahagian besar menitikberatkan pada abnormalitas genetik yang mendasarinya.

“ s”. Gambaran ini khas . Adanya riwayat penggunaan obat-obatan yang bersifat ototoksik.15.20 Keluhan lain adalah adanya telinga berdenging ( tinnitus ).E. DIAGNOSA Diagnosa ditegakkan dengan Anamnesa.Pada tahap awal terdapat penurunan yang tajam ( sloping ) setelah frekuensi 2000 Hz. menunjukkan tuli saraf nada tinggi.20 F. G. PEMERIKSAAN FISIK Tidak dijumpai keabnormalan pada pemeriksaan fisik.15. atau “ th “ pada orang Inggris misalnya.14. Tetapi dengan pemeriksaan otoskopi tampak membran timpani suram. Keluhan utama presbikusis berupa berkurangnya pendengaran secara perlahan dan progresif. pekerja industri dan sebagainya. ANAMNESA Pada anamnesa akan didapati keluhan-keluhan seperti yang diterangkan dalam gejala klinis yang tidak diketahui kapan dimulainya.21 H.15.14 I. simetris pada kedua telinga. Kesulitan mengucapkan beberapa konsonan tertentu sepeti “f”. Kemudian adanya riwayat paparan berulang terhadap kebisingan seperti latar belakang pekerjaan menjadi anggota militer.14. Pasien dapat mendengar suara percakapan. tetapi sulit untuk memahaminya. Gejala tersebut berkembang perlahan dan sangat lambat. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan misalnya pemeriksaan audiometric nada murni. bilateral dan simetris. Terkadang suara pria terdengar seperti suara wanita. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Bila intensitas suara ditinggikan akan timbul rasa nyeri di telinga. dan jika dilakukan tes penala. hal ini disebabkan oleh faktor kelelahan ( recruitment ). GEJALA KLINIK Gejala klinik bervariasi antara masing-masing pasien dan berhubungan dengan perubahan yang terjadi pada koklea dan saraf sekitarnya. yang saat dimulainya tidak disadari. maka akan menunjukkan suatu tuli sensorineural yang bilateral. terutama bila diucapkan secara cepat dengan latar belakang yang riuh ( cocktail party deafness). dsb.

14 J. pasien dapat melatih diskriminasi bicara dengan cara mendengarkan kata-kata bersuku satu dalam lingkungan yang sunyi dan yang bising. Kedua jenis presbikusis ini sering ditemukan. Oleh karena komunikasi adalah suatu proses yang melibatkan dua orang atau lebih. pemakaian telepon.14 Tujuan rehabilitasi pendengaran adalah memperbaiki efektifitas pasien dalam komunikasi sehari-hari. Pada semua jenis presbikusis tahap lanjut juga terjadi penurunan pada frekuensi yang lebih rendah. Rehabilitasi sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi pendengaran dilakukan dengan pemasangan alat bantu dengar ( hearing aid ). Selama latihan pendengaran.22 . Latihan tambahan dapat dipusatkan pada lokalisasi.pada presbikusis sensorik dan neural. cara-cara untuk memperbaiki rasio sinyal-bising dan perawatan serta pemeliharaan alat bantu dengar. Garis ambang dengar pada audiogram jenis metabolik dan mekanik lebih mendatar. Pasien harus dibantu untuk memanfaatkan secara maksimal isyarat-isyarat visual sambil mengenali beberapa keterbatasan dalam membaca gerak bibir. Pembentukan suatu program rehabilitasi untuk mencapai tujuan ini tergantung pada penilaian menyeluruh terhadap gangguan komunikasi pasien secara individual serta kebutuhan komunikasi sosial dan pekerjaan. Keadaan ini jelas terlihat pada presbikusis jenis neural dan koklear. Pemasangan alat bantu dengar hasilnya akan lebih memuaskan bila dikombinasikan dengan latihan membaca ujaran ( speech reading ).22 Program rehabilitasi dapat bersifat perorangan ataupun dalam kelompok. maka keikutsertaan keluarga atau teman dekat dalam bagian-bagian tertentu dari terapi terbukti bermanfaat. Partisipasi pasien ditentukan oleh motivasinya. dan latihan mendengar ( auditory training ). sedangkan program kelompok memberi kesempatan untuk menyusun berbagai tipe situasi komunikasi yang dapat dianggap sebagai situasi harian normal untuk tujuan peragaan ataupun pengajaran. PENATALAKSANAAN.Pemeriksaan audiometri tutur menunjukkan adanya gangguan diskriminasi wicara ( speech discrimination ).22 Membaca gerak bibir dan latihan pendengaran merupakan komponen tradisional dari rehabilitasi pendengaran. kemudian pada tahap berikutnya berangsur-angsur terjadi penurunan. prosedur pelatihan tersebut dilakukan bersama ahli terapi wicara ( speech therapist ). Penyuluhan dan tugas-tugas khusus paling efektif bila dilakukan secara perorangan.

22 . gerakan tubuh dan sikap alami cenderung melengkapi pesan yang diucapkan. maka petunjuk-petunjuk lingkungan dapat mengisi kekurangan ini. ekspresi wajah. Seluruh aspek rehabilitasi pendengaran harus membantu pasien untuk dapat berinteraksi lebih efektif dengan lingkungannya. Bila informasi dengar yang diperlukan untuk memahami masih belum mencukupi. Perlu diperagakan bagaimana struktur bahasa menimbulkan hambatan-hambatan tertentu pada pembicara.Pasien harus dibantu dalam mengembangkan kesadaran terhadap isyarat-isyarat lingkungan dan bagaimana isyarat-isyarat tersebut dapat membantu kekurangan informasi dengarnya. Petunjuk lingkungan.

Iskandar N (eds). Kartosoediro S. Presbycusis. last update on March 18. last update on October.33-34. available from www.DAFTAR PUSTAKA 14.com.Buku Ajar Penyakit THT. last update on April 12.com 17. George L Adams. 1997. 72.Otomikosis.com. 20.Kapita Selekta Kedokteran .com. Rakhmi Savitri.nidcd. Available from www.132.h. available from www.Hidung – Tenggorok Kepala Leher. Presbycusis. 3 ( 1). Ear Diagram.wikipedia.Jakarta: PT. last update on November 2. 21.emedicine. Presbycusis. 2009. 22.com. available from www. 2009.(1997). Last update on July 9. Kuspuji Triyanti. 15. Jakarta : FK UI. Presbycusis.dkk.Jakarta: Media Aesculapius. 2005. available from www.entusa. (2001).com. h. 2001. Dalam : Soepardi E. Lawrence R Boies. Inner ear. 18. available from www. Presbycusis.89. Rusmarjono. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga . Arif Mansjoer. 19. Odinofagi. Peter A Higler. 16.EGC. . 2008. 9-15.uvahealth.Age Related Hearing Loss Caused by presbycusis. Berke J.about. Otomikosis.