You are on page 1of 18

perbedaan anak Autis dan ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder

)

Mungkin dari beberapa kalangan orang tua ada yang pernah bertanya-tanya, apakah anak saya autis? pertanyaan tersebut terlontar karena tingkah anaknya yang tidak bisa diam, selalu tidak pernah fokus dengan satu hal dan sangat percaya diri, atau kita kenal dengan sebutan Hiperaktif. perlu diketahui, tidak semua anak Hiperaktif itu Autis. dan tidak semua anak Autis itu Hiperaktif. untuk lebih jelasnya akan dijelaskan sebagai berikut. Autis Autis dan Anak Autis Autis atau Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak yang ditandai dengan perkembangan gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Penyebab Autis Penyebab autis adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. Autis memiliki dasar genetika yang kuat, walaupun genetika autis sangat kompleks dan tidak jelas apakah ASD dijelaskan lebih oleh mutasi yang jarang, atau dengan kombinasi yang jarang dari genetika umum. Dalam kasus tertentu yang jarang terjadi, autis terkait dengan lingkungan yang menyebabkan cacat lahir, seperti pengaruh logam berat, pestisida, dan zat berbahaya lainnya. Ciri Ciri Autisme Atau Gejala Autis Ciri Fisik Anak Autis Terletak di Mata dan Bibir Berikut ini beberapa perbedaan pada wajah, yang membedakan anak autis seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (21/10/2011). 1. Memiliki jarak yang lebih lebar antara kedua mata 2. Bagian tengah wajah lebih sempit, termasuk daerah pipi dan hidung 3. Memiliki bibir dan philtrum (daerah antara hidung dengan bibir) yang lebih lebar. Ciri-ciri ini diungkap oleh para ilmuwan setelah melakukan pengamatan terhadap 62 anak berusia 12 tahun yang didiagnosis mengidap autis. Sebagai pembandingnya, para ilmuwan juga mengamati 41 anak yang tidak memiliki riwayat atau gejala klinis autis. Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas. Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-

Anak autistik seringkali merasa frustrasi.orang di sekitarnya. Gerak-geriknya kaku dan kasar. Saat ini terapi inilah yang paling banyak dipakai di Indonesia 2) Terapi Wicara Hampir semua anak dengan autis mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Dalam hal ini terapi wicara dan berbahasa akan sangat menolong. kesulitan untuk memegang sendok dan menyuap makanan kemulutnya. Tak heran bila mereka sering mengamuk. sehingga terapi jenis apapun yang dilakukan akan memerlukan waktu yang lama. Dalam hal ini terapi okupasi sangat penting untuk melatih mempergunakan otot -otot halusnya dengan benar. Mereka banyak yang hipersensitif terhadap suara. 4) Terapi Fisik Autis adalah suatu gangguan perkembangan pervasif. Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar. seorang anak autis membutuhkan pertolongan dalam belajar bermain. 1) Applied Behavioral Analysis (ABA) ABA adalah jenis terapi yang telah lama dipakai . Banyak anak-anak ini membutuhkan pertolongan dalam ketrampilan berkomunikasi 2 arah. membuat teman dan main bersama ditempat bermain. 3) Terapi Okupasi Hampir semua anak autistik mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. komunikasi dan interaksi social. Banyak diantara individu autistik mempunyai gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya. mengepak-ngepakan tangan seperti sayap. Kecuali itu. Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang. cahaya dan sentuhan. jangan lupa bahwa Gangguan Spectrum Autisme adalah suatu gangguan proses perkembangan. 5) Terapi Sosial Kekurangan yang paling mendasar bagi individu autis adalah dalam bidang komunikasi dan interaksi . Biasanya hal inilah yang paling menonjol. Seorang terapis bermain bisa membantu anak dalam hal ini dengan teknik-teknik tertentu. banyak pula individu autis yang non-verbal atau kemampuan bicaranya sangat kurang. dan lain sebagainya. seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi. mereka kesulitan untuk memegang pinsil dengan cara yang benar. telah dilakukan penelitian dan didisain khusus untuk anak dengan autis. Jenis terapi ini bias diukur kemajuannya. serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Kadangkadang tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan tubuhnya kurang bagus. namun mereka tidak mampu untuk memakai bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain. berjalan berjinjit dan lain sebagainya. Seorang terapis sosial membantu dengan memberikan fasilitas pada mereka untuk bergaul dengan teman-teman sebaya dan mengajari cara2nya. Bermain dengan teman sebaya berguna untuk belajar bicara. 7) Terapi Perilaku. Anak autis juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal. 6) Terapi Bermain Meskipun terdengarnya aneh. Sistem yang dipakai adalah memberi pelatihan khusus pada anak dengan memberikan positive reinforcement (hadiah/pujian). terapi harus dilakukan secara terpadu dan setiap anak membutuhkan jenis terapi yang berbeda. Teman-temannya seringkali tidak memahami mereka. mereka merasa sulit mengekspresikan kebutuhannya. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan sangat banyak menolong untuk menguatkan otot-ototnya dan memperbaiki keseimbangan tubuhnya. Seorang terapis perilaku terlatih untuk mencari latar belakang dari perilaku negatif tersebut dan mencari solusinya dengan merekomendasikan perubahan . Terapi Autis Dibawah ini ada 10 jenis terapi yang benar-benar diakui oleh para professional dan memang bagus untuk autisme. Namun.

Penderita ADHD memiliki masalah dalam hal memperhatikan. Dan PECS ( Picture Exchange Communication System). Mereka bisa jadi jauh lebih aktif dan/atau lebih impulsif dibandingkan orang-orang seusianya. Banyak dari para perintisnya mempunyai anak autis. belajar. . Mereka sangat gigih melakukan riset dan menemukan bahwa gejala-gejala anak ini diperparah oleh adanya gangguan metabolisme yang akan berdampak pada gangguan fungsi otak.net ADHD ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan saraf perilaku. feses. emosional dan Intelektualnya. Semua hal abnormal yang ditemukan dibereskan. Beberapa video games bisa juga dipakai untuk mengembangkan ketrampilan komunikasi. Son-rise dan RDI (Relationship Developmental Intervention) dianggap sebagai terapi perkembangan. yaitu terapi dari luar dan dari dalam tubuh sendiri (biomedis). Gangguan ini mempengaruhi masalahmasalah yang signifikan dalam hubungan. Terapi perkembangan berbeda dengan terapi perilaku seperti ABA yang lebih mengajarkan ketrampilan yang lebih spesifik. Artinya anak dipelajari minatnya. dan rambut. kemudian ditingkatkan kemampuan sosial. Oleh karena itu anak-anak ini diperiksa secara intensif. misalnya dengan metode …………. sumber: http://nonitahiti. Terrnyata lebih banyak anak mengalami kemajuan bila mendapatkan terapi yang komprehensif. dan perilaku para penderitanya. sehingga otak menjadi bersih dari gangguan. Ciri utamanya adalah bermasalah dalam perhatian dan hiperaktivitas. 10) Terapi Biomedik Terapi biomedik dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam DAN! (Defeat Autism Now). urin. 8) Terapi Perkembangan Floortime. darah. 9) Terapi Visual Individu autis lebih mudah belajar dengan melihat (visual learners/visual thinkers). kekuatannya dan tingkat perkembangannya. pemeriksaan.lingkungan dan rutin anak tersebut untuk memperbaiki perilakunya. Hal inilah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan metode belajar komunikasi melalui gambar-gambar.

pusat organisasi otak tidak akan berfungsi dengan baik. Pengobatan . ADHD lebih banyak diderita oleh anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Terpapar racun lingkungan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. seperti Michael Phelps. baik di sekolah maupun di rumah Kehilangan barang-barang yang dibutuhkan dalam beraktivitas. Inilah gejala-gejala yang terjadi pada anak yang menderita ADHD. • • • • • • • • • Gugup Berlari dan memanjat di tempat-tempat yang tidak seharusnya Tidak bisa bermain dengan tenang Menjawab tanpa berpikir Mengganggu orang lain Tidak bisa duduk dengan tenang Terlalu banyak bicara Selalu pergi Kesulitan menunggu gilirannya Anak penderita ADHD menunjukkan gejala-gejala tersebut setidaknya selama 6 bulan. Tanpa memiliki kimiawi yang cukup. Namun. atlet renang pemenang medali emas Olimpiade.Gangguan ini banyak ditemukan pada anak-anak maupun orang dewasa. Penyebab Anak penderita ADHD tidak memproduksi kimiawi yang cukup di area-area kunci di otak. Gejala Gejala ADHD dimulai sebelum anak berusia tujuh tahun. Anak penderita ADHD yang kurang bisa memperhatikan akan memiliki 6 atau lebih gejala-gejala berikut: • • • • • • • • • Kesulitan mengikuti instruksi Kesulitan mempertahankan perhatian dalam mengerjakan sesuatu atau bermain. Riset menunjukkan bahwa ADHD merupakan masalah genetik karena lebih banyak diderita oleh anak-anak yang memiliki kerabat dekat yang menderita gangguan ini. yang didiagnosis menderita ADHD saat kanak-kanak. Riset baru-baru ini juga menghubungkan rokok dan penyalahgunaan obat selama masa kehamilan dengan ADHD. yang bertanggung jawab mengorganisasi pikiran. penderita gangguan ini juga dapat hidup normal dan tumbuh menjadi orang sukses. baik di sekolah maupun di rumah Tampak tidak mendengarkan Tidak memperhatikan detail-detail dengan baik Tampak kacau Bermasalah dengan tugas-tugas yang membutuhkan perencanaan di awal Sering lupa Mudah bimbang Gejala ADHD Anak penderita ADHD yang hiperaktif atau impulsif paling tidak memiliki 6 atau lebih gejala-gejala berikut ini.

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa pewarna makanan dan pengawet makanan dapat memperburuk perilaku hiperaktif pada beberapa anak. atomoxetine. Mungkin kebiasaan hidup di rumah tangga perlu diubah sedikit untuk membantu anak yang menderita ADHD. Anak penderita ADHD juga cenderung membutuhkan pola dan harapan yang lebih jelas.Obat bagi penderita ADHD di antaranya methylphenidate. Keluarga dapat berkonsultasi dengan spesialis untuk menangani anak penderita ADHD yang berkaitan dengan masalah perilaku dan belajarnya. Anak yang menderita ADHD mungkin menyulitkan bagi orangtua. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan: • • • • • • • • • Buatlah jadwal Buatlah aturan-aturan sederhana di rumah Pastikan petunjuk dapat dipahami Berikan penghargaan atas perilaku baik Pastikan anak diawasi sepanjang waktu Perhatikan ketika anak bersama teman-temannya Aturlah rutinitas mengerjakan PR Fokuslah pada usaha. Konsultasikan pada ahli gizi mengenai makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh anak penderita ADHD. Selain obat-obatan. Mereka mungkin memiliki kesulitan memahami petunjuk dan aktivitas konstan mereka bisa menjadi hal yang menantang bagi orang dewasa. guru. serta obat yang menggabungkan antara dextroamphetamine dengan amphetamine. Upaya bersama antara orangtua. dextroamphetamine. Deteksi Dini ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorders) DETEKSI DINI ADHD (ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVE DISORDERS) . Penggunaan obat-obat ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter. dan dokter adalah cara terbaik untuk membantu anak penderita ADHD. bukan nilai Bicaralah pada gurunya Konseling dan terapi juga bisa membantu menangani ADHD. Obat-obat ini dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi serta menurunkan perilaku impulsif dan hiperaktif. peranan orang-orang di sekitar penderita ADHD juga sangat dibutuhkan.

Meskipun tak jarang beberapa manifestasi klinis tersebut dijumpai pada remaja atau orang dewasa. Diagnosis and Statistic Manual (DSM IV) menyebutkan prevalensi kejadian ADHD pada anak usia sekolah berkisar antara 3 hingga 5 persen. sehingga seringkali tidak ditangani secara benar.4264126 email : wido25@hotmail. PENDAHULUAN Sejak dua puluh tahun terakhir Gangguan Pemusatan Perhatian ini sering disebut sebagai ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorders. perilaku. JL RAWASARI SELATAN 50 JAKARTA PUSAT telp : (021) 70081995 . . seperti dengan kekerasan yang dilakukan oleh orang tua dan guru akibat dari kurangnya pengertian dan pemahaman tentang ADHD. Angka kejadian kelainan ini adalah sekitar 3 – 10%. di Ameriksa serikat sekitar 3-7% sedangkan di negara Jerman. Di indonesia angka kejadiannya masih belum angka yang pasti. Kanada dan Selandia Baru sekitar 510%. Gangguan ini ditandai dengan adanya ketidakmampuan anak untuk memusatkan perhatiannya pada sesuatu yang dihadapi. Namun tampaknya semakin lama tampaknya kejadiannya semakin meningkat saja.. CHILDREN FAMILY CLINIC. Secara epidemiologis rasio kejadian dengan perbandingan 4 : 1. Terdapat kecenderungan lebih sering pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.com . Dalam tahun terakhir ini gangguan hiperaktif menjadi masalah yang menjadi sorotan dan menjadi perhatian utama di kalangan medis ataupun di masyarakat umum. sehingga rentang perhatiannya sangat singkat waktunya dibandingkan anak lain yang seusia. Sering dijumpai pada anak usia pra sekolah dan usia sekolah. sosialisasi maupun komunikasi. Biasanya disertai dengan gejala hiperaktif dan tingkah laku yang impulsif. Gangguan hiperaktif merupakan salah satu kelainan yang sering dijumpai pada gangguan perilaku pada anak. Kelainan ini dapat mengganggu perkembangan anak dalam hal kognitif.Dr Widodo Judarwanto SpA. terdapat kecenderungan keluhan ini akan berkurang setelah usia Sekolah Dasar. meskipujh tampaknya kelainan ini tampak cukup banyak terjadi. Terkadang seorang anak hanya dianggap 'nakal' atau 'bandel' dan 'bodoh'. KORESPONDENSI DAN KOMUNIKASI : TERAPI BIOMEDIS GANGGUAN PERILAKU PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN ANAK).

setidaknya pada dua tempat dan suasana yang berbeda. Setelah usia anak. emosi yang meledak-ledak bahkan aktifitas yang berlebihan. Manifestasi klinis yang terjadi dapat timbul pada usia dini namun gejalanya akan tampak nyata pada saat mulai sekolah melakukan anamnesa terhadap orang tua dan guru. selalu menggerakgerakkan jari-jari tangan. Sekitar 65% akan mengalami gejala sisa saat usia dewasa atau kadang secara perlahan menghilang. Terminologi lain yang dipakai mencakup beberapa kelainan perilaku meliputi : perasaan yang meletup-letup. Definisi hiperaktifitas adalah suatu peningkatan aktifitas motorik hingga pada tingkatan tertentu yang menyebabkan gangguan perilaku yang terjadi. akan menetap saat remaja atau dewasa. Temperamen seorang anak adalah suatu karakteristik yang hidup dan dinamis. membangkang dan destruktif yang menetap. gejala-gejala ini lebih sering muncul dan lebih berat kualitasnya dibandingkan anak normal seusianya. Bila terjadi peningkatan aktifitas motorik yang berlebihan pada seorang anak dibandingkan anak . Hal ini dinamakan kesulitan perhatian (attention deficit hyperactivity disorder). Kondisi normal adalah pola yang paling baik karena anak mampu memperhatikan sesuatu dan mengalihkannya terhadap yang lain pada saat yang tepat tanpa kehilangan daya konsentrasi. guna mengevaluasi perkembangan dan mengarahkan pola pendidikan dan pengasuhan anak dengan hiperaktif bila dapat dilakukan deteksi dini dan penatalaksanaan pada tahap awal. aktifitas yang berlebihan. suka membuat keributan. Baik dikalangan medis maupun nonmedis. Angka kejadian ADHD saat usia dewasa sekitar 2-7%. tidak dapat duduk dengan tenang dan selalu meninggalkan tempat duduknya meskipun pada saat dimana dia seharusnya duduk degan tenang. Dokter umum. Aktifitas anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan yang ditandai dengan gangguan perasaan gelisah. mudah teralihkan perhatiannya. kaki. Pola perhatian anak terhadap suatu hal terbagi menjadi beberapa klasifikasi. pola ini merupakan pola normal perkembangan mental anak secara matang. Diperkirakan penderita ADHD akan menetap sekitar 15-20% saat dewasa. Hal ini harus melibatkan beberapa lapisan masyarakat. Kelompok dengan derajat sedang terjadi fokus perhatian anak mudah teralihkan. pola ini disebut autisme. Perhatian hanya mampu bertahan beberapa saat saja oleh suatu rangsangan lain yang mungkin tidak adekuat. Deteksi dini gangguan ini sangat penting dilakukan untuk meminimalkan gejala dan akibat yang ditimbulkannya dikemudian hari. meski terkadang pada seorang anak lebih dinamis dibandingkan anak lain.ADHD adalah gangguan perkembangan yang mempunyai onset gejala sebelum usia 7 tahun. DEFINISI Pada anak normal seringkali menunjukkan tanda-tanda: kurang perhatian. pensil. dokter spesialis anak dan klinisi lainnya yang berkaitan dengan kesehatn anak harus bisa mendeteksi sejak dini faktor resiko dan gejala yang terjadi. Hanya saja pada anak dengan kelainan ADHD. Kelompok yang paling berat adalah over exklusif dimana seorang anak hanya terfokus pada sesuatu yang menarik perhatiannya tanpa mempedulikan hal lain secara ekstrem (misalnya pada bayi yang sedang memperhatikan kancing bajunya dan tidak mempedulikan rangsangan lain). Predisposisi kelainan ini adalah 25 persen pada keluarga dengan orang tua yang membakat..

Didapatkan juga sepertiga ayah penderita hiperaktif juga menderita gangguan yang sama pada masa kanak mereka. perkembangan otak saat perinatal. tingkat kecerdasan (IQ). Seperti halnya gangguan autism. terjadinya disfungsi metabolisme. Penilaian semacam ini sangat subyektif dan tergantung dari standar yang dipakai oleh orang tua dalam menilai tingkat aktifitas normal seorang anak. 5-HTT. Dalam hal 'anak-ini' justru kepada orang tuanya yang harus diberikan pengertian dan pengetahuan tentang bagaimana membimbing dan mengarahkan secara benar seorang anak dengan pola perilaku yang 'menurut orang tua' berlebihan PENYEBAB Penyebab pasti dan patologi ADHD masih belum terungkap secara jelas. Beberapa penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa hiperaktifitas yang terjadi pada seorang anak selalu disertai adanya riwayat gangguan yang sama dalam keluarga setidaknya satu orang dalam keluarga dekat. Keterlibatan genetik dan kromosom memang masih belum diketahui secara pasti. ADHD merupakan statu kelainan yang bersifat multi faktorial. DBH.lain sebayanya. Faktor genetik tampaknya memegang peranan terbesar terjadinya gangguan perilaku ADHD. maka sering kali 'si-anak' dikeluhkan sebagai hiperaktif oleh orang tuanya. Teori lain menyebutkan kemungkinan adanya disfungsi sirkuit neuron di otak yang dipengaruhi oleh dopamin sebagai neurotransmitter pencetus gerakan dan sebagai kontrol aktifitas diri. Sehingga neurotransmitters dopamine and norepinephrine sering diokaitkan dengan ADHD. Beberapa gen yang berkaitan dengan kode reseptor dopamine dan produksi serotonin. Banyak faktor yang dianggap sebagai peneyebab gangguan ini. guru dan orang-orang yang berpengaruh di sekitarnya. DRD5. lingkungan fisik. DAT. Akibat gangguan otak yang minimal. perkembangan otak saat kehamilan. Sehingga dopaminergic dan noradrenergic neurotransmission tampaknya merupakan target utama dalam pengobatan ADHD. yang menyebabkan terjadinya hambatan pada sistem kontrol perilaku anak. kembar monozygotic lebih mudah terjadi ADHD dibandingkan kembar dizygotic juga menunjukkan keterlibatan fator genetik di dalam gangguan ADHD. Dalam penelitian yang dilakukan dengan . yang memfasilitasi pengeluaran dopamine dan noradrenergic tricyclics. Banyak penelitian menunjukkan efektifitas pengobatan dengan psychostimulants. dan 5-HTR1B. Orang tua dan saudara penderita ADHD mengalami resiko 2-8 kali lebih mudah terjadi ADHD. Penelitian neuropsikologi menunjukkkan kortek frontal dan sirkuit yang menghubungkan fungsi eksekutif bangsal ganglia. termasuk DRD4. diantaranya adalah faktor genetik. ketidak teraturan hormonal. Kondisi ini mengungatkan sepukalsi adanya gangguan area otak yang dikaitkan dengan kekuirangan neurotransmitter. Katekolamin adalah fungsi neurotransmitter utama yang berkaitan dengan fungsi otak lobus frontalis. sosial dan pola pengasuhan anak oleh orang tua. banyak dikaitkan dengan ADHD. Anggapan bahwa si-anak 'hiperaktif' mungkin tidak tepat jika hanya karena si-anak menunjukkan tanda-tanda 'nakal' dan 'bikin ribut' pada saat tertentu tetapi secara keseluruhan menunjukkan aktifitas yang normal..

serta teori bahwa gula merupakan substansi yang merangsang hiperaktifitas pada anak.menggunakan pemeriksaan MRI didapatkan gambaran disfungsi otak di daerah mesial kanan prefrontal dan striae subcortical yang mengimplikasikan terjadinya hambatan terhadap respon-respon yang tidak relefan dan fungsi-fungsi tertentu. Pada penderita ADHD terdapat kelemahan aktifitas otak bagian korteks prefrontal kanan bawah dan kaudatus kiri yang berkaitan dengan pengaruh keterlambatan waktu terhadap respon motorik terhadap rangsangan sensoris. Dalam gangguan ini terjadinya penyimpangan struktural dari bentuk normal oleh karena sebab yang bermacam-macam selain oleh karena trauma. dimana pada anak dengan ADHD memiliki gambaran otak yang lebih simetris dibandingkan anak normal yang pada umumnya otak kanan lebih besar dibandingkan otak kiri. Dengan pemeriksaan radiologis otak PET (positron emission tomography) didapatkan gambaran bahwa pada anak penderita ADHD dengan gangguan hiperaktif yang lebih dominan didapatkan aktifitas otak yang berlebihan dibandingkan anak yang normal dengan mengukur kadar gula (sebagai sumber energi utama aktifitas otak) yang didapatkan perbedaan yang signifikan antara penderita hiperaktif dan anak normal. penderita akhirnya dapat mengejar keterlambatannya dan keadaan ini dipostulasikan akan terjadi sekitar usia pubertas. FAKTOR RESIKO Dalam melakukan deteksi dini gangguan perilaku ini maka perlu diketahui faktor resiko yang bisa mengakibatkan gangguan ADHD. Penelitian dengan membandingkan gambaran MRI antara anak dengan ADHD dan anak normal. Beberapa peneliti lainnya mengungkapkan teori maturation lack atau suatu kelambanan dalam proses perkembangan anak-anak dengan ADHD. Teori tentang alergi terhadap makanan. Sehingga gejala ini tidak menetap tetapi hanya sementara sebelum keterlambatan yang terjadi dapat dikejar. Banyak peneliti mengungkapkan penderita ADHD dengan gangguan saluran cerna sering berkaitan dengan penerimaan reaksi makanan tertentu. Kedua teori ini layak dipertimbangkan sebagai penyebab terjadinya syndrome hiperaktifitas yang oleh penulis dibagi dalam tiga kelompok. Disebutkan antara lain tentang teori megavitamin dan ortomolecular sebagai terapinya Kerusakan jaringan otak atau 'brain damage yang diakibatkan oleh trauma primer dan trauma yang berulang pada tempat yang sama. ternyata menghasilkan gambaran yang berbeda. Banyak bukti penelitian yang . teori feingold yang menduga bahwa salisilat mempunyai efek kurang baik terhadap tingkah laku anak. Gangguan lain berupa kerusakan susunan saraf pusat (SSP) secara anatomis seperti halnya yang disebabkan oleh infeksi. Perubahan lainnya terjadi gangguan fungsi otak tanpa disertai perubahan struktur dan anatomis yang jelas. Menurut teori ini. Penyimpangan ini menyebabkan terjadinya hambatan stimulus atau justru timbulnya stimulus yang berlebihan yang menyebabkan penyimpangan yang signifikan dalam perkembangan hubungan anak dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya. perdarahan dan hipoksia.

efek samping terapi. Pada masa persalinan. post date. Ia akan bangkit dan berlari-lari. tidak sadar diri atau pingsan. alkohol dan faktor psikogenik. kelainan letak (presentasi bayi). seperti antri misalnya. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. yaitu inatensi. Sedangkan periode kanakkanak har5uis dicermati gangguan saluran cerna kronis. Anak tidak akan sabar untuk menunggu orang menyelesaikan pembicaraan. persalinan dan masa kanak-kanak harus dicermati sebagai faktor resiko. baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. faktor kejiwaan.kekerasan secara fisik. perokok. dan impulsif. . Anak tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu. Penyakit diabetes dan penyakit preeklamsia juga harus dicermati. Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. harus ada tiga gejala utama yang nampak dalam perilaku seorang anak. infeksi. Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon. gangguan vaskuler.menunjukkan peranan disfungsi Susunan saraf pusat (SSP). gangguan metabolik. terapi medikasi. Anak akan menyela pembicaraan atau buru-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan. keracunan. misalnya di rumah dan di sekolah. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. genetik. DETEKSI DINI GEJALA HIPERAKTIF Untuk dapat disebut memiliki gangguan ADHD. Di samping itu. Trauma yang serius. depresi sistem immun dan trauma saat kelahiran normal. Selain ketiga gejala di atas. untuk dapat diberikan diagnosis hiperaktif masih ada beberapa syarat lain. Selama periode kehamilan. ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik. dan terjadi sebelum anak berusia 7 tahun. infeksi. trauma. Riwayat kecelakaan hingga harus dirawat di rumah sakit. Contoh nyata dari gejala impulsif adalah perilaku tidak sabar. keganasan dan terjadinya kejang. disfungsi SSP disebabkan oleh gangguan metabolik. sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain. Gejala-gejala tersebut muncul setidaknya dalam 2 situasi. hambatan persalinan. induksi persalinan. hiperaktif. disebabkan oleh: prematuritas. intoksikasi. obat-obatan terlarang. Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Sisi lain dari impulsivitas adalah anak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas yang membahayakan. berjalan ke sana kemari. Gangguan di atas sudah menetap minimal 6 bulan. Sehingga beberapa kelainan dan gangguan yang terjadi sejak kehamilan. bahkan memanjat-manjat. verbal. emosi atau merasa diterlantarkan. Anak juga tidak bisa untuk menunggu giliran. menerima perlakuan kasar atau merasa kehilangan sesuatu selama masa kanak-kanak. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan segera dan tanpa pertimbangan.

Tidak jarang mereka dengan kelainan ini disertai adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan. tetapi tidak didapatkan kelainan otak yang spesifik. serta dapat pula timbul bersamaan dengan terjadinya kelainan perkembangan. Tampilan lainnya pada anak dengan hiperaktif terjadi disorganisasi afektif. banyak omong dan suka membuat keributan. dialami pada 2 atau lebih suasana yang berbeda (di sekolah. di rumah atau di klinik dll). Agresif. gaduh dan bicara berbelit-belit. guru dan lingkungannya memperlakukan dengan tidak tepat dan tidak menyelesaikan masalah. penurunan kontrol diri dan aktifitas yang berlebihan secara nyata. menjerit. sulit untuk diam. berlebihan air liur. nafsu makan buruk. Head banging (membenturkan kepala. tidak sabaran. tidak menghiraukan mainan atau sesuatu miliknya. gerakan konstan atau monoton. mudah marah dan meledak kemarahannya. mudah bingung. sering mengalami kecelakaan atau jatuh.. disertai adanya hambatan yang secara signifikan dalam kehidupan sosial. lebih ribut dibandingkan anak lainnya. gelisah dan bertindak berlebihan. Gangguan perilaku tersebut adalah gangguan belajar. Mereka biasanya bertindak 'nekat' dan impulsif. sulit bekerjasama. kadang seperti kehausan sering minta minum. mulai dari yang ringan hingga berat atau bisa terjadi dengan jumlah gejala minimal hingga lebih banyak gejala. Intelektual (IQ) normal atau tinggi tapi pretasi di sekolah buruk. prestasi akademik dan sering salah dalam menempatkan sesuatu. menolak untuk disayang. Sekitar 50-60% penderita ADHD didapatkan sedkitnya satu gangguan perilaku penyerta lainnya. Bila di sekolah kurang konsentrasi. menyakiti kulit. impulsif. kolik. tidak mampu berkonsentrasi dan sering tidak tuntas dalam mengerjakan sesuatu serta berusaha menghindari pekerjaan yang membutuhkan daya konsentrasi tinggi. Gejala yang harus lebih dicermati pada usia bayi adalah bayi yang sangat sensitive terhadap suara dan cahaya. Tampilan klinis ADHD tampaknuya sudah bisa dideteksi sejak dini Sejas usia bayi. Koordinasi mata dan tangan jelek. kesulitan dalam menyimak. kesulitan dalam menjalankan beberapa perintah. sulit bergaul dan sering tidak disukai teman sebayanya. tidak bisa ditenangkan atau digendong. menjatuhkan kepala kebelakang) dan sering marah berlebihan. menangis. Keluhan lain pada anak besar adalah anak tampak Clumsy (canggung). terburu-buru. restless-legs syndrome.Manifestasi klinis yang terjadi sangat luas. memukul kepala. mudah marah. dan suka memotong pembicaraan dan ikut campur pembicaraan orang lain Gejala-gejala diatas biasanya timbul sebelum umur 7 tahun. suka menentang dan tidak menurut. kesulitan mengerjakan tugas di sekolah maupun di rumah. gangguan kecemasan. dan suka menyela pembicaraan serta mencampuri urusan orang lain. Tanda dan gejala pada anak yang lebih besar adalah tindakan yang hanya terfokus pada satu hal saja dan cenderung bertindak ceroboh. membentur kepala dll) dan gangguan tidur.. Mereka sering menunjukkan tidakan anti sosial dengan berbagai alasan sehingga orangtua. sulit makan atau minum susu baik ASI atau susu botol. waktu tidur sangat kurang dan sering terbangun. perilaku aneh/berubah-ubah yang mengganggu. . depresi. Pada umumnya prestasi akademik mereka tergolong rendah dan minder. Sering kurang memperhatikan. kurang sopan. sering keceplosan bicara. suka menyakiti diri sendiri (menarik rambut. skizofrenia atau kelainan psikotik lainnya20). lupa pelajaran sekolah dan tugas di rumah. ophthalmic convergence insufficiency. aktifitas berlebihan dan tidak bisa diam.

Hingga saat ini belum ada suatu standard pemeriksaan fisik dan psikologis untuk hiperaktifitas. karena tidak mungkin diagnosa ditegakkan hanya dalam satu kali pemeriksaan. tetapi tidak didapatkan kelainan otak yang spesifik. tidak menghiraukan mainan atau sesuatu miliknya. gangguan panic. gangguan belajar. obsesifkompulsif. substance abuse. Pada beberapa kasus bahkan membutuhkan pemeriksaan psikometrik dan evaluasi pendidikan. masalah perhatian dan masalah konduksi. harus terdapat 3 gejala : Hiperaktif. gangguan disosiatif. depresi. Pada umumnya prestasi akademik mereka tergolong rendah dan minder. Ini berarti pemeriksaan klinis haruslah dilakukan dengan sangat teliti meskipun belum ditemukan hubungan yang jelas antara jenis pemeriksaan yang dilakukan dengan proses terjadinya hiperaktifitas. Penderita ADHD terjadi disorganisasi afektif. Social phobia.kepribadian antisosia. Psychotic. Bila didapatkan seorang anak dengan usia 6 hingga 12 tahun yang menunjukkan tanda-tanda hiperaktif dengan prestasi akademik yang rendah dan kelainan perilaku. kurang sopan. gangguan kecemasan. Juga kelainan perilaku lainnnya seperti gangguan perkembangan perfasif termasuk gangguan Asperger. mudah marah. sindrom Tourette dan ticks. gangguan konduksi. gangguan konduksi dan perilaku obsesifkompulsif. Sering kurang memperhatikan. DIAGNOSIS ADHD Diagnosa hiperaktifitas tidak dapat dibuat hanya berdasarkan informasi sepihak dari orang tua penderita saja tetapi setidaknya informasi dari sekolah. hendaknya dilakukan evaluasi awal kemungkinan Untuk mendiagnosis ADHD digunakan kriteria DSM IV yang juga digunakan. Mereka sering menunjukkan tidakan anti sosial dengan berbagai alasan sehingga orangtua. tidak mampu berkonsentrasi dan sering tidak tuntas dalam mengerjakan sesuatu serta berusaha menghindari pekerjaan yang membutuhkan daya konsentrasi tinggi. . ganggguan tidur. namun yang terpenting adalah perhatian yang besar dan pemeriksaan yang terus-menerus. Resiko terjadi ADHD semakina meningkat bila salah satu saudara atau orang tua mengalami ADHD atau gangguan psikologis lainnya. Gangguan posikologis dan perilaku tersebut meliputi gangguan bipolar. serta penderita harus dilakukan pemeriksaan meskipun saat pemeriksaan penderita tidak menunjukkan tanda-tanda hiperaktif. penurunan kontrol diri dan aktifitas yang berlebihan secara nyata. Tidak jarang mereka dengan kelainan ini disertai adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Beragam kuesioner dapat disusun untuk membantu mendiagnosa. guru dan lingkungannya memperlakukan dengan tidak tepat dan tidak menyelesaikan masalah. gangguan mood. sulit bergaul dan sering tidak disukai teman sebayanya. gangguan panic disertai goraphobia. dan suka menyela pembicaraan serta mencampuri urusan orang lain. dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi saat pemeriksaan dan kemungkinan hal lain yang mungkin mejadi pemicu terjadinya hiperaktifitas. Posttraumatic stress disorder (PTSD). Mereka biasanya bertindak 'nekat' dan impulsif.

3. sekolah bekerja aktifitas lainnya b. Sering gagal dalam memberi perhatian secara erat secara jelas atau membuat kesalahan yang tidak terkontrol dalam : 1. tugas sekolah. Sering mudah mengalihkan perhatian dari rangsangan dari luar yang tidak berkaitan h. Sering kehilangan suatu yang dibutuhkan untuk tugas atau kegiatan ( permainan. Sering meninggalkan tempat duduk dalam kelas atau situasi lain yang mengharuskan tetap duduk. buku dan alat sekolah lainnya )) g.KRITERIA A –MASING-MASING (1) ATAU (2) (1) Enam atau lebih dari gejala (1) Enam atau lebih gejala dari kurang perhatian atau konsentrasi yang tampak paling sedikit 6 bulan terakhir pada tingkat maladaptive dan tidak konsisten dalam perkembangan INATTENTION a. Sering menghindar. Menyelesaikan pekerjaan rumah 2. . Sering kelihatan tidak mendengarkan ketika berbicara secara langsung 1. Gagal untuk mengerti perintah d. tidak senang atau enggan mengerjakan tugas yang membutuhkan usaha (seperti pekerjaan sekolah atau perkerjaan rumah) f. 2. Sering mengalami kesulitan menjaga perhatian/ konsentrasi dalam menerima tugas atau aktifitas bermain. Pekerjaan atau tugas 3. Sering merasa gelisah tampak pada tangan. Sering melupakan tugas atau kegiatan segari-hari (2) Enam atau lebih gejala dari hiperaktivitas/impulsifitas yang menetap dalam 6 bulan terakhir HIPERAKTIFITAS 1. Mengerjakan perkerjaan rumah (bukan karena perilaku melawan) 4. pensil. Sering kesulitan mengatur tugas dan kegiatan e. c. kaki dan menggeliat dalam tempat duduk 2.

KRITERIA C : Beberapa gangguan yang menimbulkan gejala tampak dalam sedikitnya 2 atau lebih situasi ( misalnya di kelas. KRITERIA B: Gejala hiperaktif-impulsif yang disebabkan gangguan sebelum usia 7 tahun. PENANGANAN DINI HIPERAKTIFITAS . di rumah atau di klinik dll). Sering sulit menunggu giliran atau antrian c. Sering kesulitan bermain atau sulit mengisi waktu luangnya dengan tenang. Sering menyela atau memaksakan terhadap orang lain (misalnya dalam percakapan atau permainan). Schizophrenia. Sering berlari dari sesuatu atau memanjat secara berlebihan dalam situasi yang tidak seharusnya (pada dewasa atau remaja biasanya terbatas dalam keadaan perasaan tertentu atau kelelahan ) 4. atau pekerjaan ) KRITERIA E : Gejala tidak terjadi sendiri selama perjalanan penyakit dari Pervasive Developmental Disorder.3. menjawab pertanyaan sebelum pertanyaannya selesai. skizofrenia atau kelainan psikotik lainnya. Tipe kombinasi jika terdapat pada A1 dan A2 yang didaptkan dalam 6 bulan terakhir. dialami pada 2 atau lebih suasana yang berbeda (di sekolah. isering berperilaku seperti mengendarai motor 6. Gejala-gejala diatas biasanya timbul sebelum umur 7 tahun. b. atau gangguan psikotik dan dari gangguan mental lainnya (Gangguian Perasaan. tetapi tidak didapatkan gejala pada A2 dalam 6 bulan terakhir. serta dapat pula timbul bersamaan dengan terjadinya kelainan perkembangan. ADHD tipe Inatentif redominan jika dalam kriteria didapatkan A1. Sering berbicara berlebihan IMPULSIF a. disertai adanya hambatan yang secara signifikan dalam kehidupan sosial. 5. Gangguan Disosiatif atau gangguan kepribadian) Diagnosis ADHD. Gangguan kecemasan. prestasi akademik dan sering salah dalam menempatkan sesuatu. akademik. Kriteria diagnostik hiperaktifitas adalah ditemukannya 6 gejala atau lebih yang menetap setidaknya selama 6 bulan. ADHD Hiperaktif Predominan -Tipe Impulsif): jika kriteria didapatkan A2 tapi tidak dijumpai kriteria A1 dalam 6 bulan terakhir.Sering mengeluarkan perkataan tanpa berpikir. di permainan atau di rumah ) KRITERIA D : Harus terdapat pengalaman manifestasi bermakna secara jelas mengganggu kehidupan sosial.

dengan lebih memfokuskan pada perunahan secara spesifik. maka tentunya terdapat banyak terapi atau cara dalam penanganannya sesuai dengan landasan teori penyebabnya. Terapi nutrisi dan diet banyak dilakukan dalam penanganan penderita. penanganan alergi makanan atau reaksi simpang makanan lainnya. Terapi yang diterapkan terhadap penderita ADHD haruslah bersifat holistik dan menyeluruh. guru dan lingkungan yang berpengaruh terhadap penderita secara bersama-sama. essential Fatty Acids. Suatu substansi asam amino (protein). diantaranya adalah sensory Integration (AYRES). self injury dan sebagainya. Terapi inovatif yang pernah diberikan terhadap penderita ADHD adalah terapi EEG Biofeed back. Terapi medikasi atau farmakologi adalah penanganan dengan menggunakan obat-obatan. Penanganan ini hendaknya melibatkan multi disiplin ilmu yang dilakukan antara dokter. sebab bila penanganan hanya diutamakan obat maka tidak akan efektif secara jangka panjang. karena kemampuan L-Tyrosine mampu mensitesa (memproduksi) norepinephrin (neurotransmitter) yang juga dapat ditingkatkan produksinya dengan menggunakan golongan amphetamine. Penanganan ideal harus dilakukan terapi stimulasi dan terapi perilaku secara terpadu guna menjamin keberhasilan terapi. Sebelum digunakannya obat-obat ini. bahasa dan perawatan diri sendiri. penanganan gangguan pencernaan (Intestinal Permeability or "Leaky Gut Syndrome"). gangguan metabolisme asam amino dan toksisitas Logam berat. Selain itu juga akan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan. emosi labil. snoezelen. Diantaranya adalah keseimbangan diet karbohidrat. Untuk mengatasi gejala gangguan perkembangan dan perilaku pada penderita ADHD yang sudah ada dapat dilakukan dengan terapi okupasi. Feingold Diet dapat dipakai sebagai terapi alternatif yang dilaporkan cukup efektif. terapi herbal. orangtua. neurodevelopment Treatment (BOBATH). defisiensi mineral. LTyrosine. merupakan pola penanganan yang paling efektif dengan pendekatan positif dan dapat . berupa interaksi sosial. diagnosa ADHD haruslah ditegakkan lebih dulu dan pendekatan terapi okupasi lainnya secara simultan juga harus dilaksanakan. terapi bermain dan terapi okupasi lainnya STIMULASI DINI Terapi modifikasi perilaku harus melalui pendekatan perilaku secara langsung. Pendekatan ini cukup berhasil dalam mengajarkan perilaku yang diinginkan. Ada beberapa terapi okupasi untuk memperbaiki gangguan perkembangan dan perilaku pada anak yang mulai dikenalkan oleh beberapa ahli perkembangan dan perilaku anak di dunia. Terapi ini hendaknya hanya sebagai penunjang dan sebagai kontrol terhadap kemungkinan timbulnya impuls-impuls hiperaktif yang tidak terkendali. Beberapa terapi biomedis dilakukan dengan pemberian suplemen nutrisi. Modifikasi perilaku. pengobatan homeopatik dan pengobatan tradisional Cina seperti akupuntur.Melihat penyebab ADHD yang belum pasti terungkap dan adanya beberapa teori penyebabnya. modifukasi Perilaku. telah diuji-cobakan dengan hasil yang cukup memuaskan pada beberapa kasus. seperti agrsif.

Umpan balik. Bila hal ini tidak berhasil dan anak menunjukkan tanda-tanda emosi yang tidak terkendali harus segera dihentikan atau dialihkan pada kegiatan lainnya yang lebih ia sukai. Terapi bermain digunakan sebagai sarana pengobatan atau terapitik dimana sarana tersebut dipakai untuk mencapai aktifitas baru dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhan terapi. Modifikasi perilaku. Seringkali karena kurang pemahaman dari orangtua dan guru serta orang-orang disekitarnya anak diperlakukan tidak tepat sehingga cenderung memparah keadaan. pada akhirnya bila ia mampu mengerjakannya dengan baik maka harus diberikan penghargaan yang tulus baik berupa pujian atupun hadiah tertentu yang bersifat konstruktif. dan berkecil hati menjadi suatu perasaan yang penuh percaya diri. Bermain juga dapat dipakai untuk sarana persiapan untuk beraktifitas dan bekerja saat usia dewasa. PENUTUP ADHD atau Attention Deficite Hyperactivity Disorder pada anak yang merupakan gangguan perilaku yang semakin sering ditemukan. untuk itu orang tua dan guru harus mengetahui hal-hal apa yang yang dapat memicu perilaku tersebut. merupakan pola penanganan yang paling efektif dengan pendekatan positif dan dapat menghindarkan anak dari perasaan frustrasi. dalam hal ini berbagai rangsangan yang diterima baik berupa suasana ataupun suatu benda tertantu yang dapat membangkitkan perilaku hiperaktif / destruktif haruslah dihindarkan dan dicegah. Strategi di tempat umum. terkadang anak justru akan terpicu perlaku distruktifnya di tempat-tempat umum. Terapi bermain sangat penting untuk mengembangkan ketrampilan. dan disiplin. dengan menyuruh mereka untuk membuat daftar tugas dan perencanaan kegiatan yang akan dilakukan sangat membantu dalam upaya mendisiplinkan diri. minat dan terbiasa dalam suasana kompetitif dan kooperatif dalam melakukan kegiatan kelompok. marah. marah. Terdapat beberapa pegangan . Nasehat untuk orangtua. Pola pengasuhan di rumah. kemampuan gerak. hal ini merupakan pokok dari upaya perbaikan perilaku anak dengan memberikan umpan balik agar anak bersedia melakukan sesuatu dengan benar disertai dengan dorongan semangat dan keyakinan bahwa dia mampu mengerjakan. Dengan bertambahnya umur pada seorang anak akan tumbuh rasa tanggung jawab dan kita harus memberikan dorongan yang cukup untuk mereka agar mau belajar mengontrol diri dan mengendalikan aktifitasnya serta kemampuan untuk memperhatikan segala sesuatu yang harus dikuasai. sehingga lambat laun dapat mengubah perilaku anak yang menyimpang.menghindarkan anak dari perasaan frustrasi. dorongan semangat. sebaiknya orang tua selalu mendampingi dan mengarahkan kegiatan yang seharusnya dilakukan si-anak dengan melakukan modifikasi bentuk kegiatan yang menarik minat. termasuk didalamnya kegiatan yang cukup menguras tenaga (olah raga dll) agar dalam dirinya tidak tertimbun kelebihan tenaga yang dapat mengacaukan seluruh kegiatan yang harus dilakukan. anak diajarkan dengan benar dan diberikan pengertian yang benar tentang segala sesuatu yang harus ia kerjakan dan segala sesuatu yang tidak boleh dikerjakan serta memberi kesempatan mereka untuk secara psikis menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan. dan berkecil hati menjadi suatu perasaan yang penuh percaya diri.

TX: Psychological Corp. Ramchandani P. Doyle AE. Payton K: An update on assessment and treatment of complex attention-deficit hyperactivity disorder. DAFTAR PUSTAKA 1. N Engl J Med 1999 Mar 11. gejala hiperaktifitas harus dapat dilihat pada setidaknya di dua tempat yang berbeda dengan kondisi (setting) yang berbeda pula. Elia J. Pediatr Ann 2001 Mar. 262-71. 1994: 78-85. Giedd JN: Implication of right frontostriatal circuitry in response inhibition and attentiondeficit/hyperactivity disorder. 12. Gillberg C. 1996: 5-6. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. Laucht M. 5(6): 1313-20 Wilens TE: Straight Talk about Psychiatric Medications for Kids. 16.2:104-113. 35(9): 1193-204 Bush G. 45(12): 1542-52 Casey BJ. Zwi M: Attention deficit hyperactivity disorder in children. Washington. 5. 4th ed. and adults with attentiondeficit/hyperactivity disorder. Rapoport JL: Treatment of attention-deficit-hyperactivity disorder. 9. Faraone SV. Joughin C. Schmidt MH: Atypical frontal brain activation in ADHD: preschool and elementary school boys and girls. 36(3): 374-83 Dulcan M: Practice parameters for the assessment and treatment of children. 340(10): 780-8 Hunt RD. Penanganan ini harus melibatkan multi disiplin ilmu yang dikoordinasikan antara dokter. Perlis RH. 2. 3. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry 1996 Sep. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry 1999 Nov. Frazier JA. 1995: 56-77. Sergeant J. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry 1997 Oct. 15. guru dan lingkungan yang berpengaruh terhadap penderita. 4. 13. 11. 8. DC: American Psychiatric Association. Faraone SV. Milberger S: Is childhood oppositional defiant disorder a precursor to adolescent conduct disorder? Findings from a four-year follow-up study of children with ADHD. adolescents.dalam mendiagnosa ADHD. New York. San Antonio. 57(11): 1313-23 Green WH: Child and Adolescent Clinical Psychopharmacology. APA: Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. 2002. . Md: Williams & Wilkins. 38(11): 1363-71 Biederman J. Biol Psychiatry 1999 Jun 15. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry . 2000.deficit/hyperactivity disorder revealed by fMRI and the Counting Stroop. Baltimore. Biol Psychiatry 2005 Jun 1. 4th ed. Washington. Brown TE: Brown ADD Scales. 30(3): 162-72. Paguin A. NY: Guilford Press. Biederman J: The Worldwide Prevalence of ADHD: Is it an American Condition? World Psychiatry 2003. Expert Opin Pharmacother 2004 Jun. et al: Molecular genetics of attention-deficit/hyperactivity disorder. Rauch SL: Anterior cingulate cortex dysfunction in attention. Reeves G. Terapi yang diterapkan terhadap penderita ADHD haruslah bersifat holistik dan menyeluruh. Schweitzer J: Pharmacological management of attention-deficit hyperactivity disorder. Castellanos FX. 36(10 Suppl): 85S-121S Faraone SV. 6.Sarfatti SE. Clin Evid 2002 Jun. Baving L. 7. 78-85. orangtua. 10. American Psychiatric Association: Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV-TR). 14. DC: American Psychiatric Association Press. Ambrosini PJ.

Maryland. USA. Oxford. Psychiatr Clin North Am 2004 Jun. Md: Williams & Wilkins. Pediatrics Vol.com/disorders/adhd. 16th ed. 26. Arch Gen Psychiatry 1999 Dec. 27(2): 373-83 Vaidya CJ. Clinical Practice Guideline: Treatment of the School-Aged Child With Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Child Development Institute 2003: ttp://www. Dalton R. Grebb JA: Kaplan and Sadock's Synposis of Psychiatry. Biederman J. MTA Cooperative Group: A 14-month randomized clinical trial of treatment strategies for attentiondeficit/hyperactivity disorder. Kliegman RM. Sadock BJ. USA. Hersov L: Child and Adolescent Psychiatry: Modern Approaches. Laufer MW. 1994: 285-307. Brain disorder.17. 20. Ed. Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Taylor E.nimh. 56(12): 1088-96 Rugino TA.S. 19. Kirkorian G: Selective effects of methylphenidate in attention deficit hyperactivity disorder: a functional magnetic resonance study. Greenhill LL: Diagnosing attention-deficit/hyperactivity disorder in children. Spencer T.childdevelopmentinfo. USA. 24. IMH. Forman MA. 95(24): 14494-9 Daruna JH. 29. UK: Blackwell Science. Multimodal Treatment Study of Children with ADHD. Can J Psychiatry 1999 Dec. 4.42:1142-52. 22. 30. J Clin Psychiatry 1998. 3rd ed. 28. Jenson HB.cfm diakses pada: 27 April 2003. dapat dilihat di: 18. NIMH Public Inquiries Bethesda. The MTA Cooperative Group.A http://www. 7th ed. 2000. The Williams and Wilkins Co. Proc Natl Acad Sci U S A 1998 Nov 24. Behrman RE. 23.2:100-3. 29(2): 136-42 Rutter M.29. 27.shtml. WB Saunders Co.1033-44 . U. Samsock TC: Modafinil in children with attention-deficit hyperactivity disorder. Austin G. Arch Gen Psychiatry 1999 Dec. 56(12): 1073-86 Multimodal Treatment Study: Moderators and mediators of treatment response for children with attentiondeficit/hyperactivity disorder: the Multimodal Treatment Study of children with Attention-deficit/hyperactivity disorder. Attention deficit hyperactifity disorder.1973.nih. Child development institute. Kaplan HI. 25. Freedman AM. American academy of pediatrics. 21. Wilens T: Nonstimulant treatment of adult attention-deficit/hyperactivity disorder. Dalam: Comprehensive textbook of psychiatry. 1994: 1063-8. 2001.gov/publicat/ adhd. About Attention Deficit Hyperactivity Disorder ADD/ADHD. Nelson textbook of pediatrics. 108 No. 44(10): 975-80 Kaplan HI. 59 Suppl 7: 3141 Jensen PS: Fact versus fancy concerning the multimodal treatment study for attention-deficit hyperactivity disorder. Baltimore. Pediatr Neurol 2003 Aug.