You are on page 1of 18

IDENTIFIKASI KASUS

I. IDENTITAS
Pasien Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Suku Alamat Nomor CM Masuk RS Keluar RS Jam masuk RS Ruangan : Ny. Y : 18 th : SMP : IRT : Islam : Sunda : Cisewu : 01446039 : 02 November 2011 : 05 November 2011 : 19.30 WIB : Jade Sunda Cisewu Suami Tn. C 28 th SD Petani Islam

II.

ANAMNESIS
A. Keluhan utama : Keluar cairan banyak dari jalan lahir B. Anamnesa khusus : G2P1A0 merasa hamil 9 bulan mengeluh keluar cairan banyak dari jalan lahir sejak 4 hari SMRS. Cairan jernih, tidak berbau dan tidak disertai panas badan. Mulesmules yang semakin sering dan bertambah kuat disangkal. Gerak anak masih dirasakan ibu.

Case Report

Page 1

SD. Riwayat Penyakit Dahulu : teratur : 6 hari : (+) : 12 tahun : Februari 2010 : Pil sejak November 2010. Keluhan Selama Kehamilan _ I. Riwayat kontrasepsi Case Report Page 2 . Prenatal Care Ke Posyandu sebanyak 9 kali.P.T KB Alasan berhenti KB G.Januari 2011 : Lupa Minum : Menikah untuk pertama kali : Perempuan : 16 tahun.C. Riwayat Perkawinan : Status Usia saat menikah E. terakhir 2 minggu yang lalu H. SMP. Petani Hamil saat ini L IUFD M BB lahir J K Usia H/ M Banyaknya darah : Biasa F. Haid Siklus haid Lama haid Nyeri haid Menarche usia H.H. IRT Laki-laki : 26 tahun. Riwayat Obstetri Keha milan ke I Rumah Paraji 7 bulan Tempat Penolong Cara kehamilan Cara persali nan Spt Tidak ditim bang II D.

k. Wheezing -/: Cembung.III. Kelenjar Getah Bening : t.k : Tebal.k : Bunyi Jantung I – II murni dan reguler : VBS kanan = kiri. lembut : Dalam batas normal : Edema -/-. reguler :(+) Case Report Page 3 .k : t.a.a. Ronkhi -/-.a.a. lunak : Tertutup ::: 27 cm / 84 cm : kepala. Varises -/- Status Obstetrik Lakmus Pemeriksaan luar: Tinggi fundus uteri / Lingkar perut Letak anak His DJJ Pemeriksaan dalam Vulva Vagina Portio Pembukaan Ketuban Bagian Terendah : t. PEMERIKSAAN FISIK • • • • • • • • • • • • Kesadaran Tekanan Darah Nadi Suhu Pernafasan Kepala : Compos mentis : 120/60 mmHg : 80 x/menit : 36 0 C : 24 x/menit : Konjungtiva anemis : -/Sklera ikterik : -/Leher Cor Pulmo Abdomen Hepar dan lien Ekstremitas : Tiroid : t. puka :: 124 kali/ menit.

700gr. kontraksi baik LP : 84 cm HIS : BJA : 120x/menit PP : BAB/BAK :+/+ D/ G2P1A0 gravida 31-33 minggu dengan KPD Tanggal Jam 04/11/11 KU: CM Kel : Keluar Cairan sedikit TD : 100/70 mmHg N : 80 x/mnt CATATAN Th/ -Observasi KU. BJA -Antibiotik -Amoxicillin 3 x 1 gr iv (bila skin test (-)) -Dexamethason 2 x 5 mg iv Case Report Page 4 . lembut TFU : 27 cm.SI -/Abd : cembung. BJA -Amoxicillin 3 x 1 gr iv -Dexamethason 2 x 5 mg iv INSTRUKSI CATATAN INSTRUKSI Rencana .Diagnosis (assesment) : G2P1A0 gravida 33-34 minggu + KPD Rencana Pengelolaan: • • Rencana USG Observasi KU. hidup . tunggal. ketuban cukup D/ G2P1A0 gravida 31-33 minggu + KPD KU: CM Kel : Keluar Cairan sedikit TD : 100/70 mmHg N : 74 x/mnt R : 20 x/mnt S : 36 C Mata : CA -/.hamil. TV. His. Tanda Vital.Terminasi kehamilan .usia : 31 – 33 minggu . Bja. TV.Antibiotik 03/11/11 Th/ -Observasi KU. Follow up Dokter Tanggal Jam 02/11/11 USG : jam 12:45 .B : 1.Rawat Konservatif bila ketuban ckup .

BJA -Amoxicillin 3 x 1 gr iv -Dexamethason 2 x 5 mg iv R/ -BLPL -Cefadroxyl 2x1 tab -Nifedipine 3x20 mg tab TD : 100/60 mmHg N : 78 x/mnt R : 19 x/mnt S : 36 C Mata : CA -/. kontraksi baik LP : 84 cm HIS : BJA : 126x/menit PP : BAB/BAK :+/+ D/ G2P1A0 gravida 31-32 minggu dengan KPD Case Report Page 5 .Tanggal Jam R : 18 x/mnt S : 36 C CATATAN INSTRUKSI Mata : CA -/. kontraksi baik LP : 84 cm HIS : BJA : 124x/menit PP : BAB/BAK :+/+ D/ G2P1A0 gravida 31-32 minggu dengan KPD Tanggal Jam 05/11/11 KU: CM Kel : - CATATAN Th/ INSTRUKSI -Observasi KU.SI -/Abd : cembung. lembut TFU : 27 cm. TV.SI -/Abd : cembung. lembut TFU : 27 cm.

Riwayat KPD pada keluarga. Multiple previous pregnancies 5. Sedangkan pada janin matur. antara lain: 1. karena sering kali diikuti oleh timbulnya tanda-tanda persalinan hingga terjadi persalinan prematur. Infeksi maternal 2. Berkuranya daya regang ketuban (decrased tensile strenght of memrances) 8. Case Report Page 6 . Apakah diagnosis pasien pada kasus ini sudah benar? DEFINISI Ketuban pecah dini (KPD) atau premature rupture of membrane adalah robeknya selaput korioamnion pada kehamilan sebelum prsalinan berlangsung. Infeksi intrauterine 3. mka KPD dibedakan menjadi: 1. KPD menjadi menjadi masalah jika terdapat jangka waktu panjang antara onset terjadinya dengan bayi lahir sehingga risiko infeksi meningkat. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO Etiologi pasti dari KPD sampai saat ini belum diketahui. Ketuban pecah dini merupakan masalah jika terjadi pada kehamilan dengan janin yang masih prematur. Defisiensi nutrisi 7. Hidramnion 6. Preterm premature rupture of membrane. Namun ada beberapa faktor risiko yang diduga berhubungan dengan terjadinya KPD. II. yaitu ketuban pecah pada umur kehamilan ≥ 37 minggu. 2. yaitu ketuban pecah pada kehamilan < 37 minggu.PEMBAHASAN 1. Berdasarkan waktu kejadiannya. Premature rupture of membrane. Inkompetensi serviks 4.

Defisiensi nutrisi yang mempunyai predisposisi terhadap struktur kolagen yang abnormal juga berhubungan denganmeningkatnya resiko PPROM. struktur. Kelainan jaringan ikat dan defisiensi nutrisi sebagai faktor resiko Kelainan jaringan ikat berhubungan dengan kelemahan membran dan meningkatnya insidensi PPROM. Perubahan isi kolagen. dan katabolisme Kekuatan regangan dari selaput ketuban dipertahankan oleh keseimbangan antara sintesis dan degradasi komponen matrix ekstraseluler. Merokok dapat menurunkan kadar vitamin C. yangdapat menyebabkan sekuestrasi Cu. fibroblast. yang dibutuhkan untuk pembentukan struktur triple helix kolagen. PATOFISIOLOGI Robeknya selaput ketuban dipengruhi oleh kelemahan akibat kontraksi uterus dan peregangan berulang. lebih tampak sebagai defek fokal dripada kelemahan. Ketuban yang pecah dini. termasuk penurunan isi kolagen. Area di dekat robekan dapat dideskripsikan sebagai ”restricted zone of extreme altered morphology” yang ditandai dengan adanya pembengakakan dan terputusnya jaringan fibriler kolagen dalam lapian kompakta.III. meningkatkan kekuatan regangan fibriler kolagen. Ikatan kolagen yang dibentuk dalam rangkaian reaksi yang diinsiasi oleh lysil oksidase. Sindrom Ehler-Danlos yang ditandai dengan hiperelastisitas pada kulit dan sendi. Telah diketahui bahwa perubahan pada selaput ketuban. yang meliputi lapisan kompakta kolagen amnion Lysil oksidase ini merupakan copper dependent enzyme. mempunyai angka kejadian PROM yang lebih tinggi dari wanita yang menmiliki kadar serum yang normal. disebabkan oleh berbagai defek dalam sntesis atau struktur kolagen. dan wanita dengan PPROM memiliki kadar konentrasi Cu yang kurang dalam serum maternal maupun pada tali pusat. dan kadmium yang terdapat dalam tembakau meningkatkan ikatan methallothionein di trofoblas. dan lapisan spongiosa. Demikian juga pada wanita yang memiliki kadar vitamin c yang rendah. maka dapat terlihat sebelum membrannya robek dan mewakili titik robekan awal. Karena zona ini tidak meliputi seluruh tempat yang robek. perubahan struktur kolagen dan meningkatnya aktivitas kolagenolitik berhubungan dengan PROM. Case Report Page 7 . Lysil oksidase dibentuk oleh sel mesenkim amnion.

Peregangan membran dan PROM Overdistensi uterus akibat polihidraamnion dan gestasi ultifetal meginduksi terjadinya regangan dan tarikan serta meningkatkan resiko PROM. dibentuk lokal di desidua dan plasenta. Kedua hormon tersebut menurunkan konsentrasi MMP-1 dan MMp3 dan meningkatkan konsentrasi inhibitor metalloproteinase pada fibroblas serviks kelinci. IL-8 yang diproduksi sel korioamnion. Tarikan mekanik selaput ketuban menstimulus pembentukan faktor-faktor seperti prostaglandin E-2 yang meningkatkan kepekaan uterus. menurunkan sintesis kolagen selaput ketuban. protease meningkat. Relaxin hormaon yang mengatur remodelling jaringan ikat. menghambat efek estradiol dan progesteron dengan meningkatkan MMP-3 dan MMP-9 pada selaput ketuban. bersifat kemotaktik untuk netrofil dan merangsang aktivitas kolagen. PR OM sdisebabkan oleh inhibitor ketidakseimbangan antara aktifitas matrix metalloproteinase dan inhibitor jaringan. yang dihambat oleh jaringansepesifik dan inhibtor protease. Konsentrasi progesteron yang tinggi menurunkan produksi kolagenase pada fibroblas srvikal ayam hutan.- Meningkatnya degradasi kolagen Degradasi kolagen diperantarai oleh matrix metalloproteinase.dan MMP-3 oleh fibroblas. Aktivitas gelatinolitik yang berhubungan dengan pembentukan laten dan aktif MMP-9 meningkat dan konsentrasi TIMP-1 (Tissue inhibitor of metalloproteinase-1) menurun.Pada PROM aktifitas kolagen. sehingga menyebabkan degradasi matrix extraseluler. Case Report Page 8 . dan meningkiatkan pembentukan MMP. Apoptosis Kematian sel ini muncul mengikuti aawal degradasi nmatrix ekstraseluler. Sel yang apoptosis biasanya berkumpul di daerah robekan dan sedikit pada daerah sekitar selaput ketuban yang lain. menunjukkan bahwa hal mini merupakan akibat dan bukan penyebab katabolisme matrix ekstraseluler amnion. terutama MMP-9. Hormon Progestreon dan estradiol mensupresi remodelling matrix extraseleler pada jaringan reproduksi.

baik manuver Valsalva atau tekanan pada fundus Case Report Page 9 . karena tindakan itu memberi kemungkinan meningkatnya risiko komplikasi terhadap infeksi.Figure 1. Pemeriksa harus mencari dari 3 buah tanda pasti yang berhubungan dengan KPD : 1. PEMERIKSAAN Pemeriksaan spekulum steril adalah tahapan yang paling penting untuk diagnosis KPD yang akurat. cairan amnion dari fornix posterior untuk KPD yang telah berlangsung lama dapat menyebabkan kehilangan sebagian besar cairan. Pooling Pengambilan divisualisasikan. Klinisi sebaiknya menghindari pemeriksaan intraservikal digital secara bersamaan disaat pasien tidak dalam inpartu dan tidak ada perencanaan tindakan induksi. dan mukosa vagina tampak hanya basah. Pada keadaan seperti itu. Diagram skema berbagai mekanisme yang dapat menyebabkan ketuban pecah dini IV.

ketiga penemuan ini menunjukkan ada rupturnya ketuban. dengan 10% false positif dan 10% false negatif.1 – 7. Hasil false-positif juga dapat diberikan pada urin yang alkalis.5. dan lihat dengan mikroskop.uteri selama pemeriksaan spekulum menghasilkan visualisasi dari adanya aliran atau pecahnya ketuban dari kanalis endoservikalis. atau antiseptic alkalis. Ferning Sedikit cairan yang diambil dari fornix posterior diapuskan pada objek glass.0 – 6. Nitrazine dapat memberikn hasil false-positif dari kontaminasi oleh darah. Apabila ada salah satu yang tidak diketemukan. 2.3.0 dan cairan amnion memiliki pH 7. Cairan amnion yang telah mengering tersebut menampakkan gambaran ‘arborization’ atau ‘palm leaf pattern’ atau ‘feathery’ karena seperti bulu. Jika tidak ada cairan bebas ditemukan. Gambaran ferning ini terjadi karena kristalisasi elektrolit terutama NaCl dalam cairan amnion karena pengaruh dari hormone estrogen. Adapun tes lebih lanjut yang dapat digunakan antara lain : a. 3. Infeksi pada vagina juga akan meningkatkan pH vagina. Tes yang dapat digunakan untuk konfirmasi KPD termasuk mengobservasi adanya cairan dari ostium cervix saat pasien batuk atau melakukan manuver Valsalva atau tekana pada fundus uteri selama pemeriksaan spekulum dan oligohydramnions pada pemeriksaan ultrasound. Tes nitrazine ini memiliki tingkat akurasi sebesar 80-90%. merupakan indikasi untuk dilakukan tes lebih lanjut. semen dari hubungan seksual sebelumnya.5 – 6. Tes Nitrazine Cairan yang diambil dari fornix posterior menggunakan kapas steril (cotton-tipped swab) lalu diapuskan pada kertas strip yang sensitif terhadap perubahan pH. Oleh karena itu. tes terhadap pH alkalis biasanya menunjukkan adanya cairan amnion. lalu dibiarkan mengering. ‘dry pad’ harus ditempatkan di bawah perineum pasien dan observasi adanya aliran. Vagina dalam kehamilan memiliki pH sekitar 4. perubahan warna terjadi dari kuning-hijau menjadi biru tua pada pH diatas 6. Hasil false-positif dapat terjadi bila sampel terkontaminasi dengan semen dan mucus cervical. Bersama-sama. Ultrasound Case Report Page 10 .

Penilaian ultrasound terhadap volume cairan amnion dapat membantu dalam diagnosis KPD. Indigo Carmine Dye Memasukkan indigo carmine dye ke dalam rongga amnion dalam beberapa jam selama amniocentesis untuk mengkonfirmasi diagnosa KPD pada oligohydramnions tanpa ada bukti pecahnya ketuban. ketepatan diagnostiknya 99%. ditambah dengan pemeriksaan fisik dan lakmus tes. Penggunaan ‘perineal pad’ mungkin dilakukan terutama digunakan untuk insersi vagina karena teori risiko infeksi. nyeri tekan uterus 5) Cairan amnion berwarna keruh atau hijau 6) Leukositosis pada pemeriksaan darah tepi (>15000-20000/mm3) Penilaian dari kultur membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga tidak dapat diandalkan untuk penatalaksanaan yang cepat. terutama pada pasien yang sebelumnya memiliki volume cairan amnion yang normal. Bila tes lakmus dan ’ fern test ’ positif. b. diagnosis ketuban pecah dini dapat ditegakan dengan ketepatan 90%. c. Bila kedua pemeriksaan ini hasilnya negatif. Hanya harus diperhatikan bahwa pemeriksaan-pemeriksaan di atas dapat memberikan Case Report Page 11 . Harus diperhatikan bahwa cairan pewarna tersebut dapat mencapai kandung kemih maternal setelah beberapa jam dan dapat mewarnai ‘pad’ bila ada inkontinensia urin. maka lebih tinggi lagi ketepatan diagnosisnya . KRITERIA DIAGNOSIS Menurut Garite. Adapun diagnosis infeksi intrapartum dapat ditunjukkan dengan gejala-gejala sebagai berikut : 1) Febril di atas 38°C 2) Takikardi pada ibu (>100 denyut/menit) 3) Fetal takikardi (>160 denyut/menit) 4) Nyeri abdomen. berdasarkan anamnesis saja. Amniocentesis Terdapat bukti yang kuat bahwa keberadaan organisme pada rongga amnion memiliki hubungan dengan peningkatan risiko terhadap pecahnya membran. V. berarti selaput ketuban intak. Sedangkan pewarnaan gram adalah standar baku emas untuk investigasi yang cepat.

Apabila ditunggu sampai persalinan spontan maka kemungkinan infeksi meningkat. Variasi dari medikasi yang digunakan dalam pengelolaan KPD : Medikasi untuk menginduksi persalinan (oxytocin) digunakan pada KPD aterm atau pada kasus prematur KPD yang terkena infeksi. Semakin muda janin. Tergantung dari usia janin dan infeksi. Bila ketuban pecah dini terjadi pada saat kehamilan aterm segera dilakukan induksi maka angka seksio sesarea meningkat. Case Report Page 12 . Antibiotik dapat diberikan untuk mengobati infeksi. Sudah diteliti bahwa dengan pemberian antibiotik sebelum timbul tanda-tanda infeksi dapat mencegah perkembangan infeksi itu sendiri. Steroid digunakan untuk membantu kematangan paru-paru lebih cepat. pada beberapa pusat pendidikan berbeda dan ini masih merupakan suatu dilema. Prematur KPD membutuhkan pengelolaan yang lebih sulit. cairan vagina ( pada vaginitis ). Steroid biasanya digunakan pada KPD prematur jika janin dilahirkan lebih cepat karena infeksi atau persalinan tidak dapat dicegah. Ini digunakan pada kasus prematur KPD yang tidak ada tanda infeksi. Diagnosis ketuban pecah dini dapat ditegakkan berdasarkan: basa Pada pemeriksaan ultrasonografi tampak oligohidramnion Pemeriksaan ’ fern test ’ secara mikroskopik (+) Keluarnya keluar cairan banyak dari jalan lahir secara tiba-tiba Cairan tersebut tetap mengalir dari jalan lahir Pada pemeriksaan spekulum ditemukan cairan mengalir dari serviks Pemeriksaan cairan tersebut dengan kertas nitrazine/kertas lakmus bersifat VI. PENATALAKSANAAN Pengelolaan ketuban pecah dini. Tokolitik digunakan untuk mencegah mencegah dimulainya persalinan. dokter harus bisa memutuskan diantara menunda persalinan sampai janin matur. cairan semen. atau menginduksi persalinan dan mempersiapkan komplikasi persalinan prematur.hasil negatif palsu atau positif palsu bila terpapar darah. semakin besar kemungkinan meninggal atau menderita kerusakan serius yang permanen bila persalinan prematur.

dirawat selama 2 hari. takikardi. Umur kehamilan 26-34 minggu dan berat janin 500-2000 gram. Selama perawatan dilakukan : Observasi kemungkinan adanya amnionitis atau tanda-tanda infeksi 1) 2) Ibu : suhu > 38oC. Janin : Takikardi Pengawasan timbulnya tanda persalinan Pemberian antibiotika (ampisilin 4x500 mg atau eritromisin 4x500 mg dan metronidazole 2x500 mg) selama 3-5 hari Ultrasonografi untuk menilai kesejahteraan janin Aktif Pengelolaan aktif pada ketuban pecah dini dengan umur kehamilan 2028 minggu dan > 37 minggu Ada tanda-tanda infeksi Timbulnya tanda-tanda persalinan Gawat janin Bila ada indikasi untuk melahirkan janin. Persalinan dapat dimulai dalam 24-48 jam. induksi dapat diberikan karena sesuai dengan pematangan paru janin. pada umur kehamilan 28-36 minggu. lekositosis. tanda-tanda infeksi intra uterin. Jika paru masih immature dan tidak terdapat amnionitis Case Report Page 13 . induksi oksitosin infus dapat diberikan dengan resiko infeksi yang rendah Umur kehamlan 34-36 minggu dan berat janin 2000-3000 gram.Konservatif Pengelolaan konservatif dilakukan apabila tidak ada penyulit (baik pada ibu maupun pada janin). rasa nyeri pada rahim. walaupun periode latennya 8-12 jam. penatalaksanaan harus berdasarkan dari pemeriksaan amniosintesis. dilakukan pematangan paru janin Dengan intervensi Umur kehamilan 36 minggu dan berat janin 2500 gram maka persalinan normal harus segera dilakukan dalam 24 jam. Jika paru matur dan terjadi amnionitis maka persalinan segera dilakukan. sekret vagina purulen.

Umur kehamilan <26 mingu dan berat janin <500 gram. Adenokortikosteroid dapat diberikan untuk membantu maturitas.maka penderita dianjurkan untuk tirah baring dengan pemeriksaan tanda-tanda vital setiap 4 jam dan pemeriksaan lekosit setiap hari. endometritis. Tanpa Intervensi . Dengan pecahnya ketuban akan terjadi kondisi oligohidramnion yang meningkatkan risiko penekanan pada tali pusat yang dapat menimbulkan gawat janin dan kematian janin.Tidak dipasang tampon . Case Report Page 14 . KOMPLIKASI Komplikasi KPD yang paling sering terjadi adalah meningkatnya angka kejadian infeksi. Komplikasi lain yang dapat timbul adalah persalinan kurang bulan.Tirah baring .Tidak berhubungan seksual . tali pusat menumbung. sangat kecil kemungkinan bayi dapat diselamatkan dan resiko untuk ibunya sangat besar. sepsis neonatorum.Pemeriksaan lekosit setiap hari VII.Pengecekan suhu badan 3-6 kali perhari .

sehingga terjadi sepsis hingga septik syok yang dapat mengakibatkan kematian ibu. Ketika KPD terjadi pada usia 28-34 minggu. Infeksi terjadi ascenden dari vagina ke intra uterin. Infeksi pada ibu. terjadi pemendekan kala I. Infeksi janin dapat berupa pneumonia. yang terjadi saat selaput amnion menjadi tempat kolonisasi bakteri virulen. Pada umumnya. infeksi lokal seperti omphalitis atau konjungtivitis. tapi tidak berefek pada durasi kala II. Terjadinya persalinan setelah ketuban pecah bervariasi sesuai umur kehamilan. Jika KPD terjadi pada janin prematur akan menyebabkan komplikasi prematuritas yang menyababkan kesakitan dan kematian perinatal. persalinan dapat terjadi dalam waktu satu minggu atau lebih setelah terjadinya ketuban pecah. Infeksi dapat terjadi secara ascending. Pada janin cukup bulan. 50% pasien bersalin dalam 24 jam dan 80-90% dalam 1 minggu. Infeksi dapat berkembang menjadi infeksi sistemik saat infeksi uterin menjalar melalui sirkulasi fetomaternal. Pada kebanyakan kasus. persalinan sering terjadi dalam 24 jam dalam 90% kasus. mortalitas perinatal pada KPD janin premature berhubungan dengan komplikasi prematuritas seperti ARDS. Biasanya korioamnionitis mengawali terjadinya infeksi janin. atonia). Ketika membran ruptur. janin ataupun neonatal. Beratnya infeksi meningkat sesuai dengan bertambahnya umur kehamilan. Hal ini dijelaskan dengan adanya infeksi preklinis. Tetapi serpsis pada janin dapat terjadi sebelum korioamnionitis secara klinis terbukti pada ibu. Semakin lama terjadinya KPD maka invasi bakteri pun semakin meningkat. infeksi saluran kencing. penurunan aktivitas miometrium (distonia. Ibu dapat mengalami endometriasis jika infeksi mencapai endometrium. dimana pecahnya ketuban menyebabkan adanya hubungan langsung antara ruang intra amnion dan dunia luar. Case Report Page 15 . sehingga kemungkinan terjadinya infeksi pun meningkat seiring bertambahnya waktu antara ketuban pecah hingga terjadinya persalinan. Persalinan prematur. b. NEC.Penelitian retrospektif terhadap 6425 kasus ketuban pecah dini pada kehamilan aterm memperoleh hasil adanya peningkatan kematian janin setelah KPD ≥ 72 jam. Pada awal kehamilan. Komplikasi yang berhubungan dengan KPD diantaranya adalah : a. Baik ibu ataupun janin memiliki resiko infeksi saat terjadi KPD. tetapi pada saat itu tidak terlihat infeksi ibu secara klinis. Infeksi pada ibu diantaranya adalah korioamnionitis. persalinan biasanya segera terjadi.

4. Tanda terjadinya infeksi diantaranya : 1. berhubungan dengan meningkatnya konsentrasi leukosit dan kadar IL-6. Jika ditemukan kelainan pada jumlah leukosit. Fundus lunak Takikardi. Hipoksia dan asfiksia sekunder karena kompresi tali pusat Prolaps tali pusat terjadi lebih sering pada KPD(insidensi 1. kita dapat memeriksa leukosit. Selain itu. Untuk membuktikan amnionitis perlu dilakukan amniosentesis. meskipun tanpa prolaps. terjadilah partus kering karena air ketuban habis. Febris.5 %). 3. Organisme yang paling sering menyebabkan korioamnionitis adalah bakteri yang berasal dari vagina seperti streptococcus B dan D. Lesi yang terjadi menyebabkan cerebral palsy. bakteri anaerob yang masuk secara ascenden. hal ini disebabkan presentasi janin yang kurang mencapai pelvis. maka pemeriksaan harus diulang. Case Report Page 16 . Nyeri abdomen. Ibu leukositosis. Ketuban pecah menyebabkan berkurangnya jumlah air ketuban.Korioamnionitis menyebabkan bertambahnya resiko sepsis pada janin. c. nadi ibu >100x/m atau DJJ >160x/m. 5. Kombinasi antara KPD dan malpresentasi meningkatkan frekuensi terjadinya komplikasi ini. lebih sering sekunder karena oligohidramnion. Jika ternyata hasilnya lebih dari 16000/μL. kompresi tali pusat. Manifestasinya adalah lesi pada substansi putih periventrikular (leukomalasia) diperantarai respon peradangan SSP janin dengan dikeluarkannya sitokin. harus berhati-hati akan terjadinya infeksi. nyeri tekan uterus 6. 2. pewarnaan gram ataupun kultur bakteri. Cairan amnion berwarna keruh atau hijau dan berbau. Sindroma respon peradangan janin menggambarkan infeksi janin dengan adanya korioamnionitis secara klinis dan mengakibatkan kerusakan system saraf pusat janin. suhu >380C. Hal ini bisa terjadi sebelum atau saat persalinan dan mengakibatkan gawat janin.

Meningkatnya angka seksio sesarea Komplikasi pada ibu seperti korioamnionitis. hipoplasia paru dapat ditegakkan melalui otopsi dengan cara menimbang berat paru. Drainase ketuban menyebabkan oligohidramnion yang menyebabkan hipoplasia paru. Untuk prognosa ad fungtionam = ad bonam.d. Oligohidramnion menyebabkan kompresi ekstrinsik terhadap toraks janin dan mengganggu pertumbuhan paru dengan menghambat gerakan nafas. Selain itu. Mekanisme terjadinya hipoplasia paru berkaitan dengan KPD tidak jelas diketahui. VIII. Deformitas janin Komplikasi mayor yang terjadi karena KPD adalah deformitas janin. endometritis. PROGNOSIS Prognosis pasien pada kasus ini quo ad vitam = ad bonam. juga solusio plasenta .KPD yang terjadi pada awal kehamilan dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu. Perubahan aliran darah paru juga menyebabkan terhambatnya perkembangan dan maturasi paru. dan yang paling penting adalah hipoplasia paru. malformasi karena kompresi pada wajah dan ekstremitas janin. malformasi letak janin gawat janin meningkatkan resiko seksio sesarea. Case Report Page 17 . Diagnosis hipoplasia paru ditegakkan dengan mengukur diameter dada janin dan dibandingkan dengan normogram sesuai umur kehamilan dan rasio lainnya. e.

Obstetri Patologi. Edisi ketiga. Current Obstetrics and Gynecology – Lange 5. 21st Edition. 2008 7. Buku ilmu kebidanan. Edisi keempat. 2003. Cetakan ketiga. Bandung 4. 1997 3. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. 2010. McGraw Hill. Bandung . Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi RSHS.DAFTAR PUSTAKA 1.2005. Prawirohardjo Sarwono. 2. Bagian Obstetri dan Ginekologi. Case Report Page 18 . Jakarta. Williams Obstetrics. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 6. Obstetri Patologi. Kapita Seleka Kedokteran jilid 1. Cetakan kesembilan. Bagian pertama. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.