You are on page 1of 10

PRAKTIKUM III SUBKULTUR: OVERPLANTING (PENJARANGAN

)

I.

Tujuan 1. Melakukan overplanting kultur biji anggrek Phalaenopsis sp.

II.

Dasar teori Bunga anggrek merupakan salah satu bunga yang dibudidayakan karena

memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Anggrek termasuk dalam famili Orchidaceaea. Famili ini terdiri dari 800 genus dan tidak kurang dari 25.000 spesies. Buah anggrek merupakan buah capsular yang berbelah 6. Biji di dalam buah sangat banyak. Biji-biji anggrek ini tidak mempunyai endosperm yaitu cadangan makanan seperti biji tanaman lainnya.Cadangan makanan ini diperlukan dalam perkecambahan dan pertumbuhan awal biji. Olehkarena itu untuk perkecambahannya dibutuhkan gula dan persenyawaan-persenyawaan lain dari luar atau dari lingkungan sekelilingnya (Gunawan, 2002). Metode budidaya anggrek yang sekarang dikembangkan adalah metode kultur in-vitro. Metode ini merupakan metode perbanyakan bibit anggrek dalam medium tertentu dalam kondisi steril. Metode in-vitro dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman anggrek secara cepat.Hal ini dikarenakan waktu budidaya yang singkat, yaitu sekitar 6 bulan untuk menghasilkan beratus-ratus bibit anggrek. Selain itu proses perbanyakan tanaman anggrek yang

tidak menggunakan tempat yang luas (Sriyanti, 2007). Teknik kultur jaringan dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman anggrek secara cepat. Biji anggrek merupakan organ tumbuhan yang siap untuk tumbuh menjadi tanamanlengkap. Biji anggrek perlu ditanam dalam botol karena tidak mempunyai cadangan makanan(endosperm) yang dapat digunakan pada awal perkecambahannya. Oleh karena itu, anggrek perlu diberi makanan yang bisa diambil dari media kultur. Media kultur biasanya ditambahdengan bahan organik seperti kelapa, tomat, kentang atau pisang (Sandra, 2003). Istilah subkultur sering terdengar dalam pelaksanaan metode kultur jaringan, yaitu suatu teknik yag dilakukan di antara tahapan kultur. Overplanting

maka perlu dilakukan tahap penjarangan (overplanting). padahal untuk siap aklimatisasi planlet harus mempunyai akar. sehingga dalam satu botol kultur hasil penjarangan I akan didapat ribuan planlet. 1994) Adapun tahap kultur biji angger adalah sebagai berikut : 1. Overplanting I. Penaburan biji. Setiap tahap overplanting membutuhkan kombinasi media yang berbeda sesuai dengan tahapan perkembangan. Selain itu kita juga dapat melakukan multiplikasi tunas yang memungkinkan kita mendapatkan planlet lebih banyak. baik pada embrio somatic maupun embrio mikrospora. penjarangan tahap II ini dimaksudkan untuk menginduksi perakaran. Biji anggrek sangat kecil dan endospermnya tidak berkembang sehingga membutuhkan teknik kultur jaringan untuk berkecambah.atau penjarangan merupakan bagian metode sub kultur. yangbertujuan untuk menjarangkan kultur yang sudah terlalu padat dan media sudah tidak mampu mendukung pertumbuhan kultur. Ukuran plb sangat kecil. Overplanting dapat kita lakukan dengan tujuan yang berbeda dengan merekayasa hormon media yang dipakai. karena biasanya perakaran berkembangbiak agak lambat. Pada penjarangan tahap II ini terkadang masih terjadi perbanyakan tunas sehingga perakarang kurang berkembang dengan baik. yang masingmasing akan berkecambah menjadi plb ( protocorn like body) 2. Pada saat penaburan biji akan diperoleh jutaan biji dalam satu botol kultur. Selanjutnya perlu dilakukan overplanting III. Pada overplanting anggrek biasanya menggunakan medium yang sama seperti medium pertumbuhan yaitu medium VW (Hendaryono dan Wijaya. Overplanting lazim dilakukan pada kultur biji anggrek. Selain itu embrio anggrek mempunyai tipe cleavage embriony. Setelah 3-4 bulan ditanam biji anggrek sudah tumbuh berdesakan. . sehingga dari satu biji akan diperoleh banyak tanaman hasil dari pembelahan embrio 3. penjarangan dilakukan untuk menjarangkan plb hasil perkecambahan biji. biji anggrek sangat kecil sehingga disebut protocorn. Overplanting II. kultur embrio. Dalam suatu tahap perkecambahan (dari biji sampai tumbuh planlet yang siap diaklimatisasi) dilakukan minimal dua kali overplanting. Overplanting dimaksudkan supaya planlet/kultur dapat berkembang lebih lanjut untuk diaklimatisasi.

Pada tahap ini dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan planlet secara optimal. Pinset pendek dan pinset panjang steril 2. dan lampu Bunsen 2. botolberisi alcohol 70%. kemudian masukkan alat-alt ke dalam LAF dengan terlebih dahulu menyemprotkan Alkohol 70% . Lampu Bunsen 5. Medium VW 2. Alat dan Bahan a. Plb anggrek Phalaenopsis sp. Botol kultur plb disemprot alcohol 70% sebelum masuk ke LAF . Overplanting III. petridish. Nyalakan lampu dan blower LAF. Setelah 30 menit lampu UV dimatikan. yaitu tanaman yang kokoh dengan system perakaran yang bagus sehingga siap untuk diaklimatisasi. Botol kultur steril 7.4. Lampu dan blower LAF dimatikan. kemudian lampu UV dinyalakan selama 20-30 menit 4. Alkohol 70% 4. botol kultur berisi media kultur. Alat-alat ditata di meja LAF sesuai dengan standart teknik aseptis 3. Spirtus IV. Laminar Air Flow (LAF) 6. Masukan plb anggrek yang akan dioverplanting ke LAF. 3. III. selanjutnya lampu dan blower LAF dinyalakan 5. Bahan 1. scapel. pada tahap ini planlet sudah terlihat jelas morfologinya. Petridish steril 4. Siapkan alat-alat : pinset. . Alat 1. Cara Kerja 1. Sprayer b. Scapel steril 3.

Hasil pengamatan overplanting No Nama Praktikan Waktu pengamatan Hasil pengamatan Jumlah daun Jumlah akar 2 Panjang akar 0. Ujung pinset dilewatkan diatas lampu Bunsen sampai alkoholnya habis sebelumdigunakan.7 cm 1. V. Satu botol kultur dapat diisi dengan 2 plb. Setelah dilakukan pengukuran tanam plb pada media overplanting yang sudah disediakan. 11. nama anggrek dan nama praktikan 12. Pada minggu ketika kultur diambil dan dihitung jumlah akar dan jumlah daun serta diukur masing-masing panjang akarnya. kemudian ukur panjang setiap akar dengan menggunakan kertas millimeter. Data yang harus diamati adalah prosentasi kontaminasi. 10. label beisikan tanggal pengkulturan. Keluarkan plb dari botol dengan scapel. Penanaman dilakukan dengan jarak yg tidak terlalu dekat (overplanting). Masukkan ujung scapel dan pinset kedalam botol yang berisi alkohol 70% 7. Hasil Pengamatan Tabel 1. Simpan kultur diruang inkubasi 13. Pengamatan dilakukan pada setiap minggu. Hitung jumlah akar dan jumlah daun. Setelah penanaman selesai botol kultur ditutup kembali dengan aluminium foil. Plbyang sulit dipisahkan dapat dipisahkan dengan scapel. 8. Selanjutnya letakkan plb di petridish steril yang bawahnya telah diberi kertas millimeter.scapel. Pada saat ini kita dapat melakukan pemotongan terhadap plb yang akan ditanam. Nyalakan lampu bunsen dan buka kertas paying dari setiap alat-alat steril (pinset. Beri label pada kultur. dan petridish). 9.6. Syahrial Sebelum 4 .

2 cm 6 3 1.35 cm 0.8 cm 0. Nurul Sebelum overplanting Setelah 5 2 1. Ela Sebelum overplanting Setelah overplanting 5 2 1.5 cm 5.2 cm 1.7 cm 2.7 cm 3.8 cm 4 cm 2.overplanting Setelah overplanting 5 3 1 cm 1 cm 1 cm 1.2 cm 2 cm 1.4 cm 2.7 cm 15 cm 1 cm Setelah overplanting 11 7 4.2 cm 1.0 cm 6 3 1 cm .45 cm 0.55 cm 2.5 cm 1.5 cm 1.25 cm 3.2 cm 0.2 cm 1. Ratih Sebelum overplanting 9 6 4.1 cm 1.2 cm 6 4 2. Evi Sebelum overplanting Setelah overplanting 5 2 1.1 cm 4.

2 cm 0.3 cm 10.8 cm 0. Gandis Sebelum overplanting 6 3 2 cm 0.5 cm 0. Zahro Sebelum overplanting 5 3 1.2 cm 6 3 1. Reni Sebelum overplanting 4 3 1.5 cm 1. Ika Sebelum overplanting 4 2 0.5 cm 0.5 cm Setelah overplanting 6 3 1. Setelah overplanting 5 2 1.8 cm 1.2 cm 6.6 cm 1.7 cm 2.1 cm 12.overplanting 1.4 cm .8 cm 11.5 cm 1 cm 6 2 3. Putu Sebelum overplanting Setelah 5 2 2 cm 0.9 cm 2 cm 0.5 cm Setelah overplanting 6 3 1.5 cm 7.5 cm Setelah overplanting 5 3 1.8 cm 1 cm 8.3 cm 0.2 cm 0. Fida Sebelum overplanting Setelah overplanting 6 2 3.9 cm 2 cm 0.8 cm 9.

8 cm Setelah overplanting 6 4 1.3 cm 13. Belinda Sebelum overplanting 5 3 1. Leo Sebelum overplanting Setelah overplanting 5 2 1. Risa Sebelum overplanting 5 3 1.9 cm 0.5 cm 1.6 cm 1 cm 1 cm 0.1 cm 2. Salwa Sebelum overplanting 5 3 2 cm 2 cm 2. Dian Sebelum overplanting 5 4 1.5 cm Setelah overplanting 6 3 1.overplanting 0.7 cm 0.5 cm 1.8 cm 14.5 cm 1 cm 6 2 1.5 cm 1 cm Setelah overplanting 5 3 1.8 cm .2 cm 0.4 cm 0.9 cm 17.6 cm 16.8 cm 15.7 cm 0.3 cm 2.5 cm 1 cm 1 cm 0.1 cm 0.3 cm Setelah overplanting 6 3 2.

Zat pengatur tumbuh ini berfungsi untuk memacu pertumbuhan akar maupun tunas daun tanaman anggrek (Sriyanti. 2007). Pada hasil pengamatan sebelum overplanting dan sesudah overplanting ada perbedaan pada jumlah daun dan akar serta ukuran panjang daun dan akar. Adanya . Dalam medium VW mengandung unsur-unsur makronutrien. mikronutrien.8 cm VI.8 cm 1. vitamin.0. Overplanting pada praktikum ini menggunakan medium medium Vacin and Went VW. Tetapi ada juga yang tidak mengalami perbedaan jumlah akar dan daun serta ukuran panjang daun dan akar sebelum overplanting dan sesudah overplanting.5 cm Setelah overplanting 5 3 1. Udin Sebelum overplanting 5 3 1. Overplanting atau penjarangan merupakan bagian dari metode sub kultur.8 cm 1. Pembahasan Praktikum ini bertujuan untuk melakukan overplanting kultur biji anggrek.3 cm 0. dan hormon buatan yang akan berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh bagi eksplan. yang bertujuan untuk menjarangkan kultur yang sudah terlalu padat dan media sudah tidak mampu mendukung pertumbuhan kultur. Adanya perbedaan pada jumlah daun dan akar anggrek sebelum dan sesudah overplanting disebabkan karena tanaman anggrek yang telah di overplanting mengalami pertumbuhan daun dan akar sehingga jumlah daun dan akar serta ukuran panjang daun dan akar anggrek semakin bertambah.8 cm 18. menyebabkan tanaman anggrek yang telah di overplanting mengalami pertumbuhan daun dan akar yang lebih optimal dibandingkan sebelum di overplanting. Medium VW merupakan medium yang biasa dan baik digunakan untuk mengkulturkan tanaman anggrek. Pada hasil pengamatan diatas terlihat jumlah daun dan jumlah akar serta panjang daun dan panjang akar anggrek sebelum dan sesudah overplanting pada medium Vacin and Went ( VW).3 cm 0. Dengan adanya zat pengatur tumbuh pada medium.

karena dapat menghambat pertumbuhan daun dan akar anggrek.scribd. S. A. D. . Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa overplanting bertujuan untuk menjarangkan kultur yang sudah terlalu padat dan media sudah tidak mampu mendukung pertumbuhan kultur serta agar planlet tetap mendapatkan unsur hara untuk pertumbuhannya. Planlet yang telah dilakukan penjarangan akan tumbuh dalam hal ini adalah pertambahan jumlah daun dan akar. 2003. Yogyakarta : Penerbit Kanisius : 1994. Yogyakarta: Kaninus. VIII. Pada umumnya akar anggrek yang telah di overplanting mengalami perkembangan yang agak lambat. Hendaryono. Overplanting dan Tabur. panjang akar.P. Teknik Kultur Jaringan ( Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara VegetatifModern). 2005. Sumber : http://www. Wijaya. Menghasilkan Anggrek Silangan. W. Sedangkan tidak adanya perbedaan jumlah akar dan daun serta ukuran panjang daun dan akar sebelum dan sesudah overplanting dapat disebabkan karena jarak antar tanaman anggrek pada botol terlalu rapat sehingga pertumbuhan daun dan akar tanaman anggrek terhambat dan menyebabkan tanaman anggrek sulit mengalami pertumbuhan. Hendaryono. Selain itu dapat juga disebabkan oleh ketepatan cara melakukan overplanting atau penjarangan yaitu jarak antar tanaman anggrek pada botol tidak boleh terlalu dekat. Hal : 128 Santoso. Jakarta: Penebar Swadaya. VII.pertumbuhan pada daun dan akar yang telah di overplanting disebabkan oleh adanya zat pengatur tumbuh yang bisa memacu pertumbuhan tanaman pada medium. Jakarta: Agromedia Pustaka. Sriyanti dan A. 1994. 1998.com/doc/103086768/Overplanting-Dan-Tabur diakses 26/12/2012 Darmono. Daftar Pustaka Anonimus. Budidaya Anggrek dengan Bibit Dalam Botol. Panduan Budi Daya Perawatan Anggrek.