You are on page 1of 2

Dispepsia

Dispepsia adalah sekumpulan gejala (sindrom) yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium, mual, muntah, kembung, rasa penuhatau cepat kenyang, dan sering bersendawa (Wibawa, 2006). Dispepsia dapat disebabkan oleh kalainan organik (misalnya tukak peptik, gastritis, kolesistitis, danlainnya), maupun yang bersifat fungsional. Menurut Mc Quaid KR (2003) dispepsia fungsional dibagi atas 3 subgrup yaitu: 1. Dispepsia mirip ulkus {ulcer-likedyspepsia) bila gejala yang dominan adalah nyeri ulu hati; 2. dispepsia mirip dismotilitas (dysmotility-likedyspepsia) bila gejala dominan adalah kembung, mual, cepat kenyang; dan 3. dyspepsia non-spesifik yaitu bila gejalanya tidak sesuai dengan (a) maupun (b).

Di Amerika jumlah penduduk berusia 65 tahun atau lebih deperkirakan akan meningkat dari 35 juta pada tahun 2000 menjadi 78 juta pada tahun 2050, peningkatan jumlah tertinggi dibandingkah kelompok usia lain. Di seluruh dunia jumlah individu berusia di atas 65 tahun mencapai 750 juta pada tahun 2050. Pertumbuhan ini pada akhirnya akan mengakibatkan tekanan (Farrell, 2000). Pada pasien dispepsia lanjut usia, ulkus peptikum lebih sering dijumpai dibandingkan pasien usia muda. Ulkus peptikum pada lanjut usia sering lebih serius dibandingkan kasus sama pada usia muda oleh karena faktor risiko tukak lebih banyak pada usia lanjut, demikian juga dengan komplikasi dan kematian yang berhubungan dengan tukak peptik. Diduga bahwa tingginya morbiditas dan mortalitas pada lanjut usia mungkin berhubungan dengan keterlambatan diagnosis dan terapinya. Faktor lainnya yang mempcngaruhi prognosis ulkus peptikum pada usia lanjut adalah ko-morbiditas, polifarmasi, pemakaian OAINS, dementia, dan malnutrisi (Linder, 2001). Anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien dispepsia yang belum diinvestigasi terutama hasrus ditujukan untuk mencari kemungkinan adanya kelainan organik sebagai kausa dispepsia. Pasien dispepsia dengan alarm symptoms kemungkinan besar didasari kelainan organik. Termasuk keluhan alarm adalah: 1. disfagia, 2. penurunan berat badan / weight loss, 3. bukti perdarahan saluran cema (hematemesis, melena, hematochezia, anemia defisiensi besi, atau fecaloccult blood), atau 4. tanda obstruksi saluran cerna atas (muntah, cepat pcnuh).

Friedman LS. Gastrointestinal disorders in the elderly: acid peptic disease inthe elderly. Stanghellini V. Sumber : Farrell JJ. Guyton.Yogyakarta :Gadjah Mada University Press . Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. In: Grendell JH.Dasar Biologis dan Klinis Penyakit Infeksi. Jakarta :EGC Linder JD. Tytgat GNJ.1994. atau keganasan.30:363-76. TalleyNJ. McQuaid KR. Koch KL. Functional gas-troduodenal disorders. Shulman. 1997. Current diagnosis & treatment in gastroenterology. Arthur C. Stanford. GERD. Gut 1999. Dyspepsia & non ulcer dyspepsia. McQuaid KR. Wilcox CM.29:1-36. Heading RC.45(Suppl11): 1137-1142. Freidman SC. editors.1996:313-6. Connecticut:Appleton & Lange. Gastroenterol Clin North Am 2001.Pasien dengan alarm symptoms perlu dilakukan endoskopi segera untuk menyingkirkan penyakit tukak peptik dengan kompiikasinya. Gastrointestinal bleeding in older people. Malagelada JR. Gastroenterol Clin North Am 2000.