Pengertian Sumber Belajar Sering kita dengar istilah sumber belajar, orang juga banyak yang telah memanfaatkan

sumber belajar, namun umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa apa yang mereka gunakan, orang, dan benda tertentu adalah termasuk sumber belajar. Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru. Sadiman mendefinisikan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar (Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004) Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Dengan demikian maka sumber belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku. Dari pengertian tersebut maka sumber belajar dapat dikategorikan sebagai berikut. 1. Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan sebagai tempat belajar yang berarti sumber belajar, misalnya perpustakaan, pasar, museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya. 2. Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya situs, candi, benda peninggalan lainnya. 3. Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya. 4. Bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak, rekaman elektronik, web, dll yang dapat digunakan untuk belajar. 5. Buku yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.

benda. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar. Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran. Pengertian Bahan Ajar Dari uraian tentang pengertian sumber belajar di atas. dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar. bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi. sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya. Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran. orang. orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. dapat disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. alat dan teks yang diperlukan guru/instruktor untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar berfungsi sebagai: 1. Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. . menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. dan atau buku hanya sekedar tempat. Dalam website Dikmenjur dikemukakan pengertian bahwa. 3. Bahan ajar atau teaching-material. sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa. terdiri atas dua kata yaitu teaching atau mengajar dan material atau bahan. misalnya peristiwa kerusuhan. benda. Pendapat lain mengatakan sebagai berikut. peristiwa bencana. Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.6. Bahan ajar merupakan informasi. 2. Melaksanakan pembelajaran diartikan sebagai proses menciptakan dan mempertahankan suatu lingkungan belajar yang efektif. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau KD secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.

Sedangkan Bernd Weidenmann. pertunjukan suara dan gambar (Tonbildschau). 2. piringan hitam (Schallplatte). Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara lain : 1. namun bagaimana untuk mencapainya dan apa bahan ajar yang digunakan diserahkan sepenuhnya kepada para pendidik sebagai tenaga profesional. Untuk mengembangkan bahan ajar. mengapa guru perlu untuk mengembangkan bahan ajar. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. gambar (Wandbild). guru dituntut untuk mempunyai kemampuan mengembangkan bahan ajar sendiri. Dari berbagai pendapat di atas dapat disarikan bahwa bahan ajar adalah merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. dan tuntutan pemecahan masalah belajar. Ketiga yaitu audio visual (audiovisuell) yang menyangkut berbicara dengan gambar (Rede mit Bild). standard kompetensi lulusan telah ditetapkan oleh pemerintah. ketersediaan bahan sesuai tuntutan kurikulum.Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. referensi dapat diperoleh dari berbagai sumber baik itu berupa pengalaman ataupun pengetahauan sendiri. 7. Pengembangan bahan ajar harus memperhatikan tuntutan kurikulum. video bisu (Stummvideo). bahan tertulis dengan dan tanpa gambar (Lerntext. 4. dapat berupa Lembar Kerja (LK) Evaluasi Respon atau balikan terhadap hasil evaluasi Mengapa guru perlu mengembangkan Bahan Ajar? Terdapat sejumlah alasan. film bisu (Stummfilm). 5. Apabila bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum tidak ada ataupun sulit diperoleh. Demikian pula referensi dapat kita .dan film/video. ataupun penggalian informasi dari narasumber baik orang ahli ataupun teman sejawat. artinya bahan belajar yang akan kita kembangkan harus sesuai dengan kurikulum. Pada kurikukulum tingkat satuan pendidikan. yakni antara lain. karakteristik sasaran. Dalam hal ini. Kedua yaitu visual (visuell) yang menyangkut Flipchart. mit und ohne Abbildung). 6. kaset (Tonkassette). 8. Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) Kompetensi yang akan dicapai Content atau isi materi pembelajaran Informasi pendukung Latihan-latihan Petunjuk kerja. pertama auditiv yang menyangkut radio (Rundfunk). program komputer (Computer-Lernprogramm). maka membuat bahan belajar sendiri adalah suatu keputusan yang bijak. 1994 dalam buku Lernen mit Bildmedien mengelompokkan menjadi tiga besar. 3.

sehingga menjadi lebih mudah dipahami. ketiga. dan geografis. karakteristik sasaran juga mencakup tahapan perkembangan siswa. media masa. Untuk itu. dll. Namun demikian. sesuai dengan tingkat berfikir siswa. lingkungan sosial. pertama. kemampuan awal yang telah dikuasai. yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial siswa. Selanjutnya. diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Selain lingkungan sosial. misalnya dengan penggunaan gambar. Membantu siswa dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh. harus dapat dijelaskan dengan cara yang sederhana. Pertimbangan lain adalah karakteristik sasaran. latar belakang keluarga dll. menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar. yakni antara lain. dsb. Kesulitan tersebut dapat saja terjadi karena materi tersebut abstrak. 3. Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Manfaat Ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh apabila seorang guru mengembangkan bahan ajar sendiri. Tujuan Bahan ajar disusun dengan tujuan: 1. minat. kalaupun bahan yang sesuai dengan kurikulum cukup melimpah bukan berarti kita tidak perlu mengembangkan bahan sendiri. kedua. Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa. maka bahan ajar yang dikembangkan sendiri dapat disesuaikan dengan karakteristik sasaran. Terdapat sejumlah materi pembelajaran yang seringkali siswa sulit untuk memahaminya ataupun guru sulit untuk menjelaskannya. 2. bahan ajar menjadi labih kaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi. 2. bagan. maka bahan ajar harus mampu membantu siswa menggambarkan sesuatu yang abstrak gersebut. . misalnya. rumit. budaya. Apabila materi pembelajaran yang akan disampaikan bersifat abstrak. skema. Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar 1.peroleh dari buku-buku. asing. maka bahan ajar yang dikembangkan sendiri dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa sebagai sasaran. Demikian pula materi yang rumit. Ada sejumlah alasan ketidakcocokan. dll. dll. Untuk itu. Bahan ajar yang dikembangkan orang lain seringkali tidak cocok untuk siswa kita. tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh. geografis. Untuk mengatasi kesulitan ini maka perlu dikembangkan bahan ajar yang tepat. keempat. budaya. internet. foto. pengembangan bahan ajar harus dapat menjawab atau memecahkan masalah ataupun kesulitan dalam belajar.

. Siswa akan lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru. Pengulangan akan memperkuat pemahaman. Di samping itu. Misalnya untuk menjelaskan konsep pasar. misalnya tulisan tersebut dapat diajukan untuk menambah angka kredit ataupun dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan. Padahal respond yang diberikan oleh guru terhadap siswa akan menjadi penguatan pada diri siswa. maka siswa akan mendapatkan manfaat yaitu. Dalam pembelajaran. maka mulailah siswa diajak untuk berbicara tentang pasar yang terdapat di tempat mereka tinggal. Perkataan seorang guru seperti ’ya benar’ atau ‚’ya kamu pintar’ atau.kelima. guru juga dapat memperoleh manfaat lain. namun akan lebih baik kalau begini…’ akan menimbulkan kepercayaan diri pada siswa bahwa ia telah menjawab atau mengerjakan sesuatu dengan benar. kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.’itu benar. Namun pengulangan dalam penulisan bahan belajar harus disajikan secara tepat dan bervariasi sehingga tidak membosankan. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman siswa Seringkali kita menganggap enteng dengan memberikan respond yang sekedarnya atas hasil kerja siswa. sesuatu yang nyata ada di lingkungan mereka. Setelah itu. Artinya. respond negatif akan mematahkan semangat siswa. Siswa akan lebih mudah memahami suatu konsep tertentu apabila penjelasan dimulai dari yang mudah atau sesuatu yang kongkret. pengulangan sangat diperlukan agar siswa lebih memahami suatu konsep. Untuk itu. jangan lupa berikan umpan balik yang positif terhadap hasil kerja siswa. walaupun maksudnya sama. Prinsip Pengembangan Bahan Ajar Pengembangan bahan ajar hendaklah memperhatikan prinsisp-prinsip pembelajaran. bahan ajar akan mampu membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan siswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada gurunya. akan lebih berbekas pada ingatan siswa. sesuatu informasi yang diulang-ulang. Di antara prinsip pembelajaran tersebut adalah: Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit. Sebaliknya. dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak. Dalam prinsip ini kita sering mendengar pepatah yang mengatakan bahwa 5 x 2 lebih baik daripada 2 x 5. Siswa juga akan mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya. Dengan tersedianya bahan ajar yang bervariasi. kita bisa membawa mereka untuk berbicara tentang berbagai jenis pasar lainnya.

Ibarat menempuh perjalanan jauh. akan memberitahukan kota tujuan akhir yang ingin dicapai. semua peserta dapat mencapai kota tujuan dengan selamat. Kita akan senang apabila pemandu perjalanan kita memberitahukan setiap kota yang dilewati. namun mereka semua akan sampai kepada tujuan meskipun dengan waktu yang berbeda-beda. model/maket. antara lain dengan memberikan pujian. guru ibarat pemandu perjalanan. Ibarat anak tangga. Untuk mencapai suatu standard kompetensi yang tinggi. yaitu bahan cetak (printed) seperti antara lain handout. Untuk itu. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk. memberi contoh. setiap anak akan mencapai tujuan tersebut dengan kecepatannya sendiri. buku. lembar kerja siswa. perlu dibuatkan tujuan-tujuan antara. anak tangga tersebut dirumuskan dalam bentuk indikator-indikator kompetensi. foto/gambar. bagaimana cara mencapainya. setahap demi setahap. dll. Untuk itu. Pemandu perjalanan yang baik. film. wallchart.Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar Seorang siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan lebih berhasil dalam belajar. Banyak cara untuk memberikan motivasi. Jenis Bahan Ajar Berdasarkan teknologi yang digunakan. untuk mencapai kota yang dituju. modul. maka salah satu tugas guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah memberikan dorongan (motivasi) agar siswa mau belajar. Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong siswa untuk terus mencapai tujuan. akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset. menjelas tujuan dan manfaat. Demikian pula dalam proses pembelajaran. namun juga anak tangga yang terlalu kecil terlampau mudah melewatinya. semakin lebar anak tangga semakin sulit kita melangkah. Mencapai tujuan ibarat naik tangga. brosur. Dengan demikian. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted . Dalam bahan ajar. memberikan harapan. radio. maka guru perlu menyusun anak tangga tujuan pembelajaran secara pas. sepanjang perjalanan kita akan melewati kota-kota lain. dan memberitahukan pula sudah sampai di mana dan berapa jauh lagi perjalanan. Pembelajaran adalah suatu proses yang bertahap dan berkelanjutan. sesuai dengan karakteristik siswa. sehingga kita menjadi tahu sudah sampai di mana dan berapa jauh lagi kita akan berjalan. bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori. dan compact disk audio. kota-kota apa saja yang akan dilewati. leaflet. ataupun menceritakan sesuatu yang membuat siswa senang belajar. Inilah sebagian dari prinsip belajar tuntas. Dalam pembelajaran. piringan hitam.

b. poster. hasil pengamatan. Untuk bahan ajar non-cetak akan dibahas pada buku pedoman tersendiri. Menurut kamus oxford hal 94. Handout biasanya diambilkan dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan/ KD dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Bahan tertulis cepat digunakan dan dapat dipindah-pindah secara mudah 4. Bahan Ajar Cetak (Printed) Bahan cetak dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. mencatat. Handout adalah pernyataan yang telah disiapkan oleh pembicara. brosur. Handout Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials). Bahan tertulis relatif ringan dan dapat dibaca di mana saja 6. otobiografi. buku. buku diartikan sebagai: Book is number of sheet of paper. compact disk (CD) multimedia pembelajarn interaktif. sehingga memudahkan bagi seorang guru untuk menunjukkan kepada peserta didik bagian mana yang sedang dipelajari 2. modul. antara lain dengan cara download dari internet. 1. Saat ini handout dapat diperoleh dengan berbagai cara. antara lain hand out. Susunannya menawarkan kemudahan secara luas dan kreativitas bagi individu 5. seperti menandai. Jika bahan ajar cetak tersusun secara baik maka bahan ajar akan mendatangkan beberapa keuntungan seperti yang dikemukakan oleh Steffen Peter Ballstaedt. Bahan ajar yang baik akan dapat memotivasi pembaca untuk melakukan aktivitas. Selanjutnya pada buku pedoman ini hanya akan dibahas tentang bahan ajar cetak.Instruction). handout is prepared statement given. dan leaflet. Pembaca dapat mengatur tempo secara mandiri Kita mengenal berbagai jenis bahan ajar cetak. atau hasil imajinasi seseorang yang disebut sebagai fiksi. atau menyadur dari sebuah buku. Menurut kamus Oxford hal 389. membuat sketsa 7. either printed or blank. fastened together in a cover. a. aktualisasi pengalaman. Bahan tertulis biasanya menampilkan daftar isi. 1994 yaitu: 1. Bahan tertulis dapat dinikmati sebagai sebuah dokumen yang bernilai besar 8. Buku Buku adalah bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan buah pikiran dari pengarangnya. Biaya untuk pengadaannya relatif sedikit 3. Oleh pengarangnya isi buku didapat dari berbagai cara misalnya: hasil penelitian. Buku adalah sejumlah lembaran kertas baik cetakan maupun kosong yang dijilid .

Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa teoritis dan atau tugas-tugas praktis.dan diberi kulit. dilengkapi dengan ilustrasi. Modul Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik. Keuntungan adanya lembar kegiatan adalah bagi guru. dapat berupa Lembar Kerja (LK) Evaluasi Balikan terhadap hasil evaluasi Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai oleh peserta didik. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik lainnya. disajikan secara menarik dilengkapi dengan gambar dan keteranganketerangannya. Lembar kegiatan dapat digunakan untuk mata pembelajaran apa saja. Tugas teoritis misalnya tugas membaca sebuah artikel tertentu. c. isi buku juga menggambarkan sesuatu yang sesuai dengan ide penulisannya. Lembar kegiatan siswa Lembar kegiatan siswa (student worksheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. sehingga modul berisi paling tidak tentang: • • • • • • • • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) Kompetensi yang akan dicapai Content atau isi materi Informasi pendukung Latihan-latihan Petunjuk kerja. buku fiksi akan berisi tentang fikiran-fikiran fiksi si penulis. Buku pelajaran berisi tentang ilmu pengetahuan yang dapat digunakan oleh peserta didik untuk belajar. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas KD yang akan dicapainya. misalnya survey tentang harga cabe dalam kurun waktu tertentu di suatu tempat. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk. menarik. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas. dan seterusnya. d. Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. Buku sebagai bahan ajar merupakan buku yang berisi suatu ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis. kemudian membuat resume untuk dipresentasikan. memudahkan guru dalam . Sedangkan tugas praktis dapat berupa kerja laboratorium atau kerja lapangan. Buku yang baik adalah buku yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti.

Edisi Kedua. maka brosur didesain hanya memuat satu KD saja. maka wallchart didesain dengan menggunakan tata warna dan pengaturan proporsi yang baik. often folded but not stitched (Webster’s New World. 1996) Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dimatikan/dijahit. f. Wallchart biasanya masuk dalam kategori alat bantu melaksanakan pembelajaran. karena sebuah lembar kerja harus memenuhi paling tidak kriteria yang berkaitan dengan tercapai/ tidaknya sebuah KD dikuasai oleh peserta didik. maka brosur dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar. 1996).melaksanakan pembelajaran. biasanya berupa bagan siklus/proses atau grafik yang bermakna menunjukkan posisi tertentu. Karena didesain sebagai bahan ajar. Brosur Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap tentang perusahaan atau organisasi (Kamus besar Bahasa Indonesia. bagi siswa akan belajar secara mandiri dan belajar memahami dan menjalankan suatu tugas tertulis. Dengan demikian. e. Ilustrasi dalam sebuah brosur akan menambah menarik minat peserta didik untuk menggunakannya. h. Balai Pustaka. g. Wallchart Wallchart adalah bahan cetak. selama sajian brosur diturunkan dari KD yang harus dikuasai oleh siswa. Sebagai contoh wallchart tentang siklus makhluk hidup binatang antara ular. Foto/gambar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu rancangan yang baik agar setelah selesai . Mungkin saja brosur dapat menjadi bahan ajar yang menarik. Leaflet sebagai bahan ajar juga harus memuat materi yang dapat menggiring peserta didik untuk menguasai satu atau lebih KD. maka wallchart harus memenuhi kriteria sebagai bahan ajar antara lain bahwa memiliki kejelasan tentang KD dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Agar lembaran brosur tidak terlalu banyak. dan bagaimana cara menggunakannya. Agar terlihat menarik biasanya leaflet didesain secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang sederhana. namun dalam hal ini wallchart didesain sebagai bahan ajar. singkat serta mudah dipahami. tikus dan lingkungannya. Agar wallchart terlihat lebih menarik bagi siswa maupun guru. karena bentuknya yang menarik dan praktis. Foto/Gambar Foto/gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Dalam menyiapkannya guru harus cermat dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Leaflet A separate sheet of printed matter. diajarkan untuk berapa lama.

anak tukang jambret. dan sebagainya harus bersekolah minimal selama 9 tahun lamanya hingga lulus SMP. Foto/gambar yang didesain secara baik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Melatih Kemampuan Kemampuan Akademis Anak (Biar Pintar) . dan dari melihat yang diingat 30%. dari mendengar yang diingat 20%.org ini akan membantu memberikan sedikit jawaban sesuai dengan kondisi yang ada. Sehingga gambar tidak hanya sekedar gambar yang tidak mengandung arti atau tidak ada yang dapat dipelajari. Gambar bermakna dan dapat dimengerti. Mungkin banyak dari kita yang mempertanyakan apakah sebenarnya fungsi pendidikan formal tersebut. Bahan ajar ini dalam menggunakannya harus dibantu dengan bahan tertulis. Melalui membaca yang dapat diingat hanya 10%.melihat sebuah atau serangkaian foto/gambar siswa dapat melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih KD. Sehingga. anak pejabat tinggi negara. Lengkap. Situs organisasi. Sebuah gambar yang bermakna paling tidak memiliki kriteria sebagai berikut: • • • Gambar harus mengandung sesuatu yang dapat dilihat dan penuh dengan informasi/data. si pembaca gambar benarbenar mengerti. Menurut Weidenmann dalam buku Lehren mit Bildmedien menggambarkan bahwa melihat sebuah foto/gambar lebih tinggi maknanya dari pada membaca atau mendengar. Bahan tertulis dapat berupa petunjuk cara menggunakannya dan atau bahan tes. Mulai dari anak tukang sapu jalan. Kenapa kita harus sekolah dan mengapa semakin tinggi jenjang pendidikan kita maka semakin baik? Manfaat dan Fungsi Belajar di Sekolah dan di Perguruan Tinggi : 1. Sehingga jangan sampai gambar miskin informasi yang berakibat penggunanya tidak belajar apa-apa. anak tukang dagang martabak mesir. anak pak tani. bahannya diambil dari sumber yang benar. rasional untuk digunakan dalam proses pembelajaran. tidak salah pengertian. Kegunaan/Manfaat/Fungsi Sekolah Dan Kuliah (Pendidikan Formal) Di Indonesia Mengenyam pendidikan pada institusi pendidikan formal yang diakui oleh lembaga pendidikan negara adalah sesuatu yang wajib dilakukan di Indonesia. anak bisnismen.

memecahkan masalah. famili. Sarana Mengembangkan Diri dan Berkreativitas Seorang siswa dapat mengikuti berbagai program ekstrakurikuler sebagai pelengkap kegiatan akademis belajar mengajar agar dapat mengembangkan bakat dan minat dalam diri seseorang. Kehidupan yang ada di masa depan tidaklah semudah dan seindah saat ini karena dibutuhkan perjuangan dan kerja keras serta banyak ilmu pengetahuan. guru. Sebagai Identitas Diri Lulus dari sebuah institusi pendidikan biasanya akan menerima suatu sertifikat atau ijazah khusus yang mengakui bahwa kita adalah orang yang terpelajar. memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan. Sekolah dan kuliah hanyalah sebagai suatu mediator atau perangkat pengembangan diri. 5. Membangun Jiwa Sosial dan Jaringan Pertemanan Banyaknya teman yang bersekolah bersama akan memperluas hubungan sosial seorang siswa. Dengan begitu padatnya jadwal sekolah yang memaksa seorang siswa untuk belajar secara terus-menerus akan menguatkan mental dan fisik seseorang menjadi lebih baik. logika. Semakin banyak memiliki keahlian dan daya kreativitas maka akan semakin baik pula kualitas seseorang. 6. dan lainlain. Memperkenalkan Tanggung Jawab Tanggung jawab seorang anak adalah belajar di mana orangtua atau wali yang memberi nafkah. 3. menganalisa. Fisik dan Disiplin Dengan mengharuskan seorang siswa atau mahasiswa datang dan pulang sesuai dengan aturan yang berlaku maka secara tidak langsung dapat meningkatkan kedisiplinan seseorang. dan lain sebagainya maka diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan akademis yang baik. Tidak menutup kemungkinan di masa depan akan membentuk jaringan bisnis dengan sesama teman di mana di antara sesamanya sudah saling kenal dan percaya. Menggembleng dan Memperkuat Mental. saudara. Dengan memiliki teman maka kebutuhan sosial yang merupakan kebutuhan dasar manusia dapat terpenuhi dengan baik. 4. . Orang yang tidak sekolah biasanya tidak memiliki kemampuan akademis yang baik sehingga dapat dibedakan dengan orang yang bersekolah. Jika disandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan dalam suatu lowongan pekerjaan kantor. Yang mengubah diri seseorang adalah hanyalah orang itu sendiri. maka rata-rata yang terpelajarlah yang akam mendapatkan pekerjaan tersebut. Seorang anak yang menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dengan bersekolah yang rajin akan membuat bangga orang tua.Dengan melatih serta mengasah kemampuan menghafal. 2.

Memang proses belajar manusia sangat lama dan panjang. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis. 3. . 2. dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional. 5. dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar. dan (b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya. Lebih memantapkan pembelajaran. sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah. (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung. Bayangkan saja jika sekolah dasar (SD) memakan waktu 6 tahun. di perguruan tinggi selama 4 tahun makan waktu yang diperlukan untuk meraih gelar sarjana yaitu sekitar kurang lebih 16 tahun. 4. Sumber belajar memiliki fungsi sebagai berikut : 1. dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian. Memungkinkan belajar secara seketika. yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit. (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi. sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas selama 6 tahun. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual.

manusia sumber (nara sumber) juga dapat dijadikan pegangan dalam memecahkan masalah. Lingkungan yang sudah dirancang oleh pendidik untuk disajikan dalam proses belajar mengajarnya akan memberikan peluang kepada peserta didik untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungannya. Hal ini mengingat sumber belajar memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan dan memperjelas materi pelajaran yang akan disampaikan pada peserta didik. Menambah dan memperluas cakrawala sajian. Memungkinkan adanya interaksi yang lebih langsung antara peserta didik dengan lingkungan. Biasanya selain pendidik. 4. Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa. menyatakan bahwa: 75% pengetahuan diperoleh melalui indera penglihatan. (pemanfaatan sumber belajar) Peranan sumber belajar dalam proses belajar saat ini masih belum optimal. itupun tidak selalu seluruh isi buku tersebut relevan dengan isi dan tujuan yang ingin dicapai. Memberi informasi yang akurat dan terpadu. Menurut Percival dan Ellington (1984) bahwa perhatian yang penuh dalam belajar dengan metode ceramah (attention span) makin lama makin menurun drastis. Gairah belajar akan timbul karena bukan hanya guru saja yang dapat dijadikan tumpuan untuk memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. dan 6% indera penciuman dan lidah. Berdasarkan uraian tersebut di atas. melainkan lingkungan sekitar. oleh karena itu dalam proses kegiatan belajar mengajar hendaklah diarahkan pada peningkatan proses belajar dalam diri peserta didik baik secara langsung (ada pendidik) atau secara tidak langsung. sumber belajar lain yang digunakan hanya buku. Dengan melihat potensi yang dimiliki sumber belajar yang demikian besar untuk pencapaian tujuan pendidikan. Menimbulkan kegairahan belajar. dikunjungi. Disamping itu British Audio Visual Association (1985). maka sumber belajar dapat berfungsi sebagai berikut: 1. kemudian makin mendekati akhir pelajaran turun menjadi 3-5 menit. Dapat memberi pengalaman belajar langsung dan kongkrit 2. Misalnya dalam 50 menit belajar. dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis. penyelenggaran proses belajar mengajar hendaknya dicari dan digunakan secara tepat berbagai sumber belajar guna memudahkan pencapaian tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. 3. Dengan interaksi tersebut peserta . Menurut Hijrah Saputra (2008) fungsi sumber belajar adalah : 1.6. 2. 13% indera pendengaran. maka pada awal belajar attention span-nya berkisar antara 12-15 menit. Memungkinkan sesuatu yang tidak bisa diadakan. Keterbatasan dalam penggunaan sumber belajar terjadi karena metode belajar yang utama hanyalah metode ceramah atau kuliah yang verbalistis dan tidak efektif. 6% indera sentuhan dan rabaan. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas. Pendidik bukanlah satu-satunya sumber belajar. dilihat secara langsung.

kemampuan sedang. 5. verbal. 5. 4. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari pengalaman. Memungkinkan peserta didik untuk belajar mandiri sesuai dengan tingkat kemampuannya. karena dengan cara seperti nilah fungsi transfer of learning yang sesungguhnya terjadi. dibuat. Ciptakan komunikasi dua arah yang fair dan seimbang. Penafsiran yang berbeda itu akibat sumber yang digunakan belum bisa menggambarkan atau menjelaskan hakikat/pengertian dari sesuatu yang diajarkan. Selama dan setelah selesai belajar. ada yang berkemampuan tinggi. 2. 6. menginventarisir. Dalam proses belajar mengajar menurut Sudjarwo. 3. dan kombinasi dari berbagai bahan tersebut. Komponen sumber belajar tidak bisa lepas dalam proses belajar mengajar apabila menginginkan suatu keberhasilan pengajaran. menerapkan. Pemaksaan belajar kepada peserta didik untuk berpikir di luar kemampuannya akan mengakibatkan malapetaka bagi peserta didik. Menurut Gagne dan Ausubel dalam proses belajar penting sekali untuk menyebutkan hal-hal tertentu yang telah diketahui sasaran didik yang berkaitan dengan pesan yang sedang dijelaskan. lebih-lebih nilai pengalaman yang diperolehnya itu langsung dari sumbernya akan terkesan dan tetap akan mengakar pada pikirannya untuk waktu yang relatif lama. (Sudjarwo. Pengalaman langsung mempunyai nilai tersendiri bagi peserta didik. . Ciptakan dan jaga perhatian. paling tidak ada enam kejadian penting yang perlu ada dan perlu diperhatikan. dan mengevaluasi pesan yang diterima. Peserta didik yang dihadapkan pada sumber belajar secara langsung akan dapat menafsirkan sendiri tentang hakekat atau pengertian sesuatu itu. sehingga umpan balik dari dan ke sasaran didik dapat dimanfaatkan untuk mempercepat tingkat kesamaan bahasa dan persepsi sasaran didik. kemudian berangsur-angsur rangsangan tersebut perlu disesuaikan dengan perkembangan situasi belajar.didik dapat secara langsung belajar terhadap obyek yang dikehendaki atau pada sumber yang asli. dan diterapkan secara tepat. karena bahan tersebut merupakan bahan yang dapat menyajikan isyarat-isyarat dan tekanan bagi berbagai pesan baru. dipilih. menyimpulkan. Menghilangkan kekacauan atau kesalahan penafsiran. 3. sebaiknya dilakukan kegiatan evaluasi sesuai dengan tingkat formalitas masing-masing situasi belajar. hal ini karena sumber belajar merupakan masukan dalam proses pengajaran itu sendiri. Tunjukkan keterkaitan pesan yang sedang diajarkan dengan pesan yang telah diterima sebelumnya. menganalisis. Caranya dengan menciptakan rangsangan-rangsangan yang tepat dan memukau. yaitu: 1. kemudian tingkat ketertarikan tersebut perlu dijaga terus sampai berakhirnya proses belajar. Keenam kejadian tersebut di atas dapat dibentuk oleh sumber belajar yang dimanfaatkan. dan ada yang tingkat kemampuannya rendah. Arahkan proses belajar dengan menggunakan bahan-bahan visual. 1989). Tanpa adanya perhatian maka proses belajar mengajar tidak akan terjadi. 4. Tingkat kemampuan peserta didik itu beraneka ragam. Ciptakan dan pelihara kondisi untuk mengingat-ingat. dimana mula-mula harus menarik. Perhatian ini sebaiknya bertingkat. audio.

melayani kebutuhan perkembangan informasi bagi masyarakat 3. menyediakan berbagai macam pilihan komunikasi untuk menunjang kegiatan kelas tradisional 6. mendorong cara-cara belajar baru yang paling cocok untuk mencapai tujuan pembelajaran 7. Mayer merekomendasikan empat hal yang harus dipertimbangkan. Berorientasi kepada peserta didik (siswa) 2. sebuah pusat sumber belajar harus diikuti dengan langkahlangkah pengembangan. produksi. Pengembangan PSB yang dilaksanakan dengan beberapa hal di atas setidaknya akan memberikan berbagai manfaat. Dalam rangka pengembangan PSB. Dengan adanya pengembangan-pengembangan itulah sebuah PSB akan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi. Desentralisasi 3.com/social-sciences/education/2157849-fungsi-sumberbelajar/#ixzz2AJjPx9t1 Langkah-Langkah Pengembangan Pusat Sumber Belajar Agar lebih berdayaguna.shvoong. melaksanakan latihan bagi para tenaga pendidik dan kependidikan mengenai sistem pembelajaran dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi . meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. memberikan pelayanan dalam perencanaan. Bahan-bahan belajar diprodukso dan dipelihara secara lokal 4. dan tindakan lanjutan untuk pengembangan sistem pembelajaran 8. memperluas dan meningkatkan kesempatan belajar 2. mengembangkan kreativitas dan produktivitas tenaga pendidik dan kependidikan 4. Dalam lingkup satuan pendidikan. operasional. pengembangan PSB memberikan manfaat sebagai berikut: 1. menurut Bambang Warsita. baik secara individu maupun kelompok 5. antara lain: 1. Program media dikembangkan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran.Sumber: http://id.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful