You are on page 1of 18

Anatomi dan Fisiologi Sistem Endokrin Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan

fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf. Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.

A. Struktur Terdapat dua tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal. Kelenjar endokrin termasuk hepar, pankreas (kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah. Kelenjar endokrin termasuk : 1. Pulau Langerhans pada Pankreas 2. Gonad (ovarium dan testis) 3. Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta timus B. Hormon dan fungsinya Kata hormon berasal dari bahasa Yunani hormon yang artinya membuat gerakan atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan. Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum :

aldosteron) dan tironin (mis. progesteron. Melakukan respons korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat C. Hormon paratiroid disekresi dalam berespons terhadap kadar kalsium serum. hormone adrenokortikotropik (ACTH). Karakteristik Meskipun setiap hormon adalah unik dan mempunyai fungsi dan struktur tersendiri. epinefrin)Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (mis. (2) Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu tertentu. Kortisol adalah contoh hormon diurnal. estrogen. dopamin. hormon diklasifikasikan sebagai hormon yang larut dalam air atau yang larut dalam lemak. gastrin) dan katekolamin (mis. tiroksin). seperti bulanan. sementara hormon steroid dapat menembus membrane sel dengan bebas.Hormon disekresi dalam salah satu dari tiga pola berikut (1) sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun dalam periode 24 jam.... Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida (mis. Hormon mengontrol laju aktivitas selular. Hormon tidak mengawali perubahan biokimia. Loop umpan balik dapat positif atau negatif dan memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal. testosteron. Hormon yang larut dalam air bekerja melalui sistem mesenger-kedua. Hormon bekerja dalam sistem umpan balik. norepinefrin.Mengkoordinasi sistem reproduktif 4.1. Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang 2. Memelihara lingkungan internal optimal 5. insulin. Klasifikasi Dalam hal struktur kimianya. Menstimulasi urutan perkembangan 3. namun semua hormon mempunyai karakteristik berikut. Kadar kortisol meningkat pada pagi hari dan turun pada malam hari. (3) Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan tergantung pada kadar subtrat lainnya. Hormon hanya . glukokortikoid.. Estrogen adalah non siklik dengan puncak dan lembahnya menyebabkan siklus menstruasi. glukagon. D.

kerja sel akan mengalami sedikit perubahan. yang berikatan dengan permukaan dalam dari membran sel. Sistem umpan balik Kadar hormon dalam darah juga dikontrol oleh umpan balik negative manakala kadar hormon telah mencukupi untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan. Pelepasan insulin dari pulau langerhan di pankreas didorong oleh kadar glukosa darah. Hormone secara konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain dan diekskresi oleh ginjal. Aktivitas endokrin dikontrol secara langsung dan tak langsung oleh hipotalamus. yang dilepaskan dari lobus posterior kelenjar hipofise. pertama melalui penggunaan mediator intraselular dan kedua mengaktifkan gen-gen di dalam sel.Hormon yang disekresi dari setiap kelenjar endokrin dan kerja dari masing-masing hormon. menyebabkan penurunan pelepasan ACTH lebih banyak. . Regulasi Peran hipotalamus dan kelenjar hipofise Dua kelenjar endokrin yang utama ádalah hipotalamus dan hipofise. menyebabkan kontraksi uterus. yang melalukan : fungsi spesifik. Hormon ini bekerja pada sel-sel spesifik dalam kelenjar pituitary yang mengatur pembentukan dan sekresi hormon hipofise. yang menghubungkan sistem persarafan dengan sistem endokrin. Dalam berespons terhadap input dari area lain dalam otak dan dari hormon dalam dalam darah. Kadar substansi dalam darah selain hormon juga memicu pelepasan hormon dan dikontrol melalui Sistem umpan balik. Salah satu mediator intraselular adalah cyclic adenosine monophosphate (cAMP). Misalnya. Perhatikan bahwa setiap hormon yang mempengaruhi organ dan jaringan terletak jauh dari tempat kelenjar induknya. Pelepasan hormon dari satu kelenjar sering merangsang pelepasan hormone dari kelenjar lainnya. Peningkatan kadar hormone mengurangi perubahan awal yang memicu pelepasan hormon. Kelenjar yang dipengaruhi oleh hormon disebut kelenjar target. Hormon hipofise yang mengatur sekresi hormon dari kelenjar lain disebut hormon tropik. Hipotalamus dan kelenjar hipofise dihubungkan oleh infundibulum. Misalnya oksitosin. neuron dalam hipotalamus mensekresi beberapa hormon realizing dan inhibiting. Aktivasi sel-sel targetManakala hormon mencapai sel target. ketika hormon pankreatik glukagon berikatan dengan sel-sel hepar. Hormon mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Misalnya peningkatan sekresi ACTH dari kelenjar pituitari anterior merangsang peningkatan pelepasan kortisol dari korteks adrenal. Ketika hormon melekat pada sel. kenaikan kadar hormon lebih jauh dicegah oleh umpan balik negatif. hormon akan mempengaruhi cara sel berfungsi dengan satu atau dua metoda.mempegaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai. E.

MIH : Melanosit Inhibiting Hormon . dekat dengan ventrikel otak ketiga (ventrikulus tertius). 1. MRH : Melanosit Releasing Hormon n. GnRH : Gonadotropin Releasing Hormon f.. Pembuluh darah kecil yang membawa sekret hipotalamus ke hipofise disebut portal hipotalamik hipofise. GRH : Growth Releasing Hormon l. PTIH : Paratyroid Inhibiting Hormon i. Substansi ini mempengaruhi reaksi dan proses selular.kenaikan kadar AMP meningkatkan pemecahan glikogen menjadi glukosa. PTRH : Paratyroid Releasing Hormon h. GnIH : Gonadotropin Inhibiting Hormon g. GIH : Growth Inhibiting Hormon m. TIH : Tyroid Inhibiting Hormon e. Struktur dan fungsi hipotalamus Hipotalamus terletak di batang otak tepatnya di dienchepalon. ACTH : Adrenocortico Releasing Hormon b. Jika hormon mengaktifkan sel dengan berinteraksi dengan gen. j. Hormon-hormon hipotalamus antara lain: a. gen akan mensitesa mesenger RNA (mRNA) dan pada akhirnya protein (mis. PRH : Prolaktin Releasing Hormon PIH : Prolaktin Inhibiting Hormon k. Hormon yang dihasilkan hipotalamus sering disebut faktor R dan I mengontrol sintesa dan sekresi hormone hipofise anterior sedangkan kontrol terhadap hipofise posterior berlangsung melalui kerja saraf. TRH : Tyroid Releasing Hormon d. ACIH : Adrenocortico Inhibiting Hormon c. steroid). Hipotalamus sebagai pusat tertinggi sistem kelenjar endokrin yang menjalankan fungsinya melalui humoral (hormonal) dan saraf. enzim.

500 nm dan terletak di sayap lateral hipofise. Sel-sel inilah yang menghasilkan hormon somatotropin atau hormon pertumbuhan.Hipotalamus sebagai bagian dari sistem endokrin mengontrol sintesa dan sekresi hormonhormon hipofise. Lobus intermediate (pars intermediate) adalah area diantara lobus anterior dan posterior. Sel-sel lactotroph juga mengandung granula sekretori. mengandung granula sekretori. fungsinya belum diketahui secara pasti. menghasilakan FSH dan LH. menghasilkan ACTH. dengan diameter 27-350 nm. menghasilkan prolaktin atau laktogen. Lebih kurang 25% ³sel kelenjar hipofise tidak dapat diwarnai dengan pewarnaan yang lazim digunakan dan karena itu disebut sel-sel . merupakan 1/3 bagian hipofise dan terdiri dari jaringan saraf sehingga disebut juga neurohipofise. mengandung granula sekretori. Ssel-sel kortikotrof diameter sel kira-kira 375-550 nm. Sel nonsekretori terdiri atas sel kromofob. Hipofise anterior dikontrol oleh kerja hormonal sedang bagian posterior dikontrol melalui kerja saraf. berdiameter 350. c. Lobus posterior. Sel-sel somatotrof bentuknya besar. lekukan os spenoidalis basis cranii. Secara histologis. Sel-sel Tirotroph berbentuk polihedral. Hipofise stalk adalah struktur yang menghubungkan lobus posterior hipofise dengan hipotalamus. 2. d. namun beberapa referensi yang ada mengatakan lobus ini mungkin menghasilkan melanosit stimulating hormon (MSH). Lobus anterior ini juga disebut adenohipofise. menghasilkan TSH. Sel-sel gonadotrof diameter sel kira-kira 275-375 nm. b. e. merupakan granula terbesar. sel-sel kelenjar hipofise dikelompokan berdasarkan jenis hormon yang disekresi yaitu: a. merupakan bagian terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian dari hipofise. Berbentuk oval dengan diameter kira-kira 1 cm dan dibagi atas dua lobus Lobus anterior. Struktur dan Fungsi Hipofise Hipofise terletak di sella tursika. mengandung granula sekretori dengan diameter 50100 nm. Struktur ini merupakan jaringan saraf.

ase. yang dapat dihambat oleh ATP. disamping kiri dan kanan trakhea. ion klorat dan ion sianat. Masing-masing lobus kelenjar ini mempunyai ketebalan lebih kurang 2 cm.kelenjar tiroid mendapat sirkulasi darah dari arteri tiroidea superior dan arteri tiroidea inferior. Struktur dan Fungsi Kelenjar Tiroid Kelenjar tiroid terletak pada leher bagian depan. Di dalam folikel ini terdapat rongga yang berisi koloid dimana hormon-hormon disintesa. Dipersarafi oleh saraf adrenergik dan kolinergik. lebar 2. Pada orang dewasa beratnya lebih kurang 18 gram. 3. Selanjutnya terjadi reaksi penggabungan antara MIT dan DIT yang akan membentuk Tri iodotironin atau . Proses ini disebut pompa iodida.Hipofise menghasilkan hormon tropik dan nontropik. Lobus kanan kelenjar tiroid mendapat suplai darah yang lebih besar dibandingkan dengan lobus kiri. Sel folikel membentuk molekul glikoprotein yang disebut Tiroglobulin yang kemudian mengalami penguraian menjadi mono iodotironin (MIT) dan Diiodotironin (DIT). saraf adrenergik berasal dari ganglia servikalis dan kolinergik berasal dari nervus vagus. Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel sedangkan kalsitonin dihasilkan oleh parafolikuler. tepat di bawah kartilago krikoid. Hormon tropik akan mengontrol sintesa dan sekresi hormon kelenjar sasaran sedangkan hormon nontropik akan bekerja langsung pada organ sasaran. T4 dan sedikit kalsitonin. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yaitu lobus kiri kanan yang dipisahkan oleh isthmus. Bahan dasar pembentukan hormon-hormon ini adalah yodium yang diperoleh dari makanan dan minuman. Arteri tiroidea superior merupakan percabangan arteri karotis eksternal dan arteri tiroidea inferior merupakan percabangan dari arteri subklavia. Kemampuan hipofise dalam mempengaruhi atau mengontrol langsung aktivitas kelenjar endokrin lain menjadikan hipofise dijuluki master of gland. Kelenjar tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3.5 cm dan panjangnya 4 cm. Yodium yang dikomsumsi akan diubah menjadi ion yodium (yodida) yang masuk secara aktif ke dalam sel kelenjar dan dibutuhkan ATP sebagai sumber energi.kromofob. Tiap-tiap lobus mempunyai lobuli yang di masing-masing lobuli terdapat folikel dan parafolikuler. Pewarnaan yang sering dipakai adalah carmosin dan erytrosin. Sel foli-kular adalah sel-sel yang berfolikel.

f. T3 lebih cepat dan lebih kuat reaksinya tetapi waktunya lebih singkat dibanding dengan T4. c. Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin e. Mengatur laju metabolisme tubuh. Tirokalsitonin mempunyai jaringan sasaran tulang dengan fungsi utama menurunkan kadar kalsium serum dengan menghambat reabsorpsi kalsium di tulang. Faktor utama yang mempengaruhi sekresi kalsitonin adalah kadar kalsium serum. tiourasil. Merangsang pembentukan sel darah merah g. Fungsi hormon-hormon tiroid antara adalah: a. paru-paru dan testis b. T3 lebih sedikit jumlahnya dalam darah. . h. dan metil kaptoimidazol. T4 dapat dirubah menjadi T3 setelah dilepaskan dari folikel kelenjar. Proses penggabungan ini dirangsang oleh TSH namun dapat dihambat oleh tiourea. Faktor tambahan adalah diet kalsium dan sekresi gastrin di lambung. Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai kompensasi tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolisme.pengeluaran tirokalsitonin dan sebaliknya peningkatan kalsium serum akan merangsang pengeluaran tirokalsitonin. Kedua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi namun berbeda dalam intensitas dan cepatnya reaksi. Baik T3 dan T4 kedua-duanya meningkatkan metabolisme karena peningkatan komsumsi oksigen dan produksi panas. Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya pertumbuhan saraf dan tulang d. lien. Efek ini pengecualian untuk otak. Bereaksi sebagai antagonis insulin. sulfonamid. Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah kekuatan kontraksi otot dan menambah irama jantung. Kadar kalsium serum yang rendah akan menekan .T3 dan DIT dengan DIT akan membentuk tetra iodotironin atau tiroksin (T4). Hormon T3 dan T4 berikatan dengan protein plasma dalam bentuk PBI (protein binding Iodine).

yang dihubungkan oleh isthmus. Kelenjar tiroid sedikit lebih berat pada wanita terutama saat menstruasi dan hamil. walaupun terkadang pada beberapa orang tidak ada. Beratnya kira2 25 gr tetapi bervariasi pada tiap individu. Panjang dan lebarnya kira2 1. Kelenjar ini terselubungi lapisan pretracheal dari fascia cervicalis dan terdiri atas 2 lobus. Isthmus menghubungkan bagian bawah kedua lobus.1. Secara embriologi. Setiap lobus berukutan 5x3x2 cm. tahap pembentukan kelenjar tiroid adalah: . lobus dextra dan sinistra. Terletak di anterior cartilago thyroidea di bawah laring setinggi vertebra cervicalis 5 sampai vertebra thorakalis 1. Ujung apikalnya menyimpang ke lateral ke garis oblique pada lamina cartilago thyroidea dan basisnya setinggi cartilago trachea 4-5. Lobus kelenjar tiroid seperti kerucut.25 cm dan biasanya anterior dari cartilgo trachea walaupun terkadang lebih tinggi atau rendah karena kedudukan dan ukurannya berubah. Anatomi Tiroid: Kelenjar tiroid merupakan kelenjar berwarna merah kecoklatan dan sangat vascular.

Tonjolan kedua pada foramen ceacum. anonyma. 2. Posisi akhir kelenjar tiroid terletak di depan vertebra cervicalis 5. 6. V. 2. V. y Namun pada kelainan klinis. thyroidea superior (bermuara di V. Aliran limfe terdiri dari 2 jalinan: 1. y Kelenjar tiroid akan mencapai kematangan pada akhir bulan ke-3. A. thyroidea superior (arteri utama). jugularis interna). V. dan 7. Tonjolan pertama disebut pharyngeal pouch. yang berada ventral di bawah cabang farings I. Kelenjar tiroid dialiri oleh beberapa arteri: 1. dan ductus thyroglossus akan menghilang. 3. cabang langsung dari aorta atau A. Jalinan kelenjar getah bening intraglandularis 2. A.y Kelenjar tiroid mulanya merupakan dua buah tonjolan dari dinding depan bagian tengah farings. 3. Terkadang masih pula terdapat A. jugularis interna). thyroidea inferior (arteri utama). yaitu antara arcus brachialis 1 dan 2. thyroidea inferior (bermuara di V. yang terbentuk pada usia kelahiran 4 minggu. y Pada minggu ke-7. thyroidea medialis (bermuara di V. anonyma kiri). Jalinan kelenjar getah bening extraglandularis . sisa kelenjar tiroid ini juga masih sering ditemukan di pangkal lidah (ductus thyroglossus/lingua thyroid) dan pada bagian leher yang lain. tonjolan dari foramen caecum akan menuju pharyngeal pouch melalui saluran yang disebut ductus thyroglossus. Kelenjar tiroid mempunyai 3 pasang vena utama: 1. thyroidea ima.

Persarafan kelenjar tiroid: 1. tiroid inferior mensuplai basis kelenjar dan bercabang ke superior (ascenden) dan inferior yang mensuplai permukaan inferior dan posterior kelenjar. Ganglion simpatis (dari truncus sympaticus) cervicalis media dan inferior 2. akibatnya pita suara terganggu (stridor/serak). Beberapa bahkan juga mengalir ke nodus brachiocephal yang terhubung dengan tymus pada mediastinum superior.vagus) N. y tiroid superior menembus fascia tiroid dan kemudian bercabang menjadi cabang anterior dan posterior. 2. yaitu N. laryngea superior dan N. brachiocephalica atau cabang aorta. Dari sekitar V. inferior. Histologi Kelenjar Tiroid: . lateral dan inferior. dan terkadang juga arteri tiroidea ima dari a. Arterinya banyak dan cabangnya beranastomose pada permukaan dan dalam kelenjar. Cabang anterior mensuplai permukaan anterior kelenjar dan cabang posterior mensuplai permukaan lateral dan medial. laryngea superior dan inferior sering cedera waktu operasi. Vaskularisasi Kelenjar tiroid disuplai oleh arteri tiroid superior. jugularis ini diteruskan ke limfonoduli mediastinum superior. laryngea recurrens (cabang N. Sistem Limfatik Pembuluh limfe tiroid terhubung dengan plexus tracheal dan menjalar sampai nodus prelaringeal di atas isthmus tiroid dan ke nodus pretracheal serta paratracheal. jugularis.Kedua jalinan ini akan mengeluarkan isinya ke limfonoduli pretracheal lalu menuju ke kelenjar limfe yang dalam sekitar V. Parasimpatis. baik ipsilateral maupun kontralateral.Sistem venanya berasal dari pleksus perifolikular yang menyatu di permukaan membentuk vena tiroidea superior.

Fisiologi Kelenjar Tiroid . Folikel ini dikelilingi jaringan ikat tipis yang kaya dengan pembuluh darah. sel folikel dapat berubah menjadi silindris. y Sel folikel yang mengelilingi thyroid folikel ini dapat berubah sesuai dengan aktivitas kelenjar thyroid tersebut. 3.y Kelenjar ini tersusun dari bentukan-bentukan bulat dengan ukuran yang bervariasi yang disebut thyroid follicle. y ada kelenjar thyroid yang hipoaktif. SEL PARAFOLIKULER y Diantara thyroid folikel terdapat sel parafolikuler yang bisa berupa kelompok-kelompok sel ataupun hanya satu sel yang menempel pada basal membran dari thyroid folikel. dengan warna koloid yang dapat berbeda pada setiap thyroid folikel dan sering kali terdapat Vacuola Resorbsi pada koloid tersebut. y Fungsi sel parafolikuler ini menghasilkan Hormon Thyricacitonin yang dapat menurunkan kadar kalsium darah. bahkan dapat menjadi pipih. Sel ini mempunyai ukuran lebih besar dan warna lebih pucat dari sel folikel. sel foikel menjadi kubis rendah. y Setiap thyroid follicle terdiri dari sel-sel selapis kubis pada tepinya yang disebut SEL FOLIKEL dan mengelilingi koloid di dalamnya. Tetapi bila aktivitas kelenjar ini tinggi.

tetapi ia kurang kuat berikatan pada jaringan karena jumlah reseptornya sedikit. Kelenjar tiroid berfungsi untuk pertumbuhan dan mempercepat metabolisme. Tiroksin memiliki banyak reseptor pada protein pengikat plasma di serum yang mengakibatkan banyaknya jumlah hormon ini di serum. . Tiroglobulin adalah glikoprotein besar yang nantinya akan mensekresi hormon tiroid. Proses pembentukan tiroglobulin. Proses pembentukan hormon tiroid adalah: a.Hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Proses penjeratan ion iodida dengan mekanisme pompa iodida. terletak di kartilago krokoidea di leher pada cincin trakea ke dua dan tiga. Karakteristik triioditironin adalah berjumlah lebih sedikit dalam serum karena reseptornya lebih sedikit dalam protein pengikat plasma di serum tetapi ia lebih kuat karena memiliki banyak resptor pada jaringan. Kelenjar tiroid menghasilkan dua hormon yang penting yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). dihubungkan oleh isthmus. b. Kelenjar tiroid memiliki dua buah lobus. Pompa ini dapat memekatkan iodida kira-kira 30 kali konsentrasinya di dalam darah.

e. Efek tiroid dalam transpor aktif : meningkatkan aktifitas enzim NaK-ATPase yang akan menaikkan kecepatan transpor aktif dan tiroid dapat mempermudah ion kalium masuk membran sel. Efek pada metabolisme karbohidrat : menaikkan aktivitas seluruh enzim. Ikatan protein pengikat plasma dengan hormon tiroid terutama tiroksin sangat kuat jadi tiroksin lama keluar dari protein ini. Proses ini dibantu oleh enzim iodinase agar lebih cepat. (Guyton. Pada proses ini iodium (I) akan menggantikan hidrogen (H) pada cincin benzena tirosin. (2) Meningkatkan kecepatan pembentukan ATP. Tiroglobulin ini juga sering disebut protein pengikat plasma. Jika dua diiodotirosin bergabung akan menjadi tetraiodotironin atau yang lebih sering disebut tiroksin. Proses coupling (penggandengan tirosin yang sudah teriodinasi). Hal ini dapat terjadi karena afinitas iodium terhadap oksigen (O) pada cincin benzena lebih besar daripada hidrogen. Jika monoiodotirosin bergabung dengan diiodotirosin maka akan menjadi triiodotironin. Sedangkan triiodotironin lebih mudah dilepas karena ikatannya lebih lemah. dalam hal ini tiroglobulin. Pada proses ini tirosin yang sudah teriodinasi (jika teriodinasi oleh satu unsur I dinamakan monoiodotirosin dan jika dua unsur I menjadi diiodotirosin) f. Proses pengoksidasian ion iodida menjadi iodium. . Hormon tiroid tidak larut dalam air jadi untuk diedarkan dalam darah harus dibungkus oleh senyawa lain. d. Proses iodinasi asam amino tirosin.c. 1997) EFEK HORMON TIROID Efek hormon tiroid dalam meningkatkan sintesis protein adalah : (1) Meningkatkan jumlah dan aktivitas mitokondria. Proses ini dibantu oleh enzim peroksidase dan hidrogen peroksidase. Proses organifikasi tiroid.

Meningkatkan nafsu makan dan asupan makanan. Efek pada Respirasi. maka hampir selalu menurunkan berat badan. Meningkatnya kecepatan metabolism akan meningkatkan pemakaian oksigen dan pembentukan karbondioksida. Aliran darah. Meningkatkan ukuran dan meningkatkan aktivitas sekretorik sel tiroid . dan Volume darah meningkat karena meningkatnya metabolism dalam jaringan mempercepat pemakaian oksigen dan memperbanyak produk akhir yang dilepas dari jaringan. Efek ini menyebabkan vasodilatasi pada sebagian besar jaringan tubuh. Dan peningkatan laju basal setinggi 60 sampai 100 persen diatas normal. Efek tiroid pada metabolisme vitamin: menaikkan kebutuhan tubuh akan vitamin karena vitamin bekerja sebagai koenzim dari metabolisme. maka laju metabolisme basal akan meningkat. Curah jantung. dan trigliserid dan menaikkan asam lemak bebas. fosfolipid. dan bila produksinya sangat berkurang. Efek Pada berat badan. PENGATURAN SEKRESI HORMON TIROID Regulasi hormon tiroid diprakarsai oleh hormon TSH (Tiroid Stimulating Hormone) yang dilepas hipotalamus. Meningkatkan aktivitas pompa iodium 3. TSH berfungsi untuk : 1. Efek terhadap Cardiovascular. Bila hormone tiroid meningkat. Efek ini terjadi karena hormone tiroid meningkatkan nafu makan. maka hampir selalu menaikkan berat badan. Oleh karena metabolisme sebagian besar sel meningkat akibat efek dari tiroid. Meningkatkan iodinasi tirosin dan meningkatkan kecepatan proses coupling 4. sehingga meningkatkan aliran darah. Pada plasma dan lemak hati hormon tiroid menurunkan kolesterol. Tiroid dapat meningkatkan kecepatan sekresi getah pencernaan dan pergerakan saluran cerna. Frekuensi deny jantung. Efek pada saluran cerna.Efek pada metabolisme lemak: mempercepat proses oksidasi dari asam lemak. Meningkatkan proteolisis tiroglobulin 2.

agar dapat digunakan untuk pembentukan hormone tiroksin maka pertama-tama harus terjadi pengangkutan iodide dari darah kedalam sel-sel dan folikel kelenjar tiroid. Membran basal tiroid mempunyai kemampuan yang spesifik untuk memompakan iodide secara aktif ke bagian dalam sel. setiap tahunnya dibutuhkan kira-kira50 mg iodium yang ditelan dalam bentuk iodide. I. sebagian besar dari iodide tersebut dengan cepat dikeluarkan oleh ginjal. 6. Tiroid-Hormon T3-T4 SINTESIS. Coupling of the Tg carbohydrate units in the smooth endoplasmic reticulum and Golgi apparatus. 2. and coupling of iodotyrosyl to iodothyronyl residues. (Guyton. Iodida yang ditelan secara oral akan diabsorbsi dari saluran cerna kedalam darah denga pola yang kira-kira mirip dengan klorida. disertai perubahan sel kuboid jadi kolumner. Kemampuan ini disebut penjeratan iodide (iodide trapping). Iodide oxidation. Transport of exocytotic vesicles with noniodinated Tg to the apical surface of the follicle cell and into the follicular lumen. atau kira-kira 1mg perminggu. Iodide transport at the basal cell membrane. 1997). Tg iodination. 4. Thyroglobulin (Tg) and protein synthesis in the rough endoplasmic reticulum. Biasanya. 3. SEKRESI. tetapi hanya setelah kirakira satu perlimanya dipindahkan dari sirkulasi darah oleh sel-sel kelenjar tiroid secara selektif dan dipergunakan untuk sintesis hormone tiroid. Formation of exocytotic vesicles. Kemudian. . Meningkatkan jumlah sel-sel tiroid. Untuk membentuk jumlah normal tiroksin.5. 5. Sintesis tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) terdiri dari: 1. DAN TRANSPORT HORMON YANG DIHASILKAN TIROID UPTAKE DAN SEKRESI IODIUM Kebutuhan iodium untuk pembentukan tiroksin. Hormon TSH dirangsang oleh TRH (Tirotropin Releasing Hormone).

Storage of iodinated Tg in the follicular lumen. C. Colloid droplets. A. Pembentukan dan sekresi non-iodinated Tiroglobulin (non-iodinated Tg) 1) Proses di Retikulum endoplasma kasar: Tiroglobulin merupakan suatu glikoprotein dimer. 11. Monoidotyrosine (MIT) and diiodotyrosine (DIT) deiodination. Uptake dan pengangkutan iodida oleh tiroid 5) Iodida dari darah dijerat dan diangkut ke dalam sel-sel dan folikel kelenjar tiroid. 2) Coupling unit karbohidrat Tg di RE halus dan apparatus golgi dan menghasilkan Tg yang belum teriodinasi (non-iodinated Tg) 3) Pembentukan vesikula yang berisi non-iodinated Tg. 14. Pembentukan T3 dan T4 dari Iodida dan Tg 6) Oksidasi iodide. 13.7. Phagolysosomes with Tg hydrolysis. B. Triiodothyronine (T3) and thyroxine (T4) secretion. 8. Endocytosis by macropinocytosis (pseudopods). Lysosome migrating to the apical pole. Oksidasi iodide . dan coupling iodotyrosyl menjadi residu iodothyronyl i. Endocytosis by micropinocytosis. Iodinasi Tg. Penjeratan iodida dari darah ke sel terjadi pada membran basal sel tiroid melalui NIS (Natrium-Iodide Symport). 9. 15. sintesis tiroglobulin diawali dengan protein sintesis yang terjadi pada reticulum endoplasma kasar untuk menghasilkan unit karbohidrat Tg. 12. Sebagaimana protein lain. 10. 4) Transport vesikel dan eksositosis non-iodinated Tg ke dalam lumen folikel tiroid melalui membran apical sel. Fusion of lysosomes with colloid droplets.

amino benzen dan imidazol. ³Proses Organifikasi´ TiroglobulinàIodinasi gugus tirosil Yang dimaksud proses organisasi Tg adalah pengikatan iodium dengan molekul noniodinated Tg. tempat dimana vesikula berisi non-iodinated Tg dieksositosis ke dalam folikel. mula-mula terbentuk monoiodotirosin (MIT). iii. proteaseà digestif.Proses oksidasi iodide melibatkan peran enzim peroksidase. 2) Pinositosis. II. Enzim peroksidase ini terletak di bagian apical membrane sel atau bahkan melekat pada membrane apical sel.Vesikula pinositik yang berisi koloid terbentuk dan µmenelan¶ cairan koloid ke dalam sel 3) Pembentukan droplet koloid 4) Migrasi lisosom ke bagian apical sel. Coupling (penggandengan) MIT dan DIT Baik MIT maupun DIT sama-sama bergandengan satu sama lainnya dan membentuk Tiroksin (T4) dan triiodo tironin (T3) D. Mula-mula bagian apical sel membentuk pseudopodia yang menjulur ke dalam folikel dan mengitari koloid di dalam folikel. Sekresi tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) 1) Pembentukan vesikula pinositik. kemudian diiodotirosin (DIT). Iodium yang teroksidasi akan berikatan langsung dengan gugus tirosil yang ada di dalam Tg dengan dipercepat oleh enzim iodinase. dan dihambat oleh tiourea. yang terpenting Lisosom berisi enzim-enzim . Reaksi tersebut dirangsang oleh TSH. ii. Penyimpanan T3 dan T4 di dalam folikel 7) Hormon tiroid disimpan dalam folikel dalam bentuk molekul tiroglobulin yang mengandung 1-3 molekul tiroksin dan 1 molekul triiodotironin untuk tiap 14 molekul tiroksin.

terjadi proses digestif oleh protease yang melepaskan molekul molekul T3 dan T4 dari Tg. hampir seluruhnya segera berikatan dengan protein plasma.com/anatomi-fisiologi-kelenjar-tiroid . 7) Sekresi T3 dan T4 ke dalam darah 8) Deiodinasi MIT dan DIT . yakni: o Tiroksin ±banding globulin (TBG) o Prealbumin ±banding globulin (pABG) o Albumin ‡ Pelepasan Lambat Tiroksin ke jaringan. Lisosom bergabung dengan droplet koloid membentuk suatu vesikula digestif. mengingat besarnya afinitas protein pengikat terhadap hormone. http://arispurnomo.5) Fusi lisosom dengan koloid droplet. Di dalam vesikula digestif. Pelepasan hormone dari protein plasma membutuhkan waktu yang lama. Pelepasan iodium dari gugus tirosin untuk bahan pembentukan hormone tiroid tambahan III. Enzim-enzim digestif yang ada di dalam lisosom memncerna koloid untuk melepaskan T3 dan T4 dari Tg 6) Hidrolisis tiroglobulin. Transport tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) ‡ Pengangkutan T3 dan T4 ke jaringan Baik tiroksin dan triiodo tironin.