You are on page 1of 50

Anatomi dan Fisiologi Sistem Perkemihan

Januari 28, 2009 — totonrofiunsri Pengertian Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjdinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh larut dlam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). Susunan Sistem Perkemihan Sistem perkemihan terdiri dari: a) dua ginjal (ren) yang menghasilkan urin, b) dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih), c) satu vesika urinaria (VU), tempat urin dikumpulkan, dan d) satu urethra, urin dikeluarkan dari vesika urinaria. Ginjal (Ren) Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke-3. Bentuk ginjal seperti biji kacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya lobus hepatis dexter yang besar. Fungsi ginjal Fungsi ginjal adalah a) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun, b) mempertahankan suasana keseimbangan cairan, c) mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh, dan d) mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan amoniak. Fascia Renalis terdiri dari: Fascia renalis terdiri dari a) fascia (fascia renalis), b) Jaringan lemak peri renal, dan c) kapsula yang sebenarnya (kapsula fibrosa), meliputi dan melekat dengan erat pada permukaan luar ginjal Struktur Ginjal Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa, terdapat cortex renalis di bagian luar, yang berwarna cokelat gelap, dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna cokelat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis.

Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah, pembuluh limfe, ureter dan nervus.. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalis majores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices renalis minores. Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal. Diperkirakan ada 1 juta nefron dalam setiap ginjal. Nefron terdiri dari : Glomerulus, tubulus proximal, ansa henle, tubulus distal dan tubulus urinarius. Proses pembentukan urin Tahap pembentukan urin 1. Proses Filtrasi ,di glomerulus terjadi penyerapan darah, yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowmen yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat, bikarbonat dll, diteruskan ke tubulus ginjal. cairan yang di saring disebut filtrate gromerulus. 2. Proses Reabsorbsi Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa, sodium, klorida, fospat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator reabsorbsi) di tubulus proximal. sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papilla renalis. 3. Proses sekresi. Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar. Pendarahan Ginjal mendapatkan darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria renalis, arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Arteri renalis bercabang menjadi arteria interlobularis kemudian menjadi arteri akuarta. Arteri interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi arteriolae aferen glomerulus yang masuk ke gromerulus. Kapiler darah yang meninggalkan gromerulus disebut arteriolae eferen gromerulus yang kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena cava inferior. Persarafan Ginjal

Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus renalis(vasomotor). Saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal. Ureter Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria. Panjangnya ± 25-30 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis. Lapisan dinding ureter terdiri dari: 1. Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa) 2. Lapisan tengah lapisan otot polos 3. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltic yang mendorong urin masuk ke dalam kandung kemih. Vesika Urinaria (Kandung Kemih) Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi). letaknya d belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul. Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet. Dinding kandung kemih terdiri dari: 1. Lapisan sebelah luar (peritoneum). 2. Tunika muskularis (lapisan berotot). 3. Tunika submukosa. 4. Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam). Uretra Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan air kemih ke luar. Pada laki-laki panjangnya kira-kira 13,7-16,2 cm, terdiri dari: 1. Urethra pars Prostatica

2. Urethra pars membranosa ( terdapat spinchter urethra externa) 3. Urethra pars spongiosa. Urethra pada wanita panjangnya kira-kira 3,7-6,2 cm (Taylor), 3-5 cm (Lewis). Sphincter urethra terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan urethra disini hanya sebagai saluran ekskresi. Dinding urethra terdiri dari 3 lapisan: 1. Lapisan otot polos, merupakan kelanjutan otot polos dari Vesika urinaria. Mengandung jaringan elastis dan otot polos. Sphincter urethra menjaga agar urethra tetap tertutup. 2. Lapisan submukosa, lapisan longgar mengandung pembuluh darah dan saraf. 3. Lapisan mukosa. Urin (Air Kemih) Sifat fisis air kemih, terdiri dari: 1. Jumlah ekskresi dalam 24 jam ± 1.500 cc tergantung dari pemasukan (intake) cairan dan faktor lainnya. 2. Warna, bening kuning muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh. 3. Warna, kuning tergantung dari kepekatan, diet obat-obatan dan sebagainya. 4. Bau, bau khas air kemih bila dibiarkan lama akan berbau amoniak. 5. Berat jenis 1,015-1,020. 6. Reaksi asam, bila lama-lama menjadi alkalis, juga tergantung dari pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam). Komposisi air kemih, terdiri dari: 1. Air kemih terdiri dari kira-kira 95% air. 2. Zat-zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein, asam urea, amoniak dan kreatinin. 3. Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fospat dan sulfat. 4. Pagmen (bilirubin dan urobilin). 5. Toksin.

6. Hormon. Mikturisi Mikturisi ialah proses pengosongan kandung kemih setelah terisi dengan urin. Mikturisi melibatkan 2 tahap utama, yaitu: 1. Kandung kemih terisi secara progresif hingga tegangan pada dindingnya meningkat melampaui nilai ambang batas (Hal ini terjadi bila telah tertimbun 170-230 ml urin), keadaan ini akan mencetuskan tahap ke 2. 2. adanya refleks saraf (disebut refleks mikturisi) yang akan mengosongkan kandung kemih. Pusat saraf miksi berada pada otak dan spinal cord (tulang belakang) Sebagian besar pengosongan di luar kendali tetapi pengontrolan dapat di pelajari “latih”. Sistem saraf simpatis : impuls menghambat Vesika Urinaria dan gerak spinchter interna, sehingga otot detrusor relax dan spinchter interna konstriksi. Sistem saraf parasimpatis: impuls menyebabkan otot detrusor berkontriksi, sebaliknya spinchter relaksasi terjadi MIKTURISI (normal: tidak nyeri). . Ciri-Ciri Urin Normal 1. Rata-rata dalam satu hari 1-2 liter, tapi berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. 2. Warnanya bening oranye tanpa ada endapan. 3. Baunya tajam. 4. Reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6. Bahan Bacaan Guyton dan Hall. 2007. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN Edisi II. Jakarta: EGC Pearce, Efelin C. 2006. Anatomi dan fisiologi untuk paramedic Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Syaifuddin. 1997. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta: EGC Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta: EGC

com/2009/01/28/anatomi-dan-fisiologi-sistemperkemihan/ .http://totonrofiunsri.wordpress.

Pada orang dewasa berat ginjal ± 200 gram. jumlahnaya ada 2 buah kiri dan kanan. . Pengertian Sistem Urinaria Sistem perkemihan atau sistem urinaria.Anatomi Fisiologi Sistem Perkemihan (Urinaria) 2/17/2010 NurAd1K 5 comments A. Dalam komponen tubuler terdapat kapsul Bowman. dan melekat langsung pada dinding abdomen. Kapsula bowman bersama glomerolus disebut korpuskel renal. tubulus pengumpul dan lengkung Henle yang terdapat pada medula. kemudian menjadi saluran yang lurus yang semula tebal kemudian menjadi tipis disebut ansa Henle atau loop of Henle. tubulus kontortus distal. karena membuat lengkungan tajam berbalik kembali ke korpuskel renal asal. kemudian berlanjut sebagai tubulus kontortus distal. serta tubulus – tubulus. Bentuknya seperti biji buah kacang merah (kara/ercis). Satuan struktural dan fungsional ginjal yang terkecil di sebut nefron. Komponen vaskuler terdiri atas pembuluh – pembuluh darah yaitu glomerolus dan kapiler peritubuler yang mengitari tubuli. yaitu tubulus kontortus proksimal. Kapsula Bowman terdiri atas lapisan parietal (luar) berbentuk gepeng dan lapis viseral (langsung membungkus kapiler golmerlus) yang bentuknya besar dengan banyak juluran mirip jari disebut podosit (sel berkaki) atau pedikel yang memeluk kapiler secara teratur sehingga celah – celah antara pedikel itu sangat teratur. Dan pada umumnya ginjal laki – laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. GINJAL Kedudukan ginjal terletak dibagian belakang dari kavum abdominalis di belakang peritonium pada kedua sisi vertebra lumbalis III. Susunan Sistem Perkemihan atau Sistem Urinaria : 1. B. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). ginjal kiri lebih besar dari pada ginjal kanan. bagian tubulus yang keluar dari korpuskel renal disabut dengan tubulus kontortus proksimal karena jalannya yang berbelok – belok. Tiap – tiap nefron terdiri atas komponen vaskuler dan tubuler.

.a. dan gabungan antara glomerolus dengan simpai bownman disebut badan malphigi Penyaringan darah terjadi pada badan malphigi. Zat – zat yang terlarut dalam darah akan masuk kedalam simpai bownman. Pada tempat penyarinagn darah ini banyak mengandung kapiler – kapiler darah yang tersusun bergumpal – gumpal disebut glomerolus. dan bagian rongga ginjal (pelvis renalis). pelvis renalis bercabang dua atau tiga disebut kaliks mayor. mengarah ke bagian dalam ginjal. Kliks minor ini menampung urine yang terus kleuar dari papila. 1. Rongga Ginjal (Pelvis Renalis) Pelvis Renalis adalah ujung ureter yang berpangkal di ginjal. Di dalam pembuluh halus ini terangkut urine yang merupakan hasil penyaringan darah dalam badan malphigi. Bagian – Bagian Ginjal Bila sebuh ginjal kita iris memanjang. Dari sini maka zat – zat tersebut akan menuju ke pembuluh yang merupakan lanjutan dari simpai bownman yang terdapat di dalam sumsum ginjal. berbentuk corong lebar. Kulit Ginjal (Korteks) Pada kulit ginjal terdapat bagian yang bertugas melaksanakan penyaringan darah yang disebut nefron. Pada bagian ini berkumpul ribuan pembuluh halus yang merupakan lanjutan dari simpai bownman. Piramid antara 8 hingga 18 buah tampak bergaris – garis karena terdiri atas berkas saluran paralel (tubuli dan duktus koligentes). setelah mengalami berbagai proses. Sabelum berbatasan dengan jaringan ginjal. yaitu diantara glomerolus dan simpai bownman. 2. sumsum ginjal (medula). yang masing – masing bercabang membentuk beberapa kaliks minor yang langsung menutupi papila renis dari piramid. hingga di tampung dalam kandung kemih (vesikula urinaria). yaitu bagian kulit (korteks). Diantara pyramid terdapat jaringan korteks yang disebut dengan kolumna renal. 3. ke pelvis renis ke ureter. maka aka tampak bahwa ginjal terdiri dari tiga bagian. Dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papila renis. Satu piramid dengan jaringan korteks di dalamnya disebut lobus ginjal. Dari Kaliks minor. urine masuk ke kaliks mayor. Tiap glomerolus dikelilingi oleh simpai bownman. Sumsum Ginjal (Medula) Sumsum ginjal terdiri beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramid renal.

3. 4. Tes konsentrasi Dilarang makan atau minum selama 12 jam untuk melihat sampai seberapa tinggi berat jenisnya naik. 2. yang berpasangan kiri dan kanan dan bercabang menjadi arteria interlobaris kemudian menjadi arteri akuata. Persyarafan Ginjal . 3. 2. Mengukur konsentrasi urenum darah Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan urenum maka urenum darah naik di atas kadar normal (20 – 40) mg%. Peredaran Darah dan Persyarafan Ginjal Peredaran Darah Ginjal mendapat darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria renalis.b. arteria interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi kapiler membentuk gumpalan yang disebut dengan glomerolus dan dikelilingi leh alat yang disebut dengan simpai bowman. Mengekskresikan zat – zat yang jumlahnya berlebihan (misalnya gula dan vitamin) dan berbahaya (misalnya obat – obatan. c. Mengatur tekanan darah dalam arteri dengan mengeluarkan kelebihan asam atau basa. Fungsi Ginjal: 1. misalnya amonia. Tes untuk protein albumin Bila kerusakan pada glomerolus atau tubulus. d. didalamnya terjadi penyadangan pertama dan kapilerdarah yang meninggalkan simpai bowman kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena kava inferior. bakteri dan zat warna). maka protein dapat bocor masuk ke dalam urine. Mengekskresikan zat – zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogennitrogen. Mengatur keseimbangan air dan garam dengan cara osmoregulasi. Tes Fungsi Ginjal Terdiri Dari : 1.

Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis. yaitu bagian yang mengahadap kearah belakang dan bawah. Lapisan dinding ureter terdiri dari : a. Ureter berjalan hampir vertikal ke bawah sepanjang fasia muskulus psoas dan dilapisi oleh pedtodinium. URETER Terdiri dari 2 saluran pipa masing – masing bersambung dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria) panjangnya ± 25 – 30 cm dengan penampang ± 0. terletak di belakang simfisis pubis di dalam ronga panggul. pembuluh darah. saraf inibarjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal. 2. Bagian vesika urinaria terdiri dari : 1. Gerakan peristaltik mendorong urin melalui ureter yang dieskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk pancaran. 3. Fundus. Anak ginjal (kelenjar suprarenal) terdapat di atas ginjal yang merupakan senuah kelenjar buntu yang menghasilkan 2(dua) macam hormon yaitu hormone adrenalin dan hormn kortison. Penyempitan ureter terjadi pada tempat ureter terjadi pada tempat ureter meninggalkan pelvis renalis. VESIKULA URINARIA ( Kandung Kemih ) Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan – gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk ke dalam kandung kemih (vesika urinaria).5 cm. berhubungan ligamentum vesika umbikalis medius. melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih. Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa) b.Ginjal mendapat persyarafan dari fleksus renalis (vasomotor) saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal. Bentuk kandung kemih seperti kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat. bagian ini terpisah dari rektum oleh spatium rectosivikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus . saraf dan pembuluh sekitarnya mempunyai saraf sensorik. Lapisan tengah otot polos c.

Pada laki. Verteks. Dinding kandung kemih terdiri dari beberapa lapisan yaitu. URETRA Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar. Rangsangan yang menyebabkan kontraksi kandung kemih dan relaksasi spinter interus dihantarkan melalui serabut – serabut para simpatis. Kontraksi sfinger eksternus secara volunter bertujuan untuk mencegah atau menghentikan miksi. Pembuluh darah Arteri vesikalis superior berpangkal dari umbilikalis bagian distal. tunika muskularis. Peritonium melapis kandung kemih sampai kira – kira perbatasan ureter masuk kandung kemih. diatur oleh torako lumbar dan kranial dari sistem persarafan otonom. Persarafan dan peredaran darah vesika urinaria. Korpus. dan lapisan mukosa (lapisan bagian dalam). 4. dan akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih. bagian yang maju kearah muka dan berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis. peritonium (lapisan sebelah luar). 3. Distensi kandung kemih. yaitu bagian antara verteks dan fundus. Torako lumbar berfungsi untuk relaksasi lapisan otot dan kontraksi spinter interna. Pembuluh limfe berjalan menuju duktus limfatilis sepanjang arteri umbilikalis. vesika seminalis dan prostate. Proses Miksi (Rangsangan Berkemih). diikuti oleh relaksasi spinter eksternus. kontrol volunter ini hanya dapat terjadi bila saraf – saraf yang menangani kandung kemih uretra medula spinalis dan otak masih utuh. Akibatnya akan terjadi reflek kontraksi dinding kandung kemih. tunika submukosa. Bila terjadi kerusakan pada saraf – saraf tersebut maka akan terjadi inkontinensia urin (kencing keluar terus – menerus tanpa disadari) dan retensi urine (kencing tertahan).laki uretra bewrjalan berkelok – kelok melalui tengah – tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis kebagia penis .deferent. oleh air kemih akan merangsang stres reseptor yang terdapat pada dinding kandung kemih dengan jumlah ± 250 cc sudah cukup untuk merangsang berkemih (proses miksi). 2. vena membentuk anyaman dibawah kandung kemih. Peritoneum dapat digerakkan membentuk lapisan dan menjadi lurus apabila kandung kemih terisi penuh. dan pada saat yang sama terjadi relaksasi spinser internus.

Warna bening muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh. Urine (Air Kemih) 1. C. Uretra pada wanita terletak dibelakang simfisis pubisberjalan miring sedikit kearah atas.020. . Uretra Prostaria 2. fosfat dan sulfat . diet obat – obatan dan sebagainya. 2.Air kemih terdiri dari kira – kira 95 % air . bikarbonat. panjangnya ± 3 – 4 cm. Sifat – sifat air kemih .Baerat jenis 1. tergantung pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam). dan lapisan submukosa. kalsium. . lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena – vena. Uretra membranosa 3. natrium.Warna kuning terantung dari kepekatan. Uretra pada laki – laki terdiri dari : 1.Bau khas air kemih bila dibiarkan terlalu lama maka akan berbau amoniak. amoniak dan kreatinin .Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis. NH3. . .Elektrolit.015 – 1. Uretra kavernosa Lapisan uretra laki – laki terdiri dari lapisan mukosa (lapisan paling dalam).500 cc tergantung dari masuknya (intake) cairan serta faktor lainnya. . Komposisi air kemih .panjangnya ± 20 cm.Zat – zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein asam urea.Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini hanya sebagai saluran ekskresi. Lapisan uretra pada wanita terdiri dari Tunika muskularis (sebelah luar). dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam).Jumlah eksresi dalam 24 jam ± 1.

Namun dari jumlah ini hanya sekitar 1% (1. dan urea sehingga terbentuklah urine sesungguhnya.Hormon 3. diteruskan ke seluruh ginja. bila diperlukan akan diserap kembali kedalam tubulus bagian bawah. sulfat. sodium. sodium. Proses reabsorpsi Terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa.Pigmen (bilirubin. fosfat dan beberapa ion karbonat. urobilin) . Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Dari . proses ini terjadi karena permukaan aferent lebih besar dari permukaan aferent maka terjadi penyerapan darah. Setiap harinyadapat terbentuk 150 – 180L filtart. air. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi kembali penyerapan dan sodium dan ion karbonat. Augmentasi (Pengumpulan) Proses ini terjadi dari sebagian tubulus kontortus distal sampai tubulus pengumpul. sedangkan sebagian yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. penyerapannya terjadi secara aktif dikienal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada pupila renalis. 4. klorida. c. urine yang dibawa ke pelvis renalis lalu di bawa ke ureter. Tahap – tahap Pembentukan Urine a.Toksin . Mekanisme Pembentukan Urine Dari sekitar 1200ml darah yang melalui glomerolus setiap menit terbentuk 120 – 125ml filtrat (cairan yang telah melewati celah filtrasi). bikarbonat dll. dan sebagian diserap kembali. Pada tubulus pengumpul masih terjadi penyerapan ion Na+. Proses filtrasi Terjadi di glomerolus. b. klorida. Dari tubulus pengumpul. Cl-.. cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa.5 L) yang akhirnya keluar sebagai kemih.

baunya tajam. urine dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.geoogle. Jakarta : Gramedia.com Gambar proses pembentukan urine.com http://nurad1k.blogspot. Mikturisi Peristiwa penggabungan urine yang mengalir melui ureter ke dalam kandung kemih. Miktruisi merupakan gerak reflek yang dapat dikendalikan dan dapat ditahan oleh pusat – pusat persyarafan yang lebih tinggi dari manusia.com/2010/02/anatomi-fisiologi-sistem-perkemihan. keinginan untuk buang air kecil disebabkan penanbahan tekanan di dalam kandung kemih dimana saebelumnmya telah ada 170 – 23 ml urine. Ketika kandung kemih sudah penuh. IPA Biologi SMP. Evi Dwisang.geoogle. www. Jakarta : Erlangga. (2004). Jakarta : EGC. reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata – rata 6. Ciri – ciri Urine Normal Rata – rata dalam satu hari 1 – 2 liter. Gambar ginjal. gerakannya oleh kontraksi otot abdominal yang menekan kandung kemih membantu mengosongkannya. (2008). 4. tapi berbeda – beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. Prawirohartono Slamet. Warnanya bening oranye pucat tanpa endapan. (1992). 5. Anatomi dan Fisiologi Untuk Keperawatan. (1991). (2003). urine dialirkan menuju vesika urinaria (kandung kemih) yang merupakan tempat penyimpanan urine sementara. www.. Inti Sari Biologi Untuk SMA. Syamsuri Istamar. Biologi Untuk SMA. Jakarta : Gramedia. Syarifuddin. Daftar Pustaka Luvina. (2008).html .ureter.

ketika mata terbuka. Palpebra Superior pars tarsalis (bagian atas mata dibawah pars supratarsalis.Anatomi Mata Mata Bagian Luar (yang terlihat dari luar) . lapisan tipis berwarna putih yang menyelubungi bagian mata  Tunica conjunctiva Palpebra. atau bentukan yang terbentuk oleh karena bentuk mata.Rima Palpebra. Terdiri dari dua bagian  Comissura Palpebra lateral (kearah pelipis)  Comisurra Palpebra medial (kearah hidung) . Hanya terbentuk ketika menutup mata karena bagian ini adalah satu kesatuan.Limbus Palpebra  Limbus Palpebra Anterior  Limbus Palpebra Posterior .Caruncula Lacrimalis. Angulus berarti sudut. menyelubungi bola mata .Comissura Palpebra. yang tetap terlihat ketika membuka mata) b. yang terlihat hanya ketika menutup mata) . Palpebra Superior pars supratarsalis (bagian atas mata dibawah alis. bentukan seperti daging yang menonjol berwarna merah muda pada sudut mata tepat di Angulus Oculi media.Palpebra. yaitu bagian luar yang menutupi/membungkus mata  Palpebra Inferior (terletak dibagian bawah mata)  Palpebra Superior (terletak dibagian atas mata) a. garis tengah mata yang terbentuk ketika menutup mata. ujung palpebra yang menonjol.Angulus oculi.Tunica Konjunctiva. menyelubungi palpebra  Tunica conjunctiva bulbi. . Angulus Oculi adalah bagian yang membentuk sudut mata pada sisi kiri dan kanan  Angulus oculi lateral (kearah pelipis)  Angulus oculi medial (kearah hidung) . adalah area atau jalur. Rima Palpebra akan terpisah dan bagian yang sama itu disebut Limbus ketika mata terbukan .

. 1. Secara umum Musculus pada mata terbagi dua. bagian tengah mata yang berwarna hitam. bagian menonjol pada Limbus Palpebra Posterior arah media dekat Caruncula Lacrimalis. . 1. terdiri dari enam musculus a. terletak dibelakang caruncula lacrimalis. namun jika diperbesar akan terlihat plica-plica. bagian pinggir atau sisi dari pupil. M.- Papila Lacrimalis.Sulcus sclera. batas antara bulbi dan palpebra. dll 2. pada Papila Lacrimalis terdapat tonjolan kecil yang ditengahnya terdapat lubang kecil yang disebut Punctum Lacrimalis. sulcus yang mengelilingi iris . berfungsi untuk mengatur cahaya yang masuk kemata . M.Rectus Superior) . berfungsi sebagai pengatur ukuran pupil sekaligus tampak sebagai warna mata .Fornix Conjunctiva. Musculus yang langsung menempel di bulbi.Orbicularis oculi. satu garis lurus dengan M.Pupil.Iris. Musculus rectus superior (terletak tepat diatas mata) b.Levator Palpebra superior.Plica Semilunaris Conjunctiva. 2. terdapat dibelakang Limbus palpebra posterior.  Fornix conjunctiva inferior  Fornix conjunctiva posterior Musculus pada mata. ukurannya sangat kecil. yaitu : Musculus yang menyokong mata melalu insersinya pada wajah Musculus yang langsung menempel di bulbi (bola mata) Musculus yang menyokong mata melalui insersinya pada wajah Contohnya : M. Musculus rectus inferior (terletak tepat dibawah mata.Depressor Supercili.

bagian ini terus berjalan kebelakang hingga bagian tengah N.Abducent (VI). Berhubungan ke area calcarina.Cilliare. bernama A. Musculus rectus media (terletak tepat disamping. bercabang menuju area calcarina.Karotis Interna. terdapat A. - Bagian dalam mata (Bulbi) Camera anterior bulbi Camera Posterior bulbi Facies Anterior Facies posterior Cornea .Karotis Interna. kearah pelipis) e.Coroidea Anterior.Centralis Retina. Musculus obliqus inferior (terletak disisi miring. N. N. Pada bagian A. Brodmann 17.Oculomotor (III). bersambung ke bagian A. memperdarahi bagian tersebut. kearah hidung) d. yaitu A. Nervus-nervus lainnya terutama berfungsi juga sebagai pengatur dari motorik mata yaitu N.Opthalamica yang terus berjalan menuju otak.Opticus.Trochlearis (IV) dan N. diantara lateral dan inferior) Persarafan mata Terdapat 2 nervus cranial paling penting yang mengatur mata yaitu : 1. diantara medial dan superior) f. keluar dari bola mata.Opticus (II). 3.c. berfungsi terutama untuk motorik dari bola mata. berfungsi terutama untuk asosiasi dari apa yang ditangkap oleh mata. 18 yang merupakan area asosiasi dari penglihatan 2. Musculus obliqus Superior (terletak disisi miring. Musculus rectus lateral (terletak tepat disamping. Perdarahan mata Perdarahan mata dimulai dari arteriol-arterial kecil yang membukus bagian bola mata yang disebut Aa.

area Brodmann 17.- Reticulum trabeculare Zonula cilliaris Lensa mata Corpus cilliare Stratum pigmentosum Stratusm nervosum Jaras persarafan mata secara umum : Cahaya didepan mata  Masuk ke bulbi dan melewati retina  N.18 untuk diasosiasikan 2. Radiatio optica  Calcarina. pada bagian ini jaras serabut saraf membagi menjadi dua bagian yaitu 1. Cornu Gerniculatum Lateral  N.Opticus Chiasma opticus  Tractus opticus. objek apa yanga dilihat didepan mata. .Oculomotor untuk menggerakan bola mata sesuai keinginan.

Etiologi Katarak 1. seperti melihat air terjun. tetapi disamping itu juga menjadi kuning warnanya dan keruh. pada umur 70 tahun sebagian individu telah mengalami perubahan lensa walau mungkin hanya menyebabkan sedikit gangguan penglihatan. Ketuaan ( Katarak Senilis ) Trauma . Askep Katarak Jenis katarak yang paling sering ditemukan adalah katarak senilis dan katarak senilis ini merupakan proses degeneratif (kemunduran ). Walaupun disebut katarak senilis tetapi perubahan tadi dapat terjadi pada umur pertengahan. yang akan mengganggu pembiasan cahaya. Perubahan yang terjadi bersamaan dengan presbiopi. 2.Askep Katarak Askep Katarak Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Katarak Definisi Katarak Katarak adalah nama yang diberikan untuk kekeruhan lensa yang mengakibatkan pengurangan visus oleh suatu tabir/layar yang diturunkan di dalam mata.

transparan. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal disertai influks air ke dalam lensa. di perifer ada korteks. 4. mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Di sekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan poterior nukleus. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi. Pada zona sentral terdapat nukleus. dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsula anterior dan posterior. Dengan bertambahnya usia. . Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak. Opasitaspada kapsul poterior merupakan bentuk aktarak yang paling bermakna seperti kristal salju. Perubahan dalam serabut halus multipel (zonula) yang memaenjang dari badan silier ke sekitar daerah di luar lensa. berbentuk seperti kancing baju. seperti German Measles ) Patofisiologi Katarak Anatomi Mata Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi. sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. Penyakit mata lain ( Uveitis ) Penyakit sistemik (DM) 5.3. Defek kongenital ( salah satu kelainan herediter sebagai akibat dari infeksi virus prenatal. nukleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan .

2. dapat disebabkan oleh kejadian trauma atau sistemis (diabetes) tetapi paling sering karena adanya proses penuaan yang normal. 5. Pengukuran Tonografi : TIO (12 – 25 mmHg) Pengukuran Gonioskopi membedakan sudut terbuka dari sudut tertutup glukoma. 3. Tes Provokatif : menentukan adanya/ tipe glaukoma . Temuan objektif biasanya meliputi pengembunann seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tak akan tampak dengan oftalmoskop. Biasanya klien melaporkan penurunan ketajaman penglihatan dan silau serta gangguan fungsional sampai derajat tertentu yang diakibatkan oleh kehilangan penglihatan tadi. Lapang Penglihatan : penurunan mungkin karena massa tumor. kesalahan refraksi.Katarak bisa terjaadi bilateral. penyakit sistem saraf. cahaya akan dipendarkan dan bukannya ditransmisikan dengan tajam menjadi bayangan terfokus pada retina. akueus/vitreus humor. Manifestasi Klinik Katarak Katarak Katarak didiagnosis terutama dengan gejala subjektif. Ketika lensa sudah menjadi opak. glukoma. lensa. mata silau yang menjengkelkan dengan distorsi bayangan dan susah melihat di malam hari. penglihatan ke retina. alkohol. Pemeriksaan Diagnostik Katarak 1. dan asupan vitamin antioksidan yang kurang dalam jangka waktu yang lama. Faktor yang paling sering berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar UV. karotis. obat-obatan. Kartu mata snellen /mesin telebinokuler : mungkin terganggu dengan kerusakan kornea. merokok. 4. Pupil yang normalnya hitam akan tampak abu-abu atau putih. Hasilnya adalah pendangan menjadi kabur atau redup.

fotofobia ( glukoma akut ). Oftalmoskopi : mengkaji struktur internal okuler. perubahan kacamata. 7. Penglihatan berawan/kabur. atau bila visualisasi segmen posterior sangat perlu untuk mengevaluasi perkembangan berbagai penyakit retina atau sarf optikus.6. papiledema. Neurosensori Gangguan penglihatan kabur/tak jelas. Pembedahan diindikasikan bagi mereka yang memerlukan penglihatan akut untuk bekerja ataupun keamanan. LED : menunjukkan anemi sistemik / infeksi. pengobatan tidak memperbaiki penglihatan. Mikroskop digunakan untuk melihat struktur mata selama pembedahan. 2. perdarahan. Pengkajian Keperawatan Katarak 1. sinar terang menyababkan silau dengan kehilangan bertahap penglihatan perifer. kesulitan memfokuskan kerja dengan dekat/merasa diruang gelap. lipid Tes toleransi glukosa : kotrol DM Penatalaksanaan Katarak Bila penglihatan dapat dikoreksi dengan dilator pupil dan refraksi kuat sampai ke titik di mana pasien melakukan aktivitas sehari-hari. . 8. Ada 2 macam teknik pembedahan . kolesterol serum. tampak lingkaran cahaya/pelangi di sekitar sinar. Ekstraksi katarak ekstrakapsuler Merupakan tehnik yang lebih disukai dan mencapai sampai 98 % pembedahan katarak. EKG. 9. 1. Ekstraksi katarak intrakapsuler Adalah pengangkatan seluruh lensa sebagai satu kesatuan. Aktifitas Istirahat Perubahan aktifitas biasanya/hobi sehubungan dengan gangguan penglihatan. Biasanya diindikasikan bila koreksi tajam penglihatan yang terbaik yang dapat dicapai adalah 20/50 atau lebih buruk lagi bila ketajaman pandang mempengaruhi keamanan atau kualitas hidup. seperti diabetes dan glaukoma. 2. maka penanganan biasanya konservatif. Darah lengkap. atrofi lempeng optik.

peningkatan air mata. balutan mata. 3. sakit kepala Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Katarak 1. penampilan. Nyeri / Kenyamanan Ketidaknyamanan ringan / mata berair. Dorong nafas dalam. kepala tinggi. pola hidup untuk menurunkan faktor resiko dan untuk melindungi diri dari cedera. Intervensi : Diskusikan apa yang terjadi tentang kondisi paska operasi. dll Tujuan : Menyatakan pemahaman terhadap faktor yang terlibat dalam kemungkinan cedera. membongkok. batuk untuk menjaga kebersihan paru. perdarahan intraokuler.Tanda : Tampak kecoklatan atau putih susu pada pupil (katarak). peningkatan TIO ditandai dengan : • • Adanya tanda-tanda katarak penurunan ketajaman penglihatan pandangan kabur. . menggaruk mata. Anjurkan menggunakan tehnik manajemen stress. Nyeri tiba-tiba / berat menetap atau tekanan pada atau sekitar mata. Batasi aktifitas seperti menggerakan kepala tiba-tiba. Beri klien posisi bersandar. Pertahankan perlindungan mata sesuai indikasi. Kriteria hasil : Menunjukkan perubahan perilaku. Ambulasi dengan bantuan : berikan kamar mandi khusus bila sembuh dari anestesi. Mengubah lingkungan sesuai indikasi untuk meningkatkan keamanan. nyeri. Resiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan kehilangan vitreus. atau miring ke sisi yang tak sakit sesuai keinginan. pembatasan aktifitas. pupil menyempit dan merah/mata keras dan kornea berawan (glukoma darurat.

2. bicara dengan menyentuh. analgesik. Kriteria Hasil : Mengenal gangguan sensori dan berkompensasi terhadap perubahan. sikloplegis. Selidiki kegelisahan. mengenal gangguan sensori dan berkompensasi terhadap perubahan. Ingatkan klien menggunakan kacamata katarak yang tujuannya memperbesar kurang lebih 25 persen.Minta klien membedakan antara ketidaknyamanan dan nyeri tajam tiba-tiba. . Pendekatan dari sisi yang tak dioperasi. Observasi hifema dengan senter sesuai indikasi. Asetolamid. Observasi pembengkakan lika. disorientasi. Orientasikan klien tehadap lingkungan Observasi tanda-tanda disorientasi. Letakkan barang yang dibutuhkan/posisi bel pemanggil dalam jangkauan/posisi yang tidak dioperasi. Intervensi : Tentukan ketajaman penglihatan. Perhatikan tentang suram atau penglihatan kabur dan iritasi mata. Mengidentifikasi/memperbaiki potensial bahaya dalam lingkungan. Gangguan peersepsi sensori-perseptual penglihatan berhubungan dengan gangguan penerimaan sensori/status organ indera. gangguan balutan. lingkungna secara terapetik dibatasi. dimana dapat terjadi bila menggunakan tetes mata. Tujuan : Meningkatkan ketajaman penglihatan dalam batas situasi individu. pupil berbentuk buah pir. catat apakah satu atau dua mata terlibat. pelihatan perifer hilang dan buta titik mungkin ada. Ditandai dengan : • • menurunnyaketajaman penglihatan perubahan respon biasanya terhadap rangsang. Berikan obat sesuai indikasi antiemetik. bilik anterior kempes.

. . . tipe prosedur. Tujuan : Klien menunjukkan pemhaman tentang kondisi. Marilyan E. proses penyakit dan pengobatan. prognosis. keterbatasan kognitif. Daftar Pustaka Doenges. misal : nyeri tiba-tiba. tentukan kebutuhan tidur menggunakan kacamata pelindung. Jakarta . dll. . mengangkat berat.Diskusikan kemungkinan efek/interaksi antar obat mata dan masalah medis klien. EGC . Alih bahasa: I Made Kariasa. mengejan saat defekasi.Dorong aktifitas pengalihan perhatian. . kurang terpajan/mengingat.Anjurkan klien tidur terlentang.3.Dorong pemasukkan cairan adekuat. berkedip. beritahu untuk melaporkan penglihatan berawan. yang ditandai dengan : • • • pertanyaan/pernyataan salah konsepsi tak akurat mengikuti instruksi terjadi komplikasi yang dapat dicegah.Informasikan klien untuk menghindari tetes mata yang dijual bebas. lensa. Kriteria Hasil : Melakukan dengan prosedur benar dan menjelaskan alasan tindakan. membongkok pada panggul.Identifikasi tanda/gejala memerlukan upaya evaluasi medis. . . .Anjurkan klien menghindari membaca. prognosis. pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi.Tekankan pentingnya evaluasi perawatan rutin. Rencana Asuhan Keperawatan. . 1999. Kurang pengetahuan tentang kondisi. Intervensi : .Kaji informasi tentang kondisi individu.Anjurkan klien memeriksa ke dokter tentang aktifitas seksual.

Jakarta. Yogyakarta . 2001.Long. C Barbara. Alih bahasa : Agung Waluyo. Jakarta. Alih bahasa : Setiawan Sari. Ilmu Penyakit Mata. EGC http://radyman. Pedoman Praktik Keperawatan. Jakarta. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Sandra M. Suzanne C. FKUI Smeltzer. Thorpe.com/2011/03/17/anatomi-mata-dan-fisiologi-mata/ . 1996.Bandung. Yayasan Essentia Medica Nettina. Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran Margaret R.Perawatan Medikal Bedah : 2. 2001.wordpress. EGC Sidarta Ilyas. Perawatan Mata. 2001.

Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale dan os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. Lubang hidung 2. Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi.Anatomi Fisiologi Saluran Pernafasan Anatomi Saluran Nafas Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung. Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh sebagian maxilla. diatas concha superior . Lubang yang membuka kedalam cavum nasi : 1. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah. dan bronkiolus. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. Sinus Sphenoidalis. sinus ini dilapisi oleh membrana mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan. farinx. pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan. Tulang-tulang ini dilapisi oleh membrane mukosa. Sphenoidale. bronkus. media. Membrana mukosa olfaktorius. dan inferior. mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. Tulang lengkung yang halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : conchae superior. trachea. larinx. palatinus. Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius. sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang lain. dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan membran mukosa. Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang kedalam cavum nasi. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. dan os. Hidung Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung.

Faring (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Ujung batas posterior diatas adalah cornu superior.3. penonjolan tempat melekatnya ligamen thyrohyoideum. Ductus nasolacrimalis. sebelah dalam kulit. Membrana cricottracheale menghubungkan batas bawahnya dengan cincin trachea I . Plica aryepiglottica. cavum nasi membuka kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior. dibawah concha inferior. Maka letaknya di belakang larinx (larinx-faringeal). membentuk batas jalan masuk laring Cartilago cricoidea Cartilago berbentuk cincin signet dengan bagian yang besar dibelakang. Orofaring adalah bagian dari faring merrupakan gabungan sistem respirasi dan pencernaan. Epiglottis Cartilago yang berbentuk daun dan menonjol keatas dibelakang dasar lidah. dan dibawah adalah cornu yang lebih kecil tempat beratikulasi dengan bagian luar cartilago cricoidea. diantara concha media dan superior 5. Laring merupakan struktur yang lengkap terdiri atas: 1. Epiglottis ini melekat pada bagian belakang V cartilago thyroideum. Sinus frontalis. Cornu inferior cartilago thyroidea berartikulasi dengan cartilago tyroidea pada setiap sisi. dan didepan laringofaring dan bagian atas esopagus. membrana mukosa. dan beberapa otot kecila. dihubungkan dengan cartilago tersebut oleh membrane cricotyroidea. epiglottis. berjalan kebelakang dari bagian samping epiglottis menuju cartilago arytenoidea. Membrana cricothyroideum à menghubungkan batas bawah dengan cartilago cricoidea. dan 2 cartilago arytenoidea 2. dan otot yang bekerja pada plica vokalis Cartilago tyroidea à berbentuk V. Pada bagian belakang. Terletak dibawah cartilago tyroidea. plika vokalis. Laring (tenggorok) Terletak pada garis tengah bagian depan leher. Membrana Tyroide à mengubungkan batas atas dan cornu superior ke os hyoideum. Membarana yaitu menghubungkan cartilago satu sama lain dan dengan os. oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan diantara concha media dan inferior 4. cartilago yaitu cartilago thyroidea. Sinus ethmoidalis. cartilago cricoidea. Hyoideum. dengan V menonjol kedepan leher sebagai jakun. glandula tyroidea.

Plica vocalis palsu adalah dua lipatan. Plica vokalis Plica vocalis adalah dua lembar membrana mukosa tipis yang terletak di atas ligamenturn vocale. dan bibir. mainan kecil (b) pembengkakan membrana mukosa. . yang dengan kontraksi dan relaksasi dapat mendekatkan dan memisahkan plica vocalis. Fonasi Suara dihasilkan olch vibrasi plica vocalis selama ekspirasi. misalnya difteri. dan thyroidea. Bagian ini tidak terlibat dalarn produksi suara. Gambaran klinis Laring dapat tersumbat oleh: (a) benda asing. dua pita fibrosa yang teregang di antara bagian dalam cartilago thyroidea di bagian depan dan cartilago arytenoidea di bagian belakang. Otot Otot-otot kecil yang melekat pada cartilago arytenoidea. Plica vokalis pada tiap sisi melekat dibagian posterio sudut piramid yang menonjol kedepan Membrana mukosa Laring sebagian besar dilapisi oleh epitel respiratorius. Respirasi Selama respirasi tenang. dan resonansi tertentu oleh sinus udara cranialis. Plica vocalis dilapisi oleh epitel skuamosa. cricoidea. pipi. misalnya kanker pita suara. Otototot tersebut diinervasi oleh nervus cranialis X (vagus).Cartilago arytenoidea Dua cartilago kecil berbentuk piramid yang terletak pada basis cartilago cricoidea. (c) infeksi. Selama respirasi kuat. plica vocalis terpisah lebar. Suara yang dihasilkan dimodifikasi oleh gerakan palaturn molle. (d) tumor. lidah. terdiri dari sel-sel silinder yang bersilia. misalnya setelah mengisap uap atau pada reaksi alergi. misalnya gumpalan makanan. membrana mukosa tepat di atas plica vocalis sejati. plica vocalis ditahan agak berjauhan sehingga udara dapat keluar-masuk.

jenis sel yang sama. Bronchus Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima. mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn. Trachea tersusun atas 16 – 20 lingkaran taklengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah belakang trachea. Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah.5 s/d 1. Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. dan lebih vertikal daripada yang kiri. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan.5 cm. yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara). Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru. trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan dibelakang manubrium sterni. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru.kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil. . Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. asinus atau. sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris.Trachea atau batang tenggorok Adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2.0 cm. selain itu juga membuat beberapa jaringan otot. berakhir setinggi angulus sternalis (taut manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi). disebut bronckus lobus bawah.

ductus alveolar. Terletak pada diafragma paru-paru juga Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura. permukaan mediastinal. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior. Suplai Darah 1. arteri pulmonalis 2.5 cm diatas calvicula 2. 4. Darah di atrium kanan mengair keventrikel kanan melalui katup AV lainnya. Arteri pulmonais . medius dan inferior sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior. arteri bronkialis Innervasi 1. arteriola.Paru-Paru Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2. yang disebut katup semilunaris (trikuspidalis). dan basis. permukaan costo vertebra. venula. menempel pada perikardium dan jantung. Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli. menempel pada bagian dalam dinding dada 3. dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis. kedalam arteri pulmonais. Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melewati katup keempat. bronchial venula. Apeks. Di dalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikasi. Simpatis mellaui truncus simpaticus Sirkulasi Pulmonal Paru-paru mempunyai 2 sumber suplai darah. sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas. Parasimpatis melalui nervus vagus 2. katup pulmonalis. sakkus alveolar dan alveoli. Paru-paru memilki : 1. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe.

Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali keatrium kiri untuk menyelesaikan siklus aliran darah.Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan. Setiap kapiler memberi perfusi kepada saluan pernapasan. Tekanan darah pulmoner sekitar 15 mmHg. Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis. dan venula menjadi vena. dan sirkulasi paru. Respirasi / Pernapasan Perut . Jantung. yaitu : 1.Tulang rusuk terangkat ke atas . Vena-vena menyatu untuk membentuk vena pulmonalis yang besar. Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan. melalui sebuah alveolus. maka suplai oksigen dan pengeluaran zat-zat sisa dapat berlangsung bagi semua sel. Fungsi sirkulasi paru adalah karbondioksida dikeluarkan dari darah dan oksigen diserap. sirkulasi sistemik. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara. semua kapiler menyatu kembali untuk menjadi venula. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan. ANATOMI FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI Pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen. 2. Di paru arteri pulmonalis bercabang-cabang berkali-kali menjadi erteriol dan kemudian kapiler. melalui siklus darah yang kontinyu mengelilingi sirkulasi sistemik dan par.bercabang-cabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang masing-masing mengalir keparu kanan dan kiri.Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut . Respirasi / Pernapasan Dada . pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. yaitu : 1. 2.

Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen..Otot difragma pada perut mengalami kontraksi . Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan 4. Ketika oksigen tembus selaput alveolus. Pada pembuluh darah arteri. CO2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringan menuju paruparu dengan bantuan darah. hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara.3 cc karbondioksida / CO2. Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari.Diafragma datar . tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHg dengan 19 cc oksigen. .Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.

. Lalu mengalir ke kotak suara (Laring) Laring. Ketika masuk dihidung udara disaring.Terdiri dari rangkaian cincin tulang rawan yang dihubungkan oleh otot-otot yang mengandung pita suara. Sistem kardiovaskuler menyediakan pompa. bersuhu mendekati suhu tubuh. sistem saraf pusat. Hal ini dilakukan oleh sel epitel yang memiliki lapisan mukus sekresi sel goblet dan kelenjar mukosa. Jika benda asing masuk melampaui glotis batuk yang dimiliki laring akan menghalau benda dan sekret kelur dari pernapasan bagian bawah.Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernapasan Label: medical Proses Pernapasan terdiri dari beberapa langkah dan dapat berperan sangat penting pada sistem pernapasan. serta sistem kardiovaskular. gerakan laring keatas. yang akan memberikan tenaga pendorong gerakan udara. pada waktu menelan. dan secara refleks merangsang toraks dan otot-otot diafragma. Sistem saraf pusat memberikan dorongan ritmik dari dalam untuk bernafas.Lalu gerakan silia mendorong lapisan mukus ke posterior didalam rongga hidung dan ke superior saluran pernapasan bagian bawah menuju faring.Dari sini partikel halus akan ditelan atau di batukkan keluar. Faring. dan dilembabkan. penutupan glotis(pemisah saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah. jaringan pembuluh darah yang diperlukan untuk mengangkut gas-gas antara paru-paru dan sel tubuh. dihangatkan. Saluran Penghantar udara Hidung.dan seperti pintu epiglotis yang berbentuk pintu masuk. selain fonasi laring juga berfunsi sebagai pelindung.Udara yang telah sampai ke faring telah diatur kelembapannya sehingga hampir bebas debu.

Pada hakekatnya alveolus adalah suatu gelembung gas yang dikelilingi oleh jaringan kapiler sehingga batas antara cairan dan gas membentuk tegangan permukan yang cenderung mencegah pengembangan saat inspirasi dan kolaps saat ekspirasi. yang bertanggung jawab pada sekresi surfaktan. Setelah iu terdapat asinus yang merupakan unit fungsional paru. . bronkiolus. Percabngan ini terus menjadi kecil sampai akhirnya menjadi bronkiolus terminalis(saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli). yaitu tempat pertukaran gas.5 cm (5 inchi). sakus alveolaris terminalis (akhir paru) yang menyerupai anggur dipisahkan oleh septum dari alveolus di dekatnya. disokong cincin tulng rawan berbentuk seperti kuda yang panjangnya kurang lebih 12. dan mencegah kolaps alveolus pada waktu ekspirasi. hanya otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Terdapat dua tipe lapisan sel alveolar: Pneumosit tipe I. Karina memiliki banyak saraf dan dapat menyebabkan bronkospasme dan batuk berat jika dirangsang. Pnrumosit tipe II. Cabang Bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkus lobaris dan segmentalis. hanya merupakan suatu pipapenghubung ke bronkus. jika tidak tertahan baik pada mulut atau hidung. defisiensi surfaktan merupakan faktor penting pada patogenesis sejumlah penyakit paru.Trakea. tempat trakea bercabang menjadi bronkus di sebut karina. terdiri dari bronkiolus respiratorius. bronkus. Bronkus utama kanan lebih pendek dan lebar serta hampir vertikal dengan trakea. tetapi dengan adanya lapisan yang terdiri dari zat lipoprotein (di sebut surfaktan) yang dapat mengurangi tegangan permukaan dan resistensi terhadap pengembangan pada waktu inspirasi. Sedangkan bronkus utama kiri lebih panjang dan sempit. Namun demikian arah bronkus utama kanan yang vertikal menyebabkan mudahnya kateter menghisap benda asing. diaman bentunya seperti sebuah pohon oleh karena itu disebut pohon trakeobronkial. Dalam setiap paru terdapat 300 juta alveolus dengan luas permukaan seluas sebuah lapangan tenis. ke bronkus utama kanan. merupakan lapisan yang menyebar dan menutupi daerah permukan.tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. maka udara tidak dapat memasuki paru kiri dan menyebabkan kolaps paru (atelekteasis). Asinus (lobulus primer). termasuk sindrom gawat nafas akut (ARDS). duktus alveolaris. Jika satu pipa ET yang menjamin jalan udara menuju ke bawah.

Lubang hidung kanan dan kiri masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.ANATOMI FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI ANATOMI FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI Oleh : Sandra Mustika Ningtyas Fungsi : untuk memperoleh oksigen agar dapat dipergunakan oleh sel tubuh dan mengeluarkan CO2 yg dihasilkan oleh sel  Sehingga yang dimaksud Anatomi Fisiologi Sistem Respirasi adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi makhluk hidup berikut mempelajari tentang asal-usul dan kajian dari berbagai metode ilmiah tentang system pernafasan dalam tubuh manusia. STRUKTUR RESPIRASI Hidung adalah bangunan berongga yang terbagi oleh sebuah sekat di tengah menjadi rongga hidung kiri dan kanan. 1. Hidung A. Setiap lubang hidung ketika beroperasi secara independen dapat mempengaruhi kimia tubuh dengan cara yang berbeda. Saluran nafas bagian atas i. Menghembuskan napas dari masingmasing lubang pun memiliki khasiat penyembuhan yang berbeda. Ketika kedua .

Contoh masing-masing fungsi lubang hidung antara lain: Bernapas dominan lubang hidung kanan 1. kelenjar keringat. kimia tubuh juga mengalami perubahan. terkait dengan kemampuan emosional. dihubungkan dengan kegiatan verbal. yang dirangsang oleh dominasi lubang hidung kanan. Fungsi masing-masing lubang hidung bisa dirasakan pada saat proses penyembuhan. visual. Sedangkan belahan otak kiri. Masing-masing rongga hidung dibagi menjadi bagian vestibulum. Masing-masing rongga di bagian depan berhubungan kelau melalui nares (cuping hidung) anterior dan di belakang berhubungan dengan bagian atas faring(nasofaring). Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbik. yang meluas ke dalam vestibulum nasi tempat terdapat kelenjar sebasea. Bangunan ini . Baik lubang hidung kanan dan kiri berhubungan dengan sisi berlawanan dari belahan otak dan lobus penciuman. yaitu bagian lebih lebar tepat di belakang nares anterior. Dapat meredakan stres 2. dan folikel rambut dengan rambutnya yang kaku dan besar. dan bagian respirasi. Hidung berada dalam kontak langsung dengan hipotalamus melalui jalur dengan lobus pencium di otak. yang terkait dengan emosi dan motivasi. Belahan otak kanan yang dipengaruhi oleh dominasi lubang hidung sebelah kiri. dan sebaliknya. lebih energik dan rasional. Caranya. Dapat membantu menyembuhkan gangguan pencernaan kronis Bernapas dominan lubang hidung kiri 1. berbaring di sisi kanan dan bernapas dengan lubang hidung kiri (menurup lubang hidung kanan) selama 25 sampai 30 menit. rongga hidung berbentuk seperti buah alpukat. terbagi dua oleh sekat (septum mediana). relaksasi dan kegiatan yang bersifat feminin. Dari dinding lateral menonjol tiga lengkungan tulang yang dilapisis mukosa. Permukaan luar hidung ditutupi oleh kulit yang memiliki cirri adanya kelenjar sebasea besar. Rambutnya kasar itu berfungsi menapis benda-benda kasar yang terdapat di dalam inspirasi. Meredakan sakit kepala 2. Pada potongan frontal. Bagian yang lebih dalam dari vestibulum adalah bagian respirasi. Mengatasi kesulitan tidur (insomnia).lubang hidung bekerja secara bersamaan. Bernapas melalui lubang hidung kiri mempengaruhi aktivitas kortikal otak di sisi kanan.

Udara masuk ke dalam rongga mulut atau hidung melalui faring dan masuk ke dalam laring. Daerah ini mengandung reseptor penghidu dan disebut daerah olfaktoria (mukosa olfaktoria). Di atas konka nasalis superior serta sekat hidung di dekatnya terdapat daerah berwarna coklatkekuningan. semua pasase pembuka masuk ke dalam faring dapat ditutup secara volunter. Hal ini merupakan jalan dari udara dan makanan. belakang dan atas palatum molle. dekat permukaan yang disebut jaringan kavernosus atau jaringan erektil. dan inferior. Bila tidak sama. dan alaringofaring di belakang faring. Macam-macam sinus yang ada adalah sinus maksilaris. telinga terasa sakit. Misalnya naik pesawat terbang.adalah konka nasalis superior. berdinding tipis. Hubungan faring dengan proses respirasi. di belakang rongga mulut dan permukaan belakang lidah. dan sinus sfenoidalis. Untuk membuka tuba ini. selama membukanya saluran nafas maka jalannya pencernaan harus ditutup sewaktu makan dan menelan . dengan pengecualian dari esofagus dan membukanya tuba auditiva. Tuba Eustachii bermuara pada nasofaring. medius. sinus etmoidalis. Nasofaring terletak di bagian posterior rongga hidung yang menghubungkannya melalui nares posterior. Kontrol ini sangat penting dalam pernafasan dan waktu makan. Faring Faring dapat dibagi menjadi nasofaring terletak di bawah dasar tengkorak. Terutama pada konka nasalis inferior terdapat pleksus vena besar. orofairng. Tuba ini berfungsi menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membrane timpani. sinus frontalis. i. orang harus menelan. Sinus paranasal adalah rongga berisi udara yang terdapat dalam tulang-tulang tengkorak dan berhubungan dengan rongga hidung. sehingga hidung tetutup yang menyukarkan bernafas dari hidung (pada orang yang alergi). Faring yang sering disebutsebut adalah bagian dari sistem pencernaan dan juga bagian dari sistem pernafasan. Kontrol membukanya faring. Melebarnya pleksus vena ini berakibat membengkaknya konka inverior ini. Udara masuk ke bagian faring ini turun melewati dasar dari faring dan selanjutnya memasuki laring.

atau “keras”nya suara diatur oleh jumlah udara yang melalui pita suara. dan terbuka kembali sesudahnya. Trakea . Di bawahnya terdapat tulang rawan krikoid. Laring juga menerima udara dari faring diteruskan ke dalam trakhea dan mencegah makanan dan air masuk ke dalam trakhea. Pembentukan suara adalah proses rumit. Fungsi laring. Bentuk rongga hidung dan sinus menghasilkan suara khas seseorang. Pita lebih panjang dan tebal pada pria sehingga menghasilkan suara lebih berat. Intensitas. dan ini pada gilirannya diatur oleh tekanan paru oleh otot abdomen. tinggi rendah suara juga tergantung panjang dan tebalnya pita suara itu sendiri. 1. sedangkan pada wanita pita suara lebih pendek. i. volume. Saluran nafas bagian bawah i. Hasil akhir suara masih ditentukan perubahan posisi bibir.Laring ditunjang oleh tulang-tulang rawan di antaranya yang terpenting adalah tulang rawan tiroid (Adam’s Apple). Suara bas berat sampai 1700 Hz untuk soprano tinggi. Mamalia menghasilkan suasa oleh getaran dari pita suara pada dasar laring. Kedua fungsi ini sebagian besar dikontrol oleh muskulus instrinsik laring. yan berhubungan dengan trakea. Laring Laring(kotak suara) bukan hanya jalan udara dari faring ke saluran nafas lainnya. yaitu mengatur tingkat ketegangan dari pita suara yang selanjutnya mengatur suara.atau makanan akan masuk ke dalam laring dan rongga hidung posterior. dan palatum molle. yang khas nyata pada pria. namun kurang jelas pada wanita. Epiglottis adalah sekeping tulang rawan elastic yang menutupi lubang ke laring sewaktu menelan. lidah. Selain pada frekuensi getaran. namun juga menghasilkan sebagian besar suara yang dipakai berbicara dan bernyanyi.

Trakea dilapisi epitel bertingkat dengan silia dan sel goblet.Trakea adalah tabung terbuka berdiameter 2. dan kemudian menjadi duktus dan sakus alveolaris (percabangan generasi 23). dengan bagian terbuka mengarah ke posterior (esophagus). ke arah faring untuk kemudian ditelan atau diludahkan atau dibatukkan. Saat memasuki paru. Paru mengandung ~17 juta . Bronkiolus (percabangan generasi 12-16) hanya sedikit sekali mengandung kartilago dan tetap terbuka karena jaringan paru disekitarnya. bronkus akan bercabang berulang kali menjadi bronkus lobaris.5 cm dan panjang 10-12 cm.Berotot  Jalan Napas Trakea Trakea bercabang menjadi dua Bronkus Utama. tempat ia bercabang menjadi bronkus kiri dan kanan. dan bronkus kecil (percabangan generasi 5-11). ia meluas dari laring sampai puncak paru. Potongan melintang trakea khas berbentuk huruf D. dindingnya mengandung segmen kartilago (tulang rawan) berbentuk U yan gmenghubungkan dengan otot polos. Tetapi terbukanya trakea disebabkan tunjangan sederetan tulang rawan (16-20 buah) yang berbentuk tapal kuda. Trakhea juga bersifat : . bronkus segmental (percabangan generasi 3 dan 4). di mana dindingnya membentuk alveoli dan hanya mengandung sel-sel epitel. Bronkiolus terkecil (terminal) akan bercabang menjadi bronkiolus respiratorius (percabangan generasi 17-19). yang terkecil memiliki diameter ~1 mm. Pori kecil (pori alveolar. pori kohn) memungkinkan terjadinya tekanan yang sama besar antar-alveoli.Sangat fleksibel . semuanya memiliki lempeng kartilago irregular dan pita heliks otot polos. Fungsi Trakea adalah menyediakan tempat bagi udara yang di bawa masuk dan udara yang dikeluarkan. Sel goblet menghasilkan mucus dan silia berfungsi menyapu partikel dan berhasil lolos dari saringan di hidung.

Sel-sel epitel yang membentuk dinding alveoli dan duktus alveolaris tidak bersilia. kontraksi diafragma akan mendatarkan kubah. imunpglobulin A). Perbedaan volume antara ekspirasi istirahat dan ekspirasi maksimumm disebut volume . mengurangi tekanan rongga toraks. kapasitas vital adalah volume tidal maksimum. yang memberikan permukaan pertukaran seluas ~85 m2. ekspirasi dibantu oleh kontraksi otot abdomen yang mempercepat recoil diafragma dengan meningkatkan tekanan abdomen (misalnya olahraga). yaitu ketika seseorang menarik napas sedalam-dalamnya dan menghembuskan napas sehabis-habisnya. namun. volume tdak istirahat normal adalah ~500 mL. volume ini bergantung pada usia. Sirkulai bronchial memasok jalan napas turun hingga ke bronkiolus terminalis. seperti volume paru lainnya. pada laju ventilasi yang tinggi. di alveoli. Mucus mengandung zat-zat yang melindung jalan napas dari pathogen (misalnya antitrypsin. Sel-sel goblet dan kelenjar submukosa menyekresi mucus seperti gel dengan tebal 10-15 µm yang mengapung pada fase sol yang lebih cair. Faktor-faktor yang meningkatkan ketebalan atau visikositas (kekentalan) mucus (missal asma. dan tinggi badan. lisozim.  Volume dan tekanan paru Volume tidal adalah volume udara yang keluar dan mausk paru saat pernapasan normal. dan umumnya merupakan pneumosit alveolar tipe I (selsel alveolar. Otot interkostalis eksterna membantu dengan cara menaikkan iga dan meningkatkan dimensi rongga toraks. yang terpenting adalah diafragma. jenis kelamin. makrofag ini menggantikan fungsi silia dengan membersihkan debris. otot inspirasi aksesorius (misalnya skalenus. Beberapa pneumosit tipe II menyekresi surfaktan yang mengurangi tegangan permukaan dan mencegah kolaps alveolar.cabang dan ~300 juta alveoli. sternomastoideus) membantu inspirasi jika terdapat tahanan jalan napas atau ventilasi yang tinggi. fibrosis kistik) atau mengurangi aktivitas silia (misalnya merokok) dapat mengganggu bersihan mukolisiaris dan menyebabkan infeksi berulang. Sel-sel ini membentuk permukaan pertukaran gas dengan endotel kapiler (membrane alveolar-kapiler). bronkiolus respiratorius dan percabangannya mendapat nutrient dari sirkulasi pulmonalis.  Otot pernapasan Otot pernapasan utama adalah otot inspirasi. epitel skuamosa) yang sangat tipis. Ekspirasi dicapai dengan recoil pasif paru dan dinding dada namun.  Epitel dan bersihin jalan napas Jalan napas dari trakea sampai bronkiolus respiratorius dilapisi oleh sel epitel kolumnar bersilia. sehingga menarik udara masuk ke paru-paru. Mikrofag (fagosit mobil) di jalan napas mengingesti benda asing dan megnhancurkan bakteri. Denyutan sinkron dari silia menggerakan mucus dan debris ke arah mulut (bersihan mukosiliaris). Pernapasan yang tenang normalnya adalah pernapasan diafragma.

hal yang sama pada inspirasi disebut volume cadangan inspirasi. Tahanan ini terutama adalah resistensi elastic dinding dada dan paru. sehingga terjadi tekanan itu. Selama inspirasi. Ruang rugi fisiologis adalah jumlah ruang rugi anatomis dan alveolar. sedangkan emfisema. Ruang rugi anatomis mencakup saluran napas dan turun hingga ke bronkiolus terminalis. ruang rugi alveolar adalah alveoli yan gtidak mampu mengadakan pertukaran gas. dimana terjadi kerusakan struktur paru. sedangkan colume paru setelah ekspirasi maksimum adalah volume residu. Besar FRC ditentukan oleh keseimbangan antara recoil elastic kea rah luar oleh dinding dada dan recoil elastic ke arah dalam oleh paru. ketika otot-otot respirasi berelaksasi. Selama ekspirasi. batuk). hal ini tidaklah penting. recoil berkurang dan FRC meningkat. perluasan rongga toraks membuat tekanan intrapleura menjadi lebih negative. Volume paru setelah inspirasi maksimum adalah kapasitas paru total. Penyakit yang mempengaruhi recoil elastic paru akan mengubah FRC. normalnya ~150 mL. Keduanya dikoupling oleh cairan di dalam rongga pleura dada yang kecil. walaupun. i. kecuali saat ekspirasi paksa (missal. dan dinding dada akan mengembang. Hal ini memunculkan gradient tekanan antara alveoli dengan mulut. FRC) adalah volume paru pada akhir pernapasan normal. tekanan intrapleura dan tekanan alveolar meningkat. fibrosis akan meningkatkan recoil sehingga mengurangi FRC. tekanan intrapleura tetap negative pada keseluruhan siklus karena ekspirasi normalnya adalah pasif. dan menarik udara ke paru. Kapasitas residu fungsional (fungtional residu capacity. Ruang rugi (dead space) adalah volumr jalan napas yang tidak berperan dalam pertukaran gas. perforasi dada menyebabkan udara tersedot ke dalam rongga pleura. Paru  Percabangan bronkus . menyebabkan paru dan alveoli mengembang dan mengurangi tekanan alveoli. dalam kesehatan. sementara paru kolaps (pneoumotoraks).cadangan ekspirasi. Otot-otot respirasi harus mampu mengatasi gaya tahan selama bernapas. resistensi terhadap aliran udara (resistensi jalan napas paru).

Bronkus ekstra-pulmoner susunannya sama dengan trakea. Bronkus kanan bercabang lagi menjadi bronkus (sekunder) lobus atas dan baeah. bercabang-cabang lagi membentuk empat sampai tujuh bronkiolus terminalis dan masing-masing bercabang lagi menjadi dua bronkiolus respiratorius. Bagian ini bercabang lagi lebih dari tiga kali menjadi duktus alveolaris. anda Memaparkan daerah paru kira-kira seluas lapangan tenis terhadap udara segar. karena tampak bulat. hanya lebih kecil. masing-masing alveolus dilapisi oleh epitel gepeng yang sangat tipis. namunu otot polosnya lebih banyak. saluran ini disebut bronkiolus. ukuran saluran telah mengecil sampai berdiameter 1mm. yaitu 60-70 m2 lebih luas dari permukaan kulit. Alveolus adalah unit fungsional paru.Trakea bercabang menjadi bronkus utama (primer) kiri dan kanan. Setiap bronkus lobaris bercabang lagi menjadi bronkus tersier (segmental). Bronkus intra-pulmoner berbeda dari bronkus ekstra pulmoner. Ada dua jenis sel pelapis . Setiap kali menarik nafas. Pertukaran gas berlangsung mulai dari bronkiolus respiratorius sampai alveoli (bagian respirasi system pernafasan). masing-masing dikelilingi banyak kapiler darah. yang turut menyusun lobules paru. Setelah Sembilan atau dua belas generasi percabangan. yang lebih lanjut masih dapat bercabang dua sebelum menjadi sakus alveolaris dan alveoli. Hal ini disebabkan tidak lagi terdapat tulang rawan berbentuk C. Setiap paru mengandung lebih 350 juta alveoli. Alveoli bentuknya polygonal atau heksagonal. Bronkiolus memasuki lobules pada bagian puncaknya. Alveoli berkelompok mirip anggur dan menyediakan permukaan yang amat luas bagi pertukaran gas. Bronkiolus tidak lagi memiliki tulang rawan. melainkan terdiri atas lempeng-lempeng tulang rawan hialin.

com/2011/12/anatomi-fisiologi-sistem-respirasi. terutama dengan yang berasal dari bronkiolus lain. yaitu tipe I (sel alveolar gepeng) dan tipe II (sel septa). Sel ini makan dan musnahkan mikroorganisme dan partikel asing lainnya. Banyak septa interaveolaris memiliki satu atau lebih pori. yang memungkinkan terjadinya kolateral bila slah satu bronkiolus tersumbat.blogspot. yang ikut menahan agar alveoli tidak kolaps. yang menghubungkan alveoli bersebelahan. Fungsinya untuk memelihara keseimbangan tekanan antar alveoli. Sel tipe II ini mengkasilkan surfaktan.html . Pada awal alveolus terdapat pula makrofag alveolar (disebut juga sel debu).alveoli. Sel tipe II berbentuk kuboid dan menonjol ke dalam ruang alveoli. http://sandra-hickover. yang terdapat di dalam septum interalveolaris atau bebas di dalam ruang alveolus.

sedangkan pembuluh darah vena meninggalkan paru. Sirkulasi paru 6. Saluran nafas bagian bawah b. yaitu oksigen (O²) yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO²) yang dihasilkan dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru. 5. Alveoli c. Saluran nafas bagian atas Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan. yang meluputi dinding dalam rongga dada yang disebut pleura parietalis. Rongga Pleura Terbentuk dari dua selaput serosa. Saluran nafas bagian bawah Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas alveoli dan ke 3. Alveoli terjadi pertukaran gas anatara O2 dan CO2 4. Sirkulasi paru Pembuluh darah arteri menuju paru. Rongga dan dinding dada Merupakan pompa muskuloskeletal yang dalam proses respirasi mengatur pertukaran gas . dan yang meliputi paru atau pleura veseralis 7.Anatomi fisiologi sistem pernafasan ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM RESPIRASI Respirasi adalah pertukaran gas. disarung dilembabkan 2. Paru terdiri dari : a. STRUKUTR SISTEM RESPIRASI Sistem respirasi terdiri dari: 1.

Brochus kanan lebih pendek. merupakan system vena danarteri yang saling berhubungan langsung.terdapat pangkal lidah) d. Ketiga hal tersebut dibantu dengan concha. pembuluh darah yang berfungsi menghangatkan udara). Orofaring (merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring. Bronkhi Merupakan percabangan trakhea kanan dan kiri. ini terdiri dari : sel endotel. Laringofaring(terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan) a. Anastomosing capillary. Trakhea Merupakan pipa silider dengan panjang ± 11 cm. berbentuk ¾ cincin tulang rawan seperti huruf C.Saluran Nafas Bagian Atas Rongga hidung Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami tiga hal : Dihangatkan Disaring Dan dilembabkan Yang merupakan fungsi utama dari selaput lendir respirasi ( terdiri dari : Psedostrafied ciliated columnar epitelium yang berfungsi menggerakkan partikel partikel halus kearah faring sedangkan partikel yang besar akan disaring oleh bulu hidung. medius. saluran limfe. Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibroelastic menempel pada dinding depan usofagus. sel golbet dan kelenjar serous yang berfungsi melembabkan udara yang masuk. Kemudian udara akan diteruskan ke b. jaringan kolagen dan sedikit serum. Aliran pertukaran gas - . Brochus kiri terdiri dari : lobus superior dan inferior a. Alveoli Terdiri dari : membran alveolar dan ruang interstisial. inferior. c. aliran darah dalam rongga endotel Interstitial space merupakan ruangan yang dibentuk oleh : endotel kapiler. Saluran Nafas Bagian Bawah Laring Terdiri dari tiga struktur yang penting Tulang rawan krikoid Selaput/pita suara Epilotis Glotis b. Bronchus kanan bercabang menjadi : lobus superior. epitel alveoli. Nasofaring (terdapat pharyngeal tonsil dan Tuba Eustachius) c. lebar dan lebih dekat dengan trachea. Membran alveolar : Small alveolar cell dengan ekstensi ektoplasmik ke arah rongga alveoli Large alveolar cell mengandung inclusion bodies yang menghasilkan surfactant. Tempat percabangan ini disebut carina.

Rongga dan Dinding Dada Rongga ini terbentuk oleh: Otot –otot interkostalis Otot – otot pektoralis mayor dan minor Otot – otot trapezius Otot –otot seratus anterior/posterior Kosta. alveoli. Paru Merupakan jalinan atau susunan bronhus bronkhiolus.kosta dan kolumna vertebralis Kedua hemi diafragma Yang secara aktif mengatur mekanik respirasi. Membran ↔ sitoplasma eritrosit ↔ molekul hemoglobin O² Co² epitel Surfactant Mengatur hubungan antara cairan dan gas. bronkhiolus respiratoty. - Gambar 1 Anatomi sistem pernafasan FUNGSI RESPIRASI DAN NON RESPIRASI DARI PARU .Proses pertukaran gas berlangsung sebagai berikut: alveoli alveoli ↔ membran dasar ↔ endotel kapiler ↔ plasma ↔eitrosit. sirkulasi paru. syaraf. Dalam keadaan normalsurfactant ini akan menurunkan tekanan permukaan pada waktu ekspirasi. bronkhiolus terminalis. sehingga kolaps alveoli dapat dihindari. Sirkulasi Paru Mengatur aliran darah vena – vena dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis dan mengalirkan darah yang bersifat arterial melaului vena pulmonalis kembali ke ventrikel kiri. sistem limfatik.

hal ini disebabkan karena ada perbedaan tekanan atau selisih tekananatmosfir ( 760 mmHg) dan tekanan intra pleural (755 mmHg). 4. distensi abdomen Penurunan compliance akan mengabikabtkan meningkatnya usaha/kerja nafas.8 b. mean capilary pressure = 7 mmHg . 5. Pulmonary blood flow total = 5 liter/menit Ventilasi alveolar = 4 liter/menit Sehingga ratio ventilasi dengan aliran darah dalam keadaan normal = 4/5 = 0. perubahan volum paru persatuan perubahan tekanan saluran nafas ( airway pressure)sewaktu paru tidak bergerak. tekanan intar pleural dan intar alveolar turun dibawah tekanan atmosfir sehingga udara masuk Sedangkan waktu ekspirasi volum rongga dada mengecil mengakibatkan tekanan intra pleural dan tekanan intra alveolar meningkat diatas atmosfir sehingga udara mengalir keluar. Pada orang dewasa muda normal : 100 ml/cm H2O Effective Compliance : (tidal volume/peak pressure)selama fase pernafasan. obesitas. Dalam keadaan normal paru seakan melekat pada dinding dada. 7. fibrosis paru Space occupying prosess: effuse pleura. Tekanan arteri pulmonal = 25/10 mmHg dengan rata-rata = 15 mmHg. pneumothorak Chestwall undistensibility: kifoskoliosis. Respirasi : pertukaran gas O² dan CO² Keseimbangan asam basa Keseimbangan cairan Keseimbangan suhu tubuh Membantu venous return darah ke atrium kanan selama fase inspirasi Endokrin : keseimbangan bahan vaso aktif. Tekanan vena pulmolais = 5 mmHg. Sewaktu inspirasi diafrgama berkontraksi. Airway resistance (tahanan saluran nafas) Rasio dari perubahan tekanan jalan nafas 2. 3. Tekanan intar-pleural Dinding dada merupakan suatu kompartemen tertutup melingkupi paru.1. pneumonia. 3. ECF dan angiotensin Perlindungan terhadap infeksi: makrofag yang akan membunuh bakteri Mekanisme Pernafasan Agar terjadi pertukaran sejumlah gas untuk metabolisme tubuh diperlukan usaha keras pernafasan yang tergantung pada: 1. Normal: ±50 ml/cm H2O Compliance dapat menurun karena: Pulmonary stiffes : atelektasis. SIRKULASI PARU a. Ada dua bentuk compliance: Static compliance. volume rongga dada meningkat. 6. 2. histamine. edemaparu. Compliance Hubungan antara perubahan tekanan dengan perubahan volume dan aliran dikenal sebagai copliance. serotonin.

Hemoglobin Oksigen dalam darah diangkut dalam dua bentuk: Kelarutan fisik dalam plasma Ikatan kimiawi dengan hemoglobin Ikatan hemoglobin dengan tergantung pada saturasi O2.Payah jantung kanan dan kiri . pusatkemo reseptor : anterior medulla oblongata. Kondisi ini dalam keadaan normal selalu seimbang.Usia lebih dari 55 tahun.Diagnostik pra bedah toraks dan abdomen .Penyakit-penyakit neuromuskuler . - - . pH darah.Peningkatan tekanan kapiler atau penurunan koloid akan menyebabkan peningkatan akumulasi air dan garam dalam rongga interstitial. pusat apneu danpneumothoraks : pons. sedangkanosmotic colloid pressure akan menarik garam dan air dari rongga interstitial kearah rongga kapiler.pleura dan dinding toraks . 2.sindrom bronkitis Indikasi klinik: . TRANSPOR OKSIGEN 1. jumlahnya dipengaruhi oleh pH darah dan suhu tubuh. Rangsang ventilasi terjadi atas : PaCo2.Kelainan jalan nafas paru.Sehingga pada keadaan normal terdapat perbedaan 10 mmHg untuk mengalirkan darah dari arteri pulmonalis ke vena pulmonalis c. PaO2 PEMERIKSAAN FUNGSI PARU Kegunaan: untuk mendiagnostik adanya : sesak nafas. Setiap penurunan pH dan kenaikkan suhu tubuh mengakibatkan ikatan hemoglobin dan O2menurun. sianosis. Adanya mean capilary pressure mengakibatkan garam dan air mengalir dari rongga kapiler ke rongga interstitial. Oksigen content Jumlah oksigen yang dibawa oleh darah dikenal sebagai oksigen content (Ca O2 ) Plasma Hemoglobin REGULASI VENTILASI Kontrol dari pengaturan ventilasi dilakukan oleh sistem syaraf dan kadar/konsentrasi gasgas yang ada di dalam darah Pusat respirasi di medulla oblongata mengatur: -Rate impuls Respirasi rate -Amplitudo impuls Tidal volume Pusat inspirasi dan ekspirasi : posterior medulla oblongata.

blogspot.http://najmahsyarie.com/2012/01/anatomi-fisiologi-sistem-pernafasan.html .