BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu hal penting yang harus dilakukan baik pada perusahaan yang sudah ada maupun yang akan mendirikan perusahaan. Tujuan dilakukannya perancangan tata letak fasilitas agar bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin area yang ada disekitar, meminimalisir biaya material handling yang meliputi objek, informasi, material, personil, dan publik. Mulai dari tempat dimana sebaiknya perusahaan itu didirikan, penyimpanan material dan transportasi. Mulai dari wilayah dimana sebaiknya perusahaan itu dibangun, penyediaan dan penataan fasilitas gedung, Macro Layout, Micro Layout serta Sub Micro Layout. PT. SgA (Sugeng gak Alim) merupakan sebuah perusahaan multinasional dari Jawa Timur. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2001 hingga sekarang dan telah melakukan kerja sama dengan banyak industri, baik perusahaan kecil maupun besar di Indonesia. PT. SgA berencana membangun pabrik “Meja Belajar Anak” sehingga memerlukan perancangan tata letak pabrik tersebut. Tujuan melakukan perancangan tata letak pabrik yaitu untuk memperoleh rancangan tata letak yang efisien, yaitu tata letak dengan pergerakan material (biaya pemindahan material) antar departemen di dalam pabrik minimum sehingga dapat mengurangi biaya produksi. Untuk memenuhi tujuan dari PT. SgA, kami sebagai konsultan diharapkan mampu menyelesaikan semua masalah dan merencanakan tata letak pabrik. Selain itu kami sebagai konsultan harus mampu menginterpretasikan dan menjelaskan kepada client maksud dari perancangan tata letak pabrik sehingga client merasa puas serta tidak ragu lagi akan kemampuan yang dimiliki.

2 TujuanPraktikum Praktikum perancangan tata letak pabrik bertujuan untuk: a) Mengetahui kebutuhan mesin b) Mengetahui komponen-komponen yang membentuk produk c) Mengetahui aliran komponen ke dalam sebuah rakitan .1.

sketsa merupakan gambaran atau lukisan pendahuluan yang bersifat kasar ringan. dekat pada bagian yang digambar dan tegak lurus pada penglihatan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Penentuan Pandangan Untuk menggambar pandangan suatu benda. baik diatas kertas maupun diatas kanvas. Pandangan tambahan ini digambar pada bidang bantu. Gaya dalam pembuatan sketsa produk menurut aryofi (2009) adalah:  Figuratif (gambaran atau bentuk yang melukiskan obyek-obyek yang mengibaratkan dari rupa produk yang menjadi obyek)  Realistis (secara keseluruhan menunjukkan hasil pengamatan yang cermat atas obyek nyata dan masih setia pada proporsi. bersifat sementara. anatomi. penentuan anak panah dan pandangan detail). sosok atau bentuk-bentuk yang digambarkan mengalami pendistorsian)  Dekoratif  Imajinatif  Bercorak Abstrak (dalam pengerjaan suatu gambar terdapat kode pengerjaan. kita lihat dari pandangan depan benda yang sebagai gambar pokok dan pandangan lain sebagai pandangan tambahan. di dalam kode pengerjaan terdapat cara–cara dalam menggambar mesin yang terdiri dari penentuan pandangan. terlebih dahulu . a.2009). Untuk menempatkan pandangan atas atau pandangan samping dan pandangan depannya.1 Part Drawing Part Drawing atau sketsa produk berasal dari dua suku kata yaitu “Sketsa” dan “Produk”. Secara umum bisa dikatakan sebagai bagan atau rencana bagi sebuah lukisan (aryofi. dan gejala perspektif sebagaimana yang diberikan oleh alam atau kenyataan visual)  Ekspreksionis (corak sketsa ini didorong oleh gejolak emosi dan spontanitas yang kuat.

Disini dalam satu gambar dipergunakan dua cara proyeksi. Pandangan Detail Dalam melakukan hal–hal dimana dari bagian benda yang begitu kecil. c. Keterangan yang dicantumkan dalam kepala gambar harus merupakan keterangan yang secara umum menunjukan isi gambar. yaitu meliputi hal-hal sebagai berikut: . yaitu dalam skala pembesaran gambar. Bagian ini kemudian digambar yang disertai dengan tanda dan skalanya. apakah proyeksi di kuadran I (Eropa) ataukah proyeksi di kuadran III (Amerika). b. Hal penting yang harus dibuat dalam membuat gambar adalah dengan adanya kepala gambar. yaitu dengan menggunakan huruf–huruf penunjuk pandangan diatas gambar yang diletakkan dekat anak panah dan ditulis tegak lurus. barulah kita menenempatkan pandangan dan objek yang kita gambar tersebut. Kepala gambar ditempatkan dalam ruang gambar di sudut kanan bawah. maka cara menggunakan anak panah harus diterapkan.kita harus menempatkan sistem proyeksi apa yang kita pakai. Setelah kita menempatkan sistem proyeksi yang kita pakai. Bagian poros yang dibesarkan dilingkari dan ditandai dengan haruf besar. yang pada dasarnya tidak diperkenankan. Jika diperlukan arah penglihatan berbeda daripada yang telah ditentukan atau gambar pandangan tidak dapat ditempatkan pada tempat sebenarnya. Penentuan Anak Panah Anak panah digunakan untuk menunjukkan batas ukuran dan tempat/ posisi atau arah pemotongan sedangkan angka ukuran ditempatkan di atas garis ukur atau di sisi kiri garis ukur. Maka bagian tersebut dapat digambar secara mendetail. sehingga tidak dapat digambarkan atau diberi ukuran dengan baik.

Informasi-informasi yang bisa didapatkan dalam peta proses operasi adalah sebagai berikut: Bahan baku dan bahan penunjang yang dibutuhkan (dipresentasikan dengan garis panah horizontal) Operasi yang dibutuhkan pada masing-masing komponen atau bagian dari bahan baku (direpresentasikan dalam lingkaran) Waktu yang dibutuhkan dalam proses Mesin atau alat yang digunakan dalam operasi Scrap (geram) yang dihasilkan (dibuang) dalam proses . mulai dari bahan baku (material) hingga menjadi komponen atau produk jadi maupun sebagai komponen. Menurut Rivani (2011) Operation Process Chart adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses pengerjaan material. dan juga memuat informasi-informasi yang dibutuhkan. Sejak dari awal proses sampai menjadi produk utuh maupun sebagai komponen.yang periksa.1) Nomor gambar 2) Judul/nama gambar 3) Nama instansi/perusahaan 4) Skala 5) Nama yang menggambar. dan yang mengesahkan 6) Cara proyeksi yang digunakan 7) Keterangan lainnya sesuai kebutuhan 2. dan juga memuat informasi-informasi yang dibutuhkan.2 Operation Process Chart (OPC) Peta proses operasi (Operation Process Chart) merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami bahan baku mengenai urutan-urutan proses dan pemeriksaan (http://teknikmanajemenindustri/2010).

c) Aktivitas gabungan Yaitu suatu kegiatan yang terjadi apabila aktivitas operasi dan pemeriksaan dilakukan secara bersamaan atau pada satu tempat benda. Contoh: membuat benda dengan mesin bubut. baik dari segi kualitas maupun kuantitas.Dalam setiap peta proses operasi kegiatan dalam bentuk lambang atau simbol yang telah dibakukan adalah sebagai berikut: a) Operasi Yaitu suatu kegiatan operasi yang terjadi apabila benda kerja mengalami perubahan sifat. Contoh: memeriksa benda kerja kemudian dimasukkan ke dalam box karton. Operasi merupakan kegiatan yang paling banyak terjadi dalam suatu proses yang biasanya terjadi di suatu mesin atau stasiun kerja. . d) Penyimpanan Yaitu suatu kegiatan menyimpan benda kerja untuk waktu yang cukup lama. mengecat benda kerja dan merakit benda kerja. Lambang ini digunakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap suatu objek tertentu agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Contoh: mengukur dimensi benda kerja sesuai spec. baik fisik maupun kimiawinya. b) Pemeriksaan (Inspeksi) Yaitu suatu kegiatan pemeriksaan terhadap benda kerja atau peralatan. Jika benda kerja tersebut akan diambil kembali biasanya melakukan prosedur perizinan tertentu. Contoh : bahan baku yang disimpan dalam gudang dan menyimpan benda kerja hasil produksi. memeriksa warna benda dan merakit benda kerja.

1 Beberapa Keuntungan dan Kegunaan dari Chart (OPC) Operation Process Beberapa keuntungan dan kegunaan dari OPC menurut Yemien (2008) adalah: a. Menunjukkan urutan operasi pada tiap komponen. Salah satu alat untuk menentukan tata letak pabrik. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan-bagian. Menunjukkan jumlah pekerja yang dibutuhkan. Mengkombinasikan lintasan produksi dan peta rakitan sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap. Menunjukkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran produksi. c.2. .2. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen. Menunjukkan hubungan antar komponen g. peralatan dan pekerja. Untuk memperkirakan kebutuhan bahan baku. Membedakan antara komponen yang dibuat dengan yang dibeli. l. Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan. q. o. b. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses. f. Menunjukkan kerumitan nisbi dari fabrikasi tiap komponen. b. j. c. 2. Menunjukkan sifat pola aliran bahan. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri. i. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan dari tiap komponen. e.2. Menunjukkan panjang nisbi dari lintas fabrikasi dan ruang yang dibutuhkannya. Menunjukkan secara nisbi konsentrasi mesin.2 Manfaat Operation Process Chart (OPC) Manfaat yang diperoleh dari pembuatan Operation Process Chart. d. m. yaitu (info/2011): a. n. k. h. Untuk mengetahui kebutuhan mesin dan penganggarannya. p. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada bagian lain.

dan Kursi Kuliah. Salah satu alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang berlaku. 6) Penomoran terhadap suatu kegiatan pemeriksaan diberikan secara tersendiri dan prinsipnya sama dengan penomoran dalam proses operasi. 5) Lambang-lambang ditempelkan dalam arah vertikal. 7) Agar diperoleh gambar peta proses operasi yang baik. ada beberapa prinsip yang perlu diikuti sebagai berikut (http://teknikmanajemenindustri/2010): 1) Pada bagian kiri paling atas menyatakan No. Yang memuat informasi-informasi seperti : jumlah keseluruhan informasi. Operation Process Chart. 2) Pada bagian tengah atas terdapat Nama Perusahaan. Nama Asisten dosen. 3) Sedangkan pada bagian atas sebelah kanan terdapat Nama Dosen. Kapasitas dan Efisiensi. Tanggal Dipetakan. harus dipetakan terlebih dahulu. dan jumlah waktu keseluruhan yang dibutuhkan dalam membuat produk jadi. yang menunjukan terjadinya perubahan proses. produk yang paling baik memerlukan operasi. 2. Nama. jumlah keseluruhan pemeriksaan. . Peta.d. pada bagian akhir halaman dibuat ringkasannya. dan e. dan Tanggal Disetujui. Engineering Consultant. 8) Setelah semua proses dipetakan dengan lengkap.2. Sebagai alat untuk latihan kerja.3 Prinsip-Prinsip Pembuatan Peta Proses Operasi Untuk bisa menggambarkan peta proses operasi dengan baik. berarti dipetakan dengan garis vertikal disebelah kanan halaman kertas. 4) Material yang akan diproses diletakan diatas horizontal yang menunjukan bahwa material tersebut masuk ke dalam proses.

3 Assembly Chart (AC) Peta Rakitan adalah gambaran grafis dari urutan-urutan aliran komponen dan rakitan-bagian (sub assembly) ke rakitan suatu produk. Operasi terakhir yang menunjukkan rakitan suatu produk digambarkan dengan lingkaran berdiameter 12 mm dan harus dituliskan operasi itu di sebelah kanan lingkaran tersebut. Jika operasi rakitan terakhir dan komponen-komponennya selesai dicatat. Gambaran menyeluruh dari proses rakitan g. tunjukkan setiap komponen (nama. Assembly Chart adalah sebagai berikut . Urutan waktu komponen bergabung bersama h. Bagaimana komponen-komponen ini bergabung bersama c.1990. garis yang menunjukkan komponen mandiri harus ditarik ke sebelah kiri dan diakhiri dengan diameter 6 mm. Akan terlihat bahwa peta rakitan menunjukkan cara yang mudah untuk memahami : a. hal 139) : 1. 2. 2. tempatkan lingkaran berdiameter 6 mm pada bagian ujungnya. maka buat garis tadi sebagian dan akhiri dengan lingkaran berdiameter 9 mm. 4. Keterkaitan antara komponen dengan rakitan-bagian f. Komponen yang menjadi bagian suatu rakitan-bagian d. Jika yang dihadapi adalah rakitan-bagian. yang disertai oleh landasan teori yang mendukungnya. Aliran komponen ke dalam sebuah rakitan e.9) Membuat surat penawaran untuk peta proses operasi yang ditujukan pada dosen masing-masing kelas. dsb) yang dirakit pada proses tersebut. Suatu gambaran awal dari pola aliran bahan Standar Pengerjaan dari (Apple. jumlah. gambarkan garis tegak pendek dari garis lingkaran 9 mm ke atas. nomor komponen. Gambarkan garis mendatar dari lingkaran ke arah kiri. 3. Komponen-komponen yang membentuk produk b.

Periksa kembali peta tersebut untuk meyakinkan bahwa seluruh komponen telah tercantum. masukkan nomer-nomor operasi rakitan bagian ke dalam lingkaran (jika perlu). . 5.memasuki lingkaran 12 mm yang menunjukkan operasi rakitan sebelum operasi rakitan yang telah digambarkan pada langkah 2 dan langlah 3. komponen yang terdaftar di sebelah kiri diberi nomor urut dari atas ke bawah bagian sub assembly.

OPC.BAB III METODE PENELITIAN 3. praktikan diberi tugas untuk merancang tata letak pabrik dari PT. dan AC (Assembly Chart). Kesimpulan . dan AC terselesaikan. Metode penelitian 4. SgA. Setiap kelompok akan mengambil data dari satu buah produk.SgA yang ingin mendirikan sebuah pabrik yang memproduksi meja belajar anak. maka praktikan diwajibkan untuk membuat laporan praktikum dengan format yang telah ditentukan dengan format sebagai berikut: 1. Kelompok dengan nomor urut genap akan mendapatkan produk meja A.1 Tahap Identifikasi Pada praktikum modul 1 ini praktikan bertindak sebagai konsultan bagi PT. Pendahuluan 2. Analisa dan interpretasi data 7. Dalam hal ini. Pengumpulan data produk 5.SgA. Tinjauan pustaka 3. dan AC 6. Pada modul ini praktikan diminta untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu untuk menentukan part drawing. 3. Pengolahan data berupa part drawing. OPC (Operation Proses Chart). OPC. dan kelompok dengan nomor urut ganjil akan memperoleh produk meja B. Setelah semua data didapat dan pengerjaan Part Drawing.2 Prosedur Pelaksanaan Praktikum Pada praktikum ini terdapat 11 kelompok yang kemudian akan mendapat 2 produk meja yang diberikan oleh asisten laboratorium untuk diambil datanya. dari produk yang akan diproduksi oleh PT.

1 Flowchart Praktikum Modul 1 PTLF .3 Flowchart Start Tahap Penentuan Tujuan Latar Belakang dan Tujuan Praktikum Tahap Pengumpulan Data Pengumpulan Data Data part produk meja dan Elemen Kerja pada proses pembuatan meja Tahap Pengolahan Data Pengolahan Data: -Gambar Proyeksi 3D -OPC (Operaton Proses Chart) -AC (Assembly Chart) Manual dan software Tahap Analisa Data ANALISA dan Interpretasi Data:: -Part Drawing -OPC (Operation Process Chart) -AC (Assembly Chart) Tahap Penarikan Kesimpulan Kesimpulan dan saran End Gambar 1.3.3.

blogspot.blogspot.opc/ diakses pada tanggal 26/9/2012 Yemien (2008) Apple (1990) hal 139 .html 26/9/2012 di akses pada tanggal http://blog.com/2009/12/sketsa.com/2011/08/apa-itu-operation-process-chart.wordpress.info/2011/08/apa-itu-operation-processchart.DAFTAR PUSTAKA http://aryofineart.html di akses pada tanggal 26/9/2012 http://teknikmanajemenindustri.mymusic-video.com/2010/10/26/operation-processchart.html#axzz27aUH7r00 diakses pada tanggal 26/9/2012 http://mohamadrivani.