PEMBUATAN HIGH FRUCTOSE SYRUP DARI EKSTRAK UMBI DAHLIA DENGAN PROSES HIDROLISA KIMIA KATALIS H3PO4

Fika Nurmala (L2C008042) dan Isnani Sa’diyah (L2C008064) Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jln. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, 50239, Telp/Fax: (024)7460058 Pembimbing: Ir. Sumarno, M.Si
Abstrak Sebaran tanaman dahlia di Indonesia cukup melimpah. Selama ini dahlia dimanfaatkan sebatas sebagai bunga potong, padahal dahlia mengandung inulin yang merupakan unit polimer fruktosa. Kadar inulin dalam umbi dahlia cukup tinggi. Kebutuhan fruktosa cair dalam industri pangan semakin meningkat. HFS memiliki rasa manis 1,7X dari gula biasa. Jenis fruktosa cair yang sudah diproduksi adalah HFS 42 dan HFS 55.Pembuatan fruktosa cair dari inulin lebih menguntungkan karena hanya melalui satu tahapan proses yaitu secara kimiawi maupun enzimatis. Penelitian ini menggunakan proses kimiawi dengan hidrolisa asam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi operasi proses ekstraksi umbi dahlia dan proses hidrolisa inulin dengan berbagai variabel, mendapatakan perbandingan yield inulin dan fruktosa pada berbagai variabel serta dapat menentukan variabel yang paling berpengaruh dalam proses. Penelitian ini dilakukan melalui dua proses yaitu ekstraksi umbi dahlia dan hidrolisa inulin. Untuk proses ekstraksi umbi dahlia dilakukan 8X run dengan variabel berubah perbandingan kadar air dengan umbi dahlia, suhu dan waktu ekstraksi.Proses hidrolisa inulin dilakukan dengan hidrolis asam menggunakan H3PO4 dengan variabel berubah konsentrasi asam dan waktu hidrolisa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, proses ekstraksi dengan kecenderungan kadar inulin tertinggi dilakukan dengan perbandingan umbi dahlia dan air 1:12, temperatur 90°C selama 30 menit. Sedangkan untuk proses hidrolisa inulin dilakukan dengan konsentrasi katalis 0.5 N H 3PO4 selama 1 jam. Pada konsentrasi katalis 1 N H3PO4 jumlah fruktosa menurun, disebabkan proses degradasi fruktosa menjadi senyawa triosa .

Abstract Spread of dahlia plants in Indonesia is relatively abundant. During this limited use dahlias as cut flowers, but dahlias contains inulin which is a polymer of fructose units. Inulin concentration in the tuber of dahlia is quite high. Supplies syrup fructose in the food industry is increasing. HFS has a sweet taste of 1.7 X of regular sugar. Type of syrup fructose which is produced is HFS 42 and HFS 55. Production syrup fructose from inulin is more profitable because only through a single stage of the process that is chemically or enzymatically. This study uses a chemical process with acid hydrolysis. The purpose of this study was to determine the operating conditions of the extraction process and hydrolysis inulin process with many variables, to get inulin and fructose yield comparison on various variables and to determine the most influential variables in the process. This research was done through two processes: extraction tuber of dahlia and hydrolysis inulin. For the extraction tuber of dahlia process performed 8X run with variables change ratio of water content with dahlia bulbs, temperature and time extraction process. Process hydrolysis inulin performed by using a sulfat acid H 3PO4 by changing variables the acid concentration and time hydrolysis. For this study will look for the influence of each variables to yield inulin and fructose are produced. Depend on research that has been done, extraction process become the highest inulin content with the ratio between water and tuber 1:12, temperature 90°C for 30 minutes. Whereas hydrolysis of inulin with concentration of catalyst 0.5 N H3PO4 for 1 hour. When used catalyst 1 N H3PO4, amount of formed fructose decrease caused by degradation of fructose become triosa. 1. Pendahuluan Tanaman dahlia tumbuh dengan membentuk rumpun umbi akar pada bagian dasar dari batangnya. Dari satu rumpun dahlia dapat diperoleh umbi sebanyak 2 - 5 kg, bergantung pada varietas dan kesuburan tanaman tersebut. Padatan tersusun dari 85% bahan penghasil gula yang disebut inulin dan bahan berselulosa (Rohdiana, 2007). Kadar air umbi segar berkisar antara 79,7-88,45 persen, berarti bobot bahan kering (dry matter) 11,55-20,3 persen. Umbi

Pada tahun 1989 produksi HFS mencapai 6.5 N dan 1 N. ethanol. Namun. Rangkaian Alat Ekstraksi dan Hidrolisa Keterangan gambar: 1. beaker glass. Klem dan Statif Proses penelitian pembuatan HFS ini dilakukan dengan tahapan yang dijelaskan dalam Gambar 2. Sebelum diproses. resorcinol. sehingga untuk memperoleh tepung inulin perlu diendapkan dalam suhu rendah. water bath. Erlenmeyer.aquadest.4 miliar kg kering dari total konsumsi gula dunia.1 N. pengaduk. Karena mengandung inulin yang cukup tinggi maka umbi dahlia dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemanis alami. Bahan baku proses hidrolisa adalah tepung inulin yang diperoleh dari proses ekstraksi. dimanfaatkan dalam pangan fungsional. CaOH 0. bk).. 2005). spektrofotometer.94-16. 1993). Inulin bersifat larut dalam air. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh kondisi operasi ekstraksi inulin dari umbi dahlia yang optimum (perbandingan kadar air. Bahan dan Metodologi Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah Umbi dahlia. Inulin adalah salah satu komponen bahan pangan yang kandungan serat pangannya sangat tinggi (lebih dari 90 persen. Inulin merupakan jenis fruktan yang sebagian besar mengandung sekitar 38 unit fruktosa. pada tahun 1995 produksi HFS naik menjadi 32% atau 8.26 persen. oven. pH universal. sedangkan inulin yang terekstrak sekitar 4. karbon aktif. Thermometer 4. Labu Leher Tiga 3. pendingin leibig. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah labu leher tiga. HCl 0. thiourea.2 miliar kg kering dari konsumsi gula dunia (Vuilleumier. Pemanis alami yang dihasilkan dari umbi dahlia berupa gula cair fruktosa atau High Fructose Syrup (HFS). Uji hasil kandungan fruktosa dalam hasil penelitian dilakukan dengan spektrofotometer. Waterbath 5. termometer. temperature dan waktu) serta kondisi operasi hidrolisa inulin yang optimum (konsentrasi H2SO4 dan waktu) dan memperoleh variabel yang paling berpengaruh. 6 1 3 2 4 5 Gambar 1. di bawah ini. 2. Pendingain Balik 2.37 persen (bb) (Widowati. H3PO4 0.6% atau 6. umbi dahlia dihaluskan terlebih dahulu baru kemudian dilakukan analisa bahan baku yang terdiri dari analisa kadar air dan analisa kadar inulin dalam umbi dahlia.segar mengandung inulin 5. .5 N. Kompor Listrik 6. Secara keseluruhan desain dari peralatan yang digunakan tersaji dalam Gambar 1.Asam asetat glacial.

7. 6. Fruktosa hanya memiliki 6 atom C.3 Run 1. Hasil Proses Hidrolisa Umbi Dahlia Konsentrasi Asam (N) Waktu Hidrolisa (Jam) 0.7 10. Tabel 2.1 9. 2008). 2. Dalam penelitian ini bahan baku berupa bubur umbi dahlia di ekstraksi dan dihidrolisa.65 3.8 10.6 9. diperoleh hasil yang ditunjukkan pada Tabel 1 dan Tabel 2.26 6. 4. 3. 2. 3.3. Perbandingan Umbi Dahlia dengan Air (BK) 1:12 1:14 1:12 1:14 1:12 1:14 1:12 1:14 Temperature Operasi (oC) 80 80 90 90 80 80 90 90 Waktu Operasi (Menit) 10 10 10 10 30 30 30 30 Yield (%) 7. Skema Proses Penelitian Tabel 1.7 10. merupakan bahan pemanis industri makanan serta minuman. 4.5 1 1 1 0.5 2 1 2 Yield (%) 8.0 12.8 6.33 .46 3. 12 atom H dan 6 atom O dalam molekulnya (C6H12O6) (Forum Kerjasama Agrobisnis. Hasil dan Pembahasan High Fructose Syrup (HFS) atau sirup berfruktosa tinggi yang lazim disebut sebagai gula cair. Hasil Proses Ekstraksi Umbi Dahlia Run 1. 8. 5. Gambar 2.

sedangkan untuk mendapatkan inulin dilakukan dengan pengendapan dalam waktu yang sama dengan variabel perbandingan 1:12. Semakin tinggi suhu maka kelarutan akan meningkat dan diperoleh inulin yang lebih banyak. .94 – 16. Kandungan inulin pada umbi dahlia segar sebanyak 5. 14 13 12 11 Yield (%) 10 9 8 7 6 80 Temperatur ( C) o 90 Gambar 4. menunjukkan bahwa pada temperatur operasi 80 oC dihasilkan yield inulin terekstraksi sebesar 8.2 9. 2005). temperature adalah variabel yang paling berpengaruh dalam proses ekstraksi umbi dahlia.2 10.5% sedangkan pada 90 oC sebesar 10.0 8.0 1.8%.8 1:12 Perbandingan Umbi Dahlia dengan Air 1:14 Gambar 3.6 10. Hasil ekstraksi pada variabel perbandingan 1:14 memiliki yield lebih kecil dikarenakan semakin banyaknya solvent kelarutan semakin tinggi.4 10. Grafik Hubungan Temperatur Operasi dengan Yield Ekstraksi Perbandingan variabel temperatur terhadap yield inulin yang terekstraksi seperti yang terlihat pada Gambar 4. Yield (%) 9. Grafik Hubungan Perbandingan Umbi Dahlia dan Air dengan Yield Ekstraksi Dari Gambar 3 di atas dapat diketahui bahwa variabel perbandingan 1:12 memberikan hasil yield ekstraksi lebih tinggi dengan rata-rata yield sebesar 10.8 9.33 %.4 9.26 % (Widowati. Hubungan antara perbandingan umbi dahlia dengan air terhadap yield hasil ekstraksi di tunjukkan pada Gambar 3 10.Proses Ekstraksi Dari hasil perhitungan dengan metode Algoritma Yate’s. Hal ini disebabkan karena kelarutan sebagai fungsi suhu.6 9.

8 9. (Raharja. Hal ini menunjukkan bahwa waktu ekstraksi yang paling optimum yaitu 30 menit. 2007). Berdasarkan gambar 4. Katalisator yang digunakan dalam hidrolisa inulin adalah H3PO4.2 10. dimana yang berpengaruh terhadap kecepatan reaksi adalah ion H+.8 10 Waktu (Menit) 30 Gambar 5. dimana pada konsentrasi tersebut persen yield fruktosa terhidrolisa yang dihasilkan yaitu sebesar 7.3%. Dengan metoda Algoritma Yate’s dapat diketahui variabel yang paling berpengaruh yaitu konsentrasi katalis. Inulin terekstraksi paling optimal terjadi pada waktu 30 menit.0 Yield (%) 9.2 9.10.5%. Gambar 6 menunjukkan bahwa konsentrasi H3PO4 yang menghasilkan fruktosa hasil hidrolisa terbanyak adalah konsentrasi H3PO4 0. Grafik Hubungan Waktu Operasi dengan Yield Ekstraksi Dari grafik hubungan waktu dengan yield inulin terekstraksi seperti yang terlihat pada gambar 5. yield inulin terekstraksi semakin naik.4 10.3.5 N. Hasil analisa Algoritma Yate’s variabel yang paling berpengaruh adalah temperature operasi. 2. Pengaruh variabel waktu terhadap proses ekstraksi yaitu semakin lama waktu ekstraksi maka kelarutan inulin semakin besar sehingga inulin yang dihasilkan semakin banyak. .6 10.0 8. Dari hasil penelitian dapat diketahui variabel-variabel yang dapat dijadikan kombinasi untuk menghasilkan yield inulin terekstraksi paling tinggi adalah Umbi dahlia : air = 1:12 Temperatur operasi = 90 oC Waktu ekstraksi = 30 menit Proses Hidrolisa Variabel independent proses hidrolisa dalam penelitian ini adalah konsentrasi katalis dan waktu operasi.C3 (triosa) yaitu gliseraldehida dan dihidroksiaseton. menunjukkan bahwa waktu hidrolisa yang paling berpengaruh yaitu 30 menit dimana pada waktu tersebut inulin terkestraksi yang dihasilkan sebesar 10. Pada konsentrasi H3PO4 1 N menghasilkan yield yang lebih rendah karena semakin tinggi konsentrasi katalis yang digunakan justru akan menyebabkan gula pereduksi terdegradasi.6 9. Katalis berguna untuk mempercepat jalannya reaksi hidrolisa. semakin lama waktu hidrolisa.4 9. Fruktosa tersebut bereaksi lebih lanjut dengan katalis dan terdegradasi menjadi senyawa sederhana yang memiliki jumlah atom C1 .

menunjukkan bahwa waktu operasi yang menghasilkan fruktosa hasil hidrolisa terbanyak adalah 1 jam. Grafik Hubungan Waktu Operasi dengan Yield Hidrolisa Gambar 7. Waktu optimum proses hidrolisa pada umumnya adalah 1 jam (Raharja. 2007) Pada variabel waktu operasi 2 jam yield yang dihasilkan lebih kecil.12 10 8 Yield (%) 6 4 2 0 -2 0.Grafik Hubungan Konsentrasi Asam H3PO4 dengan Yield Hidrolisa 20 15 10 Yield (%) 5 0 -5 -10 1 Waktu (Jam) 2 Gambar 7.5 Konsentrasi Asam (N) 1 Gambar 6. dimana pada waktu tersebut persen yield fruktosa terhidrolisa yang dihasilkan yaitu sebesar 6 %. Hal ini dikarenakan semakin lama proses hidrolisa menggunakan katalis asam yang cukup tinggi menyebabkan tingkat degradasi gula pereduksi yang dihasilkan semakin tinggi sehingga fruktosa yang dihasilkan justru berkurang menjadi senyawa monosakarida dengan tiga atom C (triosa) yaitu gliseraldehida dan dihidroksiaseton dengan reaksi berikut : .

3. dan pada Ir. Cahyono. M. Fressenden dan Fessenden. 4. Snl 01 . . Dari penelitian dapat diketahui variabel-variabel yang dapat dijadikan kombinasi untuk menghasilkan yield fruktosa terhidrolisa paling tinggi adalah : Konsentrasi katalis = 0.biotrop. 1986. Dewan Standarisasi Nasional. 20 Agustus 2010.Gambar 8. Reaksi Penguraian Fruktosa Menjadi Triosa (Gliseraldehida 3-Fosfat) Dari analisa Algoritma Yate’s variabel yang paling berpengaruh adalah konsentrasi katalis H 3PO4. Ekstraksi.com diposting pada Jumat.5 N H3PO4 Waktu hidrolisa = 1 jam 4.si selaku dosen pembimbing penelitian. Filtrate dari proses ekstraksi perlu didinginkan terlebih dahulu untuk menurunkan tingkat kelarutan inulin. perbandingan umbi dahlia dan air 1:12 selama 30 menit. Jakarta : Erlangga. Kesimpulan Proses ekstraksi untuk menghasilkan fructose sangat dipengaruhi oleh temperatur dan optimum pada kondisi temperatur 90°C. Tanaman Dahlia. Kimia Organik Edisi Ketiga. 2011.298s – 1992-ICS. 1992. Karakterisasi dan Kajian Potensional Prebiotik Inulin dari Umbi Dahlia (Dahlia Pinnata L) diunduh dari www. Eko.org pada tanggal 18 Maret 2011. Diunduh dari brmc. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan yield proses pembuatan HFS dari umbi dahlia sehingga pemanfaatanya dapat dilakukan dalam skala komersial. 2. Bioresesources Management Center. Sumarno. Daftar Notasi N = normalitas Daftar Pustaka 1. 2010. Konsentrasi H3PO4 merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling tinggi dibandingkan dengan temperatur proses hidrolisa.dokterkimia. Ucapan Terima Kasih Terima kasih disampaikan pada Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro yang telah membantu penelitian ini. Sirup Fruktosa (HFS).

12. Karakterisai dan Kajian Potensi Prebiotik Inulin dari Umbi Dahlia (Dahlia Pinnata L ). Hamdani. Umi. Jawa barat. 14.mercubuana.blogspot. 15. United States Patent. . 2000. 18.kimiaman. Majalah Bulanan Intisari No. Trimanunipa. 2009. 2011. 1983. 2010. Gula Fruktosa Dari Singkong. The American Journal Of Clinical Nutrition. Wijaya. Widowati. Pudjihastuti. United States Patent. 10. Sri. Diunduh dari http://www. Hoehn. Hal. Production Of High Fructose Syrup From Inulin Involving Ultrafiltration.com diposting pada tanggal 07 April 2010.org pada tanggal 19 Maret 2011. 2005.bogor.scribd. Karbohidrat. 13. Secara Hidrolisis Asam. Dahlia Prospek Agribisnis Dan Teknik Budi Daya.2010. Produksi High Fructose Syrup.net/index diposting pada 15 April 2008. Universtas Dipenogoro Semarang Raharja. Diunduh dari www. Diunduh dari biokimiascience. Jurusan Teknolosi Industri Pertanian. Surade. 2008.5. 9.126-136. Dec 20.ac.com/doc/44443200/Karbohidrat. Pengembangan Proses Inovatif Kombinasi Reaksi Hidrolisis Asam Dan Reaksi Photokimia Uv Untuk Produksi Pati Termodifikasi Dari Tapioka. Yogyakarta : Kanisius Soeseno. Fakultas Teknologi Pertanian. Diunduh dari blog. Kukuh W Dias.com diposting pada tanggal 23 Januari 2008. 8. 2010. 2010.org diposting pada tahun 2010. Institut Pertanian Bollor..id diposting pada bulan Maret 2010 6. Deskripsi Biokimia Inulin Pada Tanaman Dan Kegunaannya Sebagai Prebiotik Dalam Tubuh Manusia. Rahmat. Fructose. 17. 2008. Vuilleumier. Sapta Dan Nova Fitria Andyani.ac. Diunduh dari Situs Kimia Indonesia www. 2010. 11. Stephen.wordpress. Syamsu Agung. Kimia Gula. 1993. Ekstraksi.fructose. 7. Biokimia-Karbohidrat. 16.id diposting pada tanggal 10 Oktober 2010. 19. Slamet. Produksi Sirup Fruktosa Dari Inulin Dahlia Pinnata Cav. Rukmana. Diunduh dari www. Ekstraksi. Worldwide Production Of High-Fructose Syrup And Crystaline Fructose.puslitan. Teknik Industri Universitas Mercubuana. 4421852.ub. Diunduh dari foragri. Universitas Brawijaya Malang.com diposting pada 28 April 2009. Utami. 235 Edisi Februari 1983.blogsome. Forum Kerjasama Agrobisnis. Diunduh dari tunjungsari. Rahayu.Kimia. Fructose Information Center.blogspot. Isti. Tumbbuhan Indonesia Sebagi Sumber Inulin. Diunduh dari blog.chem-is-try. 2010. 1983.com diposting pada bulan Juli 2008. Diunduh dari www. Suparni Setyowati..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful