BAB I PENDAHULUAN

A.Latar belakang Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia merupakan makhluk yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia dikaruniai oleh Allah SWT akal, perasaan, dan kehendak yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya tersebut. Menurut Abdulkadir Muhammad, akal adalah alat berpikir, sebagai sumber ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan akal, manusia menilai mana yang benar dan mana yang salah, sebagai sumber nilai kebenaran. Perasaan adalah lat untuk menyatakan keindahan sebagai sumber seni. Dengan perasaan, manusia menilai mana yang indah (estetis) dan yang jelek. Kehendak adalah alat untuk menyatakan penilaian, sebagai kebaikan. Dengan kehendak, manusia menilai mana yang baik dan yang buruk, sebagai sumber nilai moral.1 Dalam kehidupan manusia disadari bahwa yang benar, yang indah, dan yang baik itu menyenangkan, membahagiakan, menentramkan,

danmemuaskan manusia. Sebaliknya yang salah, yang jelek, dan yang buruk itu menyengsarakan, menyusahkan, dan membosankan manusia. Dari dua hal yang bertolak belakang ini, manusia adalah sumber penentu dan

1

Abdulkadir Muhammad, Etika Profesi Hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1997, hlm. 2.

1

menimbang, menilai , memutuskan untuk memilih mana yang paling menguntungkan (nilai moral). Maka dari itu, manusia harus beretika dalam hal apapun, karena pengertian etika itu sendiri adalah ilmu pengetahuan tentang asas – asas ( moral ). Dimana sifat itu hanya dimiliki oleh manusia. Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berprilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila etika itu dilanggar, timbullah kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral. Contoh moral itu adalah, berkata dan berbuat jujur, menghormati orangtua atau guru, menghargai orang lain, membela kebenaran dan keadilan, menyambut anak yatim piatu. Dalam perkataan sehari-hari, sering orang salah atau mencampuradukkan antara kata tika dan etiket. Kata etika berarti moral, sedangkan kata etikat berarti sopan santun, dan tata karma. Maka dari itu dalam makalah saya perlu dikaji lagi tentnag etika, agar orang mempunyai etika dalam kehidupannya2. Dari latar belakang diatas maka saya akan mencoba membahas tentang etika profesi dan eksistensinya dalam profesi hukum. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian diatas, maka untuk memeudahkan dalam

pembahasan penulis merumuskan masalah diantra lain sebagai berikut : 1. Apa pengertian etika profesi hukum ?
2

Ibid.

2

maka tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui fungsi dari adanya kode etik profesi hukum. 2. TUJUAN PENULISAN Berdasarkan perumusan masalah diatas. 3. Untuk mengetahui apa pengertian etika profesi hukum. Untuk mengetahui eksistensi dari etika profesi hukum 3 . Apa Fungsi dari kode etik profesi hukum ? 3.2. Bagaimana eksistensi dari etika profesi hukum ? C.

ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. PENGERTIAN ETIKA PROFESI HUKUM 1.Hlm 1 4 . reflektif. Lubis. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dgn akhlak. dan komprehensif. Aristoteles adalah filsuf pertama yang berbicara tentang etika secara kritis. Aristoteles dalam konteks ini lebih menyoal tentang 3 Suhrawardi K. watak. sikap. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. (WJS.S. akhlak.1986 : 278).3 Etika atau dalam bahasa Inggris disebut Ethics yang mengandung arti : Ilmu tentang kesusilaan.BAB II PEMBAHASAN A. Secara etimologis etika berasal dari bahasa Yunani kuno Ethos yang berarti kebiasaan. perasaan. Poerwadarminta . adat.Etika Profesi Hukum. Poerwadarminta dalam Kamus Umum bahasa Indonesia mengemukakan bahwa pengertian etika adalah : ilmu pengetahuan tentang asas – asas ( moral ). aristoles pula filsuf pertama yang menempatkan etika sebagai cabang filsafat tersendiri. yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat. Pengertian Etika WJS.H.

eudaimonia. karena dalam perilaku manusia menampakkan berbagai model pilihan atau keputusan yang masuk dalam standar penilaian atau evaluasi. Pengertian Profesi Profesi dalam kamus besar bahasa indonesia adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan. yakni hidup yang bermutu/bermakna ketika manusia itu mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya. profesi kedokteran. profesi bisnis. apakah perilaku itu mengandung kemanfaatan atau kerugian bagi orang lain. menurut Budi Santoso ciri-ciri profesi adalah : a. dan yang menjadi tujuan akhir hidup manusia adalah kebahagiaan. kejuruan dan sebagainya) tertentu. profesi pendidikan (guru). Perilaku menjadi obyek pembahasan etika.789. manusia ingin meraih apa yang apa yang disebut nilai (value).Hlm. 4 Kamus Besar Bahasa Indonesia. Menurut Aristoteles meraih apa yang mencapai tujuan hidupnya berarti manusia itu mencapai dirinya sepenuh-penuhnya. 2. 5 .4 jenis profesi yang dikenal antara lain : profesi hukum.hidup yang baik dan bagaimana pula mencapai hidup yang baik itu. suatu bidang yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus menerus dan berkembang dan diperluas.

maka dapat diambil pengertian etika profesi hukum. kemampuan memberi kepemimpinan pada profesi sendiri. asosiasi dari anggota-anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang akrab dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggota. g. c. Dengan pengertian etika dan profesi diatas. pengakuan sebagai profesi. e. 1. f. hubungan erat dengan profesi lain. tentang apa yang baik dan apa yang buruk. suatu periode panjang untuk suatu pelatihan dan sertifikasi. penerapan praktis dari teknis intelektual pada urusan praktis . sesuai dengan keperluan hukum bagi masyarakat Indonesia dewasa ini dikenal beberapa subyek hukum 6 . perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi. i. j. Jadi etika profesi hukum adalah Ilmu tentang kesusilaan. yang patut dikerjakan seseorang dalam jabatannya sebagai pelaksana hukum dari hukum yang berlaku dalam suatu negara. suatu teknis intelektual. beberapa standar dan pernyatan tentang etika yang dapat diselenggarakan.b. d.

Menurut Notohami djodjo dalam melaksanakan kewajibannya professional hukum perlu memiliki5: a. Polisi. Notaris. artinya tidak menanggapi hukum secara formal belaka. keempat. b. ketiga.S.Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia. pola hidup. d. dengan dipakainya etika dalam seluruh sektor kehidupan manusia baik mikro maupun makro diharapakan dapat terwujud pengendalian. Urgensi etika adalah. Jaksa. pertama. Sikap adil.Hlm. c. pengacara). terjadinya tertib kehidupan bermasyarakat. Notohamidjojo.dalam Supriadi.H. kejujuran. pengawasan dan penyesuaian sesuai dengan panduan etika yang wajib dipijaki..berpredikat profesi hukum yaitu : Polisi. Sikap patut.. Penasihat hukum (advokad. 66 7 . Jaksa.artinya menyatakan sesuatu itu benar menurut apa adanya dan menjauhi yang tidak benar dan tidak patut. aktivitas. kedua. keterbukaan dan keadilan.artinya mencari kelayakan yang sesuai dengan perasaan masyarakat.Hum.artinya mencari pertimbangan untuk menentukan keadilan dalam suatu perkara konkrit. Seluruh sektor kehidupan. dapat ditegakkan nilai-nilai dan advokasi kemanusiaan. Sikap manusiawi.M. Sikap jujur. berpolitik baik dalam lingkup mikro maupun makro harus selalu berlandaskan nilai-nilai etika.melainkan kebenaran yang sesuai dengan hati nurani. dapat ditegakkannya (keinginan) hidup 5 .

Keduanya memiliki kesamaan substansial dan orientasi terhadap kepentingan dan tata kehidupan manusia. akan tetapi didasarkan pada hal-hal yang altruistik. bahwa urgensi etika berkaitan dengan kepedulian dan tuntutan memperhatikan orang lain. Aristoteles berpendapat bahwa tata pegaulan dan penghargaan seorang manusia. Urgensi atau pentingnya ber'etika sejak jaman Aristoteles menjadi pembahasan utama dengan tulisannya yang berjudul " Ethika Nicomachela". Berlandaskan pada pengertian dan urgensi etika.manusia. Pandangan aristoles ini jelas. dapat dihindarkan terjadinya free fight competition dan abus competition dan terakhir yang dapat ditambahkan adalah penjagaan agar tetap berpegang teguh pada norma-norma moral yang berlaku dalam masyarakat sehingga tatanan kehidupan dapat berlangsung dengan baik. yaitu memperhatikan orang lain. Dalam hal ini etika menekankan pembicaraannya pada konstitusi soal baik buruknya perilaku manusia. maka dapat diperoleh suatu deskripsi umum. Perbuatan manusia dapat disebut baik. yang tidak didasarkan oleh egoisme atau kepentingan individu. jauh dari keinginan untuk melakukan pengrusakan dan kekacauan kekacauan. kehidupan manusia manjadi jauh lebih bermakna. kelima. bahwa ada titik temu antara etika dan dengan hukum. Dengan berpegang pada etika. arif dan bijak bilamana ada ketentuan secara normatif yang merumuskan bahwa hal itu bertentangan 8 .

B. sedangkan di sisi lain ada aturan yang melarang seseorang menjalankan sesuatu kegiatan. Begitupun seorang dapat disebut melanggar etika bilamana sebelumnya dalam kaidah-kaidah etika memeng menyebutkan demikian. Sementara keterkaitannya dengan hukum. baik hukum maupun etika kedua-duanya mengatur perbuatanperbuatan manusia sebagai manusia. ada keharusan. yaitu ada aturan yang mengharuskan untuk diikuti.dengan pesan-pesan etika. kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena di hasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. Fungsi Kode Etik Profesi Hukum Pengertian kode etik profesi menurut Abdul Kadir Muhammad. apa yang dilakukan oleh manusia selalu mendapatkan koreksi dari ketentuan-ketentuan hukum dan etika yang menentukannya. Paul Scholten menyebutkan. Pendapat Scholten menunjukan bahwa titik temu antara etika dengan hukum terletak pada muatan substansinya yang mengatur tentang perilaku-perilaku manusia. Kode etik profesi dapat berubah 9 . misalnya yang merugikan dan melanggar hakhak orang lain. perintah dan larangan. serta sanksi-sanksi.

Etika sangat diperlukan karena beberapa pertimbangan (alasan) berikut : 1. juga dalam bidang moral. 6 Abdul kadir Muhammad. yang indah dan yang baik adalah keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kebutuhan psikis dan inilah yang menjadi tujuan hidup manusia. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur kebutuhan dan nilai masyarakat yang akibatnya menantang pandangan-pandangan moral tradisional. Kita hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik.H. sehingga kita bingung harus mengikuti moralitas yang mana.S. 3.H. Adanya berbagai ideologi yang menawarkan diri sebagai penuntun hidup yang masing-masing dengan alasannya sendiri mengajarkan bagaimana manusia harus hidup. 2.M.Hlm 23 10 . Usaha penyelesaiannya adalah tidak lain harus kembali kepada hakikat manusia dan untuk apa manusia itu hidup.6 Terjadinya pelanggaran nilai moral dan nilai kebenaran karena kebutuhan ekonomi yang terlalu berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan psikis yang seharusnya berbanding sama. hakikat manusia adalah mahkluk yang menyadari bahwa yang benar.dan di ubah seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga anggota kelompok profesi tidak akan ketinggalan jaman..dalam Supriadi.

sementara klien. Problem yang dihadapi seperti munculnya kasus-kasus hukum baru yang penanganannya membutuhkan kehadiran ahli atau diluar kemampuan spesifikasi adalah membutuhkan pedoman 11 . Menjelaskan atau menetapkan tanggung jawab kepada klien. 2. pengemban profesi mendapatkan kejelasan informasi dan "buku pedoman" mengenai kewajiban yang harus dilaksanakan. Etika juga diperlukan oleh kaum beragama yang di satu pihak diperlukan untuk menemukan dasar kemantapan dalam iman kepercayaan mereka. Membantu tenaga ahli dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat jika menghadapi problem dalam pekerjaannya. institusi dan masyarakat.4. kelembagaan dan masyarakat dapat ditentukan dan diperjuangkan. Ada dimensi fungsional mengapa etika itu perlu dituangkan dalam kode etik profesi : 1. dilain pihak mau berpastisipasi tanpa takut-takut dan dengan tidak menutup diri dalam semua dimensi kehidupan masyarakat yang sedang berubah itu. ada sasaran konvergensi tanggung jawab yang dituju.haknya. lembaga dan masyarakat pun secara terbuka mengetahui hak . yakni bagaimana hak-hak istimewa klien.

sehingga kalau sampai terjadi seorang ahli itu misalnya tidak mampu menyelesaikan problem yang dihadapinya tidaklah lantas dipersalahkan begitu saja. Dengan keberadaan kode etik. Sebagai rujukan untuk menjaga prestasi dan reputasi. 4. akan lebih mudah ditentukan bentuk. Ada beberapa fungsi kode etik7 : 1. arah dan kemanfaatan penyelenggaraan profesi hukum.yang jelas untuk menghindari terjadinya kesalahan dan kekeliruan. Kode etik sebagai sarana kontrol sosial. baik secara individu maupun kelembagaan.Hlm 24 12 .. 7 Ibid. Diorientasikan untuk mendukung profesi secara bermoral dan melawan perilaku melanggar hukum dan indispliner dari anggota-anggota tertentu. Pengemban profesi (hukum) mendapatkan pijakan yang dapat dijadikan acuan untuk mengamati perilaku sesama pengemban profesi yang dinilai melanggar hukum. Kode etik memberikan semacam kriteria bagi para calon anggota kelompok profesi dan membantu mempertahankan pandangan para anggota lama terhadap prinsip profesional yang telah digariskan. 3.

khususnya ketika berhadapan dengan tantangan yang bersumber dari komunitas elit kekuasaan. Kode etik profesi dapat dijadikan pedoman untuk memberdayakan. spesifikasi atau keahlian yang sudah dikuasai oleh pengemban profesi.2. Kode-kode etik profesi mencegah pengawasan atau campur tangan yang dilakukan oleh pemerintah atau oleh masyarakat melalui agen atau pelaksanannya. kemahiran. pengemban profesi dituntut meningkatkan karier atau prestasi-prestasinya. Kalau itu merupakan kode etik profesi hukum. maka pengemban profesi hukum dituntut menyelaraskan tugas-tugasnya secara benar dan bermoral. Dengan kode etik. 3. 13 . tetapi juga mempermainkannya. sikap elit kekuasaan terkadang bukan hanya tidak menghiraukan norma moral dan yuridis. Kode etik menjadi terasa lebih penting lagi kehadirannya ketika tantangan yang menghadang profesi hukum makin berat dan kompleks. kode etik adalah untuk pengembangan patokan kehendak yang lebih tinggi. Kode etik ini dasarnya adalah suatu perilaku yang sudah dianggap benar serta berdasarkan metode prosedur yang benar pula.

EKSISTENSI KODE ETIK PROFESI Pameo "ubi societas ibi ius" (dimana ada masyarakat.C. Istilah-istilah yang bermunculan di masyarakat pun tidak berbeda dengan apa dengan apa yang dialami dengan istilah hukum. politik. terdapat gejala sosial yang disebut hukum. politik dan ekonomi yang berlangsung cepat telah memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap pertumbuhan dan 14 . Perkembangan istilah-istilah yang diadaptasikan dengan dinamika sosial budaya masyarakat kerapkali menyulitkan kalangan ahli-ahli bahasa. yang bisa saja melahirkan istilahistilah atau makna varian sejalan dengan tarik menarik kepentingan. Di tengah masyarakat terdapat pelaku-pelaku sosial. yakni seiring dengan perkembangan (dinamika) yang terjadi dalam realitas kehidupan masyarakat. ekonomi. dan transformasi kultural. budaya. mulai dari yang paling modern sampai pada masyarakat yang primitif. dan lainnya. agama. Perkembangan pers yang mengikuti target-target globalisasi informasi. tergantung pada tingkat kemajemukan dan peradapan masyarakat yang bersangkutan. Bentuk dan wujudnya berbeda-beda. industrialisasi atau bisnis media. apapun namanya. disana ada hukum) sebenarnya mengungkapkan bahwa hukum adalah suatu gejala sosial yang bersifat universal. Dalam setiap masyarakat. terutama bila dikaitkan dengan penggunaan bahasa yang dilakukan di lingkungan jurnalistik media cetak.

Setiap orang. berhak atas upah serta syarat-syarat perjanjian kerja yang sama. sesuai dengan bakat. baik pria maupun wanita yang melakukan pekerjaan yang sama. 3. perilaku dan pengambilan keputusan. Setiap orang berhak dengan bebas memilih pekerjaan yang disukainya dan berhak pula atas syarat-syarat ketenagakerjaan. setara atau serupa. baik pria maupun wanita. 15 . Kata profesi mudah digunakan sebagai pembenaran terhadap aktifitas tertentu yang dilakukan seseorang atau sekumpulan orang. 2. kecakapan dan kemampuan. Setiap orang. Kata pekerjaan itu sebagai hak (right) secara yuridis juga dapat ditemukan dalam pasal 38 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 sebagai berikut : 1.pergeseran serta pengembangan makna. atau kosakata. berhak atas pekerjaan yang layak. Setiap orang berhak. dalam melakukan kerja yang sepandan dengan martabat kemanusiaan berhak atas upah yang adil sesuai dengan prestasinya dan dapat menjamin kelangsungan kehidupan keluarganya. 4. Misalnya kata profesi cukup gampang diangkat dan dipakai oleh bermacam-macam pekerjaan. perbuatan. istilah. sebanding.

dalam Supriadi.. maka kemungkinan timbulnya kejahatan (pelanggaran hukum) dapat dihindari pula. orang dapat mengontrol atau mengendalikan gaya hidupnya. suatu lapangan kerja itu dapat dikategorikan sebagai profesi diperlukan8 : 1.H.Thomas Aquinas menyatakan. Dengan bekerja. Menurut Liliana Tedjosaputro. orang dapat memenuhi apa yang yang menjadi kebutuhan hidup sehari-harinya. manusia juga dapat berbuat amal bagi sesamanya.Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia. 4. bahwa setiap wujud kerja mempunyai empat tujuan sebagaimana berikut : 1. Hal ini juga berarti. dengan tidak adanya pengangguran.M. Dengan surplus hasil kerjanya.. Tanggung jawab sosial (social responsibility) 8 Liliana tedjosaputro. Penerapan keahlian (competence of application) 3. 2.S. 3. Pengetahuan 2.16. 16 . Dengan kerja. maka pengangguran dapat dihapuskan/dicegah.Hum. Dengan adanya lapangan pekerjaan. Hlm.

pengakuan oleh masyarakat (social sanction) Ciri-ciri khas profesi dalam international encyclopedia of education adalah sebagai berikut9 : 1. 6. Kemampuan memberi kepemimpinan pada profesi sendiri.. apalagi jika dikaitkan dengan eksistensi konstitusional kenegaraan yang telah 9 Suhrawardi K.4. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika profesi yang dapat diselenggarakan. Penerapan praktis dan teknik intelektual pada urusan praktis. 5.H. Asosiasi dari anggota-anggota profesi menjadi suatu kelompok yang akrab dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggota. 3. Suatu bidang yang terorganisasi dari teori intelektual yang terus menerus berkembang dan diperluas. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi. Lubis. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikatisasi.S. 7. self control 5.12 17 . 10. 2. 4. Pengakuan sebagai profesi.Hlm. Suatu teknik intelektual. 8. Hubungan yang erat dengan profes Profesi hukum memiliki tempat yang istimewa ditengah masyarakat. 9.

Penguasaan terhadap perundang-undangan. paling tidak harus bertanggung jawab kepada : 1. hukum yang sedang berlaku dan diikuti dengan aspek aplikatifnya menjadi substansi profesi hukum.mendeklarasikan diri sebagai negara hukum (rechstaat). 3. Profesi hukum pun berangkat dari suatu proses. 18 . Klien dan masyarakat yang dilayaninya. yang kemudian melahirkan pelaku hukum yang handal. Pemerintah dan negaranya. 2. Tanggung jawab seorang yang profesional. Sesama profesi dan kelompok profesinya. menurut Wawan Setiawan.

Etika sangat diperlukan karena beberapa pertimbangan (alasan) berikut : 1. Manakala manusia melakukan interaksinya tidak berjalan dalam kerangka norma atau tatanan yang ada. yang patut dikerjakan seseorang dalam jabatannya sebagai pelaksana hukum dari hukum yang berlaku dalam suatu Negara. 19 . sehingga kita bingung harus mengikuti moralitas yang mana. KESIMPULAN Kehidupan manusia dalam melakukan interaksi sosialnya selalu akan berpatokan kepada norma atau tatanan hukum yang berada dalam masyarakat tersebut. juga dalam bidang moral. maka akan terjadi bias dalam proses interaksi itu. tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur kebutuhan dan nilai masyarakat yang akibatnya menantang pandangan-pandangan moral tradisional.BAB III PENUTUP A. 2. Adapun pengertian dari etika profesi hukum adalah Ilmu tentang kesusilaan. kita hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik.

Hal ini disebabkan banyak professional hukum yang kurang mendalami atau menjiwai secara sungguh-sungguh kode etik dari profesi hukum yang dijalankan. Adanya berbagai ideologi yang menawarkan diri sebagai penuntun hidup yang masing-masing dengan alasannya sendiri mengajarkan bagaimana manusia harus hidup.3. dilain pihak mau berpastisipasi tanpa takut-takut dan dengan tidak menutup diri dalam semua dimensi kehidupan masyarakat yang sedang berubah itu. Etika juga diperlukan oleh kaum beragama yang di satu pihak diperlukan untuk menemukan dasar kemantapan dalam iman kepercayaan mereka. Ironisnya. profesi yang seharusnya dapat secara adil menyelesaikan persoalan-persoalan hukum di Negara ini kerap mendapat sorotan negatif dari masyarakat. SARAN Profesi Hukum adalah profesi yang mulia dan terhormat (officium nobel ) karna bertujuan menegakkan hukum dan keadilan dalam kehidupan masyarakat. Harapan masyarakat di Negara ini agar para pekerja di profesi hukum dapat benar-benar menjalani perannya secara adil dan menegakkan keadilan 20 . B.

yang sesungguhnya dan dapat menjiwai secara sungguh-sungguh kode etik dalam menjalankan profesinya. 21 .

Etika Profesi Hukum.Lubis Suhrawardi.google.Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia. Etika Profesi Hukum . Supriadi.2003.Pengertian etika profesi hukum UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusi 22 .DAFTAR PUSTAKA K.Etika Filsafat Tingkah Laku.id.1994.Jakarta: Rineka Cipta.2008. Poedjawiyatna.Jakarta: Sinar Grafika. Bandung: Citra Aditya Bakti. 1997. http//www. . Abdulkadir Muhammad.Jakarta:Sinar Grafika.co.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful