You are on page 1of 22

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar belakang Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia merupakan makhluk yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia dikaruniai oleh Allah SWT akal, perasaan, dan kehendak yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya tersebut. Menurut Abdulkadir Muhammad, akal adalah alat berpikir, sebagai sumber ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan akal, manusia menilai mana yang benar dan mana yang salah, sebagai sumber nilai kebenaran. Perasaan adalah lat untuk menyatakan keindahan sebagai sumber seni. Dengan perasaan, manusia menilai mana yang indah (estetis) dan yang jelek. Kehendak adalah alat untuk menyatakan penilaian, sebagai kebaikan. Dengan kehendak, manusia menilai mana yang baik dan yang buruk, sebagai sumber nilai moral.1 Dalam kehidupan manusia disadari bahwa yang benar, yang indah, dan yang baik itu menyenangkan, membahagiakan, menentramkan,

danmemuaskan manusia. Sebaliknya yang salah, yang jelek, dan yang buruk itu menyengsarakan, menyusahkan, dan membosankan manusia. Dari dua hal yang bertolak belakang ini, manusia adalah sumber penentu dan

1

Abdulkadir Muhammad, Etika Profesi Hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1997, hlm. 2.

1

menimbang, menilai , memutuskan untuk memilih mana yang paling menguntungkan (nilai moral). Maka dari itu, manusia harus beretika dalam hal apapun, karena pengertian etika itu sendiri adalah ilmu pengetahuan tentang asas – asas ( moral ). Dimana sifat itu hanya dimiliki oleh manusia. Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berprilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila etika itu dilanggar, timbullah kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral. Contoh moral itu adalah, berkata dan berbuat jujur, menghormati orangtua atau guru, menghargai orang lain, membela kebenaran dan keadilan, menyambut anak yatim piatu. Dalam perkataan sehari-hari, sering orang salah atau mencampuradukkan antara kata tika dan etiket. Kata etika berarti moral, sedangkan kata etikat berarti sopan santun, dan tata karma. Maka dari itu dalam makalah saya perlu dikaji lagi tentnag etika, agar orang mempunyai etika dalam kehidupannya2. Dari latar belakang diatas maka saya akan mencoba membahas tentang etika profesi dan eksistensinya dalam profesi hukum. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian diatas, maka untuk memeudahkan dalam

pembahasan penulis merumuskan masalah diantra lain sebagai berikut : 1. Apa pengertian etika profesi hukum ?
2

Ibid.

2

Untuk mengetahui apa pengertian etika profesi hukum. TUJUAN PENULISAN Berdasarkan perumusan masalah diatas. 2. 3. Apa Fungsi dari kode etik profesi hukum ? 3. Bagaimana eksistensi dari etika profesi hukum ? C. Untuk mengetahui eksistensi dari etika profesi hukum 3 . maka tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui fungsi dari adanya kode etik profesi hukum.2.

S. aristoles pula filsuf pertama yang menempatkan etika sebagai cabang filsafat tersendiri. Aristoteles adalah filsuf pertama yang berbicara tentang etika secara kritis. Poerwadarminta dalam Kamus Umum bahasa Indonesia mengemukakan bahwa pengertian etika adalah : ilmu pengetahuan tentang asas – asas ( moral ). PENGERTIAN ETIKA PROFESI HUKUM 1.3 Etika atau dalam bahasa Inggris disebut Ethics yang mengandung arti : Ilmu tentang kesusilaan.BAB II PEMBAHASAN A. sikap. akhlak. yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat. reflektif. ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. (WJS. adat. perasaan.H. Secara etimologis etika berasal dari bahasa Yunani kuno Ethos yang berarti kebiasaan. dan komprehensif.Etika Profesi Hukum. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dgn akhlak. Pengertian Etika WJS.1986 : 278). watak. Lubis. Poerwadarminta . nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.Hlm 1 4 . Aristoteles dalam konteks ini lebih menyoal tentang 3 Suhrawardi K.

apakah perilaku itu mengandung kemanfaatan atau kerugian bagi orang lain. yakni hidup yang bermutu/bermakna ketika manusia itu mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya.hidup yang baik dan bagaimana pula mencapai hidup yang baik itu. Perilaku menjadi obyek pembahasan etika. 4 Kamus Besar Bahasa Indonesia. suatu bidang yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus menerus dan berkembang dan diperluas. 2.4 jenis profesi yang dikenal antara lain : profesi hukum. karena dalam perilaku manusia menampakkan berbagai model pilihan atau keputusan yang masuk dalam standar penilaian atau evaluasi. profesi bisnis.789.Hlm. menurut Budi Santoso ciri-ciri profesi adalah : a. profesi kedokteran. Pengertian Profesi Profesi dalam kamus besar bahasa indonesia adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan. dan yang menjadi tujuan akhir hidup manusia adalah kebahagiaan. Menurut Aristoteles meraih apa yang mencapai tujuan hidupnya berarti manusia itu mencapai dirinya sepenuh-penuhnya. profesi pendidikan (guru). 5 . eudaimonia. manusia ingin meraih apa yang apa yang disebut nilai (value). kejuruan dan sebagainya) tertentu.

sesuai dengan keperluan hukum bagi masyarakat Indonesia dewasa ini dikenal beberapa subyek hukum 6 . Dengan pengertian etika dan profesi diatas. maka dapat diambil pengertian etika profesi hukum. i. suatu periode panjang untuk suatu pelatihan dan sertifikasi. yang patut dikerjakan seseorang dalam jabatannya sebagai pelaksana hukum dari hukum yang berlaku dalam suatu negara. penerapan praktis dari teknis intelektual pada urusan praktis . asosiasi dari anggota-anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang akrab dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggota. f. hubungan erat dengan profesi lain. beberapa standar dan pernyatan tentang etika yang dapat diselenggarakan. kemampuan memberi kepemimpinan pada profesi sendiri. pengakuan sebagai profesi. Jadi etika profesi hukum adalah Ilmu tentang kesusilaan. 1. c. e. perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi.b. tentang apa yang baik dan apa yang buruk. suatu teknis intelektual. j. g. d.

dengan dipakainya etika dalam seluruh sektor kehidupan manusia baik mikro maupun makro diharapakan dapat terwujud pengendalian. Penasihat hukum (advokad. aktivitas. kejujuran. 66 7 . Sikap jujur. Jaksa. Sikap manusiawi. Notaris.H. Seluruh sektor kehidupan. artinya tidak menanggapi hukum secara formal belaka. pengawasan dan penyesuaian sesuai dengan panduan etika yang wajib dipijaki. Urgensi etika adalah. Polisi. c. Menurut Notohami djodjo dalam melaksanakan kewajibannya professional hukum perlu memiliki5: a.M.melainkan kebenaran yang sesuai dengan hati nurani. pertama. berpolitik baik dalam lingkup mikro maupun makro harus selalu berlandaskan nilai-nilai etika.S. d. Jaksa.. dapat ditegakkannya (keinginan) hidup 5 . Sikap adil. pola hidup. ketiga. b. pengacara).artinya mencari kelayakan yang sesuai dengan perasaan masyarakat. Notohamidjojo.artinya mencari pertimbangan untuk menentukan keadilan dalam suatu perkara konkrit.berpredikat profesi hukum yaitu : Polisi.. terjadinya tertib kehidupan bermasyarakat.Hlm. dapat ditegakkan nilai-nilai dan advokasi kemanusiaan. kedua. Sikap patut.Hum.dalam Supriadi. keempat. keterbukaan dan keadilan.artinya menyatakan sesuatu itu benar menurut apa adanya dan menjauhi yang tidak benar dan tidak patut.Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia.

Berlandaskan pada pengertian dan urgensi etika. Aristoteles berpendapat bahwa tata pegaulan dan penghargaan seorang manusia. bahwa urgensi etika berkaitan dengan kepedulian dan tuntutan memperhatikan orang lain. Dengan berpegang pada etika.manusia. yang tidak didasarkan oleh egoisme atau kepentingan individu. Urgensi atau pentingnya ber'etika sejak jaman Aristoteles menjadi pembahasan utama dengan tulisannya yang berjudul " Ethika Nicomachela". Perbuatan manusia dapat disebut baik. jauh dari keinginan untuk melakukan pengrusakan dan kekacauan kekacauan. arif dan bijak bilamana ada ketentuan secara normatif yang merumuskan bahwa hal itu bertentangan 8 . kelima. yaitu memperhatikan orang lain. akan tetapi didasarkan pada hal-hal yang altruistik. Keduanya memiliki kesamaan substansial dan orientasi terhadap kepentingan dan tata kehidupan manusia. maka dapat diperoleh suatu deskripsi umum. Pandangan aristoles ini jelas. kehidupan manusia manjadi jauh lebih bermakna. bahwa ada titik temu antara etika dan dengan hukum. Dalam hal ini etika menekankan pembicaraannya pada konstitusi soal baik buruknya perilaku manusia. dapat dihindarkan terjadinya free fight competition dan abus competition dan terakhir yang dapat ditambahkan adalah penjagaan agar tetap berpegang teguh pada norma-norma moral yang berlaku dalam masyarakat sehingga tatanan kehidupan dapat berlangsung dengan baik.

sedangkan di sisi lain ada aturan yang melarang seseorang menjalankan sesuatu kegiatan. Begitupun seorang dapat disebut melanggar etika bilamana sebelumnya dalam kaidah-kaidah etika memeng menyebutkan demikian. yaitu ada aturan yang mengharuskan untuk diikuti. Kode etik profesi dapat berubah 9 . misalnya yang merugikan dan melanggar hakhak orang lain. ada keharusan. kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena di hasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. Pendapat Scholten menunjukan bahwa titik temu antara etika dengan hukum terletak pada muatan substansinya yang mengatur tentang perilaku-perilaku manusia. B. baik hukum maupun etika kedua-duanya mengatur perbuatanperbuatan manusia sebagai manusia. serta sanksi-sanksi. apa yang dilakukan oleh manusia selalu mendapatkan koreksi dari ketentuan-ketentuan hukum dan etika yang menentukannya. Paul Scholten menyebutkan.dengan pesan-pesan etika. perintah dan larangan. Fungsi Kode Etik Profesi Hukum Pengertian kode etik profesi menurut Abdul Kadir Muhammad. Sementara keterkaitannya dengan hukum.

Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur kebutuhan dan nilai masyarakat yang akibatnya menantang pandangan-pandangan moral tradisional.dan di ubah seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga anggota kelompok profesi tidak akan ketinggalan jaman. hakikat manusia adalah mahkluk yang menyadari bahwa yang benar. Adanya berbagai ideologi yang menawarkan diri sebagai penuntun hidup yang masing-masing dengan alasannya sendiri mengajarkan bagaimana manusia harus hidup..Hlm 23 10 . Kita hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik.S.6 Terjadinya pelanggaran nilai moral dan nilai kebenaran karena kebutuhan ekonomi yang terlalu berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan psikis yang seharusnya berbanding sama. yang indah dan yang baik adalah keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kebutuhan psikis dan inilah yang menjadi tujuan hidup manusia. sehingga kita bingung harus mengikuti moralitas yang mana. Etika sangat diperlukan karena beberapa pertimbangan (alasan) berikut : 1. 6 Abdul kadir Muhammad. 2. juga dalam bidang moral. 3.M.dalam Supriadi.H. Usaha penyelesaiannya adalah tidak lain harus kembali kepada hakikat manusia dan untuk apa manusia itu hidup.H.

Etika juga diperlukan oleh kaum beragama yang di satu pihak diperlukan untuk menemukan dasar kemantapan dalam iman kepercayaan mereka. sementara klien.4.haknya. 2. lembaga dan masyarakat pun secara terbuka mengetahui hak . yakni bagaimana hak-hak istimewa klien. Membantu tenaga ahli dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat jika menghadapi problem dalam pekerjaannya. Menjelaskan atau menetapkan tanggung jawab kepada klien. kelembagaan dan masyarakat dapat ditentukan dan diperjuangkan. Ada dimensi fungsional mengapa etika itu perlu dituangkan dalam kode etik profesi : 1. Problem yang dihadapi seperti munculnya kasus-kasus hukum baru yang penanganannya membutuhkan kehadiran ahli atau diluar kemampuan spesifikasi adalah membutuhkan pedoman 11 . ada sasaran konvergensi tanggung jawab yang dituju. pengemban profesi mendapatkan kejelasan informasi dan "buku pedoman" mengenai kewajiban yang harus dilaksanakan. institusi dan masyarakat. dilain pihak mau berpastisipasi tanpa takut-takut dan dengan tidak menutup diri dalam semua dimensi kehidupan masyarakat yang sedang berubah itu.

Pengemban profesi (hukum) mendapatkan pijakan yang dapat dijadikan acuan untuk mengamati perilaku sesama pengemban profesi yang dinilai melanggar hukum. 4.Hlm 24 12 . Dengan keberadaan kode etik. Sebagai rujukan untuk menjaga prestasi dan reputasi. Ada beberapa fungsi kode etik7 : 1. 3. arah dan kemanfaatan penyelenggaraan profesi hukum. Kode etik sebagai sarana kontrol sosial. baik secara individu maupun kelembagaan. sehingga kalau sampai terjadi seorang ahli itu misalnya tidak mampu menyelesaikan problem yang dihadapinya tidaklah lantas dipersalahkan begitu saja. 7 Ibid. Diorientasikan untuk mendukung profesi secara bermoral dan melawan perilaku melanggar hukum dan indispliner dari anggota-anggota tertentu..yang jelas untuk menghindari terjadinya kesalahan dan kekeliruan. akan lebih mudah ditentukan bentuk. Kode etik memberikan semacam kriteria bagi para calon anggota kelompok profesi dan membantu mempertahankan pandangan para anggota lama terhadap prinsip profesional yang telah digariskan.

Kode-kode etik profesi mencegah pengawasan atau campur tangan yang dilakukan oleh pemerintah atau oleh masyarakat melalui agen atau pelaksanannya. Kode etik profesi dapat dijadikan pedoman untuk memberdayakan.2. khususnya ketika berhadapan dengan tantangan yang bersumber dari komunitas elit kekuasaan. tetapi juga mempermainkannya. kode etik adalah untuk pengembangan patokan kehendak yang lebih tinggi. pengemban profesi dituntut meningkatkan karier atau prestasi-prestasinya. Dengan kode etik. kemahiran. spesifikasi atau keahlian yang sudah dikuasai oleh pengemban profesi. Kode etik menjadi terasa lebih penting lagi kehadirannya ketika tantangan yang menghadang profesi hukum makin berat dan kompleks. sikap elit kekuasaan terkadang bukan hanya tidak menghiraukan norma moral dan yuridis. 3. Kode etik ini dasarnya adalah suatu perilaku yang sudah dianggap benar serta berdasarkan metode prosedur yang benar pula. Kalau itu merupakan kode etik profesi hukum. maka pengemban profesi hukum dituntut menyelaraskan tugas-tugasnya secara benar dan bermoral. 13 .

mulai dari yang paling modern sampai pada masyarakat yang primitif. Bentuk dan wujudnya berbeda-beda. yakni seiring dengan perkembangan (dinamika) yang terjadi dalam realitas kehidupan masyarakat. EKSISTENSI KODE ETIK PROFESI Pameo "ubi societas ibi ius" (dimana ada masyarakat. Perkembangan istilah-istilah yang diadaptasikan dengan dinamika sosial budaya masyarakat kerapkali menyulitkan kalangan ahli-ahli bahasa. dan transformasi kultural. politik.C. tergantung pada tingkat kemajemukan dan peradapan masyarakat yang bersangkutan. industrialisasi atau bisnis media. terdapat gejala sosial yang disebut hukum. yang bisa saja melahirkan istilahistilah atau makna varian sejalan dengan tarik menarik kepentingan. ekonomi. Dalam setiap masyarakat. budaya. Di tengah masyarakat terdapat pelaku-pelaku sosial. terutama bila dikaitkan dengan penggunaan bahasa yang dilakukan di lingkungan jurnalistik media cetak. Perkembangan pers yang mengikuti target-target globalisasi informasi. apapun namanya. dan lainnya. politik dan ekonomi yang berlangsung cepat telah memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap pertumbuhan dan 14 . disana ada hukum) sebenarnya mengungkapkan bahwa hukum adalah suatu gejala sosial yang bersifat universal. agama. Istilah-istilah yang bermunculan di masyarakat pun tidak berbeda dengan apa dengan apa yang dialami dengan istilah hukum.

Misalnya kata profesi cukup gampang diangkat dan dipakai oleh bermacam-macam pekerjaan. perilaku dan pengambilan keputusan. baik pria maupun wanita. Setiap orang berhak dengan bebas memilih pekerjaan yang disukainya dan berhak pula atas syarat-syarat ketenagakerjaan. Setiap orang. 15 . setara atau serupa. berhak atas upah serta syarat-syarat perjanjian kerja yang sama. istilah. sebanding. 3. 4. Setiap orang. Kata pekerjaan itu sebagai hak (right) secara yuridis juga dapat ditemukan dalam pasal 38 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 sebagai berikut : 1. 2. sesuai dengan bakat. baik pria maupun wanita yang melakukan pekerjaan yang sama. Setiap orang berhak.pergeseran serta pengembangan makna. dalam melakukan kerja yang sepandan dengan martabat kemanusiaan berhak atas upah yang adil sesuai dengan prestasinya dan dapat menjamin kelangsungan kehidupan keluarganya. atau kosakata. kecakapan dan kemampuan. perbuatan. berhak atas pekerjaan yang layak. Kata profesi mudah digunakan sebagai pembenaran terhadap aktifitas tertentu yang dilakukan seseorang atau sekumpulan orang.

maka kemungkinan timbulnya kejahatan (pelanggaran hukum) dapat dihindari pula..Hum.H. 4. Dengan surplus hasil kerjanya. Hal ini juga berarti. orang dapat mengontrol atau mengendalikan gaya hidupnya.M. Dengan kerja. Tanggung jawab sosial (social responsibility) 8 Liliana tedjosaputro. orang dapat memenuhi apa yang yang menjadi kebutuhan hidup sehari-harinya. manusia juga dapat berbuat amal bagi sesamanya. Hlm. bahwa setiap wujud kerja mempunyai empat tujuan sebagaimana berikut : 1. maka pengangguran dapat dihapuskan/dicegah. 16 .16. dengan tidak adanya pengangguran.. suatu lapangan kerja itu dapat dikategorikan sebagai profesi diperlukan8 : 1. 3. Dengan bekerja.dalam Supriadi.Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia. Pengetahuan 2. Penerapan keahlian (competence of application) 3.S.Thomas Aquinas menyatakan. Menurut Liliana Tedjosaputro. 2. Dengan adanya lapangan pekerjaan.

S.. self control 5. Asosiasi dari anggota-anggota profesi menjadi suatu kelompok yang akrab dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggota. 5. Suatu bidang yang terorganisasi dari teori intelektual yang terus menerus berkembang dan diperluas. 4. Suatu teknik intelektual.12 17 . Beberapa standar dan pernyataan tentang etika profesi yang dapat diselenggarakan. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi.H. Penerapan praktis dan teknik intelektual pada urusan praktis. 10. 6.4. 9. Pengakuan sebagai profesi. Hubungan yang erat dengan profes Profesi hukum memiliki tempat yang istimewa ditengah masyarakat. Kemampuan memberi kepemimpinan pada profesi sendiri. 3. pengakuan oleh masyarakat (social sanction) Ciri-ciri khas profesi dalam international encyclopedia of education adalah sebagai berikut9 : 1. 7. 2. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikatisasi. Lubis. apalagi jika dikaitkan dengan eksistensi konstitusional kenegaraan yang telah 9 Suhrawardi K.Hlm. 8.

Klien dan masyarakat yang dilayaninya. 3. Profesi hukum pun berangkat dari suatu proses. Tanggung jawab seorang yang profesional. 2. yang kemudian melahirkan pelaku hukum yang handal. 18 . hukum yang sedang berlaku dan diikuti dengan aspek aplikatifnya menjadi substansi profesi hukum. menurut Wawan Setiawan. paling tidak harus bertanggung jawab kepada : 1. Sesama profesi dan kelompok profesinya. Pemerintah dan negaranya. Penguasaan terhadap perundang-undangan.mendeklarasikan diri sebagai negara hukum (rechstaat).

juga dalam bidang moral. yang patut dikerjakan seseorang dalam jabatannya sebagai pelaksana hukum dari hukum yang berlaku dalam suatu Negara. 2. Etika sangat diperlukan karena beberapa pertimbangan (alasan) berikut : 1. Adapun pengertian dari etika profesi hukum adalah Ilmu tentang kesusilaan. Manakala manusia melakukan interaksinya tidak berjalan dalam kerangka norma atau tatanan yang ada. 19 . tentang apa yang baik dan apa yang buruk. kita hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik. KESIMPULAN Kehidupan manusia dalam melakukan interaksi sosialnya selalu akan berpatokan kepada norma atau tatanan hukum yang berada dalam masyarakat tersebut. sehingga kita bingung harus mengikuti moralitas yang mana. maka akan terjadi bias dalam proses interaksi itu.BAB III PENUTUP A. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur kebutuhan dan nilai masyarakat yang akibatnya menantang pandangan-pandangan moral tradisional.

dilain pihak mau berpastisipasi tanpa takut-takut dan dengan tidak menutup diri dalam semua dimensi kehidupan masyarakat yang sedang berubah itu. SARAN Profesi Hukum adalah profesi yang mulia dan terhormat (officium nobel ) karna bertujuan menegakkan hukum dan keadilan dalam kehidupan masyarakat. Ironisnya. Etika juga diperlukan oleh kaum beragama yang di satu pihak diperlukan untuk menemukan dasar kemantapan dalam iman kepercayaan mereka. profesi yang seharusnya dapat secara adil menyelesaikan persoalan-persoalan hukum di Negara ini kerap mendapat sorotan negatif dari masyarakat. B. Harapan masyarakat di Negara ini agar para pekerja di profesi hukum dapat benar-benar menjalani perannya secara adil dan menegakkan keadilan 20 . Adanya berbagai ideologi yang menawarkan diri sebagai penuntun hidup yang masing-masing dengan alasannya sendiri mengajarkan bagaimana manusia harus hidup.3.Hal ini disebabkan banyak professional hukum yang kurang mendalami atau menjiwai secara sungguh-sungguh kode etik dari profesi hukum yang dijalankan.

21 .yang sesungguhnya dan dapat menjiwai secara sungguh-sungguh kode etik dalam menjalankan profesinya.

Bandung: Citra Aditya Bakti. .2008.Pengertian etika profesi hukum UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusi 22 .2003. 1997.Jakarta:Sinar Grafika.DAFTAR PUSTAKA K. Etika Profesi Hukum .Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia.Jakarta: Rineka Cipta. Supriadi.google.Jakarta: Sinar Grafika.id. http//www. Poedjawiyatna. Abdulkadir Muhammad.Lubis Suhrawardi.Etika Filsafat Tingkah Laku. Etika Profesi Hukum.1994.co.