You are on page 1of 4

Tugas & Peran Manusia

Penulis: Drs. H. Ahmad Yani

ْ ِ َ َِ ُ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ِ ُ ُ ََ ْ ُ ِ ْ َْ ََ ُ ُْ ِ َْ ََ ُ ُ َ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن الحمد ل نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بال من شرور أنفسنا ومن‬ ِ ْ َ ‫ُ َ َ ُ ِ ّ َ ُ َ َ ْ ُ ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ُ َ َ ْ َد‬ ‫سيئات أعمالنا، من يهدي ال فل مضل له ومن يضلل فل هادي له. وأشه ُ أن‬ ِ ْ َ ْ َ َِ َ ْ َ ِ ََّ ّ َ ّ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ ََ ُ َ َ ْ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ‫ل إله إل ال وحده ل شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل‬ .‫وسلم على محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين‬ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ََ ِ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ّ َ َ ‫ياأيها الذين ءامنوا اتقوا ال حق تقاته ول تموتن إل وأنتم مسلمون. أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ ْ ُ ِ ْ ّ ْ ُ ََ ّ ِ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ِ ِ َ ُ ّ َ َ ُ ّ َُ َ َ ْ ِ ّ َ َّ َ
Manusia dengan makhluk Allah lainnya sangat berbeda, apalagi manusia memiliki kelebihankelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk yang lain, salah satunya manusia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk penciptaan, namun kemuliaan manusia bukan terletak pada penciptaannya yang baik, tapi tergantung pada; apakah dia bisa menjalankan tugas dan peran yang telah digariskan Allah atau tidak, bila tidak, maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka dengan segala kesengsaraannya, Allah Swt berfirman yang artinya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya (QS 95:4-6). Paling kurang, ada tiga tugas dan peran yang harus dimainkan oleh manusia dan sebagai seorang muslim, kita bukan hanya harus mengetahuinya, tapi menjalankannya dalam kehidupan ini agar kehidupan umat manusia bisa berjalan dengan baik dan menyenangkan.

1. BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT
Beribadah kepada Allah Swt merupakan tugas pokok, bahkan satu-satunya tugas dalam kehidupan manusia sehingga apapun yang dilakukan oleh manusia dan sebagai apapun dia, seharusnya dijalani dalam kerangka ibadah kepada Allah Swt sebagaimana firman-Nya yang artinya: Dan Aku tidak menciptakan manusia kecuali supaya mereka menyembah-Ku (QS 51:56). Agar segala yang kita lakukan bisa dikategorikan ke dalam ibadah kepada Allah Swt, maka paling tidak ada tiga kriteria yang harus kita penuhi. Pertama, lakukan segala sesuatu dengan niat yang ikhlas karena Allah Swt. Keikhlasan merupakan salah satu kunci bagi diterimanya suatu amal oleh Allah Swt dan ini akan berdampak sangat positif bagi manusia yang melaksanakan suatu amal, karena meskipun apa yang harus dilaksanakannya itu berat, ia tidak merasakannya sebagai sesuatu yang berat, apalagi amal yang memang sudah ringan. Sebaliknya tanpa keikhlasan, amal yang ringan sekalipun akan terasa menjadi berat, apalagi amal yang jelas-jelas berat untuk dilaksanakan, tentu akan menjadi amal yang terasa sangat berat untuk mengamalkannya. Kedua, lakukan segala sesuatu dengan cara yang benar, bukan membenarkan segala cara. sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah Swt dan dicontohkan oleh Rasul-Nya. Manakala seorang muslim telah menjalankan segala sesuatu sesuai dengan ketentuan Allah Swt, maka tidak ada penyimpangan-penyimpangan dalam kehidupan ini yang membuat perjalanan hidup manusia menjadi sesuatu yang menyenangkan. Ketiga, adalah lakukan segala sesuatu dengan tujuan mengharap ridha Allah Swt dan ini akan membuat manusia hanya punya satu kepentingan, yakni ridha-Nya. Bila ini yang terjadi, maka upaya menegakkan kebaikan dan kebenaran tidak akan menghadapi kesulitan, terutama kesulitan dari dalam diri para penegaknya, hal ini

karena hambatan-hambatan itu seringkali terjadi karena manusia memiliki kepentingan-kepentingan lain yang justeru bertentangan dengan ridha Allah Swt.

2. KHALIFAH ALLAH DI MUKA BUMI
Nilai-nilai dan segala ketentuan yang berasal dari Allah Swt harus ditegakkan dalam kehidupan di dunia ini. Untuk menegakkannya, maka manusia diperankan oleh Allah Swt sebagai khalifah (wakil) Allah di muka bumi ini untuk menegakkan syariat-syariatNya, Allah Swt berfirman yang artinya: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi (QS 2:30). Untuk bisa menjalankan fungsi khalifah, maka manusia harus menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta menyiarkan kebaikan dan kemaslahatan, ini merupakan perkara yang sangat mendasar untuk bisa diterapkan dan tanpa kebenaran, keadilan serta kebaikan dan kemaslahatan, tidak mungkin tatanan kehidupan umat manusia bisa diwujudkan, karenanya ini menjadi persyaratan utama bagi manusia untuk menjalankan fungsi khalifah pada dirinya, Allah Swt berfirman yang artinya: Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikajn kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) diantara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan (QS shad:26). Untuk bisa memperoleh kehidupan yang baik di dunia ini, salah satu yang menjadi penopang utamanya adalah penegakkan hukum secara adil sehingga siapapun yang bersalah akan dikenai hukuman sesuai dengan tingkat kesalahannya, karenanya hal ini merupakan sesuatu yang sangat ditekankan oleh Allah Swt kepada manusia sebagaimana terdapat dalam firman-Nya yang artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaikbaiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS 4:58). Mengingat keadilan begitu penting bagi upaya mewujudkan kehidupan yang baik, kerharusan berlaku adil tetap ditegakkan meskipun kepada orang yang kita benci sehingga jangan sampai karena kebencian kita kepadanya, keadilan yang semestinya ia nikmati tidak bisa mereka peroleh. Manakala keadilan bisa ditegakkan, maka masyarakat yang bertaqwa kepada Allah Swt cepat atau lambat akan terwujud, Allah berfirman yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS 5:8).

3. MEMBANGUN PERADABAN
Kehidupan dan martabat manusia sangat berbeda dengan binatang. Binatang tidak memiliki peradaban sehingga betapa rendah derajat binatang itu. Adapun manusia, dicipta oleh Allah Swt untuk membangun dan menegakkan peradaban yang mulia, karenanya Allah Swt menetapkan manusia sebagai pemakmur bumi ini, Allah berfirman yang artinya: Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya (QS 11:61).

Untuk bisa membangun kehidupan yang beradab, ada lima pondasi masyarakat beradab yang harus diwujudkan dan diperjuangan pelestariannya, yaitu: Pertama, nilai-nilai agama Islam yang datang dari Allah Swt, Kedua, akal yang merupakan potensi besar untuk berpikir dan merenungkan segala sesuatu. Ketiga, harta yang harus dicari secara halal dan bukan menghalalkan segala cara. Keempat, kehormatan manusia dengan akhlaknya yang mulia yang harus dijaga dan dilestarikan. Dan Kelima, keturunan atau nasab manusia yang harus jelas sehingga dalam masalah hubungan seksual misalnya, manusia tidak akan melakukannya kepada sembarang orang. Manakala manusia tidak mampu membangun peradaban sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah Swt, maka martabat manusia akan menjadi lebih rendah dari binatang, hal ini karena manusia bukan hanya memiliki potensi fisik yang sempuna dibanding binatang, juga manusia punya botensi berpikir dan mendapat bimbingan berupa wahyu dari Allah Swt yang diturunkan kepada para Nabi. Dalam kaitan kemungkinan manusia menjadi lebih rendah atau lebih sesat dari binatang, bahkan binatang ternak dikemukakan oleh Allah Swt dalam firmanNya yang artinya: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (QS 7:179). Dari keterangan di atas menjadi jelas bagi kita bahwa kemuliaan manusia sangat tergantung pada, apakah ia bisa menjalankan tugas dan perannya dengan baik atau tidak, bila tidak, maka kemuliaannya sebagai manusia akan jatuh ke derajat yang serendah-rendah dan ia akan kembali kepada Allah dengan kehinaan yang sangat memalukan dan di akhirat, ia menjadi hamba Allah yang mengalami kerugiaan yang tidak terbayangkan

ِ ْ ّ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ْ ُ ّ َِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر‬ .‫الحكيم. أقول قولي هذا وأستغفر ال العظيم لي ولكم‬ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ
Khutbah Kedua

ْ ِ َ َِ ُ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ِ ُ ُ ََ ْ ُ ِ ْ َْ ََ ُ ُْ ِ َْ ََ ُ ُ َ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن الحمد ل نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بال من شرور أنفسنا ومن‬ ِ ‫َ ّ َ ِ َ ْ َ ِ َ َ ْ َ ْ ِ ِ ُ َ َ ُ ِ ّ َ ُ َ َ ْ ُ ِْ ْ َ َ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ َ ل‬ َ ْ‫سيئات أعمالنا، من يهده ال فل مضل له ومن يضلل فل هادي له. أشهد أن‬ ‫إله إل ال وحده ل شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى ال َلى‬ َ‫ُ ع‬ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ ََ ُ َ َ ْ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ّ َ َ َ َ َ َ َ ً ْ ِ َ ً ْ ِ ْ َ َ ّ َ َ ِ ِ َ ْ ََ ِ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ ّ ِ َ ‫نبينا محمد وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا. قال تعالى: يا أيها الذين‬ ‫ءامنوا اتقوا ال حق تقاته ول تموتن إل وأنتم مسلمون. قال تعالى: }ومن‬ ََ َ َ َ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ّ ْ ُ ََ ّ ِ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ِ ِ َ ُ ّ َ َ ُ ّ َُ َ ُ َ ْ ِ ْ َُ ِ ِ ََّ ُ ْ َ ْ ّ َ ُ َ ِ َّ َ َ ‫يتق ال يجعل له مخرجا{ وقال: }ومن يتق ال يكفر عنه سيئاته ويعظم له‬ َ ََ ً َ ْ َ ُ ّ َ ْ َ َ ِ َّ {‫أجرا‬ ًْ َ ُ َ َ ِ َ َ َ َ ّ ِ َ َ َ ِ ِْ ُ ‫ُ ّ َْ ُ ْ َِ ّ َ َ َ َ ُ ْ ِ ّ َ ِ َ ّ َ ِ ََ ر‬ ‫ثم اعلموا فإن ال أمركم بالصلة والسلم على َسوله فقال: }إن ال وملئكته‬ .{‫يصلون على النبي، يا أيها الذين ءامنوا صلوا عليه وسلموا تسليما‬ ً ْ ِ ْ َ ْ ُ َّ َ ِ ْ ََ ْ َّ ْ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ّ َ َ ّ ِ ّ ََ َ ْ َّ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ َ ‫َ ّ ُ ّ َ ّ َ َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ ِ ُ َ ّ ٍ َ َ َ ّ ْت‬ ‫اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صلي َ على إبراهيم وعلى آل‬ ‫إبراهيم، إنك حميد مجيد. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت َلى‬ َ‫ِ ْ َ ِ ْ َ ِ ّ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ َ ِ ْ ََ ُ َ ّ ٍ َ ََ ِ ُ َ ّ ٍ َ َ َ َ ْ َ ع‬ ،‫إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات‬ ِ َ ِْ ُ ْ َ َ ْ ِ ِْ ُ ْ ِ ْ ِ ْ ّ ُ ّ َ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ ِ َ َ ّ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ ِ ََ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ‫والمؤمنين والمؤمنات الحياء منهم والموات، إ ّك سميع قريب. اللهم أ ِنا‬ َ ‫َ ْ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ َ ِ ِن َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ّ ُ ّ َر‬ ‫الحق حقا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطل وارزقنا اجتنابه. ربنا آتنا في‬ ِ َ ِ َ ّ َ ُ َ َ ِ ْ َ ْ ُ ْ َ ً ِ َ َ ِ َ ْ َ ِ ََ ُ َ َ ّ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ ْ

‫الدنيا حسنة وفي الخرة حسنة وقنا عذاب النار. ربنا هب لنا من أزواجنا‬ ‫ِ َ ِ َ ََ ً َ َِ َ َ َ ّ ِ ََّ َ ْ ََ ِ ْ َ ْ َ َِ‬ ‫ّ َْ َ ََ ً َ ِ‬ ‫وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما. سبحا َ ربك ر ّ العزة عما يصفون،‬ ‫َ ُ ّ ّ ِ َ ُ ّ َ َ ْ ُ ٍ َ ْ َ ْ َ ِ ْ ُ ّ ِ َ ِ َ ً ُ ْ َ ن َ ّ َ َب ْ ِ ّ ِ َ ّ َ ِ ُ ْ َ‬ ‫وسلم على المرسلين والحمد ل رب العالمين.‬ ‫َ َ َ ٌ ََ ْ ُ ْ َِ ْ َ َ ْ َ ْ ُ ّ َ ّ ْ َ َ ِ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ َ ِ ِ ّ َ َ ْ ُ ُ ُ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ َِ َ ئ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ْ َ َ ِ‬ ‫عباد ال، إن ال يأمركم بالعدل والحسان وإيتآ ِ ذي القربى وينهى عن‬ ‫الفحشآء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا ال العظيم يذكركمْ‬ ‫َ ْ َ ِْ َ َ ْ ُ ْ ُ‬ ‫ْ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ْ ِ َ ِ ُ ُ ْ َ َّ ُ ْ َ َ ّ ُ ْ َ َ ْ ُ ُ‬ ‫واسألوه من فضله يعطكم ولذكر ال أكبر.‬ ‫َ َُْ ْ ُ ِ ْ َ ِْ ِ ُ ْ ِ ُ ْ ََ ِ ْ ُ ِ َ ْ َ ُ‬