You are on page 1of 5

BAB 1 VICAT

1.1. DASAR TEORI Semen jika dicampur dengan air akan menghasilkan pasta semen yang plastis dan dapat dibentuk ( workable ). Sampai beberapa waktu, karakteristik pada semen tidak berubah. Periode ini disebut Dormant Periode. Pada waktu berikutnya semen akan menjadi kaku walaupun masih ada yang lunak, kondisi ini disebut initial set. Selanjutnya pasta semen melanjutkan kekakuannya hingga menjadi padatan yang utuh, atau yang disebut dengan istilah final set. Kondisi pengerasan akan berlangsung terus dan sejalan dengan waktu akan memperoleh kekuatan, proses ini disebut hardening. Alat untuk menentukan waktu ikat awal adalah vicat. Waktu ikat awal tercapai bila hasil penetrasi ( masuknya jarum ke dalam pasta ) kurang dari 25 mm sedangkan waktu pengikatan akhir tercapai bila jarum tidak menembus pasta. 1.2. TUJUAN Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui waktu ikat awal suatu pasta semen ( initial setting time ) dari mulainya campuran pada kondisi konsistensi normal sampai pasta kehilangan sebagian sifat plastis. 1.3. ALAT DAN BAHAN 1.3.1. Alat-alat yang digunakan : 1. 2. 3. 4. Vicat apparatus lengkap dengan cincin dan plat ebonite. Gelas ukur. Stop watch. Mold dengan diameter bawah 70 mm, diameter atas 60 mm dan

tinggi 40 mm.

1.3.2. Bahan-bahan yang digunakan : 1. 2. 3. Portland semen seberat 350 gr. Air sebanyak 105 ml. FAS 0,3

1.4.LANGKAH KERJA 1. 2. normal. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Masukkan pasta semen ke dalam cincin ebonite kemudian Memasang cincin ebonite di bawah jarum penetrasi. Menunggu selama 30 menit kemudian melepaskan batang Mencatat kedalaman masuknya jarum dengan membaca skala. Mengulangi langkah no.5 dengan selang waktu 15 menit. Cincin Setelah kedalaman penetrasi kurang dari 2,5 cm berarti waktu meratakan permukaannya. Mengambil PC sebanyak 350 gr. Mengambil air sebanyak 105 ml, kemudian mencampurkan air

tersebut dengan semen sehingga terbentuk pasta semen dengan konsistensi

peluncur.

harus selalu dipindahkan dengan jarak minimal 1 cm. pengikatan awal / initial setting time telah tercapai.

1.5. ALUR KERJA Mulai

Mencampurkan PC 350 gram + air 105 ml kemudian diaduk

Meletakkan pasta semen ke dalam cincin ebonite

Meletakkan cincin ebonite pada vicat. Diamkan 30 menit

Meletakkan jarum vicat pada permukaan pasta lalu menjatuhkannya

Pengujian diulang setiap 15 menit

Selesai

1.6.DATA PERCOBAAN Semen Air FAS : 350 gram : 105 ml : 0,3 Tabel I.1. Percobaan Vicat ( konsistensi normal ) No. 1. Waktu ( detik ) 30 Penurunan ( cm ) 1

Tabel I.2. Data Percobaan Vicat ( initial setting time ) No. 1. 2. 3. 4. 5. Waktu ( menit ) 30 45 60 75 90 Penurunan ( cm ) 4,1 4 3,5 3 2,5

1.7. ANALISA DATA

Dari percobaan yang dilakukan dapat dihitung besarnya FAS ( faktor air semen ), yaitu perbandingan antara penggunaan air dengan penggunaan semen dalam suatu adukan beton. Jumlah penggunaan air FAS = Jumlah penggunaa semen 105 = 350 Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa waktu pengikatan awal pasta semen ( initial setting time ) dicapai antara 45- 60 menit. = 0,3

1.8. KESIMPULAN 1. FAS = 0,3 2. Waktu pengikatan awal dicapai antara 45 – 60 menit. Waktu ikat awal (initial setting time) perlu diketahui untuk menentukkan kondisi dimana pasta semen masih mudah dikerjakan (workable) sehingga proses pembuatan beton seharusnya dilakukan sekali untuk menghindari kekakuan semen (unworkable ). 3. Dan syarat pengikatan awal yaitu 45 – 75 menit maka hasil pengujian dan analisa data yang memperoleh waktu pengikatan awal selama 45 – 60 menit menunjukkan bahwa pasta semen memenuhi syarat untuk bahan campuran adukan beton.