BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Hubungan kerja adalah suatu hubungan antara seorang buruh/pekerja dengan majikan/pengusaha. Dalam hubungan kerja tersebut kedudukan kedua belah pihak adalah sejajar. Ada hak dan kewajiban pada pihak buruh/pekerja, dan ada hak dan kewajiban juga pada pihak majikan/pengusaha. Kewajiban buruh adalah hak pengusaha yaitu memperoleh tenaga kerja buruh untuk melakukan pekerjaan yang diusahakannya. Demikian sebaliknya, kewajiban pengusaha adalah hak bagi buruh yaitu memperoleh upah atas pekerjaan yang dilakukannya, mendapat jaminan sosial dalam menjalankan tugas yang menjadi pekerjaannya tersebut. Dalam hubungan kerja, pekerja dan pengusaha saling mengikatkan diri dalam perjanjian kerja baik untuk melakukan satu atau beberapa pekerjaan tertentu. Pada saat pekerjaan tersebut selesai dikerjakan oleh buruh/pekerja, hal muncul adalah kewajiban pengusaha untuk membayar upah pada pekerja atas pekerjaan tersebut. B. RUMUSAN MASALAH Upah merupakan hak mutlak pekerja setelah mereka selesai melakukan pekerjaan yang menjadi kewajibannya. Hal yang menjadi permasalah adalah bagaimana menetapkan besarnya upah untuk pekerja tersebut, apakah ditentukan sepihak oleh pengusaha (mengingat dalam kenyataan kedudukannya selalu lebih kuat dari buruh), apakah melalui kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja, atau ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini sebagai pengawas jalannya hubungan kerja tersebut. Masalah lainnya adalah bagaimana sebenarnya sistem pemberian upah yang semestinya yang sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL), sehingga dalam hubungan antara pengusaha dan pekerja dalam perjanjian kerja tersebut dapat tercipta suatu kondisi kerja yang nyaman dan kondusif. Suatu

kondisi dimana buruh yang memperoleh upah yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Ada versi KHL dari buruh itu sendiri. Sebagai salah satu contoh adalah di daerah Yogyakarta. Hal inilah yang menjadi masalah dalam menentukan besarnya upah yang harus diberikan pengusaha kepada buruh/pekerja yang bekerja padanya. . namun juga disisi lain tidak memberatkan pengusaha. versi KHL menurut pengusaha. ada beberapa versi mengenai penentuan upah yang sesuai dengan kebutuhan hidup layak. dan versi KHL menurut Dewan Pengupahan.

karena upah yang telah ditetapkan oleh seorang pengusaha yang mungkin telah diperhitungkan sebijaksana mungkin dapat diterima oleh sebagian buruh dengan senang hati. Seorang pekerja adalah seorang manusia dan jika ditinjau dari segi kemanusiaan. sewajarnya seorang pekerja mendapatkan penghargaan yang wajar dan/atau perlindungan yang layak. selain itu seharusnya juga bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup yang wajar.BAB II PEMBAHASAN A. tunjangantunjangan fungsional dan lainnya. Upah dalam arti yuridis merupakan balas jasa yang merupakan pengeluaran-pengeluaran pihak pengusaha. B. walaupun dalam arti yang serba sederhana. PENGERTIAN UPAH Upah merupakan penggantian jasa yang harus diserahkan atau diberikan oleh seseorang kepada pihak lain yang telah memberikan jasanya. Upah yang diberikan tersebut harus mampu menimbulkan motivasi kerja. yang diberikan kepada buruhnya atas penyerahan jasa-jasanya dalam waktu tertentu kepada pihak pengusaha Upah yang diberikan kepada seseorang selain harus sebanding dengan kegiatan dan jasa yang telah dilakukan. . keuntungan-keuntungan sosial lainnya. UPAH MINIMUM (MINIMUM WAGES) Pendapatan yang dihasilkan oleh para pekerja dalam suatu perusahaan sangat berperan dalam hubungan ketenagakerjaan. cost living perlu diperhatikan dalam penentuan upah. Pelaksanaan administrasi upah mengandung banyak kerumitan. Pada beberapa perusahaan besar sering diterapkan tambahan pendapatan diluar upah seperti adanya bonus. Dalam hal ini. tetapi ada pula yang menerimanya secara terpaksa. maka upah minimum sebaiknya dapat mencukupi kebutuhan hidup pekerja beserta keluarganya.

upah minimum dibagi dalam 3 kriteria. 3. menghapuskan eksploitasi. menjamin pembayaran yagn sama untuk pekerjaan yang sama. perkembangan ekonomi daerah/nasional. menghapus persaingan yang tidak jujut. nonfisik. upah minimum dibagi menjadi 2 kriteria yaitu upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK). dan upah minimum subsektor regional. 6. 5. . 4. serta kesempatan kerja. faktor lain yang dipakai dalam penentuan UMP adalah kemampuan perusahaan. Dalam peraturan menteri ini. Pengertian KHL adalah standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja/buruh lajang untuk dapat hidup layak baik secara fisik. Penetapan upah minimum antara lain dimaksudkan untuk : 1. memelihara daya beli. Selain KHL. dan sosial untuk kebutuhan selama satu bulan. upah minimum sektor regional. Berbeda dengan penetapan upah minimum provinsi tahun lalu yang berdasarkan kebutuhan hidup minimum (KHM). Upah minimum kabupaten/kota ini ditetapkan setahun sekali dengan SK gubernur. 2. yaitu upah minimum regional. pencegahan konflik industrial. PER 05/MEN/1989 tanggal 29 Mei 1989 tentang upah minimum.Pemerintah mengatur pengupahan melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. mulai tahun 2006 penetapan UMP didasarkan atas kebutuhan hidup layak (KHL). mendukung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. 7. menjamin agar pekerja/buruh menerima pada waktu dan tempat tertentu upah yang dianggap layak. Dalam perkembangannya.

Jalan keluar untuk mengatasi masalah ini adalah perlu adanya perundingan untuk mencari titik tengah penentuan KHL.C. Baik dari sudut pandang pekerja maupun pengusaha. Upah biasanya ditetapkan oleh kedua pihak antara pengusaha dengan pekerja dalam perjanjian kerja. PENETAPAN UPAH DI YOGYAKARTA BERDASARKAN VERSI KHL BURUH. Faktor nonteknis tersebut mempengaruhi sebagian besar pengusaha di DIY terutama dalam hal alat-alat produksi. idealnya sesuai dengan KHL. Antara buruh. minimal 90%. dalam peraturan perusahaan. Dalam hal pemenuhan UMP. Kondisi perekonomian di DIY juga belum pulih sepenuhnya. Secara internal. dan Dewan Pengupahan mempunyai versi masing-masing. UMP tersebut seharusnya sesuai dengan KHL. atau kalaupun tidak persis sama. Faktor nonteknis adalah keadaan DIY yang beberapa saat yang lalu mengalami musibah gempa bumi. DAN DEWAN PENGUPAHAN. Penentuan UMP masih menghadapi kendala. masih memerlukan waktu. . Hal ini untuk memperoleh KHL yang proporsional baik dari sudut pekerja menilik pada kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dalam pemberian upah tersebut hal yang hars diperhatikan adalah ketentuan UMK. pengusaha. Upah Minimum Provinsi (UMP) tiap daerah akan berbeda satu sama lain. namun tetap mendekati KHL. namun di Yogyakarta masih menghadapi kendalakendala teknis maupun nonteknis. . pengusaha di DIY adalah pengusaha UKM. Di Yogyakarta penentuan dan pemenuhan UMP masih menghadapi kendala. yang tentunya mempunyai banyak keterbatasan. Dalam penentuan KHL kendala yang dihadapi adalah ada beberapa versi KHL yang ditemukan. dan UMP. ataupun dalam peraturan pengupahan. Kendala teknis adalah kondisi perusahaan yang belum mampu memenuhi ketentuan upah sesuai UMP. UMR. maupun sudut pandang pengusaha dengan aset dan kemampuan yang dimiliki. PENGUSAHA. Hal ini tergantung pada kondisi daerah tersebut.

penentuan KHL untuk menetapkan UMP harus adil baik bagi pekerja maupun pengusaha. sebaiknya diberikan pentahapan yang jelas untuk masa-masa yang akan datang. .untuk UMP yang saat ini belum mampu memenuhi KHL. Namun paling tidak upah yang diberikan pada pekerja adalah 90% dari KHL sehingga kehidupan kaum pekerja dapat lebih baik.BAB III PENUTUP A. SARAN . SIMPULAN Besarnya UMP yang diberikan pada pekerja idealnya sesuai dengan KHL. . Perbedaan versi KHL yang ada di DIY perlu dirundingkan antara pekerja dan pengusaha serta Dewan Pengupahan agar kepentingan tiap pihak dapat terakomodasi. B. agar dapat sesuai dengan KHL.

Jakarta: Djambatan .1993.DAFTAR PUSTAKA Asikin. Zaenal dkk.Dasar-dasar Hukum Perburuhan.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada Soepomo.Hukum Perburuhan Bidang Hubungan Kerja.1987. Imam.

TUGAS MAKALAH UPAH TENAGAKERJA Mata kuliah Hukum Ketenagakerjaan Dosen Pengampu : Pudjo Utomo. MH Di susun oleh : Nama Nim : Ribatul Irsyad Maulana : 107010420 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WAHID HASYIM . SH.

SEMARANG 2011 TUGAS MAKALAH TENAGA KERJA INDONESIA Mata kuliah Hukum Ketenagakerjaan Dosen Pengampu : Pudjo Utomo. MH Di susun oleh : Nama Nim : Haririn : 107010407 . SH.

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful