BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Desain pembelajaran merupakan prinsip-prinsip penerjemahan dari pembelajaran dan instruksi ke dalam rencana-rencana untuk bahan-bahan dan aktivitas-aktivitas instruksional (Smith and Ragan, 1993). Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa disain pembelajaran dapat dianggap sebagai suatu sistem yang berisi banyak komponen yang saling berinteraksi. Komponen-komponen tersebut harus dikembangkan dan diimplementasikan untuk kelengkapan suatu instruksional. Sistem pengembangan instruksional sering kali direpresentasikan sebagai model grafik. Beberapa tahun terakhir sejumlah model disain pembelajaran diperkenalkan oleh beberapa ahli/tokoh. Gentry mengatakan bahwa model disain pembelajaran adalah suatu representatif gafik tentang suatu pendekatan sistem, yang dirancang untuk memfasilitasi pengembangan yang efektif dan efisien dari pembelajaran. Tujuan dari disain pembelajaran yaitu membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien dan mengurangi tingkat kesulitan pembelajaran (Morrison, Ross, dan Kemp, 2007).

B.

Tujuan Dalam pembuatan makalah ini terdapat beberapa tujuan yang hendak dicapai yaitu untuk mendeskripsikan model-model desain rencana pembelajaran. Adapun model-model desain rencana pembelajaran adalah model PPSI, model Banathy, model Kemp, model Gerlach & Elly, model Dick & Carrey, model ASSURE, dan model ADDIE.

Sebagai ilmu. kemampuan awal dan pra syarat. desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. Komponen Utama Desain Pembelajaran Komponen utama dari desain pembelajaran adalah: 1. sebagai sistem. Sebagai disiplin. Pengertian Desain Pembelajaran Desain pembelajaran sebagai proses menurut Syaiful Sagala (2005:136) adalah pengembangan pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus teori-teori pembelajaran unuk menjamin kualitas pembelajaran. Pembelajar (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui meliputi. desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan. penilaian. Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang. sebagai ilmu. karakteristik mereka. Sebagai sistem. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa. dipandu oleh guru. pelaksanaan. atau dalam latar berbasis komunitas. desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaannya. B. dan merancang "perlakuan" berbasismedia untuk membantu terjadinya transisi. Dengan demikian dapat disimpulkan desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Mengandung arti bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut dalam kurikulum yang digunakan. . perumusan tujuan pembelajaran.BAB II ISI A. misalnya sebagai disiplin. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik. serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. dan sebagai proses.

serta ahli media yang akan bekerja sebagai perancang pembelajaran. dosen perguruan tinggi. Guru mempunyai tugas mengurutkan langkah-langkah sehingga tersusun suatu urutan-urutan system pengajaran yang baik. diantaranya tujuan pembelajaran. mulai dari Sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Semua komponen tersebut diorganisir sedemikian rupa sehingga masing-masing komponen dapat berfungsi secara harmonis. Strategi Pembelajaran. Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus) Adalah penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar. Analisis Pembelajaran.2. model pembelajaran Kemp dapat digunakan di semua tingkat pendidikan. Ada 4 unsur yang merupakan dasar dalam membuat model Kemp: . Model Kemp (1985) Berorientasi pada perancangan pembelajaran yang menyeluruh. Bahan Ajar. adalah format materi yang akan diberikan kepada pembelajar 6. Model PPSI (1976) Dalam model PPSI pengajaran dipandang sebagai suatu sistem. bahan pelajaran. tentang pengukuran kemampuan atau kompetensi ang sudah dikuasai atau belum. 5. merupakan proses menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari 4. pelatih di bidang industry. Sehingga guru sekolah dasar dan sekolah menengah. 3. Adapun urutan langkah-langkah dalam PPSI itu adalah sebagai berikut:  Merumuskan tujuan instruksional khusus  Menyusun alat evaluasi  Menetapkan kegiatan pembelajaran  Merancang program pengajaran  Malaksanakan program 2. kegiatan pembelajaran. Model-model Desain Pembelajaran 1. Sub-sistem dari pengajaran. alat-alat dan sumber pembelajaran dan evaluasi. Penilaian Belajar. C. Menurut Miarso dan Soekamto. dapat dilakukan secara makro dalam kurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan belajar mengajar.

Langkah 2 : Mengembangkan tes Pada langkah ini dikembangkan suatu tes sebagai alat evaluasi. dan sebagainya oleh peserta didik atau siswa sebagai hasil pengalaman belajarnya. Untuk siapa program itu dirancang? (ciri pebelajar)  Apa yang harus dipelajari? (tujuan yang akan dicapai)  Bagaimana isi bidang studi dapat dipelajari dengan baik? (metode/strategi pembelajaran)  Bagaimana mengetahui bahwa proses belajar telah berlangsung? (evaluasi) 3. yang mencakup keenam komponen (langkah) yang saling berinterelasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Model desain ini bertitik tolak dari pendekatan system (system approach). mereka cukup dengan merumuskan tujuan pembelajaran khusus dengan mengacu pada tujuan pembelajaran umum yang telah disiapkan dalam system. dirasakan. Komponen-komponen tersebut menjadi dan merupakan acuan dalam menetapkan langkah-langkah pengembangan.Banathy Model pengembangan system pembelajaran ini berorientasi pada tujuan pembelajaran. yang merupakan pernyataan tentang hal-hal yang diharapkan untuk dikerjakan. Langkah-langkah pengembangan system pembelajaran terdiri dari 6 jenis kegiatan. Langkah 3 : Menganalisis tugas belajar . Model ini tampaknya hanya diperuntukan bagi guru-guru di sekolah. sebagai berikut: Langkah 1 : Merumuskan tujuan Pada langkah ini pengembang merumuskan tujuan pembelajaran. Model Bela H. diketahui. atau ketercapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik/siswa. yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar. Penyusunan tes berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan pada langkah sebelumnya. Pada langkah terakhir para pengembang diharapkan dapat melakukan perubahan dan perbaikan sehingga tercipta suatu desain yang diinginkan.

namun untuk mengembangkan rancangan system pembelajaran model ini memerlukan kemampuan akademik .Pada langkah ini dirumuskan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik/siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. dalam desain system supaya ditentukan waktu dan tempat melakukan kegiatankegiatan pembalajaran. Langkah ini dikembangkan sedemikian rupa yang menjamin agar peserta didik melaksanakan dan menguasai tugas-tugas yang telah dianalisis pada langkah 3 desain system juga meliputi penentuan siswa yang mempunyai potensi paling baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. baik yang harus dilakukan oleh siswa/peserta didik maupun kegiatankegiatan guru/tenaga pengajar. Kendatipun 6 komponen tersebut tampaknya sangat sederhana. Berdasarkan gambar tentang perilaku awal tersebut dapat dirancang materi pelajaran dan tugas-tugas belajar yang sesuai. sehingga mereka tidak perlu mempelajari hal-hal yang telah diketahui atau telah dikuasai sebelumnya. dan oleh karena perlu disediakan alternative kegiatan tertentu yang cocok. Pada langkah ini. yang harus dinilai supaya dapat diketahui hingga mereka dapat mempertunjukan atau menguasai tingkah laku sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pembelajaran Langkah 6 : Melakukan Perubahan Untuk Perubahan Pada langkah ini ditentukan. yang pada gilirannya menjadi dasar untuk mengadakan perubahan untuk perbaikan system pemabalajaran. yakni perubahan tingkah laku yang diharapkan. Langkah 4 : Mendesain Sistem Pembelajaran Pada langkah ini dikembangkan berbagai alternative dan mengidentifikasi kegiatankegiatan pembelajaran. Selain dari itu. perilaku awal peserta didik/siswa perlu dinilai dan dianalisis. Hal-hal yang telah dilaksanakan dan dicapai oleh peserta didik merupakan output dari implementasi system. Langkah 5 : Melaksanakan Kegiatan dan mengetes hasil System yang sudah di desain selanjutnya dilaksanakan dalam bentuk uji coba di lapangan (sekolah) dan di tes hasilnya. bahwa hasil –hasil yang diperoleh dari evaluasi digunakan sebagai umpan balik bagi system keseluruhan dan bagi kompinen-komponen system.

supervisor dan kelompok guru. 4.yang cukup tinggi serta pengalaman yang memadai serta wawasan yang luas. Selain dari itu. Dalam model ini juga diperlihatkan hubungan antara elemen yang satu dengan yang lainnya serta menyajikan suatu pola urutan yang dapat dikembangkan dalam suatu rencana untuk mengajar. sehingga rancangan kurikulum yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di sekolah dan dapat diterapkan dalam system sekolah. sekalipun tidak menggambarkan secara rinci setiap komponennya. . Model ini menjadi suatu garis pedoman atau suatu peta perjalanan pembelajaran karena model ini memperlihatkan keseluruhan proses belajar mengajar yang baik. administrator. Model Gerlach & Elly Merupakan suatu metode perencanaan pengajaran yang sistematis. proses pengemabnagan suatu system menuntut partisipasi pihak-pihak terkait. seperti kepala sekolah.

komponennya adalah sebagai berikut: Merumuskan tujuan pembelajaran (Specification of Object) Tujuan pembelajaran merupakan suatu target yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran.Rincian a. . Tujuan harus bersifat jelas (tidak abstrak dan tidak terlalu luas) dan operasional agar mudah diukur dan dinilai.

Pemilihan materi haruslah spesifik agar lebih mudah membatasi ruang lingkupnya dan dapat lebih jelas dan mudah dibandingkan dan dipisahkan dengan pokok bahasan lainnya.Berikut petunjuk praktis merumuskan tujuan pembelajaran: 1) Audience 2) Behavior 3) Condition 4) Degree b. Menurut gerlach & elly ada 2 bentuk pendekatan. c. Menentukan isi materi (Specification of Content) Bahan atau materi pada dasarnya adalah “isi” dari kurikulum yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi topik/sub topik dan rinciannya. Isi materi harus sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. yaitu: 1) Bentuk Ekspository 2) Bentuk Inquiry e. Penilaian kemampuan awal siswa (Assesment of Entering Bahaviors) Kemampuan awal siswa ditentukan dengan memberikan tes awal. sekolah tingkatan dan kelasnya. Mengetahui kemampuan awal ini penting bagi pengajar agar dapat memberikan dosis pelajaran yang tepat. Menentukan strategi (Determination of Strategy) Strategi pembelajaran merupakan pendekatan yang dipakai pengajar dalam memanipulasi informasi. memilih sumber-sumber dan menentukan tugas/evaluasi dalam kegiatan balajar mengajar. Tes awal dapat dilakukan dengan 2 cara: 1) Pretest 2) Mengumpulkan data pribadi siswa. Isi materi berbeda-beda disesuaikan menurut bidang studi. tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. d. Pengelompokkan belajar (Organization of Groups) Beberapa pengelompokkan siswa diantaranya. 1) Berdasarkan jumlah siswa 2) Pengelompokkan campuran 3) Gabungan beberapa kelas 4) Sekolah dalam sekolah 5) Taman kependidikan .

Adapun kekurangan model pembelajaran Gerlach &Elly yaitu .f. pola-pola administrasi serta kegunaan dan minat-minat para siswa. melainkan juga keseluruhan sistem pembelajaran. Cocok digunakan untuk segala kalangan. Pembagian waktu (Allocation of Time) Rencana penggunaan waktu akan berbeda berdasarkan pokok permasalahan. Dalam tahap evaluasi. Menentukan ruangan (Allocation of Space) Ada tiga alternatif ruangan belajar agar proses belajar mengajar dapat terkondisikan. metode maupun media yang dipakai dalam pembelajaran tersebut sudah sesuai untuk tujuan yang dicapai atau masih perlu untuk disempurnakan. 1) Manusia dan benda nyata 2) Media visual proyeksi 3) Media audio 4) Media cetak 5) Media display i. j. yang dilihat bukan hanya hasil belajar siswa. Kelebihan model pembelajaran Gerlach &Elly antara lain: a. Menganalisi umpan balik (Analysis of Feed Back) Data dari analisis umpan balik yang diperoleh dari evaluasi. Evaluasi hasil belajar (Evaluation of Performance) Semua kegiatan pembelajaran dikatakan berhasil atau tidak setelah tingkah laku akhir belajar tersebut dievaluasi. g. Memilih media (Allocation of Resources) Gerlach & Elly membagi media sebagai sumber belajar kedalam 5 kategori. ruangan yang tersedia. 1) Ruangan-ruangan kelompok besar 2) Ruangan-ruangan kelompok kecil 3) Ruangan untuk belajar mandiri h. tujuantujuan yang dirumuskan. Sehingga untuk kedepannya dapat diperbaiki agar proses pembelajaran benar-benar berhasil. tes maupun tanggapantanggapan tentang kegiatan pembelajaran ini menentukan apakah sistem. b. Sangat teliti dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.

. juga untuk sistem pembelajaran yang melibatkan komputer dalam proses pembelajaran. Tidak adanya tahapan pengenalan karakteristik siswa. b. yakni komputer dan perlengkapannya. Model Dick and Carrey Model desain pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pembelajaran ini adalah Dick and Carey Systems Approach Model. Evaluasi. e. 5. implementasi program dan evaluasi. Penulisan tujuan kinerja dijabarkan dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran.a. Terlalu panjangnya prosedur perancangan desain pembelajaran. diterapkan konsep-konsep dan prinsip perangkat keras komputer yang harus dikuasai siswa. Penulisan Tujuan Kinerja. d. c. Identifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa. Tujuan dalam pembelajaran akan memberi arah dalam merancang program. Atwi Suparman (Rektor UT). dan metodenya adalah metode pembelajaran berbasis komputer. Pada tahap ini. Menurut Prof. Identifikasi Tujuan. Secara rinci tahapan-tahapan desain pembelajaran yang digunakan untuk memodifikasi dari desain pembelajaran Dick and Carey System sebagai berikut : a. Analisis Instruksional. Setelah berakhirnya kegiatan implementasi program pembelajaran. maka dilakukan evaluasi terhadap efektivitas model belajar yang telah diterapkan. model ini diciptakan selain cocok untuk pembelajaran formal di sekolah. b. identifikasi awal siswa dilakukan melalui tes awal. Analisis tentang media dan metode tidak bersifat argumentatif guna mencapai berbagai alternatif media dan metode yang akan dipakai karena media yang digunakan sudah tertentu.

Model Pengembangan Instruksional Dick and Carey Sumber : Rusli Sofian M.Tahapantahapan model Dick & Carey dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 1. and Material . Model ASSURE Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. Menurut Heinich et al (2005) model ini terdiri atas enam langkah kegiatan yaitu: Analyze Learners States Objectives Select Methods. Media.(2005) 6.

Analisis Pelajar Menurut Heinich et al (2005) jika sebuah media pembelajaran akan digunakan secara baik dan disesuaikan dengan cirri-ciri belajar. Menyatakan tujuan harus difokuskan kepada pengetahuan. Penilaian yang dimaksud melibatkan beberapa aspek diantaranya . sediakan bahan.Utilize Media and materials Require Learner Participation Evaluate and Revise a. Pemilihan Metode. pelajar dan pengalaman pembelajaran. sedikan persekitaran. bahan dan media yaitu menentukan metode yang sesuai dengan tugas pembelajaran. Penggunaan Media dan bahan Menurut Heinich et al (2005) terdapat lima langkah bagi penggunaan media yang baik yaitu. Penilaian dan Revisi Sebuah media pembelajaran yang telah siap perlu dinilai untuk menguji keberkesanan dan impak pembelajaran. f. kemahiran. c. dan sikap yang baru untuk dipelajari. media dan bahan pelajaran itu sendiri. Tujuan pembelajaran akan menginformasikan apakah yang sudah dipelajari anak dari pengajaran yang dijalankan. e. Media dan Bahan Heinich et al. 2005 menyatakan sukar untuk menganalisis semua cirri pelajar yang ada. isi dari pelajaran yang akan dibuatkan medianya. Lebih lanjut Heinich. kuis atau presentasi. Menyatakan Tujuan Menyatakan tujuan adalah tahapan ketika menentukan tujuan pembeljaran baik berdasarkan buku atau kurikulum. pelajar perlu dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran seperti memecahkan masalah. dilanjutkan dengan memilih media yang sesuai untuk melaksanakan media yang dipilih. b. Partisipasi Pelajar di dalam kelas Sebelum pelajar dinilai secara formal. keterampilan awal khusus dan gaya belajar. d. dan langkah terakhir adalah memilih dan atau mendesain media yang telah ditentukan. (2005) menyatakan ada tiga hal penting dalam pemilihan metode.berdasarkan cirri-ciri umum. simulasi. namun ada tiga hal penting dapat dilakuan untuk mengenal pelajar sesuai . preview bahan.

Development (pengembangan) d. Apa yang kita lakukan dalam tahap desain ini? Pertama merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (spesifik. Implementation (implementasi/eksekusi) e. Evaluation (evaluasi/ umpan balik) Langkah 1: Analisis Tahap analisis merupakan suatu proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta belajar. Oleh karena itu. Kemudian tentukanlah strategi pembelajaran yang tepat harusnya seperti apa untuk mencapai tujuan tersebut. applicable. mengidentifikasi masalah (kebutuhan). dimana tes tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yag telah dirumuskan tadi. pembelajaran yang dihasilkan. Model ini menggunakan 5 tahap pengembangan yakni : a. Analysis (analisa) b. output yang akan kita hasilkan adalah berupa karakteristik atau profile calon peserta belajar. memilih metode dan media. Disamping itu. penggunaan guru dan penggunaan pelajar. maka sebelum dibangun gambar rancang bangun (blue-print) diatas kertas harus ada terlebih dahulu. dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri. identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan.menilai pencapaian pelajar. pertimbangkan pula . measurable. Model ADDIE Ada satu model desain pembelajaran yang lebih sifatnya lebih generik yaitu model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement. ADDIE muncul pada tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Selanjutnya menyusun tes. dan melakukan analisis tugas (task analysis). identifikasi kesenjangan. yaitu melakukan needs assessment (analisis kebutuhan). Design (disain / perancangan) c.Evaluate). 7. Ibarat bangunan.Salah satu fungsinya ADIDE yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif. dan realistic). kualitas media. Dalam hal ini ada banyak pilihan kombinasi metode dan media yang dapat kita pilih dan tentukan yang paling relevan. Langkah 2: Desain Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan (blueprint).

maka modul tersebut perlu dikembangkan. pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Semua itu tertuang dalam sautu dokumen bernama blueprint yang jelas dan rinci. mungkin kita memerlukan salah satu bentuk evaluasi formatif misalnya review ahli untuk memberikan input terhadap rancangan yang sedang kita buat. Langkah 4: Implementasi Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan system pembelajaran yang sedang kita buat. dan lainlain. maka multimedia tersebut harus dikembangkan.sumber-sumber pendukung lain. karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang kita kembangkan. Begitu pula halnya dengan lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus disiapkan dalam tahap ini. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE. Langkah 5: Evaluasi Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil. jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran. maka lingkungan atau seting tertentu tersebut juga harus ditata. Atau diperlukan modul cetak. Pada tahap pengembangan. pada tahap rancangan. Misal. Lebih tepatnyaevaluasi formatif. mungkin perlu uji coba dari produk yang kita kembangkan atau mungkin perlu evaluasi kelompok kecil dan lain-lain. . karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya. Langkah 3: Pengembangan Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. Artinya. Artinya. yaitu evaluasi. Misal. sesuai dengan harapan awal atau tidak. Barulah diimplementasikan sesuai skenario atau desain awal. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif. jika memerlukan software tertentu maka software tersebut harus sudah diinstal. semisal sumber belajar yang relevan. Jika penataan lingkungan harus tertentu.

Development (pengembangan). model Banathy. Model-model desain rencana pembelajaran adalah model PPSI. Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. serta ahli media yang akan bekerja sebagai perancang pembelajaran. Dalam model PPSI pengajaran dipandang sebagai suatu sistem. diantaranya tujuan pembelajaran. . juga untuk sistem pembelajaran yang melibatkan komputer dalam proses pembelajaran. model Kemp. Sub-sistem dari pengajaran. dosen perguruan tinggi. Model Dick & Carrey diciptakan selain cocok untuk pembelajaran formal di sekolah. alat-alat dan sumber pembelajaran dan evaluasi. sekalipun tidak menggambarkan secara rinci setiap komponennya. Model Banathy bertitik tolak dari pendekatan system (system approach). dan model Hanafin and Peck. Model ADDIE menggunakan 5 tahap pengembangan yakni Analysis (analisa). model Gerlach & Elly. model ADDIE. Implementation (implementasi/eksekusi). kegiatan pembelajaran. Model kemp berorientasi pada perancangan pembelajaran yang menyeluruh.BAB III PENUTUP A. model ASSURE. Model Gerlach & Elly menjadi suatu garis pedoman atau suatu peta perjalanan pembelajaran karena model ini memperlihatkan keseluruhan proses belajar mengajar yang baik. bahan pelajaran. Evaluation (evaluasi/ umpan balik). Design (disain /perancangan). yang mencakup keenam komponen (langkah) yang saling berinterelasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. model Dick & Carrey. Kesimpulan Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Sehingga guru sekolah dasar dan sekolah menengah. pelatih di bidang industry.

Dadang dan Mulyadi. Mochamad. .html http://dewin221106.blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://www. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak Kanak dan Pendidikan Luar Biasa. 2009. Konsep Dasar Desain Pembelajaran.blogspot.com/2010/01/model-model-pengembangan-pembelajaran. PPPPTK TK dan PLB.html http://neozonk.com/2009/11/model-model-belajar-dan-pembelajaran.com/2007/11/model-bela-hbanathy.html Supriatna. Bahan ajar untuk Diklat E-Training.triyosupriyatno.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful