CROSS-FUNCTIONAL ORGANIZATION

PENDAHULUAN
Pembangunan organisasi lintas fungsional dilandasi oleh cross-functional mindset. System penilaian kinerja dan penghargaan personel digunakan ntuk memotivasi personel dalam memberikan kontribusi untuk m,encapai tujuan tim, dan untuk melakukan improvement secara berkelanjutan atas system.

PEMBANGUNAN ORGANISASI LINTAS FUNGSIONAL
Organisasi lintas fungsional dibangun melalui langkah-langkah berikut ini: 1. Definisikan system yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa bagi customer, baik intern maupun ekstern. 2. Tetapkan tujuan system, apakah bersifat sementara atau jangka panjang. 3. Bentuk organisasi fungsional utama dan organisasi fungsional pendukung. 4. Bentuk tim lintas fungsional permanent untuk system yang bertujuan jangka panjang, dan tim ad hoc untuk system yang bertujuan jangka pendek. 5. Tunjuk case manager yang bertanggung jawab untuk memiliki system dan melakukan improvement berkelanjutan terhadap system. Untuk tim lintas fungsional yang bersifat sementara, tunjuk team leader untuk memimpin tim dalam mewujudkan tujuan tim. 6. Untuk tim lintas fungsional yang bersifat permanent, tugasi case manager untuk menarik anggota tim yang memiliki kompetensi, sesuai dengan yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan tim. Anggota tim diambil dari berbagai fungsi yang ada dalam organisasi, atau dari pihak luar organisasi (melalui outsourcing). 7. Bangun struktur oraganisasi untuk menggambarkan organisasi lintas fungsional yang bersifat permanen.

keberhasilan. tim lintas fungsional harus senantiasa memantau perubahan customer. Bagi tim lintas fungsional. Manajemen Senior Salah satu pemangku kepentingan intern yang penting adalah manajemen senior. customers. Manajer Fungsional Pendukung Dalam melaksanakan kegiatannya. dan perubahan jadwal tim. Manajer Fungsional Utama Case manager harus berhubungan dengan manajer fungsional utama untuk mendapatkan shared competencies and resources dari mereka. Kebutuhan customers-lah yang menetukan atribut keluaran yang dihasilkan oleh tim lintas fungsional. Oleh karena itu. Customer Customer adalah penyebab mengapa suatu tim lintas fungsional dibentuk. . terutama manajemen senior yang menjadi sponsor tim lintas fungsional. manajemen senior. Customer dapat berasal dari luar organisasi atau dari dalam organisasi. untuk memastikan bahwa system yang berada di bawah kepemilikan mereka mampu memenuhi kebutuhan customer. dan manajer operasional pendukung.PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS) UTAMA TIM LINTAS FUNGSIONAL Ada empat pemangku kepentingan utama tim lintas fungsional: manajer fungsional utama. manajemen senior perlu diberi informasi tentang kemajuan. kebutuhan sumber daya. masalah potensial. tim lintas fungsional memerlukan bantuan dari organisasi fungsional pendukung.

dan spesifik. kinerja tim. KELEMAHAN ORGANISASI LINTAS FUNGSIONAL . 2. berbagai cara berikut ini dapat ditempuh: 1. Misi tersebut dirumuskan melalui proses diskusi yang melibatkan Misi tersebut kemudian dijabarkan kedalam serangkaian tujuan Perlu ditetapkan peran setiap anggota tim dalam mewujudkan tujuan seluruh anggota tim. terukur. sehingga setiap anggota tim merasa bertanggung jawab atas perwujudan tujuan kinerja tim.BAGAIMANA MEMBANGUN KOMITMEN ANGGOTA TIM LINTAS FUNGSIONAL? Untuk membangun komitmen anggota tim lintas fungsional. perusahaan. Perlu dirumuskan rencana kerja untuk mewujudkan tujuan kinerja Perlu dirumuskan misi tim lintas fungsional berbasis misi KEUNGGULAN TIM LINTAS FUNGSIONAL Tim lintas fungsional memiliki keunggulan berikut ini : • • • • • • Kecepatan Kompleksitas Berfokus ke customer Kreativitas Belajar Titik kontak tunggal. 4. tim. 3. kinerja yang jelas. 5.

Isu tentang kekuasaan. Perubahan criteria kinerja. rencana implementasi strategi. terutama jika mereka diberi tanggung jawab untuk melakukan improvement terhadap system yang kompleks yang tumbuh di bawah organisasi hierarkis. Evaluasi informal. dsan evaluasi kinerja system dalam mewujudkan tujuan tim. 2. Pertimbangan tentang partisipasi karyawan dalam tim. tujuan/sasaran. alokasi sumber daya. SISTEM PENILAIAN KINERJA PERSONEL DALAM ORGANISASI LINTAS FUNGSIONAL System penilaian kinerja personel dalam organisasi lintas fungsional sangat berbeda dengan yang digunakan dalam organisasi fungsional. 3. LOKASI KERJA TIM LINTAS FUNGSIONAL Kerja tim (teamwork) sesungguhnya terjadi di luar ruang rapat. wewenang. Organisasi lintas fungsional dapat membingungkan manajer tradisional.Kelemahan organisasi lintas fungsional adalah tetap adanya kompleksitas organisasi hierarkis. strategi untuk mewujudkan tujuan tim. Oleh karena system lintas fungsional mengubah secara radikal prilaku . SISTEM PENGHARGAAN DAN PENGAKUAN ATAS KINERJA KARYAWAN Penghargaan dan pengakuan terhadap kinerja karyawan merupakan sarana untuk mengarahkan prilaku karyawan ke prilaku yang dihargai dan diakui oleh organisasi. meskipun untuk melaksanakannya diperlukan rapat untuk memperoleh gambaran tujuan yang hendak dicapai oleh tim. Perubahannya mencakup : 1. dan hubungan pelaporan dapat menyulitkan usaha untuk melakukan improvement terhadap system.

pasar. Kinerja anggota secara individual dalam kerja tim sangat ditentukan tipe tim yang dibentuk : pooled tim. Pada hakikatnya. dan kinerja individu. 2. 3. Skill pay yang didasarkan pada kompetensi dalam bidang tertentu yang berhasil diperlihatkan oleh karyawan. Kompensasi yang diberikan kepada anggota lintas fungsional didasarkan dari tiga komponen : 1. Fixed base salary yang ditentukan berdasarkan kontrisi masa lalu. agar terbentuk prilaku karyawan yang pas dengan tuntutan kerja tim. kinerja system (tim). (2) memiliki karyawan yang produktif dan berkomitmen. Performance pay yang didasarkan pada kombinasi kinerja perusahaan. Kinerja apa yang harus dihasilkan oleh anggota tim lintas fungsional? Anggota tim lintas fungsional diharapkan memberi kontribusi dalam mewujudkan kinerja organisasi. perlu dibangun system penghargaan dan pengakuan terhadap kinerja karyawan.yang diharapkan oleh karyawan dalam mewujudkan tujuan tim. sequentially interpendent tim. atau reciprocal tim. Kinerja individu sebagai anggota tim lintas fungsional dinilai berdasarkan evaluasi case manager terhadap kinerja anggota tim secara individual dalam kerja tim. dan (3) menghasilkan financial returns yang memadai. organisasi lintas fungsional diharapkan untuk menghasilkan kinerja berikut ini : (1) membangun customer yang puas. yang dinilai oleh organisasi relevan dengan jenis pekerjaan karyawan. yang disesuaikan setiap tahun dengan biaya hidup dan tariff gaji yang berlaku di .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful