MENARA PENDINGIN (COOLING TOWER

)

I.

TUJUAN 1. Mengerti cara kerja dari sistem pendingin 2. Mengerti cara kerja masing-masing komponen menara pendingin 3. Melakukan perawatan dan perbaikan ringan 4. Mampu memberikan solusi perawatan dan perbaikan

II.

DASAR TEORI Cooling Tower merupakan system heat exchanger fluid to air, dinama umumnya zat yang didinginkan adalah fluida cair.Penggunaan cooling tower telah meluas terutama untuk keperluan pendinginan fluida pendingin yang akan digunakan lagi (pada close circle system) ataupun di buang kelinggkungan sebagai limbah (pada open cyrcle system). Air dingin diperlukan untuk, sebagai contoh, penyejuk udara/ AC, proses-proses manufakturing atau pembangkitan daya. Cooling tower merupakan suatu bagian dari sistem HVAC yang digunakan untuk menurunkan suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikannya ke atmosfir. Cooling tower menggunakan penguapan dimana sebagian air diuapkan ke aliran udara yang bergerak dan kemudian dibuang ke atmosfir. Sebagai akibatnya, air yang tersisa didinginkan secara signifikan lihat gambar dibawah. Cooling tower mampu menurunkan suhu air lebih dari peralatan-peralatan yang hanya menggunakan udara untuk membuang panas, seperti radiator dalam mobil, dan oleh karena itu biayanya lebih efektif dan efisien energinya.

Dengan rancangan yang lebih kecil. seperti unit fiber glass. dan menerima air dingin yang mengalir turun melalui Cooling tower dan bahan pengisi. secara terus menerus pecah menjadi tetesan yang lebih kecil. dan komponen lainnya. Saluran masuk bisa berada pada seluruh sisi menara (desain aliran melintang) atau berada dibagian bawah menara (desain aliran berlawanan arah). louvers. eliminator aliran. Kesemuanya dijelaskan dibawah ini: 1. 4. membentuk lapisan film yang tipis dan melakukan kontak dengan udara. saluran masuk udara. atau pola lainnya. Kegunaan louvers adalah untuk menyamakan aliran udara ke bahan pengisi dan . Alat ini menangkap tetes-tetes air yang terjebak dalam aliran udara supaya tidak hilang ke atmosfir. berlekuk. sambil membasahi permukaan bahan pengisi. Permukaannya dapat berbentuk datar. bahan pengisi. wadahnya dapat menjadi rangka. Saluran udara masuk. Rangka dan wadah. Hampir seluruh Cooling tower menggunakan bahan pengisi (terbuat dari plastic atau kayu) untuk memfasilitasi perpindahan panas dengan memaksimalkan kontak udara dan air. Hampir semua menara memiliki rangka berstruktur yang menunjang tutup luar (wadah/casing). 6. Pada umumnya. 3. Kolam biasanya memiliki sebuah lubang atau titik terendah untuk pengeluaran air dingin. Kolam air dingin. nosel dan fan. Kolam air dingin terletak pada atau dekat bagian bawah Cooling tower. motor. Louvers. Bahan pengisi percikan dari plastic memberikan perpindahan panas yang lebih baik daripada bahan pengisi percikan dari kayu. bergelombang. Terdapat dua jenis bahan pengisi: o Bahan pengisi berbentuk percikan/Splash fill: air jatuh diatas lapisan yang berurut dari batang pemercik horisontal. Ini merupakan titik masuk bagi udara menuju Cooling tower . Bahan Pengisi. 5. fan. Jenis bahan pengisi film lebih efisien dan memberi perpindahan panas yang sama dalam volume yang lebih kecil daripada bahan pengisi jenis splash. Drift eliminators. o Bahan pengisi berbentuk film: terdiri dari permukaan plastik tipis dengan jarak yang berdekatan dimana diatasnya terdapat semprotan air. Cooling tower dengan aliran silang memiliki saluran masuk louvers. 2. kolam air dingin.Komponen Cooling tower Komponen dasar sebuah Cooling tower meliputi rangka dan wadah.

Aliran udara masuk melalui kisi-kisi cooling tower dimana aliran air mengalir tegak lurus dari udara karena pengaruh grafitasi. Baling-baling yang dapat diatur secara otomatis dapat beragam aliran udaranya dalam rangka merespon perubahan kondisi beban. Beberapa desain Cooling tower aliran berlawanan arah tidak memerlukan louver. jenis fan propeller yang digunakan sudah dipasang tetap atau dengan dapat dirubah-rubah/ diatur. 7. atau dapat menjadi bagian dari rakitan yang berputar seperti pada Cooling tower dengan beberapa potongan lintang yang memutar. Nosel. Desain Cooling Tower  Counterflow : Dalam desain counterflow.  Cross Flow : Crossflow adalah desain di mana aliran udara diarahkan tegak lurus terhadap aliran air (lihat diagram di bawah). 8. aliran air yang disemprotkan oleh nozzle berlawanan arah dengan aliran air (lihat diagram dibawah).menahan air dalam Cooling tower. Fan. Sebuah fan dengan baling-baling yang dapat diatur tidak secara otomatis dapat digunakan diatas range yang cukup luas sebab fan dapat disesuaikan untuk mengirim aliran udara yang dikehendaki pada pemakaian tenaga terendah. Distribusi air yang seragam pada puncak bahan pengisi adalah penting untuk mendapatkan pembasahan yang benar dari seluruh permukaan bahan pengisi. Alat ini menyemprotkan air untuk membasahi bahan pengisi. Fan aksial (jenis baling-baling) dan sentrifugal keduanya digunakan dalam Cooling tower. . Nosel dapat dipasang dan menyemprot dengan pola bundar atau segi empat. Umumnya fan dengan baling-baling/propeller digunakan pada Cooling tower induced draft dan baik fan propeller dan sentrifugal dua-duanya ditemukan dalam menara forced draft. Tergantung pada ukurannya.

.

 LANGKAH KERJA Mengamati Cooling Tower Buka baut pada kerangka cooling tower dengan kunci pas Buka bagian rangka cooling tower agar mudah diamati Amati bagian dalam cooling tower. tentukan bagian mana yang perlu dilakukan perawatan Tutup kembali rangka cooling tower Pasang baut kembali .III. - ALAT DAN BAHAN Kunci pas Sikat Sapu lidi Parang IV.

 Membersihkan bagian Cooling Tower dan daerah sekitar Cooling Tower Membersihkan bagian luar rangka Cooling Tower dengan menggunakan sikat Membersihkan daerah sekitar Cooling Tower dengan menggunakan parang dan sapu lidi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful