Surya Wijaya Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya MEDICAL UPDATE Versi Indonesia TERAPI FOTODINAMIK, HARAPAN BARU

PENDERITA KANKER Terapi fotodinamik merupakan suatu terobosan baru dalam dunia kedokteran. Terapi ini sangat berpotensi mengobati berbagai jenis kanker yang masih sulit untuk ditangani. Terapi ini telah terbukti efektif secara klinis sebagai modalitas pengobatan kanker (neoplasma) dan tumor. Terapi ini juga merupakan terapi kombinasi antara alat dan obat yang telah diakui oleh berbagai organisasi kesehatan dunia, seperti U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) sejak 2 dekade lalu. Terapi fotodinamik pada penderita kanker memiliki tiga komponen utama yang diperlukan dalam terapi ini, yaitu fotosensitizer, cahaya, dan oksigen. Secara umum, kriteria yang perlu dipenuhi oleh suatu sensitizer adalah tidak berbahaya dalam kondisi normal, memiliki kecenderungan untuk berkumpul pada jaringan kanker, dan memiliki kemampuan untuk menyerap sinar/cahaya sehingga dapat dideteksi dengan mikroskop pendar flour. Terapi ini terdiri atas beberapa tahapan. Pertama, fotosensitizer diinjeksikan dalam tubuh sehingga dapat diserap secara otomatis oleh seluruh sel dan terakumulasi pada sel tumor/kanker. Langkah berikutnya adalah daerah sel kanker tersebut diekspos dengan cahaya merah dengan panjang gelombang tertentu, antara 630-880 nm dan intensitas waktu tertentu pula. Waktu iradiasi ditentukan berdasarkan keadaan di mana fotosensitizer sudah tidak berada di jaringan sel yang sehat dan hanya terakumulasi pada sel kanker. Selanjutnya, fotosensitizer menyerap cahaya, kemudian tereksitasi pada keadaan singlet. Keadaan ini tidak berlangsung lama karena seiring dengan lama penyinaran, fotosensitizer akan berubah menjadi keadaan triplet. Fotosensitizer yang berada dalam keadaan triplet akan bereaksi dengan oksigen yang terdapat dalam jaringan tubuh, termasuk dalam jaringan kanker. Oksigen dalam keadaan dasar akan terekstasi menjadi singlet oksigen yang bersifat sangat reaktif sehingga dapat menghancurkan sel-sel kanker. Pada akhirnya, fotosensitizer akan kembali ke keadaan normal. Dalam terapi ini, fotosensitizer yang paling sering digunakan untuk membunuh sel-sel kanker ketika senyawa tersebut diekspos dengan cahaya pada panjang gelombang tertentu adalah klorofil. Kemampuan klorofil bekerja sebagai sensitizer disebabkan oleh struktur klorofil yang mengandung porfirin dan berfungsi sebagai gugus penangkap cahaya. Gugus ini dikenal dengan istilah kromofor yang menghasilkan energi berlebih ketika menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu sehingga menyebabkan strukturnya tidak stabil. Kejadian ini menyebabkan molekul tereksitasi ke tingkat energi yang lebih rendah dan kembali ke keadaan normal. Ketika molekul berada pada tingkatan triplet dan berusaha untuk kembali ke keadaan dasar, terdapat interaksi antara molekul

kanker nasofaring. para ahli berharap bahwa mereka dapat menggunakan terapi fotodinamik untuk menangani kanker yang letaknya jauh dari permukaan kulit. FDA telah merekomendasikan pengunaan terapi fotodinamika ini untuk kanker kulit. esofagitis Barrett. Reaksi inflamasi akut yang disebabkan oleh PDT akan mengaktivasi komplemen dan menstimulasi sekresi sitokin-sitokin proinflamasi. Terapi fotodinamika tumor dan kanker ini dianggap sangat efektif karena reaksi light-activated pada terapi ini akan diciptakan pada seluruh sel kanker sehingga terapi ini mampu melenyapkan fokus utama dan fokus tersembunyi kanker. Walaupun saat ini penggunaannya masih terbatas pada kanker yang berada di kulit dan letaknya dekat dengan permukaan kulit. dan sel dendritik. kanker prostat. Hal itu akan menyebabkan ekspansi klonal sel limfosit ke sarang sel tumor.S. Terapi ini pun memiliki waktu pengobatan yang pendek. Sel tumor dan debris yang telah mati akan difagosit oleh makrofag yang selanjutnya akan bermigrasi ke nodus limfe local dan berdiferensiasi menjadi sel yang mempresentasikan antigen tumor (antigen-presenting cell). dan kanker pankreas. seperti neutrofil. Interaksi ini menghasilkan radikal oksigen dan singlet oksigen yang bersifat merusak sel. Para ahli pun saat ini sedang mengembangkan teknologi yang lebih canggih agar sinar dapat mengaktivasi fotosensitiser pada jarak lebih dari 1/3 inci jaringan dan menjangkau sel-sel tumor .dengan oksigen melalui proses yang disebut intersystem crossing (ISC). Prinsip perusakan sel baik oleh radikal oksigen maupun singlet oksigen dikenal sebagai istilah fototoksin. fotosensitiser pada terapi fotodinamika merusak pembuluh darah tumor sehingga menyebabkan sel kanker akan mati akibat hilangnya suplai nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Cara yang kedua adalah dengan mengaktivasi sel imun. Di samping itu. dan tahap prekanker. Kedua mekanisme tersebut akan mengaktivasi sel-sel imun. makrofag. kanker esophagus. terapi ini juga dapat digunakan sebagai terapi untuk memperkecil atau menghancurkan tumor melalui dua jalan. sinar laser diarahkan dengan fiber-optic sehingga tidak memelukan operasi dan tidak menimbulkan rasa sakit yang hebat. Selain membunuh sel kanker secara langsung. Terapi fotodinamik sekarang dipertimbangkan sebagai terapi kanker masa depan yang memberikan harapan kesembuhan yang lebih baik dibandingkan terapi kanker saat ini. seperti kanker lambung. kanker hati. Keunggulan lainnya dari terapi fotodinamika tumor/kanker ini adalah terapi ini tidak bersifat invasif (noninvasive). Ekspansi tersebut akan mengeliminasi sel-sel tumor yang masih tersisa. dan kanker pada organ intraperitoneal. Kegunaan terapi fotodinamik sebagai terapi kanker masa depan terus dipelajari. Prinsip fototoksin inilah yang kemudian diterapkan dalam pengembangan terapi fotodinamika tumor dan kanker. Pada terapi ini. Pertama. Terapi ini telah terbukti dapat mengobati berbagai tipe sel kanker dan pengunaannya tidak terbatas pada tipe sel kanker. terapi ini selektif terhadap sel kanker tanpa ada peracunan pada sel tubuh dan efek samping pada sel-sel tubuh yang normal karena fotosensitizer hanya akan diserap oleh sel-sel kanker. Terapi fotodinamika bersifat ektensif dan menyeruluh. kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil. U. kanker otak. Terapi fotodinamika pun dapat mengobati kanker serviks.

photosensitizer damages tumor blood vessel so that it causes loss of oxygen and nutrition. has a tendency to accumulate in cancer tissue. such as U. A NEW HOPE FOR CANCER PATIENT Photodynamic therapy is a new innovation in medical world. Photodynamic therapy has three main components. This cluster is called as chromophore which will produce extra energy when it absorb light in certain length and cause unstable condition. Beside it destruct cancer cell directly. and dendritic cell. Acute inflammation reaction which is caused by photodynamic procedure will activate complement and stimulate pro-inflammatory cytokines secretion. commonly-used photosensitizer is chlorophyll. When molecule is in triplet form. it will try to change in normal condition via oxygen-molecule interaction which is called as intersystem crossing (ISC). which is called as phototoxin procedure.S. First. Next step is red light exposure to cancer tissue area within 630-880 nm light length and certain time. Finally. This principle is used to develop a new treatment for cancer therapy. This process calls clonal lymphocyte expansion to tumor tissue and eliminates remained tumor cell. photodynamic therapy as cancer therapy has two other mechanisms. then differentiate to antigen-presenting cell. photosensitizer is injected into body so that it can be absorbed and accumulated in cancer tissue. English version PHOTODYNAMIC THERAPY. photosensitizer must fulfill several criteria. First. photosensitizer will be changed in normal condition when the process is stopped by loss of light exposure effect. such as neutrophil. Generally. causes molecule excitation to low level energy. photosensitizer will absorb light and excited from singlet form to triplet form. and oxygen. it activates immune cells. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) since two decade ago. include safe in normal condition. This therapy consist several steps. Terapi ini diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi penderita kanker. light. In this therapy. This therapy is potential for treatment of various cancers which is still difficult to treat. macrophages. It has been also admitted as potent device and drug combination therapy by many health organizations. and has ability to absorb light. It produces destructive effect of oxygen radical and singlet form oxygen to cancer tissue. Photodynamic therapy is considered as effective therapy because of lightactivated reaction. Then. This reaction can eliminate main and hidden tumor focus. finally cancer cell necrosis is occured. Macrophages also will phagocyte debris and tumor cell. Another mechanism is immune cell induction.yang telah bermetastasis ke bagian tubuh lain. They are photosensitizer. It has been proven as effective tumor and cancer treatment clinically. Irradiation time is determined depend on how long photosensitizer can accumulate in cancer tissue. Furthermore. Chlorophyll can be a photosensitizer because it is made of porphyrin structure as light capture cluster. Triplet formphotosensitizer will react with oxygen in cancer tissue so oxygen changes to reactive singlet form and destructs cancer cell. In . migrate to local lymph nodes.

A novel approach to cancer treatment: Photodynamic therapy. FDA has recommended it for skin cancer. http://cacancerjournal.addition. . In other that. and Barret esophagitis.al. Jain RK. 2011. diakses pada tanggal 3 Maret 2011. Finally. esophagus precancerous lesion.org Dolmans DEJGJ. It is proven by its ability to treat various types of cancer. Fukumura D. Nurgül. Basic principles. REFERENCES Agostinis. dan Patricia Soo-Ping Thong. esophagus cancer. this therapy can be a new hope for cancer patient. Review: Targeted Therapy of Cancer Using Photodynamic Therapy in Combination with Multi-faceted Anti-Tumor Modalities. They hope that the light can activate photosensitizer from more than 1/3 inch from skin surface and reach metastasized tumor cell. 3(5):380–387. et. applications in oncology and improved selectivity of photodynamic therapy. 2010. Nagamani Dendukuri.cancer. Snow GB. Visser GWM. Kömerik. Turkish Journal of Cancer Vol. Although now it is focused on small and superficial cancer treatment. brain tumor. It also can treat cervical cancer prostate cancer. Nature Reviews Cancer 2003.gov/cancertopics/factsheet/Therapy/Fs7_7. U.mdpi. van Dongen GAMS.com/1424-8247/3/5/1507/pdf National Cancer Institute. Patrizia. light is directed to fiber-optic with no operation procedure and pain effect. Photodynamic therapy for cancer. Nowadays. pancreas carcinoma. no toxin and low-side effect-produced procedures and safe for normal cell because photosensitizer is only absorbed and accumulated in cancer tissue. http://www. 3/2002 Malini Olivo. 2003. 23:505–522. Sasidharan Swarnalatha Lucky. it also is selective to cancer cell. CA Cancer J Clin 2011. Photodynamic therapy is extensive and comprehensive therapy. Ramaswamy Bhuvaneswari. diakses pada tanggal 2 Maret 2012. 32/ No.61:250–281 Volume 61. 2003. and other peritoneal organ cancer. Researchers continue to study ways to improve the effectiveness of PDT and expand it to other cancers. photodynamic therapy is considered as future cancer treatment which provide better prognosis for cancer. liver cancer. diakses pada tanggal 1 Maret 2011. http://www. It also is a relative short-time therapy. 2002. Another of this therapy advantage is non-invasive.S. and small cell-lung carcinoma. 2004. Anticancer Research 2003. Photodynamic Therapy for Cancer. In this therapy. researchers hope it can be used for deep and large cancer.pdf Vrouenraets MB. researchers are still investigating the way to improve this technology. Photodynamic Therapy of Cancer: An Update.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful