Tubuh manusia secar kontinue terpajan pada berbagai macam organisme mikroba yang berpotensi patogenik,baik dilingkungan

nya mau pun didalam ddirinya sendiri,namun sebagian besar orang tidak mengalami infeksi yang berulang atau terus menerus.hal ini disebabkan oleh adanya seberangkat mekanisme pertahanan yang kompleks.( mandal,BK dkk.2004.lecture notes penyakit infeksi.edisi 6.erlangga :jakarta

Kulit yang masih utuh merupakan rintagan yang secara normal tidak dapat ditembus oleh bakteri atau virus,meskupun goresan yang sangat kecil,sekalipun memungkinkan masuknya mikroorganisme tersebut.dengan demikian ,membran mukosa yang melapisi saluran pencernaan ,saluran respirasi,dan saluran genitouriner( kelamin dan ekskresi urin),menghalangi masuknya mikroba yang secara potensial bersifat membahayakan.selain peranan nya sebagai rintangan fisik,kulit dan membran mukosa kjuga menghadapi patogen dengan pertahanan kimiawi.pada manusia,misalnya,sekresi dari kelenjar minyak dan kelenjar keringat akan memberikan ph kulit yang berrkisar antara 3 – 5, yang cukup asam untuk mencegah kolonisasi oleh banyak mikroba.(bakteri yang merupakan flora normal kulit telah beradaptasi terhadap lingkungan asam yang relatif kering itu.)kolonisasi mikroba juga dihambat oleh aktivitas pencucian yang dilakukan oleh air liur atau saliva,air mata,dan sekresi mukosa yang secara terus menerus membasahi permukaan epitelium yang terpapar.selain itu protein pelindung tersebut adalah lisosim,sehingga merusak banyak bakteri(REEC,cambell dan mitchell.2004.biologi edisi 5 jilid 3.erlangga:jakarta)

Luka adalah suatu kelaina atau robekan pada kulit. Semua luka berdarah selalu terasa sakit dan mudah menjadi terinfeksi.beberapa diantara nya menyebabkan retak tulang atau pendarahan.luka-luka itu juga dapat menyebabkan terjadinya syok.(heru,adi.1993.kader kesehatan masyarakat.EGC :jakarta