LAPORAN KASUS OBSGYN

Identitas pasien : No rekam medik: Nama : Ny. N Umur: 38 tahun Jenis kelamin : perempuan Pekerjaan ; ibu rumah tangga Alamat : jl. Kayu jati No.2 Agama : islam Status perkawinan : kawin Anamnesis : autoanamnesis Keluhan Utama : perdarahan dari jalan lahir 1 jam sebelum masuk RS. RPS : perdarahan dari jalan lahir 1 jam sebelum masuk RS, perdarahan berwarna merah segar dan mengalir banyak, serta keluar jaringan berwarna putih. Sakit perut bagian bawah dan terasa seperti mau melahirkan. Pasien merasa hamil 2 bulan. Awalnya 1 minggu sebelum masuk rumah sakit keluar flek-flek berwarna merah kecoklatan dan badan terasa lemas. Sebelumnya pasien tidak mengalami demam dan tidak meminum obat-obatan tertentu. Riwayat haid: menarche umur 12 tahun, haid tidak teratur, dengan lama 5 hari, ganti pembalut 2x sehari, HPHT 24 September 2012. Riwayat persalinan : partus spontan dibidan tahun 2009, tidak ada penyulit. Riwayat perkawinan : pasien menikah 1x, lamanya 8 tahun, umur pertama menikah 30 tahun. Riwayat kontrasepsi : pasien mengaku tidak menggunakan KB.
1

sklera ikterik -/Hidung : bentuk normal. retraksi -/Pa: fremitus sama kiri dan kanan Pr: sonor Au: suara nafas: vesikuler . RPK : tidak ada riwayat keluarga yang penting Riwayat kebiasaan : kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alcohol disangkal. wheezing -/-. pembesaran kelenjar tiroid (-) Thorax: Paru-Paru : I: pergerakan pernafasan simetris. pendengaran normal. secret -/Mulut : mukosa basah Tenggorokan : dbn Leher : pembesaran kelenjar limfe (-). Pemeriksaan Fisik :  Status Generalis Keadan umum : tampak sakit sedang Kesadaran : compos mentis Vital sign : TD: 90/60 R: 20x/menit N: 68x/ menit T: 36oC BB: 57 kg TB: 160 cm Kepala:       Mata : konjungtiva anemis -/-. deviasi septum (-). Riwayat trauma: riwayat trauma disangkal. secret (-) Telinga : bentuk daun telinga normal. ronkhi -/- 2 .RPD: tidak pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.

Ekstremitas atas dan bawah : akral hangat. edema (-) STATUS OBSTETRI  ABDOMEN :   Leopold I : TFU 2 jari diatas symphisis pubis Leopold II :Leopold III :Leopold IV :- TFU (tinggi Fundus Uteri ): 2 jari diatas symphisis pubis TBJ (taksiran berat janin): 14.2g/dl Hematokrit 27.000/µl MCV 75.2 gr Pemeriksaan dalam vagina : perdarahan (+). Darah lengkap:       Hemoglobin 9. pembukaan 2 cm. Diagnosa kerja : abortus inkompletus (pada pemeriksaan dalam masih ditemukan pembukaan serviks dan masih terdapat sisa jaringan yang belum keluar) DD : abortus insipient (pada pemeriksaan dalam di dapat pembukaan serviks dan akan mengancam janin keluar dai kavum uteri) Pemeriksaan penunjang: 1.4 fl 3 .26 juta/µl Trombosit 307.9/µl Eritrosit 3. teraba jaringan.1% Leukosit 15.- Jantung : I: ictus cordi tidak terlihat Pa: ictus cordi teraba di SIC V linea midclavicula sinistra Pr: batas jantung dbn Au: irama jantung regular.

Prognosis : ad bonam 4 .4% 2. USG: VU terisi cukup Tampak uterus membesar Tampak massa amorf intra uterin Diagnose : abortus inkompletus Penatalaksanaan: rawat inap dan kuretase.4pq MCHC 34.     MCH 26.

Sebagai batasan ialah kehamilan kurang dari 20 minggu dan berat janin kurang dari 500 gram.1.3   Abortus spontan  abortus yang berlangsung tanpa tindakan Abortus provokatus  abortus yang terjadi dengan sengaja.TINJAUAN PUSTAKA 1. Definisi Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Etiologi Penyebab abortus bervariasi dan sering diperdebatkan umumnya lebih dari satu penyebab. Translokasi parental keseimbangan genetic  Mendelian  Multifactor  Robersonian  Resiprokal  Kelainan konginetal uterus  Anomaly duktus mulleri  Septum uterus  Uterus bikornis  Inkompetensi serviks uterus  Mioma uteri  Sindroma asherman  Autoimun  Aloimun  Mediasi imunitas humoral 5 .  Abortus provokatus kriminalis  Abortus habitualis  abortus yang terjadi berulang tiga kali secara berturut-turut.  Abortus provokatus medisinalis  bila didasarkan pada pertimbangan dokter untuk menyelamatkan ibu. Penyebab terbanyak diantaranya adalah sebagai berikut:2  Faktor genetic. 2.

8-14 minggu sudah mulai menembus desidua dimana plasenta tidak dapat terlepas sempurna yang menyebabkan perdarahan banyak.4 Pada kehamilan kurang dari 8 minggu. vili korialis belum menembus desidua. Mediasi imunitas seluler  Defek fase luteal  Faktor endokrin eksternal  Antibody antitiroid hormone  Sintesis LH yang tinggi    Infeksi Hematologic Lingkungan 3. Patologi Awalnya terjadi perdarahan dalam desidua basalis yang dapat menyebabkan nekrosis jaringan dimana hasil konsepsi dapat terlepas sebagian atau seluruhnya karena hasil konsepsi tersebut terlepas dapat menjadi benda asing dalam uterus yang menyebabakan uterus berkontraksi dan mengeluarkan isinya. Pada kehamilan lebih dari 14 minggu ketuban pecah dapat menyebabkan janin keluar dan diikuti plasenta keluar. Hipotesis dapat diperkuat pada pemeriksaan bimanual dan tes kehamilan. Diagnosis Abortus diduga pada wanita yang pada masa reproduktif mengeluh tentang perdarahan pervaginam setelah terlambat haid. Jenis-jenis abortus 1  Abortus iminens 6 . pembukaan serviks. adanya jaringan dalam kavum uteri atau vagina. Harus diperhatikan banyaknya perdarahan .2 5.4 Pada abortus hasil konsepsi yang dikeluarkan terdapat dalam berbagai bentuk yaitu:  Kantong amnion kosong  Dalam kantong amnion terdapat benda kecil yang bentuknya masih belum jelas (blighted ovum)  Janin telah mati lama (missed abortion) 4. Dimana apabila plasenta tidak terlepas dapat mengakibatkan perdarahan yang banyak.

Diagnosis:  Ditentukan karena pada wanita hamil terjadi perdarahan melalui ostium uteri eksternum  Mengeluh sedikit mulas  Ostium uteri masih tertutup  Besarnya uterus sesuai dengan usia kehamilan  Tes kehamilan urin positif  Abortus insipien Abortus yang sedang mengancam.  Abortus inkompletus Sebagian hasil konsespsi telah keluar dari kavum uteri dan masih ada yang tertinggal. ostium uteri telah menutup. uterus sudah mengecil sehingga perdarahan sedikit. 7 . Batasan ini masih terpancang pada umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500mg. hasil konsepsi masih di dalam uterus dan dilatasi serviks tidak ada. semua hasil konsepsi telah dikeluarkan . ditandai dengan serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka tapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri dan dalam proses pengeluaran. yang menyebabkan sebagian placental site masih terbuka sehingga perdarahan berrjalan terus. Pemeriksaan urin biasanya masih positif 7-10 hari setelah abortus.sebagian hasil konsepsi masih tertinggal di dalam uterus dimana pada pemeriksaan vagina kanalis servikalis masih terbuka dan teraba jaringan dalam kavum uteri atau menonjol pada ostium uteri eksternum.  Abortus kompletus Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500mg. Diagnosis:  Kontraksi yang sering dan kuat  Perdarah bertambah sesuai dengan pembukaan serviks uterus dan umur kehamilan  Besar uterus masih sesuai dengan usia kehamilan  Tes urin kehamilan masih positif. Perdarahan biasanya masih terjadi jumlah bisa banyak atau sedikit tergantung pada jaringan tersisa.Perdarahan dari uterus pada kehamilan kurang dari 20 minggu.

Penderita missed abortion biasanya tidak meradakan keluhan apapun kecuali merasakan pertumbuhan janinnya tidak seperti yang diharapkan. Bila kehamilan di atas 14 minggu sampai 20 minggu penderita justru merasakan rahimnya semakin mengecil dengan tanda-tanda kehamilan sekunder mulai menghilang.  Abortus habitualis Abortus habitualis adalah abortus spontan yang terjadi 3 kali atau lebih berturut-turut. 8 . Penderita biasanya tidak terlalu sulit untuk hamil kembali tetapi kehamilannya berakhir dengan keguguran/ abortus berturut-turut. Missed abortion Missed abortion ditandai dengan embrio atau fegus telah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan dalam kandungan.

Jakarta. 4.medscape. http://emedicine.cdc.gov/eid/article 9/12/02-0566. Ilmu Kebidanan. Abortus.DAFTAR PUSTAKA 1. Wiknjosastro H. 2008 3. 2007 2. Jakarta.htm 9 . Yayasan Bina Pustaka sarwono prawirohardjo.Abortus. Wafa Al Nassir. EGC. Chlamydophila abortus pelvic inflamatoric disease. Abortus. Mochtar R. http://wwwnc. Edisi 3. Sinopsis Obstetri Jilid 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful