DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI

SUB BIDANG OPERASI

LEVEL 1 Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit

: : : :

DIS.OPS.005(1).B .................................................................. Mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHB-TR). DIS.OPS.028(1).B .................................................................. Mengoperasikan sistem catu daya instalasi arus searah (DC) pada gardu induk. : DIS.OPS.029(1).B .................................................................. : Mengoperasikan peralatan hubung bagi (PHB) arus bolakbalik instalasi penerangan dan instalasi tenaga pada gardu induk. : DIS.OPS.043(2).A .. ............................................................... : Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung. : DIS.OPS.044(2).A .. .............................................................. : Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung. : DIS.OPS.045(2).A ............................................................... : Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Tidak Langsung. : DIS.OPS.046(2).A ............................................................... : Mengoperasikan APP Elektronik Fase Satu Pengukuran Langsung. : DIS.OPS.047(2).A ……………………………………………… : Mengoperasikan APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Langsung : DIS.OPS.038(2).A .................................................................. : Mengoperasikan alat pembatas dan pengukur (APP) Elektronik Pengukuran Langsung. : DIS.OPS.039(2).A .................................................................. : Mengoperasikan alat pembatas dan pengukur (APP) Elektronik Pengukuran Tidak Langsung. : DIS.OPS.040(2).A .................................................................. : Mengoperasikan APP elektromekanik pengukuran langsung. : DIS.OPS.041(2).A .................................................................. : Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung

5 8

11

LEVEL 2 Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit

14

18

22

26

30

34

37

41 45

1

Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

Kode Unit Judul Unit

: :

DIS.OPS.042(2).A .................................................................. 49 Mengoperasikan Sambungan Pelanggan tegangan menengah DIS.OPS.001(2).B .................................................................. 52 Mengoperasikan Sambungan Pelanggan tegangan rendah. DIS.OPS.002(2).B .................................................................. 55 Mengoperasikan Saluran Kabel Tegangan Rendah Atau Opstyg JTR Baru DIS.OPS.003(2).B .................................................................. 59 Mengoperasikan peralatan hubung bagi tegangan rendah baru DIS.OPS.004(2).B .................................................................. 62 Mengoperasikan semi automatic change over pada JTR DIS.OPS.006(2).B .................................................................. 65 Mengoperasikan saluran udara tegangan rendah baru. DIS.OPS.007(2).B .................................................................. 68 Mencari gangguan pada SUTR. DIS.OPS.008(2).B .................................................................. 71 Mengidentifikasi gangguan pada sistem APP. DIS.OPS.009(2).B .................................................................. 74 Mengoperasikan SKTM baru. DIS.OPS.010(2).B .................................................................. 77 Melokalisir gangguan pada SKTM. DIS.OPS.011(2).B .................................................................. 80 Mengoperasikan SUTM baru. DIS.OPS.012(2).B .................................................................. 83 Mengoperasikan dan memanuver jaringan SUTM. DIS.OPS.013(2).B .................................................................. 86 Mengganti fuse cut out pada SUTM. DIS.OPS.014(2).B .................................................................. 89 Mengoperasikan poletop switch (PTS) atau poletop load break switch (PT-LBS). DIS.OPS.015(2).B .................................................................. 92 Mengoperasikan penutup balik otomatis atau saklar semi otomatis DIS.OPS.016(2).B .................................................................. 95 Mengoperasikan automatic voltage regulator (AVR) atau capasitor voltage regulator (CVR). DIS.OPS.017(2).B .................................................................. 98 Mengoperasikan instalasi kubikel tegangan menengah. DIS.OPS.018(2).B .................................................................. 101 Mengoperasikan instalasi kubikel tegangan menengah dengan trafo distribusi. DIS.OPS.019(2).B .................................................................. 104 Mengoperasikan Instalasi trafo distribusi dan peralatan hubung bagi (PHB) tegangan rendah (TR) pada gardu tiang kedalam sistem distribusi. DIS.OPS.020(2).B .................................................................. 107 Mengoperasikan instalasi kubikel pada gardu hubung (GH) kedalam sistem distribusi.

2

Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit

Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit LEVEL 3 Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit

: DIS.OPS.021(2).B .................................................................. : Mengoperasikan paralel instalasi sistem kubikel pada gardu hubung (GH) dalam rangka manuver beban. : DIS.OPS.022(2).B .................................................................. : Mengoperasikan instalasi kubikel Semi Automatic Change Over (SACO) atau Automatic Change Over (ACO) tegangan menengah pada gardu distribusi. : DIS.OPS.024(2).B .................................................................. : Mengganti fuse TM pada panel kubikel. : DIS.OPS.025(2).B .................................................................. : Mengoperasikan instalasi penyulang (Feeder) tegangan menengah gardu induk. : DIS.OPS.026(2).B .................................................................. : Mengoperasikan instalasi trafo pemakaian sendiri pada gardu induk. : DIS.OPS.027(2).B .................................................................. : Mendeteksi gangguan instalasi penyulang (Feeder) tegangan menengah dan trafo pemakaian sendiri pada gardu induk. : DIS.OPS.030(2).B .................................................................. : Mengoperasikan komputer sistem SCADA di pusat kontrol. : DIS.OPS.032(2).B .................................................................. : Mengoperasikan Sistem Komunikasi Data Untuk Operasional SCADA. : DIS.OPS.033(2).B .................................................................. : Mengoperasikan Remote Terminal Unit (RTU) Sistem SCADA Berikut Peralatan Mekanik Kubikel. : DIS.OPS.034(2).B .................................................................. : Mengendalikan Operasi Jaringan Tegangan Menengah Tanpa Sistem SCADA. : DIS.OPS.035(2).B .................................................................. : Mengendalikan Operasi Jaringan Tegangan Rendah (JTR ) : DIS.OPS.036(2).B .................................................................. : Mengoperasikan Peralatan Deteksi Untuk Menentukan Titik Gangguan Kabel. : DIS.OPS.037(2).B .................................................................. : Mengoperasikan peralatan deteksi untuk pengujian jaringan : DIS.OPS.023(3).B .................................................................. : Mendeteksi gangguan pada instalasi kubikel dan transformator gardu distribusi. : DIS.OPS.031(3).B .................................................................. : Mengendalikan operasi jaringan tegangan menengah dengan sistem SCADA.

110

113

117 120

123

126

129 132

135

138

141 144

147

151

154

3

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI LEVEL 1 4 .

sesuai SOP dan prosedur K3. 1. KRITERIA UNJUK KERJA SUB KOMPETENSI 1.8 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. 1.6 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). perusahaan. Mengganti fuse PHB-TR. Tegangan pada PHB-TR setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai SOP.1 Gambar satu garis jaringan tegangan rendah yang menyiapkan berkaitan dengan penggantian fuse PHB-TR mengganti fuse pada diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan PHB-TR.7 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).2 Alat keselamatan kerja dalam keadaan bertegangan digunakan. 1.B Mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHB-TR).OPS. 2. 1. 5 1/3 . alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.2 Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian JTR. 2.005(1). Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengganti fuse pada papan hubung bagi tegangan rendah (PHB-TR) dalam keadaan bertegangan pada gardu tiang atau gardu beton. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).4 Karakteristik fuse/rating arus dipahami untuk dipaang sesuai standar operasi.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1.1 2.5 Alat kerja. Merencanakan dan 1. 1.

Penggunaan alat ukur listrik. Membuat Laporan 4.2 I. Pengukuran beban PHB-TR untuk masing-masing jurusan dilaksanakan sesuai standar operasi. Instruksi Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah. 3. 6. 3.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Pengetahuan yang dibutuhkan 2.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 5.2. 2. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 6 2/3 .2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengganti fuse pada PHB-TR. 1. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. II. Memeriksa operasi PHB-TR.3 Fuse pada PHB-TR yang akan diganti dilepas dengan menggunakan alat kerja sesuai SOP dan ketentuan/prosedur K3. Karakteristik dan rating fuse yang dipasang pada PHB-TR dilaksanakan sesuai standar operasi.1 4. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA.3 4. 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah. Ground plat diperiksa kelayakannya dari retak/ pecah dan dikencangkan sesuai standar konstruksi dan manufaktur.2 3.1 Melaksanakan Ketentuan mengenai K3. Laporan pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan.4 3. 4. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. 1. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Urutan putaran fase diperiksa sesuai standar operasi. 1.1 3. Standing Operation Procedure (SOP) mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHB-TR). ACUAN PENILAIAN. Berita Acara penggantian fuse PHB-TR dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. 2. 2.

2 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Hukum Ohm. 2. 4. Mengatasi gangguan pada fuse PHB-TR. Rangkaian Resistansi.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan JTR. 2. 4 Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Persyaratan dasar 3. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Arus bolak balik fase tiga.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.2. 3.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 pada penggantian fuse PHB-TR. Jenis dan penyebab gangguan pada fuse PHB-TR. 3.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah. 5 Kompetensi Kunci.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).5 Gangguan pada fuse PHB-TR. Kapasitansi dan Impedansi. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 1 1 1 1 1 7 3/3 . Induktasi. Hukum Kirchhoff I.3 Peralatan Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR) Konstruksi dan jenis/type PHB-TR. Jenis/type fuse PHB-TR Karakteristik fuse SOP penggantian fuse pada PHB-TR. Peralatan / Komponen PHB-TR.

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. Volt dan watt meter) diidentifikasi sesuai prosedur batasan penunjukan.3 Batere/accumulator diperiksa tingkat kebasaannya sesuai instruksi manual. 1/2 8 .7 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.1 Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. 3. Mengoperasikan sistem catu daya instalasi arus searah.6 Alat kerja. 2.OPS. 1. 2. keasaman/ SUB KOMPETENSI 1. 2.2 Pemeriksaan sistem catu daya instalasi arus searah dilaksanakan sesuai standar operasi.2 Instrumen ukur besaran listrik (Amper.028(1).1 Gambar satu garis sistem instalasi catu daya dan gambar pengawatan peralatan dipahami sesuai standar operasi. Membuat laporan pengoperasian. KRITERIA UNJUK KERJA 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian sistem catu daya instalasi arus searah pada gardu induk 1.B Mengoperasikan sistem catu daya instalasi arus searah (DC) pada gardu induk. 3. sesuai instruksi manual dan standar perusahaan. 1. 1.4 Ruang batere/accumulator diperiksa sesuai dengan persyaratan K3.1 Pengoperasian sistem catu daya instalasi arus searah dilaksanakan sesuai instruksi manual. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian yang diperlukan pada pengoperasian sistem catu daya instalasi arus searah untuk keperluan relai/alat proteksi dan sistem komunikasi PLC/serat optik pada gardu induk. tentang bahaya reaksi kimia. 1.

Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1.2 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Rangkaian Resistansi. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian catu daya arus searah (DC) pada gardu induk. 2. 1. Kapasitansi dan Impedansi. 4.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Storage batteries : rangkaian baterai terpusat dalam ruangan SOP mengoperasikan sistem catu daya arus searah (DC) pada gardu induk. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. 6. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Hukum Ohm. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Gambar satu garis dan gambar pengawatan sistem catu daya arus searah. Peralatan / Komponen instalasi catu daya arus searah.I. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Penggunaan alat ukur listrik. 3. 2. 2. Instruksi Manual dari masing-masing peralatan instalasi catu daya gardu induk. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 2.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3. 5. 2/3 9 . 2. Prinsip kerja instalasi catu daya arus searah. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Unit kompetensi ini berlaku pada gardu induk yang menggunakan instalasi penyulang tipe kubikel atau tipe terbuka (open type). Hukum Kirchhoff I.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. ACUAN PENILAIAN 1.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Prosedur K3 untuk mengoperasikan sistem catu daya arus searah (DC) pada gardu induk.3 Instalasi sistem catu daya arus searah (DC) gardu induk Konstruksi dan type instalasi catu daya arus searah. Instruksi manual instalasi catu daya arus searah. 1. II. Induktasi. Arus bolak balik fase tiga.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.

2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.3. Kompetensi Kunci. 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 2 2 1 1 1 1 3/3 10 . Persyaratan dasar 3. 5.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).1 Dasar operasi dan pemeliharaan instalasi catu daya gardu induk. 3. 4. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi catu daya arus searah dan tegangan rendah.

Pengoperasian peralatan hubung bagi (PHB) arus bolak-balik dilaksanakan sesuai prosedur yang tercantum dalam instruksi manual. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Unit kompetensi ini berlaku pada gardu induk yang menggunakan gardu distribusi sebagai pemasok catu daya arus bolak-balik. 3. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.3 1.1 I. Mengoperasikan PHB instalasi arus bolak-balik gardu induk.029(1). KRITERIA UNJUK KERJA 1. Alat kerja.OPS. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Volt dan watt meter) diidentifikasi sesuai prosedur batasan penunjukan. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian papan hubung bagi (PHB) arus bolakbalik gardu induk.4 2.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.1 2.2 3. 1. 2. 11 1/2 . 3.B Mengoperasikan peralatan hubung bagi (PHB) arus bolak-balik instalasi penerangan dan instalasi tenaga pada gardu induk Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian yang diperlukan pada pengoperasian papan hubung bagi (PHB) arus bolak-balik yang meliputi instalasi penerangan dan instalasi tenaga gardu induk. sesuai standar perusahaan dan Standing Operation Procedure (SOP). Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. dipahami sesuai standar operasi. Membuat laporan pengoperasian. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan unit kompetensi ini.1 Gambar satu garis sistem papan hubung bagi dan gambar instalasi penerangan dan instalasi tenaga yang berkaitan. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Pengawatan instalasi penerangan dan tenaga diukur nilai isolasinya sesuai standar operasi. 4. 6. 2. Instrumen ukur besaran listrik (Amper. Instruksi Manual dari masing-masing peralatan instalasi catu daya AC gardu induk. SUB KOMPETENSI 1.2 1. Gambar satu garis instalasi PHB dan sistem catu daya arus bolak balik. 5. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian PHB-AC gardu induk. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.

Instruksi manual instalasi PHB catu daya AC. 2. Kapasitansi dan Impedansi. 2. 3. Induktasi.1 Dasar operasi dan pemeliharaan instalasi catu daya gardu induk. 1.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Penggunaan alat ukur listrik. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 4. ACUAN PENILAIAN 1. Persyaratan dasar 3. Hukum Kirchhoff I. Prinsip kerja instalasi PHB catu daya AC. Kompetensi Kunci. Peralatan / Komponen instalasi PHB catu daya AC. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Hukum Ohm. 3.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3. Arus bolak balik fase tiga. Rangkaian Resistansi.II. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 1 1 1 1 1 12 2/2 . Prosedur K3 untuk mengoperasikan instalasi PHB catu daya AC pada gardu induk. 2. SOP mengoperasikan instalasi PHB catu daya AC pada gardu induk.2 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. 2.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi catu daya arus bolak-balik tegangan rendah. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.3 Instalasi PHB catu daya arus bolak-balik (AC) gardu induk Konstruksi dan type instalasi PHB catu daya AC. 1. 5.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 4.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI LEVEL 2 13 .

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

: DIS.OPS.043(2).A : Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Langsung fase satu sesuai tarif dasar listrik, yang tersambung pada jaringan tegangan rendah, sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. 1.2 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1.3 Alat kerja, alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1.4 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. 1.5 Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa, sesuai prosedur tata usaha langganan. 1.6 Berita Acara hasil kalibrasi (setting) pembatas diperiksa, sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. 1.7 Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan, diperiksa sesuai standar konstruksi. 1.8 Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku. K3 dipahami sesuai

SUB KOMPETENSI 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung.

14

2. Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung.

2.1 Pengoperasian APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan. 2.2 Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. 2.3 Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. 2.4 Pemasangan pembatas sambungan pelanggan pada PHB-TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. 2.5 Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. 3.1 Arah putaran kWh meter diperiksa, sesuai instruction manual. 4.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. 4.2 Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 4.3 Alternatif penanggulangan yang telah disetujui, dilaksanakan sesuai standar penyambungan. 5.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. 5.2 Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan.

3. Memeriksa operasi APP. 4. Menanggulangi kelainan operasi.

5. Membuat laporan

I. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA.
Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah. 2. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan; 3. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur; 4. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan APP; 5. Standar pengoperasian APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan; 6. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan; 7. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

15

II. ACUAN PENILAIAN.
1. Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : KODE UNIT JUDUL UNIT

1.1 1.2 1.3 1.4 2.

Melaksanakan ketentuan mengenai K3; Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan tegangan rendah; Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi; Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.

Pengetahuan yang dibutuhkan 2.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Penggunaan alat ukur listrik. 2.2 Teori Listrik Hukum dasar Arus searah. Arus bolak balik fase satu. Hukum Ohm. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi, Induktansi, Kapasitansi dan Impedansi. 2.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Fase Satu Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. Konstruksi APP Fase Satu pengukuran langsung. Peralatan / Komponen APP. Instruksi manual peralatan APP. Gambar pengawatan sistem APP. 2.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung.

3. Persyaratan dasar 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.

4. Memiliki pengetahuan kerja tentang Dasar operasi, pemeliharaan dan pengawatan APP. Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP.

16

No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Kompetensi Kunci. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 17 .5.

OPS. Alat kerja. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung sesuai tarif dasar listrik. 1. 1. 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.5. KRITERIA UNJUK KERJA 1. Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku. Berita Acara hasil kalibrasi (setting) pembatas diperiksa. K3 dipahami sesuai SUB KOMPETENSI 1. 1.8.A : Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan. sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 18 .7.3. 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : DIS.2.4. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). 1. Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa.6. Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah. diperiksa sesuai standar konstruksi. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan.1.044(2). 1. sesuai prosedur tata usaha langganan.

2. 2. Memeriksa operasi APP.2.3 Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan.2 Arah putaran kWh meter diperiksa. 19 . 5. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah.5 Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan.4 Pemasangan pembatas sambungan pelanggan pada PHB-TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. 4. sesuai instruction manual. 2. 2. Membuat laporan I. 5. 4. 4. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA. 7. dilaksanakan sesuai standar penyambungan.2 Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang.1 Pengoperasian APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan. 3. Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung. Menanggulangi kelainan operasi. 6. 4.3 Alternatif penanggulangan yang telah disetujui.1 Putaran phase R. 5. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. 4.2 Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan. 5. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 3. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. 2. sesuai instruction manual. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase.1 Penyimpangan operasi yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. 3. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. 2. 3. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan. Standar pengoperasian APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan.2 Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan.

Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi. 2. 1.II.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Instruksi manual peralatan APP. 3. Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : KODE UNIT DIS. Persyaratan dasar Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).2 Teori Listrik Hukum dasar Arus searah. ACUAN PENILAIAN. Arus bolak balik fase tiga. 4. pemeliharaan dan pengawatan APP. 4.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Induktansi. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 2.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. Kapasitansi dan Impedansi.1 Dasar operasi. Peralatan / Komponen APP. 20 .4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung. Gambar pengawatan sistem APP. Hukum Ohm.001(2).B1 JUDUL UNIT Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung. 1. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 1. Konstruksi APP Fase Tiga pengukuran langsung. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan tegangan rendah. 2.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Fase Tiga Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. Penggunaan alat ukur listrik. 2. 1. Arus bolak balik fase satu. 1.OPS.

5. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 21 . Kompetensi Kunci.

Berita Acara rasio CT/PT sesuai untuk pengukuran dan pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah. Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa. KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Tidak Langsung sesuai tarif dasar listrik. sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. sesuai prosedur tata usaha pelanggan.045(2). Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan. 22 .9 Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).A : Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga PengukuranTidak Langsung. Berita Acara hasil kalibrasi (setting) relai pembatas diperiksa.OPS. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Tidak Langsung. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. diperiksa sesuai standar konstruksi.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : DIS. K3 dipahami sesuai SUB KOMPETENSI 1. Alat kerja. 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan.

Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung. 2. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. 3. 4. Standar pengoperasian APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Tidak Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan.1. 3.2 Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan.3 Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. 2.2 Arah putaran kWh meter diperiksa.3 Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. 4. 5. Membuat laporan I.2. 5.2. PT. 2. Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan menengah. 6.2 Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA. 2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1.1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksana-kan sesuai dengan prosedur tata usaha pelanggan yang ditetapkan perusahaan. Memeriksa operasi APP. 4. relai pembatas sambungan pelanggan pada panel TR / kubikel TM dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. CT. 2. Menanggulangi kelainan operasi.5 Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan.4 Pemasangan NH Fuse. 3. 3. 23 . sesuai instruction manual. 5. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyam-bungan.1 Putaran phase R. 5. 4. 2. dilaksanakan sesuai standar penyambungan. 4. sesuai instruction manual. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase.

Hukum Ohm. Pengetahuan yang dibutuhkan 1.II.B2 JUDUL UNIT Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 1. Arus bolak balik fase tiga. 1. 1. Persyaratan dasar 3. 1.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Fase Tiga Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. pemeliharaan dan pengawatan APP.OPS. 4. Instruksi manual peralatan APP. Kapasitansi dan Impedansi. ACUAN PENILAIAN. Peralatan / Komponen APP. 2. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Penggunaan alat ukur listrik. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi. 1.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. Trafo Arus dan Trafo Tegangan. 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. Arus bolak balik fase satu.2 Teori Listrik Hukum dasar Arus searah.001(2). 3. Gambar pengawatan sistem APP. 1.1 Dasar operasi.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. 1. Induktansi.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Tidak Langsung. 4. Konstruksi APP Fase Tiga pengukuran tidak langsung. Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : KODE UNIT DIS. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 24 .2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasi-kan sambungan pelangan tegangan rendah.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 1.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 25 . No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.5. Kompetensi Kunci.

1. 1. sesuai prosedur tata usaha pelanggan. diperiksa sesuai standar konstruksi.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : DIS. Merencanakan dan 1. 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1.A : Mengoperasikan APP Elektronik Fase Satu Pengukuran Langsung.046(2). 1.8 Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan.4 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. 1.3 Alat kerja. dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).7 Berita Acara kalibrasi MCB/NH Fuse sesuai untuk pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).1 Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan menyiapkan saluran pelanggan dipahami sesuai standar pengoperasian APP penyambungan. KRITERIA UNJUK KERJA SUB KOMPETENSI 1.2 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat Langsung. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektronik Fase Satu Pengukuran Langsung sesuai tarif dasar listrik. Elektronik Fase Satu Pengukuran 1.OPS.6 Berita Acara tipe KWh Elektronik dan download software sesuai peraturan yang berlaku. 1.5 Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa. K3 dipahami sesuai 26 .9 Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah.

1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. 27 . 2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 4. 6. 2. 4. Mengoperasikan APP Elektronik Fase Satu Pengukuran Langsung. Memeriksa operasi APP. 3.5 Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. 2. 5. 4.4 Pemasangan MCB/NH Fuse pembatas sambungan pelanggan pada panel TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1 Urutan tampilan display kWh meter diperiksa. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur. 3. Membuat laporan I. sesuai instruction manual. Standar Pengoperasian APP Elektronik Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan.3 Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. 5. Menanggulangi kelainan operasi.1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksana-kan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan. 4.2. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan.2 Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. dilaksanakan sesuai standar penyambungan. 4.2 Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan.2 Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan. 3. 2. 5. 2. 2. 5.3 Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan.

Induktansi. Arus bolak balik fase satu. Peralatan / Komponen APP.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 1.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasi-kan sambungan pelangan tegangan rendah. Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : KODE UNIT DIS. 28 . Instruksi manual peralatan APP. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Elektronik Pengukuran Langsung. Konstruksi APP Fase Satu elektronik pengukuran langsung. Persyaratan dasar Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).B1 JUDUL UNIT Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung. 1. Penggunaan alat ukur listrik.OPS. 4. Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi. Pengetahuan yang dibutuhkan Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik elektronik Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik elektronik.001(2). pemeliharaan dan pengawatan APP. Kapasitansi dan Impedansi. Gambar pengawatan sistem APP. 1. Teori Listrik Hukum dasar Arus searah. 1. Memiliki pengetahuan kerja tentang Dasar operasi. Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Fase Satu Elektronik Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. Hukum Ohm. 2. 1.II. 3. ACUAN PENILAIAN. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.

Kompetensi Kunci. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 29 .5. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.

A : Mengoperasikan APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Langsung.OPS. K3 dipahami sesuai SUB KOMPETENSI 1.4 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. sesuai prosedur tata usaha pelanggan.047(2).6 Berita Acara tipe KWh Elektronik dan download software sesuai peraturan yang berlaku. 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Langsung.2 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : DIS. 1. 1.1 Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambunga 1. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1.9 Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku. 1. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).7 Berita Acara kalibrasi MCB/NH Fuse sesuai untuk pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. diperiksa sesuai standar konstruksi. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Langsung sesuai tarif dasar listrik.3 Alat kerja. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 30 .8 Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan. 1.5 Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa. 1.

3. 5. 5. 5. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur. 6. 4.2 Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 5.2 Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan. 2.5 Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. 2. 2. dilaksanakan sesuai standar penyambungan. Menanggulangi kelainan operasi. 31 . Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase.1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksana-kan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan. Membuat laporan I.1 Putaran phase R.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyam-bungan.2. sesuai instruction manual. 4.4 Pemasangan MCB/NH Fuse pembatas sambungan pelanggan pada panel TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan.2 Urutan tampilan/display kWh meter diperiksa. and sesuai instruction manual. Standar Pengoperasian APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. 4. 2. 2. 4.3 Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. 2. 4.3 Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Mengoperasikan APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Langsung. 3. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. 3. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. 3.2 Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. Memeriksa operasi APP.

3. pemeliharaan dan pengawatan APP.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan tegangan rendah. Persyaratan dasar Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 1. Konstruksi APP Elekronik Fase Tiga pengukuran langsung. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi. Instruksi manual peralatan APP. Memiliki pengetahuan kerja tentang Dasar operasi. 1. 1. Hukum Ohm.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 1. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Langsung. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : KODE UNIT DIS. Peralatan / Komponen APP. Kapasitansi dan Impedansi.OPS. 4. 1. ACUAN PENILAIAN. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.001(2). Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Fase Tiga Elektronik Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.II. Induktansi. Teori Listrik Hukum dasar Arus searah. Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Arus bolak balik fase satu. Arus bolak balik fase tiga. Pengetahuan yang dibutuhkan Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik elektronik. 32 .4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Penggunaan alat ukur listrik. 2. Gambar pengawatan sistem APP.B2 JUDUL UNIT Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung.

Kompetensi Kunci. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 33 .

sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). 2. 1. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah. SUB KOMPETENSI 1. 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. KRITERIA UNJUK KERJA 1.6 Berita Acara tipe KWh Elektronik dan down load software sesuai peraturan yang berlaku. 1.8 Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan.2 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektronik Pengukuran Langsung. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektronik Pengukuran Langsung fase satu dan fase tiga sesuai tarif dasar listrik.5 Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa.4 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. diperiksa sesuai SOP. 2. 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : DIS.038 (2).9 Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai peraturan yang berlaku.7 Berita Acara kalibrasi MCB/NH Fuse sesuai untuk pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan.1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan.3 Alat kerja.OPS. 1.A : Mengoperasikan alat pembatas dan pengukur (APP) Elektronik Pengukuran Langsung. 1. 34 . 1.1 Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. Mengoperasikan APP Elektronik Pengukuran Langsung. sesuai prosedur tata usaha pelanggan. 1.

Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 3. 3. 2. II.OPS. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA. 5. 3. 2. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. Prosedur penyambungan pelanggan yang ditetapkan perusahaan.2 Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 4. sesuai instruction manual.040(2). 5. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. Memeriksa operasi APP.2 Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : KODE UNIT DIS. 2. 5.4 Pemasangan MCB/NH Fuse pembatas sambungan pelanggan pada panel TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan.5 Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. Membuat laporan I. Standing Operation Procedure (SOP) APP Elektronik Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. 5. 3.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. ACUAN PENILAIAN. 4. 35 . sesuai instruction manual. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah. 2. 1.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyam-bungan.1 Putaran phase R. Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools. 4. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelak-sanaan unit kompetensi ini.2 Arah putaran kWh meter diperiksa.3 Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. Menanggulangi kelainan operasi.2 Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan.B JUDUL UNIT Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Langsung. 4.2.

Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP elektronik pengukuran langsung.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. Jenis dan penyebab gangguan pada sistem APP. Induktasi. 3. • Instruction manual dan wiring diagram APP elektronik. 4. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. • Software dan hardware APP elektronik. 2. • Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. • Resistansi. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 36 . Kapasitansi dan Impedansi. • Penggunaan alat ukur listrik. pemeliharaan dan pengawatan APP. • Hukum Ohm. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang Dasar operasi. Gangguan pada APP elektronik pengukuran langsung.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). Kompetensi Kunci. Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. • Konstruksi APP elektronik. Teori Listrik • Arus bolak balik fase satu. Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) elektronik. Mengatasi gangguan pada sistem APP. Pengetahuan yang dibutuhkan : Alat ukur dan pengukuran besaran listrik • Macam alat ukur listrik dan alat hitung. Persyaratan dasar 3. • Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. 3.Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. • Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II. • Arus bolak balik fase tiga.

A : Mengoperasikan alat pembatas dan pengukur (APP) Elektronik Pengukuran Tidak Langsung. sesuai prosedur tata usaha pelanggan.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : DIS. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Alat kerja. SUB KOMPETENSI 1. 37 . Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Berita Acara rasio CT/PT dan kalibrasi relai sesuai untuk pengukuran dan pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).OPS. diperiksa sesuai standar konstruksi. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan Prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektronik Pengukuran Tidak Langsung fase tiga sesuai tarif dasar listrik. KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa. Berita Acara tipe KWh Elektronik dan download software sesuai peraturan yang berlaku. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektronik Pengukuran Tidak Langsung. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai peraturan yang berlaku. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan.039 (2). Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan.

S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase.2. Mengoperasikan APP Elektronik Pengukuran Tidak Langsung.2 Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 4. 2. 2. 2. 38 . 5. 3. 2. Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. 5. Penyambungan saluran pelanggan dilaksana-kan sesuai dengan prosedur tata usaha pelanggan yang ditetapkan perusahaan. 7.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. Memeriksa operasi APP.2 Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan. 2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. Pemasangan NH Fuse. Menanggulangi kelainan operasi. sesuai instruction manual. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. relai pembatas sambungan pelanggan pada panel TR / kubikel TM dilaksanakan sesuai standar penyam-bungan yang ditetapkan perusahaan.4. PT. 5.3. CT. Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah.5. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA.1. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur. 3. 4. 4. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. 3.1. Membuat laporan I.2 Arah putaran kWh meter diperiksa. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. sesuai instruction manual.2. 2. 5. 6. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. Standar Pengoperasian APP Elektronik Pengukuran Tidak Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. 3. Putaran phase R. 4.

1. 2. Trafo Arus dan Trafo Tegangan. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. Penggunaan alat ukur listrik. ACUAN PENILAIAN. 1. 39 . 2. 1. Arus bolak balik fase satu. Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Elektronik Fase Tiga Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. JUDUL UNIT APP Elektronik Pengukuran 1. Konstruksi APP Elektronik Fase Tiga pengukuran tidak langsung. Arus bolak balik fase tiga. 3. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Tidak Langsung. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2 Teori Listrik Hukum dasar Arus searah.A Mengoperasikan Langsung. Gambar pengawatan sistem APP.038(2). Memiliki pengetahuan kerja tentang Dasar operasi.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Induktansi. pemeliharaan dan pengawatan APP. Kapasitansi dan Impedansi.OPS.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan tegangan rendah. Pengetahuan yang dibutuhkan Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. 1.II. Peralatan / Komponen APP. Instruksi manual peralatan APP. Persyaratan dasar Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 4.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : KODE UNIT DIS. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi. Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. Hukum Ohm.

No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.5. Kompetensi Kunci. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 40 .

sesuai prosedur tata usaha langganan. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1.7 Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan. diperiksa sesuai standar konstruksi.6 Berita Acara hasil kalibrasi (setting) pembatas diperiksa.040(2). sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Langsung fase satu dan fase tiga sesuai tarif dasar listrik.4 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan.8 Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku. 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : DIS. 1. 1.OPS. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1. K3 dipahami sesuai SUB KOMPETENSI 1 Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Pengukuran Langsung.5 Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa.2 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). yang tersambung pada jaringan tegangan rendah. 1.A : Mengoperasikan APP elektromekanik pengukuran langsung.1 Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. 41 . 1.3 Alat kerja.

2 Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan. 4.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyam-bungan. 7. 6. 42 .2 Arah putaran kWh meter diperiksa.3 Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan.2.5. 5. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan.3. 2. 4. 5. 4. Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. dilaksanakan sesuai standar penyambungan. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 2.2. 3. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. 2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah. Memeriksa operasi APP.2 Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang.1 Putaran phase R. 2.4. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. 3. Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Langsung. Menanggulangi kelainan operasi. and sesuai instruction manual. Pengoperasian APP Elektromekanik Pengukuran Langsung dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan. Pemasangan pembatas sambungan pelanggan pada PHB-TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. 4. 4. Standar pengoperasian APP Elektromekanik Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. 5. 2. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. 3. 3. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA. sesuai instruction manual. 2. 5 Membuat laporan I. Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan.1.

Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Langsung. 43 . Kapasitansi dan Impedansi. 3.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Konstruksi APP pengukuran langsung. 1. 2. Penggunaan alat ukur listrik. 1. 1.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Induktansi. Instruksi manual peralatan APP. Pengetahuan yang dibutuhkan Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. 4. Teori Listrik Hukum dasar Arus searah.II.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan tegangan rendah. Arus bolak balik fase tiga. Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. Gambar pengawatan sistem APP.OPS. Hukum Ohm. 1.1 Dasar operasi. Arus bolak balik fase satu. Persyaratan dasar Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). ACUAN PENILAIAN.001(2). 4. pemeliharaan dan pengawatan APP. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4.B2 JUDUL UNIT Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung. Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : KODE UNIT DIS. 1. Peralatan / Komponen APP. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi.

Kompetensi Kunci. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 44 .

4 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. sesuai prosedur tata usaha pelanggan. K3 dipahami sesuai SUB KOMPETENSI 1 Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung.6 Berita Acara hasil kalibrasi (setting) relai pembatas diperiksa.1 Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). 1. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1. diperiksa sesuai standar konstruksi.8 Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1.OPS. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung fase tiga sesuai tarif dasar listrik. 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : DIS. 1.5 Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa.2 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. 1. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah. 45 . 1.9 Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku.A : Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung. 1.041(2).3 Alat kerja.7 Berita Acara rasio CT/PT sesuai untuk pengukuran dan pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan.

3. 5. 5. 2. 3. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. 7. Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung. CT. 4 Menanggulangi kelainan operasi. sesuai instruction manual. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. 6. relai pembatas sambungan pelanggan pada panel TR / kubikel TM dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. PT. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. 4. 4.2 Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan. sesuai instruction manual. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. dilaksanakan sesuai standar penyambungan. 3. 5. 4. 2.2 Arah putaran kWh meter diperiksa.1 Putaran phase R. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah. 2. 46 . 2. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA.1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksana-kan sesuai dengan prosedur tata usaha pelanggan yang ditetapkan perusahaan.3 Alternatif penanggulangan yang telah disetujui.2. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan. 2. 3.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan.2 Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan.3 Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan.2 Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan 2. 4.4 Pemasangan NH Fuse. Standar pengoperasian APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Memeriksa operasi APP.5 Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. 5 Membuat laporan I. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur.

II. ACUAN PENILAIAN.
1. Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : KODE UNIT 1. DIS.OPS.001(2).B1 dan 2. DIS.OPS.001(2).B2 atau DIS.OPS.040 (2).A JUDUL UNIT Mengoperasikan APP elektromekanik pengukuran langsung fase satu Mengoperasikan APP elektromekanik pengukuran langsung fase tiga Mengoperasikan APP elektromekanik pengukuran langsung.

1.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3; 1.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan tegangan rendah; 1.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi; 1.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 2. Pengetahuan yang dibutuhkan Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Penggunaan alat ukur listrik. Teori Listrik Hukum dasar Arus searah. Arus bolak balik fase satu. Arus bolak balik fase tiga. Hukum Ohm. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi, Induktansi, Kapasitansi dan Impedansi. Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. Trafo Arus dan Trafo Tegangan. Konstruksi APP pengukuran tidak langsung. Peralatan / Komponen APP. Instruksi manual peralatan APP. Gambar pengawatan sistem APP. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung.

47

3. Persyaratan dasar 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.

4. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4.1 Dasar operasi, pemeliharaan dan pengawatan APP. 4.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP.

5. Kompetensi Kunci.
No
A B C D E F G

Kompetensi kunci
Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi

Level 1 2 1 2 1 1 1

48

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI
Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : :

DIS.OPS.042(2).A
Mengoperasikan sambungan pelanggan (SL) tegangan menengah. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan sambungan pelanggan, yang tersambung pada jaringan tegangan menengah, sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP). KRITERIA UNJUK KERJA Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan diperiksa sesuai dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

SUB KOMPETENSI 1. Merencanakan dan 1.1 menyiapkan pengoperasian sambungan pelanggan. 1.2

1.3 Alat kerja, alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1.4 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1.5 Perintah pengoperasian sambungan pelanggan yang diterima diperiksa, sesuai dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. 1.6 Berita Acara hasil kalibrasi (setting) relai pembatas diperiksa, sesuai pembatasan daya dalam dukumen yang ditetapkan oleh perusahaan. 1.7 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 2 Mengoperasikan sambungan pelanggan. 2.1 Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan diperiksa, sesuai dengan dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. 2.2 Alat pembatas dan pengukur (APP) yang terpasang diperiksa sesuai dengan dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan.
49

1/3

2.3 Alat bantu pengukuran (CT dan PT) diperiksa sesuai SOP dan dokumen penyambungan yang ditetapkan perusahaan. 2.4 Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 3. Memeriksa operasi sambungan pelanggan. 3.1 Putaran phase R, S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase, sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP). 3.2 Arah putaran kWh meter diperiksa, sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 3.3 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan dilaporkan sesuai prosedur pelaporan. 4. Membuat laporan 4.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. 4.2 Laporan pengoperasian pelaporan. dibuat sesuai prosedur

I. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA
Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah; 2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian sambungan pelanggan tegangan menengah; 3. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara; 4. Dokumen dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan; 5. Dokumen sambungan pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan; 6. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini.

II. ACUAN PENILAIAN
1. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3; 1.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan; 1.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi; 1.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 2. Pengetahuan yang dibutuhkan 2.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Penggunaan alat ukur listrik.

2/3

50

4. Kapasitansi dan Impedansi. Peralatan / Komponen APP.3 Sambungan pelanggan tegangan menengah Macam sambungan pelanggan. 5. Kompetensi Kunci. Peralatan sambungan pelanggan.1 Pengoperasian sambungan pelanggan. 2. Konstruksi APP.4 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.2 Teori Listrik Arus bolak balik fase satu. Persyaratan dasar 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 3. 2.2. Instruksi manual peralatan APP. 4.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan SL / JTM. Induktasi.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). SOP pengoperasian sambungan pelanggan. Konstruksi sambungan pelanggan. Gambar pengawatan sistem APP. Hukum Ohm. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Gambar pengawatan sambungan pelanggan. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 51 .5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan sambungan pelanggan tegangan menengah. Arus bolak balik fase tiga. 2.

1 Gambar satu garis jaringan tegangan rendah yang berkaitan dengan saluran pelanggan diperiksa sesuai SOP dan dokumen pelanggan yang ditetapkan perusahaan. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian sambungan pelanggan.OPS. 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.4 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Mengoperasikan sambungan pelanggan. 2. 2.5 Perintah pengoperasian sambungan pelanggan yang diterima diperiksa. 1. 1. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).001(2).1 Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan diperiksa. sesuai dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah.6 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 52 1/3 .3 Alat kerja. 1. sesuai Standing Operation Procedure (SOP) dan dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan sambungan pelanggan fase satu atau fase tiga.3 Pemasangan fuse sambungan pelanggan pada PHBTR dilaksanakan sesuai SOP dan standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.2 Alat pembatas dan pengukur (APP) dan CT yang terpasang diperiksa sesuai dengan dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. 2. KRITERIA UNJUK KERJA 1.B Mengoperasikan Sambungan Pelanggan (SL) tegangan rendah.2 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). SUB KOMPETENSI 1. 2.

2. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 3. 3. 3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah. Dokumen penyambungan pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. 4. 1. 3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian sambungan pelanggan tegangan rendah fase satu atau fase tiga. Membuat laporan Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. 1. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan tegangan rendah.3 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan dilaporkan sesuai prosedur pelaporan. 2. PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Laporan pengoperasian perusahaan. 5. Dokumen dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. II. 2. 3. Memeriksa operasi sambungan pelanggan.1 Putaran phase R. sesuai instruksi manual.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. dibuat sesuai prosedur I. 6. 53 2/3 . 4.4 Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. Penggunaan alat ukur listrik. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. ACUAN PENILAIAN 1.2 Arah putaran kWh meter diperiksa sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

2. Konstruksi sambungan pelanggan. SOP pengoperasian sambungan pelanggan tegangan rendah. 6. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. Hukum Ohm. 3.1 Pengoperasian sambungan pelanggan. Kapasitansi dan Impedansi. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 2.2 Teori Listrik Arus bolak balik fase satu. 4. Arus bolak balik fase tiga. Peralatan sambungan pelanggan. Induktasi. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Instruksi manual peralatan APP.3 Sambungan pelanggan tegangan rendah Macam sambungan pelanggan.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan SL / JTR. Persyaratan dasar Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Gambar pengawatan sambungan pelanggan. Gambar pengawatan sistem APP. Konstruksi APP. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 3/3 54 . 4. Peralatan / Komponen APP. Kompetensi Kunci. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi. 2. 2.4 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan sambungan pelanggan tegangan rendah.

9 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 1/3 55 .5 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 Alat kerja. 1.B : Mengoperasikan saluran kabel tegangan rendah (SKTR) atau Opstyg JTR baru. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1. 1. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP). 1. 1. 1.OPS.002(2). dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruction manual.6 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : DIS. 1.8 Penyambungan dan terminasi kabel dengan bagian lain dari jaringan. SUB KOMPETENSI 1.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan saluran kabel tegangan rendah atau kabel opstyg jaringan tegangan rendah baru pada gardu distribusi kedalam jaringan.7 Berita Acara hasil pengujian saluran kabel tegangan rendah diperiksa. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian SKTR dan opstyg JTR baru.1 Gambar satu garis jaringan tegangan rendah yang berkaitan dengan pengoperasian SKTR/Opstyg baru diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. sesuai standar perusahaan.2 Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian JTR. 1.

dilaksanakan sesuai standar operasi hingga selesai. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. Mengoperasikan SKTR dan opstyg JTR baru.2. Menanggulangi kelainan operasi.1 Urutan fase dan kontinuitas SKTR diperiksa sesuai standar operasi. 3. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan. Tegangan pada PHB-TR setiap phase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Prosedur perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Instruksi Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah. 4. 5.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian saluran kabel tegangan rendah. 3. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. 3. 5. Pengukuran nilai tahanan Isolasi SKTR dilaksanakan sesuai standar operasi. Memeriksa operasi SKTR dan opstyg. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA. Pembebasan tegangan pada jaringan tegangan rendah beroperasi dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah. 56 2/3 . Membuat laporan I.2 Laporan pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah. 2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 4. 5. 6. 5. Pemberian tegangan pada jaringan tegangan rendah baru dilaksanakan sesuai standar operasi. Pemasangan sepatu kabel pada SKTR dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruksi manual. Jaringan tegangan rendah dioperasikan sesuai SOP pengoperasian JTR. 7.

2.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). 4. Karakteristik bahan konduktor dan isolator.3 Teori Listrik Arus bolak balik fase satu.II.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. 3. Hukum Ohm.6 Gangguan pada SKTR Jenis dan penyebab gangguan pada SKTR. Persyaratan dasar 3. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 3. ACUAN PENILAIAN. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 2.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan SKTR atau Opstyg JTR Baru.1 Bahan Listrik Konduktor. 2. Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan SKTR atau kabel opstyg baru. Penggunaan alat ukur listrik. 2. Isolator. 1. Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 2. 2. 57 3/4 .2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Peralatan / Komponen SKTR terpasang. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan JTR. SOP pengoperasian SKTR atau opstyg JTR baru. Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 4. Induktasi. Konstruksi SKTR. Kapasitansi dan Impedansi.4 Material JTR Macam / type SKTR. Arus bolak balik fase tiga. Mengatasi gangguan pada SKTR.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah.

Kompetensi Kunci. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 4/4 58 .5. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.

sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) . : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan papan hubung bagi tegangan rendah (PHB-TR) baru pada gardu tiang atau gardu beton kedalam jaringan. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1. 2.2 Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian JTR.2 Pemasangan dan fisik PHB-TR diperiksa sesuai gambar konstruksi dan SOP.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).OPS. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian PHBTR. 59 1/3 . 1. SUB KOMPETENSI 1. 2.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : DIS. 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.1 Gambar satu garis jaringan tegangan rendah yang berkaitan dengan pengoperasian PHB-TR baru diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan.1 Pembebasan tegangan pada jaringan tegangan rendah beroperasi dilaksanakan sesuai SOP.8 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.003(2). Mengoperasikan PHB-TR.7 Penyambungan kabel dan terminasi kabel dengan bagian lain dari jaringan dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruksi manual.6 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) 1.B : Mengoperasikan peralatan hubung bagi tegangan rendah baru. 1. 1.4 Alat kerja.5 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 2. 1.

Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 2. Prosedur perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 1.1 Pengukuran beban PHB-TR untuk masing-masing jurusan dilaksanakan sesuai standar operasi JTR.6 Pemberian tegangan pada jaringan tegangan rendah melalui PHB-TR dilaksanakan sesuai standar operasi JTR.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan PHB-TR. 1.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Instruksi Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 60 2/3 . 3. Memeriksa operasi PHB-TR.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur perusahaan. 4. 7. 5. 1. ACUAN PENILAIAN. 3. 2. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. 2. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA.2. 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian PHB-TR baru. Membuat laporan 4. II. 4. 2.5 Karakteristik dan rating fuse yang dipasang pada PHB-TR dilaksanakan sesuai standar operasi JTR. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah.3 Tegangan pada PHB-TR setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai SOP. I. 3. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 3. 4.2 Laporan pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan.2 Urutan putaran fase diperiksa sesuai standar operasi JTR.4 Pemasangan sepatu kabel SKTR pada PHB-TR dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruksi manual. 6.

SOP pengoperasian PHB-TR baru. 2. Karakteristik bahan konduktor dan isolator. Kompetensi Kunci. Peralatan / Komponen PHB-TR. Kapasitansi dan Impedansi. 4.2.1 Bahan Listrik Konduktor.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan PHB-TR baru. Mengatasi gangguan pada PHB-TR. Arus bolak balik fase tiga. Persyaratan dasar Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Konstruksi PHB-TR. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Penggunaan alat ukur listrik.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.6 Gangguan pada PHB-TR Jenis dan penyebab gangguan pada PHB-TR. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi. Kesehatran fisik dan mental yang mendukung.3 Teori Listrik Arus bolak balik fase satu. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 3. 5. Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan JTR. Memiliki pengetahuan kerja tentang Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah.4 Peralatan hubung bagi tegangan rendah (PHB-TR) Macam / type PHB-TR. Isolator. 2. Induktasi. 2. 2. Hukum Ohm. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 61 3/3 . Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 2.

sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) . Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian SACO.B Mengoperasikan semi automatic change over (SACO) pada JTR Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk memasang dan mengoperasikan semi automatic change over pada jaringan tegangan rendah yang dipasok dari dua jurusan sumber yang berbeda.6 1. KRITERIA UNJUK KERJA 1.004(2). Alat kerja. Terminasi kabel pada SACO dipasang sesuai instruksi manual dan SOP.4 1. 2.5 1. SUB KOMPETENSI 1. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian JTR.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.7 1.OPS.3 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). pemasangannya dilaksanakan sesuai prosedur operasi JTR.2 1.8 2.1 1/3 62 .1 Gambar satu garis jaringan tegangan rendah yang berkaitan dengan pengoperasian SACO-JTR diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. 1. Bila salah satu sumber pasokan menggunakan generator mobil. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Mengoperasikan SACO.

2 4. 4. Memeriksa operasi SACO-TR. Prosedur perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Instruksi Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah. Laporan pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. 7. T pada SACO diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fasa sesuai standar operasi. Pengoperasian SACO dilaksanakan sesuai dengan standar operasi. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA.3 5. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah. Menanggulangi kelainan operasi.1 4. 2/3 63 . Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang.1 5. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.2 Pasokan dari sumber tegangan pada SACO setiap fase diperiksa dengan melihat lampu indikator sesuai SOP. Standing Operation Procedure (SOP) mengoperasikan semi automatic change over (SACO) pada jaringan tegangan rendah.2 3. Pemeriksaan pemasangan. S.2 I. Rangkaian mekanik dan rangkaian elektromekanik diperiksa bekerjanya. Standing Operation Procedure (SOP) mengoperasikan jaringan tegangan rendah. Berita Acara operasi SACO dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan.4 2. 2.5 3.3 4.2. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. 3. 2. Membuat laporan 5. sesuai instruksi manual.3 2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 5. Pengukuran beban SACO untuk masing-masing jurusan dilaksanakan sesuai standar operasi. 3. kerja dan fisik SACO dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruksi manual. Pemberian tegangan jaringan tegangan rendah melalui SACO dilaksanakan sesuai standar operasi.1 3. Putaran fase R. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan. 4. 6. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi JTR. dilaksanakan sesuai standar operasi hingga selesai.

II. Arus bolak balik fase tiga. 1. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. 1. 2. 2. Persyaratan dasar 3.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Mengatasi gangguan pada SACO-TR.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 64 3/3 . ACUAN PENILAIAN. 3.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan JTR. Peralatan / Komponen SACO-TR.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. 1. 3. 4. 2.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan SACO pada JTR. 2. 5 Kompetensi Kunci. 1. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi.5 Gangguan pada SACO-TR Jenis dan penyebab gangguan.2 Teori Listrik Arus bolak balik fase satu. Induktasi. Hukum Ohm. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Kapasitansi dan Impedansi.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan SACO-TR.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah. Konstruksi SACO-TR.3 Semi Automatic Change Over tegangan rendah (SACO-TR) Macam / type SACO-TR. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 4 Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Penggunaan alat ukur listrik. SOP pengoperasian SACO-TR. 2.

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan saluran udara tegangan rendah (SUTR) baru pada gardu distribusi kedalam jaringan. SUB KOMPETENSI 1. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 2.B Mengoperasikan saluran udara tegangan rendah baru. 1.OPS. Penyambungan JTR twisted dan pemasangan sepatu kabel pada SKTR dilaksanakan sesuai standar operasi dan manufaktur.7 1.4 1.5 1. Tegangan pada PHB-TR setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai SOP.8 2. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 Gambar satu garis jaringan tegangan rendah yang berkaitan dengan pengoperasian SUTR baru diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan.2 1/3 65 . Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian SUTR baru.3 1.6 1. 2. Alat kerja. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Mengoperasikan SUTR baru. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) . telah dilaksanakan sesuai standar konstruksi yang berlaku dan standar manufaktur.006(2). KRITERIA UNJUK KERJA 1.2 1. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian JTR. Penyambungan dan terminasi kabel dengan bagian lain dari jaringan.

3 Pemasangan fuse jurusan baru pada PHB-TR dilaksanakan. Membuat laporan 4. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan rendah.2. 2.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.1 4. sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Memeriksa operasi SUTR baru 2.2 I. 2. Laporan Pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. 1. Instruksi Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah. Pengukuran beban PHB-TR untuk masing-masing jurusan dilaksanakan sesuai nilai standar operasi dan Standing Operation Procedure (SOP). Isolator. 7. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan udara tegangan rendah.1 4.1 Bahan listrik Konduktor. Pembebasan atau pemberian tegangan pada jaringan tegangan rendah beroperasi melalui saklar utama (main switch) dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 Melaksanakan Ketentuan mengenai K3. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 4. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 6. Karakteristik bahan konduktor dan isolator. 1. 1. 5. 66 2/3 . II.4 3. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. ACUAN PENILAIAN.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan saluran udara tegangan rendah baru. 2. 1. 3. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.5 3. Urutan putaran fase diperiksa sesuai SOP.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.

2.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Penggunaan alat ukur listrik. 2.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Arus bolak balik fase tiga. Hukum Ohm. Hukum Kirchhoff I. Rangkaian Resistansi, Induktasi, Kapasitansi dan Impedansi. 2.4 Saluran udara tegangan rendah (SUTR) Konstruksi dan jenis/type SUTR. Peralatan / Komponen SUTR. SOP pengoperasian SUTR baru. 2.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 pada pengoperasian SUTR baru. 2.6 Gangguan pada SUTR. Jenis dan penyebab gangguan pada SUTR. Mengatasi gangguan pada SUTR. 3. Persyaratan dasar 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). 3.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. 4 Memiliki pengetahuan kerja tentang 4.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah. 4.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan JTR. 5 Kompetensi Kunci.
No
A B C D E F G

Kompetensi kunci
Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi

Level 1 2 1 2 1 1 1

3/3

67

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

: : :

DIS.OPS.007(2).B
Mencari gangguan pada SUTR. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mencari gangguan pada saluran udara tegangan rendah (SUTR), sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP). KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Gambar satu garis jaringan tegangan rendah yang berkaitan dengan pencarian gangguan SUTR diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Alat kerja, alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Pemberian dan pembebasan tegangan pada jaringan SUTR dilaksanakan sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP). Bagian jaringan SUTR yang terganggu dilacak secara fisik sesuai standar operasi. Seksi jaringan SUTR yang terganggu dilokalisir dengan melepas jumper/tap konektor, sesuai standar operasi. Tegangan pada jaringan SUTR setiap fase diperiksa dengan peralatan tester tegangan, sesuai SOP dan prosedur K3. Urutan phase SUTR dan kontinuitas jaringan diperiksa sesuai standar operasi.

SUB KOMPETENSI 1. Merencanakan dan menyiapkan pencarian gangguan

1.2 1.3

1.4

1.5

2. Mencari gangguan SUTR.

2.1

2.2 2.3

2.4

2.5

1/3

68

2.6 2.7

Nilai tahanan Isolasi SUTR diukur sesuai standar operasi. Pembebanan pada jaringan SUTR yang lain dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) dan standar operasi. Pemberian tegangan untuk energised jaringan SUTR, dilaksanakan sesuai SOP dan standar operasi. Laporan kronologis pelaksanaan dibuat sesuai prosedur perusahaan.

2.8

3. Membuat laporan

3.1

I. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA.
Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Standing Operation Procedure (SOP) mencari gangguan pada JTR; 2. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah; 3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah; 4. Instruksi Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah; 5. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara; 6. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

II. ACUAN PENILAIAN.
1. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3; 1.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi; 1.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 2. Pengetahuan yang dibutuhkan 2.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Penggunaan alat ukur listrik. 2.2 Teori Listrik Arus bolak balik fase satu. Arus bolak balik fase tiga. Hukum Ohm. Hukum Kirchhoff I. Rangkaian Resistansi, Induktasi, Kapasitansi dan Impedansi.

2/3

69

1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah.5 Gangguan pada Jaringan Saluran Udara Tegangan Rendah. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. 2.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan JTR. 5 Kompetensi Kunci. Peralatan / Komponen SUTR. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 70 . Posedur Operasi JTR dan pencarian gangguan SUTR.2. Mengatasi gangguan pada SUTR. 3.3 Jaringan saluran udara tegangan rendah ( SUTR ) Konstruksi jaringan tegangan rendah (SUTR).4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 pada pencarian gangguan SUTR.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Peralatan Kerja dan material SUTR. 2. 4 Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Jenis dan penyebab gangguan pada SUTR. Persyaratan dasar 3. 4. 3.

4 1. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengidentifikasi kelainan operasi/gangguan pada sistem APP. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.1 1. Merencanakan dan menyiapkan identifikasi gangguan pada sistem APP. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).OPS.3 1. Perintah mengidentifikasi APP pelanggan diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Arah putaran kWh meter diperiksa. 2. Putaran fase R. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. Pelepasan beban pelanggan dilaksanakan sesuai SOP dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan.6 1.7 2. sesuai instruksi manual dan standar operasi.2 1. Melaksanakan identifikasi sistem APP. sesuai standar operasi APP.5 1. sesuai standar operasi APP dan instruction manual. KRITERIA UNJUK KERJA Gambar satu garis diagram pengawatan dan prinsip kerja sistem APP yang berkaitan dengan pelanggan dipahami sesuai SOP dan standar APP.2 2. SUB KOMPETENSI 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.3 1/3 71 .1 2. 1. Alat kerja.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.B Mengidentifikasi gangguan pada sistem APP. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) pemeriksaan APP.008(2). Formulir Berita Acara hasil identifikasi pada sistem APP pelanggan disiapkan sesuai standar yang ditetapkan perusahaan.

5 Pembebasan tegangan untuk identifikasi sistem APP dilaksanakan sesuai standar operasi. dibuat sesuai prosedur 2.1 3. dan dilaporkan sesuai SOP pemeriksaan yang ditetapkan perusahaan. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 3.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.6 2.2 I. Instruksi Manual dari instalasi sambungan pelanggan dan peralatan lainnya. ACUAN PENILAIAN 1.7 3.1 4. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk identifikasi gangguan pada sistem APP.4 2. Standing Operation Procedure (SOP) pemeriksaan dan identifikasi gangguan pada sistem APP pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. Pemeriksaan montase pengawatan sistem APP dari loss kontak dilaksanakan sesuai dengan gambar pengawatan standar yang ditetapkan perusahaan.1 Melaksanakan Ketentuan mengenai K3. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Berita Acara hasil identifikasi pada sistem APP pelanggan dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. 4. Standar perusahaan untuk operasi sisem APP.2 4. II. 3. Menanggulangi kelainan operasi. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya ditetapkan sebagai kelainan APP. 72 2/3 . 1. 1. 5. Alat pembatas daya dan lonceng waktu beban diperiksa sesuai dengan karakteristik pada standar perusahaan untuk operasi APP. 1.2.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan pengawatan. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Laporan pelaksanaan perusahaan. Pemeriksaan/identifikasi kelainan atau gangguan APP dilaksanakan sesuai SOP pemeriksaan sistem APP. 2. Membuat laporan 4.

No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Konstruksi APP.3 Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. Peralatan / Komponen APP. Arus bolak balik fase tiga. Rangkaian Resistansi.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. SOP mengidentifikasi gangguan pada sistem APP 2.2 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 2 1 1 1 1 3/3 73 . Kapasitansi dan Impedansi.2. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Hukum Ohm. 4. 2.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Persyaratan dasar 3. 3.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. Gambar pengawatan sistem APP. 3. Induktasi. 5 Kompetensi Kunci. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 4 Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Mengatasi gangguan pada sistem APP. 2. 2.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengidentifikasi gangguan pada sistem APP. Instruction manual peralatan APP. Penggunaan alat ukur listrik.5 Gangguan pada sistem APP Jenis dan penyebab gangguan pada sistem APP.1 Dasar operasi dan pemeliharaan sistem APP. Hukum Kirchhoff I.

Urutan fase dan kontinuitas dengan peralatan sesuai SOP.8 2.5 1. Mengoperasikan SKTM.3 1. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Personil berwenang dihubungi untuk me-mastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai standar perusahaan.009(2).1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian SKTM baru diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. 2.B Mengoperasikan SKTM baru. 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian SKTM.4 1.1 2.2 1. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Berita Acara hasil pengujian saluran kabel tegangan menengah diperiksa hasilnya. kabel diperiksa SUB KOMPETENSI 1. 74 1/3 .STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).7 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Alat kerja.6 1.OPS.2 Nilai tahanan isolasi SKTM dan nilai partial discharge diukur sesuai dengan standar operasi dan SOP. KRITERIA UNJUK KERJA 1. sesuai Standing Operation Procedure (SOP) dan standar perusahaan yang berlaku. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian saluran kabel tegangan menengah baru pada gardu distribusi.

Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. 4.1 5. Membuat laporan 5. Ketentuan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini.1 4.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Laporan pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. II.2 5. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. 2.3 Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruction manual. Menanggulangi kelainan operasi. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 2/3 75 . Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada pihak terkait. Putaran fase R. Instruksi Manual dari instalasi kubikel dan kabel tegangan menengah. 2. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 5. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 1.2 I. 6. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi kubikel yang berlaku diperusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah SKTM baru.2.4 3. sesuai standar operasi. 4. 3. ACUAN PENILAIAN 1. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. 1. Memeriksa SKTM 3. Pengoperasian dan pembebanan instalasi SKTM dilaksanakan sesuai standar operasi. 7. S dan T tegangan menengah diperiksa dengan alat pemeriksa putaran yang dipasangkan pada pin lampu indikator fase kubikel.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan SKTM baru.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.1 4.

2. Peralatan/Komponen jaringan SKTM Gambar satu garis jaringan SKTM. Penggunaan alat ukur listrik.2 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).1 Bahan Listrik Konduktor. 2. Prosedur Operasi Jaringan tegangan menengah. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 1 2 1 1 1 3/3 76 . Instruction manual peralatan hubung SKTM (Kubikel).3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Rangkaian Resistansi. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 2. Induktasi.1 4. 2. Isolator. Mengatasi gangguan pada SKTM.4 Jaringan saluran kabel tegangan menengah Konstruksi jaringan SKTM. Kapasitansi dan Impedansi. 2. Hukum Kirchhoff I.2. Jenis dan penyebab gangguan pada SKTM. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. 4 Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 5 Kompetensi Kunci. Bahan konduktor dan isolator.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.6 Gangguan pada SKTM.1 3. Arus bolak balik fase tiga. Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Kesehatran fisik dan mental yang mendukung.2 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 pada pengoperasian SKTM. Hukum Ohm. Persyaratan dasar 3. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 3.

5 1. Merencanakan dan menyiapkan lokalisir gangguan SKTM.1 2. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP). Pengoperasian instalasi kubikel untuk lokalisir gangguan dilaksanakan sesuai iinsruksi manual.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.OPS. KRITERIA UNJUK KERJA 1.2 Prinsip kerja sistem peralatan hubung kubikel dipelajari sesuai insruksi manual. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.3 1/3 77 . Melaksanakan lokalisir gangguan kabel. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) . Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk melokalisir gangguan pada saluran kabel tegangan menengah dengan tidak menggunakan fasilitas sistem SCADA. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) lokalisir gangguan. Bagian jaringan SKTM yang terganggu dilacak dengan melihat lampu indikator gangguan tanah (GFD) sesuai standar operasi.8 6. terganggu SUB KOMPETENSI 1.6 1.2 2.B Melokalisir gangguan pada SKTM.7 1.3 1.4 1. 2. Tahanan isolasi dari SKTM yang diperiksa sesuai standar operasi. Alat kerja. Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan melokalisir gangguan pada SKTM diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan.010(2).1 1.

Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 1.3 Jaringan saluran kabel tegangan menengah Konstruksi jaringan SKTM.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Standing Operation Procedure (SOP) untuk lokalisir gangguan pada jaringan saluran kabel tegangan menengah. Laporan hasil lokalisir gangguan secara kronologis dibuat sesuai SOP dan prosedur perusahaan. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Induktasi. Membuat laporan 4.1 I. Rangkaian Resistansi. 1. Kapasitansi dan Impedansi. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 5.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.4 Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 2. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Penggunaan alat ukur listrik.2 4. 3. 2. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.2. 3. ACUAN PENILAIAN 1.2 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Hukum Kirchhoff I. 3.1 3. Hukum Ohm. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. Peralatan/Komponen jaringan SKTM 78 2/3 . Menanggulangi kelainan operasi. Instruksi Manual SKTM dan kubikel tegangan menengah. II. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. 4. Arus bolak balik fase tiga. 2.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 2.

5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk melokalisir gangguan pada SKTM. data teknis dan non teknis jaringan. 2.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah. SOP melokalisir gangguan pada SKTM. Mengatasi gangguan pada SKTM.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. 4 Memiliki pengetahuan kerja tentang 4.2. 4. Jenis dan penyebab gangguan pada SKTM.4 Gambar satu garis. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 79 3/3 .2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Prosedur Operasi Jaringan tegangan menengah. 5 Kompetensi Kunci. 3. 2. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. 3. Instruction manual peralatan hubung SKTM (Kubikel). Persyaratan dasar 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).6 Gangguan pada SKTM.

Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian SUTM baru.1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian SUTM baru diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan.OPS. SUB KOMPETENSI 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Tegangan pada jaringan diperiksa dengan peralatan tester sesuai SOP dan Ketentuan K3.3 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).5 1. Alat kerja.4 1. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).2 1/3 80 .8 2.2 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. Cut Out trafo portal baru yang terpasang dibuka sesuai standar operasi. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).B Mengoperasikan SUTM baru.6 1.1 2. 2. sesuai standar perusahaan. Berita Acara hasil pengujian saluran udara tegangan menengah diperiksa hasilnya.7 1. KRITERIA UNJUK KERJA 1. Mengoperasikan jaringan SUTM. 1. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan saluran udara tegangan menengah baru kedalam sistem jaringan distribusi.011(2).

3.2 4. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. ACUAN PENILAIAN 1. jaringan Pemberian tegangan pada jaringan SUTM baru dilaksanakan sesuai SOP pengoperasian JTM.2 I. II. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. Membuat laporan pengoperasian.5 Nilai tahanan isolasi SUTM diukur sesuai standar operasi. Pengetahuan yang dibutuhkan Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Menanggulangi masalah operasi. Penggunaan alat ukur listrik.1 4.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 4. 2.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.4 2. Urutan fase SUTM dan kontinuitas diperiksa sesuai standar operasi. Instruksi Manual dari intalasi dan peralatan jaringan tegangan menengah. 2.1 3. 3.3 2. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Standing Operation Procedure (SOP) mengoperasikan SUTM baru. 1.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. Laporan Pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 4. 1. 2/3 81 . Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. 6. 5. 3.2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi SUTM yang berlaku diperusahaan.

Gangguan pada SUTM.Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. 5. Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Gambar satu garis. Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Instruction manual peralatan hubung JTM Instruction manual peralatan hubung SKTM (kubikel). SOP mengoperasikan SUTM baru. Memiliki pengetahuan kerja tentang Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan SUTM. Mengatasi gangguan pada SUTM. Jaringan saluran udara tegangan menengah (SUTM) Konstruksi jaringan SUTM. Rangkaian Resistansi. 4. Hukum Ohm. Persyaratan dasar Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). 3. Peralatan/Komponen Jaringan SUTM. Arus bolak balik fase tiga. data teknis dan non teknis jaringan. Jenis dan penyebab gangguan pada SUTM. Kompetensi Kunci. Instruction manual peralatan hubung SUTM (PTS/PT-LBS) Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan SUTM baru. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 82 3/3 . Kapasitansi dan Impedansi. Induktasi. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Hukum Kirchhoff I.

OPS. 1. 1.6 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP). KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1. 2. 2. dengan tidak menggunakan fasilitas sistem SCADA.B Mengoperasikan dan memanuver jaringan SUTM. 1. SUB KOMPETENSI 1.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. 1/3 83 . sesuai standar operasi.4 Urutan fasa dua sisi penyulang diperiksa sesuai SOP pengoperasian JTM.1 Pemasukan dan pelepasan beban pada jaringan SUTM dilaksanakan sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP). 1.7 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian dan manuver SUTM diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. 1. Mengoperasikan dan memanuver dalam keadaan normal.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.8 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.012(2).2 Jaringan SUTM yang terganggu dilacak secara fisik.2 Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).5 Alat kerja. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan dan memanuver saluran udara tegangan menengah dalam rangka pengalihan beban. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian SUTM. 2.

Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi SUTM yang berlaku di perusahaan. 5. 4.5 Jaringan SUTM yang terganggu/dilokalisir diperiksa dengan tester untuk memastikan tidak ada tegangan. Instruksi Manual dari instalasi SUTM dan peralatan tegangan menengah lainnya. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 3. Membuat laporan 4. 2.1 Berita Acara pengoperasian dibuat dan ditanda tangani sesuai prosedur perusahaan.6 Nilai tahanan Isolasi SUTM untuk analisa gangguan diukur sesuai standar operasi. 1.7 Pemberian tegangan untuk jaringan SUTM. sesuai standar operasi.8 Pembebanan pada jaringan SUTM yang lain dilaksanakan berdasarkan hitungan.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 3. sesuai standar operasi. sesuai standar operasi. II.2 Laporan pengoperasian dan manuver dibuat sesuai prosedur perusahaan. 4. sesuai prosedur K3 dan standar operasi. 2. 6.2. 4. Standing Operation Procedure (SOP) mengoperasikan dan memanuver jaringan SUTM. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. 2.4 Seksi jaringan SUTM yang terganggu dilokalisir dengan membuka peralatan hubung SUTM atau melepas jumper. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 84 2/3 .3 Seksi jaringan SUTM yang terganggu dilokalisir dengan membuka peralatan hubung SUTM atau melepas jumper. 1. 3. 2. 2. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. ACUAN PENILAIAN 1.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 2. Mengidentifikasi kelainan operasi. I. 3. dilaksanakan sesuai SOP.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.

2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Penggunaan alat ukur listrik. Memiliki pengetahuan kerja tentang Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan SUTM. Rangkaian Resistansi. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. data teknis dan non teknis jaringan. Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Induktasi. Persyaratan dasar 3.2. Peralatan/Komponen jaringan SUTM Gambar satu garis. Kapasitansi dan Impedansi. Arus bolak balik fase tiga. 4. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan Bahan Listrik Bahan Konduktor. Kompetensi Kunci. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 3/3 85 . Instruction manual peralatan hubung SUTM (PTS/LBS). Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Mengatasi gangguan pada SUTM. Jenis dan penyebab gangguan pada SUTM. Bahan Isolator. SOP mengoperasikan dan memanuver jaringan SUTM. 3. Hukum Ohm. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan dan manuver SUTM Gangguan pada SUTM. Jaringan saluran udara tegangan menengah Konstruksi jaringan SUTM. Hukum Kirchhoff I.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). 3. Instruction manual peralatan hubung/kubikel.

sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).4 Data jaringan. Merencanakan dan menyiapkan penggantian fuse CO.2 Alat keselamatan kerja dalam keadaan bertegangan digunakan.1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan penggantian fuse cut-out SUTM diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. 1. sesuai dengan prosedur K3. Lingkup unit kompetensi ini adalah mengganti fuse link CO yang digunakan sebagai pengaman trafo tiang atau sebagai pemisah jaringan SUTM. 1.5 Alat kerja. 1.2 Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Tegangan jaringan SUTM diperiksa dengan tester tegangan sesuai standar K3.013(2). 1.7 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 2. 2.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).6 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).8 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Melaksanakan penggantian fuse link. 1. KRITERIA UNJUK KERJA 1.OPS. 86 1/3 . alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.B Mengganti fuse cut out pada SUTM. 1. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengganti fuse link cut out (CO) pada saluran udara tegangan menengah dalam keadaan bertegangan.1 2. 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. SUB KOMPETENSI 1. karakteristik dan rating fuse CO dipahami sesuai dengan standar operasi.

Instruksi Manual dari instalasi SUTM dan peralatan tegangan menengah lainnya.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.3 2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi SUTM yang berlaku diperusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. Memeriksa operasi PHB-TR. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. Laporan penggantian fuse CO dibuat sesuai standar operasi. 4.4 2. 6. sesuai standar operasi. Mengidentifikasi kelainan operasi. Pengukuran beban setiap jurusan pada PHB-TR dilaksanakan sesuai SOP. Fuse link cut-out diperiksa kelayakannya dan diganti sesuai rating standar operasi. 3. Membuat laporan I. ACUAN PENILAIAN 1. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Standing Operation Procedure (SOP) jaringan tegangan menengah mengganti fuse cut-out pada SUTM. dilaksanakan sesuai standar operasi. 2/3 87 . 3.5 4. sesuai dengan prosedur K3.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengganti fuse cut-out pada SUTM. 4.1 3. 5.2 5.2. II. Pemasukan kembali cut out pada tempat kedudukannya. sesuai instruksi manual dan standar operasi.4 3. Cut-out dikeluarkan dari tempat kedudukannya dan diperiksa kelayakannya dari pecah/retak sesuai instruksi manual dan standar konstruksi.3 3. 2.5 3. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Pemeriksanaan tahanan isolasi transformator distribusi dilaksanakan.2 Tongkat pengait cut out disiapkan dan dibersihkan dengan kain silikon. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Pemasukan kembali fuse PHB-TR dilaksanakan dengan peralatan sesuai prosedur K3. 3. 1. Fuse pada PHB-TR untuk setiap jurusan dilepas dan diperiksa kelayakannya.1 4. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

Peralatan/Komponen jaringan SUTM Gambar satu garis. Penggunaan alat ukur listrik. Hukum Kirchhoff I. Instruction manual dan karakteristik fuse link / cut-out SUTM. Arus bolak balik fase tiga. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. data teknis dan non teknis jaringan. 1. Kompetensi Kunci. Kapasitansi dan Impedansi.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Jenis dan penyebab lebur/putusnya cut-out SUTM. 2. 4. SOP mengganti fuse cut-out pada SUTM.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan SUTM.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. 4. Persyaratan dasar 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Jaringan saluran udara tegangan menengah (SUTM) Konstruksi jaringan SUTM. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 3/3 88 . Induktasi. Hukum Ohm.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 3. Rangkaian Resistansi. Pengetahuan yang dibutuhkan Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengganti fuse cut-out SUTM. Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. 3.1. Gangguan pada cut-out SUTM. 5.

KRITERIA UNJUK KERJA 1. 2. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan poletop switch (PTS) atau poletop load break switch (LBS) pada saluran udara tegangan menengah.5 1.2 Pemeriksaan kerja mekanik. Menerapkan prosedur pengoperasian. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). SUB KOMPETENSI 1. 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.OPS. 2.7 2. 1/3 89 .2 1. pisau kontak PTS dan LBS dilaksanakan sesuai instruksi manual dan standar operasi.B Mengoperasikan poletop switch (PTS) atau poletop load break switch (PT-LBS). Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 1. Alat kerja. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).3 Pemberian tegangan jaringan SUTM melalui PTS/ PT-LBS dilaksanakan sesuai SOP.6 1.1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian PTS/PT-LBS SUTM diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 2. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai standar operasi.1 Tegangan pada jaringan SUTM setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3.3 1. Mengoperasikan poletop switch dan poletop LBS. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).014(2).

Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Mengidentifikasi kelainan operasi. 4. 4. Membuat laporan pengoperasian. I. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Rangkaian Resistansi.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 1.2 4. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 2. II. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. Penggunaan alat ukur listrik. 1. 2/3 90 . ACUAN PENILAIAN. 1. 2. Induktasi. dilaporkan/ 3. 2. Hukum Ohm. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 3. Instruksi Manual PTS dan PT-LBS saluran udara tegangan menengah. Bahan Isolator. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. 5. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA.3.1 Bahan Listrik Bahan Konduktor. 3.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 2. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. 7. Arus bolak balik fase tiga.1 Laporan pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. 6. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian Pole Top Switch (PTS) dan PT-LBS SUTM yang berlaku diperusahaan. Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait. Hukum Kirchhoff I. Kapasitansi dan Impedansi.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 91 . Mengatasi gangguan pada PTS/PT-LBS. 4. 3. Jenis dan penyebab gangguan pada PTS/PT-LBS.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan SUTM.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. 2. 4. 3. Kompetensi Kunci.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan PTS/PT-LBS SUTM.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Persyaratan dasar 3. data teknis dan non teknis jaringan.6 Gangguan pada PTS/PT-LBS SUTM. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. SOP mengoperasikan PTS atau PT-LBS pada SUTM. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.2. Peralatan/Komponen jaringan SUTM Gambar satu garis. Instruksi manual PTS atau PT-LBS SUTM. 5.4 Jaringan saluran udara tegangan menengah (SUTM) Konstruksi jaringan SUTM. 2.

Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian PBO dan SSO. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.7 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.B Mengoperasikan penutup balik otomatis (PBO) atau saklar semi otomatis (SSO). 1.2 Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. 2. 1.5 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian PBO/SSO SUTM diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan.1 Tegangan pada jaringan SUTM setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 2. SUB KOMPETENSI 1.4 Alat kerja.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan pemutus balik otomatik (PBO) dan saklar semi otomatik (SSO) saluran udara tegangan menengah. 1. 1. pisau kontak PBO dan SSO dilaksanakan sesuai instruction manual dan standar operasi.015(2).2 Pemeriksaan kerja motor mekanik. 1. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).6 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1/3 92 . Mengoperasikan PBO dan SSO 2.OPS.

Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. 93 2/3 .5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Pengetahuan yang dibutuhkan 2.2. 2. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. 6. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Penggunaan alat ukur listrik.2 Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait. 4. Membuat laporan pengoperasian. 1. I. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi PBO dan SSO SUTM yang berlaku diperusahaan. Instruksi Manual dari instalasi PBO dan SSO jaringan SUTM.1 Bahan Listrik Bahan Konduktor. 5. 3. 4.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. 7. 2. ACUAN PENILAIAN 1. Mengidentifikasi kelainan operasi. 3.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1 Laporan pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.4 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 3. Bahan Isolator. 2. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1.4 Pemberian tegangan pada jaringan SUTM melalui PBO/SSO dilaksanakan sesuai SOP. 2. 3. II. dilaporkan/ 4. 1.3 Pemeriksaan rangkaian elektronik catu daya arus searah PBO dan SSO dilaksanakan sesuai instruction manual.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.

Jenis dan penyebab gangguan.4 Jaringan saluran udara tegangan menengah Konstruksi jaringan SUTM. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 3/3 94 .2.6 Gangguan pada PBO/SSO. Kapasitansi dan Impedansi. Persyaratan dasar 3. Hukum Ohm. SOP pengoperasian PBO/SSO.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Kompetensi Kunci. 4.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan SUTM.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Hukum Kirchhoff I. 2. Prosedur Operasi Jaringan. Peralatan/Komponen jaringan SUTM. Gambar satu garis. 4.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan PBO/SSO SUTM. Mengatasi gangguan pada PBO/SSO. 3.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Arus bolak balik fase tiga. 2. 2. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 5. data teknis dan non teknis jaringan. Induktasi. 3. Rangkaian Resistansi. Instruksi manual peralatan hubung SUTM (PBO/SSO).

Tegangan pada jaringan SUTM setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).5 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 2.4 1. KRITERIA UNJUK KERJA 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).OPS. 1. Alat kerja.2 1. Berita Acara hasil pengujian pemasangan dan kerja AVR/CVR diperiksa.6 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan automatic voltage regulator (AVR) atau capasitor voltage regulator (CVR) pada saluran udara tegangan menengah.B Mengoperasikan automatic voltage regulator (AVR) atau capasitor voltage regulator (CVR). Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian AVR/CVR SUTM diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 1/3 95 .016(2).8 2.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. Mengoperasikan AVR dan CVR.7 1. sesuai standar konstruksi dan manufaktur. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian AVR dan CVR. SUB KOMPETENSI 1.3 1.

PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 3. Pemberian tegangan pada jaringan SUTM melalui AVR/CVR dilaksanakan sesuai SOP. 2. Pemeriksaan rangkaian elektronik catu daya arus searah AVR dan CVR dilaksanakan sesuai instruksi manual.1 Laporan pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan. 4.2. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. ACUAN PENILAIAN 1.1 3.3 2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah.4 2. 1. Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait. 96 2/3 .2 4. Mengidentifikasi kelainan operasi.5 3. dilaporkan/ 2. Membuat laporan pengoperasian. Pemeriksaan urutan fase pada terminal (bushing) AVR/CVR dilaksanakan sesuai dengan standar operasi. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan AVR dan atau CVR SUTM yang berlaku diperusahaan. 7. II. 3.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 6. 1. I. 5. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 4. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.2 Pemeriksaan kerja motor mekanik pengatur otomatik tegangan AVR dan CVR dilaksanakan sesuai instruksi manual dan standar operasi.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Instruksi Manual dari instalasi AVR dan atau CVR SUTM.

Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 4. Persyaratan dasar 3.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. SOP pengoperasian AVR/CVR.1 Bahan Listrik Bahan Konduktor. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Induktasi. 5.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Penggunaan alat ukur listrik.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan SUTM. Jenis dan penyebab gangguan. 2. Prosedur Operasi Jaringan. Hukum Ohm. Kapasitansi dan Impedansi.2. 4. data teknis dan non teknis jaringan.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. 3.4 Jaringan saluran udara tegangan menengah Konstruksi jaringan SUTM. Hukum Kirchhoff I. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Kompetensi Kunci. 2.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan AVR/CVR SUTM. Gambar satu garis. 2. 3. Rangkaian Resistansi.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Peralatan/Komponen jaringan SUTM. Mengatasi gangguan pada AVR/CVR. Arus bolak balik fase tiga.6 Gangguan pada AVR/CVR. Instruksi manual AVR/CVR. Bahan Isolator. 2. 2.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 97 .

Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi kubikel. 1. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1. 98 1/3 . Mengoperasikan kubikel. 2. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). SUB KOMPETENSI 1. 1.4 Alat kerja.1 Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruksi manual. 2.017(2).STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. 1.8 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 1. Dalam rangkaian kubikel kemungkinan terdapat kubikel pembatas daya konsumen dengan pemutus tenaga (circuit breaker) dan kubikel trafo tegangan. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi kubikel tegangan menengah dari berbagai type dan merek baik pada pengoperasian gardu baru maupun pemeliharaan sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.B Mengoperasikan instalasi kubikel tegangan menengah. 1.OPS. 1. sesuai standar operasi.7 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).5 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).6 Berita Acara hasil pengujian relai dan instalasi diperiksa hasilnya.1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian instalasi kubikel TM diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan.2 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

S dan T tegangan menengah diperiksa dengan alat pemeriksa putaran yang dipasangkan pada pin lampu indikator fase kubikel. 4. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. 7. 1. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1..4 Pengoperasian instalasi sesuai instruksi manual. Instruksi Manual dari instalasi kubikel tegangan menengah dan masingmasing peralatan.2. Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait.3 2. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1.2 4. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 2/3 99 . I.2 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur perusahaan. 5. dilaporkan/ 2.5 3.1 4. Membuat laporan pengoperasian. sesuai standar operasi. Mengidentifikasi kelainan operasi. Laporan Pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. maka kWh meter/APP diperiksa arah putarannya sesuai standar pemasangan APP. 2.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 3. 1.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. II. ACUAN PENILAIAN 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. Putaran fase R. 3.1 3.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. kubikel dilaksanakan Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi kubikel yang berlaku diperusahaan.2 2. 6. Bila dalam pengoperasian kubikel bertujuan untuk memberikan daya listrik kepelanggan. 4.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 3/3 100 . Jenis dan penyebab gangguan pada kubikel.4 Instalasi kubikel tegangan menengah (kubikel TM) Konstruksi dan jenis/type kubikel TM. Kapasitansi dan Impedansi. 4. 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).6 Gangguan pada kubikel TM.1 Bahan Listrik Bahan Konduktor. 2. Bahan Isolator.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Instruksi manual kubikel TM. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. 5. Mengatasi gangguan pada kubikel.2. Arus bolak balik fase tiga. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Kompetensi Kunci. 2. Peralatan / Komponen kubikel TM. Persyaratan dasar 3. 2. 3.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah. Hukum Kirchhoff I.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Penggunaan alat ukur listrik. Data spesifikasi kubikel TM. 4. Prosedur K3 pada pengoperasian instalasi kubikel TM. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. SOP pengoperasian instalasi kubikel TM.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3. 2.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Hukum Ohm. Induktasi. 2. Rangkaian Resistansi.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu.

1.1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian instalasi kubikel TM dengan trafo distribusi diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan 1.OPS.4 Data.5 Alat kerja.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1.1 Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruksi manual. SUB KOMPETENSI 1. 1. 101 1/3 .9 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi kubikel dan trafo. KRITERIA UNJUK KERJA 1. karakteristik hasil uji manufaktur dari transformator dipelajari sesuai instruksi manual dan standar operasi. Mengoperasikan kubikel dan trafo.2 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).8 Berita Acara hasil pengujian instalasi dianalisa hasilnya sesuai standar perusahaan.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi kubikel tegangan menengah dengan transformator distribusi dari berbagai type dan merek. 2.B Mengoperasikan instalasi kubikel tegangan menengah dengan trafo distribusi. 2. 1. 1.7 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).018(2). 1. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.6 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian JTM.6 2. 4. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah.4 2. trafo distribusi dan masing-masing peralatan.3 2. 5. Pengoperasian transformator distribusi dilaksanakan sesuai dengan standar operasi. II.5 2. Instruksi Manual dari instalasi kubikel TM. Putaran fase R.2.2 4.1 3.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur perusahaan. sesuai standar operasi. 2/3 102 . 3. 3. 6.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 2.2 2. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. 4. 3. ACUAN PENILAIAN 1. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada pihak terkait. S dan T diperiksa dengan menggunakan alat pemeriksa putaran. Mengidentifikasi kelainan operasi. Standar perusahaan untuk pemasangan APP. 8. maka kWh meter atau APP diperiksa arah putarannya sesuai standar pemasangan APP. Fuse pada pengaman trafo diperiksa kelayakan fisiknya dan rating arus sesuai dengan standar operasi.7 Pengoperasian kubikel dan pengaman transformator dilaksanakan sesuai instruksi manual. Bila dalam pengoperasian trafo bertujuan untuk memberikan daya listrik kepelanggan.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 1. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung kubikel dan trafo distribusi yang berlaku diperusahaan. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 7. Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).2 I. Membuat laporan pengoperasian. Laporan Pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan.1 4. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.

1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah. Hukum Kirchhoff I. Kerja paralel trafo fase tiga.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Instruksi manual kubikel TM.6 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. 3. Prosedur K3 pada pengoperasian instalasi kubikel TM. Arus bolak balik fase tiga.7 Gangguan pada kubikel TM dan trafo distribusi. 2.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Mengatasi gangguan pada kubikel TM dan trafo distribusi. Persyaratan dasar 3. Kompetensi Kunci. Peralatan / Komponen kubikel TM. 2. Rangkaian Resistansi.5 Instalasi kubikel tegangan menengah Konstruksi dan jenis/type kubikel TM.4 Transformator distribusi Trafo fase tiga. 2. Kapasitansi dan Impedansi.2.1 Bahan Listrik Bahan Konduktor. Bahan Isolator. Pembebanan trafo fase tiga.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). 2. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 2. Jenis dan penyebab gangguan. Hukum Ohm. SOP pengoperasian instalasi kubikel TM dengan trafo distribusi. Penggunaan alat ukur listrik. Induktasi. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 103 3/3 . 3. Arus bolak balik fase tiga. 4. Data spesifikasi kubikel TM. 2. 5.

OPS. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi transformator distribusi dan papan hubung bagi (PHB) tegangan rendah pada gardu tiang. 1.7 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi trafo gardu tiang dan PHB-TR. 1. 1/3 104 . Uraian Unit : SUB KOMPETENSI 1. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku. 1. 1. 1.9 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.6 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai instruction manual dan standar operasi.1 Gambar satu garis jaringan SUTM yang berkaitan dengan pengoperasian instalasi trafo distribusi dan PHB-TR gardu tiang diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1.B Mengoperasikan Instalasi trafo distribusi dan peralatan hubung bagi tegangan rendah (PHB-TR) pada gardu tiang kedalam sistem distribusi.5 Alat kerja.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit : : DIS.8 Berita Acara hasil pengujian instalasi diperik-sa hasilnya sesuai standar perusahaan.4 Data. KRITERIA UNJUK KERJA 1. karakteristik hasil uji manufaktur dari transformator.019(2). 1. fuse link dan fuse TR sesuai type dan merek trafo dipelajari.2 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

4. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung SUTM dan trafo distribusi yang berlaku diperusahaan. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Pengoperasian peralatan hubung SUTM. Mengoperasikan instalasi trafo gardu tiang dan PHB-TR. sesuai standar operasi. II. sesuai standar operasi. Memeriksa instalasi trafo gardu tiang dan PHB-TR. Pembebanan trafo dilaksanakan berdasarkan analisa. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. sesuai standar operasi. Mengidentifikasi kelainan operasi.1 3. Membuat laporan. 105 . Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Bila dalam pengoperasian trafo bertujuan untuk memberikan daya listrik kepelanggan.1 2. Instruksi Manual dari instalasi gardu tiang. Fuse pada PHB-TR diperiksa kelayakannya (A).1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. maka putaran kWh meter/APP diperiksa arahnya sesuai standar pemasangan APP. 2.1 4.3 2.5 Tegangan masuk pada transformator diperiksa dengan tester tegangan menengah sesuai standar operasi dan K3. 1. 5.2 I.2. 6. 2. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. 4.2 4. Putaran fase R. trafo distribusi dan masing-masing peralatan. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. ACUAN PENILAIAN 1. Fuse link cut-out pada trafo diperiksa kelayakannya (A).4 2. 5. 3. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur perusahaan. S dan T diperiksa sesuai standar operasi. 3.1 5.2 2. instalasi trafo distribusi dan PHB-TR dilaksanakan sesuai dengan instruksi manual dan SOP. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada pihak terkait. 3.2 5.

Hukum Ohm. Peralatan hubung bagi (PHB) -TR gardu tiang Konstruksi dan jenis/type PHB-TR. Bahan Isolator. Pengetahuan yang dibutuhkan 2/3 Bahan Listrik Bahan Konduktor. Rangkaian Resistansi. Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. SOP pengoperasian instalasi trafo distribusi dan PHB -TR pada gardu tiang. Induktasi. Kompetensi Kunci. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 106 3/3 . 3. 5. Transformator distribusi Trafo fase tiga. Instruksi manual PHB-TR. Hukum Kirchhoff I. Persyaratan dasar Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu.1. 4. Prosedur K3 pada pengoperasian instalasi trafo distribusi dan PHB -TR pada gardu tiang. Kapasitansi dan Impedansi. 2. Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Kerja paralel trafo fase tiga. Peralatan / Komponen PHB-TR. Memiliki pengetahuan kerja tentang Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah. Penggunaan alat ukur listrik. Pembebanan trafo fase tiga. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Arus bolak balik fase tiga.

7 Berita Acara hasil pengujian instalasi diperiksa hasilnya.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).OPS. Mengoperasikan instalasi kubikel. 1. 2.4 Alat kerja.6 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi kubikel tegangan menengah dari berbagai tipe dan merek yang merupakan Ring Main Unit di gardu hubung baru kedalam sistem spindel. 1. SUB KOMPETENSI 1. 2.5 Personil berwenang dihubungi untuk me-mastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 2.2 Pengoperasian instalasi kubikel dilaksanakan sesuai instruksi manual. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1.020(2). 1. sesuai standar perusahaan.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.B Mengoperasikan instalasi kubikel di gardu hubung (GH) kedalam sistem distribusi. 107 1/3 . sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.2 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruksi manual.8 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi kubikel pada gardu hubung (GH). 1.1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian instalasi kubikel TM di gardu hubung diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan 1.

4. Mengidentifikasi kelainan operasi.4 Pembebanan Kubikel dilaksanakan sesuai standar operasi. ACUAN PENILAIAN 1. I. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan Bahan Listrik Bahan Konduktor. Bahan Isolator. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.2.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 3.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. 2. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi kubikel yang berlaku diperusahaan. 1. 3. 1. 2. sesuai standar operasi.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Memeriksa operasi kubikel. 2. 6. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 5. Membuat laporan dilaporkan/ 4. 108 2/3 . 5. 4. II. 5. S dan T tegangan menengah diperiksa dengan alat pemeriksa putaran yang dipasangkan pada pin lampu indikator fase kubikel. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara.2 Laporan Pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah.1 Putaran fase R.2 Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait. 3. 4.3 Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. Instruksi Manual dari instalasi kubikel tegangan menengah dan masingmasing peralatan.

Arus bolak balik fase tiga.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Peralatan / Komponen kubikel TM. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Penggunaan alat ukur listrik. Hukum Kirchhoff I.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Hukum Ohm. 3. Data spesifikasi kubikel TM. 4. Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Induktasi. 5. Rangkaian Resistansi. Kapasitansi dan Impedansi. Jenis dan penyebab gangguan. Instalasi kubikel tegangan menengah Konstruksi dan jenis/type kubikel TM. Persyaratan dasar 3. Instruksi manual kubikel TM. Mengatasi gangguan pada kubikel TM . menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 3/3 109 . Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3. 4. SOP pengoperasian instalasi kubikel TM di gardu hubung (GH). Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Prosedur K3 pada pengoperasian instalasi kubikel TM di gardu hubung (GH). Gangguan pada kubikel TM dan trafo distribusi. 3. Kompetensi Kunci.Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.

Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruksi manual. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian paralel instalasi sistem kubikel tegangan menengah yang merupakan Ring Main Unit pada gardu hubung dalam rangka pengalihan beban. KRITERIA UNJUK KERJA 1.021(2).STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. 2. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).6 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.2 1. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.7 1. Mengoperasikan instalasi kubikel.3 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 1/3 . Pengalihan besarnya beban atau lokalisir daerah terganggu dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku. 110 SUB KOMPETENSI 1.OPS. 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian paralel instalasi sistem kubikel pada gardu hubung (GH).8 2.4 1.B Mengoperasikan paralel instalasi sistem kubikel pada gardu hubung (GH) dalam rangka manuver beban. Alat kerja.1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian paralel instalasi kubikel TM di gardu hubung diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan.5 1.

2.1 Bahan Listrik Bahan Konduktor. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 4.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.3 Pengoperasian instalasi sesuai instruksi manual. 2.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 6. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Membuat laporan. dilaporkan/ 3. sesuai analisa dan standar 2. I. 2. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara.1 4. 5.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. kubikel dilaksanakan Pengoperasian peralatan hubung dan kubikel yang diparalel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Instruksi Manual dari instalasi kubikel tegangan menengah dan masingmasing peralatan. Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait. Bahan Isolator. 4. ACUAN PENILAIAN 1. Laporan Pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. 1. 3. 2/3 111 . II. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi kubikel yang berlaku diperusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Kubikel dibebani operasi.2 4.4 3.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. Mengidentifikasi kelainan operasi. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 7. 1.2 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah.2 2.

2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Induktasi. 4. 2. Persyaratan dasar 3. Penggunaan alat ukur listrik. 3. Arus bolak balik fase tiga. 2.2. Rangkaian Resistansi. Peralatan / Komponen kubikel TM.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3. 4. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). 2.4 Instalasi kubikel tegangan menengah Konstruksi dan jenis/type kubikel TM. Jenis dan penyebab gangguan.6 Gangguan pada kubikel TM dan trafo distribusi. Data spesifikasi kubikel TM. Mengatasi gangguan pada kubikel TM . Kompetensi Kunci. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. SOP pengoperasian paralel instalasi kubikel TM di gardu hubung.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah. Kapasitansi dan Impedansi. Hukum Kirchhoff I.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 3/3 112 . No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Prosedur K3 pada pengoperasian paralel instalasi kubikel TM di gardu hubung (GH). 3.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Hukum Ohm. Instruksi manual kubikel TM. 2. 5.

sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.1 Prinsip kerja sistem peralatan hubung kubikel SACO/ACO dipelajari sesuai instruksi manual. 1/3 113 . 1. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1.4 Rencana kerja disusun dilaksanakan sesuai SOP.6 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).3 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. 1.2 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian instalasi kubikel SACO/ACO TM diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.5 Alat kerja.7 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). pada gardu distribusi dengan dua penyulang dari dua sumber yang berbeda (multi pasok).022(2). agar pekerjaan dapat Uraian Unit : SUB KOMPETENSI 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi kubikel SACO dan ACO. sesuai standar perusahaan.8 Berita Acara hasil pengujian instalasi dianalisa hasilnya. 1. 1.9 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 1. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi kubikel Semi Automatic Change Over (SACO) atau Automatic Change Over (ACO) tegangan menengah dari berbagai merek yang merupakan Ring Main Unit.B Mengoperasikan instalasi kubikel Semi Automatic Change Over (SACO) atau Automatic Change Over (ACO) tegangan menengah pada gardu distribusi.OPS.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit : : DIS.

2.2 Rangkaian catu daya arus searah untuk motor diperiksa tegangannya sesuai instruksi manual dan SOP.4 Pengoperasian instalasi kubikel SACO/ACO dilaksanakan sesuai instruksi manual. 3. Membuat laporan. 3. 4. Mengoperasikan kubikel SACO dan ACO.1 Bila dalam pengoperasian kubikel SACO/ACO bertujuan untuk memberikan daya listrik kepelanggan.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. 3.3 Rangkaian motor dan mekanik isian pegas LBS diperiksa sesuai instruksi manual. 114 2/3 . sesuai standar operasi. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. 4.2 Laporan Pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan. Memeriksa operasi kubikel SACO/ACO. 2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi kubikel SACO/ACO yang berlaku di perusahaan. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Mengidentifikasi kelainan operasi. 6. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. maka kWh meter/APP diperiksa arah putarannya sesuai standar pemasangan APP. 2. 5. 3. 5. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini.3 Pengetesan beroperasinya SACO/ACO dilaksanakan sesuai standar uji coba yang ditetapkan perusahaan. 2. 4. 2. 2.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada pihak terkait.2. I.1 Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruksi manual.2 Putaran fasa R. 4. S dan T tegangan menengah diperiksa dengan alat pemeriksa putaran yang dipasangkan pada pin lampu indikator fasa kubikel. Instruksi Manual dari instalasi kubikel SACO/ACO tegangan menengah dan peralatannya.5 Pengoperasian peralatan hubung kubikel yang berkaitan dengan operasi jaringan tegangan menengah dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 5. 5. 3.

2. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 115 . Induktasi. SOP pengoperasian paralel instalasi kubikel SACO/ACO.1 Bahan Listrik Bahan Konduktor. 2.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah. Kapasitansi dan Impedansi.II. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 3. Bahan Isolator. Rangkaian Resistansi. Peralatan / Komponen kubikel SACO/ACO. Instruksi manual kubikel SACO/ACO. 1. Jenis dan penyebab gangguan.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Mengatasi gangguan pada kubikel SACO/ACO. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Arus bolak balik fase tiga. 4. Hukum Kirchhoff I.6 Gangguan pada kubikel SACO/ACO TM.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. 3. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 2. Persyaratan dasar 3. Data spesifikasi kubikel SACO/ACO. 2. Penggunaan alat ukur listrik. 2.4 Instalasi kubikel SACO/ACO tegangan menengah Konstruksi dan jenis/type kubikel SACO/ACO. Prosedur K3 pada pengoperasian instalasi kubikel SACO/ACO. ACUAN PENILAIAN 1. 1. 2.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 4.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Hukum Ohm.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 2 2 1 1 1 116 3/3 . Kompetensi Kunci.5. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.

OPS.6 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.2 Data dan karakteristik fuse pengaman trafo diperiksa sesuai standar operasi. SUB KOMPETENSI 1.3 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 Prinsip kerja sistem peralatan hubung kubikel dan kubikel pengaman trafo tegangan dipelajari sesuai instruksi manual.5 Alat kerja.8 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 1. 2. 2. Mengganti fuseTM 2. 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. 1.4 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. 1. 1.2 Pengoperasian peralatan hubung dilaksanakan sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP).7 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. KRITERIA UNJUK KERJA 1. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian instalasi gardu distribusi yang diperlukan untuk mengganti fuse TM pada panel kubikel pengaman trafo dalam keadaan busbar bertegangan.024(2). 1/3 117 . Merencanakan dan menyiapkan pengggantian fuse TM pada panel kubikel. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.B Mengganti fuse TM pada panel kubikel.3 Pengoperasian kubikel pengaman trafo dilaksanakan sesuai instruksi manual.

8. I.1 Bahan Listrik Bahan Konduktor. Membuat laporan pengoperasian. Standing Operation Procedure (SOP) penggantian fuse TM pada panel kubikel.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. 5. 2.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 4. 1. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. II. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung kubikel pengaman trafo. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. 2. Penggunaan alat ukur listrik. Instruksi Manual dari instalasi kubikel tegangan menengah. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Bahan Isolator.2.6 Peralatan hubung pengaman trafo dan fuse jurusan tegangan rendah dioperasikan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 6. 3.1 Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan.5 Fuse pada papan hubung bagi tegangan rendah (PHB-TR) dikeluarkan dengan alat kerja standar dan diperiksa sesuai standar operasi. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. sesuai karakteristik dan standar operasi.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 1. 7. Data dan karakteristik fuse tegangan menengah dan tegangan rendah. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. ACUAN PENILAIAN 1. 2. 3. 2.4 Fuse pengaman trafo diperiksa kelayakannya (KA).2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 2. 3. 2/3 118 . Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.

Rating/kapasitas arus fuse. 2. Kapasitansi dan Impedansi. Arus bolak balik fase tiga. Hukum Ohm. 4. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 2 2 1 1 1 1 3/3 119 . Peralatan / Komponen kubikel. 4. Data spesifikasi kubikel.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Instruksi manual kubikel. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 5.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. SOP mengganti fuse TM pada panel kubikel pengaman trafo. Induktasi. 2. Kompetensi Kunci.2.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Hukum Kirchhoff I.6 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3. Karakteristik fuse tegangan menengah. Prosedur K3 untuk mengganti fuse TM pada panel kubikel. Persyaratan dasar 3.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah.4 Fuse tegangan menengah Konstruksi dan type fuse tegangan menengah. Rangkaian Resistansi. 3. 2.5 Kubikel panel pengaman transformator Konstruksi dan jenis/type kubikel.

volt. 1.8 Alat kerja. 1. 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.B Mengoperasikan instalasi penyulang (Feeder) tegangan menengah gardu induk. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi penyulang TM pada gardu induk.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.6 Pengoperasian peralatan hubung pada instalasi penyulang (Fedeer) dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1/3 120 .4 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). baik pada jenis busbar terbuka (open type) maupun pada jenis busbar tertutup (kubikel).OPS.10 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai SOP.3 Gambar satu garis instalasi penyulang gardu induk sisi TM yang berkaitan dengan pengoperasian instalasi penyulang dan proteksi diperiksa sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. SUB KOMPETENSI 1.2 Pemeriksaan indikasi rerai proteksi yang bekerja pada saat terjadi gangguan penyulang dilaksanakan dan dilaporkan sesuai SOP.025(2). 1. 1.9 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP. 1.1 Pembacaan alat ukur (Amper.5 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai SOP. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi penyulang (Fedeer) tegangan menengah pada gardu induk. 1. 1.7 Kebijakan dan prosedur K3 dimengerti sesuai persyaratan yang ditetapkan perusahaan.11 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. kWh meter) dilaksanakan secara periodik dan dilaporkan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

4.1 3. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 8. 4.4 2. 3. gas dan padat) 121 2/3 . 6. 2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi penyulang tegangan menengah. II. 1. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan kepada personil yang berwenang sesuai SOP. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Isolator (cair. Pengoperasian peralatan hubung dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 3. Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. Mengidentifikasi kelainan operasi. Mengoperasikan instalasi penyulang. 1. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan dilaporkan sesuai SOP. Gambar satu garis instalasi penyulang gardu induk dan jaringan tegangan menengah. 7.5 Terminal kabel diperiksa terhadap tegangan balik sesuai prosedur K3 dan SOP. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Pengoperasian instalasi penyulang dilaksanakan sesuai instruksi manual.1 Bahan Listrik Konduktor. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1.1 2. Membuat laporan pengoperasian.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1.2 2.2. Instruksi Manual dari instalasi penyulang tegangan menengah gardu induk. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian penyulang tegangan menengah gardu induk.3 2. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 3.2 4. 2. 2. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Unit kompetensi ini berlaku pada gardu induk yang menggunakan instalasi penyulang tipe kubikel atau tipe terbuka (open type). Pengoperasian instalasi penyulang dilaporkan dengan sarana komunikasi sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. 5. Pengoperasian jaringan tegangan menengah dilaksanakan dan dilaporkan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). ACUAN PENILAIAN 1.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.1 I.

6 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3.4 Transformator tenaga Trafo fase tiga. SOP mengoperasikan instalasi penyulang (feeder) gardu induk sisi tegangan menengah.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Prosedur K3 untuk mengoperasikan instalasi penyulang (feeder) gardu induk sisi tegangan menengah. Hukum Kirchhoff I. Peralatan / Komponen instalasi penyulang. Pembebanan trafo fase tiga. 3. 2. 5.2.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Penggunaan alat ukur listrik. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Rangkaian Resistansi. Kerja paralel trafo fase tiga.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Arus bolak balik fase tiga.5 Instalasi penyulang gardu induk sisi tegangan menengah Konstruksi dan type instalasi penyulang. Hukum Ohm. Instruksi manual instalasi penyulang. 4.1 Dasar operasi dan pemeliharaan instalasi gardu induk. Kompetensi Kunci. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 2 2 1 1 1 1 3/3 122 . Vektor group transformator. 4. Persyaratan dasar 3. 2. Data spesifikasi kubikel instalasi penyulang. 2. Induktasi.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). 2. Kapasitansi dan Impedansi.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi gardu induk sisi tegangan menengah. 3.

Mengoperasikan instalasi trafo pemakaian sendiri gardu induk.2 Pengoperasian instalasi trafo pemakaian sendiri dilaksanakan sesuai instruksi manual.3 Pengoperasian peralatan hubung dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi trafo pemakaian sendiri gardu induk. 2. 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi trafo pemakaian sendiri gardu induk.4 Pembebanan trafo pemakaian sendiri dilaksanakan sesuai langkah/tahapan yang ditentukan dalam Standing Operation Procedure (SOP).5 Pengoperasian instalasi trafo pemakaian sendiri dilaporkan kepada personil yang berwenang sesuai Standing Operation Procedure (SOP).OPS.6 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. baik pada jenis busbar terbuka (open type) maupun pada jenis busbar tertutup (kubikel).1 Gambar satu garis sistem instalasi trafo pemakaian sendiri dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 2.3 Spesifikasi teknik trafo pemakaian sendiri dipahami sesuai instruksi manual. 2.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. 1. 2.4 Alat kerja.5 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 2. KRITERIA UNJUK KERJA 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1.B Mengoperasikan instalasi trafo pemakaian sendiri pada gardu induk. 1. 1/3 123 .026(2). SUB KOMPETENSI 1.2 Pengoperasian peralatan hubung pada instalasi trafo pemakaian sendiri dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.

I.2 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Induktasi. 2. 3. Membuat laporan pengoperasian. 2.3.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.1 Laporan pengoperasian dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. 4. 4.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 5. Kapasitansi dan Impedansi.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan penanggulangannya sesuai SOP. Pembebanan trafo fase tiga. Instruksi Manual dari instalasi trafo pemakaian sendiri gardu induk. 2/3 124 . Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.3 Transformator tenaga Trafo fase tiga. Mengidentifikasi kelainan operasi. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Unit kompetensi ini berlaku pada gardu induk yang menggunakan instalasi penyulang tipe kubikel atau tipe terbuka (open type). Rangkaian Resistansi. Pengetahuan yang dibutuhkan 2.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan kepada personil yang berwenang sesuai SOP. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi trafo pemakaian sendiri. II. ACUAN PENILAIAN 1. 1. 2. 2. 3. Hukum Ohm. Arus bolak balik fase tiga.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 1. 4. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Hukum Kirchhoff I. 3. Penggunaan alat ukur listrik.

4 Instalasi pemakaian sendiri gardu induk Konstruksi dan type instalasi pemakaian sendiri. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Peralatan / Komponen instalasi pemakaian sendiri. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 1 1 1 1 1 1 1 125 . Kompetensi Kunci.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. 5. Instruksi manual instalasi pemakaian sendiri. 3. Persyaratan dasar 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). 2. Prosedur K3 untuk mengoperasikan instalasi pemakaian sendiri gardu induk sisi tegangan menengah.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3.1 Dasar operasi dan pemeliharaan instalasi gardu induk. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 4. 3.2. 4. SOP mengoperasikan instalasi pemakaian sendiri gardu induk sisi tegangan menengah. Data spesifikasi kubikel instalasi pemakaian sendiri.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi gardu induk sisi tegangan menengah.

2. 1. 2. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mendeteksi gangguan instalasi penyulang (Fedeer) tegangan menengah dan trafo pemakaian sendiri gardu induk.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : DIS. 1.1 Pembacaan alat ukur ( Amper.5 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai SOP. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1.B Mendeteksi gangguan instalasi penyulang (Feeder) tegangan menengah dan trafo pemakaian sendiri pada gardu induk. KRITERIA UNJUK KERJA 1. 1. 1.6 Pengoperasian peralatan hubung pada instalasi penyulang (Fedeer) dilaksanakan sesuai SOP. volt.OPS. 1. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.4 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). SUB KOMPETENSI 1.2 Pemeriksaan indikasi relai proteksi yang bekerja pada saat terjadi gangguan penyulang dilaksanakan dan dilaporkan sesuai SOP. baik pada jenis busbar terbuka (open type) maupun pada jenis busbar tertutup (kubikel). 1. Melaksanakan deteksi gangguan instalasi penyulang dan trafo pemakaian sendiri instalasi trafo.8 Alat kerja.7 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.2 Pemeriksaan bekerjanya instalasi penyulang dilaksanakan sesuai instruksi manual. Merencanakan dan menyiapkan deteksi gangguan instalasi penyulang dan trafo pemakaian sendiri.3 Pengoperasian peralatan hubung dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). kWh meter) dan indikasi alat proteksi dilaksanakan sesuai standar operasi. 2. 1.027(2).3 Gambar satu garis yang berkaitan dengan pengoperasian dan proteksi dipahami sesuai SOP.10 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai SOP. 2. 1/3 126 .9 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP.1 Terminal kabel diperiksa terhadap tegangan balik sesuai prosedur K3 dan SOP. 1.

Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini.1 Laporan pengoperasian dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. 6. 2. 2.2. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 3.7 Indikasi gangguan dilaporkan sesuai SOP. 2.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 4. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi penyulang tegangan menengah. gas dan padat) 2/3 127 .2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 5.5 Pemeriksaan bekerjanya instalasi trafo pemakaian sendiri dilaksanakan sesuai instruksi manual. Isolator. 4. Bahan Konduktor.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan kepada personil yang berwenang sesuai SOP.1 Bahan Listrik Konduktor.6 Pemeriksaan trafo pemakaian sendiri dilaksanakan sesuai standar uji yang ditetapkan perusahaan dan instruksi manual. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 4. Isolator (cair. Mengidentifikasi kelainan operasi. 3. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. 3. 1. ACUAN PENILAIAN 1. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 1.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan penanggulangannya sesuai instruction manual. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 2. 2. II. Standing Operation Procedure (SOP) untuk mendeteksi gangguan instalasi penyulang dan trafo pemakaian sendiri gardu induk. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Unit kompetensi ini berlaku pada gardu induk yang menggunakan instalasi penyulang tipe kubikel atau tipe terbuka (open type). Membuat laporan pengoperasian.4 Pengoperasian instalasi penyulang dilaporkan dengan sarana komunikasi sesuai Standing Operation Procedure (SOP). I. 3. Gambar satu garis instalasi penyulang gardu induk.

6 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3. 4. Vektor group transformator.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Data spesifikasi kubikel instalasi penyulang. 2. Kompetensi Kunci. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 2. 5. 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 2 2 1 1 1 1 3/3 128 .2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi gardu induk sisi tegangan menengah. Pembebanan trafo fase tiga. 3. Peralatan / Komponen instalasi penyulang.1 Dasar operasi dan pemeliharaan instalasi gardu induk. 2. Prosedur K3 untuk mendeteksi gangguan instalasi penyulang (Feeder) tegangan menengah dan trafo pemakaian sendiri pada gardu induk.5 Instalasi penyulang gardu induk sisi tegangan menengah Konstruksi dan type instalasi penyulang. Rangkaian Resistansi. Arus bolak balik fase tiga. Persyaratan dasar 3.2. 3. 2. Hukum Ohm.7 Gangguan pada instalasi penyulang (Feeder) tegangan menengah dan trafo pemakaian sendiri pada gardu induk Jenis dan penyebab gangguan. Penggunaan alat ukur listrik. 2.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Induktasi. Kapasitansi dan Impedansi. Instruksi manual instalasi penyulang.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.4 Trafo distribusi pemakaian sendiri Trafo fase tiga.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. Hukum Kirchhoff I. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. SOP mendeteksi gangguan instalasi penyulang (Feeder) tegangan menengah dan trafo pemakaian sendiri pada gardu induk.

4 Software dari program operasi Master Computer dipahami sesuai instruction manual dan standar sistem SCADA. Memeriksa hasil pengoperasian. KRITERIA UNJUK KERJA 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.5 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 1.4 Radio transmisi data dan modem transmisi data ditempatkan pada posisi ON untuk dialog ke RTU dan Diffuser. 3. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.1 Pengawatan Master Computer dan catu daya dari sistem PHB-UPS diperiksa sesuai instruksi manual. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan komputer sistem SCADA di pusat kontrol.3 Gambar pengawatan Master Computer dan catu daya arus searah dipahami sesuai instruksi manual. sesuai standar operasi sistem SCADA.2 Master Computer diloading dengan program. Mengoperasikan komputer SCADA. 1. 1/3 129 . 2.1 Rangkaian Master Computer dengan peripheral diperiksa fungsi kerjanya. 2. 1. 2. SUB KOMPETENSI 1.B Mengoperasikan komputer sistem SCADA di pusat kontrol. sesuai standar operasi sistem SCADA. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian komputer sistem SCADA.OPS. alat ukur (osciloscope) dan alat bantu yang di butuhkan disiapkan sesuai instruksi manual dan standar operasi sistem SCADA. 3.1 Alat kerja. 2.030(2). sesuai instruksi manual dan standar operasi sistem SCADA. 1.2 Alat loading data.3 Switch pada Main Distribution Frame Master Computer arah RTU dan Diffuser ditutup sesuai standar operasi sistem SCADA. 2.

1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi SCADA. I. 5. 4. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peripheral system SCADA di pusat control: Instruksi Manual dari instalasi sistem SCADA dan peralatan sistem SCADA lainnya.1 Laporan pengoperasian dibuat sesuai dengan format yang ditetapkan perusahaan. 5. 3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian computer system SCADA di pusat kontrol. Peralatan K3 dan peralatan Bantu yang terkait dengan unit kompetensi ini.3 Master Computer pusat kontrol kearah RTU dan Diffuser dites fungsi kerjanya sampai titik dummy circuit breaker. dilaksanakan sesuai standar operasi sistem SCADA. Mengidentifikasi Penyimpangan dalam pengoperasian. 3. 4.3. Menginterpretasikan gambar teknik elektronika. dilaksanakan sesuai standar operasi SCADA hingga selesai. 130 2/3 .4 Komisioning sistem SCADA secara menyeluruh sampai sisi kubikel. II.3 1. 6.3 Alternatif penanggulangan masalah yang telah disetujui. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1.1 1. 4.5 Pengeluaran/pemberian tegangan menengah pada instalasi kubikel dilaksanakan sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP). 3. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. 5. ACUAN PENILAIAN 1. Mikroprocessor dan Central Processing Unit (CPU). sesuai instruksi manual dan standar operasi sistem SCADA. sesuai standar operasi sistem SCADA. 3. transmisi data.4 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 2.2 1. 5. 4.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada yang berwenang. 4.2 Berita Acara Pengoperasian dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Membuat laporan pengoperasian. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.2 Peralatan peripheral diperiksa/dites dalam bekerjanya.

4. Gambar satu garis jaringan 20 kV. Induktasi. 2. IC.2.2 Orientasi lapangan pada sistem informatika dan teknologi informasi. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 2 2 1 1 1 2 3/3 131 . pengubah arus. SOP komputer sistem SCADA dan peripheralnya.1 Dasar operasi dan pemeliharaan sistem SCADA.3 Elektronika daya dan Dasar Mikroprosesor Komponen elektronika.2 Teori Listrik Arus bolak balik fase satu. SOP komunikasi operasi jaringan tegangan menengah Formulir dan chek list yang digunakan.4 Instruction manual dan SOP Instalasi sistem komputer SCADA dan peralatan peripheralnya. pintu logika. Rangkaian Resistansi. thyristor Rangkaian logika. Dasar Mikroprosesor.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 pada pengoperasian sistem komputer SCADA. Hukum Ohm. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. SOP operasi jaringan tegangan menengah.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Software dari program master komputer. Penggunaan alat ukur listrik.6 Gangguan pada sistem komputer SCADA. 3. Kapasitansi dan Impedansi. Aljabar Boolean. Persyaratan dasar 3. Jenis dan penyebab gangguan pada komputer. 2. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. pembangkit gelombang. sistem bilangan. Arus bolak balik fase tiga. transistor. 2. Mengatasi gangguan sistem komputer SCADA. Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. diode. 5. sistem catu daya DC dan AC. 3. Instalasi peralatan transmisi data. penyearah arus. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. 2. 4. Kompetensi Kunci. 2.

sesuai standar pengoperasian sistem SCADA. 2. 3. sesuai standar pengoperasian sistem SCADA. Mengoperasikan sistem komunikasi data.3 Radio transmisi data dan modem transmisi data ditempatkan pada posisi on untuk dialog Master Computer ke RTU dan Diffuser. 3. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian sistem komunikasi data untuk operasional SCADA.2 Rangkaian Master Computer dengan peripheral diperiksa fungsi kerjanya. 1.B Mengoperasikan Sistem Komunikasi Data Untuk Operasional SCADA.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.OPS. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian sistem komunikasi data. 1/3 132 . alat ukur (osciloscope). alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).032(2). 1.2 Alat loading data. 2.1 Alat kerja.1 Pengawatan MODEM.2 Master sistem komunikasi data diloading dengan program. SUB KOMPETENSI 1.3 Komisioning sistem komunikasi data untuk mengoperasikan sistem SCADA secara menyeluruh. sistem komunikasi data dan catu daya dari sistem PHB-UPS diperiksa sesuai instruksi manual. 1. dilaksanakan sesuai standar operasi sistem SCADA. 2. 3.3 Gambar pengawatan MODEM. 2. digital analiser dan alat bantu yang di-butuhkan disiapkan sesuai instruksi manual dan SOP sistem SCADA. Memeriksa hasil pengoperasian. sistem komunikasi data dan catu daya arus searah dipelajari sesuai instruksi manual.4 Software dari program operasi sistem komunikasi data dipelajari sesuai instruksi manual perakitan sistem SCADA. sesuai instruksi manual dan standar pengoperasian sistem SCADA. KRITERIA UNJUK KERJA 1.

5. 5. 4. 2. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 6. Hukum Kirchhoff I. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 2. Kapasitansi dan Impedansi. 133 2/3 . Mengidentifikasi Penyimpangan dalam pengoperasian. Mengoperasikan peralatan sistem komunikasi data SCADA.3 1. I.4. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.2 1. 3. Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada yang berwenang. Rangkaian Resistansi. Arus bolak balik fase tiga. Hukum Ohm. Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan sistem SCADA.1 Laporan pengoperasian dibuat sesuai dengan format yang ditetapkan perusahaan.4 1.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. 2.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Induktasi. ACUAN PENILAIAN 1.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya sesuai standar pengoperasian SCADA. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian sistem komunikasi data untuk operasional system SCADA. Membuat laporan pengoperasian. Penggunaan alat ukur listrik. Menginterpretasikan gambar teknik elektronika. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 4.2 Berita Acara Pengoperasian dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan.1 1.5 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 2.1 Bahan listrik. 5. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 4. II. Konduktor Isolator Semi Konduktor. 5. Instruksi Manual dari instalasi komunikasi data untuk sistem SCADA.

7 Gangguan pada sistem komunikasi data Jenis dan penyebab gangguan pada sistem transmisi. Kabel kontrol dan terminasi. Kompetensi Kunci.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik/Elektronika atau SMU IPA).2 Orientasi lapangan pada operasi dan pemeliharaan sistem transmisi data SCADA. Persyaratan dasar 3. gambar pengawatan sistem radio transmisi data dan catu daya arus searah. 4. SOP komunikasi operasi jaringan tegangan menengah Formulir check list yang digunakan 2.2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 1 2 1 1 2 2 3/3 134 .2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.5 Instruction manual dan SOP Instalasi peralatan transmisi data SCADA. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.1 Dasar operasi dan pemeliharaan sistem komputer dan informatika. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. DC controller. terminal. Modem komunikasi data. Modem.6 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 pada pengoperasian sistem komunikasi data SCADA. komponen jaringan. Mengatasi gangguan pada sistem transmisi data SCADA 3. 3. 4.4 Komunikasi/transmisi data sistem SCADA Elemen DC. Protokol dialog dan sambungan transmisi data. 2. 2.

Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan remote terminal unit (RTU) sistem SCADA berikut peralatan mekanik kubikel. 1. 1. 1. Memeriksa hasil pengoperasian. 2.2 Kerja mekanik kubikel dites secara manual sesuai standar operasi. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.4 Software dari program operasi RTU dipahami sesuai instruksi manual dan standar sistem SCADA. 1.B Mengoperasikan Remote Terminal Unit (RTU) sistem SCADA berikut peralatan mekanik kubikel.4 Switch pada Main Distribution Frame arah mekanik kubikel ditutup sesuai standar operasi sistem SCADA.3 Gambar pengawatan RTU dan catu daya arus searah dipahami sesuai instruksi manual.5 Modem transmisi data ditempatkan pada posisi on untuk dialog ke master computer sesuai standar operasi sistem SCADA. 2.1 Rangkaian motor elektrik pengisian pegas LBS diperiksa dan dites fungsi kerjanya sesuai instruksi manual dan standar operasi.033(2). 2. 3. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian RTU sistem SCADA. 2. yang dilaksanakan sesuai standar operasi sistem SCADA. SUB KOMPETENSI 1. 2.3 CPU diloading dengan program yang sesuai untuk RTU dimaksud.OPS.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. Mengoperasikan RTU dan peralatan mekanik kubikel. 135 1/3 . 2.5 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.1 Alat kerja.2 Rangkaian rectifire 48V/110V DC untuk pengisian batere diperiksa sesuai instruksi manual.1 Pengawatan RTU dan catu daya diperiksa sesuai instruksi manual. 3. 3.2 Alat loading data. alat ukur (osciloscope) dan alat bantu yang dibutuhkan disiapkan sesuai instruksi manual dan SOP sistem SCADA. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP). KRITERIA UNJUK KERJA 1.

Konduktor Isolator Semi Konduktor. dilaksanakan sesuai standar operasi SCADA hingga selesai. 4. Mengidentifikasi Penyimpangan dalam pengoperasian. Instruksi Manual dan gambar pengawatan dari instalasi SCADA dan peralatan sistem SCADA. 1. 4. 2. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Laporan pengoperasian dibuat sesuai dengan format yang ditetapkan perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian remote terminal unit sistem SCADA berikut peralatan mekanik kubikel. 2. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 136 2/3 . transmisi data. 3. ACUAN PENILAIAN 1. 4. 1. Berita Acara Pengoperasian dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini.3 Menginterpretasikan gambar teknik elektronika.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 1. I.4 Pengeluaran/pemberian tegangan menengah pada instalasi kubikel dilaksanakan sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP) JTM.1 Bahan listrik. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Membuat laporan pengoperasian.3 Alternatif penanggulangan masalah yang telah disetujui.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 1.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi SCADA.3 Mekanik kubikel dites Close/Open melalui software manual sesuai standar operasi sistem SCADA. II. 3. 5.3. 5. 4. 6. 4.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan sistem SCADA.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada yang berwenang. Pengetahuan yang dibutuhkan 2.5 Mikroprocessor dan Central Processing Unit (CPU).

3 2. Gambar satu garis jaringan 20 kV SOP komunikasi operasi jaringan tegangan menengah Formulir check list yang digunakan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 pada pemeliharaan RTU sistem SCADA. pembangkit gelombang. Rangkaian logika. IC. Penggunaan alat ukur listrik. Motor listriki arus searah. Wiring diagram rangkaian motor arus searah. Mengatasi gangguan pada RTU dan motorized kubikel. 4. pengubah arus.4 2. Hukum Ohm. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. pintu logika. Kubikel motorized tegangan menengah Konstruksi /type kubikel motorized. Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 1 2 1 1 2 2 3/3 137 .6 2. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Persyaratan dasar Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik/Elektronika atau SMU IPA) berpengalaman atau D3 informatika. Hukum Kirchhoff I.8 3. Rangkaian Resistansi. thyristor. Kapasitansi dan Impedansi.1 Dasar operasi dan pemeliharaan sistem komputer dan informatika. Kompetensi Kunci.5 2. Komponen kubikel motorized. mikroprosesor. gambar pengawatan RTU dan catu daya arus searah. Elektronika daya Komponen elektronika. Induktasi. Arus bolak balik fase tiga.7 2. 2. 4.2 Orientasi lapangan pada operasi dan pemeliharaan sistem SCADA. diode.2. Penyearah arus. transistor. Instruction manual dan SOP Instalasi peralatan SCADA.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Sistem bilangan. Gangguan pada RTU dan motorized kubikel Jenis dan penyebab gangguan pada RTU dan motorized.

3 1. Personil terkait dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengendalian operasi JTM. 2.1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengendalian operasi JTM tanpa sistem SCADA diperiksa sesuai SOP. sesuai prosedur operasi.B Mengendalikan operasi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) tanpa sistem SCADA.1 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai SOP. 138 3.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai SOP.OPS. 2.2 1/3 . KRITERIA UNJUK KERJA 1.2 1. 2.4 Perubahan yang terjadi didalam operasi sistem jaringan tegangan menengah harus diikuti dengan perubahan dalam gambar jaringan mimic board.4 1. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengendalikan operasi jaringan tegangan menengah (JTM) tanpa sistem SCADA. Jaringan tegangan menengah dioperasikan sesuai normal operasi dan SOP. 3.3 Pemberian perintah dan penerimaan informasi dicatat secara kronologis sesuai SOP sistem perpiketan. Alternatif penanggulangan masalah diinstruksikan kepada yang bertanggung jawab untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. 3. Tata cara berkomunikasi pengendalian operasi JTM dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai standar operasi dan Standing Operation Procedure (SOP). 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.2 Pengoperasian radio komunikasi dilaksanakan sesuai SOP komunikasi pengoperasian JTM. 2. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.5 2. Menanggulangi kelainan operasi.034(2). Mengendalikan operasi JTM tanpa sistem SCADA. SUB KOMPETENSI 1.

Kerja parallel dua transformator. simbol gambar.3 Melaksanakan tugas pengendalian operasi JTM. 2/3 139 . Peralatan/Komponen jaringan SUTM dan SKTM Gambar satu garis. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. ACUAN PENILAIAN 1. 6. I. Penggunaan alat ukur listrik.2 Berita Acara serah terima pengendalian jaringan dibuat dan ditandatangani sesuai SOP. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. 2. Induktasi. 3. Rangkaian Resistansi.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. 2. Kapasitansi dan Impedansi. Arus bolak balik fase tiga. 2. Prosedur Operasi jaringan dan komunikasi (SOP). Pengetahuan yang dibutuhkan 2.4. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) pengendalian operasi jaringan tegangan menengah tanpa sistem SCADA. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Kumparan dan vector group dari transformator.1 4. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 4.2 Menginterpretasikan gambar instalasi dan jaringan tegangan menengah. 4.4 Jaringan distribusi tegangan menengah Konstruksi jaringan SUTM dan SKTM. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Hukum Ohm. Membuat laporan pengoperasian. Hukum Kirchhoff I.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Laporan kronologis pengendalian operasi (JTM) dibuat sesuai prosedur perusahaan. 5. 1. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. II. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi jaringan tegangan menengah (JTM).3 Teknik tenaga listrik Transformator distribusi. 1. 2. data teknis jaringan. 2.2 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 2 2 2 1 2 1 140 3/3 .5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengendalikan JTM. 5. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.2. Kompetensi Kunci. 4. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA) berpengalaman pada operasi dan pemeliharaan JTM. 2.6 Gangguan pada JTM (SUTM dan SKTM). 3. Memanuver gangguan pada JTM.2. Jenis dan penyebab gangguan. 3. 4. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi JTM. Persyaratan dasar 3.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah.

penerimaan pengaduan pelanggan.4 2.1 Gambar satu garis jaringan tegangan rendah yang berkaitan dengan pengendalian operasi JTR diperiksa sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengendalian operasi JTR.2 1. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengendalikan operasi jaringan tegangan rendah (JTR). Pemberian perintah dan penerimaan informasi dicatat secara kronologis sesuai sistem perpiketan.B Mengendalikan operasi Jaringan Tegangan Rendah (JTR). sesuai prosedur operasi.5 1/3 141 .035(2). Jaringan tegangan rendah dioperasikan sesuai normal operasi dan SOP. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). dicatat secara kronologis sesuai Standing Operation Procedure (SOP) sistem perpiketan. Pemberian perintah dan penerimaan informasi.5 2. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. SUB KOMPETENSI 1. Mengendalikan operasi JTR. Tata cara berkomunikasi untuk mengendalikan operasi JTR dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Pengoperasian radio komunikasi dilaksanakan sesuai SOP komunikasi pengoperasian JTR.2 2. KRITERIA UNJUK KERJA 1. Perubahan yang terjadi didalam operasi sistem jaringan tegangan rendah harus diikuti dengan perubahan dalam gambar jaringan. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. sesuai standar operasi dan Standing Operation Procedure (SOP).3 2. 2.OPS.4 1.1 2.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.3 1.

2 4. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. 2. 2. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Arus bolak balik fase tiga. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Hukum Ohm. II.3. Penggunaan alat ukur listrik. Menanggulangi kelainan operasi.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.2 Menginterpretasikan gambar instalasi dan jaringan tegangan menengah.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai SOP. Induktasi. Rangkaian Resistansi. 3.1 4. Berita Acara serah terima pengendalian jaringan dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. 3. Standing Operation Procedure (SOP) pengendalian operasi jaringan tegangan rendah (JTR). ACUAN PENILAIAN 1. 4. 2. 142 2/3 . Alternatif penanggulangan masalah diinstruksikan kepada yang bertanggung jawab untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. 4.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Membuat laporan pengoperasian. Laporan kronologis pengendalian operasi (JTR) dibuat sesuai prosedur perusahaan. 2. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 1. Kapasitansi dan Impedansi. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Kumparan dan vector group dari transformator.3 Teknik tenaga listrik Transformator distribusi. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 1. Kerja parallel dua transformator. Hukum Kirchhoff I. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah.3 Melaksanakan tugas pengendalian operasi JTM. 3.2 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu.2 I.

1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA) berpengalaman pada operasi dan pemeliharaan JTR.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengendalikan JTR. simbol gambar. 3. 2.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi JTR. Jenis dan penyebab gangguan. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. 4. Kompetensi Kunci.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah. data teknis dan non teknis jaringan. 2. Persyaratan dasar 3.6 Gangguan pada JTR (SUTRdan SKTR).4 Jaringan distribusi tegangan rendah Konstruksi jaringan SUTR dan SKTR. Peralatan/Komponen jaringan SUTR dan SKTR. Gambar satu garis. 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 2 2 2 1 2 1 143 . SOP mengendalikan jaringan tegangan rendah.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 3. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. Memanuver gangguan pada JTR.2.

036(2).STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS.4 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian peralatan deteksi.8 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 1. 1. pembangkit arus searah. KRITERIA UNJUK KERJA 1. Melaksanakan deteksi gangguan kabel. deteksi/alat uji SUB KOMPETENSI 1.2 Prinsip kerja sistem peralatan dipelajari sesuai instruksi manual. 1/3 144 .1 Bagian jaringan kabel tegangan menengah yang akan dideteksi dibebaskan dari tegangan sesuai prosedur operasi peralatan. 2. 1. 2.6 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).B Mengoperasikan peralatan deteksi untuk menentukan titik gangguan kabel. 1. 1. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).3 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang terganggu dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP) deteksi. 1. 2. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan deteksi (mobil atau portable) untuk menentukan titik gangguan pada kabel tegangan menengah.5 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1.OPS.7 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 Prinsip kerja sistem peralatan deteksi (pembangkit tegangan searah. pembangkit pulsa dipelajari sesuai instruksi manual.2 Rangkaian peralatan deteksi dipasang sesuai instruksi manual dan prosedur operasi peralatan.

Instruksi Manual peralatan deteksi dan peralatan uji instalasi/jaringan tegangan menengah.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 3. 4. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Prosedur operasi peralatan deteksi kabel dan pengujian instalasi tegangan menengah.1 Berita Acara pelaksanaan deteksi jaringan SKTM dibuat dan ditandatangani sesuai SOP. 145 2/3 . Standing Operation Procedure (SOP) deteksi kabel dan pengujian instalasi tegangan menengah yang ditetapkan oleh perusahaan. 2. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Membuat laporan pelaksanaan. 1. dilaksanakan sesuai instruksi manual. 4. 2.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai instruksi manual.2 Laporan hasil deteksi dibuat dengan format sesuai standar perusahaan. 1. ACUAN PENILAIAN 2. Alternatif penanggulangan masalah yang telah disetujui. 4.4 Tahanan isolasi dari jaringan kabel gangguan yang akan dideteksi diperiksa sesuai SOP. 3. 2.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools peralatan deteksi dan uji instalasi. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. I. II. 4.3 Pengoperasian peralatan deteksi jaringan kabel dilaksanakan sesuai langkah yang ditetapkan dalam prosedur dan instruksi manual. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada yang berwenang. 6.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 5.2. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. 1. Menanggulangi kelainan operasi.5 Seksi jaringan kabel yang mengalami gangguan diberikan tegangan impuls sesuai instruksi manual dan prosedur operasi peralatan.

3. Persyaratan Dasar Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA atau SMK Listrik atau SMU IPA. 2. Semi Konduktor. Mengukur hambatan/resistan. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.3 Teori Listrik Dasar Arus searah. Hukum Ohm. Induktasi. Mengatasi gangguan pada peralatan deteksi. Macam dan Penggunaan alat ukur. Konfigurasi jaringan tegangan menengah (SKTM). SOP mengoperasikan peralatan deteksi untuk menentukan titik gangguan kabel. Isolator. Pembacaan skala pada alat ukur.1 Dasar teknik dan pengujian instalasi tegangan menengah. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. 4.2 Orientasi lapangan pada operasi jaringan dan peralatan instalasi jaringan tegangan menengah. Membangkitkan tegangan tinggi arus searah (HVDC). Kapasitansi dan Impedansi. 2. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 2 2 2 1 1 1 3/3 146 . 2. Jembatan Wheatstone Kohlrausch dan Thomson. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi.6 Gangguan pada peralatan deteksi. Arus bolak balik. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 4. Jenis dan penyebab gangguan. Efek panas arus listrik pada Konduktor dan Isolator.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Prinsip kerja alat ukur. 2.1 Bahan Listrik Konduktor. Kompetensi Kunci.4 Instruction manual dan SOP Instruksi manual dan gambar pengawatan peralatan deteksi kabel tanah (mobil atau portable). 2.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 untuk mengoperasikan peralatan deteksi. 6.

5 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) pengujian. KRITERIA UNJUK KERJA 1.8 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Melaksanakan pengujian instalasi/jaringan. 1. pembangkit pulsa) dipelajari sesuai instruksi manual. 2. 2.3 Gambar satu garis/gambar teknik instalasi yang akan diuji dipelajari sesuai SOP pengujian. 1. 1.6 Alat kerja. 2. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.4 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi. 1/3 .9 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. 1. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).2 Pengoperasian peralatan deteksi untuk pengujian dilaksanakan sesuai langkah yang ditetapkan dalam prosedur dan instruksi manual. 1. 1. 147 SUB KOMPETENSI 1. pembangkit arus searah. 1.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : DIS. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian peralatan deteksi untuk pengujian. 2.037(2).1 Prinsip kerja sistem peralatan uji (pembangkit tegangan searah.1 Bagian instalasi/jaringan tegangan menengah yang akan diuji dibebaskan dari tegangan sesuai prosedur operasi peralatan.2 Prinsip kerja sistem peralatan deteksi/alat uji dipelajari sesuai instruksi manual.B : Mengoperasikan peralatan deteksi untuk pengujian jaringan.OPS. : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan deteksi (mobil atau portable) untuk pengujian instalasi dan jaringan tegangan menengah.3 Tahanan isolasi dari instalasi/jaringan yang akan diuji diperiksa sesuai SOP. 1.7 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

1 Berita Acara pengujian instalasi/jaringan tegangan menengah dibuat dan ditanda tangani sesuai prosedur perusahaan. 3. 2. 6. Isolator.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 3.2. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. 1. 1. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. Efek panas arus listrik pada Konduktor dan Isolator. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.4 Lama waktu pengujian dilaksanakan sesuai dengan SOP pengujian yang ditetapkan oleh perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) deteksi kabel dan pengujian instalasi tegangan menengah yang ditetapkan oleh perusahaan. 4. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Prosedur Operasi peralatan deteksi kabel dan pengujian instalasi tegangan menengah.3 Alternatif penanggulangan masalah yang telah disetujui.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada yang berwenang. I. 5. Menanggulangi kelainan operasi. 4.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai instruksi manual. 148 2/3 .4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1 Bahan Listrik Konduktor. 3. dilaksanakan sesuai instruksi manual. 2. ACUAN PENILAIAN 1. Semi Konduktor. 3.2 Laporan hasil pengujian dibuat sesuai standar perusahaan. 4. 4. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan 2.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. II.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools peralatan deteksi dan uji instalasi. Instruksi Manual peralatan deteksi dan peralatan uji instalasi/jaringan tegangan menengah. Membuat laporan pelaksanaan. 1.

Konfigurasi instalasi jaringan tegangan menengah. Membangkitkan tegangan tinggi arus searah (HVDC). SOP meoperasikan peralatan deteksi untuk pengujian instalasi tegangan menengah.3 Teori Listrik Dasar Arus searah (DC).2 Orientasi lapangan pada operasi jaringan dan peralatan instalasi jaringan tegangan menengah. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 4. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan. 2. Arus bolak balik (AC).5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3. Kapasitansi dan Impedansi. 2. 5. Jenis dan penyebab gangguan. 2. Induktasi. 3.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Prinsip kerja alat ukur. 2.4 Instruction manual dan SOP Instruction manual dan gambar pengawatan peralatan deteksi untuk uji instalasi (mobil atau portable). 4. Mengatasi gangguan pada peralatan deteksi.2. Jembatan Wheatstone Kohlrausch dan Thomson. Macam dan Penggunaan alat ukur.1 Dasar teknik dan pengujian instalasi tegangan menengah.6 Gangguan pada peralatan deteksi untuk uji in stalasi. 3. Persyaratan dasar 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 2 2 2 1 2 1 3/3 149 . Mengukur hambatan/resistan. Hukum Kirchhoff I Rangkaian Resistansi. Hukum Ohm. Pembacaan skala pada alat ukur. Prosedur K3 untuk mengoperasikan peralatan deteksi untuk pengujian instalasi TM. Kompetensi Kunci.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI LEVEL 3 150 .

7 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.5 Alat kerja.2 Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).8 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. 1. 2. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mendeteksi gangguan pada instalasi kubikel tegangan menengah dan transformator gardu distribusi dari berbagai tipe dan merek. 1. 1. 2. SUB KOMPETENSI 1. KRITERIA UNJUK KERJA 1.2 Pengoperasian kubikel dan kubikel pengaman transformator dilaksanakan tanpa beban dan diperiksa beroperasinya. 1.1 Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruksi manual. 1.3 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai SOP. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.023(3). karakteristik hasil uji manufaktur dari transformator dipelajari sesuai instruksi manual dan standar operasi.B Mendeteksi gangguan pada instalasi kubikel dan transformator gardu distribusi.6 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).OPS. Melaksanakan deteksi gangguan kubikel dan trafo. 1. 2.4 Data. 1. Merencanakan dan menyiapkan deteksi gangguan pada instalasi kubikel dan trafo.1 Prinsip kerja sistem peralatan hubung kubikel dan pengaman transformator dipelajari sesuai instruksi manual.3 Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 2. 1/3 151 . sesuai instruksi manual.

2. 1.4 Fuse pada pengaman trafo diperiksa kelayakan fisiknya dan rating arus sesuai dengan standar operasi. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 2. 5. 3. 2. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Bahan Isolator. 2. 4. 2. Mengidentifikasi kelainan operasi.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Standing Operation Procedure (SOP) pendeteksian gangguan pada peralatan hubung kubikel dan trafo distribusi yang berlaku diperusahaan. 2. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 152 2/3 .1 Bahan Listrik Bahan Konduktor.1 Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan dianalisa untuk menetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi. 4. 3. sesuai dengan standar operasi. Instruksi Manual dari instalasi kubikel TM.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Membuat laporan I.6 Fuse pada PHB-TR masing-masing jurusan diperiksa fisik dan rating arusnya.1 Laporan pengoperasian dibuat sesuai prosedur perusahaan.2. ACUAN PENILAIAN 1. 3. 1.8 Putaran fase R. S dan T diperiksa dengan menggunakan alat pemeriksa putaran. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. sesuai SOP. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. sesuai instruction manual.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 4. II.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada pihak terkait.7 Pengoperasian transformator distribusi dilaksanakan sesuai dengan standar operasi.5 Saklar utama pada PHB-TR ditutup tanpa beban dan PHB-TR diperiksa beroperasinya. 6. trafo distribusi dan masing-masing peralatan.

1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA). Vektor group transformator. Kapasitansi dan Impedansi. 4. 2. Peralatan / Komponen kubikel TM. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4. 4.2 Kesehatran fisik dan mental yang mendukung. 2. 3. Prosedur K3 untuk mengidentifikasi gangguan pada instalasi kubikel dan trafo distribusi. SOP mengidentifikasi gangguan pada instalasi kubikel TM dan trafo distribusi. 3. Penggunaan alat ukur listrik.4 Transformator distribusi Trafo fase tiga. Kerja paralel trafo fase tiga. Rangkaian Resistansi. Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Hukum Ohm. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 2 2 2 1 1 1 1 153 . Mengatasi gangguan pada kubikel TM dan trafo distribusi. Persyaratan dasar 3. Arus bolak balik fase tiga. Induktasi. Pembebanan trafo fase tiga.5 Instalasi kubikel tegangan menengah Konstruksi dan jenis/type kubikel TM.3 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. Hukum Kirchhoff I.6 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik. Jenis dan penyebab gangguan. No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.7 Gangguan pada kubikel TM dan trafo distribusi. Kompetensi Kunci.2. Data spesifikasi kubikel TM. Instruksi manual kubikel TM. 2. 2. 2.

sesuai Standing Operation Procedure (SOP) perpiketan JTM. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).5 Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. SUB KOMPETENSI 1. 1. personal. Merencanakan dan menyiapkan pengendalian operasi JTM.4 Pengoperasian bagian peripheral sistem SCADA dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) operasi sistem SCADA.031(3).1 Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengendalian operasi JTM dengan sistem SCADA diperiksa sesuai SOP.4 Personil yang terkait dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 2. 2. 2. sistem SCADA. 1. 1.3 Prosedur kerja sistem SCADA dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP) sistem SCADA.B Mengendalikan operasi jaringan tegangan menengah dengan sistem SCADA.OPS.1 Informasi yang diterima sebelum ditindak lanjuti diperiksa untuk memastikan keamanan sistem jaringan. 1.2 Tata cara berkomunikasi pengendalian operasi JTM dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). personal dan sesuai standar operasi sistem SCADA dan Standing Operation Procedure (SOP). Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengendalikan operasi jaringan tegangan menengah (JTM) dengan sistem SCADA.3 Sistem distribusi yang dikendalikan memiliki unjuk kerja cakupan wilayah padam sekecil mungkin dengan kecepatan pemulihan dalam waktu yang singkat sesuai SOP pengendalian JTM. 2. Mengendalikan operasi JTM dengan sistem SCADA.2 Perintah yang diberikan kepada sistem SCADA sebelum dieksekusi diperiksa agar dalam pelaksanaannya tidak bertentangan dengan keamanan sistem jaringan.STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : : : DIS. 154 1/3 . KRITERIA UNJUK KERJA 1. 2.

Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai SOP.2 4. Mengoperasikan peralatan peripheral sistem SCADA di pusat control. Arus bolak balik fase tiga. 2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan sistem SCADA untuk pengendalian jaringan tegangan menengah (JTM).2 I.2 Teori Listrik Dasar Arus bolak balik fase satu. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Induktasi. Laporan kronologis pengendalian operasi (JTM) dibuat sesuai format dan prosedur perusahaan. 4. Berita Acara serah terima pengendalian jaringan dibuat dan ditandatangani sesuai SOP. Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 1. 3. 3. Menanggulangi kelainan operasi.3 1. Penggunaan alat ukur listrik. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. Melaksanakan tugas pengendalian operasi JTM.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik Macam alat ukur listrik.2. PERSYARATAN / KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Alternatif penanggulangan masalah diinstruksikan kepada yang bertanggung jawab untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Hukum Kirchhoff I. 2/3 155 .5 Pemberian perintah dan penerimaan informasi dicatat secara kronologis sesuai standar operasi dan Standing Operation Procedure (SOP). 2. 5.1 3.4 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Standing Operation Procedure (SOP) pengendalian operasi jaringan tegangan menengah dengan system SCADA.1 4. ACUAN PENILAIAN 1. Kapasitansi dan Impedansi. Membuat laporan pengoperasian. 2. Rangkaian Resistansi. Instruksi Manual dari operasi peralatan peripheral pusat kontrol sistem SCADA.1 1. II. 3.2 1. 4. Menginterpretasikan gambar JTM. 6. Pengetahuan yang dibutuhkan 2. Hukum Ohm.

No A B C D E F G Kompetensi kunci Mengumpulkan.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA) berpengalaman atau D3 Teknik Distribusi. Mengatasi gangguan sistem komputer SCADA. isolator.2 Orientasi lapangan pada operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah.3 Teknik tenaga listrik Transformator fase satu Transformator fase tiga Power quality.4 Peralatan jaringan distribusi Gambar satu garis jaringan 20 KV. gardu induk.7 Gangguan pada sistem komputer SCADA. Memiliki pengetahuan kerja tentang 4.6 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Peraturan K3 Prosedur K3 pada pengendalian operasi jaringan tegangan menengah dengan sistem SCADA. Petunjuk pengoperasian komputer di pusat kontrol. Jenis dan penyebab gangguan pada komputer. SOP komunikasi operasi jaringan tegangan menengah Formulir yang digunakan. 4. 3. SOP operasi jaringan tegangan menengah. sistem catu daya DC dan AC.2. Persyaratan dasar 3. 4.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.5 Instruction manual dan SOP Instalasi sistem komputer SCADA dan peralatan peripheralnya. Saluran udara tegangan menengah. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan Teknologi Level 3 2 2 2 2 3 3 156 3/3 . gelombang sinus. Kompetensi Kunci. kedip 2. SOP komputer sistem SCADA dan peripheralnya. 3. Kubikel 20 KV dan terminasi Saluran kabel tegangan menengah. 5. harmonik. 2. 2. arrester. Gambar satu garis jaringan 20 kV.1 Dasar operasi jaringan tegangan menengah. Peralatan di gardu distribusi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful