PSIKOPATOLOGI Kesadaran (consciousness

)
Kesadaran, atau yang lazim dikenal dengan sensorium, adalah suatu keadaan fungsional dari individu untuk mengadakan relasi dan limitasi terhadap dunia sekitarnya, yang terdiri dari manusia, benda atau faham, seperti yang tertangkap oleh panca indera. Sensorium yang baik adalah jika ia dapat mengenal, mengerti dan mengetahui keadaan tentang dirinya atau keadaan sekitarnya. A. Gangguan Kesadaran 1. Disorientasi 2. Kesadaran berkabut 3. Stupor 4. Delirium 5. Koma 6. Koma Vigil : Gangguan orientasi tempat, waktu, atau orang. : Kejernihan ingatan yang tidak lengkap dalam kaitannya dengan gangguan persepsi dan sikap. : Hilangnya reaksi dan ketidaksadaran terhadap lingkungan sekeliling. : Kebingungan, gelisah, konfusi, reaksi disorientasi yang disertai dengan rasa takut dan halusinasi. : Derajat ketidaksadaran yang berat. : Koma dimana pasien tampak tertidur tetapi segera dapat dibangunkan (juga dikenal sebagai mutisme akinetik). : Gangguan kesadaran dengan halusinasi.

7. Keadaan Temaram (twilight state) 8. Keadaan Seperti Mimpi : Seringkali digunakan secara sinonim untuk kejang (dreamlikestate) parsial kompleks atau epilepsi psikomotor. 9. Somnolence : Mengantuk yang abnormal. 10. Confusion (kebingungan) : Gangguan kesadaran yang ditandai dengan tidak sesuainya reaksi terhadap stimulus lingkungan; dimanifestasikan dengan adanya gangguan orientasi yang berkaitan dengan waktu, tempat, dan orang. 11. Drowsiness (Mengantuk) : Suatu keadaan gangguan kesadaran yang berkaitan dengan suatu keinginan atau kecenderungan untuk tidur. 12. Sundowning : Sindroma pada kaum lanjut usia yang biasanya terjadi pada pada malam hari yang ditandai dengan adanya gejala drowsiness, confusion, ataxia, dan terjatuh sebagai akibat pemberian medikasi yang mencetuskan rasa kantuk yang berlebihan, juga dikenal sebagai Sundowner’s Syndrome. B. Gangguan Atensi (Perhatian) Atensi adalah jumlah usaha yang dilakukan untuk memusatkan pada bagian tertentu dari pengalaman; kemampuan untuk mempertahankan perhatian pada satu aktivitas;kemampuan untuk berkonsentrasi. 1. Distraktibilitas : Ketidakmampuan untuk memusatkan atensi; penarikan atensi kepada stimuli eksternal yang tidak penting atau tidak relevan. : Hambatan hanya terbatas pada hal-hal yang menimbulkankecemasan.
50

2. Inatensi Selektif

Anhedonia : Hilangnya minat dan menarik diri terhadap semua aktivitas rutin dan aktivitas yang menyenangkan. atau optimis. dan perilaku yang berhubungan mood dan afek. Afek yang sesuai : Kondisi dimana irama emosional adalah harmonis dengan (appropriate affect) gagasan. Hipervigilensi 4. peningkatan kepuasan diri. Afek 1. 2. 1. Aleksitimia : Ketidakmampuan atau kesulitan dalam menggambarkan atau menyadari emosi atau mood seseorang. gangguan disosiatif. B. C. Mood yang iritabel : Mood yang dengan mudah diganggu atau dibuat marah. 8. Kegembiraan yang luar biasa (ecstasy) : Perasaan kegairahan yang kuat. Elasi : Perasaan senang. dan pengalaman religius yang luar biasa. Hipnosis : Modifikasi kesadaran yang diinduksi secara buatan yang ditandai dengan peningkatan sugestibilitas. 14. Mood Eutimik : Mood dalam rentang normal. Folie a deux (folie a trois) : Gangguan emosional yang berhubungan antara dua atau tiga orang. atau pembicaraan yang menyertai. biasanya sekunder dari keadaan delusional atau paranoid.3. 11. Depresi : Perasaan kesedihan yang patologis. 1. menyatakan tidak adanya mood yang depresi atau melambung. biasanya terlihat pada hipnosis. 12. Gangguan Sugestibilitas Kepatuhan dan respon yang tidak kritis terhadap gagasan atau pengaruh. digambarkan lebih lanjut sebagai afek yang luas atau 51 . 7. seringkali dengan penilaian yang berlebihan terhadap kepentingan atau makna seseorang. pikiran. somatik. 2. 6. 4. Mood yang Labil : Pergeseran / perubahan yang cepat dan tiba-tiba antara euforia dan depresi atau kecemasan. 5. Mood Suatu emosi yang meresap dan dipertahankan. 9. kemenangan. euforia. Emosi Suatu kompleks keadaan perasaan dengan komponen psikis. Ide bunuh diri : Pikiran-pikiran atau tindakan untuk mengakhiri hidupnya. A. 10. seringkali disertai dengan depresi. suatu ood yang lebih ceria dari biasanya. 3. Trance : Atensi dan pemusatan yang berlebihan pada semua stimuli internaldan eksternal. Euforia : Elasi yang kuat dengan perasaan kebesaran. yang dialami secara subyektif dan dilaporkan oleh pasien dan terlihat oleh orang lain . Mood Disforik : Mood yang tidak menyenangkan. : Atensi yang terpusat dan kesadaran yang berubah. Mood yang meninggi (elevated mood) : Suasana kepercayaan diri dan kesenangan yang tinggi. 13. Dukacita atau Berkabung : Kesedihan yang sesuai dengan kehilangan yang nyata. Mood yang meluap-luap (expansive mood) : Ekspresi perasaan seseorang tanpa pembatasan.

3. Rasa Malu : Kegagalan membangun pengharapan diri. atau godaan untuk melakukan suatu tindakan / aksi. Ambivalensi : Terdapatnya secara bersama-sama dua impuls yg berlawanan terhadap hal yg sama. suara yg monoton. 3. Free floating anxiety : Rasa takut yg meresap dan tdk terpusatkan. 2. atau pembicaraan yang menyertainya. Melancholia : Suatu keadaan depresi berat . Afek yang tdk sesuai : Ketidakharmonisan antara irama perasaan emosional (inappropriate affect) dengan gagasan. pikiran. 6. Afek yg labil (labile) : Perubahan irama perasaan yg cepat dan tiba-tiba. Gangguan Psikologi Yang Berhubungan Dengan Mood 52 . 7. Emosi Yang Lain 1. C. Rasa bersalah : Emosi sekunder karena melakukan sesuatu yg dianggap salah. yang mungkin berasal dari dalam atau luar. pada satu orang yg sama.2. Tension : Peningkatan aktivitas motorik dan psikologis yg tdk menyenangkan. 11. yg tdk berhubungan dgn suatu gagasan. Abreaksional : Pelepasan atau pelimpahan emosional setelah mengingat pengalaman yg menakutkan. wajah yg tidak bergerak. Apati : Irama emosi yg tumpul yg disertai dgn pelepasan (detachment) atau ketidakacuhan. dan kuat yg disertai dgn perasaan ketakutan yg melanda dan pelepasan gejala dari sistem saraf otonom. Afek yg tebatas : Penurunan intensitas irama perasaan yang kurang (restricted or constricted affect) parah daripada afek yang tumpul tetapi jelas menurun. dorongan . baik secara deskriptif dan juga dalam rujukan pada suatu “diagnostic entyty’ yg jelas. 13. episodik. 6. 10. Afek yg datar (flat) : Tidak adanya atau hampir tidak adanya tanda ekspresi afek. 8. 5. Ketakutan : Kecemasan yg disebabkan oleh bahaya yg dikenali secara sadar dan realistik. dipakai dalam istilah involutional melancholia. Afek yg tumpul : Gangguan pada afek yang dimanifestasikan oleh (blunted affect) penurunan yang berat pada intensitas irama perasaan yang diungkapkan keluar. D. 4. dimana rentang emosional yang lengkap diekspresikan secara sesuai. 4. dan pada waktu yg sama. Agitasi : Kecemasan berat yg disertai dgn kegelisahan motorik. 9. 5. Kecemasan : Perasaan ketakutan yang disebabkan oleh dugaan bahaya. Kontrol impuls : Kemampuan untuk menahan / menentang impuls. penuh. yang tidak berhubungan dgn stimuli eksternal. 12. Panik : Serangan kecemasan yg akut.

Stupor katatonik : Penurunan aktivitas motorik yg nyata. atau iritabel / sifat lekas marah menyertai suatu periode aktivitas mental atau fisik. menentang usaha untuk digerakkan. 1. paling sering berhubungan dengan depresi ( juga disebut tanda vegetatif ).Merupakan tanda disfungsi somatik (biasanya otonomik) pada seseorang. a. Anoreksia : Hilangnya atau menurunnya nafsu makan. Katatonia : Kelainan motorik dalam gangguan non-organik. 1. seperti distensi abdomen. dorongan. Hipersomnia : Tidur yang berlebihan 5. Penurunan libido : Penurunan minat. dijumpai pada bulimia nervosa dan depresi atipikal. 9. 53 . seringkali sampai titik imobilitas dan tampaknya tdk menyadari sekeliling. Katalepsi : Istilah umum untuk suatu posisi yg tidak bergerak yg dipertahankan terus menerus. seperti cat dan tanah liat. mengantuk. Konstipasi : Ketidakmampuan atau kesulitan defekasi. Bulimia : Rasa lapar yang tidak kenyang-kenyangnya dan makan secara rakus . c.motivasi. seperti yg diekspresikan oleh perilaku atau aktivitas motorik seseorang. Pica : Ketagihan untuk memakan bahan-bahan yg tdk termasuk bahan makanan. c. dan daya seksual (peningkatan libido sering berkaitan dengan keadaan manik). 7. dan idaman. 2. Variasi diurnal : Mood yg secara teratur terburuk pada pagi hari. a. 3. b. dan tdk (excitement) dipengaruhi oleh stimuli eksternal. Insomnia : Hilangnya atau menurunnya kemampuan untuk tidur . Terminal : Terbangun dini hari. pigmentasi. segera setelah terbangun. 2. 6. dorongan. dan membaik dengan semakin siangnya hari. b. Rigiditas katatonik : Penerimaan postur yg kaku yg disadari. Hiperfagia : Meningkatnya nafsu makan dan asupan makanan. 8. d. Pertengahan : Kesulitan tidur sepanjang malam tanpa terbangun dan kesulitan kembali tidur. harapan. tdk bertujuan. pembesaran payudara. Awal : Kesulitan jatuh tidur. Fatigue : Suatu perasaan mencapekkan / menjemukan. 10. instink. Furor katatonik : Aktivitas motorik yg teragitasi. penghentian haid. 4. PERILAKU MOTORIK ( MOTOR BEHAVIOR / CONATION ) Perilaku motorik adalah aspek mental yg meliputi impuls. Pseudocyesis : Suatu kondisi yg jarang dimana seorang pasien memiliki tanda dan gejala hamil. 11. dan morning sickness. Ekopraksia : Peniruan pergerakan yang patologis seseorang pada orang lain.

Tik : Pergerakan motorik yg spasmodik dan tidak disadari.  Dipsomania : Kompulsi untuk minum alkohol. Stereotipik : Pola tindakan fisik. Mutisme : Tidak bersuara tanpa kelainan struktural. Akinesia : Berkurangnya pergerakan fisik. f. Automatism : Tindakan-tindakan yg otomatis . d. Agitasi Psikomotor : Overaktivitas motorik dan kognitif yg berlebihan. atau bicara yg terfiksasi dan berulang. 4. biasanya tdk produktif dan sebagai respon dari ketegangan dari dalam (inner tension). h. e. i. Katapleksi : Hilangnya tonus otot dan kelemahan secara sementara yg dicetuskan oleh berbagai keadaan emosional. 6. Mannerisme : Pergerakkan tidak disadari yg mendarah daging dan kebiasaan. secara tipikal. Tidur berjalan/Somnambulisme (sleepwalking): Aktivitas motorik saat tidur. tremor akan berkurang selama 54 .e. jika pemeriksa menggerakkan anggota tubuh pasien. f. 5.  Kleptomania: Kompulsi untuk mencuri. yang biasanya lebih cepat satu hentakan per detik. yang dapat menyebabkan kegelisahan. Overaktivitas : a. Cerea Flexibilities : Seseorang dpt diatur dalam suatu posisi yg kemudian (Fleksibilitas lilin) dipertahankannya.  Trikotilomania : Kompulsi utk mencabut rambutnya. 7. 9. seringkali berkaitan dgn patologi otak yg mendasarinya. Ataksia : Kegagalan koordinasi otot. Posturing katatonik : Penerimaan postur yg tidak sesuai atau aneh yg disadari. duduk dan berdiri berulang-ulang . b. 10. biasanya dipertahankan dalam waktu yg lama. 3.  Nimfomania : Kebutuhan untuk koitus yg kuat dan kompulsif pada seorang wanita. Hiperaktivitas (hiperkinesis) : Kegelisahan. c.  Satiriasis : Kebutuhan untuk koitus yg kuat dan kompulsif pada seorang laki-laki. biasanya mewakili suatu aktivitas simbolik yg tidak disadari. anggota tubuh terasa seakan-akan terbuat dari lilin.melangkah bolak-balik. Negativisme : Tahanan tanpa motivasi terhadap semua usaha untuk digerakkan atau tahanan tanpa motivasi terhadap semua instruksi. Tremor : Perubahan irama pada pergerakan.  Ritual : Aktivitas natural yg dilakukan secara otomatis dan kompulsif dalam usahanya utk mengurangi sumber kecemasan. sebagaimana dapat ditemukan pada skizofrenia katatonia yang mengalami imobilitas ekstrim. Kompulsi : Impuls yang tidak terkontrol untuk melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. aktivitas destruktif. 8. dapat juga terjadi sebagai suatu efek samping ekstrapiramidal akibat pemberian obat anti psikotik. agresif. iregularitas gerakan otot. g. Akathisia : Perasaan subyektif tentang ketegangan motorik sekunder dari medikasi anti psikotik atau medikasi lain. g. Command automatism : Mengikuti sugesti atau disebut juga kepatuhan otomatik. Polifagia : Makan berlebihan yang patologis.

disertai dengan ketidakacuhan tentang akibat tindakan yg biasanya berkaitan dengan defisit neurologis. seperti konvulsi. Konvulsi Klonik : Konvulsi dimana otot berkontraksi dan relaksasi secara berubah-ubah. atau permusuhan. pembicaraan. Anergia : Berkurangnya energi. yang secara terus menerus memutar kepalanya menurut arah kemana kepala tersebut ditolehkan. Dyskinesia : Kesulitan untuk melaukan suatu gerakan volunter. Twirling : Suatu tanda yang dapat ditemukan pada anak autisme. Complex partial seizure : Onset kejang yang terlokalisasi pada epilepsi dengan perubahan kesadaran. Abulia : Penurunan impuls untuk bertindak dan berpikir. a. Mimikri : Aktivitas motorik tiruan dan sederhana pada anak-anak. b. dpt dijumpai pada gangguan ekstra piramidal. 19. sekalipun gerakan kaki yang normal dapat dilaukan dalam keadaan duduk atau posisi berbaring. dan pergerakkan yg dapat terlihat. Agresi : Tindakan yg kuat dan diarahkan bertujuan yg mungkin verbal atau fisik. perlambatan pikiran. Bradykinesia : Perlambatan aktivitas motorik disertai dengan suatu penurunan gerakan spontan yang normal. atau feses. hilangnya kesadaran. 12. yg tidak dapat digerakkan / dipindahkan. Generalized tonic-clonic seizure : onset pergerakkan tonik-klonik yg menyeluruh dari anggota tubuh. Simple partial seizure : Onset kejang yang terlokalisasi pada epilepsi tanpa perubahan kesadaran. 24. Astasia abasia : Ketidakmampuan untuk berdiri atau berjalan dalam suatu gaya yang normal. b. bagian motorik dari afek kekasaran. seperti pada retardasi psikomotor. 23. Hipoaktivitas (Hipokinesis) : Penurunan aktivitas motorik dan kognitif. 15. Chorea : Suatu pergerakan yang cepat. dan gangguan pada psikis atau sensoris. 55 . 17. Coprophagia : Memakan kotoran / sampah. tersentak-sentak dan tidak bertujuan yang terjadi secara serampangan dan dengan sendirinya / tanpa sengaja (involuntary).periode relaksasi dan tidur. 14. dan akan meningkat selama periode kemarahan dan peningkatan ketegangan. gigitan lidah. 21. juga dikenal sebagai kejang Grand mal dan kejang psikomotor. 13. dan inkontinensia yg diikuti oleh pemulihan kesadaran dan kognisi yg lambat dan bertahap. 22. kemarahan. yang terjadi secara involunter. 25. dapat dijumpai pada epilepsi dan akibat induksi suatu zat. 18. 20. Acting out (memerankan) : Ekspresi langsung dari suatu harapan atau impuls yg tidak disadari dihidupkan secara impulsif dalam perilaku. a. Muscle rigidity : Keadaan dimana otot bertahan atau menetap. 16. Konvulsi Tonik : Konvulsi dimana kontraksi otot dipertahankan. 11. c. Konvulsi : Suatu kontraksi otot yang hebat atau spasme. Seizure : Suatu serangan atau onset yang tiba-tiba dari gejala-gejala yang tertentu.

gangguan tes realitas. kata-kata. atau tindakan mempunyai kekuatan(sebagai contohnya pikiran .parapraksis (tergelincir dari logis yang termotivasi secara tidak di sadari juga disebut pelesetan menurut Freud[freudian slip] dianggap sebagai bagian dari berpikir yang normal. Berpikir magis: suatu bentuk pikiran dereistik. Gangguan umum dalam bentuk atau proses berpikir: 1.dan orang tersebut di definisikan sebagai psikotik. berpikir menyerupai cara berpikir pada fase praoperasional pada masa anak-anak(menurut Jean Piget) . Dystonia : Kontraksi dari batang tubuh atau anggota tubuh yang lambat dan dipertahankan. tidak hanya suatu respons yang diperkirakan dari peristiwa tertentu atau terbatas pada hubungan antara seseorang dan masyarakat. Dereisme: aktivitas mental yang tidak sesuai dengan logika atau pengalaman 7. Gangguan pikiran normal:gangguan dalam bentuk pikiran dan isi pikiran. 10.perilaku jelas-jelas tidak melanggar norma-norma sosial. istilah agak sama dengan dereisme 8. Tes relitas: pemeriksaan dan pertimbangan obyektif tentang dunia di luar diri. Psikosis: ke tidak mampuan untuk membedakan kenyataan dari fantasi. tidak logis. Gangguan mental:sindroma perilaku atau psikologis yang bermakna secara klinis.dan konstruksi yang tidak logis.dan asosiasi yang bertujuan di mulai dengan suatu masalah atau suatu tugas dan mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan. 9. hal ini adalah patologis jika nyata dan tidak disebabkan oleh nilai kultural atau defisit neurologis 6.neologisme. Berpikir tidak logis: berpikir yang mengandung kesimpulan yang salah atau kontradiksi secara internal. Gangguan spesifik pada bentuk pikiran: 56 . 2.berkaitan dengan penderitaan (Distress) atau hendaya (disability). dimana pikiran. Berpikir autistik: preokupasi dengan dunia dalam dan pribadi.relatif bertahan lama atau rekuren tanpa pengobatan). 4. kata-kata atau tindakan dapat menyebabkan atau mencegah suatu peristiwa). 5. BERPIKIR (THINKING) Berpikir (Thinking) adalah aliran dari suatu gagasan. derajat pemahaman atau kesadaran yang tinggi yang biasanya dapat membawasuatu perubahan positif pada kepribadian dan perilaku B. Tilikan emosional.berpikir di tandai dengan kelonggaran asosiasi. ketika mal. Proses berpikir primer: istilah umum untuk berpikir dereistik.26. abnormal pada psikosis. dengan mencipakan suatu realitas baru(berlawanan dengan neurosis:gangguan mental dimana tes realitas adalah utuh. A. proses berpikir mengalami gangguan. 3. magis: normalnya ditemukan pada mimpi.simbol. Dapat dijumpai pada “medication-induced dystonia”.

pikiran yang biasanya tidak dapat dimengerti. Gagasan yang berlebihan: keyakinan palsu yang di pertahankan dan tidak beralasan. Kemiskinan isi pikiran: pikiran yang memberikan sedikit informasi karena tidak ada pengertian. Perseverasi: respon terhadap stimuli sebelumnya yang menetap setelah stimulus yang baru telah diberikan. yang menyebabkan disorganisasi 6. setelah suatu periode penghentian singkat. World salad: campuran kata dan frasa yang inkoheren 3. 7. Sirkumtansilitas: bicara tidak langsung yang lambat dalam mencapai tujuan tetapi akhirnya dari titik awal mencapai tujuan yang diharapkan. Ekolalia: pengulangan kata-kata atau frasa seseorang oleh seseorang lain secara psikopatologis. seringakali diartikan sama dengan asosiasi longgar 13. Glossolalia: ekspresi pesan-pesanyang dilakuakan oleh seseorang dengan kesukariaan yang gaduh melalui kata-kata yang tidak dapat dipahami C. untuk alasan keanehan psikologis 2. 16. Kondensasi: nggabungan beberapa konsep menjadi satu konsep 10. berjalan bersama pikiran atau kata-kata dengan hbngan yang tidak logis atatu tanpa tata bahasa. 8. Inkoherensi. tidak dapat mengingat apa yang telah dikatakan. Verbigerasi: pengulangan kata-kata atau frasa spesifik yang tidak mempunyai arti. pasientidak pernah berangkat dari titik awal menujutujuan yang diinginkan. 2. 5. Gangguan spesifik isi pikiran 1. jawaban yang tidak harmonis dengan pertanyaan yang ditanyakan. Penghambatan: terputusnya airan berpikir secara tiba-tibasebeluam suatu pikiran atau gagasan diselesaikan. 14.yang dipertahankan secara kurang kuat dibandikan degan suatu waham. Jawaban yang tidak relevan. 9. Asosiasi longgar: aliran pikiran dimana gagasan bergeser dari satu subyek ke subyek lain dalam cara yang sama sekali tidak berhubungan 12. Tangensialitas: ketidakmampuan untuk memppunyai asosiasi piriran yang bertujauan. Loncat gagasan: verbalisasi atau permainan kata-kata yang cepat dan terus menerus yag mengahasikan pergeseran terus menerus dari satu ide ke ide lain. 11. Neologisme: kata baru yag diciptakan oleh pasien seringkali dengan mengkombinasikan suku kata dari kata-kata lain.atau frasa yang tidak jelas.1. 57 . Keluar jalur (derailment): penympangan yang bertahap atau mendadak dalam urutan pikiran tanpa penghambatan.pengulangan kosong. ditandai dengan pemasukan perincian-perincian dan tanda-tanda kutip yang berlebihan 4. Asosiasi bunyi: asosisasi kata-kata yang mirip bunyinya tetapi berbeda artinya 15.

Waham yang tidak sejalan dengan mood:waham dengan isi yang tidak mempunyai hubungan dengan mood atau merupakan mood netral(sebagi contohnya. seorang pasien depresi percaya bahwa ia bertanggung jawab untuk penghancuran dunia).keyakinan bahwa otak pasien adalah berakar atau mecair).ditipu.dan sama sekali tidak masuk akal(sebagai contohnya.yang tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan.orang dari luar angkasa telah menanamkan suatu elektroda pada otak pasien). Waham yang sejalan dengan mood:waham dengan isi yang sesuai dengan mood(sebagai contohnya. d. a. j.sering ditemukan pada seorang pasien yang senag menuntut yang mempunyai kecenderungan patologis untuk mengambil tindakan hukum karena penganiayaan yan d bayangkan.bahwa peristiwa. Waham aneh(bizzare delusion).  Waham kebesaran:gambaran kepentingan. Waham paranoid:termasuk waham persekutorik dan waham referensi. h. Waham somatik:keyakinan yang palsu menyangkut fungsi tubuh pasien(sebagai contohnya.mustahil.3. Waham nihilistik:perasaan palsu bahwa dirinya. 58 .  Waham referensi:keyakinan palsu bahwa perilaku orang lain di tunjukan pada dirinya.dan kebesaran(dibedakan dari ide paranoid. Waham kemiskinan:keyakinan palsu bahwa pasien kehilangan atau akan terampas semua harta miliknya.  Waham kejar/persekutorik:keyakinan palsu bahwa pasien sedang diganggu. e. Waham tersisternatisasi:keyakinan palsu yang di gabungkan oleh suatu tema atau peristiwa tunggal(sebagai contohnya.umumnya dalam bentuk negatif.pikiran.atau orang lain mempunyai kepentingan tertentu dan tidak biasanya. Waham menyalahkan diri sendiri:keyakinan yang palsu tentang penyesalan yang dalam dan bersalah.atau identitas seseorang yang berlebihan. c. Waham pengadilan:perasaan palsu bahwa kemuan. Waham: keyakinan palsu.benda-benda. didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang kenyataan eksternal.dan dunia adalah tidak ada atau akan berakhir.kekuatan.atau perasaan pasien dikendalikan oleh tenaga dari luar.pasien depresi mempunyai waham kontrol pikiran atau siar pikiran). i.setelah ia menerima sepucuk surat peringatan).diturunkan dari idea referensi. f.pasien merasa yakin sedang dimata-matai oleh suatu agen rahasia yang dikirim oleh atsannya dimana ia bekerja.atau disiksa.percaya bahwa orang di televisi atau radio berbicara padanya atau membicarakannya). g.keyakinan palsu yang aneh. di mana kecurigaan lebih kecil dari bagian waham).kontrol.orang lain.dimana seseorang secara salah merasa bahwa ia sedang di bicarakan oleh orang lain(sebagai contohnya. b.tidak sejalan dengan intelegansia pasien dan latar belakang kultural.

8. Egomania:preokupasi pada diri sendiri yang patologis.dimana seseorang tampak percaya terhdap kenyataan fantasinya dan bertindak atas kenyataan.  Siar pikiran(thought broadcasting).berlebihan.  Penanaman pikiran(thought insertion):waham bahwa pikran di tanam dalam pikiran pasien oleh orang lain atau tenaga lain.atau makan di tempattempat umum. Kecenderungan atau preokupasi pikiran:pemusatan isi pikiran pada ide tertentu. a.menyebabkan kecemasan. Fobia spesifik:rasa takut yan jelas terhadap suatu obyek atau situasi yang jelas(sebagai contohnya.yang sebenarnya dilakukan untuk mencegah sesuatu yang bakal terjai di masa depan. 7.  Pengendalian pikiran(thought control):waham bahwa pikira pasien di kendalikan oleh orang lain atau tenaga kerja. m.rasa takut terhadap laba-laba tau ular).dan selalu terjadi terhadap suatu jenis stimulasi atau situasi tertentu. Waham ketidak setiaan(waham cemburu):keyakinan palsu yang di dapatkan dari kecemburuan patologis bahwa kekasih psien adalah tidak jujur. c. Kompulsi:kebutuhan yang patologis untuk melakukan suatu implus yang. l.periaku berulang terjadi sebagai respon terhadap suatu obsesi atau dilakukan menurut aturan tertentu.tampil di depan umum/khalayak ramai. Erotomania:keyakinan waham. 6. jika ditahan. Fobia :rasa takut patologis yang persisten. 11. disertai dengan irama efektif yang kuat seperti kecenderungan paranoid atau preokupasi tentang bunuh diri atau membunuh.berkaitan dengan sindroma Munchausen. 4. Koprolalia: pengungkapan secara kompulsif dari kata-kata yang cabul. 5. Hipokondria:keprihatinan yang berlebihan tentang kesehatan pasien yang didasarkan bukan pada patologi organik yang nyata. k.irasional.lebih sering pada wanita di bandingkan lakilaki.tanpa akhir yang jelas.berura-pura sakit yang berulang. Akrofobia: rasa takut terhadap tempat yang tinggi.seperti pikiran mereka sedang di siar ke udara.Bhwa seseorang sangat mencintai dirinya (dikenal sebagai Kompleks Clerambault Kandinsky ). b.berkaitan dengan kecemasan. 59 .menyebabkan keinginan yang memaksa untuk menghindari stimulus yang di takuti. Penarikan pikiran(thought withdrawal):waham bahwa pikiran pasien di hilangkan dari ingatannya orang lain atau tenaga lain. 9. 10. Obsesi:ketekunan yang patologis dari suatu pikiran atau perasaan yang tidak dapat ditentang yang tidak dapat dihilangkandari kesadaran oleh usaha logika. Monomania:preokupasi dengan suatu objek tunggal. Fobia sosial:rasa takut akan keramain umum seperti rasa takut berbicara di depan publik.waham bahwa pikiran pasien dapat di dengar oleh orang lain.tetapi pada interpretasi yang tidak realistik terhadap tanda atau sensasi fisik sebagai yang abnormal. Pseudologia phantastica: suatu jenis kebohongan.

perasaan yang diekspresikan melalui bahsa.pikiran. Klaustrofobia: rasa takut terhadap tempat yang tertutup.dapat mencerminkan berbagai keadaan patologis mulai dari psikosis. f.Agorafobia :rasa takut terhadap tempat yang terbuka.jawaban mungkin hanya satu suku kata (monosylallabic). k.atau frasa yang stereotipik. PEMBICARAAN (SPEECH) Pembicaraan (Speech) adalah gagasan. Disastria:kesuliatan dalam artikulasi.depresi sampai dengan ketulian. 3. j.dan logis. Diprosodi :hilangnya irama bicara yang normal (irama bicara disebut prosodi) 7.semakin bertambah tegang. Erytrofobia:rasa takut terhadap warna merah(merujuk terhadap rasa takut terhadap darah). 4. Gagap (stuttering):pengulangan atau perpanjangan suara atau suku kata yang sering. Xenofobia :rasa takut terhadap binatang. h.koheren. 12. Needle phobia: ketakutan yang menetap. Ailurofobia :rasa takut terhadap kucing.menyebabkan gangguan kefasihan bicara yang jelas.yang mengandung semburan yang cepat dan menyentak. Kemiskinan isi bicara:bicara yang adekuat dari jumlah tetapi memberikan sedikit informasi karena ketidak jelasan. Unio mystica:suatu perasaan yang meluap. Algofobia :rasa takut terhadap rasa nyeri. 13. Bicara yang keras atau lemah secara berlebihan: hilangnya modulasi volume bicara normal. g. Tekanan bicara:bicara cepat yaitu peningkatan jumlah dan kesulitan untuk memutuskan pembicaraan.pasien secara mistik bersatu dengan kekuatan yang tidak terbatas. . 5. A.bukan dalam penemuan kata atau tata bahasa. Kemiskinan bicara(poverty of speech):pembatasan jumalah bicara yang digunakan. kominikasi melalui pengunaan kata-kata dan bahasa.dan bersifat patologis saat mendapatkan kesulitan. Bicara banyak(logorrhea):bicara yang banyak sekali. 9. 6. Cluttering (Kekusutan/Kekacauan):bicara yang berpindah-pindah dan disritmik.kekosongan. 8. Bicara yang tidak spontan:respons verbal yang di berikan hanya jika ditanya atau dibicarakan secara langsung.tidak ada inisiatif bicara yang dimulai dari diri sendiri. 2.tidak dianggap suatu gangguan dalam isi pikiran jika sejalan dengan keyakinan pasien atau lingkungan kultural. Gangguan Bicara: 1. 60 d. Panfobia :rasa takut terhadap segala sesuatu. e. 10. i. Noesis :suatuwahyu dimana terjadi pencerahan yang besar sekali disertai dengan perasaan bahwa pasien telah dipilih untuk memimpin dan memerintah.

afasia tidak fasih. Copropregia :penggunaan bahasa secara vulgar atau cabul yang tidak di sadari. biasanya dianggap tidak patologis. Afasia nominal:kesulitan untuk menemuan nama yang tepat untuk suatu benda (juga dikenal sebagai afasia anominal dan afasia amnestik).bicara terhenti-henti. Afasia sensorik :kehilangan kemampuan organik untuk mengerti arti katakata. a. seperti musik. 3.susah payah. biasanya suara tetapi dapat juga bunyi bunyi lain. mungkin terdapat atau tidak terdapat interpretasi waham tentang pengalaman halusinasi. Afasia global: kombinasi afasia yang sangat tidak fasih dan afasia fasih yang berat. Halusinasi hipnopomik : persepsi palsu yang terjadi saat terbangun dari tidur. Alogania. Syantactical aphasia: ketidak mampuan untuk menyusun kata-kata dalam urutan yang tepat. Jargon aphasia:kata-kata yang dihasilkan seluruhnya neologistik. PERSEPSI (PERCEPTION) Persepsi (perception) adalah proses memindahkan stimulasi fisik menjadi informasi psikologis. Gangguan persepsi 1.bicara adalah lancar atau sepontan.dan afasia ekspresif). Gangguan Afasik:gangguan dalam pengeluaran bahasa.kata-kata yang bukan-bukan di ulangi dengan berbagai intonasi dan nada-nada suara. merupakan halusinasi yang paling sering pada gangguan psikiatrik. c. Afasia motorik:gangguan bicara yang di sebabkan oleh gangguan kognitif di mana pengertian adalah tetap ada tetapi kemampuan untu bicara adaah sangat terganggu.B. A.dan tidak akurat(juga dikenal sebagai afasia broca.tetapi membingungkan dan yang bukan-bukan (juga dikenal sebagai afasia Wernicke. Proses mental di mana stimulasi sensoris dibawa ke kesadaran.afasia fasih.dan afasia reseptif). 6. 4. 8. 5. Halusinasi dengar (auditorik) : persepsi bunyi yang palsu. Halusinasi : persepsi sensoris yang palsu yang tidak berkaitan dengan stimulasi eksternal yang nyata. 61 .dapat di temukan pada gangguan tourette’s dan beberapa kasus pada skizofernia. 7. biasanya dianggap sebagai fenomena yang tidak patologis. b.ketidak mampuan untuk berbicara karena adanya suatu defisit mental atau suatu episode dari dementia. 2. 1. Halusinasi hipnagogik : persepsi sensoris yang palsu yang terjadi saat akan tertidur.

d. h. kekuatan dan pengetahuan yang tinggi). 62 . halusinasi tidak melibatkan tema – tema seperti rasa bersalah . orang) dan citra yang tidak berbentuk (contoh. Halusinasi yang tidak sejalan dengan mood (mood incongruent hallucination) : halusinasi dimana isinya tidak konsisten dengan mood yang depresi atau manik (contohnya pada depresi . paling sering adalah halusinasi dengar yang berhubungan dengan penyalahgunaan alkohol kronis dan terjadi dalam sensorium yang jernih. paling sering pada gangguan organik. seperti sensasi dari suatu tungkai yang teramputasi (phantom limb). yaitu halusinasi yang terjadi dalam konteks sensorium yang berkabut. Halusinasi somatik : sensasi palsu tentang sesuatu hal yang terjadi didalam tubuh atau terhadap tubuh. Trailing phenomenorr : kelainan persepsi yang berhubungan dengan obat obat halusinogen dimana benda yang bergerak dilihat sebagai sederetan citra yang terpisah dan tidak kontinu. f. atau ketidakmampuan. Pada mania. Halusinasi visual : persepsi palsu tentang penglihatan yang berupa citra yang berbentuk ( contohnya. seorang pasien manik mendengar suara yang mengatakan bahwa pasien memiliki harga diri. Halusionis : halusinasi. yang disebabkan oleh kejang. o. Command hallucination : persepsi perintah yang palsu dimana sesorang dapat merasa patuh terhadap perintah atau tidak mampu untuk menolak / menentang. Suatu bunyi dialami sebagai dilihat. kilatan cahaya). paling sering pada gangguan organik. penghukuman yang layak diterima. g. Halusinasi kecap (gustatoris) : persepsi tentang rasa kecap yang palsu. seperti rasa kecap yang tidak menyenangkan. Halusinasi cium (olfaktoris) : persepsi membau yang palsu. Halusinasi yang sejalan dengan mood (mood congruent hallucination) : halusinasi dimana isi halusinasi adalah konsisten dengan mood yang depresi atau manik (contohnya. Berbeda dengan delirium tremens (DTs). sperti harga diri atau kekuasaan tinggi) l. paling sering pada gangguan organik. j. Sinestesia : sensasi atau halusinasi yang disebabkan oleh sensasi lain (contohnya suatu sensasi auditoris yang disertai atau dicetuskan oleh suatu sensasi visual. m. n. paling sering berasal dari organ visceral ( juga dikenal sebagai cenesthesic hallucination) i. atau suatu penglihatan dialami sebagai didengar). Halusinasi raba (taktil. sensasi adanya gerakan pada kulit atau dibawah kulit (formication). e. pasien yang mengalami depresi mendengar suara yang mengatakan bahwa pasien adalah orang yang jahat. k. haptik) : persepsi palsu tentang perabaan atau sensasi permukaan. halusinasi tidak mengandung tema tema. Halusinasi liliput : persepsi yang palsu dimana benda benda tampak lebih kecil dari ukurannya (yang dikenal juga sebagai mikropsia).

3. Suatu sensoris prodromal yang mendahului suatu sakit kepala / migrain yang klasik. aneh atau tidak mengenali diri sendiri. Apraksia : ketidakmampuan untuk melakukan tugas tertentu yang spesifik. rasa penuh pada lambung. 1. 3. Aura : sensasi peringatan seperti automatisms. Agnosia visual : ketidakmampuan untuk mengenali benda benda atau orang. Depersonalisasi : suatu perasaan subyektif merasa tidak nyata. 6. Anestesia histerikal : hilangnya modalitas sensoris yang disebabkan oleh konflik emosional. 9. 5. 63 . Adiadokokinesia : ketidakmampuan untuk melakukan pergerakan yang berubah dengan cepat. Makropsia : suatu keadaan dimana benda benda tampak lebih besar dari sesungguhnya. C. suatu perasaan tentang perubahan realitas. Ilusi : persepsi yang salah (misperception) atau interpretasi persepsi yang salah (misinterpretation terhadap suatu stimulus sensorik eksternal yang nyata. 7. 2. 1. Somatopagnosia (ketidaktahuan tentang tubuh) : ketidakmampuan untuk mengenali suatu bagian tubuh sebagai milik tubuhnya sendiri (juga disebut sebagai autotopagnosia). Gangguan yang berhubungan dengan fenomena konversi dan disosiatif : somatisasi material yang direpresi atau perkembangan gejala dan distorsi fisik yang melibatkan otot volunter atau organ sensorik tertentu. Simultagnosia : ketidakmampuan untuk mengerti lebih dari satu elemen pandangan visual pada suatu waktu atau untuk mengintegrasikan bagian bagian menjadi keseluruhan. 4. sensasi kognitif dan keadaan afektif yang biasanya dialami sebelum suatu serangan kejang. Mikropsia : suatu keadaan dimana benda benda adalah lebih kecil dari sesungguhnya (baik makropsia dan mikropsia dapat juga berhubungan dengan kondisi organik yang jelas. seperti kejang parsial kompleks). Gangguan yang berhbungan dengan gangguan kognitif : Agnosia adalah ketidakmampuan untuk mengenali dan menginterpretasikan kesan sensoris yang bermakna. Agnosognosia (ketidaktahuan tentang penyakit) : ketidakmampuan untuk mengenali suatu defek neurologis yang terjadi pada dirinya. kemerahan pada wajah dan perubahan dalam pernafasan . 4. Prospagnosia : ketidakmampuan mengenali wajah. D.2. bukan dibawah kontrol volunter dan tidak disebabkan suatu gangguan fisik. Astereognosis : ketidakmampuan untuk mengenali benda melalui sentuhan. 8. Derealisasi : suatu perasaan subyektif bahwa lingkungan adalah aneh atau tidak nyata . 2. 5.

Jamais vu : perasaan palsu tentang ketidakkenalan terhadap suatu situasi nyata yang sesungguhnya telah dialami oleh seseorang. Kepribadian ganda (multiple personality) : satu orang yang tampak pada waktu yang berbeda menjadi dua atau lebih kepribadian dan karakter yang sama sekali berbeda secara keseluruhan (disebut gangguan identitas disosiatif dalam “diagnosis and statistical manual of mental disorders edisi keempat DSM – IV) 8. Pemalsuan retrospektif : ingatan menjadi terdistorsi secara tidak diharapkan (tidak disadari) saat disaring melalui keadaan emosional. g. paling sering berhubungan dengan patologi organik. e. Retrograd (retrograde) : amnesia untuk peristiwa yang terjadi sebelum suatu titik waktu. 64 . seringkali individuyang bersangkutan pergi merantau atau berkelana ke suatu lingkungan yang baru. b. mungkin berasal dari organik atau emosional. dapat membawa pemisahan suatu ide dari nada emosional yang menyertainya. Deja vu : ilusi pengenalan visual dimana suatu situasi yang baru secara keliru dianggap sebagi suatu pengulangan ingatan sebelumnya. Fausse reconnaissance : pengenalan yang palsu. a. Konfabulasi : pengisian kekosongan ingatan secara tidak disadari oleh pengalaman yang dibayangkan atau tidak nyata yang dipercayai seseorang tetapi tidak mempunyai dasar kenyataan. Deja pense : ilusi bahwa suatu pikiran baru dikenali sebagai suatu pikiran yang sebelumnya telah dirasakan atau diekspresikan. Anterograd (anterograde) : amnesia untuk peristiwa yang terjadi setelah suatu titik waktu. kognitif dan pengalaman seorang individu saat ini.6. 7. DAYA INGAT (MEMORY) Daya ingat (memory) adalah fungsi dimana informasi disimpan diotak dan selanjutnya diingat kembali ke kesadaran. a. Deja entendur : ilusi pengenalan auditoris. d. sebagaimana yang terlihat pada gangguan dissosiatif dan konversi. Amnesia : ketidakmampuan untuk mengingat sebagian atau keseluruhan pengalaman masa lalu. b. Paramnesia : pemalsuan ingatan akibat distorsi pengingatan. A. 2. f. Fuga (fugue): mengambil suatu identitas baru dengan melupakan / amnesia terhadap identitas yang lama . Dissosiasi (dissociation) : suatu mekanisme defensi yang tidak disadari yang melibatkan pemisahan suatu kelompok mental atau proses perilaku dari aktivitas mental yang masih tersisa dari seorang individu. Gangguan daya ingat : 1. c.

Hipermnesia : peningkatan derajat penyimpanan dan pengingatan. B. 65 . Istilah yang lama adalah idiot (usia mental kurang dari 3 tahun). 4. Segera (immediate) : reproduksi atau pengingatan hal hal yang ditangkap dalam beberapa detik sampai menit. 5.atau sangat berat (I. mengingat. B. Screen memory : ingatan yang dapat ditoleransi secara sadar menutupi ingatan yang menyakitkan. Tingkat dayaingat : 1. 7. 35 atau 40 sampai 50 atau 55). 3. Agak lama (recent past) : pengingatan peristiwa terhadap hal hal yang telah lewat selama beberapa bulan. Memory yang salah (false memory) : rekoleksi dan kepercayaan dari seorang individu terhadap suatu peristiwa yang sesungguhnya tidak nyata terjadi. Represi : suatu mekanisme pertahanan yang ditandai oleh pelupaan secara tidak disadari terhadap gagasan atau impuls yang tidak dapat diterima. Blackout : amnesia terhadap perilaku yang telah mereka lakukan (dialami oleh peminum alkohol) selama suatu kurun waktu meminum alkohol. 20 atau 25 sampai 35 atau 40) . Eidetic image : ingatan visual terhadap hampir semua halusinasi yang gamblang. menggerakkan dan menyatukan secara konstruktif terhadap hal hal yang telah dipelajari sebelumnya dalam menghadapi suatu situasi yang baru.Q. 4. imbesil (usia mental 3 sampai 7 tahun) dan moron (usia mental kira kira 8 tahun).Q. Demensia : pemburukan fungsi intelektual organik dan global tanpa pengaburan kesadaran. INTELIGENSIA (INTELLIGENCE) Inteligensia (intelligence) adalah kemampuan untuk mengerti. Retardasi mental : kurangnya intelegensia sampai derajat dimana terdapat gangguan pada kinerja sosial dan pekerjaan : ringan (I.50 atau 55 sampai kira kira 70). 2. 3. sedang (I. A.Q. berat (I. 6. Keadaan ini biasanya mengindikasi telah terjadinya suatu kerusakan otak yang masih bersifat reversibel. Letologika : ketidakmampuan sementara untuk mengingat suatu nama atau suatu kata benda yang tepat. Baru saja (recent): pengingatan peristiwa terhadap hal hal yang telah lewat beberapa hari.h. Jangka lama (remote) : pengingatan peristiwa terhadap hal hal yang telah lama terjadi. dibawah 20 atau 25). 8.Q.

2. Tilikan yang terganggu : menghilangnya kemampuan untuk mengerti kenyataan obyektif dari suatu situasi. atau bahkan faktor organik. tidak disebabkan oleh gangguan ketajamam penglihatan. pada faktor eksternal. C. Paling sering disebabkan oleh depresi (sindroma demensia pada depresi). tilikan dapat dikategorikan sebagai berikut : A. berpikir multidimensional dengan kemampuan menggunakan kiasan dan hipotesis secara tepat. Sementara itu. 3. Hilangnya kemampuan untuk menuangkan struktur kata. Diskalkulia (akalkulia) : hilangnya kemampuan untuk melakukan suatu hitungan. Pseudodemensia : gambaran klinis yang menyerupai demensia yang tidak disebabkan oleh suatu kondisi organik. tilikan adalah derajat kesadaran dan pengertian pasien bahwa mereka sakit. suatu ringkasan tingkat tilikan adalah sebagai berikut : 66 . Secara garis besar. Aleksia : hilangnya kemampuan membaca yang sebelumnya dimiliki. Secara umum. Penggunaan kiasan yang terbatas tanpa pengertian nuansa arti.1. yang kemudian ditindaklanjuti dengan motivasi dan daya pendorong (impetus) secara emosional untuk mengatasi situasi tersebut. Mereka mungkin mengetahui bahwa mereka menderita penyakit tetapi menggambarkan sebagai suatu yang tidak diketahui atau misterius di dalam diri mereka. tidak disebabkan oleh kecemasan atau gangguan konsentrasi. TILIKAN (INSIGHT) Tilikan (insight) adalah kemampuan pasien untuk mengerti penyebab sebenarnya dan arti dari suatu situasi (seperti sekumpulan gejala). C. Tilikan intelektual : mengerti kenyataan obyektif tentang suatu keadaan tanpa kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam cara yang berguna untuk mengatasi situasi tersebut. D. pikiran satu dimensional. Disgrafia (agrafia) : hilangnya kemampuan untuk menulis dalam gaya yang kursif. Pasien mungkin menunjukkan penyangkalan penyakitnya sama sekali atau mungkin menunjukkan suatu kesadaran nahwa mereka sakit tetapi melemparkan kesalahan pada orang lain. Berpikir abstrak : kemampuan untuk mengerti nuansa arti. Tilikan sesungguhnya : mengerti kenyataan obyektif tentang suatu situasi. E. B. Berpikir konkret : cara berfikir yang sangat bersifat harafiah.

4. 5. Pertimbangan yang terganggu: menghilangnya kemampuan untuk mengerti suatu situasi secara benar. apa yang akan dilakukan pasien jika ia mencium bau asap di dalam ruang bioskop yang padat. Agak menyadari bahwa mereka adalah sakit dan membutuhkan bantuan tetapi dalam waktu yang bersamaan menyangkal penyakitnya. Penyangkalan penyakit sama sekali. 6.1. Pertimbangan otomatis (automatic judgement) : pelaksanaan suatu tindakan terhadap suatu pertimbangan secara refleks. 67 . Tilikan emosional sesungguhnya : kesadaran emosional tentang motif dan perasaan didalam diri pasien dan orang yang penting dalam kehidupannya yang dapat menyebabkan perubahan dasar perilaku. yang juga diikuti dengan menghilangnya kemampuan untuk bertindak secara tepat. Tilikan intelektual : menerima bahwa pasien sakit dan bahwa gejala atau kegagalan dalam penyesuaian sosial adalah disebabkan oleh perasaan irasional atau gangguan tertentu dalam diri pasien sendiri tanpa menerapkan pengetahuan tersebut untuk pengalaman dimasa depan. dan memilih berbagai pilihan di dalam suatu situasi. Sadar bahwa mereka adalah sakit tetapi melemparkan kesalahan pada orang lain. Apakah pasien mengerti kemungkinan akibat dari perilakunya dan apakah pasien dipengaruhi oleh pengertian tersebut? Dapatkah pasien memperkirakan apa yang akan dilakukannya dalam situasi khayalan. Pertimbangan kritis (critical judgement) : kemampuan untuk menilai. pada faktor eksternal atau pada faktor organik. Secara garis besar. melihat. seorang dokterharus mampu menilai banyak aspek kemampuan pasien dalam pertimbangan sosial. Sebagai contoh. 3. Sadar bahwa penyakitnya disebabkan oleh sesuatu yang tidak diketahui pada diri pasien. B. Selama perjalanan menggali riwayat penyakit. PERTIMBANGAN (JUDGEMENT) Pertimbangan (Judgement) kemampuan untuk menilai suatu kondisi secara benar dan untuk bertindak secara tepat didalam situasi tersebut. pertimbangan dapat dikategorikan sebagai berikut : A. 2. C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful