Sejarah teori gravitasi Aristoteles percaya kalau benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat dari

yang lebih ringan. Ini tentu anggapan yang masuk akal, bila anda memegang sebuah bulu di satu tangan dan batu di tangan lainnya dan menjatuhkannya secara serentak dari satu ketinggian, maka batu akan menimpa jari kaki anda lebih dulu. Ini tentu saja karena hambatan udara, namun bagi Aristoteles itu jelas kalau benda berat jatuh lebih cepat. Karya modern pada teori gravitasi dimulai dengan karya Galileo Galilei di akhir abad ke 16 dan awal abad ke17. dalam percobaan terkenalnya ia menjatuhkan bola-bola dari menara pisa, dan kemudian dengan pengukuran yang teliti pada bola yang turun pada sudut tertentu, galileo menunjukkan kalau gravitasi mempercepat semua benda pada tingkat yang sama. Ini adalah kemajuan besar dibanding keyakinan Aristoteles kalau benda berat jatuh lebih cepat. (Galileo dengan benar mengatakan kalau hambatan udara adalah alasan mengapa benda yang ringan jatuh lebih lambat dalam sebuah atmosfer). Newton mengembangkan teori gravitasinya saat ia baru berusia 23 tahun dan menerbitkan teori-teori dengan hukum geraknya beberapa tahun kemudian. Gaya gravitasi antara dua benda tergantung pada massa benda dan kebalikan kuadrat jarak antara benda. Benda yang lebih besar menghasilkan gaya yang lebih besar dan semakin jauh kedua benda, semakin lemah gaya tariknya. Newton mampu menunjukkan hubungan ini dalam satu persamaan. F = (g m1 m2) / (r^2). Percepatan gravitasi benda di luar bumi dapat ditunjukkan kalau percepatan karena gravitasi di luar bola dengan kepadatan sama adalah setara dengan seluruh massa benda bila ia terkonsentrasi pada pusatnya. Menggunakan ini kita dapat menunjukkan percepatan karena gravitasi (g') pada jari-jari (r) diluar bumi dalam bentuk jari-jari bumi (re) dan percepatan karena gravitasi di permukaan bumi (g) g' = (re2 / r2) g. Percepatan gravitasi di dalam bumi Misal r menyajikan jari-jari sebuah titik di dalam bumi. Rumus menemukan percepatan karena gravitasi pada titik ini adalah: g' = ( r / re )g dalam kedua rumus diatas, g' menjadi sama dengan g saat r = re. Newton juga memodifikasi hukum gerak planet Keppler ketiga dengan teori gravitasinya sehingga hukum ketiga menjadi (m1 + m2) P^2 = (d1 + d2)^3 = R^3. Hasil modifikasi ini ternyata lebih benar. Setelah penemuan kalkulus tak hingga di abad ke 17, perkembangan analisis memungkinkan merumuskan hukum gerak dan kesamaan dalam prinsip variasional, berpuncak pada tafsiran variasional persamaan medan Einstein dalam relativitas umum oleh David Hilbert. Selanjutnya Kip Thorne mempelajari mengenai big bang dan lubang hitam. Alam semesta memiliki benda dan fenomena yang terbentuk dari ruang dan waktu terlipat. Contohnya adalah lubang hitam dan singularitas big bang dari mana alam semesta lahir. Alat ideal untuk menjelajahi sisi terlipat alam semesta ini adalah radiasi yang muncul dari ruang waktu terlipat tersebut: “gelombang gravitasi”. Gelombang gravitasi adalah golakan dalam kelengkungan ruang waktu yang dipicu dengan laju cahaya menembus ruang kosong. Massa yang bergerak adalah sumber dari gelombang gravitasi. Penemuan gelombang gravitasi akan membenarkan salah satu prediksi paling dasar relativitas umum Einstein, sekaligus memberikan jendela baru pada alam semesta.

Mengukur Percepatan Gravitasi Tujuan Menghitung percepatan gravitasi di suatu tempat

8 m dan 2. Pengolahan data 1. Hitung kuadrat waktu jatuh t² untuk setiap ketinggian y. bola tenis atau yang sejenisnya asalkan cukup massif agar gesekan dengan udara bisa diabaikan) Pita ukur Stopwatch Langkah percobaan 1. 3. 1. 2. 1. Dengan pita ukur.6 m.8 m dan 2. Tentukan gradien m dari grafik garis lurus terbaik yang diperoleh.4 m.0 m. sehingga m = 1/2 g atau g = 2m. Ulangi langkah (2) untuk ketinggian 1. ukurlah ketinggian tempat yang berada pada jarak 1. 1. Catat hasilnya dalam sebuah tabel. dengan menggunakan persamaan y = 1/2 gt². Untuk itu. y menggunakan OpenOffice.0 m dan ukur waktu yang dibutuhkan bola mulai dari dilepaskan hingga menumbuk lantai dengan menggunakan stopwatch. 1. Buat grafik garis lurus (linier) ketinggian y terhadap kuadrat waktu jatuh t² dari data hasil percobaan tadi.4 m. tunggu di tulisan berikutnya.org Calc. 2.org Calc. :) . 1. 3. 4. Tentukan besar percepatan gravitasi g dari gradien yang diperoleh.2 m. 1.. 1. Tentunya tidak semua orang sreg dengan modifikasi seperti di atas dan ingin tetap menggunakan cara pertama namun kesulitan untuk mempermudah cara mencari gradien tanpa perlu menggunakan grafik. Grafik bisa dibuat secara manual dengan menggunakan kertas grafik atau menggunakan software semisal OpenOffice. Lepaskan bola dari ketinggian 1.0 m..2 m. bola plastik padat.Alat dan bahan    Kelereng (bisa diganti dengan bola besi.0 m dari atas lantai lalu ditandai.6 m. Atau sebagian ingin mengetahui cara mencari gradien dari sebaran data x.

Karyanya ini menjelaskan tentang hukum gravitasi dan tiga asas (hukum) pergerakan. Kedua teori ini adalah penjelasan yang paling umum dan paling banyak digunakan untuk menjelaskan gravitasi. yang menarik sebuah benda ke sebuah benda lainnya. Teorinya ini adalah bagian dari Teori Relativitas umumnya yang sangat terkenal itu dan menawarkan penjelasan yang sangat berbeda dari Hukum Gravitasi Universal Newton. Isaac Newton mendefinisikan gravitasi sebagai suatu gaya. Gravitasi juga membantu dalam membentuk alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa setiap partikel dari sebuah materi akan menarik setiap partikel lainnya dengan gaya yang berbanding lurus dengan jumlah massa mereka dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara mereka. kemudian sebuah apel jatuh di kepalanya. Ket: G = gravitasi (6. Newton dapat menjelaskan dan membuktikan bahwa planet beredar mengelilingi matahari dalam orbit yang berbentuk oval dan tidak bulat penuh. Dengan tiga prinsip dasar dari hukum pergerakan. Teori Gravitasi Newton Pada tahun 1600-an. sebuah objek akan selalu berjalan di garis lurus. Teori . semakin jauh partikel-partikel tersebut terpisah. astronomi. Einstein sama sekali tidak percaya bahwa gravitasi adalah sebuah gaya. Gravitasi menyebabkan dua benda yang terdapat di alam semesta akan ditarik ke salah satu benda tersebut. seorang fisikawan Inggris bernama Isaac Newton sedang duduk di bawah pohon apel. Isaac Newton menyadari bahwa matematika adalah cara untuk menjelaskan hukum-hukum alam seperti gravitasi. Rumus standar untuk hukum gravitasi adalah: Gaya gravitasi = (G x m1 x m2) / (d²). dan/atau semakin kecil massa dari partikel-partikel tersebut. matematika. Gravitasi adalah kekuatan yang membuat suatu benda selalu bergerak jatuh ke bawah. Newton kemudian mempublikasikan Teori Gravitasi Universal pada 1680-an. dikatakan sebagai buku yang paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Jadi. yang mengubah pandangan orang terhadap hukum fisika alam selama tiga abad kedepan dan menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern. dan ia pun mulai bertanya-tanya mengapa apel tersebut tertarik jatuh ke tanah. Pada dasarnya gagasan yang ditetapkankannya adalah bahwa gravitasi adalah sebuah gaya yang dapat diprediksi yang bekerja pada semua materi yang terdapat di alam semesta. kimia dan ahli filsafat yang lahir di Inggris. tanpa gaya eksternal. dan merupakan fungsi dari massa dan jarak. Kemudian Newton menggunakan tiga prinsip dasar pergerakan yang sekarang di kenal sebagai Hukum Newton untuk menjelaskan bagaimana benda bergerak. membuat bulan tetap berada di orbitnya mengitari Bumi. atau dikenal sebagai "dimensi keempat". Buku yang ditulis dan dipublikasikan pada tahun 1687. Tetapi faktanya adalah mereka akhirnya bertemu juga. ia mengatakan bahwa gravitasi adalah distorsi dalam bentuk ruang dan waktu.Nama : Claudita Rahmanda Kelas : XI IPA I Gravitasi Sir Isaac Newton adalah ahli fisika. begitu pula sebaliknya. Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica. Hukum fisika dasar menyatakan bahwa jika tidak ada gaya eksternal yang bekerja. Dengan demikian. Sedangkan Albert Einstein mengatakan gravitasi adalah hasil dari kelengkungan ruang dan waktu. dua benda yang berjalan secara paralel akan selalu tetap paralel dan tidak akan pernah bertemu.67 x 10E-8 dyne x cm²/gram) m1 dan m2 = massa dari dua benda d = jarak antara pusat gravitasi dari dua massa Teori Gravitasi Albert Einstein memberikan kontribusi teori gravitasi alternatif pada awal 1900-an. membuat beberapa rumus untuk menghitung 'pergerakan benda' dan 'gravitasi bumi'. maka gaya gravitasi akan semakin kecil. Partikel-partikel yang memulai berjalan pada jalur yang paralel kadang-kadang akan berakhir dengan bertabrakan.

Pengukuran ini dapat dilakukan dipermukaan bumi. dikapal maupun diudara. gaya gravitasi akan menarik bendabenda satu sama lain atau ke sebuah objek tunggal ketiga. Menurut Einstein. Dalam proses ini dibagi menjadi beberapa tahap yang harus dilakukan . Temuan Terbaru Beberapa teori terbaru barubaru ini mengungkapkan fenomena gravitasi dalam hal partikel dan gelombang. Dalam metode ini penelitian dapat digolongkan menjadi 3 tahap. tapi dalam teorinya. dan Interpretasi. yang seharusnya dihasilkan ketika suatu objek dipercepat oleh gaya eksternal. Antara lain adalah Akuisisi Data. tahap ini umum digunakan juga pada metode geofisika yang lainnya. Dalam metode ini yang dipelajari adalah variasi medan gravitasi akibat variasi rapat massa batuan dibawah permukaan. namun karena distorsi pada ruang dan waktu. Pengetahuan tentang struktur bawah permukaan ini penting untuk perencanaan langkah-langkah eksplorasi baik itu minyak maupun mineral lainnya. gravitasi bukanlah sebuah gaya melainkan sebuah kurva dalam ruang-waktu. Dengan demikian struktur bawah permukaan dapat diketahui. Graviton tidak memiliki gelombang gravitasi. benda-benda tersebut masih bergerak di sepanjang garis lurus. sehingga dalam pelaksanaanya yang diselidiki adalah perbedaan medan gravitasi dari satu titik observasi terhadap titik observasi lainnya. Dalam hal ini kita akan coba bahas beberapa point dalam proses akuisisi data. Dan dua jalur lurus tersebut akan berakhir di satu titik. Beberapa diantara alat itu adalah . Disamping itu metode ini juga banyak dipakai dalam eksplorasi mineral dan lain-lain. garis lurus tersebut sekarang berubah menjadi garis yang melengkung. Meskipun dapat dioperasikan dalam berbagai macam hal tetapi pada prinsipnya metode ini dipilih karena kemampuannya dalam membedakan rapat massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya. dan dikenal sebagai metode awal saat akan melakukan eksplorasi daerah yang berpotensi hidrokarbon. Metode Gravity adalah salah satu metode eksplorasi dalam geofisika. Metode ini umumnya digunakan dalam eksplorasi minyak untuk menemukan struktur yang merupakan jebakan minyak (oil trap).Newton mengatakan hal ini dapat terjadi karena gravitasi. Prosesing Data. jadi prinsip eksplorasi dengan metode gravity ini yaitu mencari anomali gravity pada subsurface. Jadi dua benda yang awalnya bergerak sepanjang bidang datar sekarang bergerak bersama dalam bidang yang melengkung. Mulai dari mengatahui informasi dari daerah yang akan diukur dan persiapan alatnya. Eksplorasi metode ini dilakukan dalam bentuk kisi atau lintasan penampang. atau kadang-kadang disebut radiasi gravitasi. Salah satu teori menyatakan bahwa partikel-partikel yang disebut graviton akan menyebabkan objek akan saling tarik menarik satu sama lain. Einstein juga mengatakan hal ini terjadi karena gravitasi. yang memenfaatkan sifat daya tarik antar benda yang didapat dari densitasnya. Akuisisi data ini adalah proses pengambilan data di lapangan. Karena perbedaan medan gravitasi ini relatif kecil maka alat yang digunakan harus mempunyai ketelitian yang tinggi.

nilai pembacaan gravimeter. jam. yaitu dimulai pada suatu titik yang telah ditentukan. dan berakhir pada titik tersebut. Akan tetapi ada beberapa parameter lain yang dibutuhkan juga dalam penentuan base station. posisi koordinat stasiun pengukuran (lintang dan bujur) dan ketinggian titik ukur. mesin. Sehingga dapat disimpulkan lokasi titik acuan harus berupa titik/tempat yang stabil dan mudah dijangkau. Titik acuan tersebut perlu diikatkan terlebih dahulu pada titik ikat yang sudah terukur sebelumnya. hal ini bertujuan untuk menentukan lintasan pengukuran dan base station yang telah diketahui harga percepatan gravitasinya.  Lokasi titik pengukuran harus terbuka sehingga GPS mampu menerima sinyal dari satelit dengan baik tanpa ada penghalang. Penentuan titik acuan sangat penting. Antara lain adalah :    Letak titik pengukuran harus jelas dan mudah dikenal. langkah awal untuk pengukuran adalah menggunakan peta geologi dan peta topografi. dll. Pengambilan data dilakukan di titik-titik yang telah direncanakan pada peta topografi dengan interval jarak pengukuran tertentu.        Seperangkat Gravitimeter GPS Peta Geologi dan peta Topografi Penunjuk Waktu Alat tulis Kamera Pelindung Gravitimeter Dan beberapa alat pendukung lainnya Setelah peralatan telah tersedia. Lokasi titik pengukuran harus mudah dijangkau serta bebas da ri gangguan kendaraan bermotor. karena pengambilan data lapangan harus dilakukan secara looping. . dan tanggal). Lokasi titik pengukuran harus dapat dibaca dalam peta. Dalam alur pengambilan data dilakukan dengan proses looping. Tujuan dari sistem looping tersebut adalah agar dapat diperoleh nilai koreksi apungan alat (drift) yang disebabkan oleh adanya perubahan pembacaan akibat gangguan berupa guncangan alat selama perjalanan. Dalam pengukuran gayaberat terdapat beberapa data yang perlu dicatat meliputi waktu pembacaan (hari. lintasan pengukuran dan titik ikat.

Titik Ukur Pada Lintasan Akuisisi Lintasan pengambilan data terdiri dari lintasan A. Pada lintasan regional terdapat 74 titik ukur. Mencari besarnya harga medan gravitasi suatu base station (titik ikat) pengukuran dapat dilakukan dengan persamaan : gbs = gref + (gpembacaan bs+gpembacaan ref) gbs = harga medan gravitasi base station gref = harga medan gravitasi titik referensi gpembacaan bs = harga pembacaan gravitasi di base station gpembacaan ref = harga pembacaan gravitasi di titik referensi Contoh dalam studi kasus pengukuran yang digunakan dalam suatu survey untuk menentukan daerah geothermal/panas bumi dapat dilakukan dengan beberapa parameter dan terlihat seperti pada gambar berikut. C. E. Signifikansi dan Penggunaan . F dan G sebanyak 189 titik pengambilan data.Hal penting yang perlu diperhatikan adalah melakukan kalibrasi alat dan menentukan titik acuan (base station) sebelum melakukan pengambilan data gayaberat dititik-titik ukur lainnya. Sehingga setelah semua proses akuisisi telah selesai. Pada satu lintasan pengukuran. interval pengambilan titik adalah 250-500 m. Sehingga dalam titik ukur tersebut terdapat dua jenis titik ukur. Lintasan utama ini merupakan pengukuran inti yang letak titik ukurnya berada pada sepanjang lintasan yang telah ditentukan. sehingga jumlah titik pengambilan data terdapat 263 titik. Dan lintasan regiona adalah pengukuran yang titik ukurnya tidak berada di lintasan utama yang telah ditentukan. Pada lintasan regional interval pengambilan titik adalah 500-1000 m sedangkan interval pengambilan titik pada daerah manifestasi panas bumi berkisar antara 100-150 m. B. D. lintasan utama dan lintasan regional. dapat dilanjutkan ke proses prosesing data dengan berbagai pengolahan.

Pengukuran gravitasi dapat digunakan untuk fitur geologi peta utama lebih dari ratusan kilometer persegi dan untuk mendeteksi dangkal fitur yang lebih kecil di dalam tanah atau rock. Peta anomali gaya berat sisa dapat digunakan untuk kedua interpretasi (10-6 gals). dan elektromagnetik. metode gravitasi dapat mendeteksi rongga bawah permukaan. Manfaat lain dari metode gravitasi adalah bahwa pengukuran dapat dilakukan di daerah budaya banyak dikembangkan. dan metode interpretasi digunakan untuk penentuan kondisi bawah permukaan karena variasi kerapatan menggunakan metode gravitasi. Data gaya berat berisi anomali yang terdiri dari dalam efek lokal regional dan dangkal. elevasi udara bebas. Teknik aplikasi lingkungan memerlukan pengukuran dengan akurasi dari beberapa gals μ mereka sering disebut sebagai survei mikro. sisa atau data gayaberat Bouguer anomali sisa dapat disajikan sebagai garis profil atau di peta kontur. pasang surut Bumi. dimana metode geofisika lainnya mungkin tidak bekerja. dan medan. di daerah perkotaan dan di daerah kebisingan budaya. koreksi Bouguer (efek massa). Detil survei digunakan untuk menilai geologi lokal atau kondisi struktural. Pengukuran kondisi bawah permukaan dengan metode gravitasi membutuhkan sebuah gravimeter dan sarana untuk menentukan lokasi dan elevasi relatif sangat akurat dari stasiun gravitasi. pengukuran gravitasi bisa dibuat di dalam bangunan.Panduan ini merangkum peralatan. Sebuah survei gravitasi terdiri dari melakukan pengukuran gravitasi di stasiun sepanjang garis profil atau grid. Unit umum digunakan dalam survei gravitasi daerah adalah milligal (10 . Ini adalah efek lokal dangkal yang menarik dalam pekerjaan mikro. Pengukuran diambil secara berkala di base station (lokasi referensi stabil noise-free) untuk mengoreksi drift instrumen. Di beberapa daerah. Gravitasi rata-rata di permukaan bumi adalah sekitar 980 gal. .Konsep . Unit pengukuran yang digunakan dalam metode gravitasi adalah gal. prosedur lapangan. Setelah pengurangan tren regional.gal 3). Sebuah survei gravitasi rinci biasanya menggunakan stasiun pengukuran berjarak dekat (beberapa meter untuk beberapa ratus kaki) dan dilakukan dengan gravimeter mampu membaca ke beberapa μ gals. listrik. Koreksi ini termasuk lintang. Sebagai contoh. Banyak diterapkan pada data lapangan mentah. berdasarkan gaya gravitasi di permukaan bumi.

Newton menciptakan bukti bahwa bentuk elips orbit planet akan berasal dari gaya sentripetal . Rincian tambahan metode gravitasi diberikan dalam Telford et al (4). Parameter Terukur dan Perwakilan Nilai: Metode gravitasi tergantung pada variasi lateral dan kedalaman dalam kepadatan material bawah permukaan. dengan rujukan terhadap hukum Kepler tentang gerak planet. Sedangkan metode gravitasi langkah-langkah variasi densitas bahan bumi.[17] Bangkitnya kembali ketertarikan Newton terhadap astronomi mendapatkan rangsangan lebih lanjut dengan munculnya komet pada musim dingin 1680-1681. dan karenanya tidak dapat dideteksi dengan teknik ini. Sebuah kontras densitas yang memadai antara kondisi latar belakang dan fitur yang sedang dipetakan harus ada untuk fitur yang akan terdeteksi. porositas medium. atau keduanya. Kepadatan dari tanah atau batuan merupakan fungsi dari densitas mineral pembentuk batuan. Ini dirangsang oleh pertukaran surat singkat pada masa 1679-80 dengan Hooke.yang dibahasnya dalam korespondensi dengan John Flamsteed. Beberapa geologi yang signifikan atau batas hidrogeologi mungkin tidak memiliki kontras densitas medan-terukur di antara mereka. Gravimeter ini rentan terhadap shock mekanis selama transportasi dan penanganan Pada tahun 1679 Newton kembali mengerjakan mekanika benda langit. dan membuka korespondensi yang dimaksudkan untuk meminta sumbangan dari Newton terhadap jurnal ilmiah Royal Society.[23] Setelah diskusi dengan Hooke.5 g / cm 3 untuk beberapa batuan beku ultrabasa. dan densitas dari cairan mengisi ruang pori.kualitatif dan kuantitatif.0 g / cm 3 untuk beberapa batu vulkanik vesikuler lebih dari 3. Nettleton (6). Peralatan: Peralatan Geofisika yang digunakan untuk pengukuran gravitasi permukaan termasuk gravimeter. harus menginterpretasikan data gravitasi dan tiba di solusi geologi yang wajar. Rock kepadatan bervariasi dari kurang dari 1. berdasarkan pengetahuan tentang kondisi lokal atau data lain. yaitu gravitasi dan efeknya terhadap orbit planet-planet. Gravimeters dirancang untuk mengukur perbedaan yang sangat kecil di medan gravitasi dan sebagai hasilnya merupakan instrumen yang sangat halus. sebuah cara mendapatkan posisi dan sarana yang sangat akurat menentukan perubahan relatif dalam ketinggian. itu adalah penerjemah yang. dan Hinze (7). Butler (5). yang telah ditunjuk untuk mengelola korespondensi Royal Society.

Hukum ini tidak direvisi lagi dalam lebih dari 200 tahun kemudian. menentukan kepepatan bentuk sferoid Bumi. Di sini Newton menggunakan ungkapannya yang kemudian terkenal. yang dikembangkan dalam bentuk lebih modern. dan menentukan analisis untuk menentukan (berdasarkan hukum Boyle) laju bunyi di udara. namun hal tersebut tidak menunjukkan sebabnya. Dia menulis bahwa cukup menyimpulkan bahwa fenomena tersebut menyiratkan tarikan gravitasi.yang berbanding terbalik dengan kuadrat vektor jari-jari. Tidak perlu dan tidak layak merumuskan hipotesis hal-hal yang tidak tersirat oleh fenomena itu. dan mendefinisikan hukum gravitasi universal. Principia dipublikasikan pada 5 Juli 1687 dengan dukungan dan bantuan keuangan dari Edmond Halley. Matahari dan Planet-planetlah yang harus disebut sebagai Pusat Dunia". [26] Postulat Newton aksi-pada-suatu-jarak yang tidak terlihat menyebabkan dirinya dikritik karena memperkenalkan "perantara gaib" ke dalam ilmu pengetahuan. dan masih merupakan pondasi dari teknologi non-relativistik dunia modern. memperhitungkan presesi ekuinoks akibat tarikan gravitasi bulan pada kepepatan Bumi. Hypotheses non fingo. memulai studi gravitasi ketidakteraturan gerak Bulan. memberikan teori penentuan orbit komet. Newton mempresentasikan metode analisis geometri yang mirip dengan kalkulus. Dalam karyanya ini Newton menyatakan hukum gerak Newton yang memungkinkan banyak kemajuan dalam revolusi Industri yang kemudian terjadi. dan masih banyak lagi. titik pusat Matahari atau benda langit lainnya tidak dapat dianggap diam. di manapun itu. Dia menggunakan kata Latin gravitas (berat) untuk efek yang kemudian dinamakan sebagai gravitasi. dengan 'nisbah pertama dan terakhir'. tidak bergerak. Newton memperjelas pandangan heliosentrisnya tentang tata surya. namun seharusnya "titik pusat gravitasi bersama Bumi. . Newton mengirimkan hasil kerjanya ini ke Edmond Halley dan ke Royal Society dalam De motu corporum in gyrum.(Newton mengadopsi pandangan alternatif "tidak bergerak" dengan memperhatikan pandangan umum bahwa pusatnya. sebuah risalah yang ditulis dalam 9 halaman yang disalin ke dalam buku register Royal Society pada Desember 1684[24] Risalah ini membentuk inti argumen yang kemudian akan dikembangkan dalam Principia. karena pada pertengahan 1680-an dia sudah mengakui Matahari tidak tepat berada di pusat gravitasi tata surya[25] Bagi Newton. Dalam karya yang sama.[27] Dalam edisi kedua Principia (1713) Newton tegas menolak kritik tersebut dalam bagian General Scholium di akhir buku. dan pusat gravitasi ini "diam atau bergerak beraturan dalam garis lurus".

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful