DEFINISI MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL April 5th, 2010 • Related • Filed Under Manusia

Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial 1. Manusia Sebagai Makhluk Individu Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas. Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya. Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar. Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus. Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang. 2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation). yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. b. baik secara lahiriah maupun batiniah. kelompok sosial. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic. yaitu: a. Interaksi Sosial dan Sosialisasi 1. Adapun interaksi yang pokok proses-proses adalah: 1) Bentuk Interaksi Asosiatif a. proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi. c. d. Proses Disosiatif. sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya. terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi. keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu. lalu diterima oleh orang lain di luarnya. Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau peduman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih dahulu. yaitu: 1. 2. saling berbicara. Kerja sama (cooperation) Kerja sama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan pertentangan pertikain. Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu. dan akulturasi. dan masyarakat. B.a. Gilin and Gilin pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. asimilasi. Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut a. melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada proses identifikasi. atau bahkan mungkin berkelahi. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain d. b. bahwa manusia dalam kehidupan seharihari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain. Sehubungan dengan pelaksanaan kerja sama ada tiga bentuk kerja sama. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. sebagai salah satu carta untuk menghindari terjadinya . dengan interaksi sosial adalaha hampir sama. b. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial. norma sosial. Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru. Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb tindakana. 2. berjabat tangan. persaingan (competition). Bargainng. c. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. Manusia tunduk pada aturan. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain. Interaksi Sosial Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Proses Asosiatif. interaksi dimulai: pada saat itu mereka saling menegeur. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain. Menurut mereka ada dua macam pross sosial yang timbul sebagaiu akibat adanya interaksi sosial. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional. dan pertentangan (conflict). pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. Cooperation. baik yang datang dari dirinya sendiri maupuhn dari orang lain. Seperti kita ketahui.

7. and Society (1972). di antaranya: 1. seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya. game sytage. Ia telah mampu berinteraksi denagn orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang-orang lain dengan siapa ia berinteraksi. dan pertentanfan politik. suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan tidak sanggup untuk mencapainya sendiri 4. perasaan tidak suka yang disembunyikannya dan kebencian terhadap kepribadian orang. merupakan suatu akomodasi di mana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang. Compromise. 3. c. Diri yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini oleh Cooley . suatu bentuk akomodasi. play stage. seseorang dianggap telah mampu mengambil peran-peran yang dijalankan orang lain dalam masyarakat yaitu mampu mengambil peran generalized others. berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangan. b. suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih. tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. 1978:116). Coalition. Pertentangan (conflict) Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi antar individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. Akomodasi (accomodation) Adapun bentuk-bentuk akomodasi. dan tahap generalized other. Self. pertentangan rasional. Kontaversi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang. Meditation. b. Menurut Mead pada tahap pertama. Persaingan (competition) Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan kekerasan. Arbiration. di mana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya. Adjudication¸ yaitu perselisihan atau perkara di pengadilan. Dalkam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind. Coertion. 6. yaitu melalui beberapa tahap-tahap play stage. Menurut Cooley konsep diri (self-concept) seseorang berkembang melalalui interaksinya dengan orang lain. 2. agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. hampir menyerupai arbiration diundang pihak ke tiga yang retial dalam persoalan yang ada. Sosialisasi Peter Berger mendefinisikan sosialisasi sebagai suatu proses di mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat (Berger. 5. Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya. Kontraversi (contaversion) Kontraversi bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. bagi tercapainya suatu tujuan bersama. Pertentangan memiliki bentuk khusus. Pada tahap ketiga sosialisasi. yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. antara lain: pertentangan pribadi. 3. pertentangan kelas sosial. akan tetapi gejala-gejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian. 2) Bentuk Interaksi Disosiatif a. kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempynyai tujuan yang sama. Conciliation.kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan 3. Salah satu teori peranan dikaitkan sosialisasi ialah teori George Herbert Mead. Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. Stelemate.

b. atau pendidikan berkesinambungan. Keragaman menunjukan bahwa keberadaanya yang lebih dari satu itu berbeda-beda. dan multikultural. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. yaitu pola represi yang menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. fungsi-fungsi yang lain diabaikan. Bentuk-bentuk Sosialisasi Sosialisasi merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. bahasa dan budaya yang berbeda. a. Bentuk dan Pola Sosialisasi a. etnik. yang diutamakan adalah perhatian khusus terhadap keperluan pokok. C. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilain oreang lain terhadap penampilannya. Dalam kaitan inilah para pakar berbicara mengenai bentuk-bentuk proses sosialisasi seperti sosialisasi setelah masa kanak-kanak. Di desa. khususnya terhadap perhatian keperluan hidup. keragaman. sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri. media massa. dibandingkan interaksi dengan penduduk diluar batas wilayahnya. Masyarakat Setempat (community) Masyarakat setempat menunjukan pada bagianmasyarakat yang bertempat tinggal disatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar diantara anggota-anggotanya. Dan pola partisipatori yabg merupakan pola yang didalamnya anak diberi imbalan manakala berperilaku baik dan anak menjadi pusat sosialisasi. pendidikan sepanjang hidup. ras. memiliki kepercayaan. Masyarakat Multikultural Perlu diketahui. adanya kesinambungan dan pertahanan diri. ada tiga istilah yang digunakan secara bergantian untuk mengambarkan masyarakat yang terdiri atas agama. c. Pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi itu menurut Fuller and Jacobs (1973:168-208) mengidentifikasikan agen sosialisasi utama: keluarga. gender. dan sistem pendidikan. 4. Lain dengan pandangan orang kota. bahasa ataupun agama. heterogen. Inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan. mereka melihat selain kebutuhan pokok. Cooley berpendapat looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap. sikap. tanpa memperdulikan perbedaan budaya. mereka melihat selain kebutuhan pokok. dan bahkan tidak dapat dipersamakan. yaitu pluralitas. masyarakat kota dan desa memiliki perhatian yang berbeda. kelompok bermain.diberi nama looking-glass self. apabila pluralitas hanya menggambarkan kemajemukan. berlandaskan perhatian dan tujuan bersama. dan memiliki kebudayaan. serta telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. Pola-pola Sosialisasi Pada dasarrnya kita mengenal dua pola sosialisasi. dan perilaku yang dimiliki bersama. multikulturalisme meberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama diruang publik. konsep multikultralisme sebenarnya merupakan konsep yang relatif baru. Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota Menurut Soerjono Soekamto. b. sudah terbentuk dengan lama. sedikit banyak bersifat kekal. Jadi. Tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenaoi pandangan orang lain terhadapnya. Masyarakat dan Komunitas Masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektifitas manusia yang melakuakn antar hubungan. . Konsep pluralitas menekankan pada adanya hal-hal yang lebih dari satu (banyak). pandangan sekitarnya sangat mereka perhatikan. Unsurunsur masyarakat yaitu: kumpulan orang. Sementara itu.

Menyukai pekerjaan yang sifatnya konkret. pengacara atau agensi iklan. dan konstruski. yaitu guru/pengajar. teller. yang mempengaruhi dinamika kehidupan bangsa sebagai kelompok sosial. Bernegara dan Kehidupan Global Problematika yang muncul dari keragaman yaitu munculnya berbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara. peralatan. alat pengikta persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam. Tipe intelektual/investigative . senang menganalis. Pengaruh Multikultural Terhadap Kehidupan Beragama. mengolah data dengan aturan tertentu. seorang praktisi yang mempelajari hubungan antara kepribadian dan minat pekerjaan. politikus. Menyukai hal-hal yang teoritis dan konseptual. yaitu perburuhan. 6. dan mempromosikan produk atau gagasan. Biasanya menghindari hubungan sosial yang akrab. Tipe ini cocok bekerja di laboratorium penelitian. Pekerjaan yang sesuai. tetapi dia memiliki fisik yang kuat. seperti mengoperasikan mesin. yaitu sebagai musisi. guide. krisis politik. Tipe ini sesuai bekerja sebagai sales. 4. filing. dan menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa. tidak menyukai struktur atau aturan. oleh sebab itu kita harus bersikap terbuka melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada. yaitu: kegagalan kepemimpinan. dan penulis. 5. penari. lebih menyukai tugas-tugas yang memungkinkan dia mengekspresikan diri. mengatur. Bermasyarakat. seperti peneliti. krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama. dekorator. serta akuntan. 1. barber shop. mengarahkan. konselor. tetapi umumnya kurang dalam kemampuan mekanikal dan sains. Tipe usaha/enterprising. Tipe seperti ini tidak hanya membutuhkan keterampilan. Cenderung ingin mengekspresikan dirinya. Tipe realistik . seniman. Karier yang sesuai.d. ilmuwan. pekerja sosial. atau hubungan dengan orang lain. 2. manajer. dan bartender. Pekerjaan yang sesuai. Tipe artistik . ahli matematika. mengemukakan bahwa ada enam tipe atau orientasi kepribadian pada manusia. Dia menyenangi kegiatan yang melibatkan kemampuan berkomunikasi dan ketrampilan berhubungan dengan orang lain. Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antar budaya. pertanian. cenderung pemikir daripada pelaku tindakan. meenjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. dan memahami sesuatu. Tipe konvensional. Tipe sosial. Bidang karier yang cocok. komunikasi. krisis sosial. yaitu sekretaris. 3. John L Holland. Cenderung mempunyai kemampuan verbal atau komunikasi yang baik dan menggunakannya untuk memimpin orang lain. yang melibatkan kegiatan sistematis. dapat disimpulkan adanya lima faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu. . dan intervensi asing. Menyukai pekerjaan yang terstruktur atau jelas urutannya. Senang membantu atau bekerja dengan orang lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful