Organisasi nirlaba

Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik publik untuk suatu tujuan yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). organisasi nirlaba meliputi keagamaan, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi sukarelawan, serikat buruh. Menurut PSAK No.45 bahwa organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari organisasi tersebut. (IAI, 2004: 45.1) Lembaga atau organisasi nirlaba merupakan suatu lembaga atau kumpulan dari beberapa individu yang memiliki tujuan tertentu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tadi, dalam pelaksanaannya kegiatan yang mereka lakukan tidak berorientasi pada pemupukan laba atau kekayaan semata (Pahala Nainggolan, 2005 : 01). Lembaga nirlaba atau organisasi non profit merupakan salah satu komponen dalam masyarakat yang perannya terasa menjadi penting sejak era reformasi, tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kini semakin banyak keterlibatan lembaga nirlaba. Berdasarkan pengertian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa organisasi nirlaba adalah salah satu lembaga yang tidak mengutamakan laba dalam menjalankan usaha atau kegiatannya. Dalam organisasi nirlaba pada umumnya sumber daya atau dana yang digunakan dalam menjalankan segala kegiatan yang dilakukan berasal dari donatur atau sumbangan dari orangorang yang ingin membantu sesamanya. Tujuan organisasi nirlaba yaitu untuk membantu masyarakat luas yang tidak mampu khususnya dalam hal ekonomi. Organisasi nirlaba pada prinsipnya adalah alat untuk mencapai tujuan (aktualisasi filosofi) dari sekelompok orang yang memilikinya. Karena itu bukan tidak mungkin diantara lembaga yang satu dengan yang lain memiliki filosofi (pandangan hidup) yang berbeda, maka operasionalisasi dari filosofi tersebut kemungkinan juga akan berbeda. Karena filosofi yang dimiliki organisasi nirlaba sangat tergantung dari sejarah yang pernah dilaluinya dan lingkungan poleksosbud (politik, ekonomi, sosial dan budaya) tempat organisasi nirlaba itu ada. Definisi Organisasi Nirlaba

Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.
Perbedaan organisasi nirlaba dengan organisasi laba

profesional dalam bidang pemberdayaan masyarakat. atau ditebus kembali. bebas dari konfilk dan kekerasan. Konsep Dasar Pemikiran Akuntansi Organisasi Nirlaba . hal ini tidak mudah dilakukan. Pada organisasi laba. Organisasi nirlaba. atau donatur. Manusia menjadi pusat sekaligus agen perubahan dan pembaruan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan. yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. klien. Menghasilkan barang dan/ atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba. Wirjana. dialihkan. non-profit. dan kalau suatu entitas menghasilkan laba. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas. 2. kesetaraan gender. Ciri-Ciri Organisasi Nirlaba 1. maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut. pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris.Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi. Bernardine R. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis. berkelanjutan dan memberikan energi perubahan dan pembaruan bagi masyarakat. mengabadikan proses pembelajaran atas pengalaman-pengalaman laoangan dan teori-teori manajemen terkini dalam bidang pemberdayaan masyarakat. keadilan. Kesalahan dan kurang pengetahuan dalam mengelola organisasi nirlaba. organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. apakah anggota. ketidaksetaraan gender. tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba. 3. ketidakberdayaan. Dalam hal penyebaran tanggung jawab. membutuhkan kepedulian dan integritas pribadi dan organisasi sebagai agen perubahan masyarakat. unggul dan mumpuni. Dalam konteks pembangunan organisasi nirlaba yang unggul. Pengelolaan organisasi nirlaba. dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual. Sedangkan pada organisasi nirlaba. serta pemahaman yang komprehensif dengan memadukan pengalaman-pengalaman konkrit dan teori manajemen yang handal. Dalam hal donatur. sebagai hasil dari proses pembelajaran bersama masyarakat. dan kedamaian. Sifat sosial dan kemanusiaan sejati merupakan ciri khas pelayanan organisasiorganisasi nirlaba. pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Pengelolaan organisasi nirlaba dan kriteria-kriteria pencapaian kinerja organisasi tidak berdasar pada pertimbangan ekonomi semata. yakni dari keuntungan usahanya. yang selama dua dasawarsa menjadi pelaku manajemen organisasi nirlaba. tetapi sejauhmana masyarakat yang dilayaninya diberdayakan sesuai dengan konteks hidup dan potensi-potensi kemanusiaannya. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapakan pembayaran kembali atas manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. membutuhkan pengelolaan yang berbeda dengan organisasi profit dan pemerintahan. konflik dan kekerasan sosial. menciptakan kesejahteraan. atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuiditas atau pembubaran entitas. justru akan menjebak masyarakat hidup dalam kemiskinan. Dalam hal kepemilikan.

Di Amerika Serikat (AS). Organisasi penyusun standar untuk pemerintah itu dibangun terpisah dari FASB di AS atau Komite Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia di Indonesia karena karateristik entitasnya berbeda. dan entitas pemerintah terkait (misalnya perusahaan Negara. dan mampu memaksa pembayar pajak untuk mendukung keuangan pemerintah tanpa peduli bahwa imbalan bagi pembayar pajak tersebut memadai atau tidak memadai. Istilah Public Sector di sini berarti pemerintah nasional. FASB juga berwenang untuk menyusun standar akuntansi bagi entitas nirlaba nonpemerintah. Financial Accounting Standard Board (FASB) telah menyusun tandar untuk laporan keuangan yang ditujukan bagi para pemilik entitas atau pemegang saham. International Federation og Accountant (IFAC) membentuk IFAC Public Sector Committee (PSC) yang bertugas menyusun International Public Sector Accounting Standartd (IPSAS). namun mempunyai kepentingan. sementara US Government Accountingg Standard Board (GASB) menyusun standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk pemerintah pusat dan federal AS. Entitas pemerintah tidak mempunyai pemegang saham atau semacamnya. pemerintah local (misalnya kota mandiri). memberikan pelayanan pada masyarakat tanpa mengharapkan laba. Dengan demikian PSC tidak menyusun standar akuntansi sector public nonpemerintah. pemerintah regional (misalnya Negara bagian. komisi khusus). . daerah otonom. Di Indonesia. Padahal sistem pengelolaan keuangan yang baik diyakini merupakan salah satu indikator utama akuntabilitas dan transparansi sebuah lembaga. provinsi. kreditor dan pihak lain yang tidak secara aktif terlibat dalam manajemen entitas bersangkutan. Departemen Keuangan RI membentuk Komite Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Pelatihan Keuangan untuk Pengelola Keuangan Organisasi Nirlaba Organisasi Nirlaba di Indonesia saat ini masih cenderung menekankan pada prioritas kualitas program dan tidak terlalu memperhatikan pentingnya sistem pengelolaan keuangan. daerah istimewa).

Namun di banyak negara. seluruh kewajiban subyek pajak harus dilakukan tanpa terkecuali. akan dikenakan pajak? Sebagai entitas atau lembaga. terutama di bidang keagamaan serta advokasi. Pemerintah Indonesia memperhatikan bahwa badan sosial bukan bergerak untuk mencari laba. terutama dalam bidang keagamaan. ketrampilan dan pengalaman yang cukup. 2. maka organisasi nirlaba merupakan subyek pajak. dimana mereka melakukan bimbingan bagi para jurnalis. Artinya.[4] . Selain itu. organisasi nirlaba relijius di Amerika Serikat juga dikecualikan dari beberapa pemeriksaan ataupun peraturan. sehingga pendapatannya diklasifikasikan atas pendapatan yang obyek pajak dan bukan obyek pajak. sehingga dengan demikian mereka akan terbebas dari pajak penghasilan dan jenis pajak lainnya Organisasi nirlaba di beberapa negara 1. seperti yang dilakukan oleh Internews Indonesia. Amandemen Pertama Amerika Serikat menjamin kebebasan beragama bagi masyarakatnya.[3] Dalam hal perpajakan. apakah organisasi nirlaba. Akan tetapi. Peserta dapat melakukan administrasi keuangan organisasi nirlaba dan membuat laporan keuangan organisasi sesuai dengan ketentuan dalam PSAK 45. Pajak bagi organisasi nirlaba Banyak yang bertanya. yang mana mereka tidak mengambil keuntungan dari apapun. Indonesia Di Indonesia. tunduk kepada lebih sedikit sistem pelaporan pemerintah pusat dibanding dengan banyak organisasi lain. organisasi nirlaba relijius seperti gereja.Pengetahuan dari staff keuangan mengenai pengelolaan keuangan organisasi nirlaba masih sangat minimal. Padahal untuk membangun sistem pengelolaan keuangan yang handal dibutuhkan pengetahuan. organisasi nirlaba telah berkembang cukup pesat. Peserta pelatihan memahami sistem pengendalian internal sebagai bagian dari usaha meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja lembaga. organisasi nirlaba boleh melamar status sebagai bebas pajak. Amerika Serikat Perkembangan organisasi nirlaba di Amerika Serikat telah sangat jauh lebih maju dibanding Indonesia. tidak semua penghasilan yang diperoleh yayasan merupakan obyek pajak. Bagaimanapun. dibidang pendidikan kini juga mulai berkembang. yang membedakannya dengan organisasi non relijius. Penabulu menghadirkan Pelatihan keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan organisasi nirlaba melalui penguatan kapasitas dalam bidang pengelolaan keuangan.

4. Perbedaan mencolok terlihat dengan organisasi non profit yang memiliki induk di luar negeri. bagaimana efektifnya daya jelajah organisasi nirlaba ketika terjdi bencana tsunami di Aceh. fokus dan aplikatif. Keadaan Organissai Nirlaba di Indonesia Menurut Wikipedia Indonesia. sekolah negeri. sebagian besar organisasi non profit dalam keadaan lesu darah. sedangkan organisasi profit sesuai dengan namanya jelas-jelas bertujuan untuk mencari keuntungan. Organisasi nirlaba meliputi gereja. organisasi politis. derma publik. Berbeda dengan organisasi nirlaba di Amerika Serikat. Kita telah saksikan sendiri. harus memiliki mission statement yang jelas. biasanya tunduk kepada peraturan yang terpisah. ratusan organisasi nirlaba dari seluruh dunia seakan berlomba membuat prestasi tehadap proyek kemanusiaan bagi masyarakat Aceh. rumah sakit dan klinik publik. organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersial. merata. organisasi nirlaba yang mengambil format derma biasanya harus dicatatkan di dalam Agen Pendapatan Kanada (Canada Revenue Agency). maka kata yang paling banyak muncul barangkali kata sejahtera. serikat buruh. aspek kepemimpinan. dan beberapa para petugas pemerintah. Daya jelajah mereka menyentuh pelosok dunia yang bahkan tidak bisa terlayani oleh organisasi pemerintah. Sering misi dibuat dengan pilihan kata yang mengambang dan dapat multitafsir. tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Hampir diseluruh dunia ini. karena semua aktivitas organisasi ini pada dasarnya adalah dari. Kanada Di Kanada. Dari onganisasi inilah sumber daya manusia yang handal terlahir. Di Skotlandia. Misi ini selanjutnya diterjemahkan kedalam sasaran-sasaran yang biasanya . mereka mendapatkan market yang terus bertumbuh karena daya beli komunitas yang kian hari kian berkembang atas pembinaan organisasi nirlaba. Organisasi profit memiliki kepentingan yang besar terhadap berkembangnya organisasi nirlaba. organisasi nirlaba merupakan agen perubahan terhadap tatanan hidup suatu komunitas yang lebih baik. organisasi nirlaba yang mengambil format derma biasanya harus dicatatkan di dalam Komisi Pengawasan Derma. Pernyataan misi organisasi sebaiknya sederhana dan mudah dipahami oleh stake holder organisasi. asosiasi profesional. Organisasi nonprofit menjadikan sumber daya manusia sebagai asset yang paling berharga. memiliki daya saing yang tinggi. Kondisi ini sudah pasti memberi pengaruh terhadap quantitas dan qualitas dari gerak roda organisasi. seperti serikat buruh. Organisasi non profit berdiri untuk mewujudkan perubahan pada individu atau komunitas. Kerajaan Inggris Di Inggris dan Wales. adil. Organisasi profit juga mendapatkan keuntungan langsung dengan majunya komunitas. bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan. museum. Kalau kita sortir berdasarkan kata. dan tidak begitu dihormati sebagaimana halnya derma dalam hal pengertian teknis. Karakter dan tujuan dari organisasi non profit menjadi jelas terlihat ketika dibandingkan dengan organisasi profit. Di Indonesia. Kantor Pengatur Derma Skotlandia juga melayani fungsi yang sama.3. Kelemahan dari organisasi nirlaba Indonesia adalah tidak fokusnya misi. organisasi jasa sukarelawan. Seharusnya organisasi non profit tidak jauh beda dengan organisasi profit. institut riset. berkesinambungan. oleh dan untuk manusia. serta sigap menghadapi perubahan. Mereka sesuai dengan namanya kebanyakan miskin dana.

Dalam konteks ini. Mendengar merupakan kriteria yang penting bagi pemimpin dalam organisasi nirlaba karena pemimpin akan selalu berinteraksi dengan banyak orang. organisasi konvensional makin ditinggalkan. Banyak yang masih mengadaptasi organisasi politik karena dijaman orde baru hampir semua organisasi nonprofit yang berdiri menjadi underbow partai Golkar. terlibat dan tetap percaya dalam program yang dilakukan. Kriteria pemimpin organisasi nirlaba yang paling utama adalah memiliki kemauan. mulai dari para relawan sampai dengan orang-orang yang menjadi objek dari organisasi. Istilah fund rising di organisasi nirlaba sebenarnya lebih tepat kalau disebut sebagai fund development. Memang uang penting bagi organisasi non profit. Istilah ini signifikan karena bukan hanya dana yang menjadi perhatian tetapi juga orang-orang yang terlibat sebagai donatur dan volunteer juga menjadi perhatian utama untuk membangun dukungan yang bersifat jangka panjang. Hitler dalam perang dunia pertama menyatakan bahwa yang paling penting dalam perang adalah uang. Kriteria kedua adalah memiliki kapasitas untuk mendengar dan menyelesaikan permasalahan. volunteer dan masyarakat. Organisasi nirlaba telah banyak yang mengaplikasikan kriteria-kriteria tersebut untuk memilih pemimpinnya. Kriteria keempat adalah memiliki kemampuan dalam hal pengumpulan dana. Sesungguhnya pemimpin yang berhasil mengkader adalah pemimpin yang berhasil membesarkan namanya sendiri secara tidak langsung. Kampanye juga digalakkan dalam mengembangkan saluran komunikasi dengan publik sehingga dapat menciptakan dan memelihara iklim yang menguntungkan untuk .akan menjadi makin meluas dan tidak fokus. Dengan memiliki kemauan. Kondisi ini juga berimbas pada rancangan struktur organisasi nirlaba Indonesia. Pentingnya Public Relations Dalam Organisasi Nirlaba Karena sifat organisasi nirlaba yang bersifat mandiri dan sukerela maka PR dalam hal ini harus menggalakkan kampanye untuk meyakinkan dan membangkitkan kesadaran/tanggung jawab sosial masyarakat tentang nilai aktivitasnya melalui kampanye yang terus menerus agar mereka bersedia mendukung (khususnya dana). Tapi sayang karena belum memiliki managemen pengumpulan dana yang baik. mereka juga dengan mudah menjalin komunikasi serta menjadi anggota organisasi nirlaba asing. otomatis akan memiliki pandangan terhadap apa saja yang harus dikerjakan dikemudian hari. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang bukan menghambat kemunculan kader-kader yang lebih muda. pemimpin harus memiliki niat dan bukan dipaksa oleh orang lain. Dengan mengkader maka keberlangsungan organisasi akan dapat terjamin. yang kedua adalah uang dan yang ketiga adalah uang. Kepemimpinan di seluruh organisasi memegang peranan yang vital. Makin hari. tetapi justru memberi inspirasi dan motivasi bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang. demikian pula dalam organisasi nirlaba. Kriteria ketiga adalah memiliki kemampuan mengkader. Struktur organisasinya memasukkan semua bidang. Hal ini sangat terkait dengan kemampuan determinasi serta kecerdasan pemimpin dalam merajut relasi antara donatur. telah menarik populasi yang sangat besar. yang dapat berkompetisi kedepan hanyalah organisasi yang mampu mengkombinasikan aktivitasnya dengan teknologi informasi. kriteria kemampuan finansial dari calon pemimpin sering dikedepankan. tapi mengelola organisasi non profit tentunya berbeda dengan mengelola armada perang. komunitas yang tumbuh dan berkembang di dunia maya sendiri. dibutuhkan manajemen pengumpulan dana yang bersifat jangka panjang. serta mengetahui konsekwensi atas pengorbanan yang harus dijalani sebagai pemimpin organisasi nirlaba. rata-rata memiliki lebih dari 20 bidang. Masyarakat sekarang ini sudah dengan mudah mengakses informasi dari seluruh penjuru dunia. Disamping itu. Dalam organisasi non profit.

PMI Sumber : http://id. RCTI Peduli. sukarelawan) untuk mengabdikan diri mereka dan berkarya secara produktif untuk mendukung misi. Balai Keselamatan h. Organisasi Kesejahteraan Sosial Masyarakat b. peragaan. misalnya publisitas pers. Oleh karena itu.wikipedia. Mengidentifikasi publik : anggota penyumbang/ donatur. Perlindungan kekerasan dalam RT g. Pundi Amal SCTV. pelayanan dan pelaksanaan organisasi. kisah. film. melaksanakan penelitian opini yang sangat penting untuk menyusun kebijaksanaan. Dengan menggunakan beragam media komunikasi. Contoh Organisasi Nirlaba a. pidato umum. mencari apakh publik mengetahui tujuan. YLKI.pengumpulan dana. soal konflik internal di dapur para aktivis sosial dan lingkungan hidup ini jarang menjadi bahan pembelajaran secara luas. Misalnya : WALHI.blogspot. Pada batas tertentu konflik ini merupakan salah satu faktor penghambat penting dari organisasi nirlaba dalam mencapai tujuan organisasi. Yayasan Kanker Indonesia m. perencanaan dan penilaian efektifitas program humas. Yatim Piatu dsb d. soal konflik organisasi nirlaba jarang mengemuka ke publik. Hal ini ditujukan untuk memberi informasi dan memotivasi konstituen utama organisasi (karyawan. e. Yayasan Dana misalnya : YDSF. artikel majalah. brosur. Misalnya : Kontras. majalah. tujuan dan sasaran organisasi. iklan. Rumah Sakit dan Organisasi Kesehatan Masyarakat l. Lembaga Advokasi f. buku mini. Misalnya : Supersemar. Yayasan Sosial c. berita. pekerja sukarela. atau publik umum. Dompet Dhu’afa. menentukan kesalahpahaman yang terjadi. Misalnya : Tim SAR i. jika organisasi yang mengusung nilai luhur dan misi sosial terjadi konflik didalamnya. atau setidaknya mengklaim sebagai pengusung tujuan mulia . sering dipendam atau bahkan sengaja ditutupi demi kepentingan citra organisasi. PR dalam organisasi nirlaba dituntut untuk mampu membuat program PR seperti : tulisan (PR writing). Sama dengan PR pada organisasi lainnya (Frazier Moore) fungsi PR dalam organisasi nirlaba : menentukan sikap publik terhadap organisasi (pencitraan). Sebagai organisasi publik. pameran.html http://ihsanfaridmd Dalam banyak kasus.org/wiki/Organisasi_nirlaba http://sijabatemanuela. Merupakan sebuah aib. Konservasi lingkungan / satwa j. Pro Fauna k. pemuka pendapat (Opinion Leader).com/2008/06/pengertian-organisasi-nirlaba. naskah pidato (radio/televisi). menilai-kesan publik thd organisasi.

Sistem rekrutmen lebih terbuka dan profesional pada satu sisi merupakan sebuah kebutuhan. sistem renumerasi serta aturan main yang tidak jauh beda dengan organisasi bisnis. namun di sisi lain memungkinkan masuknya orang baru diluar “klik” para penggagas atau pendiri organisasi. pengurus. Organisasi besar juga memiliki struktur organisasi dimana terjadi pembagian dan hirarki kekuasaan yang ketat di mana memiliki potensi terjadinya perbedaan pendapat dan ketegangan antara lapisan kekuasaan dalam organisasi. yang sering berbeda pandangan dan haluan dengan orang lama. Pembelajaran atas konflik internal bisa menjadi sarana bagi perbaikan terus menerus kerja dunia LSM. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi. Organisasi dengan ukuran besar dan sistem manajemen yang lebih kompleks pada umumnya mengadopsi prinsip pengelolaan manajemen modern. Organisasi dengan ukuran kecil biasanya didirikan oleh orang yang saling kenal dekat dan relatif memiliki kesamaan pandangan dalam melihat visi. ketika terjadi interaksi sosial dan perbedaan persepsi antar manusia sebagai makhluk sosial. Semakin besar unit manajemen dalam organisasi semakin besar peluang terjadinya konflik internal. namun seringkali yang duduk di pembina dan pengurus adalah tokoh-tokoh senior atau mantan pengurus yang . Walaupun tidak merupakan keharusan. Organisasi dengan bentuk formal yang ketat dalam birokrasi seperti Yayasan akan lebih memiliki peluang terjadinya konflik lebih besar dibanding organisasi yang lebih longgar dalam struktur organisasi seperti Perkumpulan. karena aktivis dalam organisasi kecil umumnya memiliki “ideologi” yang sama dan proses historis yang mengikat diantara aktivis di dalamnya. Kohesifitas organisasi lebih kuat. berdasarkan pengalaman nyata dan keterlibatan langsung penulis dalam berbagai kerja konsultasi dengan berbagai organisasi nirlaba. Organisasi dengan ukuran lebih kecil memungkinkan komunikasi antar staf yang lebih intensif dan substansial. Organisasi dalam bentuk formal Yayasan sesuai dengan perundangan yang berlaku. Sepertinya halnya organisasi profit atau organisasi politik. baik keuntungan finansial maupun keuntungan politik kekuasaan. POTENSI KONFLIK Konflik yang muncul dalam organisasi nirlaba tergantung tiga faktor utama : ukuran. bentuk dan sumberdaya organisasi.organisasi nirlaba. pelaksana dan pengawas. bukan berarti terbebas dari konflik internal. Namun. Yang membedakan hanyalah sifat organisasi yang tidak mengutamakan kepentingan mengeruk laba. Ada divisi kerja yang ketat. seperti : pembina. dibanding organisasi dengan ukuran besar. misi dan tujuan organisasi. Organisasi yang memiliki kemampuan sumberdaya besar akan lebih memiliki potensi terjadinya konflik lebih besar dibanding dengan organisasi yang lemah dalam sumberdaya terutama sumberdaya finansial. Konflik adalah sebuah keniscayaan. Tulisan ini bukan sebuah hasil penelitian. sudah semestinya untuk melakukan pembelajaran terhadap masalah tata kelola termasuk keberadaan konflik didalamnya. namun merupakan refleksi pembelajaran yang dapat menjadi landasan untuk dilakukannya penelitian lanjutan yang lebih mendalam. sebagai salah satu pilar demokrasi dan transformasi sosial di Indonesia. membagi organisasi dalam unsur unsur yang memiliki fungsi tertentu. Komunikasi tidak sedemikian mudah bisa dilakukan antara manajemen puncak dengan staf lapisan bawah dalam organisasi. walaupun organisasi nirlaba mengusung visi luhur dan misi sosial. organisasi nirlaba adalah sebuah wadah dari sekumpulan orang yang secara normatif memiliki tujuan bersama.

Hal ini mereduksi potensi konflik. karena status kepemilikan organisasi adalah dimiliki bersama. Sementara itu. konflik juga terjadi karena tipologi kepemimpinan dalam organisasi. Perubahan iklim. Hal ini akan mempengaruhi kondisi internal LSM dalam pergerakaannya. dan dalam konteks Yayasan. berkaitan dengan minimnya sumber pendanaan dari luar negeri. demokratis dan pragmatis.memiliki kekuatan baik kekuatan personal maupun pengalaman dalam organisasi. Ada beberapa model tipe kepemimpinan dalam organisasi nirlaba yakni otoriter. Pemimpin dengan tipe otoriter sering kali rentan konflik. Selain dilihat dari mana sumber konflik berasal. sering terjadi konflik antara pembina dan pelaksana. Pada banyak kasus. Pemimpin otoriter biasanya muncul karena karakteristik personal dari individu pemimpin tersebut. Namun dari semua faktor itu soal finansial yang lebih sering menjadi sumber konflik. yang . organisasi yang mengklaim sebagai NGO yang profesional justru sering mengalami konflik internal terkait masalah finansial ini. Hal ini menyangkut keberadaan sumberdaya terutama sumberdaya finansial. Dalam banyak kasus. SUMBER KONFLIK Ditinjau dari sumber pengaruh. serta memunculkan konflik dalam konteks manajemen dan substansi tema gerak organisasi. konflik dari sumber internal lebih sering terjadi dibanding konflik eksternal. Dalam banyak kasus. atau yang lebih pragmatis dari itu adalah soal pembagian benefit dari dana yang dikelola. Dalam momentum dan kasus tertentu. Konflik yang tejadi pada Perkumpulan pada umumnya adalah bukan konflik struktural atau tata kelola namun lebih pada konflik personal atau ideologis. Sumberdaya tidak hanya finansial. antara yang merasa memiliki sekaligus pemberi mandat dengan yang melaksanakan mandat. Ada yang berseloroh dan sering menjadi bahasan dikalangan aktivis organisasi nirlaba adalah “dulu ketika miskin bisa rukun. seperti keadilan dan kesetaraan. Faktor internal adalah ketika konflik bersumber pada masalah dalam internal organisasi. situasi potensial konflik seperti diulas diatas termanifestasikan dalam bentuk faksionalisasi kepentingan dan ketegangan antar lapisan kekuasaan dalam organisasi. antara senior dan junior. MDGs. Sumber eksternal adalah tekanan dari faktor kebijakan dan sumberdaya eksternal. tapi termasuk manusia. Ini adalah soal perebutan akses dalam pengelolaan dana. Bentuk organisasi perkumpulan lebih longgar dalam konteks struktur dan hirarki dalam organisasi. Ketika proyek dan dana dari donor mengalir deras dalam sebuah organisasi maka terjadilah masalah baru mengenai siapa dapat apa dan berapa. Akhir-akhir ini kalangan NGO tidak memiliki “kemewahan” lebih dibanding masa sebelumnya. krisis ekonomi dan lain sebagainya adalah narasi global yang menentukan arah pergerakan sumber pendanaan LSM saat ini. Krisis ekonomi global dan munculnya isu isu “baru” mengubah arah pergerakan dunia LSM. Walaupun tidak berlaku umum. kini sudah kaya malah berantem”. bersumber dari problem internal ataupun eksternal organisasi. utamanya adalah kebijakan donor dan keterbatasan sumberdaya. bentuk Perkumpulan lebih rendah resikonya dibanding dengan Yayasan. faktor yang mengakibatkan konflik ada dua hal. pelaksana pada umumnya adalah sosok yang lebih muda dari para senior yang duduk di pengurus atau pembina Yayasan. oleh karena aktivis atau staf organisasi nirlaba sangat menjunjung tinggi nilai nilai normatif. pengetahuan dan jejaring.

berasal dari lulusan dari universitas yang sama atau kesamaan identitas seperti asal daerah. Sumber faksionalisasi juga bisa tumbuh dari kesamaan ideologi atau paradigma walaupun secara historis mereka berbeda. Tipe kepemimpinan pragmatis adalah pemimpin yang menekankan pada aspek manajerial sesuai tugas pokok fungsinya dan kurang mengakomodasi hal-hal diluar aspek manajemen. bisa terbentuk karena aspek historis. Sementara faksionalisasi juga bisa dari kepentingan pragmatis. dalam organisasi nirlaba kepemimpinan bersifat simbolik. faksi bisa terbentuk karena para anggota kelompok memiliki pengalaman historis yang sama. Tipe demokratis adalah pemimpin yang mengedepankan negosiasi dan lebih partisipatif dalam mengambil keputusan. bahkan ada juga yang terbentuk untuk memperjuangkan dukungan finansial tertentu. kepentingan patron klien dan kesamaan kepentingan dalam aspek manajemen dalam organisasi. dimana kepemimpinan dalam faksi sangat nampak menonjol dengan gerak lebih terbuka. dan menganggap semua masalah bisa diselesaikan dengan perangkat atau tools manajemen. Berbeda dengan organisasi politik. Faksi dengan tujuan kepentingan pragmatis biasanya berlangsung lebih pendek dari yang tujuan ideologis. Sumber yang ketiga adalah faksionalisasi dalam organisasi. Misalnya pernah bekerja di lembaga yang sama. Faksionalisasi bisa dilihat dari beberapa hal yaitu sumber. Sementara itu faksi karena kesamaan historis atau ideologis akan lebih langgeng dibanding . memperlancar intensitas komunikasi dan secara sadar atau tidak sadar membentuk solidaritas kelompok. Misalnya ada istilah “dia orangnya si A”. Misalnya. suku atau agama yang sama. Dari segi motivasi. organisasi nirlaba berisi aktivis yang sebagian besar cenderung melakukan personifikasi terhadap kerja yang dilakukan atas nama nilai sosial dan ideologi. ideologis maupun pragmatis. Sayangnya. ketika kepentingan terpenuhi maka ikatan faksionalisasi akan pudar dan usai. Model pemimpin ini juga tidak bebas konflik. “orang lapangan versus orang manajemen” dan seterusnya. karena mengakibatkan lemahnya penegakan aturan dan kelambanan dalam pengambilan keputusan oleh karena mengutamakan proses. faksionalisasi bisa dilihat dalam jangka waktu keberadaanya. Faksionalisasi ini menarik untuk dicermati karena sangat umum terjadi dalam organisasi nirlaba. atau “dia kaki tangan si B” atau asosiasi dengan divisi formal dalam organisasi. ada satu kelompok terbentuk karena kepentingan untuk keadilan dalam perlakuan manajemen. motivasi dan durasi. dalam arti melibatkan struktur kekuasaan dalam organisasi. Anggota organisasi dengan kesamaan identitas akan memiliki kecenderungan untuk berkumpul dengan sesamanya. Umumnya pemimpin model ini mengabaikan aspek personal dalam pengelolaan organisasi. terbentuknya faksionalisasi bisa dianalisis dari kepentingan apa dibalik faksionalisasi tersebut. Dalam satu organisasi. Dari segi sumber faksionalisasi. Namun konflik yang terjadi dalam kepemimpinan demokratis adalah konflik horizontal bukan vertikal. Dalam beberapa kasus faksionalisasi tidak hanya horizontal namun juga vertikal. Ada pengelompokan dalam organisasi yang terbentuk untuk kepentingan perebutan kekuasaan dalam organisasi. yakni adanya tujuan bersama jangka pendek. ada pengelompokan yang terbentuk untuk tujuan memperjuangkan ide atau nilai tertentu. Dari segi durasi.berkait dengan kekuasaan yang dimiliki untuk pengambilan keputusan. Kesamaan ideologis mempertebal keyakinan bersama akan nilai yang diperjuangkan melalui organisasi dimana tempat mereka bekerja.

Tugas para sukarelawan tersebut adalah membuat kegiatan penggalangan dana (fundraising events) dan membuat jaringan dengan orang yang sehati dengan misi organisasi nirlaba tersebut. namun dananya bersifat lokal. Klinik Umiyah melayani pasien dhuafa yang hanya membayar seikhlasnya. Tugas dan fungsi organisasi nirlaba adalah menyalurkan barang barang sumbangan tersebut kepada orang orang yang memerlukannya. para penyumbang tidak mempunyai kesamaan agama atau kedaerahan. Dana disumbangkan oleh orang orang yang tersentuh hatinya. Kesepuluh model pembiayaan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Uraian lebih jelas dari model pembiayaan ini bisa dilihat disini atau dengan meng-klik huruf diatas. Majlis taklim asuhan kyai kondang. Organisasi nirlaba model ini mendapatkan sebagian besar dananya dari anggota yang mendapat manfaat dan dilayani oleh organisasi tersebut. Yusuf Mansur. sumber : http://www. Dalam model ini. Sebagai contoh adalah organisasi atau perkumpulan majlis taklim. Tentunya organisasi nirlaba juga perlu mencari sumber dana lain untuk menutup biaya operasionalnya. Biasanya barang barang yang disumbangkan berupa bahan makanan.com/article/konflik-internal-organisasi-nirlaba-14/ Mengembangkan sumber dana bagi organisasi nirlaba OPINI | 05 April 2012 | 13:09 Dibaca: 317 Komentar: 1 Nihil Masalah ketersediaan dana merupakan salah satu masalah kronis bagi organisasi nirlaba. Model jaringan orang yang tersentuh hatinya. Oleh karena itu. Peter Kim dan Barbara Christiansensmengidentifikasi 10 model pembiayaan organisasi nirlaba. dilain pihak. Agar berhasil. dan lain lain. majlis taklim kecil dikampung akan kesulitan menggalang . Model resource recycler. organisasi nirlaba mendapat sumbangan berupa barang. bukan uang. Kekurangan dana ditutup oleh para dermawan yang sebenarnya tidak mendapat manfaat secara langsung. Rumah tahfidz dibiayai oleh masyarakat sekitar. Disini. misi organisasi nirlaba harus sesuai dengan model pembiayaan yang dikembangkannya. Agar bisa sukses dalam menggalang dana. Model local nationalizer dimana meskipun programnya bersifat nasional. Namun. dan ustadz kondang lainnya akan dengan mudah menggalang dana dalam jumlah cukup banyak. namun mereka menyumbang karena misi organisasi tersebut menyentuh hatinya. William Landes Fosters. Hal ini terjadi karena orang yang mendapat manfaat dari organisasi nirlaba sering berbeda dengan penyandang danannya. pengelola organisasi nirlaba perlu mempelajari berbagai model pembiayaan organisasi nirlaba.yang bersadar atas kepentingan jangka pendek. organisasi nirlaba perlu mengidentifikasi sumber dana yang sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikannya. 2. Contohnya adalah program pembibitan penghafal Al Quran (PPPA) Darul Quran yang diprakarsai Ustadz Yusuf Mansur melalui pendirian rumah tahfidz di daerah daerah. Dalam model pembiayaan ini. barang peralatan dapur. 4. organisasi nirlaba didukung oleh sekelompok sukarelawan yang giat menggalang dana. seperti ustadz Arifin Ilham. 3. Contohnya yang jelas adalah Klinik Umiyah. Model dukungan anggota.keuanganlsm. Kegiatan majlis taklim sebagian besar dananya berasal dari anggotanya. pakaian.

Model penyumbang kelas kakap. Model sumber dana pemerintah. Suatu organisasi nirlaba mampu membuat suatu sistem penempatan dokter ke daerah terpencil yang lebih baik dari pada yang selama ini dipakai pemerintah. Dalam model ini. Model pembaharu kebijakan. 8. Organisasi nirlaba tersebut sebagai inovator/ pembaharu kebijakan dan mereka mendapat dananya dari pemerintah. organisasi nirlaba menggalang dana untuk kemudian dipakai membiayai suatu pelayanan yang dilakukan oleh organisasi atau orang lain. 6. Pemerintah kemudian mengkontrak organisasi nirlaba tersebut untuk membantu pemerintah dalam menempatkan dokter ke daerah terpencil. Sebagai contoh adalahsedekah rombongan. namun mereka juga menggalang dana dari para alumninya.Organisasi nirlaba juga bisa menggunakan anggaran pemerintah sebagai sumber dananya. organisasi nirlaba memanfaatkan dana pemerintah juga. Sebagai misal: Saat ini pemerintah kesulitan menempatkan dokter ke daerah terpencil. maka organisasi nirlaba bertindak sebagai “perantara”. Organisasi nirlaba tersebut mempertemukan antara “penerima bantuan pemerintah” dan pemerintah sebagai pemegang program. organisasi nirlaba yang bergerak dalam dibidang kesehatan sering mengandalkan dukungan dermawan kelas kakap sebagai sumber dana utamanya. Contoh yang sangat jelas adalah organisasi nirlaba dibidang kesehatan yang mengandalkan dana dari program jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) dan jampersal (jaminan persalinan). Universitas mendapat dukungan pembiayaan dari mahasiswa yang sekarang sedang menuntut ilmu. . Contoh organisasi nirlaba lainnya dengan model penggalangan dana seperti ini adalah: Harley Davidson Club. Dalam model beneficiary broker. namun mereka membuat suatu model baru yang lebih baik dari yang sudah ada. Sedekah rombongan menggalang dana dan dana sedekah yang mereka terima dipakai untuk membantu masyarakat miskin membiayai sakitnya. Contohnya yang banyak dilakukan di negara Amerika adalah universitas dan rumah sakit. Di negara negara maju. 10. penyandang dana utama juga pendiri organisasi nirlaba tersebut Model beneficiary broker. Mereka menghubungkan penduduk dengan sumber daya (program) dari pemerintah. Seringkali.5. organisasi nirlaba tidak hanya mendapat pemasukan dari orang orang yang dilayaninya sekarang. 7. Dalam model ini. Model dukungan penerima manfaat dimasa lalu. Dalam model pembiayaan ini. 9. Model pembuat pasar. dana. Sebagian besar dana dari sedekah rombongan dipakai untuk membantu meringankan orang miskin yang tidak mampu mengobati penyakitnya. membantu panti asuhan dan juga orang orang jompo yang memerlukan bantuan. tapi juga dari orang yang pernah mendapat manfaat dari organisasi tersebut dimasa lalu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful