Sisi perbandingan Dakwah

Asy Syaikh Muqbil dengan dakwah Wushobiy

Ditulis Oleh: Asy Syaikhul Fadhil Abu Abdissalam Hasan bin Qosim Ar Roimiy ‫حفظه اهلل‬

Diterjemahkan Oleh: Abu Mas'ud Syamsul Arifin Al Jawiy Al Indonesiy ‫عفا اهلل عنه‬

|Hal2

Sungguh Alloh  telah memberi taufiq kepadaku untuk menulis makalah kecil sebagai bentuk bantahan kepada si orang maftun Muhammad binAbdul Wahab al Wushoby yang berada di Hudaidah dengan judul :

"Peringatan kepada umat dari kecerobohan Wushoby Hudaidah seorang da'i penyebar fitnah yang menyesatkan" Yang ini merupakan kerjasama dariku untuk saudaraku para da'I dalam rangka menjelaskan keadaan orang maftun ini dan menjabarkan kesesatan serta penyelewengannya dari petunjuk salaf dari kasetnya yang tertanggal 18 Muharrom 1434 Hijriah. Yang tercakup didalamnya kejahatan dan kelaliman serta permusuhan kepada ahlus sunnah salafiyah di Darul Hadits Dammaj dan juga kepada Syaikh al 'Alamah an Nashihil Amin Yahya bin 'Ali al Hajury hafidhohulloh dan semoga Alloh memberikan balasan dan pahala yang banyak. Di tengah-tengah bantahanku yang kutujukan kepadanya beberapa saat yang lalu. Kutunjukkan sepintas tentang perbedaan antara dakwah Imam al Wadi'i rohimahulloh dengan dakwah Wushoby semoga Alloh merendahkannya, aku berkata di sana : "Sesungguhnya orang memandang sebenarnya dalam dakwahnya Imam al Wadi'I rohimahulloh dengan dakwahnya Wushoby dan membandingkan antara keduannya maka akan didapati perbedaan jarak dan kelebihan yang sangat jauh bedanya. Dan ini diketahui oleh orang yang adil dalam perkataan serta pandangan yang benar, dan cocoklah dengan perkataan penyair tentang dua ungkapan:

(Yang satu) mengarah ke timur dan mengarah ke barat alangkah jauhnya perbedaan di antara timur dan barat Bahkan berkata penyair : Tidakkah kamu lihat sesungguhnya pedang itu berkurang nilainya Jika dikatakan bahwa sesungguhnya pedang lebih tajam dari tongkat (kayu) Dan perbedaan yang besar di antara dua dakwah dan dua orang baik dalam mu'amalahnya dengan tullab atau dalam faedah ilmiah atau dalam keistiqomahannya di atas manhaj salafy atau juga dari sisi zuhudnya terhadap dunia dan harta yang akan musnah. Ataupun dari sisi keberanian
www.isnad.net

|Hal3

dan kekokohan di atas al haq atau dari sisi pelajaran ilmiah atau dari sisi atau..atau.. yang lainnya. Dan ini diketahui oleh orang yang paham tentang kedua orang ini, wallohu musta'an.selesai. Kemudian mulailah aku menyorotkan cahaya walaupun dengan sedikit ringkasan yang insyaAlloh berfaedah terhadap dua dakwah terkhusus Wushoby –semoga Alloh menimpanya dengan bala'- yang banyak membanggakan diri dengan kritikannya yang lemah kepada al 'Allamah al Hajury semoga Alloh memulyakan beliau- dengan (membandingkannya dengan) syaikh Muqbil rohimahulloh, yang dia mengatakan: "Dahulu Syaikh Muqbil seperti ini dan aku bersamanya atas yang demikian itu, kemudian datang al Hajury dan berubahlah alur", dan yang semisal dari kebohongan ini. Dia mengira dengan ini bisa membinasakan orang yang Alloh beri cahaya di hati mereka dan mereka mengetahui dakwah Syaikh Muqbil dengan sebenar-benarnya pengetahuan. Tetapi apalah harapan kita pada perkataan kita kecuali apa yang diucapkan oleh orang dahulu :

Seseorang akan dihabisi ketika di hari mihnah (ujian) Sampai dia menyangka suatu kebaikan yang bukan merupakan kebaikan

Dan dengan pendekatan yang singkat ini akan nampak jelas perbedaan yang jauh antara dua dakwah dan menjadi penerang bagi yang punya dua mata dan kejelian tentang dusta dan dajjalnya orang ini ketika dia samakan dirinya pada sebagian perkara dengan al Imam al Wadi'I rohimahulloh. Dan kebenaran dari perkataan bahwa kehidupan Syaikh Muqbil dan dakwah beliau telah membawa banyak kebaikan dan manfaat yang besar dan aku tidak bisa memberikan haknya di risalah yang singkat ini. Dan barangsiapa yang ingin (membaca) ulasan yang lebih luas dan banyak maka hendaknya membaca kitab akh Humaid al 'Utmy ashlahnallohu wa iyyah yang berjudul:

Dan langsung kepada tujuan, dengan berharap pertolongan dari Alloh: Lima belas sisi yang menjadi perbandingan : 1. Perhatian terhadap ilmu. 2. Karangan 3. Zuhud 4. Tawadhu' 5. Kekokohan di atas manhaj salaf 6. Terangterangan terhadap kebenaran

7. Keberanian.

8. Taklid (fanatik

9. Besarnya perhatia n pada dunia

10.Perpustakaa 11. n. Kedermawanan.

12. Mu'amalahny a dengan tullab.

www.isnad.net

|Hal4

buta) 13. Mu'amalah dengan orang yang menyelisihiny a dari kalangan ahlus sunnah. 14. dah ilmiah. 15. Jujur Fae dalam dakwah.

www.isnad.net

|Hal5

Sisi Perbandingan Perhatian terhadap ilmu

Dakwah Syaikh Muqbil
Merupakan suatu yang sudah dikenal dari syaikh Muqbil sangat perhatiannya dengan ilmu dan pencariannya sejak di Jamiah islamiyah. Dan beliau rohimahulloh telah meraih dua ijazah dari kuliah dakwah dan kuliah syari’ah dalam satu jenjang. Dan dari bentuk perhatiannya dengan ilmu banyak tergambar dari beliau rohimahulloh waktu kesehariannya disibukkan untuk mengajar, dan waktu senggang di maktabah. Salah seorang dari dosen kami di Jami’ah islamiyah telah memberikan kabar kepadaku tentang hal itu. Beliau adalah al ustadz Unais Thohir, beliau berkata : ”Sesungguhnya syaikh Muqbil dahulu mengajari mereka, dan mereka duduk di atas alas (sejenis tikar, wallohu’alam) untuk mendengarkan pelajaran beliau. Dan pada hari berikutnya mereka menghadiri pelajarannya (syaikh Muqbil) dan mereka tidak mendapati alas duduk. Merekapun bertanya kepadanya, dan beliaupun menjawab : ”Aku telah menjualnya, dan kubelikan kitab Al Kamil karangan Ibnu ‘Adi”. Dan beliau masih tetap pada kondisi yang baik ini sampai (Alloh angkat dejarat) beliau menjadi seorang Imam dari para Imamnya kaum muslimin sampai Alloh  mewafatkan beliau.

Dakwah Wushoby
Merupakan hal yang tidak asing lagi darinya banyak membuang waktu yang tak ada duanya, dan ini sangat nampak dari sisi pelajaran, risalah , dan majelis dia. Tidaklah terasa besar manfaat dari tulisan atau catatan kakinya. Jika memang didapati darinya tidak sampai 1 % (satu persen) dari karangan Imam Al Wadi’i rohimahulloh. Itupun sejenis risalah kecil yang kemungkinan bagi pelajar yang baru bisa untuk membuatnya. Dan risalah yang paling baikpun dari risalah-risalahnya tersebut masih tergolong lemah, berkaitan dengan pembahasan jumlah tangga di mimbar dan masalah telaga dan yang semisalnya. Adapun kitab dia Al Qoul Mufid , di dalamnya banyak kekurangan dan intiqod (cela yang harus dibenarkan). Lebih-lebih lagi dari muqodimahmuqodimah yang dalamnya dari sebagian orang ahlul bid’ah sufiah tulen sebagaimana hal ini sudah diketahui bersama. Dan pada tahun terakhir ini dia malah tersibukkan dengan dauroh sana dauroh sini. Maka diapun melakukannya sesuai dengan permintaan masalah yang akan dibahas, kemudian disepakatilah dauroh selama dua pekan kadang kurang dari itu kadang lebih. Dan diapun
www.isnad.net

|Hal6

tidak ada jerih payah yang besar padanya, sebatas membaca apa yang telah dikumpulkan oleh ikhwan dari ayat dan hadits atau yang semisalnya, dan secuil apa yang dia susun. Kemudian dikeluarkan dipenghujung dauroh dengan bentuk risalah inti atas nama Wushoby. Termasuk pembodohan, jerih payahnya murid yang patut dikasihani, yang mereka minimalnya saling menjaga satu sama lain baik dari dekat atau jauh. Akan tetapi dia orang suka pamor dan kekuasaan, wallohumusta'an.

Karangan

Sungguh telah penuh sesak perpustakaan salafiyah dengan karangan beliau rohimahulloh. Dan telah mencapai lebih dari 60 (enam puluh) karangan dari berbagai cabang ilmu dan sebagiannya terhitung berjilidjilid, belum lagi dari catatan kaki –catatan kaki ilmiah beliau. Dan dari karangan beliau rohimahulloh adalah: Shohihul musnad min asbabul nuzul. Asy Syafaa’ah. Al Jaami’ush shohih fil Qodar. Ash Shohihul musnad min dalai an nubuwah. Sho’qotul Zilzaal linisfu abatiil arrofdhi wal I’tizal. Al Makhroju minal fitnah. Ash Shohihul musnad mimma laisa fi shohihain. Tarojim rijal al Hakim wa Daaruquthni al ladzi laisa fi shohihain. Ahaaditsu mu’alah dhohiruhu

Telah lalu pembicaraan tentang sekelumit karangannya yang nampak padanya tentang lemahnya dia dari sisi ilmiah, wallohu musta’an.

www.isnad.net

|Hal7

shihhah. Ghorotul fishol ‘alal mu’tadiin ‘ala kutubul ‘ilal. Tahriim al khidhobi bis sawaadi. Ijaabatus saail ‘an ahammil masaail. Ghorotul asyritoh ‘ala ahlil jahli wa safsathoh. Dzamul masalah. Al Burkaan linisfi jaami’ah al iiman wa ma’a iskatul kalb al ‘awi yusuf bin abdillah al Qordlowy. Tahqiq wa takhrij mujalladain min tafsiir ibnu katsir ila suurotil maidah. Dan yang lainnya dari bukubukunya yang bermanfaat yang para pembahas dan para penukil bisa mengambil dari kitab-kitab tersebut, biidnillahi ta'ala Syaikh Muqbil rohimahulloh telah dikenal kezuhudannya terhadap dunia dan apa yang ada di tengah manusia dan beliau termasuk yang dihitung sebagai imam dalam masalah ini. Dan yang menjadi saksi tentang hal itu sudah banyak tak terbilang. Dan cukup bagi kita sebagian contoh karena kita hanya menyajikan ringkasan saja (di malzamah ini). Yaitu : sudah dikenal bagaimana tempat tinggal Syaikh Muqbil, yang mana dibangun dari bata tanah kering. Temboknya dari adonan tanah dan tidak dilapisi dengan josh (sejenis kapur) dan batu merah. Yang didapat dari warisan orang tuanya. Syaikh Muqbil juga pernah diberi sejumlah uang dari Sudah dikenal darinya rakus terhadap dunia walaupun lisannya fasih dalam berbicara tentang zuhud, akan tetapi kenyataannya sangatlah bertentangan. Jika kamu melihat tempat tinggalnya terkhusus di dalamnya, dan pada masa terakhir ini, apa yang tampak dari luar. Jika kamu bandingkan antara rumahnya dengan rumah pejabat tinggi dari sisi perabotan rumah tangga yang serba wah, dan..dan..dan sebagaimana istilah orang : model terkini, Allohumusta’an. Dan dia sangat mengetahui tentang hal ini. Lebih-lebih lagi tentang perkara-perkara yang lain. Aku diberi kabar oleh akh Mahmud an
www.isnad.net

Zuhud

|Hal8

sebagian orang yang ingin berbuat baik, untuk membangun rumah bagi beliau. Tapi beliau bangun dengannya (uang tersebut) perpustakaan umum untuk murid-muridnya. Dan tidak membangun untuknya kecuali sebatas ruangan (yang terbuat) dari tanah. Dan Syaikh Muqbil rohimahulloh menjadikan mobilnya serta perpustakaan dan tanah-tanah beliau yang (merupakan) milik pribadi sebagai waqof untuk dakwah. Dan dari perkataan beliau : ”Seandainya kita bersungguhsungguh dalam perkara kesempurnaan (perhiasan dunia) , kita tidak akan menuntut ilmu. Jika seandainya aku tidak diberi petunjuk olehNya (Alloh ) maka sungguh aku akan keluar menemui kalian dengan pakaian yang lusuh penuh tambalan. Dan banyak lagi contoh yang kalian bisa lihat bagi yang menginginkan hal itu dengan membaca tarjamah beliau.

Nahary (Alloh telah memperlihatkan kepadanya tentang keadaan Wushoby yang sebenarnya). Barubaru ini dikirimkan untuknya dengan membawa dua mobil dari kredit tiap tahun berupa pakaian-pakaian serta sabun-sabun dan lain sebagainya, serta mobil khusus untuk tullab –jika didapati- dan mobil khusus untuk dia dan keluarganya. Dan orang ini sangat senang dengan kesempurnaan (perhiasan dunia) walaupun secara nampak dia sering berbicara (masalah) zuhud. Akh Abdulloh bin Salim al Baidhony memberi kabar kepadaku bahwa suatu hari Wushoby bertanya padanya tentang sepotong (bagian) dari siifoon. Dan akh Abdulloh adalah seorang pedagang seputar bangunan, dan beliau berkata : "Aku merasa aneh dengan pertanyaannya tersebut. Karena potongan (bagian) ini tidaklah dipakai dan dimiliki kecuali oleh pedagang besar (kaya raya). Dan sungguh mengherankan, karena orang ini (Wushoby) membuatnya sangat heran. Bahkan ini merupakan hal yang telah diketahui bagi orang duduk dengannya dari kalangan pedagang yang masih awam. Dan hal yang mengherankan ini akan hilang jika diketahui apa sebabnya. Dan sebabnya sudah diketahui bagi orang yang memiliki akal dan pemahaman (tentang kondisi Wushoby yang
www.isnad.net

|Hal9

Tawadhu’

Syaikh rohimahulloh telah dikenal padanya penuh sifat tawadhu’. Barang siapa yang ingin bertemu dengannya, maka tinggal bertemu tanpa harus ada aturan atau perantara. Dan pernah beliau rohimahulloh berkata memberi nasehat kepada muridnya : “Aku tidaklah punya ilmu, jika salah seorang dari kalian bermulazamah denganku lima bulan maka akan mengambil apa yang ada padaku.” Dan beliau rohimahulloh tidak menutup mata dari menerima kebenaran walaupun datangnya dari musuh. Dan kadang beliau meminta dari orang yang berkunjung agar memberikan sepatah kata untuk didengarkan oleh tullab, dan beliau duduk sebagaimana duduknya tullab dengan penuh adab. Sungguh sangat melimpah dan besar tawadhu’nya. Dan tidak disebutkan apa yang ada padanya kecuali hanya setetes dari hujan.

sebenarnya). Barang siapa yang pernah bermuamalah dengan Wushoby akan mengetahui sisi kesombongan orang ini dan kurang tawadhu'nya dia, dan dari hal itu: sesungguhnya kamu tidak bisa (menemuinya) secara pribadi kecuali setelah banyak bermuamalah dan terus-menerus. Sebagai contoh: ketika aku datang di Hudaidah, aku meminta agar dia bisa duduk denganku secara pribadi agar aku bisa melontarkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan dakwah terlebih lagi aku orang yang baru di Hudaidah. Dan ketika aku meminta darinya tentang hal itu, dia malah memintaku untuk menulis di kertas hal yang ingin aku lontarkan dan bicarakan dengannya. Maka akupun menulisnya di kertas dan kuserahkan padanya. Kemudian dia baca dan tidaklah terucap kecuali; "insyaAlloh, nanti saja sepulang dari sholat", yakni dari shof pertama sampai dia masuk rumahnya. Dan (juga) suatu ketika dia menyampaikan hadits ;

Dia berkata di dars umum, bahwa makna adalah seorang perempuan memakai abaya (jenis pakaian wanita) dan dikasih tanah, kemudian ditiup atau dikibaskan (agar debunya
www.isnad.net

| H a l 01

hilang) kemudian dia memakainya jika keluar. Dan kukatakan padanya: "sesungguhnya yang dimaksud dengan di sini adalah yang tidak memakai minyak wangi sebagaimana perkataan al Khoththoby". Lalu diapun memintaku untuk memperlihatkan sumbernya, maka kutunjukkan padanya maroji' dari kitab 'Aunil Ma'bud dan diapun membacanya. Aku berkata : "Semoga dia minimalnya meralat perkataannya dalam masalah itu", tetapi malah tidak berbicara sedikitpun (tentang kesalahannya dalam tafsiran hadits). Dan masih banyak contoh selainnya, bahkan terkadang ada seorang yang menanyainya kemudian Wushobiy berpaling darinya (penanya). Bahkan kesombongannya itu mencegahnya untuk menunjukkan siapakah orang yang mendatangkan faedah kepadanya. Apalagi untuk rujuk dari kebatilan, seandai rujukpun dengan cara yang kurang baik. Dan ini sudah diketahui oleh orang yang duduk (dengannya) dari kalangan penuntut ilmu. Dan di sini kita tidak akan berpanjang lebar membahas masalah ini. Akan tetapi hal ini dapat dirasakan oleh setiap orang pernah berhubungan erat dengannya.

www.isnad.net

| H a l 00

Kekokohan diatas manhaj salaf

Tiap orang yang bercerita tentang Syaikh dan yang mengetahui beliau, menjadi saksi baginya tentang kokohnya beliau di dalam agama, dan ini jika menunjukkan tentang sesuatu maka sesungguhnya menunjukkan tentang kejujurannya orang ini dalam dakwahnya –kita juga berharap yang demikian, dan Allohlah sebaik-baik tempat berharapdan semua ini atau yang demikian itu merupakan keutamaan dari Alloh . Berkata Syaikh Muqbil rohimahulloh : “Seandainya kita berjalan berbarengan dengan masyarakat kita yang bodoh dengan sunnah tidak akan tersebar satu sunnahpun dari sunnah-sunnah yang ada”. (lihat kitab beliau al Makhroj minal fitnah) Sudah berapa kali fitnah yang tiba-tiba menyerang Syaikh Muqbil. Namun beliau Alhamdulillah, tetap kokoh seperti kokohnya gunung. Sudah berapa kali Bin Laden berusaha membujuk namun beliau tidak menggubrisnya, demikian pula Surur dan Abdulloh as Sabt dan yang selain mereka. Demikian pula jum’iat (yayasan-yayasan) berusaha menarik (beliau) namun tetap tak ada gunanya. Bahkan Syaikh telah menghadapi kelompok dan beragam golongan sesat. Dan bersamaan dengan hal itu beliau menghadapinya dengan kekokohan yang luar biasa. Bahkan beliau telah mentahdzir kelompok Ikhwanul Muflisin (IM) dan menampakkan kejelekan mereka. Demikian pula beliau mentahdzir Hizbut

Orang ini termasuk yang mudah goyah sejak zamannya syaikh Muqbil dan tidak mampu untuk menerapkan hukum-hukum syar'iyah. Maka kamu akan melihat sampai pada perkara fatwapun goncang. Pernah juga dia berfatwa kepada manusia dengan keras dengan apa yang difatwakan oleh Syaikh kami Albany rohimahulloh dalam masalah fiqih dan hadits. Dan dia tetap seperti itu dalam waktu yang lumayan, kemudian dia meninggalkan apa yang dia tempuh selama ini dalam permasalahan fiqih. Lalu dia menjadi muqollid pada Syaikh Albani dalam menghukumi mayoritas hadits. Adapun yang berhubungan dengan masalah fiqih dia mencukupkan diri dalam berfatwa dengan fatawa al Lajnah Daimah. Dan janganlah dia disebut bahwa dia punya dua pendapat sebagaimana asy Syafi'i, karena ini adalah bentuk kedholiman terhadap Imam Asy Syafi'iy ketika dia diumpamakan dengan Imam Asy Syafi'i. sesungguhnya Asy Syafi'i adalah seorang imam yang mujtahid sedangkan sahabat kita ini (Wushoby) adalah orang yang serampangan dan muqollid. Maka jelaslah perbedaan antara keduanya. Dan sebagaimana kamu lihat kadang dia mengkafirkan Surur dan berdalil sebagaimana dia sangka dengan dalil-dalil dan bukti-bukti atasnya.
www.isnad.net

| H a l 02

Tahrir (HT), dan mentahdzir Jama’ah Tabligh (JT) serta menjelaskan tentang kesufian mereka. Beliau juga mentahdzir Rofidhoh terkhusus al Khuutsi dan menjuluki mereka dengan para pemuda yang jahat, dan kenyataannya tampak dari perbuatan mereka yang jahat. Yang jelas Syaikh telah diberi oleh Alloh  kecintaan untuk tetap kokoh sampai beliau wafat, walillahil hamdu wal minnah.

Kemudian hal itu hanya berjalan sebentar, lalu dia tinggalkan perkara ini dengan berpaling secara diam-diam. Ini dan setelah masuk padanya (perkara) dunia dari sana sini. (mulailah) dia mengambil (jalan) untuk mencela para imamnya dunia yang masih tersisa dari ulama salaf di masa ini, seperti al 'alamah Robi' bin Hadi al Madkholiy dan al 'alamah An Najmiy kemudian al 'allamah Al Fauzan serta al 'allamah Zaid al Madkholy, dengan tuduhan yang membuat jiwa menjadi benci ketika mendengarnya. Ini adalah dalam rangka membikin ridho dengan yayasan ini dan yayasan itu, wallohu musta'an. Dan sekarang dia mencela satu-satunya 'alimnya Yaman serta kholifahnya Imam al Wadi'I rohimahulloh kadang menuduhnya dengan pendusta, menyendiri, dan sisi lain menuduhnya sebagai pelaku bid'ah, begitu pula dia menyamakan Syaikh Yahya dan orang yang bersama beliau serta para murid beliau dengan Rofidloh, wallohu musta'an. Kesimpulannya orang ini (Wushoby) mementingkan dirinya sendiri dan tidak tetap atas suatu keadaan, yang penting ada maslahah bagi dirinya. Barusan kemarin ini, dia mentahdir agar tidak pergi ke masjidnya orang hizby. Tapi hari ini, dia sendiri malah muhadoroh di dalamnya.
www.isnad.net

| H a l 03

Bahkan menertibkan jadwal muhadoroh yang ada untuknya. Dan di waktu yang sama dia mentahdir Dammaj dan Syaikhnya an Nashihil Amin (Syaikh Yahya), bahkan juga setiap orang Sunny yang kokoh diatas sunnah jika dia ada hubungan dengan Dammaj (tak luput dari tahdiran Wushoby). Maka benarlah Hudaifah ibnul Yaman  ketika berkata : "Sesungguhnya kesesatan yang nyata adalah kamu mengetahui suatu perkara yang kamu mengingkarinya dan kamu ingkari apa-apa yang (sudah) kamu ketahui." Sudah diketahui oleh kalangan yang jauh maupun yang dekat dari terus terangnya beliau terhadap kebenaran walaupun Syaikh Muqbil seorang diri di atasnya. Dan yang demikian itu (bisa dilihat) ketika beliau berbicara tentang kelompok sesat, beliau mengatakan: “kalian katakan kepada Ikhwanul Muflisin (IM) dan Al Azhariyin dan jama’ah Tabligh serta Jama’atul Jihad dan juga kepada orang-orang Syiah dan Ba’tsiyiin dan Naashiriyiin -dengan tidak membedakan antara yang disebutkan dengan Ba’tsiyiin dan Naashiriyiin dan orang Syiah- bahkan katakan kepada setiap kebatilan tidak akan ditinggalkan begitu saja, al Wadi’i (Syaikh Muqbil) akan berbicara tentang mereka InsyaAlloh, yang membuat kalian lari dan membongkar kejelekan-kejelekan kalian Teman kita ini sudah dikenal (sifat) pengecutnya dan tidak berani berhadapan langsung (dengan lawan). Kamu lihat dia, jika ingin menjatuhkan seseorang –menurut sangkaannya- dari kalangan penuntut ilmu, dia tidak berani untuk berhadapan langsung. Bahkan kamu lihat dia berpaling (seakan-akan) meremehkan. Dan memperlihatkan sifatnya dengan gayanya yang sok menyepelekan dan merendahkan di dars umum. Dan berusaha dengan menekan serta menuduhnya dengan jaasus (mata-mata) atau yang sesuai dengan keinginannya. Sampai-sampai ada yang kabur dan meninggalkan pelajarannya. Dan cara-cara semacam ini sudah dikenal darinya (Wushoby). Dan
www.isnad.net

Terangterangan terhadap kebenaran

| H a l 04

sampai kalian berhukum di atas al Kitab dan as Sunnah.” Dan dari ucapan beliau rohimahulloh : ”az Zindany termasuk dajjal dari para dajjal, talbismu tidak akan laku selama Muqbil masih hidup.” Dan beliau rohimahulloh sering mengulang-ulang :”Jika nampak dariku kebenaran dari suatu masalah, aku akan mengatakannya walaupun tidak menyisakan seorangpun yang bersamaku di Dammaj ini.” Beliau juga mengatakan sebagaimana tertulis dikitab beliau Ghorotul Asyrithoh : ”Adapun Jarh dan Ta’dil aku tidak akan meninggalkannya walaupun tidak ada yang datang padaku.” Sebagaimana sudah diketahui bersama beliau telah mengingkari kibarul ulama’ seperti Syaikh bin Baaz dan Syaikh Albani dan Syaikh Utsaimin tentang fatwa mereka masalah pemilu, dan beliau berkata sesungguhnya pemilu adalah suatu yang batil, dengan (tetap) menghormati kedudukan mereka (sebagai kibarul ulama), sebagaimana didalam kitab Ghorotul Asyrithoh. Adapun pada sifat ini beliau (bisa diibaratkan) termasuk pasukan penunggang kuda di medannya. Sungguh beliau telah menegakkan kewajiban nasehat pada setiap orang tanpa terkecuali. Dan orang yang sependapat dengan beliau sebagaimana disebutkan dalam kitab beliau Tuhfatul Mujib : ”Ketika aku dan Abdul Majid as Zindany di hadapan presiden,

telah dilakukannya (caracara itu) terhadap 'Ali asy Syarif dan Ba Musa serta Kholid as Shon'aniy juga terhadap 'Isa Mu'afiy dan yang lainnya masih banyak sampai sebagian dari mereka berubah alur mengikuti ahlul bid'ah dan sebagian mereka menggantinya dengan harta dan dunia (menjadi ahlu dunia) karena sebab mu'amalah ini (mu'amalah Wushobiy). Ya Alloh sudah berapa banyak yang berdo'a kejelekan untuk orang ini (Wushobiy) di penghujung malam. La haula wa laquwwata illa billah.

Keberanian

Hampir bisa dipastikan tidak didapatinya (keberanian), dan ini diketahui oleh orang yang akrab dengannya. Oleh karena itu dia lebih memperhatikan pihak yang sekiranya mengkhawatirkan bagi dirinya atau dakwahnya dengan (memasang) matamata atau selainnya karena kebingungannya dan
www.isnad.net

| H a l 05

aku katakan kepada keduanya: ” aku minta kepada kalian berdua untuk mendatangkan bukti yang menunjukkan bahwa kami orang yang keras. Karena mereka mengatakan sesungguhnya ahlus sunnah adalah orang-orang yang keras”. Maka terdiamlah presiden dan mengucapkan syukur atas hal itu, dan berkata Abdul Majid as Zindany : ”Aku punya, yaitu kritikanmu kepada individuindividu”. Dan aku (Syaikh Muqbil) katakan kepadanya : ” Sesungguhnya Nabi  berkata kapada Muadz : ”Apakah engkau akan menjadi pembuat fitnah ya Muadz !”. dan juga berkata kepada Abu Dzar Al Ghiffary: ”Sesungguhnya dalam dirimu masih ada perkara jahiliyah!”. Dan Presidenpun menoleh kepada Abdul Majid as Zindany ketika dia berkata : ”Sesungguhnya dalil-dalil ini telah termansukh (terhapus). Sikap-sikap beliau yang semacam ini banyak sekali.

wataknya yang seperti itu Dan dari itu, seperti apa yang akh Abdus Salam al Yafi'i kabarkan kepadaku yang dia duduk beberapa waktu di Dammaj dan dia ingin mengenal Wushobiy. Maka diapun pergi ke Hudaidah dan sholat di masjid as Sunnah, dan ketika itu dia menenteng senapan serta pistol juga memakai sabuk yang penuh dengan peluru dan jambia (pisau putih khas Yaman) yang merupakan kebiasaan dari qobilah Yafi'. Ketika Wushoby diberi tahu tentang keberadaan laki-laki tersebut dengan kondisi di atas dan kedatangannya bertepatan dengan hari-hari dia (Wushoby) mengkafirkan Surur. Intinya Wushoby malam itu tidak keluar untuk mengajar, bahkan sampai tidak keluar untuk sholat Maghrib dan Isya'. Bahkan malam itu juga dia kabur keluar dari Hudaidah. Setelah beberapa hari, dan orang itu masih menunggu Wushobiy karena sangat ingin bertemu dengannya. Berkata akh Abdus Salam : "Setelah itu aku merasa bahwa orang-orang takut denganku, maka aku berikan senjataku kepada akh Fadil Wushobiy sampai mereka merasa aman". Kemudian ada telepon dari Dammaj dan aku menyangka yang berkata adalah Ahmad 'Arbas yang menjelaskan tentang orang itu yakni akh al Yafi'i, bahwa dia datang dari Dammaj. Maka tenanglah semua orang yang
www.isnad.net

| H a l 06

sebelumnya tertekan dan sangat ketakutan, dan kembalilah Wushobiy ke Hudaidah. Ini adalah ringkasan kejadian itu. Dan juga kisah tentang Perguruan Tinggi al Iman dan Harroh, yang ini sudah dikenal oleh kalangan orang Hudaidah. Dan kisah dalam bab ini sangatlah banyak, dan jika tidak di mana tahdirannya terhadap Mar'i Hudaidah (tokoh sufi) terlebih lagi yang selainnya dari tokoh hizbiyah dengan menyebut nama. Akan tetap orang ini mengambil suatu manhaj yakni berpendapat bahwa tahdir kepada orang hizbi adalah secara umum tanpa menyebutkan namanya. Sebagaimana dia telah menyatakan kepadaku dengan terang-terangan di hari ketika aku memberinya kitab

agar dia memberikan prakata, dan dia berkata kepadaku : "Seandainya kamu meninggalkan penyebutan nama", dengan dalil apa yang telah dilakukan Syaikh bin Baz, wallohu musta'an. Dan sudah dikenal dari Syaikh bin Baz tentang penyebutan nama orang yang ditahdir jika dipandang ada kebaikan dengan hal tersebut.

Taklid (fanatik

Syaikh rohimahulloh Sangat berbeda dari hal termasuk orang yang paling itu sampai dalam fatwa yang keras melarikan orang dari dulunya taklid kepada al
www.isnad.net

| H a l 07

buta)

taklid, yang dia itu mengambil pendapat tanpa dilandasi oleh dalil-dalil. Dan sudah sering Syaikh mengulang-ulang perkataan : ”Tidaklah orang yang taklid kepadaku, kecuali (dia itu) seorang yang jatuh, orang yang jatuh.” Dan beliau juga berkata sebagaimana dalam kitab ghorotul Asyrithoh: ”Dan aku adalah seorang yang tidak layak untuk diikuti, karena sesungguhnya demi Alloh aku sendiri belum merasa ridho terhadap diriku .”

'alamah al Albaniy rohimahulloh kemudian berpindah ke taklid terhadap fatwa al Lajnah Daaimah mayoritasnya. Bahkan kamu lihat dia dalam mendidik murid-muridnya, (berusaha mendidik) seperti apa yang dia jalani dan kefanatikan sampai dalam tata cara memakai imamah. Dan banyak yang menjadi saksinya, dan saudara kita Muhsin al Qulaisiy telah menulis tentang bantahan taklid yang merupakan bantahan terhadap Wushobiy, maka lihatlah. Adapun perpustakaannya Wushoby adalah khusus untuknya. Walaupun hakekatnya adalah untuk umum dan haknya tullab. Akan tetapi, kita merasa sedih karena telah berdebu di lantai dua dari masjid dari sedikitnya tullab yang melakukan bahas di dalamnya. Lalu di mana mereka para tullab dan orang ini (Wushobiy) malah bersemangat dengan dunia dan kelezatannya. Bagaimana bayangan bisa tegak lurus jika batangnya saja bengkok? Suatu waktu aku meminta (izin) padanya untuk masuk perpustakaan, dengan tujuan menyelesaikan pembahasanku masalah jenggot. Dan ketika itu aku merasa kurang dengan sebagian kitab. Lalu dia (Wushobiy) berkata kepadaku: "Bahas saja di
www.isnad.net

Perpustakaan

Syaikh rohimahulloh mewaqofkan perpustakaan miliknya untuk tullab. Bahkan karena ibanya kepada muridmuridnya sebagaimana telah lalu disebutkan ketika (ada bantuan) membangun rumahnya, (namun beliau) membangun perpustakaan untuk mereka. Yang (senantiasa) terbuka sepanjang hari, dan para pembahas (dapat) membahas di perpustakaan sampai pertengahan malam tanpa ada ikatan dan larangan. Bahkan beliau menyemangati muridnya yang beliau lihat ada potensi (untuk itu). Dan (beliau) bersemangat melengkapi kitabkitab untuk mereka. Sehingga hal tersebut membuahkan manfaat yang besar. Dan telah keluar karangan-karangan dalam pembahasan yang hebat. Demikian pula dengan tahqiq (cacatan kaki) ilmiah yang kuat. Semuanya ini karena keutamaan dari Alloh 

| H a l 08

semata, lalu lengkaplah perpustaan ilmiah dengan adanya seorang yang ‘alim yang bisa memberikan nasehat, seorang bapak yang penyayang kepada muridnya.

perpustakaan milikmu". Dan kujawab : "Aku hanya kurang sebagian kitab". Dan dia berkata : "Berikan pada si Qulaisiy dia akan mencarinya untukmu". Wallohu musta'an. Dan ketika dia banyak dibicarakan, dia bangkit dan menurunkan sebagian kitab yang terulang-ulang dan diletakkan di kamar di akhir masjid untuk pembahasan, agar dia bisa keluar dari celaan (tidak lagi dicela). Sungguh dia menjadi permisalan dalam kebakhilan dan kikir kepada tamu-tamunya dan muridmuridnya tapi tidak untuk dirinya sendiri. Ketika datang tamu yang mengunjunginya, mereka tidak mendapatinya pelayanan dan pemuliaan lebih-lebih lagi makanan. Sampai terjadi kegelisahan yang sangat, bahkan sebagiannya berkeinginan untuk tidak kembali lagi di lain waktu, dari kejadian yang telah dia alami berupa jeleknya penyambutan. Bahkan sampai tidak bisa duduk lama dengannya. Dan juga dari bakhil dan kikirnya terhadap muridmuridnya yang ada di masjidnya, mereka cuma diberi kurma dan roti, dan jangan tanyakan tentang keadaan kurma itu!!!

Kedermawanan

Sungguh al ‘Alamah Syaikh Muqbil rohimahulloh melebihi Hatim ath Thoi (bapak dari ‘Adi bin Hatim , yang terkenal dengan kedermawanannya di masa jahiliyah) yang merupakan simbol dari sifat kedermawanan. Jika datang tamu kepadanya maka beliau memuliakan tamunya dengan sebaik-baik pemulyaan. Kadang beliau mendahulukan makanan untuk mereka (tamu) dari dirinya sendiri dan duduk bersama mereka dan mempersilakan mereka untuk makan. Dan dari sifat kedermawanan beliau, menolong murid-muridnya sesuai dengan kemampuan beliau. Sampai ada seorang murid datang kepadanya dan berkata pada beliau : ”Aku ingin menikah" atau "aku butuh bantuan", maka beliau mengeluarkan semua yang ada di kantong beliau”. Kadang beliau datang dengan madu dan makanan bagus untuk ikhwan yang ada (jadwal) jaga malam. Dan masih banyak lagi contoh yang demikian.

www.isnad.net

| H a l 09

Muamalah dengan para murid

Muamalah beliau dengan murid-muridnya seperti muamalahnya seorang bapak dengan anak-anaknya bahkan lebih. Mendekati ini dan menasehati ini, dan memuliakan itu dan kadang bersenda gurau dengan ini, dan saling tolong menolong dengan ini, juga memberi semangat yang ini. Dan kesimpulannya kamu terasa (seakan-akan) dalam keamanan dan ketenangan yang tidak mengetahuinya kecuali Alloh .

Kamu dapati makar dan tipu daya serta hal yang terselubung dan berputarputar (dalam masalah) dan tuduhan-tuduhan batil dan menggembosi serta mematahkan semangat dan yang semisalnya. Ini merupakan bagian yang tidak mungkin didapati dari sosok yang dituakan. Jika dia ingin menghancurkan seseorang dari kalangan penuntut ilmu, maka diapun berusaha untuk memusuhinya secara diam-diam dan kadang dengan kekerasan. Sampai meminta mata-matanya untuk menyebarkan kejelekannya. Dan kadang dengan mencela si murid itu di tengah-tengah pelajaran umum sampai dia mensifati orang yang dimaksud tanpa menyebut namanya dengan kehancuran. Sampai akhirnya orang tersebut lari dan meninggalkan pelajaran. Dan kadang ada majelis persidangan. Apa yang kamu ketahui tentang majelis persidangan ini? Yang seseorang keluar darinya (majelis itu) dengan batin yang sangat tertekan. Setelah dikagetkan bahwasanya orang yang bersamanya adalah matamata Wushobiy yang seakan-akan tampak sebagai sosok seorang bapak yang penyayang dan adil. Namun dia (Wushobiy) malah sebaliknya. Dan telah menyidang Muhammad Ba Musa dan dia keluar dalam keadaan menangis
www.isnad.net

| H a l 21

Muamalah dengan orang yang berbeda pendapat dari kalangan Ahlus Sunnah

Syaikh rohimahulloh adalah seorang yang berkata dengan kebenaran, penasehat pada tiap orang, menjelaskan kesalahan jika (memang) hal itu salah, dan bersamaan dengan itu beliau paham kedudukan mereka sebagai ahlul ilmi dari kalangan ahlus sunnah. Dan nampak dengan jelas ketika menanggapi fatwa masyayikh Albany dan Ibnu Baz dan Ibnu Utsaimin tentang pemilu bahwa sesungguhnya hal itu adalah batil, dan kita tidak mendengar beliau berkata bahwa mereka semua adalah jaasuus (matamata), dan orang suruhan dan kebohongan dan ahlul syudud dan mereka bukan diatas manhaj salaf atau yang semisalnya dari bala’ dan bencana. Bahkan sebaliknya dari hal itu beliau membantah kesalahan dengan tetap menghormati ahlul ilmi salafiyin. Telah nampak faedah ilmiah dari karangan-karangan dan tahqiq-tahqiq dan fatwa serta pelajaran-pelajaran ilmiah beliau. Sudah berapa dari kilauan mutiara (faedah) yang Syaikh rohimahulloh menaburnya di tengah-tengah murid beliau. Baik di ilmu hadits dan ilal, serta nahwu dan ilmu ushul, juga aqidah dan yang lainnya. Sampai seorang yang

sebagaimana Fadhil Wushobiy telah memberitahuku tentang hal itu. Yang demikian ini merupakan bentuk pelecehan Wushobiy terhadap dakwah dan kita tidak akan lupa. Menuduh mereka dengan Jaasus (mata-mata), para buruh, juga pendusta, orang yang menyendiri, cocok seperti Rofidhoh. Yang di waktu ini sama sekali kita tidak mendengarnya (Wushobiy) berbicara dengan kalimat yang keras tersebut sebagai bantahan kepada Mar'i Hudaidah (tokoh sufi) dan yang semisalnya dari orang-orang yang sesat dan menyimpang.

Faedah ilmiah

Jarangnya (didapati) faedah ilmiah, bahkan lebih dari sekali aku memintanya agar membuka pelajaran ilmiah yang khusus untuk penuntut ilmu yang (memang) butuh untuk itu. Dan orang ini sudah mengetahui kadar dirinya yang lemah dalam sisi ilmiah. Seandainya dia buka ma'hadnya dan membuka pelajaranwww.isnad.net

| H a l 20

duduk di pelajarannya mendapatkan faedah yang banyak dan beraneka ragam dalam sekali duduk.

pelajaran ilmiah, dia tidak akan mampu untuk merangkum masalahmasalah dan menjawab beberapa isykal. Bahkan dia tidak mampu untuk menyelesaikan pelajaran karena kurang menguasainya. Oleh karena itu dia menyibukkan dirinya bersama dengan orang yang menghadiri pelajaran umumnya dengan tidak ada faedahnya dalamnya dari dauroh-dauroh yang telah dia sepakati. Dan orang ini dikenal dengan minimnya ilmiah sebagaimana yang telah dikatakan oleh 'Alimnya Yaman an Nashihil amin. Oleh karena itu kecerobohan yang sangat parah (dapat di lihat dari) kitabnya al Qoulul Mufid ketika menetapkan tauhid yang tidak ada pendahulunya (dalam masalah ini) dari kalangan ahlus sunnah yang sudah dikenal, bahkan mereka mengingkari hal itu yakni yang berhubungan dengan tauhid al haakimiyah. Yang hal itu masuk pada tauhid rububiyah. Dan yang selain itu dari masalah aqidah yang ada kecerobohan padanya mencakup penulisnya yang telah lalu penyebutannya. Dan termasuk perkara yang sangat disesalkan adalah cara dakwah Wushoby yang penuh kedustaan ketika dia mengatakan atau mengerjakan sesuatu kemudian dia berkata : "Aku
www.isnad.net

Jujur dalam berdakwah

Ini merupakan salah satu sifat dari sifat-sifat yang agung yang menonjol pada Syaikh Muqbil. Merupakan keutamaan dari Alloh  , hal ini menjadi sebab berhasil dan diterimanya dakwah beliau oleh orang-orang yang Alloh  kehendaki padanya kebaikan.

| H a l 22

tidak menyebutnya" atau "hal itu adalah omong kosong". Dan ketika mereka menyebutkan tentang tuduhannya terhadap masyayikh dengan jaasus (mata-mata), diapun berkata: "Aku telah memuji mereka". Demikianlah kondisi perkataannya: "janganlah heran jika datang ad Duwaisy ke masjidku," diingkarinya. Dan yang menjadi saksi atasnya adalah Syaikh Jamil as Shilwiy dan Syaikh Yahya. Dan kadang kamu lihat di satu sisi dia menerimamu tapi di sisi lain dia bersiasat. Dan suatu ketika aku telah mendengar perkataannya di pelajaran umum :"Aku telah tertawa dengan seseorang dan dalam hatiku melaknatnya". Dan ini sering dilakukan juga kepada penuntut ilmu yakni siapa yang ingin dia jatuhkan, wallohu musta'an. Dan dari tidak adanya kejujuran dalam dakwahnya adalah tahriisy (adu domba) yang telah dia lakukan antara Syaikh Robi' dan Syaikh Yahya sebagaimana yang telah diketahui bersama. Ketika dia berkata kepada Syaikh Yahya (pada waktu hubungan Wushoby dan Syaikh Robi' dikenal erat), Wushoby berkata kepada Syaikh Yahya : "Tarik Yahya dari kursi dan penggantinya sudah siap", dan Syaikh Robi' telah mengingkarinya perkataan ini dengan keras dan merupakan kedustaan atasnya, wallohu musta'an.
www.isnad.net

| H a l 23

Dan termasuk tidak adanya kejujuran dalam dakwahnya apa yang dia lakukan dengan bentuk adu domba antara Syaikh Yahya dan Qobilah di Dammaj sampai-sampai hampir terjadi akibat yang jelek, wallohu musta'an.

 Ta’bir mimpi yang menjelaskan tentang perbedaan di antara kedua dakwah :
Akh Abu Malik Al Baajaliy ashlahanallohu wa iyyahu telah mengkabarkan kepadaku tentang mimpi yang dilihatnya kemudian mengkisahkannya kepadaku sejak enam tahun yang lalu atau lebih, dia berkata :” Aku bermimpi melihat akh Shodiq Al Baidhoniy yang dia berkata kepadaku: “Lihatlah jalan ini, (kamu dapati) padanya jalanan yang rata, yang kemungkinan bisa dilewati mobil”. Dan dia berkata kepadaku :”Ini adalah dakwahnya Syaikh Muqbil”. Kemudian dia berkata lagi :”Lihatlah gundukan kerikil ini, saling bertumpukan (tak beraturan)”, dan dia berkata kepadaku:”Ini adalah dakwah Syaikh Muhammad Al Wushoby”. Kemudian aku berkata kepadanya:”Adapun kamu, yang mana dakwahmu?”, dan diapun terdiam.

 Ta’bir mimpi lain yang dia kisahkan padaku lebih detail (menjelaskan) bahwa al Wushoby bukanlah (berjalan) seputar masalah dakwah tapi sesungguhnya (dia berjalan) seputar masalah dunia dan terfitnah dengannya (dunia), dia berkata :
“Aku bermimpi melihat Syaikh Muhammad (al Wushoby) datang kepada kami di kota kami, dan akupun senang karenanya. Kemudian beliau bertanya : “di mana tempat air (yakni kamar mandi)?”, lalu diapun masuk ke dalamnya. Kemudian datang seorang wanita cantik yang sangat menonjol sekali dalam berhias, yang ingin masuk padanya. Akupun berusaha untuk mencegahnya (wanita itu). Dan diapun berusaha keras untuk masuk. Dan setelah sama-sama saling bersikeras, aku melarangnya, lalu dia tetap masuk padanya.” Dan setelah (ada) perbandingan yang ringkas ini maka jelaslah dengan gamblang dan terang tentang batilnya persamaan al Wushoby dengan Syaikh al Mujaddid Muqbil bin Haadi al Wadi’I rohimahulloh dalam berdakwah. Dan pada kenyataannya, jika kamu melihat Syaikh Yahya dan akhlaq beliau dan kamu mendengar tentang ilmu beliau. Dan kamu saksikan ketenangan beliau, dan kokohnya beliau dalam menghadapi berbagai fitnah. Dan apa yang Al Maula (Alloh ) anugerahkan berupa kedudukan yang mulia di tengah-tengah manusia dan secara khusus di kalangan ahlus sunnah, seorang penasehat yang penuh hikmah. Sesungguhnya dakwah beliau berjalan serupa dengan jalan syaikhnya al ‘Alamah al Wadi’i rohimahulloh dan ini adalah pendapat setiap orang yang berlaku adil.
www.isnad.net

| H a l 24

Segala puji bagi Alloh atas kenikmatan dan taufiq-Nya (yang diberikan kepada kita). Dan kita mohon kepada Alloh  kekokohan di dunia dan di akherat dan terus beramal dalam ketaatanNya dan memalingkan kita dari berbagai fitnah baik yang tampak atau yang tersembunyi. Ya Alloh, barangsiapa menginginkan kejelekan atau makar terhadap kami, dakwah kami, dan negeri kami maka jadikanlah tipu dayanya mengenai dirinya sendiri, dan jadikanlah dia tersibukkan dengan dirinya sendiri, dan jadikanlah pengaturan makarnya itu sebagai penghancur baginya. Ya Robbal ‘alamin.

Ditulis oleh : Abu Abdis Salam Hasan bin Qosim al Hasany ar Roimy 6 Shofar 1434 H

www.isnad.net

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful