You are on page 1of 5

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

S DENGAN DISFAGIA

A. Pengkajian 1. Identitas Pasien Nama Usia Jenis Kelamin Agama Status Tanggal Masuk RS No. RM : Ny. S : 69 Tahun : Perempuan : Islam : Menikah : 08 Januari 2013 : 377-68-87

2. Data Fokus a. Data Subjektif Pasien mengatakan kesulitan menelan, nyeri di tenggorokan, pasien merasa susah tidur, tidak bisa makan dan mudah letih, konstipasi.

b. Data Objektif Tidak dapat melakukan personal hygiene, dehirasi, gelisah/cemas, terdapat luka dimulut, warna bibir pucat, keadaan mukosa bibir kering dan pecahpecah, pembesaran tonsil, pembesaran tiroid, letih, kesulitan menelan.TTV: TD: 100/70 mmHg, Rr: 18 kali/menit, Nadi: 60 kali/menit, suhu: 37,5 GCS 15, kesadaran CM, kekuatan otot .
0

C.

Fungsi saraf kranial NI N II : Normal. : Jarak pandang mata kanan dan kiri 6/6.

Nervus III, IV, VI : Pupil isokor dengan diameter + 3 mm, refleks terhadap cahaya (+/+). Klien dapat melihat kekanan dan kekiri tanpa menengok, klien dapat menggerakan matanya keatas, kebawah, kekanan dan kekiri. NV N VII : Kemampuan mengunyah kurang baik. : Pergerakkan bibir tidak simetris simetris.

warna bibir pucat. N XII : Pergerakkan lidah saat bicara baik. tidak bisa makan. artikulasi suara agak kurang Analisa Data No 1 Data Problem Etiologi kelemahan otot-otot menelan paralise akibat Ds: Pasien mengatakan kesulitan Gangguan menelan menelan. TTV: TD: 100/70 mmHg. mudah nutrisi kurang dari makanan letih. N X : Fungsi menelan klien kurang baik. GCS 15. N XI N XII jelas. N VII : Pergerakkan bibir tidak simetris simetris. Rr: 18 kali/menit. 2 Ds: Pasien mengatakan kesulitan Resiko gangguan Kurangnya asupan yang menelan. NV : Kemampuan mengunyah kurang baik. : Pergerakkan lidah saat bicara baik. N X : Fungsi menelan klien kurang baik. Rr: 18 kali/menit. : Bahu simetris. N IX. artikulasi suara agak kurang jelas. N IX. GCS 15. kesadaran CM. kesadaran CM. Do: Kesulitan menelan. TTV: TD: 100/70 mmHg. tidak bisa makan Do: Pasien Kesulitan menelan. terdapat luka kebutuhan tubuh adekuat .N VIII : Fungsi pendengaran klien baik ditandai dengan klien mampu berkomunikasi dengan perawat.

Diagnosa Keperawatan 1. tidak muntah.dimulut. Rencana tindakan: a. Tinjau ulang kemampuan pasien menelan. letih. Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan gangguan menelan dapat teratasi. Resiko terjadi aspirasi berhubungan dengan ketidakmampuan menelan akibat kerusakan saraf kontrol fasial. 2. kesulitan menelan. . NV : Kemampuan mengunyah kurang baik. Resiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurangnya asupan makanan yang adekuat. Kriteria Hasil: klien dapat menelan. kemampuan mengunyah baik. GCS 15. N XII : Pergerakkan lidah saat bicara baik. Resiko gangguan menelan berhubungan dengan kelemahan otot-otot menelan akibat paralise. B. artikulasi suara agak kurang jelas. 3. Do: Pasien Kesulitan menelan. catat luasnya paralisis fasial. N X : Fungsi menelan klien kurang baik. C. aspirasi terjadi Ketidakmampuan menelan kerusakan kontrol fasial akibat saraf kesadaran CM. N IX. 3 Ds: Pasien mengatakan kesulitan Resiko menelan. Rencana Keperawatan 1. Gangguan menelan berhubungan dengan kelemahan otot-otot menelan akibat paralise. N VII : Pergerakkan bibir tidak simetris simetris.

k. h. Anjurkan untuk berpartisipasi dalam program latihan. Stimulasi bibir untuk membuka dan menutup mulut secara manual dengan menekan ringan diatas bibir/dibawah dagu. i.b. Sentuh bagian pipi paling dalam dengan spatel untuk mengetahui adanya kelemahan lidah. Letakkan makanan pada daerah mulut yang tidak sakit/terganggu. Tingkatkan upaya untuk dapat melakukan proses menelan yang efektif seperti membantu pasien menegakkan kepala. g. makanan lunak ketika pasien dapat menelan air. e. f. Anjurkan pasien menggunakan sedotan untuk meminum cairan. Bantu pasien untuk memilih makanan yang kecil atau tidak perlu mengunyah dan mudah ditelan. j. Berikan makan dengan perlahan pada lingkungan yang tenang. Mulai dengan memberikan makanan per oral setengah cair. c. Letakkan pasien pada posisi duduk/tegak selama dan setelah makan. . d.

NEUROVASKULER ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DISFAGIA DISUSUN OLEH: KELOMPOK 1 KAMARADIKA EKA CAHYANINGSIH YAYAH NURMAYANTI FITRIA W TETY KARTIWI NANA KUNARTI SRI MARDIANA ABDUL RONI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA TAHUN 2013 .