MAKALAH TRAUMA TUMPUL ABDOMEN

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Semester

Dosen : Dudang, S.Kep., Ners

Disusun Oleh : Galuh Jatnika 11DP277016 Kelas 2 A

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN

STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS
Jln. K. H. Ahmad Dahlan No. 20 2013

Dalam pembentukan makalah ini tentu banyak hambatan-hambatan yang penulis temukan. akan tetapi atas bantuan dan dukungan semua pihak makalah ini dapat terselesaikan. oleh karena itu penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini sehingga penulis dapat menyelesaikannya dengan baik. Oleh karena itu.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan mengambil pembahasan “Trauma Tumpul Abdomen”. kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Ciamis. hal ini disebabkan oleh keterbatasan kemampuan penulis. Penulis menyadari bahawa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Januari 2013 Penulis i .

.................... 7............. Latar Belakang....................... Intervensi Keperawatan .......................................................................................................................... 6...................... BAB III PENUTUP ...... BAB II PEMBAHASAN ................ 9................................................................................................................. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan ............... DAFTAR PUSTAKA i ii 1 1 2 2 3 3 3 3 4 4 5 6 8 8 9 10 10 13 13 15 15 15 ii ......... B............................................... C........... 2............................................................. 8............................................................ Kesimpulan ..........................................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ............................................ Klasifikasi ............ Diagnosa Keperawatan .............................................................................................................................................................. A. 1.... 2................................. Saran ................................................... Pathofisiologi ................ 5................................................................... BAB I PENDAHULUAN ......................................... Konsep Dasar Penyakit .......................................................................................................................................................................................... 1........... A. Metode Penulisan .. Manifestasi Klinis ..................... 4............ 3....... Pengertian ....................................... Pemeriksaan Diagnostik ......... 3.................................. Anatomi dan Fisiologi ... A.................. Komplikasi .................................................................................. B............................................................. Penatalaksanaan ............................................................................................... DAFTAR ISI ........... B...... Tujuan Penulisan .............................................................................. Pengkajian .......................................... Etiologi / Faktor Penyebab ..........................................................................................

Di Rumah Sakit data kejadian trauma abdomen masih cukup tinggi. Dalam kasus ini “ Waktu adalah nyawa ” dimana dibutuhkan suatu penanganan yang professional yaitu cepat. Salah satu kematian akibat kecelakaan adalah diakibatkan trauma abdomen. oleh karena itu sangatlah diperlukan informasi yang adequat. Dengan demikian klien dan keluarga akan kooperatif dan tingkat kecemasan berkurang. Mengingat kurangnya pengetahuan dan pengertian klien maupun keluarga tentang penyakit atau sebab dan akibat dari trauma dan alasan tindakan therapy pembedahan yang dilakukan. Latar Belakang Dalam era Modernisasi kemajuan dibidang tekhnologi trasnportasi dan semakin berkembangnya mobilitas manusia berkendaraan di jalan raya. sedangkan penyebab lainnya adalah penganiayaan. Tindakan definitif dengan jalan pembedahan sangatlah penting dilakukan. cermat dan akurat. keluarga pihak dokter maupun perawat sebagai mitra kerja ataupun merupakan Team Work dalam melaksanakan tindakan pembedahan sekaligus memberikan Asuhan Keperawatan. Oleh karena hal tersebut diatas akan mengakibatkan kerusakan dan menimbulkan robekan dari organ – organ dalam rongga abdomen atau mengakibatkan penumpukan darah dalam rongga abdomen yang berakibat kematian. baik di tempat kejadian ( pre hospital ). menyebabkan kecelakaan yang terjadi semakin meningkat serta angka kematian semakin tinggi.BAB I PENDAHULUAN A. transportasi sampai tindakan definitif di rumah sakit. Kecelakaan laulintas merupakan penyebab kematian 75 % trauma tumpul abdomen. tepat. kecelakaan olahraga dan terjatuh dari tempat ketinggian. 1 . Perawat merupakan ujung tombak dan berperan aktif dalam memberikan pelayanan membantu klien mengatasi permasalahan yang dirasakan baik dari aspek psikologis maupun aspek fisiologi secara komprehensif. sedangkan akibat dari penganiayaan ini disebabkan oleh karena senjata tajam dan peluru. oleh karena itu dibutuhkan kerja sama antara pasien.

Tujuan Penulisan 1. Menguraikan prosedur perawatan yang digunakan untuk pasien penderita trauma abdomen C. dan pelaksanaan . dengan menggunakan beberapa referensi dari buku. penyebab. beserta konsep dasar asuhan keperawatan. 2 .buku dan internet. anatomi fisiologi. Memahami pengertian. Manifestasi klinis.B. Menggunakan proses keperawatan sebagai kerangka kerja untuk perawatan pasien penderita trauma abdomen 3. Pemeriksaan diagnostic. 2. Komplikasi. klasifikasi. Metode Penulisan Metode yang dipakai dalam penulisan makalah ini adalah metode kepustakaan. perjalanan penyakit.

Trauma abdomen adalah cedera pada abdomen. pancreas. ginjal. dapat berupa trauma tumpul dan tembus serta trauma yang disengaja atau tidak disengaja (Smeltzer. Trauma perut merupakan luka pada isi rongga perut dapat terjadi dengan atau tanpa tembusnya dinding perut dimana pada penanganan/penatalaksanaan lebih bersifat kedaruratan dapat pula dilakukan tindakan laparatomi (FKUI. terutama organ padat (hati. usus besar. usus halus.BAB II PEMBAHASAN A. Trauma abdomen adalah pukulan / benturan langsung pada rongga abdomen yang mengakibatkan cidera tekanan/tindasan pada isi rongga abdomen. Konsep Dasar Penyakit 1. 1997). Penyebab trauma penetrasi 1) Luka akibat terkena tembakan 2) Luka akibat tikaman benda tajam 3) Luka akibat tusukan 3 . kelainan imonologi dan gangguan faal berbagai organ (Sjamsuhidayat. Etiologi / Faktor Penyebab Kecelakaan lalu lintas. 1995). 2001). 2002). Pengertian Trauma adalah cedera/rudapaksa atau kerugian psikologis atau emosional (Dorland. kecelakaan olahraga dan terjatuh dari ketinggian. Trauma Abdomen adalah terjadinya atau kerusakan pada organ abdomen yang dapat menyebabkan perubahan fisiologi sehingga terjadi gangguan metabolisme. 2. penganiayaan. sebagai berikut : a. limpa) atau berongga (lambung. pembuluh – pembuluh darah abdominal) dan mengakibatkan ruptur abdomen. Menurut sjamsuhidayat. penyebab trauma abdomen adalah.

usus halus. Anatomi dan Fisiologi Abdomen ialah rongga terbesar dalam tubuh. terletak di bawah diafragma. otot – otot abdominal. yaitu lambung. Di depan dan kedua sisi. diafragma. b. Jika terdapat luka pada dinding abdomen yang menembus rongga abdomen harus di eksplorasi. dan usus besar. Rongga abdomen dilukiskan menjadi dua bagian – abdomen yang sebenarnya.b. dan otot psoas dan quadratrus lumborum. Di belakang. Di bawah. Kontusio dinding abdomen disebabkan trauma non-penetrasi. Kontusio dinding abdomen tidak terdapat cedera intra abdomen. Penyebab trauma non-penetrasi 1) Terkena kompresi atau tekanan dari luar tubuh 2) Hancur (tertabrak mobil) 3) Terjepit sabuk pengaman karna terlalu menekan perut 4) Cidera akselerasi / deserasi karena kecelakaan olah raga 3. Batasan – batasan abdomen. dan pelvis yaitu rongga sebelah bawah dan kecil. yaitu rongga sebelah atas dan yang lebih besar. Laserasi. Atau terjadi karena trauma penetrasi. Sebagaian besar dari saluran pencernaan. Di atas. Isi Abdomen. kelainan imonologi dan gangguan faal berbagai organ. Klasifikasi Trauma pada dinding abdomen terdiri dari : a. pintu masuk panggul dari panggul besar. tulang punggung. Trauma Abdomen adalah terjadinya atau kerusakan pada organ abdomen yang dapat menyebabkan perubahan fisiologi sehingga terjadi gangguan metabolisme. Bentuk lonjong dan meluas dari atas diafragma sampai pelvis dibawah. tulang –tulang illiaka dan iga – iga sebelah bawah. dan menutupi lambung dan bagian pertama 4 . 4. Hati menempati bagian atas. kemungkinan terjadi eksimosis atau penimbunan darah dalam jaringan lunak dan masa darah dapat menyerupai tumor.

Viskositas adalah kemampuan jaringan untuk menjaga bentuk aslinya walaupun ada benturan. Ureter berjalan melalui abdomen dari ginjal. Toleransi tubuh menahan benturan tergantung pada kedua keadaan tersebut.usus halus. Pembuluh limfe dan kelenjar limfe. Ginjal dan kelenjar suprarenal berada diatas dinding posterior abdomen. 5. vena kava inferior. kecelakaan olah raga dan terjatuh dari ketinggian). reseptakulum khili dan sebagaian dari saluran torasika terletak didalam abdomen. Hal ini juga karakteristik dari permukaan yang menghentikan tubuh juga penting. Hal tersebut dapat terjadi cidera organ intra abdominal yang disebabkan beberapa mekanisme :  Meningkatnya tekanan intra abdominal yang mendadak dan hebat oleh gaya tekan dari luar seperti benturan setir atau sabuk pengaman yang letaknya tidak benar dapat mengakibatkan terjadinya ruptur dari 5 . peritoneum dan lemak juga dijumpai dalam rongga ini. Beratnya trauma yang terjadi tergantung kepada seberapa jauh gaya yang ada akan dapat melewati ketahanan jaringan. Aorta abdominalis. Berat trauma yang terjadi berhubungan dengan kemampuan obyek statis (yang ditubruk) untuk menahan tubuh. penganiayaan. Kandung empedu terletak dibawah hati. Pankreas terletak dibelakang lambung.. dan limpa terletak dibagian ujung pancreas. maka beratnya trauma merupakan hasil dari interaksi antara faktor – faktor fisik dari kekuatan tersebut dengan jaringan tubuh. Pada tempat benturan karena terjadinya perbedaan pergerakan dari jaringan tubuh yang akan menimbulkan disrupsi jaringan. Elastisitas adalah kemampuan jaringan untuk kembali pada keadaan yang sebelumnya. Trauma juga tergantung pada elastitisitas dan viskositas dari jaringan tubuh. Komponen lain yang harus dipertimbangkan dalam beratnya trauma adalah posisi tubuh relatif terhadap permukaan benturan. urat saraf. Pathofisiologi Bila suatu kekuatan eksternal dibenturkan pada tubuh manusia (akibat kecelakaan lalulintas.

jejas. peningkatan suhu tubuh. 6 . Terjadi gaya akselerasi – deselerasi secara mendadak dapat menyebabkan gaya robek pada organ dan pedikel vaskuler.   Terjepitnya organ intra abdominal antara dinding abdomen anterior dan vertebrae atau struktur tulang dinding thoraks. nyeri spontan. Manifestasi Klinis Kasus trauma abdomen ini bisa menimbulkan manifestasi klinis menurut Sjamsuhidayat (1997). demam. meliputi: nyeri tekan diatas daerah abdomen.2001) 6. Pada trauma non-penetrasi (tumpul) biasanya terdapat adanya:   Jejas atau ruftur dibagian dalam abdomen Terjadi perdarahan intra abdominal.lunak dan rongga abdomen → Nyeri ↓ Motilitas usus ↓ Disfungsi usus → Resiko infeksi ↓ Refluks usus output cairan berlebih Gangguan cairan Nutrisi kurang dari dan eloktrolit kebutuhan tubuh ↓ Kelemahan fisik ↓ Gangguan mobilitas fisik (Sumber : Mansjoer. Pohon masalah: Trauma (kecelakaan) ↓ Penetrasi & Non-Penetrasi ↓ Terjadi perforasi lapisan abdomen (kontusio. anorexia. laserasi. distensi abdomen.organ padat maupun organ berongga. hematom) ↓ Menekan saraf peritonitis ↓ Terjadi perdarahan jar. takikardi. mual dan muntah.

Luka tusuk sampai menembus abdomen. muntah. d. dan BAB hitam (melena). Mual dan muntah e. Cedera serius dapat terjadi walaupun tak terlihat tanda kontusio pada dinding abdomen. Terdapat nyeri saat ditekan dan nyeri lepas. Menurut (Hudak & Gallo. Nyeri Nyeri dapat terjadi mulai dari nyeri sedang sampai yang berat. mortilisasi usus terganggu sehingga fungsi usus tidak normal dan biasanya akan mengakibatkan peritonitis dengan gejala mual. Biasanya organ yang terkena penetrasi bisa keluar dari dalam andomen. Nyeri dapat timbul di bagian yang luka atau tersebar. Cairan atau udara dibawah diafragma Nyeri disebelah kiri yang disebabkan oleh perdarahan limpa. letargi. 2001) tanda dan gejala trauma abdomen. Penanganan yang kurang tepat biasanya memperbanyak perdarahan/memperparah keadaan. gelisah) Yang disebabkan oleh kehilangan darah dan tanda-tanda awal shock hemoragi.   Kemungkinan bukti klinis tidak tampak sampai beberapa jam setelah trauma. Tanda ini ada saat pasien dalam posisi rekumben. b. Darah dan cairan Adanya penumpukan darah atau cairan dirongga peritonium yang disebabkan oleh iritasi. Pada trauma penetrasi biasanya terdapat:     Terdapat luka robekan pada abdomen. Penurunan kesadaran (malaise. Apabila trauma terkena usus. c. 7 . yaitu : a.

Pemeriksaan leukosit yang melebihi 20. udara bebas retroperineal dekat duodenum. Kenaikan transaminase menunjukkan kemungkinan trauma pada hepar. 8. Pemeriksaan darah rutin Pemeriksaan Hb diperlukan untuk base-line data bila terjadi perdarahan terus menerus.000/mm tanpa terdapatnya infeksi menunjukkan adanya perdarahan cukup banyak kemungkinan ruptura lienalis. Urine yang jernih belum dapat menyingkirkan adanya trauma pada saluran urogenital. dan cedera. c. b. Bila ada keraguan.7. Foto thoraks Untuk melihat adanya trauma pada thorak. f. Diagnostik Peritoneal Lavage (DPL) Dapat membantu menemukan adanya darah atau cairan usus dalam rongga perut. e. d. syok. VP (Intravenous Pyelogram) Karena alasan biaya biasanya hanya dimintakan bila ada persangkaan trauma pada ginjal. Demikian pula dengan pemeriksaan hematokrit. Plain abdomen foto tegak Memperlihatkan udara bebas dalam rongga peritoneum. Pemeriksaan Diagnostik a. 2001). corpus alineum dan perubahan gambaran usus. Hasilnya dapat amat membantu. Tetapi DPL ini hanya alat diagnostik. Komplikasi Segera : hemoragi. Lambat : infeksi (Smeltzer. Pemeriksaan urine rutin Menunjukkan adanya trauma pada saluran kemih bila dijumpai hematuri. Serum amilase yang meninggi menunjukkan kemungkinan adanya trauma pankreas atau perforasi usus halus. kerjakan laparatomi (gold standard). 8 .

merupakan indikasi untuk laparotomi. Penatalaksanaan Penatalaksanaan Medis : a. c. b. cedera otak) Pasien cedera abdominal dan cedera medula spinalis (sumsum tulang belakang) Patah tulang pelvis 2) Kontra indikasi relatif melakukan DPL adalah sebagai berikut : Hamil Pernah operasi abdominal Operator tidak berpengalaman Bila hasilnya tidak akan merubah penatalaksanaan g. Laparotomi 9 . Abdominal paracentesis Menentukan adanya perdarahan dalam rongga peritonium. Pemeriksaan laparoskopi Mengetahui secara langsung penyebab abdomen akut. d. Ultrasonografi dan CT Scan Sebagai pemeriksaan tambahan pada penderita yang belum dioperasi dan disangsikan adanya trauma pada hepar dan retroperitoneum. e. Pemberian antibiotik Mencegah infeksi. hematokrit turun tanpa alasan yang jelas Pasien cedera abdominal dengan gangguan kesadaran (obat. alkohol. Pemasangan NGT Memeriksa cairan yang keluar dari lambung pada trauma abdomen. 9.1) Indikasi untuk melakukan DPL adalah sebagai berikut :           Nyeri abdomen yang tidak bisa diterangkan sebabnya Trauma pada bagian bawah dari dada Hipotensi.

2) Jika pasien koma.Penatalaksanaan keperawatan: a. Tutupi visera abdomen yang keluar dengan balutan steril. Siapkan pasien untuk pembedahan jika terdapat bukti adanya syok. 1) Pastikan kepatenan jalan napas dan kestabilan pernapasan serta sistem saraf. mengurangi kontaminasi terhadap rongga peritonium. Kontrol perdarahan dan pertahanan volume darah sampai pembedahan dilakukan. dan mencegah komplikasi paru karena aspirasi. pernapasan. Pengkajian a. adanya udara bebas dibawah diafragma. sirkulasi) sesuai indikasi. balutan salin basah untuk mencegah kekeringan visera. d. Aktifitas/istirahat Data Subyektif : Pusing. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan 1. B. atau hematuria. eviserasi. gerakkan dapat menyebabkan fragmentasi bekuan pada pada pembuluh darah besar dan menimbulkan hemoragi masif. kehilangan darah. h. b. Aspirasi lambung dengan selang nasogastrik. 3) Gunting baju dari luka. 5) Tentukan lokasi luka masuk dan keluar. f. Prosedur ini membantu mendeteksi luka lambung. 10 . 4) Hitung jumlah luka. g. Pertahankan pasien pada brankar atau tandu papan . bebat leher sampai setelah sinar x leher didapatkan. sakit kepala. c. nyeri. e. mulas. Pasang kateter uretra menetap untuk mendapatkan kepastian adanya hematuria dan pantau haluaran urine. Kaji tanda dan gejala hemoragi. Mulai prosedur resusitasi (memperbaiki jalan napas.

Data Obyektif h.Kesulitan menentukan posisi tubuh. pola napas (hipoventilasi. vertigo : Perubahan perubahan kesadaran status bisa sampai koma. merintih. mental. Data Subyektif Data Obyektif : Kehilangan kesadaran sementara. gelisah. Makanan dan cairan Data Subyektif : Mual. Neurosensori. takhipneu). Integritas ego Data Subyektif : Perubahan tingkah laku/ kepribadian (tenang atau dramatis) Data Obyektif d. e. Depresi. Data Obyektif f. muntah. Gangguan rentang gerak. Eliminasi Data Subyektif : Inkontinensia kandung kemih/usus atau : Cemas. Bingung. dan mengalami perubahan Selera makan. masalah dalam keseim Bangan cedera (trauma) b. Nyeri dan kenyamanan Data Subyektif : Sakit pada abdomen dengan intensitas dan lokasi yang berbeda. hiperventilasi. : Dislokasi gangguan kognitif. : Perubahan pola nafas.Data Obyektif : Perubahan kesadaran. biasanya lama. 11 . g. : Wajah meringis. dll). Pernafasan Data Subyektif i. mengalami gangguan fungsi. Keamanan Data Subyektif Data Obyektif : Trauma baru/ trauma karena kecelakaan. c. dalam : Mengalami distensi abdomen. Sirkulasi Data Obyekti : Kecepatan (bradipneu.

Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul: a. Defisit Volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan perdarahan b. Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan pembedahan. R/ cara parenteral membantu memenuhi kebutuhan nuitrisi tubuh. antibiotik dan vitamin R/ mengidentifikasi keadaan perdarahan 3) Kaji tetesan infus R/ awasi tetesan untuk mengidentifikasi kebutuhan cairan. c. 5) Tranfusi darah R/ menggantikan darah yang keluar. : Kebutuhan cairan terpenuhi Intervensi : 1) Kaji tanda-tanda vital R/ untuk mengidentifikasi defisit volume cairan 2) Pantau cairan parenteral dengan elektrolit. 12 . Ansietas berhubungan dengan krisis situasi dan perubahan status kesehatan e. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan fisik 3. Defisit Volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan perdarahan Tujuan K.H : Terjadi keseimbangan volume cairan. tidak adekuatnya pertahanan tubuh.2. 4) Kolaborasi : Berikan cairan parenteral sesuai indikasi. Intervensi Keperawatan a. d. Nyeri berhubungan dengan adanya trauma abdomen atau luka penetrasi abdomen.

H : Tidak terjadi infeksi : Tidak ada tanda-tanda infeksi Intervensi : 1) Kaji tanda-tanda infeksi R/ mengidentifikasi adanya resiko infeksi lebih dini. 5) Managemant lingkungan yang nyaman R/ lingkungan yang nyaman dapat memberikan rasa nyaman klien c. 4) Perawatan luka dengan prinsip sterilisasi R/ teknik aseptik dapat menurunkan resiko infeksi nosokomial 5) Kolaborasi pemberian antibiotik R/ antibiotik mencegah adanya infeksi bakteri dari luar 13 .b. R/ mengurngi kontraksi abdomen 3) Anjurkan tehnik manajemen nyeri seperti distraksi R/ membantu mengurangi rasa nyeri dengan mengalihkan perhatian 4) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi. R/ analgetik membantu mengurangi rasa nyeri.H : Nyeri teratasi : Nyeri berkurang atau hilang. Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan pembedahan. Tujuan K. Tujuan K. 2) Beri posisi semi fowler. 3) Kaji tanda-tanda vital R/ suhu tubuh naik dapat di indikasikan adanya proses infeksi. 2) Kaji keadaan luka R/ keadaan luka yang diketahui lebih awal dapat mengurangi resiko infeksi. Intervensi : 1) Kaji karakteristik nyeri R/ mengetahui tingkat nyeri klien. Nyeri berhubungan dengan adanya trauma abdomen atau luka penetrasi abdomen. tidak adekuatnya pertahanan tubuh.

H : Dapat bergerak bebas : Mempertahankan mobilitas optimal Intervensi : 1) Kaji kemampuan pasien untuk bergerak R/ identifikasi kemampuan klien dalam mobilisasi 2) Dekatkan peralatan yang dibutuhkan pasien R/ meminimalisir pergerakan kien 3) Berikan latihan gerak aktif pasif R/ melatih otot-otot klien 4) Bantu kebutuhan pasien 5) R/ membantu dalam mengatasi kebutuhan dasar klien 6) Kolaborasi dengan ahli fisioterapi.d. klien mengerti dan diharapkan ansietas berkurang 4) Pertahankan lingkungan yang tenang dan tanpa stres R/ lingkungan yang nyaman dapat membuat klien nyaman dalam menghadapi situasi 5) Dorong dan dukungan orang terdekat R/ memotifasi klien e.H : Ansietas teratasi : Klien tampak rileks Intervensi : 1) Kaji perilaku koping baru dan anjurkan penggunaan ketrampilan yang berhasil pada waktu lalu R/ koping yang baik akan mengurangi ansietas klien. rasa takut klien bisa mengidentifikasi masalah dan untuk memberikan penjelasan kepada klien. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan fisik Tujuan K. 7) R/ terapi fisioterapi dapat memulihkan kondisi klien 14 . 3) Jelaskan prosedur dan tindakan dan beri penguatan penjelasan mengenai penyakit R/ apabila klien tahu tentang prosedur dan tindakan yang akan dilakukan. Ansietas berhubungan dengan krisis situasi dan perubahan status kesehatan Tujuan K. 2) Dorong dan sediakan waktu untuk mengungkapkan ansietas dan rasa takut dan berikan penanganan R/ mengetahui ansietas.

pembuluh – pembuluh darah abdominal) dan mengakibatkan ruptur abdomen. Trauma abdomen disebabkan oleh Kecelakaan lalu lintas. 15 . terutama organ padat (hati. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki. kemudian karena penganiayaan. pancreas. hendaknya kita harus selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas.BAB III PENUTUP A. usus besar. Kesimpulan Trauma tumpul abdomen adalah pukulan / benturan langsung pada rongga abdomen yang mengakibatkan cidera tekanan/tindasan pada isi rongga abdomen. agar terhindar dari bahaya trauma maupun cedera. penganiayaan. ginjal. kecelakaan olahraga dan jatuh dari ketinggian. limpa) atau berongga (lambung. kecelakaan olahraga dan terjatuh dari ketinggian. faktor tertinggi biasanyadisebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. B. usus halus. Saran Banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya trauma abdomen.

DAFTAR PUSTAKA Brooker.FKUI : Media Aesculapius Sjamsuhidayat. 17. Jakarta : EGC Smeltzer. Suzanne C.(http ://www. 2002. Kamus Saku Keperawatan Ed.blogspot.10 1m. Suddarth & Brunner. Arif. Jakarta : EGC Mansjoer. Keperawatan Medikal-Bedah Brunner and Suddarth Ed. 1998 Buku saku: Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis. Edisi 6.org/ptcman/training/ppd/ptc_indo. 2009. Jakarta : EGC Training. Kumpulan Kuliah Ilmu bedah. 16 .pdf/ 10. 1995. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1.3.html Hudak & Gallo. Edisi 3. Jakarta: EGC Doenges.primarytraumacare.Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk perencanaan dan Pendokumentasian perawatan pasien. Jakarta: Binarupa Aksara http://noviethadhewi.com/2012/08/trauma-abdomen. 2000. Primarytrauma care. 13. : Jakarta: EGC. 1998. Christine. Buku Ajar Bedah. 2009. Jakarta: EGC FKUI. Keperawatan Kritis : Pendekatan Holistik. 2001. 2001.31. Jakarta: EGC Carpenito.8 Vol. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 2001.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful