You are on page 1of 9

FILE : MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL

BAB I

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL

Persamaan dan Perbedaan MK dan MK Internasional • Persamaan : membahasan keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijaksanaan deviden • serta bertujuan memaksimalkan nilai perusahaan dengan memaksimalkan harga saham perusahaan. Perbedaan : MK = untuk perusahaan domestik walaupun punya banyak anak perusahaan tetapi masih dalam satu negara (satu mata uang) sehingga tidak terjadi masalah resiko perubahan nilai tukar (foreign exchange rate), perpajakan dan akuntansu khususnya pembuatan laporan keuangan rekonsiliasi. MK Internasional =  membahas tentang lingkungan manajemen keuangan internasional, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar dan neraca pembayaran serta implikasinya pada suatu negara  Pasar valuta asing (foreign exchange market) dan bagaimana pasar valas ini berfungsi dalam perekonomian dunia.  Mengukur dan manajemen ekposur mata uang asing,  Analisis investasi langsung,  Manajemen operasi multinasional  Perbankan internsional

ARMAINI AKHIRSON 01/19/13

9

000 jiwa bila 50% wanita dan 50 %nya menggunakan alat-alat kewanitaan. 2) kunci sukses perdagangan internasional tidak lagi mengandalkan keunggulan komperatif akan tetapi keunggulan kompetitif disamping itu adanya artifcial material menggantikan SDA dan kesadarang suatu negara akan hak-hak minimum pekerja membuat keunggulan komperatif tidak lagi dapat diandalkan.FILE : MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL BAB II PERUSAHAAN MULTINASIONAL (MNC) Perusahaan Multinasional(MNC) Perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produknya di dua negara atau lebih sehingga dalam aktivitasnya melibatkan dua mata uang atau lebih yang berbeda. (Spt : PT Freeport (timah dan emas) di irian jaya. Spt : keringan pajak. berapa besar keuntungannya ? Bermotif menimumkan biaya (cost minimazer). biaya pengolahan limbah dg syarat ringan. harga tanah murah.000. bahkan pemerintah tidak tahu berapa banyak dan apa saja yang dihasilkan oleh perusahaan asing tersebut.   ARMAINI AKHIRSON 01/19/13 9 . Pada umumnya MNC memiliki kantor pusat disuatu negara dan didukung oleh beberapa anak perusahaan dinegara lain yang pengoperasiannya dengan telekomunikasi. Ada tiga motif utama berdirinya MNC :  Bermotif memperluas usahanya dalam rangka mencari bahan baku(raw material seker) dan menjual produknya keluar negeri. PT Caltex (minyak) di riau. tenaga kerja murah. menghindari adanya batasan kuota dinegaranya. Kondisi ini menggugurkan teori perdagangan internasional oleh Adam Smith dan Davd ricardo yang mengatakan bahwa 1) faktor-faktor produksi tidak daat dipindahkan/mobilitasnya sangat rendah. pelayanan purna jual cepat. Tahun 1998 ada 203. Spt : data jumlah penduduk Ind. PT Port Newman (minyak) di batu binjai NTB dll. Bermotif mencari pasar (market seeker).

Kebaikan : secara tidak langsung dapat melakukan riset pasar. Spt : Astra mengembangkan program diklat kepada bengkel-bengkel hingga ke desadesa diseluruh Indonesia dg tujuan mengamankan investasi yang besar telah tertanam karena pelayanan purna jual dan ketersediaan suku cadang dapat dipenuhi. ARMAINI AKHIRSON 01/19/13 9 . investasi rendah krn tidak mendirikan fasilitas produksi. komponen utama masih dikirim dari pusat dan mitra lokal hanya tertarik dengan merakit saja tidak mendirikan pabrik secara utuh.FILE : MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL Evolusi Perusahaan Multinasional melalui tahapan-tahapan :  Ekspor.  Memberikan Lisensi dan mendirikan fasilitas produksi kepada mitra lokalnya.  Investasi langsung (foreign direct investmnet). Spt mobil jepang dari built up (utuh) menjadi terurai (knock down). kemungkinan gagal dan dinasionalisasikan rendah Keburukan : Jika respon pasar baik akan sulit memenuhi permintaan pasar dan sering dijadikan sasaran protoksi produk subsitusi impor dinegara tujuan sehingga memaksa MNC mendirikan fasilitas produksi atau memberikan lisensi kepada mitra lokalnya. Cara ini diambil setelah ada jaminan bahwa investasi itu aman dari resiko dan persaiangan mitra lokal dan mnguntungkan karena pasar telah berkembang dan memberikan respon yang positif. Kelemahannya sering tidak terjadi tranfer teknologi dikarenakan memang tidak ditulis. merupakan proses awal menjadi perusahaan multinasional.

seperti memerlukan Rp. maka mata uangpun dapat dianggap sebagai komoditi selain sebgai alat pembayaran. > untuk mendapatkan US $. Dan dari sisi akuntansi maka MNC akan membebankan kerugian akibat penurunan mata uang pada laporan R/L tahun berjalan. Apresiasi : Bila mata uang suatu negara mengalami peningkatan nilai terhadap mata uang negara lain seperti : memerlukan Rp. ARMAINI AKHIRSON 01/19/13 Transaksi import dari Indonesia juga akan 9 .FILE : MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL BAB III Depresiasi : NILAI MATA UANG DAN PENENTUAN NILAI MATA UANG DAN VALAS Mata uang suatu negara mengalami penurunan nilai terhadap mata uang negara lain. dan dari sisi akuntansi maka MNC dapat membebankan kerugian akibat penurunan nilai tukar pada beberapa tahun kedepan Revaluasi : mata uang suatu negara menunjukkan peningkatan nilai tukar mata uang terhadap mata uang negara lain dan diumumkan oleh pemerintah Faktor-faktor Penentu Nilai Tukar Seperti halnya komoditi lain. Dengan demikian maka nilai tukar mata uang ditentukan :  Kekuatan permintaan dan penawaran dalam transaksi ekspor dan import  Permintaan Rp ditentukan permintaan barang/jasa buatan Indonesia oleh orang Amerika. Makin banyak import Amerika dari Indonesia makin besar kebutuhan Rp untuk membayar import dari Indonesia. < untuk mendapatkan US $ Devaluasi : mata uang suatu negara menunjukkan penurunan nilai secara sengaja dan diumumkan oleh pemerintah.

berarti kurva permintaan akan bergeser ke kanan atas dari Do ke D1 ARMAINI AKHIRSON 01/19/13 9 . Makin banyak import Indonesia dari Amerika Serikat.FILE : MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL mempengaruhi penawaran US $. maka semakin banyak Rp harus ditukar atau ditawarkan terhadap US $ utuk membayar import tersebut. maka permintaan US $ akan meningkat juga. berarti kurva penawaran bergeser ke kiri atas dari So ke S1. maka semakin banyak US $ harus ditukar atau ditawarkan terhadap Rp utuk membayar import tersebut. karena makin besar import dari Amerika. • S1 D1 jika import Indonesia dari Amerika Serikat meningkat. Transaksi import dari Amerika juga akan mempengaruhi penawaran Rp. • Jika ekspor Indonesia ke Amerika Serikat turun. maka penawaran US $ akan turun juga.  Permintaan US $ ditentukan permintaan barang/jasa buatan Amerika Serikat oleh orang Indonesia . karena makin besar import dari Indonesia. makin besar kebutuhan US $ untuk membayar import dari Amerika Serikat. Rp/$ Ε1 So Ε2 Do o q2 qo q1 q3 Keterangan : Sumbu datar menunjukkan q (kuantitas Rp) Sumbu vertikal menunjukkan nilai tukar Rp terhadap US $ Nilai tukar antara Rp terhadap US $ akan menuju keseimbangan baru sesuai dengan arus barang/jasa diantara dua negara.

Apakah kebijaksanaannya gigih mengendalikan inflasi atau justru sebaliknya ARMAINI AKHIRSON 01/19/13 9 . mengakibatkan nilai tukar Rp trhadap US $ mengalami perubahan dari εo menuju keseimbangan baru ε1  Tingkat inflasi Bila tingkat inflasi di Indonesia tahun 1998 sebesar 80% (kenaikan harga barang secara umum sebesar 80%) dan inflasi di Amerika Serikat sebesar 4%. yang diperkirakan akan mengalami kenaikan harga atau ditukarkan dalam bentuk mata uang lain yang nilainya Reputasi bank sentral dipandang sebagai salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap stabilitas nilai rupiah. permintaan Rp untuk bayar turun. maka pemilik modal akan membelanjakan uangnya baik untuk barang durable (tahan lama) stabil. maka pemilik modal akan senang menanam dananya dalam bentuk US $ dengan cara deposito dalam US $ dan terjadilah depresiasi Rp terhadap US $ dan sebaliknya. resiko likuiditas dan resiko lainnya. sebagai akibat inflasi di Indonesia > inflasi di Amerika Serikat. Bila di Indonesia r deposito < r inflasi. dan di Amerika r deposito > r inflasi. Premi resiko adalah tingkat keuntungan untuk menutup resiko sepeerti resiko inflasi. Kedua hal tersebut mengakibatkan Rp mengalami depresiasi terhadap US $. maka akibatnya orang Indonesia melihat barang buatan Amerika Serikat lebih murah.FILE : MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL • Penurunan penawaran US $ disertai dg kenaikan permintaan.  Pengharapan pasar (market expectation) atas kondisi masa datang. Disisi lain orang Amerika Serikat melihat barang buatan Indonesia mahal. permintaan US $ untuk bayar import akan naik. Apabila pasar berpengharapan inflasi akan tinggi dimasa datang.  Tingkat bunga Tingkat bunga deposito secara teoritis mencerminkan tingkat keuntungan riil ditambah tingkat keuntungan premi resiko. import turun. import meningkat.

Jika ekonomi dilonggarkan. Spt : bila dipandang depresiasi Rp terlalu besar maka BS melakukan penjualan US $ langsung dipasaran atau menaikan tingkat bunga dan sebaliknya bila apresiasi maka akan membeli US $ dan menurunkan tingkat bunga.FILE : MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL lebih longgar.  Intervensi bank sentral di pasar valas Bank sentral sebagai pengendali pembayaran pemerintah perlu melakukan intervensi melalui mekanisme tingkat bunga dan operasi pasar. maka pemerintah mematok bunga SBI pada tingkat 60% dengan harapan tk bunga deposito dapat menarik dana masyarakat sehingga JUB akan turun dan menyerap modal kerja perusahaan asing yang ada di Indonesia dalam bentuk rupiahkarena pada awal krisis mereka berusaha mengurangi modal kerja dalam bentuk rupiah. Contoh : pada bulan juli 1998 nilai inflasi mencapai 60% dan nilai tukar belum stabil. ARMAINI AKHIRSON 01/19/13 9 . maka tingkat bunga akan diturunkan dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan pengangguran dan bila ekspansif. maka ancaman inflasi akan datang dan berarti menurunkan nilai mata uang.

FILE : MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL BAB IV SISTEM KEUANGAN (MONETER) INTERNASIONAL Merupakan seperangkat kebijakan. institusi. tetapi pinjaman itu sifatnya sementara dan jumlahnya juga terbatas. praktek. pengangguran meningkat dan hutang luar negeri meningkat.  Mengurangi pengeluaran pemerintah dan meningkatkan pajak. peraturan dan mekanisme yang menentukan tingkat dimana suatu mata uang ditukarkan dengan mata uang lain (Shapiro. 1996. yaitu : ♣ Sistem Nilai Tukar Tetap (Fixed rate system) Adalah sistem dimana nilai mata uang suatu negara ditentukan tetap terhadap mata uang negara lain. Tetapi ini menjadi dilema kaena kita juga masih membutuhkan investasi asing dalam jumlah besar dan dg keringan pembebasan pajak. Dampak dari devaluasi : barang/jasa kurang kompetitif. pertumbuhan ekonomi rendah. (spt Ind pernah melaksanakan sistem ini dan tidak cocok dg perkembangan global sehingga mengakibatkan hutang pemerintah meningkat terus). agar investor tertarik tentunya. 75) Ada 4 mekanisme Penentuan Nilai Tukar. Cara ini mungkin lebih baik dari pada harus mendevaluasi rupiah.  Melakukan pengawasan lalu lintas devisa ARMAINI AKHIRSON 01/19/13 9 Sistem ini memaksa pemerintah untuk menyesuaikan nilai tukarnya jika lagi mencerminkan nilai yang wajar dengan . Penggunaan sistem nilai tukar tetap ini seringkali mengakibatkan negara terpaksa harus meminjam dalam jumlah besar. hal. cara :  mendevaluasi nilai mata uangnya atau merevaluasikannya.

FILE : MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL Pengawasan itu dilakukan dengn memonoitor arus keluar masuknya dana selama tarnsaksi itu berkaitan dengan ekspor dan import hal itu tidak akan bahaya. ♣ Sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali (Managed floating rate system) BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX FUTURE BAB X BAB XI BAB XII PASAR VALUTA ASING PERAMALAN PERUBAHAN VALUTA ASING MANAJEMEN RESIKO AKIBAT VALUTA ASING MANAJEMEN LINDUNG NILAI (HEDGING) PROGRAM LNDUNG NILAI DALAM PASAR FORWARD DAN HEDGING DENGAN OPTION DAN SWAP PERBANDINGAN PROGRAM LINDUNG NILAI (HEDGNG) BANK DAN PERANANNYA DALAM PEMBAYARAN INTERNASIONAL ARMAINI AKHIRSON 01/19/13 9 . Dan ini tidak boleh terlalu ketat karena bila tidak baik eksportir maupun importir akan menahan dananya diluar negeri.