Ruhul Istijabah

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfal: 24) Dari Abu Hurairah RA bahwa nabi bersabda “Bersegeralah kalian melakukan amal shalih karena adanya fitnah sebagaimana malam yang gelap. Seseorang menjadi mukmin di pagi hari dan sore hari menjadi kafir. Di sore hari mukmin lalu pagi hari menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Muslim) “Segeralah kalian melakukan amal shalih karena tujuh hal. Apakah kalian menunggu hingga mengalami kefakiran yang dilupakan, kekayaan yang melampaui batas, penyakit yang membinasakan atau masa tua yang membuatnya menyeracah, atau kematian yang mengagetkan, atau (kemunculan) dajjal, seburuk buruk yang tidak hadir yang ditunggu, atau hari kiamat, sebab hari kiamat itu menyulitkan dan sangat pahit” (HR Tirmidzi) Ruhul istijabah adalah sikap diri yang selalu siap siaga didalam menyambut seruan Alloh dan Rasulnya dalam setiap keadaan, baik ringan ataupun berat (hifafau watsiqola), dalam keadaan lapang atau pun sempit. Dan ruhul istijabah ini akan selalu hadir dalam jiwa manakala kita memiliki kekuatan keimanan (Quwwatul Iman), Tanpa kekuatan iman tubuh kita tak akan mendapatkan support untuk melaksanakan Ibadah dan ketaatan kepada Alloh SWT. jika ada orang yang dalam keadaan lemah iman masih tetap melaksanakan ibadah, dapat dipastikan bahwa ibadah yang dilakukannya tidak akan maksimal,atau mungkin karena terpaksa, atau karena ikut-ikutan, atau mungkin karena ada maksud lain yang tersembunyi didalam hati. Ruhul istijabah juga berarti sikap reflektif yang muncul karena adanya idealisme dalam diri seseorang yang merindukan Kejayaan Islam , Sikap ini akan melahirkan Semangat dakwah (Jiddiyah da‟wiyah) yang begitu tinggi ,sehingga menggairahkan kader dakwah tersebut untuk mengorganisir kerja dakwahnya dalam bentuk kerja sama (amal jama‟I) , membangun lembaga dakwah (wajihah) bahkan siap berkorban (Tadhiyah) demi suksesnya program-program dakwahnya. sikap seperti inilah yang terlihat ketika para sahabat Rasululoh mendengarkan surat ali imran : 92 dimana para sahabat saling berebut berinfaq dijalan Alloh swt bahkan menyerahkan segala apa yang mereka miliki demi menegakkan RisalahNya dimuka bumi.

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan sebelum kamu menafkahkan sebagian dari harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesung¬guhnya Allah mengetahuinya.” (Q.s. Ali Imran: 92).

enggan. Kuda – kuda kaum muslimin selalu ketakutan karena belum pernah berhadapan dengan gajah. Istijabah Nafsiyah ( menyambut dengan perasaan ) Para aktivis dan kader da‟wah apabila mendapat tugas dan perintah. Janganlah perintah itu disambut dan dilaksanakan dengan rasa malas. pemimpin disambut dan dilaksanakan dengan penuh suka cita. seruan dari murobbiy. Para aktivis da‟wah selayaknya tidak pelit dalam hartanya. cara. usulan Habab bin Al-Mundzir dalam perang badar dan lainya. bila dikerjakan mendapat pahala dan bila tidak dilakukan akan berdosa. Dalam surat Ar Ra‟ad ayat 19 Allah mengingatkan keistimewaan orang – orang yang mengoptimalkan akalnya. 3. Usulan Salman Al Farisi dalam perang khandaq. Dalam perang Qadisiyah. Dalam kondisi apapun kita. Istijabah Maaliyah ( menyambut dengan harta ) Da‟wah untuk menegakkan dinul islam ini adalah sebuah kerja besar. Akhirnya sahabat Qoqo‟ bin Amir mempunyai ide membuat patung – patung gajah dan dihadapkan pada kuda – kuda muslimin. gembira. sama dengan orang yang buta ( tidak menggunakan akalnya ). seorang kader selalu memikirkan bagaimana cara melaksanakan tugas itu dengan baik. “ apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar. “ berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan atau berat . qiyadah. riang gembira dan bahagia dan ketika ada uzur. Hanya orang – orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajar... bahkan mereka menangis ketika mereka tidak dapat pergi berperang karena uzur dengan kemiskinannya tidak memiliki kendaraan ( QS At Taubah : 92 ). panggilan. mereka bersedih hati. Istijabah Fikriyah ( menyambut dengan pikiran/dengan sadar ) Kader da‟wah ketika mendapat tugas dari murobbiy.Empat Aspek Ruhul Istijabah 1.. oleh karena itu juga diperlukan dana yang tidak sedikit. perintah. Itulah sosok aktivis. Setelah kuda – kuda tersebut terbiasa dengan patung gajah. dan sarana yang tepat sehingga tugas itu dapat terlaksana sesuai yang telah ditetapkan. Demi terlaksananya tugas secara maksimal. dan tidak bergairah.( QS At Taubah : 41 ) Para kader yang dibina oleh rasulullah ketika mendapat panggilan jihad dari rasul.” 2. mereka berlomba – lomba melaksanakanya. memperhatikan waktu. Kepentingan da‟wah ini adalah kepentingan yang sangat mulia. da‟awi. bahagia dan bersemangat untuk melaksanakan. seruan itu harus kita penuhi dengan semangat.Bahkan seorang kader dapat menyampaikan saran – saran sebagaimana dilakukan oleh para sahabat kepada Rasulullah... kuda tersebut tidak takut lagi dan akhirnya kaum muslimin meraih kemenangan. berat. maka ketika berhadapan dengan gajah – gajah persia. Kelemahan fisik tidak menjadi alasan untuk tidak berangkat. baik tarbawi. pembina maupun qiyadah harus sadar bahwa apa yang dikerjakanya tersebut adalah dalam rangka ketatannya kepada Allah dan meraih ridhonya. maupun tandzimi harus menyambutnya dengan perasaan senang. . dikisahkan bahwa pasukan kuda kaum muslimin berhadapan dengan tentara gajah pasukan persia.

Dalam konteks qiyadah wal jundiyah (antara pemimpin dan anggotanya) maka kita diminta untuk menuruti apa yang pemimpin tugaskan pada kita baik dalam keadaan lapang maupun sempit selama dalam koridor syar‟i. belum termasuk uang. Jika tidak maka kekuatan batil yang akan berkuasa di bumi ini. Kemudian usman menambah lagi seratus ekor onta dengan pelana dan perlengkapanya. Meente harus patuh pada pementornya. mutarabbi (binaan) harus patuh pada murabbinya. staff haru patuh pada ketuanya. Sebagian ahli sejarah mencatat ada seratus kali berperang dalam sepuluh tahun. kemudian tugas da‟wah. untuk penyebaran fikrah kita. Istijabah Harakiyah ( Menyambut dengan aktivitas ) Aktivis da‟wah adalah orang yang aktif dalam kegiatan da‟wah. untuk amal jama‟i semakin kokoh. pertama adalah tugas tarbiyah. Para sahabat rasul tidak pernah berhenti berjihad di jalan Allah.” (HR Muslim). Sampai – sampai ada yang bersedekah dengan segenggam atau dua genggam kurma. mudah. dan ketiga adalh tugas tandzimiyah. semangat. Kemudian datang Abdurrahman bin Auf dengan dua ratus uqiyyah perak. menuntut kesungguhan dan keseriusan serta mobilitas da‟wah dan jihad yang tinggi. An-Nisa: 59) ”Dengarkanlah dan taatilah (para pemimpinmu) meski engkau dalam keadaan sulit. Sahabat – sahabat lainya juga datang. Sehingga jika dirata – rata. Umar. Tugas – tugas kita adalh sangat banyak. Apalagi yang menyeru adalah Allah swt yang memberi hidup. Abu Bakar datang dengan seluruh hartanya mencapai empat ribu dirham. “Hai orang-orang yang beriman. Usman terus menambah shodaqohnya hingga mencapai sembilan ratus ekor onta dan seratus ekor kuda. Kemudian datang lagi membawa seribu dinar dan diletakkan di pangkuan Rasul. baik itu dipimpin rasul maupun dipimpin sahabat. Kaum muslimin berlomba – lomba menginfakkan hartanya dan bershodaqoh. Tidak ada yang kikir kecuali orang – orang munafik :” orang – orang munafik yang mencela orang mu‟min yang memberi shodaqoh dengan sukarela. Setelah mendengar pengumuman Rasul.Hikmah yang sangat fenomenal adalah kisah perang tabuk. perang terjadi sebulan sekali. Usman bin Affan sebelumnya telah menyiapkan kafilah dagang yang akan berangkat ke Syam berupa dua ratus ekor onta lengkap dengan pelana serta barang – barang yang berada diatasnya. Usman datang dan menshadaqohkan semua itu. taatilah Allah dan Taatilah rasul (Nya) serta ulil amri di antara kamu” (QS. bahkan berusaha untuk menjadi garda terdepan dalam mempertahankan dan membela islam. Dengan aktivitas da‟wah saat ini yang saat tinggi. dan mereka pun menghina orang – orang yang tidak memperolah apa yang disedekahkan selain kadar kesanggupanya” ( QS At Taubah : 79 ) 4. selalu hadir dalam setiap aksi – aksi da‟wah. untuk peningkatan kualitas dan mutu kader. Sa‟ad bin Ubadah. Thalhah. beserta dua ratus uqiyyah. Muhammad bin Maslamah. Tanpa tawar dan pikir kita wajib melaksanakannya. . terpaksa dan membuatmu banyak melakukan pengorbanan.

sebagai seorang dai Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa waktu yang kita miliki lebih banyak dari kewajiban yang ada. Ikhwah. Ketika dengan ikhlas kita melakukan seruannya maka yakinlah kita mendapatkan balasan yang lebih baik dari pekerjaan atau seruan tersebut “Barang siapa beramal shalih baik laki-laki maupun perempuan sedangkan ia beriman maka Kami pasti akan beri kehidupan yang baik dan Kami balas dengan balasan yang lebih baik dari apa yang ia kerjakan. Jika kita tidak melakukan kewajiban saat ini maka kemungkinan akan tergilas oleh aktivitas (kewajiban) lain pada waktu selanjutnya. sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya. “Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya. niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Dan orangorang yang tidak memenuhi seruan Tuhan. (disediakan) pembalasan yang baik. Al-An‟am: 36) Ketika seruan yang ditujukan kepada kita adalah seruan dakwah entah itu dakwah secara eksplisit (menyeru langsung) ataupun implisit (daurah atau pelatihan tentang dakwah) maka seruan ini bukan lagi seruannya murabbi kita. Ar-Ra‟du: 18). dengan gagah beraninya dia berkelebat menghunuskan pedangnya hingga mati menjadi syuhada . (QS. Tidak bersegera dalam melaksanakan disebabkan adanya missing link. Balasan Seruan Dalam kaidah usul bahwa perintah adalah sesuatu hal yang menuntut kita untuk dikerjakan kecuali jika ada dalil yang membolehkan penundaan atau penolakan.” (Al-An‟am: 97) “Sedangkan yang mati hatinya akan dibangkitkan Allah. Karana hakikatnya sebaik baik ibadah adalah manakala dilakukan di awal waktunya. tubuhnya basah . atau seruan ketua atau seruan pemimpin kita tapi ini adalah seruan Allah dan wajib kita melaksanakannya jika tidak ingin menerima balasan yang buruk. Meskipun alasan tersebut jelas tertolak oleh hadits “Adalah wajib bagi seorang muslim untuk mendengarkan dan taat terhadap perintah (pemimpin) yang disukainya ataupun yang dibencinya selamanya dia tidak diperintahkan melakukan hal tersebut (maksiat) maka dia tidak wajib mendengarkan atau mentaatinya”. dan diapun syahid dalam keadaan junub. kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan”. Kisah Para Sahabat Sikap ini pula yang terlihat saat sahabat rasul yang bernama handzolah melompat dari tempat tidurnya karena mendengar instruksi jihad dikumandangkan.“ (QS. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. waktu terus berputar.Terkadang ada beberapa orang yang tidak mengindahkan perintah pemimpinnya dengan mengajukan beberapa pembelaan yang notabene bisa diatasi dengan mudah dan bukan menjadi persoalan yang mengganjal seruan qiyadah. padahal disaat itu dia sedang menikmati indahnya malam pengantin bersama istri yang baru dinikahinya dipagi hari. (HR Bukhari dan Muslim). atau tidak adanya konektifitas hati dengan agenda/ instruksi yang akan dikerjakan.

atas dasar itu. Tidak ada seorangpun dari kami yang mundur dan kami tidak akan bersedih jika kamu menghadapkan kami dengan musuh besok pagi. Nabi pun menyampaikan kepada Amr bahwa Islam membebaskan dirinya dari kewajiban perang. kami tetap bersamamu. sahabat Anshar yang diwakili Sa‟ad Bin Muadz menyampaikan sikapnya:”kami telah beriman kepadamu dan kami bersaksi bahwa apa yang kamu bawa adalah benar. Hingga akhirnya Rasulullah mengeluarkan perintah agar ia tetap tinggal di madinah. laksanakanlah apa yang telah diberitahukan Allah kepadamu. Rasul bermusyawarah tentang apa yang sebaiknya dilakukan. apa saya yang anda ambil . Demi Allah. aku sungguh berharap mati syahid sehingga dengan kakiku yang pincang ini. anak-anakku menghalangiku untuk keluar bersamamu. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Sa‟ad berkata. ternyata rasul menjadi saksi bahwa jenazah handzolah dimandikan oleh malaikat. kali ini amr bin jamuh tidak dapat dihalangi lagi tekadnya untuk ikut serta berperang. seorang sahabat Rasulullah yang memiliki empat orang putra yang kesemuanya adalah mujahid yang setia bersama Rasulullah dalam setiap peperangan. Ambillah harta benda kami sebanyak yang kamu perlukan dan tinggalkanlah untuk kami seberapa saja yang kamu sukai.” barangkali kamu khawatir bahwa kaum Anshar memandang bahwa mereka wajib menolong kamu hanya di negeri mereka. Tetapi keempat putranya memohon kepada Nabi agar ayahnya mengurungkan niatnya untuk berangkat atau bila terpaksa dengan larangan Nabi karena uzur syar‟i yang dimiliki Amr. sedangkan Miqdad bin „Amru mengatakan: “ Wahai Rasulullah. lakukanlah apa yang kau kehendaki. kami tetap duduk disini. Setelah sahabat Muhajirin.” Tetapi yang kami katakan disini adalah “ Pergilah kamu bersama Rabmu dan berperanglah. sangat pincang. jalankanlah apa yang kau kehendaki dan putuskanlah tali persaudaraan dengan siapa saja yang kau kehendaki. Begitu pula dengan Amr bin Jamuh. seandainya kamu mengajak kami ke Barkul Ghimad ( Yaman ) pasti kami tetap mengikutimu sampai kesana. Kami akan tabah menghadapi peperangan dan kami tidak akan lari. Tetapi ia tetap memaksa dan minta diizinkan. dengan alasan ketidakmampuan disebabkan cacat kakinya yang berat itu. Sebuah kisah menjelang perang badar merupakan mutiara hikmah yang indah untuk kita resapi dalam ruhul istijabah ini. mengingat keluarnya para sahabat awalnya hanya untuk menghadang kafilah dagang. Demi Allah. kami tetap bersamamu.aku dapat berjalan-jalan disurga. kami telah menyatakan janji untuk senantiasa ta‟at dan setia kepadmu. Saya sebagai wakil kaum anshar menyatakan. Ketika panggilan jihad Uhud tiba.kuyub padahal saat itu tiada setetespun air hujan turun kebumi. Ketika rasul dan para sahabatnya telah keluar dari madinah kemudian rasul ingin mengetahui kesiapan para sahabatnya untuk berperang.” Akhirnya Ia pun bergabung bersama Rasulullah saw dan gugurlah beliau sebagai syuhada uhud. kami tidak akan mengatakan kepadamu seperti apa yang dikatakan bani israil kepada Musa yaitu “ pergilah kamu bersama Rabbmu. Wahai rasulullah. Ketika rencana perang badar telah digulirkan maka Amr telah berketetapan hati untuk menyambut seruan Rasulullah tersebut dengan mempersiapkan seluruh perbekalan. kami ikut bersamamu” Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran. yaitu kaki yang pincang. Marilah kita berangkat ilaihi. dengan mengadu kepada Rasulullah tentang sikap anak-anaknya yang tidak mengijinkan beliau berangkat dengan berkata: “Wahai Rasulullah. Dari kalangan Muhajirin Abu Bakar dan Umar bin Khattab menyambut baik untuk terus maju ke medan pertempuran.

( risalah pergerakan 2 ). Ingatkan engkau ketika para sahabat dilarang meminum khamar?: “Hai orang-orang yang beriman. Ternyata seorang penyeru sedang mengumumkan: Ketahuilah bahwa khamar telah diharamkan. dan rasa berat. Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh karena makanan yang telah mereka makan dahulu.3662) Ingatkah kita tentang peristiwa berhijab? Dari Aisyah RA. Si polan terbunuh. ia berkata “Semoga Allah merahmati wanita-wanita yang pertama berhijrah. “ ‫ .itu lebih kami sukai daripada yang Anda tinggalkan. tanpa berpikir panjang mereka segera menumpahkan drum-drum penyimpanan khamr.dakwatuna. sloganya adalah amrun wa thaatun ( perintah dan laksanakan ) tanpa ada rasa bimbang. Botol-botol yang menjadi wadah khamr pun segera dipecahkan.” (Shahih Muslim No. Padahal arak ada dalam perutnya. komentar. Tiba-tiba terdengar seorang penyeru menyerukan sesuatu. demi Allah seandainya kamu menghadapkan kami pada lautan kemudian kamu terjun kedalamnya maka kami akan terjun kedalamnya bersamamu ( Rakhikul Makhtum 285 – 286 ). berjudi.” da‟wah pada tahap pembinaan ( takwin ) shufi di sisi ruhiyah dan askari ( kedisiplinan ) dari sisi amaliyah ( operasional ). dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. Orang-orang berkata: Si polan terbunuh. Demi Allah jika kamu berangkat sampai ke Barkul Ghimad. mengundi nasib dengan panah [434].” (HR. Minuman mereka hanyalah arak yang terbuat dari buah kurma.” Dari Annas bin Malik “Aku sedang memberi minum para tamu di rumah Abu Thalhah. (Perawi hadits berkata: Aku tidak tahu apakah itu juga termasuk hadits Anas). Abu Thalhah berkata kepadaku: Keluarlah dan tumpahkan arak itu! Lalu aku menumpahkannya (membuangnya). (berkorban untuk) berhala. Abu Thalhah berkata: Keluar dan lihatlah! Aku pun keluar. asal mereka bertaqwa serta beriman dan mengerjakan amal-amal saleh. adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. sesungguhnya (meminum) khamar. pada hari khamar diharamkan. Bukhari) Sumber: http://www. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu. Arak mengalir di jalanjalan Madinah. maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). Mereka menjawab seruan larangan khamr tersebut dengan teriakan yang kompak.”رب ي إن ه‬kami benar-benar berhenti dan tidak akan melakukannya lagi Ya Tuhan.com/2012/07/21988/bersegera-dalam-seruan-ruhul-istijabab-suratul-istijabah/ . Hasan Al Banna berkata. al Maidah: 90-91) Mendengar firman suci tersebut.S. kami akan berangkat bersamamu. di mana ketika Allah menurunkan firmanNya “… Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka (AnNur 31) mereka langsung merobek kain hordeng mereka untuk dijadikan hijab. ragu.” (Q.

html .blogspot.islamedia.id/2011/06/ruhul-istijabah.com/2009/10/bersemangat-dalam-menyambut-panggilan.html http://www.web.http://izzatul-jannah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful