SERI BACAAN KULIAH KOMUNIKASI POLITIK

KOMUNIKASI POLITIK: KONSEP, MODEL DAN PENDEKATAN

Oleh: Drs. Zamzami A Karim, MA Ketua STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN
SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK RAJA HAJI TANJUNGPINANG 2007

1

PANDUAN RINGKAS BAGI MAHASISWA.
Deskripsi ringkas: Mempelajari konsep-konsep dasar ilmu komunikasi, pengaruh komunikasi terhadap sistem politik, teknik propaganda, pembentukan public opinion, bahasa politik, penggunaan media, penciptaan imej dan persepsi politik publik. Di samping itu, mata kuliah ini berhasrat untuk mengajak para mahasiswa menguji berbagai dimensi komunikasi politik, yang umumnya berada disekitar wacana kepresidenan Indonesia, atau pada level lokal, tentang Pilkada langsung yang mempengaruhi dan menyita perhatian masyarakat. Salah satu tujuan mata kuliah ini adalah untuk menentukan bagaimana dahsyat dan berpengaruhnya wacana politik dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada akhirnya, kita akan menilai berbagai tipe pesan, baik yang konvensional (seperti liputan berita, iklan kampanye, pidato-pidato, dlsb) maupun yang non-konvensional (seperti film, kartun, dll), sehingga kita dapat memahami bagaimana retorika digunakan dalam forum terbuka untuk membangun pesan dan citra yang mendorong perubahan dalam arena politik maupun budaya. Selain itu, kuliah ini mengajak mahasiswa untuk mempertajam skill mereka sebagai peminat politik dengan memberi mereka peluang untuk secara kritis menganalisis berbagai bentuk wacana politik. Juga memungkinkan mahasiswa untuk menilai secara kritis bagaimana peranan media massa dalam sistem politik demokrasi kontemporer, bahkan dalam era digital dan dukungan komunikasi informasi melalui internet, bagaimana sistem demokrasi dapat berkembang secara sehat dan kemana arah perkembangan tersebut.

2

serta pembentukan opini publik. diharapkan mahasiswa dapat: 1. 3. situasi komunikasi politik. karakteristik khalayak (publik). Mata kuliah ini merupakan kelompok Keahlian untuk program studi Ilmu Pemerintahan. pemanfaatan komunikasi politik dalam propaganda. untuk memahami sifat komunikasi politik dipengaruhi oleh baik pengalaman teoritis maupun praktek. Komponen praktek dapat diperoleh melalui kegiatan audio-visual. yang akan membahas berbagai konsep teoritik ilmu komunikasi. komunikasi politik. atau melalui kegiatan riset. dan Kelas ini akan mencoba menggunakan latihan di kelas atau riset media dengan metode analisis isi (content Tujuan Instruksional Umum: Setelah mengikuti mata kuliah ini selama satu semester dengan bobot 3 SKS. menerapkan komunikasi politik secara tepat dalam setiap situasi yang sesuai bagi kepentingan profesi masing-masing agar misi dan tujuan yang ingin dicapai dapat didukung oleh khalayak ramai (publik). latihan di kelas. 3 . kampanye. penciptaan imej dan persepsi. menilai komunikasi politik yang efektif bagi pembentukan kesadaran publik terhadap nilai-nilai politik. analysis). penggunaan saluran atau media komunikasi.Karena itu. Format penilaian hasil akhir belajar. memahami kerangka teoritik komunikasi politik dalam arena politik aktual. 2. agitasi dan lain sebagainya.

untuk ini mahasiswa diharapkan memenuhi kehadiran di kelas sekurang-kurangnya 75 %. Penutup. 4 . kemudian ulasannya paling sedikit dalam 2000 perkataan diketik rapi pada kertas ukuran kuarto. Isi. Jawaban yang mendapat penilaian harus menyentuh kata-kata kunci yang diharapkan sesuai dengan soal yang akan diberikan nantinya. Ulasan yang baik harus terdiri atas: Pendahuluan. di mana mahasiswa diminta mencari satu tajuk di koran Komunikasi Politik. Ujian Akhir Semester (UAS) 15% 15% 35% 35% Tutorial diselenggarakan dalam bentuk tanya jawab di kelas pada saatsaat tertentu di akhir penyampaian materi.5. yang menguraikan pandangan. Ulasan kliping koran merupakan tugas mandiri yang harus dikerjakan oleh yang mahasiswa berkaitan setelah dengan pertengahan semester perkuliahan membuat berlangsung. UTS dan UAS akan diselenggarakan sesuai dengan jadwal yang akan ditentukan kemudian. Ujian Tengah Semester (UTS) d. Referensi dan Bacaan Anjuran. yang menguraikan secara singkat tajuk yang dibahas.Hasil akhir belajar mahasiswa akan dinilai berdasarkan 4 komponen yang harus terpenuhi sampai 100 %. Tutorial / Diskusi Kelas b. I. membuat kesimpulan terhadap ulasan pribadi. dalam bentuk format essei menyangkut seluruh materi perkuliahan yang telah diberikan. terdiri dari: a. Ulasan kliping koran c. sikap dan penilaian pribadi mahasiswa tentang isi tulisan atau berita dalam potongan koran tersebut.

Comparative Politics: A Developmental Approach. Political Power and Communications in Indonesia. Komunikasi Politik: Paradigma-TeoriAplikasi-Strategi dan Komunikasi Politik Indonesia. Jakarta: PT. and Powell.1978 . and Lucian W. Anwar Arifin. khususnya. 2003. Dan.. Komunikasi Politik: Komuniktor. 2000. Karl D. Jackson and Pye. Ltd. Bagi publik Amerika Serikat. Pvt. Prof. Ketika bangunan jangkung setinggi 110 lantai Twin Tower World Trade Center (WTC) di kota Manhattan New York collapse (rontok) akibat serangan bunuh diri teroris yang menabrakkan pesawat komersial ke badan bangunan kembar tersebut. Remaja Rosdakarya. New Delhi. Co. Pesan. Bandung: Penerbit PT. Balai Pustaka. (Ed. Bombay. sosok “menakutkan” ini merupakan otak di balik segala terror yang melanda publik dan 5 . Pengantar ke studi Komunikasi Politik. Calcutta & New York: Amerind Publishing.. BAB I PENDAHULUAN 1. Berkeley: University of California Press. G Bingham.).Almond. Dan.Dr. Nimmo. 1972. Nimmo. Bandung: Penerbit PT. Gabriel A. 1999. dan Media. Komunikasi Politik: Khalayak dan Efek. opini publik dunia diarahkan kepada sosok Arab bernama Osama ben Laden. Remaja Rosdakarya.

dan lain-lain yang berulangkali mengarahkan tuduhannya kepada Osama. Fox News. mengira sang kakek adalah orang Arab Muslim. Orang-orang Arab Muslim di Amerika merasakan ketakutan terror balik dari publik Amerika non Muslim. Siaran TV Cabel CNN. Di Australia terjadi penyerangan terhadap mesjid-mesjid dan pelecehan terhadap penganut Agama Islam. 6 . Meskipun Osama sendiri menafikan tuduhan-tuduhan itu. dan di Asia Channel News Asia berkali-kali mengutip pernyataan para pemimpin AS mulai dari Presiden Bush. Publik Amerika Serikat dalam polling yang diadakan oleh The New York Times dan CBS News Poll sebanyak 98 persen menjawab “setuju” untuk aksi militer terhadap negara yang melindungi para pelaku terror meskipun orang-orang sipil tak berdosa ikut terbunuh. Di Amerika seorang kakek bersorban dari agama Sikh diserang oleh sekelompok pemuda yang marah. Jaksa Agung Ashcroft. Akibat peristiwa tanggal 11 September 2001 itu. pejabat seperti Collin Powell (mantan Sekretaris Negara). Mengapa publik dunia begitu cepat mengarahkan tuduhan kepada kelompok muslim fundamentalis ? Apa yang membentuk opini publik begitu cepat ? Mengapa tiba-tiba di dalam masyarakat rasional dan liberal seperti Amerika Serikat berubah menjadi masyarakat yang primordial dan etnosentris ? Kita coba menelusuri secara jelas mengenai terbentuknya opini publik dunia. dengan konstan dan cepat terbentuk opini bahwa kelompok Islam fundamentalis merupakan pelakunya di bawah komando Osama ben Laden. meskipun yang bersangkutan sendiri menafikannya.instansi-instansi vital milik Amerika Serikat pada satu decade terakhir ini. Dick Cheney (Wapres).

Kita ketahui. Meskipun mereka tahu Afganistan merupakan negara miskin yang sedang terpuruk oleh perang saudara di dalam negeri mereka yang mengakibatkan ribuan warganya menjadi pengungsi di merata dunia. bagaimana malunya para pejabat AS bila tidak dapat melindungi masyarakatnya dari kejadian memilukan itu. (Ingat Bush yang berasal dari Partai Republik hanya menang tipis atas Al Gore dari Partai Demokrat dalam pemilihan Presiden AS. Sebanyak 85 persen publik AS menyetujui serangan untuk menghabisi Afganistan yang dianggap melindungi Osama. Kalau opini itu diciptakan dan disebar oleh pejabat politik. dalam hal ini Bush. Demikian pula kasus yang terjadi pada invasi AS terhadap Iraq. maka terbentuklah semacam sikap politik (opini politik). seberapa canggihkah sistem pertahanan AS untuk melindungi warganya? Dan pemerintah yang berkuasa. secara sederhana kita dapat menarik analisis bagaimana dahsyatnya efek dari penggunaan media komunikasi seperti TV. Dari gambaran kisah dramatis di atas. itupun masih terjadi perdebatan hukum di tingkat Mahkamah Agung). Internet dan Koran dalam pembentukan opini publik. Terlalu banyak contoh tentang pembentukan opini publik dan peranan media massa untuk menjelaskan studi tentang komunikasi politik ini. Publik AS akan mempertanyakan kembali seberapa kuatkah sebenarnya militer dan intelijen AS ?.Tergambar jelas semangat balas dendam yang membara dalam opini publik Amerika. berkepentingan merebut simpati publik bagi kepentingan politik mereka. Anda dapat merujuknya mulai dari pengamatan sederhana di lingkungan terdekat Anda. Misalnya bagaimana kemampuan media 7 . seperti kisah sukses dan kisah ironis di tengah proses reformasi yang sekarang ini sedang dihadapi oleh bangsa kita.

Apabila mereka mampu menguasai media massa. Sejak itu Lasswell “dinobatkan” sebagai perintis dan pelopor penelitian propaganda dan komunikasi politik. propaganda dan komunikasi (1935). meskipun studi komunikasi politik telah dirintis sejak tahun 1922 ketika sarjana sosiologi terkenal Ferdinand Tonnies menerbitkan hasil penelitiannya tentang sifat opini publik pada masyarakat massa. karena olahan media.massa mengeksploitasi atau dieksploitasi oleh opini publik untuk mengangkat atau menjatuhkan seseorang. atau bahkan pada akhir abad ke-19 ketika Bagehot. Pasca reformasi ini kita dapat menemukan semakin tersebarnya tokoh-tokoh masyarakat yang muncul baik secara “kagetan” maupun tidak di tengah-tengah masyarakat. Studi komunikasi politik ini sebenarnya merupakan bidang studi yang masih sangat baru. Kadang-kadang seseorang yang tidak memiliki opini yang substansial dapat menjadi pemimpin opini. David Bryce dan Graham Wallace di Inggris menelaah peranan pers dalam pembentukan opini publik. maka ia dapat memanfaatkan sumber daya ini untuk memperkuat sumber daya politiknya. namun studi komunikasi politik sebagai disiplin yang berdiri sendiri baru hadir pada tahun 1960-an. Lasswell meneliti tentang opini publik. 8 . Wilbur Schramm (1980) salah satu sarjana yang objek studinya pada komunikasi menganggap Lasswell sebagai Bapak Ilmu Komunikasi. Terbentuknya opini publik untuk kepentingan politik merupakan salah satu bidang kajian komunikasi politik. Maine. meskipun cikal bakal studi ini sudah dirintis sejak Harold D. Pada akhirnya ia dapat memimpin opini publik untuk membela kepentingan dirinya. Di Eropa.

Franck dan Weisband. Misalnya: Antropologi dan Sosiologi yang mempelajari sosiolinguistik dan simbolisme berjasa bagi studi bahasa politik. konstruk politik. memperkaya bidang kajiannya. simbolisme politik (perlambang) yang dirintis politikolinguistik oleh Fishmen. landasan bagi studi perilaku pemimpin politik. 1970. yang multidisipliner. dan Davis & Kraus 1976. mulai “The Harold dari Effects Lasswell disamping pengkajian of Mass (1935). kritis. 1972. studi komunikasi politik seringkali menjadi & terlalu Misalnya komunikasi politik melalui media massa seperti yang dilakukan oleh Kraus yang menerbitkan oleh Communications Political Behavior” (1976). dan kuantitatif untuk menganalisis retorika politik. Serta filsafat eksistensialisme dan fenomenologi melahirkan teori kritis dalam komunikasi politik. Fagen mendefinisikan komunikasi politik sebagai “communicatory activity considered political by virtue of its consequences. dan sosialisasi politik. Ilmu politik sendiri menyediakan pemilih (voting behavior) dan Sibernetika menyediakan pendekatan system untuk memandang komunikasi politik secara holistic. Retorika menyediakan metode historis. Oleh juga Davis karena sifatnya luas.Sebagai sebuah disiplin baru. studi komunikasi politik telah memanfaatkan sumbangan dari berbagai disiplin ilmu lain. that it has for the functioning of political systems” ( aktifitas komunikasi yang bersifat politis yang 9 . actual and potential. sampai pada hubungan komunikasi dengan system politik oleh Chaffee 1975. Sifat multidisipliner dari studi ini ditegaskan oleh Dan Nimmo (1981) bahwa “political communication as a field of inquiry is cross disciplinary”. Psikologi dan Psikologi Sosial memberikan kontribusi bagi landasan studi efek pesan politik.

akibat-akibatnya. baik nyata maupun terpendam. 10 . Tetapi Nimmo telah menggunakan taksonomi Lasswell untuk membuka wacana tentang komunikasi politik. sehingga ia berpengaruh terhadap jalannya sistem politik. Meadow dalam tulisannya “Politics as Communication” (1980) mendefinisikan bahwa “political communication refers to any exchange of symbols or messages that to a significant extent have been shaped by or have consequences for the political system” (komunikasi politik merujuk kepada berbagai pertukaran simbolsimbol atau pesan-pesan sehingga sampai pada taraf tertentu telah diberi bentuk oleh. yaitu: Who says what with what channel to whom with what effect. Who says adalah para komunikator. Fagen. Boston. Politics and Communication. R. 20). Komunikasi politik merupakan kegiatan berkomunikasi yang dianggap politis berdasarkan atas segala konsekuensinya baik yang nyata maupun terpendam. Dan Nimmo sendiri mendefinisikan komunikasi politik sebagai “communication (activity) considered political by virtue of its consequences (actual or potential) which regulate human conduct under the condition of conflict” (aktifitas komunikasi yang bersifat politis dengan segala konsekuensinya – baik nyata atau terpendam – yang mengatur perilaku manusia di bawah syarat konflik). hal. aktifis politik. Little Brown. Memang sulit kita menemukan sebuah definisi yang disepakati ramai ahli. sehingga setelah mempelajari materi ini anda dapat merumuskan sendiri definisi tentang komunikasi politik. Jelas definisi ini masih terlalu luas (all encompassing). pemerintah atau pengamat. 1966. ( R. sistem politik).B. atau memiliki akibat bagi. dapat menjadikan sistem politik berjalan secara fungsional).

11 . dan retorika.1. To whom adalah khalayak atau publik. Hal ini bukan berarti tidak ada studi yang dilakukan oleh para ilmuwan sosial (ilmuwan politik. What effect adalah kesan dan akibat dari proses komunikasi politik. sosiolog. mendukung. Sebelum tahun 1960. organisasional. Makna Komunikasi Politik Istilah komunikasi politik masih relatif baru dalam ilmu politik. terprovokasi. iklan. ilmu politik tidak mengenal istilah komunikasi politik. interpersonal. 1989:30).What adalah pesan-pesan atau simbol politik. Buku-buku teks tentang komunikasi politik lebih banyak ditulis oleh ilmuwan komunikasi daripada ilmuwan politik. dia membahas komunikasi politik secara rinci. dan lain sebagainya. permainan bahasa atau eufemisme untuk mempengaruhi dan meyakinkan publik melalui propaganda. Istilah tersebut mulai banyak disebut-sebut semenjak terbitnya tulisan Gabriel Almond (1960:3-64) dalam bukunya berjudul The Politics of the Development Areas. maupun massal. Hal ini menandakan ilmu komunikasi lebih erat berhubungan dengan komunikasi politik. 2. What channel adalah dengan saluran atau media apa. ataupun psikolog) terhadap masalah yang menjadi objek studi dari komunikasi politik. ilmuwan komunikasi. Studi komunikasi politik mencakup dua disiplin dalam ilmu-ilmu sosial: ilmu politik dan ilmu komunikasi (Sumarno. Hal ini dapat dijadikan suatu kajian oleh ilmuwan komunikasi seperti halnya ilmuwan politik. daripada ilmu politik. Makna Komunikasi Politik dalam Sistem Politik 2. bertindak politik.

serta perubahan attitude dalam proses komunikasi telah diadakan semenjak lama (Sumarno. political socialization and recruitment. rule making. pembuatan aturan. penerapan aturan. 1989:143-188). Komunikasi politik merupakan proses penyampaian pesan-pesan yang terjadi pada saat keenam fungsi lainnya itu dijalankan.Kegiatan yang mempelajari materi komunikasi politik telah ada semenjak lama. bagi para ilmuwan politik untuk Almond. Semua studi ini telah meletakkan dasar yang kokoh bagi pengembangan studi komunikasi politik pada masa setelah 1960. Almond (1960: 45) menulis: All of the functions performed in the political system. memperbandingkan berbagai sistem politik dengan latar belakang Dengan demikian. semuanya ditunjukkan melalui sarana komunikasi). propaganda dan perang urat syaraf. Hal ini berarti bahwa fungsi komunikasi politik terdapat secara inherent di dalam setiap fungsi sistem politik. dan penghakiman aturan. interest articulation. agregasi kepentingan. artikulasi kepentingan.are performed by means of communication (Semua fungsi-fungsi dalam system politik. Tulisan Almond menunjukkan bahwa komunikasi politik bukanlah fungsi yang berdiri sendiri. walaupun tidak di bawah bendera komunikasi politik. interest aggregation. Menurut Almond (1960:12-17). 12 . Studi tentang tingkah laku pemilih. menurut komunikasi politik merupakan salah satu dari tujuh fungsi yang dijalankan oleh setiap sistem politik. rule application. komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik sehingga terbuka budaya kemungkinan yang berbeda. and rule adjudication. apakah itu sosialisasi dan rekrutmen politik.

2.Di segi ini. Rakyat telah memilih anda. 2. sama pentingnya. Misalnya di saat pemerintah menaikkan harga BBM pada 1 Oktober 2005 lalu. Ilmuwan komunikasi menilai saluran komunikasi dalam bentuk media massa merupakan saluran komunikasi politik yang sangat urgen. akan kita bahas dalam uraian tersendiri. Apabila ilmuwan komunikasi lebih banyak membahas peranan media massa dalam komunikasi politik (dengan sedikit perhatian pada komunikasi antarpribadi). Baik sebagai komunikator politik. banyak unjuk rasa atau demonstrasi yang ditujukan kepada lembaga legislatif/DPR. Ini merupakan sebuah contoh betapa kentalnya komunikasi politik dengan kehidupan politik. Di situ berkumpul para politikus yang duduk sebagai legislatif. sehingga anda dapat duduk menjadi seorang anggota legislative yang mereka harapkan satu saat Anda (para anggota DPR) mau memperhatikan nasib mereka. Pandangan Ilmuan Politik Pendapat para ilmuwan politik (dalam hal ini adalah ilmuwan politik behavioralis) agak berbeda dengan pandangan para ilmuwan komunikasi dalam melihat dan memahami komunikasi politik. Sebab. keberadaan politikus tidak bisa dalam pembicaraan komunikasi politik. Sebaliknya ilmuwan politik menilai saluran media massa dan saluran tatap muka memainkan peranan yang 13 . pesan- pesan politik dan komponen komunikasi politik lainnya. para ilmuwan politik mengartikan komunikasi politik sebagai proses komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. politikus itu peran dan fungsinya menjadi salah satu elemen komunikasi politik. atau sebaliknya menerima pesan-pesan politik yang disampaikan rakyat kepada politikus. Ulasan mengenai komunikator politik.

Tingkah laku para pemilih dalam pemilihan umum sudah lama menjadi perhatian para ilmuwan politik. perbedaanperbedaan yang terlihat di antara sistem-sistem politik hanya bersifat superficial (tampak permukaannya saja) dan tidak bersifat mendasar. hampir semua kita tidak bisa lepas dari kajian dan praktik komunikasi politik. sehubungan dengan studi voting behavior: “Apa alasan-alasan seorang pemilih untuk memilih partai politik tertentu dalam suatu pemilihan umum? Dan apa alasan seorang pemilih untuk mengubah pilihannya dengan memilih partai politik lain?”. dan yang akan ada nanti mempunyai persamaan-persamaan yang mendasar. Tidak hanya politikus. 14 . yang ada sekarang. watak. juga abang beca. selalu jadi pembicaraan audiens dimanapun berada. kita tidak boleh tertipu oleh struktur politik yang nampak berbeda.Arti penting sumbangan pemikiran Almond terletak pada pandangannya bahwa semua sistem politik yang pernah ada di dunia ini. pengalaman. yaitu adanya kesamaan fungsi yang dijalankan oleh semua sistem politik. Dengan demikian. Hal ini membantah pandangan yang dianut semenjak lama bahwa sistem politik yang satu sangat berbeda dari sistem politik lainnya karena adanya perbedaan budaya. karena fungsi-fungsi yang dijalankan oleh struktur politik dalam setiap sistem politik adalah sama. Menurut Almond. di kedai kopi asik membahas teori komunikasi politik dalam aplikasi politik ketika Pemilu atau Pilkada sedang berlangsung. lingkungan. Yang menjadi pertanyaan terpenting para ilmuwan politik. Pandangan Almond menyadarkan para pembaca. Bukankah dua pertanyaan tersebut. dan lain sebagainya.

dan pasangan Mega-Hasyim mendapat sekitar 26 % suara. Pasangan Wiranto-Wahid dari Golkar hanya mendapat 24 % suara. Bagaimana sebuah citra politik 15 . komuniaksi politik sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana menjelaskan fenomena adanya sekian banyak calon atau kandidat Presiden. Dan ini merupakan bukti kekentalan komunikasi politik dalam kehidupan seharian. Sebab. tapi dalam praktiknya. Sebab.Berdasarkan penjelasan di atas. kendati studi komunikasi politik merupakan konsumsi insan kampus (materi kuliah mahasiswa). Hasil Pemilihan Presiden putaran I sungguh mengejutkan! Caloncalon Presiden yang diusung oleh 2 partai besar pemenang Pemilu Legislatif justru mendapat suara di bawah calon dari partai urutan 5 di legislatif. tidak satu pun manusia tidak berkomunikasi. yang kemudian dimenangkan oleh SBY-Kalla. Komunikasi Politik dan Pembentukan Citra. Bila kita amati juga hasil Pemilihan Presiden putaran final. jauh di dari PDI-P hanya bawah suara yang dikumpulkan oleh pasangan SBY-Kala sebesar 34%. ini merupakan contoh kekentalan komunikasi politik. kita mendapati adanya ”perang citra” antara dua kandidat yaitu Mega-Hasyim versus SBY-Kalla. dan kadang-kadang sudah terjebak dalam analisis dan kajian komunikasi politik. merupakan kajian dan praktik komunikasi politik. tetapi hanya SBY-Kalla yang meraih simpati lebih besar dari publik. Perbedaan pendapat ini. tapi rakyat berat menerimanya dengan alasan ekonomi sangat sulit. 3. Berbagai penilaian dan analisis orang awam berkomentar sosal kenaikan BBM. dalam aktivitas sehari-hari. sikap pemerintah untuk menaikkan BBM sudah melalui proses komunikasi politik dengan mendapat persetujuan DPR.

media digunakan agar para politisi lebih akuntabel (lebih bertanggung jawab) sekalipun perhatian dan upaya mereka minim. Sebuah tim sukses 16 . media politik digunakan untuk menghasilkan cerita audiens memposisikan diri sebagai ”suara yang netral dan menentukan”. wartawan (jurnalis). Bagi para jurnalis pula. Diyakinkannya mencalonkan diri bagi jabatan pemerintah. Ketika sampai pada media politik. Manajer itu lantas bergerak cepat. maka kita harus berpaling kepada tiga aktor utama yang bermain. dan warga pemilih. Sang pemuda setuju.com/2006/09/candidate. yaitu para politisi. tujuan media politik adalah untuk menjadikan komunikasi massa sebagai alat mobilisasi dukungan publik yang diperlukan pada saat Pemilu atau agar programprogram mereka dapat yang dilaksanakan menarik pada saat yang mereka luas dan memerintah.blogspot. pintar. tertentu. Dan bagi warga pemilih. dan bersemangat kampanye suatu ketika didekati seorang pemuda manajer itu agar profesional. The Candidate Oleh: Budi Setiono (http://budisetiyono.html) 15/7 2007 SEORANG pemuda aktivis sosial yang menarik.terhadap sosok kandidat Presiden terbentuk? Apakah media yang efektif digunakan untuk mendongkrak citra seseorang? Dan konten apa yang harus diramu dalam membangun citra (image building) seseorang agar dapat mempengaruhi perilaku memilih dikalangan masyarakat? Pada tahap tertentu kita meyakini adanya media politik. Di mana masing-masing aktor memiliki motif Bagi para politisi.

Mereka menerapkan apa yang dikenal dengan political marketing. pembuat iklan. strategis tapi juga taktis. Adegan itu menjelaskan bahwa “produk” tak dikenal dapat dijual kepada pemilih sebagai konsumen. kita menyaksikan bagaimana sejumlah kandidat. Sang kandidat menang. mengepak. Dia kembali kepada (mantan) manajer kampanyenya. Semuanya bekerja dengan satu tujuan: mencetak. apakah dirinya benar-benar memiliki kualifikasi sebagai pejabat pemerintah. juga Pemilu 1999. Apa saja komponennya? Dalam pemasaran ada yang dikenal dengan istilah bauran pemasaran. lazim disingkat 4P. penulis pidato. yang merupakan serangkaian aktivitas terencana. wartawan. Ada rombongan pollster (petugas polling). seorang bayaran yang telah siap mencari wajah baru untuk dijual. Product berarti kandidat dan gagasan-gagasannya. dan bertanya. menyebutnya sebagai objek pelajaran dalam dimensi periklanan dari persuasi politik. “Tapi. Pemilihan usai. Price bisa dilihat 17 . entah itu legislatif maupun presiden. dan sebagainya. apa yang kita lakukan sekarang?” Adegan penutup film The Candidate itu sangat bagus dan bermuatan satiristik. Tapi keraguan menerpanya. Dengan rasa khawatir dia merenung. pembuat film. dan menjual kandidat itu melalui kampanye periklanan massal yang canggih. dalam karya monumentalnya Komunikasi Politik. Dalam pemilihan umum (Pemilu) 2004.dibentuknya. perias. sudah menggunakan cara-cara komunikasi modern. Kandidat kepala daerah di sejumlah dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) mungkin sudah menerapkan pula. untuk menyebarkan makna politik kepada para pemilih. Dan Nimmo.

baik secara demografis. sasaran. Tim sukses mesti menentukan segmententasi terlebih dulu. pengalaman. maupun tepat sosial. geografis. mesti menyiapkan dan membuat program kampanye citra yang bagus. Seorang kandidat cenderung punya pendukung utama di wilayahnya. atau konsultasi komunikasi yang menanganinya. yang pada dasarnya bagaimana masuk di benak konsumen melalui keunggulan sang kandidat. positioning. ada kandidat menegaskan diri sebagai pengayom “wong cilik”. geopolitik. Selain itu para kandidat akan dihadapkan pada soal keterbatasan dana.sebagai Place atribut dan pernik-pernik dari sang kandidat. Mengembangkan isu. yang lazim untuk produk komersial. Perlu pendekatan yang khas karena produk politik berbeda dari produk komersial. maupun sistem nilai. kehumasan. Faktor agama dan etnik juga bisa dipakai untuk mengikat atau memberikan penawaran kepada konstituen. Skala prioritas (captive market) penting karena faktor “kepastiannya”. tidak bisa diterapkan begitu saja. dan rekam jejak dalam kegiatan politik. dan promosi. Tentu saja konsep pemasaran. merupakan tempat konstituen dapat menemukan berbagai hal tentang seorang kandidat –contohnya Warung Wiranto dalam Pilpres 2004. dan menjual. dan sebagainya. Dan tak kalah penting. psikografis. Promotion adalah upaya periklanan. jaringan yang tertata rapi dan solid. Membangun personal Melakukan pendekatan emosional. 18 . Di sinilah tim sukses. Misalnya. Apalagi waktunya relatif singkat. Segmentasi juga bisa didasarkan atas isu atau kepentingan politik di masing-masing wailayah yang tentu saja berbeda-beda. Menyusun kebijakan politik.

19 . tapi biarlah pembeli waspada. uang juga bertebaran. dan tepat. Bagi warga. hingga langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menerapkan strategi kampanye. tindakan. Di sini pesan sebagai inti komunikasi harus relevan. Pesan-pesan harus berangkat dari kekuatan dan aset utama kandidat. benar. tapi banyak yang berbohong. cara. Apakah setiap ide itu pura-pura dan setiap akal-akalan adalah palsu? Tidak perlu. Diperkirakan. Pesta bagi media menangguk iklan. Mungkin pertanyaan dan jawaban sekaligus yang dibuat Dan Nimmo bisa jadi acuan: Apakah semua persuader berbohong? Tidak. serta menyiapkan pendekatan. Baik melalui below the line (media cetak) maupun above the line (media elektronik). dan strategi kampanye seefektif dan seefisien mungkin. menentukan inti pesan. dan gaya hanyalah sebagai akal-akalan penjaja untuk menyelimuti maksud mereka dan fakta yang sebenarnya? Lagi-lagi tidak. Dan inilah pesta demokrasi. Apakah semua persuader menggunakan kata. Pada akhirnya adalah penerapan dan penjabaran strategi kampanye dengan memperhatikan situasi maupun state of mind (tingkat kesadaran) khalayak sasaran. Percetakan dan tukang sablon mendapat order. karena hendak merebut hati pemilih. jalan-jalan akan mulus. Dari situ membuat program komunikasi.Tim sukses juga mesti memilih media yang tepat. menentuan khalayak sasaran. melakukan analisis SWOT. berebut kaos. yang kini bisa menentukan pemimpinnya sendiri. tapi ada yang dengan seksama menonjolkan tanda-tanda kecantikan dan menggunakan kosmetik untuk menutupi cacat. logika. Nikmati saja tanpa lupa bersikap selektif dan kritis.

5. Siebert. dan 4. soviet communist press atau pers komunis soviet. bersama-sama dengan subsistem lainnya. Komunikasi Politik dan Pendapat Umum (Opini Publik). Pers sebagai Media Komunikasi Politik Pers adalah lembaga sosial (social institution) atau lembaga kemasyarakatan yang merupakan subsistem dari sistem pemerintahan di negara dimana ia beropreasi. libertarian press (pers libertarian). Situasi seperti itu berbeda dengan sistem tertutup yang deterministik.* 4. authoritarian press (pers otoritarian). Dalam buku "Four Theories of the Press" dengan penulis. dalam bahasa pemasaran. ke-100 simpatisan tersebut akan lebih mendengar pengalaman dari orang yang kecewa itu ketimbang seratus pesan politik Anda. tetapi dilain pihak pers juga mempengaruhi lingkungan probabilistik berarti hasilnya tidak dapat diduga secara pasti. membujuk kembali seorang konstituen yang kecewa akan jauh lebih sulit daripada mencari seratus simpatisan baru. social responsibility press atau pers tanggung jawab social 20 .Untuk para kandidat. Terbuka artinya bahwa pers tidak bebas dari pengaruh lingkungan. Fres S. ingatlah bahwa. Ditinjau dari sistem. 3. Lebih parah lagi. bahwa Pers dapat dikategorikan menjadi. 2. 1. Theodore Peterson dan Wilbur Schramm. pers merupakan sistem terbuka yang probabilistik.

dalam bukunya "Media.Kritikan terhadap empat teori diatas. 1991:16-17) Pengertian Pers: arti sempit: media massa cetak seperti surat kabar. Fungsi Mempengaruhi Pers Pancasila 21 . dalam karyanya "The World News Prism" mengajukan "five concept typology" yg berpegang pada ideologi authoritarian dan komunis serta kombinasi libertarian dan tanggung jawab sosial ke dalam konsep barat. Messages. sebagai media yg menyiarkan karya jurnalistik. Fungsi Menghibur 4. Lowenstein. dan menambah dua teori baru: "revolutionary dan developmental" (Merril. Fungsi Menyiarkan Informasi 2. Fungsi Pers: 1. William Hachten. antara lain radio siaran dan televisi siaran. majalah tabloid. 2. Kemudian ia menyarankan "pendekatan dua deretan bertingkat" (two tiered approach) yang mengidentifikasikan tipe kepemimpinan dan filsafat. 1. arti luas: media massa cetak elektronik. Fungsi Mendidik 3. dan sebagainya. and Men" mengatakan bahwa empat teori pers itu tidak fleksibel dan tidak dapat diaplikasikan pada semua sistem pers.

seorang wartawan senior kenamaan. suratan sosiologis yang berlaku terhadap tiap-tiap lembaga kemasyarakatan. sebab falsafah Pancasila melahirkan teori pers sendiri. Dan karena struktur sospol dilandasi masyarakat.Wonohito. keempat teori pers itu menurutnya bolehlah kita tambahkan satu sistem lagi.Sesungguhnya istilah Pers Pancasila sudah dikemukakan oleh M. sepak terjang serta tujuan yang hendak dicapai oleh Pers. Sama kelirunya apabila kita pura-pura tidak melihat adanya sociological determination. dapat disimak dari paparannya berikut ini. Dalam Pembahasannya itu Wonohito menyinggung pula empat teori pers dari buku terkenal "Four Theories of the Press" yang ditulis oleh Fred S Siebert. dan Wilbur Schramm. Membayangkan seakan-akan pers lepas dari sosiological context salah besar. 22 . Theodore Peterson. "Sesungguhnya pers tidak dapat diangkat dari dan tidak dapat ditinjau lepas daripada struktur masyaraktnya. yang tidak termasuk dalam empat teorinya Siber. perspun berlandaskan atas dan mencerminkan falsafah masyarakat". Peterson dan Schramm itu. jauh sebelum dicanangkan secara resmi oleh Dewan Pers dalam Sidang Pleno XXV di Surakarta pada tanggal 7-8 Desember 1984. yaitu Pancasila Press Theory. Alasan Wonohito untuk menampilkan apa yang ia sebutkan "Pancasila Press Theory". Oleh karena itu struktur sosial politik bersifat menentukan bagi corak.

penyaluran aspirasi rakyat dan kontrol sosial konstruktif. termasuk pembangunan pers itu sendiri. berbangsa dan bernegara. yakni pers yang bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif. sikap dan tingkah lakunya berdasarkan pada nilan-nilai Pers mengamalkan Pancasila adalah Pancasila dan Pers dan UUD Pancasila UUD 1945. Pers Indonesia adalah Pers Pancasila dalam arti pers yang orientasi. adalah sbb. Hakikat Pers Pancasila adalah Pers yang sehat. dalam arti 1945 dalam Pembanguna pembangunan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.Intisari keputusan sidang pleno xxv dewan pers mengeani pers pancasila itu. Melalui hakikat dan funsi pers pancasila mengembangkan jawab. suasana sain percaya menuju masyarakat terbuka yang demokratis dan bertanggung 23 .

pers harus bertanggungjawab pada pemerintah. sistem pers merupakan subsistem dari sistem politik yang ada. yang tidak bisa dilanggar. bisa mulur-mungkret tergantung selera penguasa. karena itu dilakukan atas alasan isi pemberitaan." Hakekat Pers Pancasila adalah pers yang sehat. Padahal UU Pokok Pers tegas mengatakan tidak ada pembreidelan. yang berkali-kali dilakukan regim Orde Baru. sikap dan tingkah lakunya berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. dan dengan itu perjuangan untuk memperbaiki kehidupan rakyatnya. disebutkan. Indonesia saat ini resminya menganut sistem pers yang bebas dan bertanggungjawab. Kalau mengacu buku Sistem Pers Indonesia (Atmadi:1985). ketika suatu penerbitan dianggap pemberitaannya "bertentangan dengan pembangunan". bukan isi berita. Konsep ini mengacu ke teori "pers tanggungjawab sosial. namun pers Indonesia memiliki karakter yang konstan. Namun kalau toh rambu-rambu itu bisa diterima. Padahal di negara demokratis. bagaimana Pancasila "diobral" dan dijadikan dalih untuk melegitimasi berbagai tindakan dan praktek pembatasan kebebasan pers. kalau kita bicara tentang "kebebasan pers. bahkan batas-batas rambu itu sendiri tidak pernah jelas. 24 . yakni komitmen sosial-politik yang kuat. penyalur aspirasi rakyat dan kontrol sosial yang konstruktif. Ini menimbulkan kesulitan tersendiri bagi pers yang kritis dan mencoba menjalankan kontrol sosial. Namun dalam prakteknya. Ada rambu-rambu yang tidak tertulis. hakekatnya adalah sama dengan pembreidelan. akar dari sistem kebebasan pers Indonesia adalah landasan idiil. Pencabutan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). Meski posisi dan peranan pers mengalami pergeseran sesuai dengan perkembangan sejarah negara dan sistem politiknya. yakni pers yang bebas dan bertanggungjawab dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif. ialah Pancasila." Di sini akan terlihat. Media massa umumnya tunduk pada sistem pers yang berlaku di mana sistem itu hidup. SIUPP seharusnya hanya berkaitan dengan faktor ekonomis/usaha.Bab II Komunikasi dan Politik Komunikasi Politik dalam Pers Indonesia Pers Indonesia memiliki latar belakang sejarah yang erat berhubungan dengan pergerakan nasional untuk memperjuangkan kemerdekaan nasional. Maka pers harus bertanggungjawab pada masyarakat dalam menjalankan fungsi-fungsi penting komunikasi massa dalam masyarakat modern." maka kita kenal sebutan "Pers Pancasila. pemberitaan kritis adalah biasa saja dan jabatan Presiden bukan jabatan suci yang tak bisa disentuh. dengan landasan konstitusional. Misalnya: sulit dibayangkan pers Indonesia secara lugas dan terbuka bisa memuat isu tuduhan korupsi/kolusi/monopoli terhadap Presiden atau keluarganya. Dengan kata lain. Di era regim Orde Baru ini. Sidang Pleno XXV Dewan Pers (Desember 1984) merumuskan Pers Pancasila sebagai berikut: "Pers Indonesia adalah Pers Pancasila dalam arti pers yang orientasi." Asumsi utama teori ini adalah bahwa kebebasan mengandung di dalamnya suatu tanggung jawab yang sepadan. Di Indonesia. sementara sistem pers itu sendiri tunduk pada sistem politik yang ada. UUD 1945. Maka dalam setiap liputan pemberitaan dengan sendirinya akan memperhatikan keterikatan tersebut. menghadapi risiko dibreidel.

iklan politik propaganda dan debat politik. Secara umum juga dijelaskan bagaimana komunikasi politik muncul sebagai suatu bidang studi yang mencoba untuk berdiri sendiri. Kemudian akan dibahas juga secara mendalam komunikasi persuasive dalam komunikasi politik seperti bahasa politik. Ketika kita berbicara masalah komunikasi politik maka kita mau tidak mau akan berbicara masalah komunikasi dan politik. maka pers harus mendukung pemerintah Orde Baru. Inilah yang disebut "pers pembangunan. Mata rantai disiplin ilmu kemudian akan nampak bahwa komunikasi politik juga berhubungan dengan masalah sosial. Dalam substansi operasionalnya akan dibahas mengenai batasan komunikasi politik. Setelah kita memahami apakah komunikasi dan dan definisi politik maka kita secara tidak langsung akan memahami pola hubungan komunikasi yang terjadi didalamnya. dan akan berbicara masalah komponen dan segala sesuatunya yang terdapat didalamnya. 25 . ini sangat membuka peluang bagi penyelewengan dan pembatasan kebebasan pers.Kemudian disebutkan. Dalam memahami mata kuliah ini diperkenalkan juga berbagai pendekatan teoritik maupun metodologis yang mampu menjelaskan komunikasi politik sebagai suatu suatu disiplin ilmu." model yang juga banyak diterapkan di negara sedang berkembang lainnya. Meski sepintas kedengarannya juga masih bagus. pers adalah salah satu media pendukung keberhasilan pembangunan. budaya. sampai kepada sosialisasi politik. pendapat umum dan lainnya kesemuanya dikaitkan dengan peran komunikasi sebagai komponen yang dominan. Oleh karena itu pembahasan juga akan menyentuh disiplin lain secara terbatas. Sementara bidang-bidang lain yang relatif dianggap baru seperti ekonomi politik media. hakim dan sekaligus algojo. Secara operasional komunikasi politik ini juga memberikan contoh-contoh konkrit dalam interaksi komunikasi maupun politik. peran komunikasi memegang peran penting dalam mengupayakan kepekaaan setiap kejadian politik yang berlangsung dewasa ini. retorik politik. Pers sangat tidak diharapkan memuat pemberitaan yang isinya bisa ditafsirkan tidak sejalan atau bertentangan dengan posisi pemerintah. Kepentingan pers nasional perlu mencerminkan kepentingan pembangunan nasional. regional maupun internasional. baik dalam lingkup nasional. itu ditentukan oleh pemerintah sendiri. Bentuk dan isi pers Indonesia perlu mencerminkan bentuk dan isi pembangunan. agama dan lain sebagainya. Dan karena pemerintah sangat dominan dalam berbagai aspek kehidupan sosial-politik." Manfaat Keberadaan Komunikasi Politik mengenai apa arti dan manfaatnya komunikasi politik dalam tatanan kehidupan politik sehari-hari maka seharusnya masyarakat sudah menangkap dengan jelas keberadaan model-model komunikasi yang ditimbulkan dalam perpolitikan. dalam membungkam pers yang dianggap "melanggar batas. Sehingga jelas bahwa disini komunikasi politik memberikan peluang untuk para praktisi mempelajarinya guna memperkaya khasanah keilmuan dan mempertajam daya analisis. kampanye politik. teknologi media dibahas secara terbatas. hubungan internasional. baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Lalu siapa yang berhak menafsirkan bahwa isi pemberitaan pers itu bertentangan atau tidak bertentangan dengan pembangunan? Dalam prakteknya. maupun dalam lingkup international political communication. seperti komunikasi internasional. implikasinya adalah: karena pembangunan dianggap sudah merupakan program regim Orde Baru. Pemerintah (Deppen) bertindak sebagai jaksa.

26 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful