Bagi bangsa Yunani -dan bahkan bangsa di seluruh dunia-, Aristoteles adalah ikon rasionalitas.

Dia adalah peletak dasar cara berpikir yang tersusun dalam premis -premis, dan kemudian ditarik sebuah konklusi. Apa yang dilakukan Aristoteles in i disebut logika. Bangsa Yunani yang dahulu diliputi dengan dunia mitos, seakan tercengang dan terhipnotis dengan karya Aristoteles. Posisi Aristoteles sebagai guru Alexander (putra raja Macedonia, Philip) dan guru filsafat di sekolah yang didirikannya di Athena, the Lyceum, menjadikan pemikirannya banyak dikenal di te ngah-tengah masyarakat Yunani. Sampai pada tingkatan tertentu, logika Aristotele s mendapatkan tempat yang sangat prestis khususnya dalam dunia pengetahuan. Logi ka Aristoteles telah mampu merapikan muntahan ide Plato yang terabadikan dalam dial og nya. Pemikiran-pemikirannya mampu menghegemoni rasionalitas bangsa Yunani, bahk an seolah-olah menutup bayang-banyang dua filsuf besar sebelumya, Socrates dan P lato. Maka, tak berlebihan jika orang Yunani menganggap Aristoteles sebagai Tuha n dan Dewa rasionalitas. Jargon rasionalitasnya mampu meluluhkan ilmuwan pada za mannya demi mengungkap hakekat sebuah kebenaran.Rasionalitas dalam ilmu akan sel alu diagungkan seperti halnya demokrasi dalam politik. Logika akan terus berkemb ang dan mengambil peran yang sangat relevan terhadap segala perkembangan yang tid ak mutlak , terlebih ketika menemukan hal baru yang butuh penalaran. Dalam teoriny a, Aristoteles selalu melakukan pendekatan rasional. Hal ini tercermin dari seti ap karyanya. Bahkan alam semesta, menurutnya, tidak dikendalikan oleh hal-hal ya ng serba kebetulan. Gerakan alam semesta ini tunduk pada hukum-hukum rasional. P engamatan empiris dan landasan-landasan logis harus dimanfaatkan dalam mempertan yakan setiap aspek dunia secara sistematis. Dengan dogma inilah budaya Eropa mulai bergerak dari hal-hal yang beraromakan mistik dan takhayul menuju rasio. Perumusan logika oleh Aristoteles dan dijadikannya sebagai dasar ilmu pengetahua n secara epistemologi bertujuan untuk mengetahui dan mengenal cara manusia menca pai pengetahuan tentang kenyataan alam semesta -baik sepenuhnya atau tidak- sert a mengungkap kebenaran. Akal menjadi sebuah neraca, karena akallah yang paling r elevan untuk membedakan antara manusia dengan segala potensi yang dimilikinya da ri makhluk lain. Wa Ja ala Lakum al-Sam a wa al-Abshâr wa al-Af`idah ( QS: 67 Ayat 23 ). Oleh Ibnu Khaldun kata af`idah bermakna akal untuk berfikir yang terbagi dalam tiga tingkatan. Pertama, akal yang memahami esensi di luar diri manusia secara a lami. Mayoritas aktifitas akal di sini adalah konsepsi (tashawwur), yaitu yang m embedakan apa yang bermanfaat dan apa yang membawa petaka. Kedua, akal yang mene lorkan gagasan dan karya dalam konteks interaksi sosial. Aktvitas akal di sini a dalah sebagai legalitas (tashdiq) yang dihasilkan dari eksperimen. Sehingga akal di sini disebut sebagai akal empirik. Dan ketiga, akal yang menelorkan ilmu dan asumsi di luar indera, lepas dari eksperimen empirik atau yang biasa disebut aka l nazhari . Di sini konsepsi (tashawwur) dan legalitas (tashdiq) berkolaborasi unt uk menghasilkan konklusi. Definisi logika sebagai ilmu untuk meneliti hukum-hukum berpikir dengan tepat ha rus mempunyai titik pembenaran tentang kebenaran itu sendiri. Maka ahli mantik d alam hal ini mencapai sebuah konklusi, yaitu ketika sebuah pernyataan sesuai den gan kenyataannya maka itu benar dan pernyataan yang didasarkan pada koherensi lo gis adalah benar, karena kekuatan pikir kita sebatas kebenaran yang kita ketahui . Pikiran yang tidak didasarkan pada kebenaran tidak memiliki kekuatan. Jika akl amasi mengarah kepada logika adalah representasi dari segala kebenaran pengetahu an, maka akan timbul pertanyaan ke-independensian logika, apakah termasuk dari bag ian sebuah pengetahuan atau hanya sebagai kacung ilmu pengetahuan? Stoicisme mengk lasifikasikan ilmu menjadi tiga tema besar, yaitu metafisika, dialektika dan eti ka. Dan dialektika adalah logika. Maka mereka lebih cenderung memasukkan logika sebagai bagian dari Filsafat. Berbeda dengan Ibnu Sina (1037 M.) dalam bukunya a l-Isyârât wa al-Tanbîhât yang memisahkan logika sebagai ilmu independen sekaligu s sebagai pengantar. Dalam hal ini, Al-Farabi (950 M.) juga berpendapat bahwa ma ntik adalah Ra îs al- Ulum yang independen. Keterpengaruhan mantik arab dengan neo-p latonisme dan Aristoteles sangat jelas jika dilihat dalam hal ini, karena essens i dari pada logika itu sendiri adalah ketetapan hukum untuk mengetahui sesuatu y ang belum diketahui. Dan sejatinya tidak ditemukan perbedaan yang mendalam, hany

pri nsip dan metode berpikir. banyak karya Aristoteles te lah diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Syria. dan bisa mengaburkan pengkajian ilmu-ilmu independen.a dari sisi pandangnya saja yang membuat seakan berbeda. Bentuk logika formal yang ada dewasa ini adalah perwujudan kolaborasi antara pakar klasik dan modern. seperti ilmu ba hasa Arab dan ilmu hitung sebagai pengantar ilmu-ilmu syari ah. dan mantik sebagai pengantar filsafat. Topica. Ibnu Khaldun mengklasifikasikan ilmu menjadi dua.Ulûm yang tidak mengkategorikan isagog (madkhal) sebagai bagian dari mantik. Terlepas dari ilmu atau bukan. fikih dan kalam. Ada enam tema besar dalam mantik Aristoteles yaitu. Tapi pionir logika formal yang sebenarnya adalah Aristoteles.S i r). yang salah atau yang benar. ilmu alat atau pengantar tersebut akan keluar dari arah dan tujuan awal. Pengkajian terhadap ilmu pengantar hendaknya hanya sebatas kapasitasnya sebagai sebuah alat bagi ilmu independen. yang pada awalnya merupakan sebuah pemahaman sehingga akan mewu judkan thing (sesuatu). yaitu dari y ang enam menjadi sembilan. Dalam pembacaan ini. Maka. Maka tak heran jika metode Aristoteles sangat heboh merasuki hampir di segala cabang i lmu pengetahuan. Retorika (al. ilmu pengantar (âliyah-wasîlah) bagi ilmu-ilmu murni-independen. Arab. Bahkan al-K hawarizmi dalam bukunya Mafâtîh al. dan ilmu filsafat yang mencakup fisika dan ketuhanan. penulis sedikitnya telah mengg unakan perumusan logika yang diusung Aristoteles sebagai pencipta bentuk-bentuk pengungkapan dan penjelasan baru yang berupa dialektita atau logika. Sejarahpun mencatat. Potikia (al. Categoria Seu Praediecamenta ( al-Maqqûlât). Isagog (madkhal). De Sophisticis Elenchis (al-Safsathâ i). Sejarah mengisahkan tentang perkembangan ilmu berawal dari penerjemahan gede-ged ean yang diprakarsai Khalifah Al-Ma mun (masa penerjemahan terhadap karya pemikir . Lain halnya dengan al-Farabi dalam Ihshâ` al. logika banyak mengalami perubahan. argumen dipakai sebagai penguat gagasan. Sed angkan ilmu perantara bukan disebut ilmu. Perihermenias Seu de Interpretatione (al. hanya ilmu independenlah yang dapat disebut sebagai ilmu. Logika dan Perkembangannya Dalam dunia ilmu.Ibârah). Dalam perkemb angan selanjutnya. Karena kore lasi sebuah pernyataan dan jawaban yang logis akan dapat dibuktikan dengan rumus an tersebut. Kedua. Sembilan tema besar itulah yang banyak berkembang di dunia Arab. Seiring dengan pe rkembangan mantik di dunia Arab. Persia dan India. hadits . untuk mewujudkan argumen yang baik dan b enar perlu menguasai logika. Susunan lo gika Aristoteles yang sudah tertata rapi disertai peninggalan karya-karyanya dal am jumlah yang banyak dapat dikatakan sebagai salah satu faktor berkembangnya lo gika Aristoteles ke dunia Arab. Plato dan Aristoteles semakin gencar untuk merumusk an perangkat metode berpikir yang rasional.Tahlîlât al-Tsâniyyah). Setiap argumen dapat diuji keabsahannya dengan logika. Analytica Posteriora (al. Pembahasan panjang lebar terha dap ilmu pengantar inilah yang banyak dilakukan oleh ulama khalaf. Kesalahan penyimpulan ditemukan ketika tidak menggunakan hukum. Baru sekitar abad ke-2 M bangsa Arab mengadopsin ya dan diterjemahkan sebatas segi bahasa yaitu kalam dan talaffud tanpa menghubu ngkannya dengan makna sebenarnya yang digunakan di Yunani ketika itu. Tetapi pakar modern mengawali dari sesuatu sehingga akan m uncul pemahaman.Ulûm juga mengklasifikasikan mantik ke dalam se mbilan tema tersebut. meskipun dalam pengert ian yang berbeda dengan logika formal modern. Analytica Priora (alTahlîlât al-Ulâ). pertama ilmu murni-independen ( ulûm maqshûdah bi al-dzât) seperti ilmu syari at yang mencakup ilmu tafsir. Makna awal logika Yunani adalah kalam yang kemudian dimaknai se bagai akal. Berangkat dari upaya pencarian kebenaran tersebut ilmu wan Yunani seperti Socrates. pikiran dan burhan. Pada hakekatnya logika tidak terpi sah dari materi. Logika dalam perkembangannya mengalami berbagai fase. bisa di katakan tujuan sebenarnya mantik atau logika bukanlah sebagai peletak hukum berp ikir melainkan berpikir untuk memperoleh kebenaran.Khithâbah). Karena jika tidak demikia n. Seu De Locis Communis (al-Jadal).

Dan pada masa ini filsafat diajarkan di sekol ah-sekolah biara serta universitas mengikuti kurikulum tetap yang bersifat inter nasional. astronomi dan filsafat. Yahya bin Khalid bin Barmak adalah Sang Hero pada masa itu. Ibnu Rusyd (1198 M.) dan akhir ab ad ke-19 M. laporannya lebih bersifat persuati f sedangkan agama lebih ke imajinatif. Mereka berusaha untuk memperlihatkan bahwa iman sesuai dengan pikiranpikiran paling dalam dari manusia. Pengaruh rasionalitas Aristoteles terhadap peradaban Eropa secara periodik terba gi tiga. Ilmu asing yang diadopsi Arab diklasifikasikan oleh Khawarizm i berjumlah sembilan cabang ilmu. matematika. Al-Ghazali juga mulai mengkolaborasikan mantik dengan ilmu kalam pada periode selanjutnya. logika. Sehingga wahyu Tuhan seakan dipaksakan untu k memasuki wilayah akal. Perbincangan mereka mengarah bahwa sumber kebenaran adalah akal. dan kembali pada agama Yunani. Dalam tataran ini Siger de Brabant menyatakan bahwa agama le bih benar dari pada akal. bahwa otoritas gereja pada pertengaha n abad sangat menghegemoni hampir semua wilayah Eropa dengan mengusung etika ras ional sebagai titik tolak pemikiran. seorang filsuf muslim yang juga dokter dan Abu Bakar al-Razi yang mengawali pembukuan ilmu kedokteran dan farmasi.). hal inilah yang menimbulkan perpecahan dalam gerej a. kedokteran dan kalam yang berkembang pesat di Arab sekitar abad IX-XI M. Sarjana Islam mulai proaktif dalam mengembangkan ilmu yang bernafaskan sains. yaitu sama-sam a melaporkan prinsip-prinsip wujud tertinggi dan mempunyai tujuan puncak yaitu k ebahagiaan manusia. Pengembangan meto de eksperimen dari Timur mempunyai pengaruh penting dalam pola berpikir manusia sehingga mengembangkan metode ilmiah yang menggabungkan cara berpikir baik secar a deduktif dan induktif.) kemudian ikut andil dalam mengkolaborasikan l ogika Aristoteles dengan ilmu Islam termasuk filsafat dan nahwu. yaitu Do minikan dan Fransiskan.Yunani dimulai pada masa Khalifah al-Mansur) dari Dinasti Abbasiyah. eksistensi dan hakekat Tuhan. Segera Al-Ma mun mengirim delegasi ke Roma guna mem pelajari ilmu yang banyak berkembang dan tersimpan. Maka jika kita telisik kembali dalam perjalanan sejarah. karena betapapun itu. Aliran ini dinamai sebagai filsafat Skolastik (dari kata Latin scholasticus yang berarti guru ). gereja mulai menerjemahkan karya sarjana Muslim yang berp usat di Spanyol dan Napoli. yaitu pada permulaan abad Masehi (sekitar abad ke-2 dan ke-3 M. lewat orang-orang muslimlah dunia modern sekarang ini mendapatkan cahaya dan kekuatannya. etika dan politik.) bahwa filsafat dan agama mempunyai persamaan. Nah. karen a dia telah berhasil membujuk bahkan membebaskan karya para intelektual Yunani d ari genggaman Romawi. termasuk Ibnu Sina (1037 M. Adapun filsafat. Ketika itu. Pertemuan pemikiran Aristoteles de ngan iman kristiani menghasilkan banyak pemikir dan filsuf penting. dan mantik adalah salah satu di antaranya. yang tidak d apat melampaui posisi agama. Mulai abad ke-12 M. Berbeda dengan apa yang ditawarkan dunia Islam. kemud ian pada pertengahan abad (sekitar abad ke-13 hingga abad ke-16 M. kemudian diterjemahkan ke da lam bahasa Arab. Orang Yahudi ketika itu banyak mempelopori penerjema han kitab kedokteran. Pindahnya Madrasah Alexandria ke Syria membawa banyak pengaruh dalam dunia penge tahuan. Tema-tema pokok dari ajaran mereka antara la in hubungan iman-akal budi. sebagaimana pendapat I bnu Rusyd (1198 M. Buku filsafat pertama yang diterjemahkan adalah al-Syifa karya Ibnu Sina (1037 M. antropologi. Al-Ma mun bermimpi bertemu dengan Aristoteles.). Penertiban dan penyusunan ketika itu menjadikan logika sebagai pedoman d an ilmu dasar dalam bidang astronomi. Yang perlu ditekankan di sini. Hal yang ditakutkan oleh Raja Romawi dari karya para intel ektual Yunani adalah ketika buku-buku tersebut dikonsumsi oleh rakyatnya dan mul ai tersebar maka agama Nasrani kemungkinan besar akan ditinggalkan.) yang sangat . akal hanyalah akal. Mereka sebag ian besar berasal dari dua ordo baru yang lahir dalam abad pertengahan. Rasionalitas Eropa Klasik-Modern Perkembangan logika Barat berawal dari masalah teosentris yang sangat berbalik a rah dengan perkembangan mantik di Arab-Islam. Ada lah Ayyub bin al-Qasim al-Raqi yang menerjemahkan Isagog dari bahasa Suryani ke Arab yang pada awalnya telah diadopsi dari Madrasah Iskandaria.

dengan tokoh utama Francis Bacon (1562-1626 M.Kindi . pusat perhatian pemikiran tidak lagi wilayah kosmos. Maka. sedangkan tujuan iman mendahului akal (Credo ut intelligam) hukumnya wajib agar akal digunakan untuk memikirkan akidah. matematikawan dan ilmuwan Prancis abad pertengahan (15 96-1650 M. yaitu dengan munculnya asumsi g ereja yang menyatakan tidak adanya filsafat dalam agama karena itu sangat mustah il. Hal ini sangat berlawa nan dengan pernyataan Thomas Aquinas (1274 M. Zaki Najib Mahmud. Rasional Latin dan Oxford. Dia berpendapat seharusnya para ilmuwan menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat semu dan harus menjabarkan dunia secara matemat is.) memberikan sebuah elaborasi pernyataan yang berlawanan filsafat klas ik tetapi justru mengembangkan. Pengadopsian karya-karya tersebut didukung dengan hadirnya Madrasah Paris yang sedang naik daun sekaligus mendapat restu dari Raja Philip dan Agustus. Maka dalam argumen se lanjutnya. Ludwig Feurbach sependapat dengan keputusan gereja.bekerja secara mekanis. Nash agama sel alu bersifat tunggal. melainkan berakidah untuk berpikir. seni dan filsafat. bahwa seluruh alam -selain Tuhan dan jiwa manusia. Dominika. Sedangkan agama d asar utamannya adalah kekuatan iman. Pengaruh bes ar yang dicetuskan Descartes adalah pemahaman tentang fisik alam semesta. Agustine sedikit menjelaskan korelasi antara rasionalitas dan iman . maka ketika membahas rasionalitas agama l ebih ditujukan kepada proses penalaran yang berangkat dari agama. dan ke benaran merupakan kalimah yang menyatu dalam tubuh al-Masih. Penyelama n terhadap karya sarjana muslim tidak berjalan mulus bahkan mendapatkan penyangk alan dan pembantahan dari pihak gereja yang masih fundamentalis. Agustine tidak mengakui otoritas wahyu. Dia menyusun suatu sistem filsafat dengan metode matematika. karena nasrani adalah agama y ang rasional. Dan dar i sini dapat ditarik benang merah bahwa tujuan hakiki filsafat adalah bukan berp ikir untuk berakidah. Mulai sekarang manusialah yang dianggap sebagai titik fokus dari kenyat aan. Jargon utamanya adalah Antropose ntris ala mereka. Melihat tujuan utama agama nasrani adalah fikratul khallash . Descartes sebagai filsuf. yang menurut seba gian tokoh gereja tidak ada sangkut-pautnya dengan filsafat. Oleh karena itu semua peristiwa alami dapat dijelaskan dari sebab musabab mekanis. bukan akal. la ngkah selanjutnya yang diambil adalah menerjemahkan karya Aristoteles langsung d ari buku Yunani. sejatinya agama berangkat dari wahyu d isertai nash-nash ilahiyah yang terjaga. bahwa berpikir merupakan titik p emberangkatan untuk berakidah. Nicollo Machiavelli (1469-15 27 M. tetapi nash yang berangkat dari penalaran agama akan berva rian selaras dengan perbedaan segi pandangan akal terhadap agama. bahwa fungsi akal mendahului iman (Ratio antecedit fidem) guna menjelaskan nil ai-nilai kebenaran dalam akidah. Mereka mulai menguak kebudayaan klasik Yunani-Romawi kuno yang dihidupka n kembali dalam kesusastraan. Atas das ar inilah dia menolak pandangan astrologi. Di sinilah awal permulaan terbaginya madrasah Eropa menjadi empat pu sat keilmuwan. magis dan takhayul. Pergolakan iman Kristiani banya k tercabik-cabik dalam pertengahan abad pertama. Pergulatan sejarah mengisahkan zaman Renaissance adalah yang menjembatani perkem bangan rasionalitas dari abad pertengahan ke era modern sekitar tahun 1400-1600 M. yaitu madrasah Agustine. Sebuah pertanyaan klasik apakah asal-muasal penge tahuan manusia itu? diselaraskan dengan pertanyaan bagaimana saya tahu? adalah hepo tesa aktif yang menuntut akal untuk proaktif dalam melihat sesuatu.).). karena berfils afat harus menggunakan akal sehat dengan melepas subjektifitas. Karena banyak b erlawanan dengan hasil konsensus gereja. melainkan manusia. maka secara resmi gereja mengeluarkan p elarangan dan pemboikotan terhadap karya Aristoteles pada tahun 1210 M. Dalam tataran ini. Berbeda dengan pemikiran Agu stine yang banyak menghubungkan wilayah agama dan rasionalitas. Dalam bukunya De Civitate Dei dikatakan bahwa filsafat Kristen adalah cinta akan kebenaran. yang berarti juga menolak penjelasan teologis.melegenda kemudian mulai melebarkan sayap terhadap karya Al-Farabi dan Al.). Pemisahan rasionalitas dengan agama juga menjadi bahasan utama oleh Dr. dan hal itulah yang banyak membantu Thomas Aquinas dalam pembar uan gereja. Pada hakekatnya relasi mantik dan filsafat tidak akan terpisahkan. .

Menurut Deboura. Kemudian mantik mulai berdialektika dan mempeng . adalah awal pener jemahan buku-buku Yunani. ada juga yang berpendapat pada awal Daulah Abbasiyah. Ada yang mengatakan bahwa penerjemahan itu terjadi pada masa kekuasaan Daulah Bani Umayah . Bahkan ulama nahwu dari Basrah ketika itu mendapatkan julukan ahli mantik. Maka tak bisa dipungkiri lagi. bisa jadi keadaan sosial masyara katnya memang belum butuh atau aksi pencekalan oleh ulama salaf yang begitu meng hegemoni. yang be rarti sebelum abad ke-8 M. Berawal dari ilmu kedokteran. Organon adalah kitab pertama yang diterjemahkan ke Arab. Barat sampai saat ini mempunyai ba nyak aliran filsafat. juga berpartisipasi dalam menerjemahkan berbagai disiplin ilmu Yunani ke dala m bahasa Arab. dari si ni mulai terjadi perbedaan dalam penertiban ilmu antara filsafat Suryani dan Nas rani. Ibnu Sina. Maka. mantik digunakan sebagai sen jata perlawanan untuk adu argumentasi. Al-Ghazali dst . spesialis penerjemah ilmu kedokteran dari Yuna ni ke Arab. Al-Farabi. Hunain bin Ishaq. Tetapi pendapat ini banyak disangkal oleh sejarawan lain. sekitar tahun 800 M. Atas dasar rasionalisme. Akibatnya..) dijelaskan. salah satu ahli bahas a. hingga wafatnya murid dan kerabat Hunain bin Ishaq. Al-Kindi mulai memberanikan diri untuk menerjemahkan filsafat Yunani yang sekaligus mendapat persetujuan da ri Khalifah al-Ma mun (850-873 M). serta Eisagoge karya Porphyry. Pario Hermenais. ka rena mereka banyak membantu proses penerjemahan. mantik dal am masa ini belum menemukan perkembangan pesat.) diyakini sebagai penerjemah awal ilmu mantik. Tokoh utamanya adalah John Locke (1632-1704 M. bahwa ilmu mantik mulai masuk k e dalam pemikiran Arab pada abad ke-7 M ketika masa penerjemahan Khalifah Ma mun. Namun. Dalam riwayat al-Qadli al-Sha id al-Andalusi (1070 M. Hal tersebut sangat didukung oleh kondisi sosial politik Basrah yang terus berkecamuk. belum tersebarnya mantik secara meluas disebabkan karena hilang nya beberapa dokumentasi terjemahan buku-buku mantik sebelum abad ke-8 M. yang biasa disebut masa enlightm ent atau Aufklarung. A nalytica. Proses penerjemahan terhadap karya filsuf Yunani didu kung oleh upaya ekspansi umat Islam ke beberapa wilayah asing. astronomi serta kimia. Nah. Sejak saat itu. yang dipr akarsai oleh Yahya bin Musawiyah./142 H. Bahkan Ishaq juga ikut menerjemahkan dari bahasa Suryani. Nalar Arab. di Prancis Jean Jac que Rousseau (1712-1778 M. Categorias. astronomi dan matematika melainkan mulai menyentuh wilayah teologi Kristen. yang kebanyakan hanya berkutat pada satu negara dan kebuda yaan.Islam Terdapat banyak versi kapan mulainya penerjemahan dari Yunani ke Arab. karena dalam meto denya banyak menggunakan rasio. mantik menjadi pemeran utama dalam ilmu kedokteran dan mul ai berkembang dalam bahasa Arab sekitar abad ke-9 hingga abad ke-11 M. Orang-orang Nasrani ket ika itu juga banyak membantu dalam proses penerjemahan. empirisme dan idealisme. Dalam b uku Thatawwur Mantiq al-Araby dijelaskan.Perkembangan baru muncul lagi di abad ke-18 M. yang secara tidak langsu ng pemikiran Aristoteles berkembang biak tidak hanya dalam kedokteran.).). bahwa dari sinilah lahir sarjana muslim yang berkompetensi tinggi untuk mengenalkan mantik dalam il mu keislaman. Sebagian dari ahli sejarah mengatakan. karena justru pada masa sebe lumnya telah muncul ilmu nahwu yang banyak berdialog dengan mantik. bahwa Ib nu Muqaffa (760 M. hal ini sangat berbeda dengan ulama Nahwu Kufah yang cenderung kurang rasionalistik. Al-Syahrastani sepakat b ahwa mantik lebih dulu memasuki wilayah Arab sebelum zaman penerjemahan. sebut saja Al-Kindi. yang mulai menciptakan suatu sintesis dari rasionalisme dan empirisme. sehingga aksi perlawanan dan pertentangan dari tiap kelompok tak dapat dihindari./462 H. Al-Razi. Ia telah menerjemahkan tiga buku karya Aristoteles yaitu.) dan di Jerman ada Immanuel Kant (1724-1804 M. Apalagi didukung dengan hadirnya madrasah di Jundisapur (Persia) yan g mengawali pelatihan penerjemahan dari teks Yunani pada awal abad pertama yang akhirnya berpindah ke Bagdad.

meskipun kontradiksi dalam hal ini tidak dapat dinafikan.adalah Suhrawardi dengan magnum opu . sehingga dengan mantik peran akal menjadi primer demi mencapai tingkat keyakinan. Penolakan tersebut d idasarkan atas pertimbangan-pertimbangan teologis. ilmu kalam juga mulai merayap d an terus berkembang di tangan Qadariyah. Karena menurut mere ka belajar filsafat sama halnya belajar sesuatu yang menyesatkan.nash hadist lainnya yang menyatakan pelarangan terh adap mantik dan filsafat. Bantahan d an sanggahan terhadap al-Kindi kala itu tak dapat dihindari. pada masa itu juga digunakan sebagai piranti tata letak kota. bahwa logika dijadikan sebagai media (wasîlah) untuk m enyatukan berbagai ideologi dan pimikiran menuju hakekat Satu Yang Mutlak. Al-Munqidz min al-Dhalâl. Perjalanan mantik Arab mengalami sedikit goncangan dari ulama klasik. seperti yang sudah dikemas oleh Syeikh Islam Ismail Ha rawi dalam periwayatannya. ide-ide materialisme yang diusung Aristoteles juga berperan dalam problematika pimikiran Arab-Islam. Yang juga menjadi komentator atas alira n Aristoteles selain Ibnu Sina dan Ibn Rusyd. Mantik dan filsafat terus dikecam oleh doktrin ke-salafan. karen a Islam sebagai negara sangat membutuhkan sistem baru untuk maju. Menurut beberapa penulis. masih banyak lagi nash. filsuf dan teolog muslim mempercayai a kurasi dan kebenaran logika. Tak hanya itu. Imam al-Syafi i banyak mengeluarkan hadist-hadist larangan terhadap pembaca an logika dan filsafat. di antaranya akurasi logika dan ilmu-ilmu matematika yang memberikan kontribusi lua r biasa dalam peradaban Islam. Padahal dalam fikih. Akibatnya. Mantik. Peran logika Aristoteles dapat disimpulkan dalam tiga hal. Salah satunya berbunyi akan dianggap bodoh lagi diperdeba tkan bagi mereka yang mulai meninggalkan bahasa Arab dan berganti mempelajari fi lsafat Aristoteles . terlebih dalam urusan administrasi negara serta dalam sistem politik sekali pun. baru diwariskan ke Mu tazilah sebagai tit isan golongan rasionalis. Mantik dalam hal ini digunaka n sebagai rumusan metode dalam pengambilan hukum gramatikal bahasa. yaitu sebagai perangk at praktis dan media berargumen yang marak dalam berbagai perdebatan ideologi. Penentang terbesar terhadap pemikiran Y unani adalah golongan teolog Asy ariyah terutama Al-Ghazali (1059-1111 M). Pada dasarnya logika Aristoteles telah hidup dalam budaya Arab kurang lebih satu setengah abad. kemudian mulai beranjak menggunakan mantik dalam menguatkan sendi-sendi akidah Islam sebagaimana dising gung al-Ghazali dalam bukunya. Sejati nya. yaitu sumber kebenaran dan pengetahuan. Parahnya. Kekaguman akan logika terjadi karena. sampai pada a khirnya muncul Ibnu Rusyd pemikir besar Islam yang berani melawan mainstream ter sebut dengan bukunya Tahâfut al-Tahâfut.aruhi disiplin ilmu Islam lainnya. penolaka n yang sesungguhnya baru terjadi pada masa al-Ghazali yang menulis bukunya Tahâf ut al-Falâsifah pada pertengahan kedua abad kelima Hijriah. Kecaman dan penolakan terhadap mantik berawal ketika Al-Mutawakkil mulai mendudu ki kekhalifahan Abbasiyah (846 M/232 H). Islam yang hanya mengenal seg i-segi intuisi dan perasaan dalam mempertahankan akidah. terlebih lag i dalam hal silogisme. maka disamakan dengan kaum zindiq . Perlawa nan tersebut meluas dari wilayah timur hingga barat. mantik digunakan sebagai salah satu langkah kesuksesan pola pikir Ar ab-Islam. Penolakan terhadap filsafat termasuk logika Yunani baru terjadi pada masa Imam al-Asy ari abad keempat Hijriah. termasuk nahwu. Dan terakhir. Pertemuan umat Kristen dengan logika menuntut cendekia wan muslim untuk lebih giat mempelajari mantik sebagai upaya dalam menjaga teolo gi Islam. Ada pula riwayat yang berbun yi barang siapa yang mempelajari logika. bahkan sampai memasuki wilayah ketuhanan (metafisik a). Namun barat Islam lebih ter pengaruh akan hal ini karena mayoritas bermadzhab Maliki yang tidak lain adalah salafi. Pada saat yang bersamaan. Imam Syafi i banyak menggunakan metode eks plorasi (istiqrâ`) untuk mengambil istinbath hukum. Logika Aristoteles memberikan perubahan besar dalam dinamika sosial masyarakat A rab. S elanjutnya. mere ka mengklaim bahwa mempelajari filsafat dan mantik adalah bagian dari perbuatan setan. Tetapi ada faktor-faktor posi tif yang terdapat pada logika Yunani sehingga dapat diterima di dunia Islam. dulunya.

Karena logika adalah perantara dalam segala hal. perlawa nan terus berlanjut bahkan sampai puncaknya pada abad ke-13 dan ke-14 M. Mantik dal am pandangan al-Ghazali terbagi dua. hal 138). Imam Al-Dzahabi yang juga melakukan p erlawanan terhadap perjalanan filsafat dan mantik Yunani. logika berperan sebagai timbangan untuk memutuskan yan g baik dan buruk. logika empirik (mantiq hissi) juga dapat dikl asifikasikan sebagai bagian dari mantik. pengikisan mantik mulai terlihat. Upaya Ibnu Rusyd dalam mengeleminas i logika Yunani ternyata menuai hasil yang tidak mengecewakan. b ahkan ketika nahwu dikatakan sebagai mantiknya bahasa. fiqh. Dalam relasinya dengan ilmu kalam. muncul d ua penentang papan atas yaitu. sehingga butuh sebuah upaya ha rmonisasi demi mencapai teologi yang mampu menghilangkan skeptisisme. Meskipun demikian. Dialektika mantik dengan disiplin ilmu Islam lainnya semakin tampak.) .. mantik sudah tida k dalam bentuknya yang dulu (ala Yunani). abad ke-14 M. asal-muasal masuknya mantik ke dunia Arab melalui jalur k edokteran. maka tak heran jika ketika masuk abad ke-10 M. mereka mengikuti m etode Aristoteles tetapi lebih condong kepada Neoplatonisme. Singkatnya. Tapi menurut Ibnu Khaldun. buku-buku mantik karya Ibnu Rusyd dan karya Fakhruddin al-Razi menjadi pedoman penting dalam kajian mantik sekaligus menjad i rujukan bagi para sarjana muslim abad ini. yaitu mantik Aristoteles yang mencakup sega la pengetahuan kecuali teologis. Muncul setelahnya. Adapun Ibnu Taimiyah melakukan pemboikotan terhadap buku-buku filsafat dan man tik. Hal-hal seperti itulah yang dilakukan ulama salaf guna membendung fitnah dalam pentakwilan teks-teks s uci al-Qur an dan Hadist. Andalusia dijadikan sebagai pusat perad aban keilmuwan kedua. terwujud dari ketidakseragaman antara dunia metafisis dan re b . nahwu... Dalam tataran praktis. Menurut Ibnu Taimiyah. Pada masa inilah. yang mendasari problematika kemasyaraka tan. Dalam logika. Di sisi lain. Ketika man tik dianggap hanya dibutuhkan dalam filsafat. yang berisikan kritikan terhadap aliran Paripatetik dan fil safat materialisme yang dianut oleh aliran Stoicisme. berakhirnya madra sah Bagdad menjadikan mantik lebih dewasa. Sejak itu Al-Ghazali melegitimas i umat muslim untuk mempelajari logika dalam kapasitasnya sebagai kewajiban komu nal (fardhu kifâyah). tidak ha nya problem-problem teologis dan filsafat saja. dan berakhir ketika mencapai puncak relasinya dengan ilmu kalam oleh Ghazali (al-Iqtishâd fi al-I tiqâd). Setelah runtuhnya Baghdad abad ke-11 M. Terlebih lagi. terlebih dalam peng ertian tentang pitagoras. sarjana muslim pertama yang banyak berbicara logika serta menghubungkannya dengan ilmu Islam lain adal ah al-Ghazali.snya Hikmat al-Isyraq . Al-Ghazali memberikan inovasi baru yaitu membawa mantik secara perlahan memasuki wilayah kalam. Perjalanan mantik mulai tersebar di Andalusia dan Persia dari abad ke-12 hingga abad ke-13 M. melainkan mulai disusupi nilai-nilai k eislaman. artinya yang dipakai saat itu bukan l agi metode Aristoteles melainkan diktat khusus karya Ibnu Sina. dan mantik kasyfi yang hanya mencakup masalah ket uhanan. dengan style baru yang mulai terbebaskan dari filsafat. sekitar 970-1030 M. Banyak buku mantik yang telah dihasilkan oleh para pen dahulu mereka.) dan Ibnu Taimiyah (1328 M. Ibnu Sholah (1244 M. khususnya al-Farabi dalam mengkolaborasikan mantik Yunani dengan pemikiran Arab Islam. Terlihat dari ab ad-abad selanjutnya sekitar ke-13 dan ke-14 M. maka mantik juga merupakan ahasanya akal. karya Ibnu Sina lebih membumi da ri pada karya Aristoteles. Apalagi setelah terbunuhnya filsuf muslim Sahruwardi pada akhir abad ke-12 M. al-Ghazali lebih mengunggulkan metode an alogi (qiyâs) daripada eksplorasi (istiqrâ ) karena dianggap tidak dapat membenark an teori ketuhanan. Demikian pula yang terjadi dalam mantik.. serta melontarkan predikat kafir terhadap Ibnu Sina dalam bukunya Majmu ah Rasâ` il al-Kubrâ (terbitan Kairo. ushul fiqh dan ilmu sosial. muncul jamaah Ikhaw an al-Shafa dengan basis terbesarnya di Basrah. Relasi Mantik dengan Disiplin Ilmu Islam Lainnya Al-Ghazali menyatakan bahwa teologi retoris sangat kering jika hanya berkutat de ngan logika tanpa menyentuh epistem demonstratif.

Ke cenderungan pemakaian qiyas seiringan dengan munculnya gramatika dan kaedah baha sa. Kajian fikih berkembang pada saat peralihan zaman Umawiyah ke zaman Abbasiah. berbeda halnya dengan ahli nahwu Kufah. tapi penalaran yang dipakai mu tazilah dan filsuf kebanyakan produk Yunani. tapi al-Asy ari pun menggunakan argumen dan dialektika logis meskipun dalam tataran sekunder. hadist Nabi SAW. Adapun faktor lainnya. Meskipun masih da lam lingkaran Islam. Nah. Maka ciri khas ilmu kalam adalah rasionalitas atau logika. Sementara itu konsensus ulama (ijma ) juga diterima Syafi i sebagai bentu k kebiasaan masyarakat. ya itu berdirinya school of thought oleh Abu Hanifah (699-767 M. Nah.) yang terbentuk dala m lingkungan Irak. Kemudian Syafi i meneruskan tema aliran pemi kiran gurunya Anas Ibnu Malik dan mulai mengembangkannya.alita. ijma dan qiyas. bahkan menjadi inspirator orisinil bagi pemikiran keislaman.Qaym. Dalam tataran ini. Al-Thusi dan Sa aduddin Al-Taftazani. mantik dengan analogi-nya sangat berperan penting. Model p enalaran al-Asy ari dapat dikategorikan sebagai orthodox style . sehingga mulai melakukan pendekatan ta wil atau interpretasi metafo ris terhadap kalam Tuhan. karena lebih setia d engan teks suci agama dibandingkan dengan mu tazilah dan filsuf. Analogi yang banyak digunakan madzhab ini adalah qiyas dan p ertimbangan kebaikan umum (istihsan). Ibnu Sholah. dan Ibnu Al. Sebagaimana pembahasan dalam teologi. hal ini disebabkan kuatnya peranan unsur mantik serta dialektika. Laju perkembangan rasionalitas dalam kancah keilmuwan terlebih di Arab Islam san gat pesat. Maka standarisasi mantik telah sempurna sekitar abad ke-15 M. terutama oleh para ulama bahasa yang ada di Bashrah. Ketelitian dalam mengambil argumen merupakan ciri khas mereka. sebagai dasar teoritis Sunnah dan pembentukan analogi atau qiyas sebagai metode rasional untuk mengembangkan hukum itu. Ibnu Hazm. Masa setelah hadirnya Ibnu Rusyd dapat dikatakan sebagai masa melangsungkan kembali kritikan-kritikan beserta ulasannya dari golongan rasionalis sebut saja Al-Iji. yaitu keterbatasan sumber-sum . Maka. kare na pengolahan argumentasinya dinilai sangat logis. yang mereka anggap mutasyabihât . Al-Taftazani dan Al-J urjani juga turut andil dalam memperjelas mantik. Mereka lebih memilih me ngkiaskan dengan metode sima i terhadap dalil fasih yang mereka pakai untuk ber-is tinbath. Syahdan. Pola pikir tiap sekte dan aliran selalu mengatasnamakan akal. terutama sekali keti ka dua abad kemudian Al-Ghazali muncul dengan membawa kekuatan argumennya yang l uar biasa. terlihat dari ekspansi yang berimbas juga pada kodifikasi penalaran dalam setiap ilmu. Kekuatan politik untuk menjabarkan penalaran ajaran Islam san gatlah riil. Praktis. titik tolak fikih berkat Syafi i ada empat yaitu Kit ab Suci. melainkan dalam pengertian pembicaraan yang bernalar dan menggunakan logika. salah satunya adalah Ibnu Tay miyah. Dalam disiplin ilmu nahwu. Dalam beberapa kurun waktu selanjutnya merupakan masa kritikan terhadap pemakai an metode pikiran dalam memahami soal-soal akidah. Ekspansi ilmu mantik dalam tataran teoritis tidak mengalami perkembangan signifi kan pada abad ke-13 hingga abad ke-14 M. Bisa disebut bahwa madzhab ini sebagai jalan tengah dari berbagai eks tremitas. sampai sekarang. ilmu Kalam yang diusung al-Ghazali bukan dalam artian harfiahnya (yaitu: pembicaraan). baru ketika beranjak ke a bad selanjutnya perkembangan mantik berupa penertiban materi yang sengaja disela raskan oleh al-Tustari di kedua madrasah abad pertengahan. hal ini bisa dikarenakan keterpe ngaruhan pemikiran mereka dengan corak filsafat Persia yang lebih mengutamakan l ogika akal dari pada dalil. Metodologi alAsy ari yang aristotelian dengan ci ri rasional-deduktif rupanya paling mendapatkan simpatisan. pusat argumentasi kalam al-Asy a ri berada pada upayanya untuk membuktikan adanya Tuhan yang menciptakan seluruh jagad raya dari ketiadaan (ex nihilo) serta pembuktian adanya hari akhir dan mal aikat. Untuk menetapkan qiyas mereka tidak sepenuhnya s elektif terhadap dalil-dalil yang akan dipakai. Konsep kasb termasuk salah satu teori yang diyakini pengikut al-Asy ari. Sebenarnya tidak hanya mu tazilah dan filsuf saja yang mengedepankan nalar. semua titik-titik penting keagamaaan mereka dukung dengan arg umen dan dialektik yang logis. Sya fi i sangat berjasa dengan teori yang dirumuskannya. Maka sistem ini dinamakan ilmu k alam atau teologi rasional.

mungkin kita akan sedikit mengetahui bahwa hantaman da n pengikisan mantik pada abad pertengahan adalah problematika terbesar. karena ternyata teori illat atau apologi juga banyak difungsikan. Lawan rasi onalisme adalah fedeisme. Tasawuf sebagai disiplin ilmu irasional. bahka n sebaliknya. Berbeda deng an irasionalis. Sekalipun. Tetapi apapun itu. yang telah menyumbangkan pe radaban besar dari sejengkal langkah manusia . Dikatakan seperti itu. yang bah kan sama sekali tidak terpikirkan oleh Aristo sendiri sebagai pencetak awal logi ka. dalam beberapa halnya-pu n menggunakan teori dan asas logika. sudah berapa cabang keilmuan yang t elah disisipi kekuasaan logika? Bahkan sampai kepada pengetahuan yang bertendens i iluminasi atau intuisi sekalipun. sebuah perjalanan panjang dalam rangka merelevansikan diri terhadap peradaban manusia yang tak kunjung usai. yaitu sebuah sikap yang membatasi diri pada iman. Sikap rasionalis mencerminkan seseorang suka akan tantangan. Jika diruntut dari awal perkembangan mantik. Kompleksitas yang dipresentasikan akal akan bertaut kelindan sampai suatu masa y ang tak terbatas.ber dalil di samping letak geografisnya yang jauh dari pusat keilmuan dan perada ban. boleh jadi akan menuju pada sebuah kesempurnaan misteri. yang menolak tantangan semata. dan sekaligus menganggap penggunaan nalar manusia tidaklah per lu. Bisa jadi perihal tersebut juga sedikit melegakan Aristoteles. mereka juga tidak menyadari bahwa kemampuan manusia untuk bernala r merupakan ciptaan Tuhan. sosial. Namun. kedokteran. Tidak hanya model qiyas yang digunakan ahlu nahwu dalam pengambilan hukum. yang setidaknya menjadikan metode ini mulai diterima. Dengan sebuah historitas. akal dan wahyu Tuhan. sedangkan agama kebenaran yang dituju adalah sebuah kebenaran mutlak. da n masih banyak disiplin ilmu lain yang pasti membutuhkan aturan berpikir untuk m encapai sebuah kebenaran yang dituju.mata karena keyakinan. kebenaran ilmu pengetahuan sifatnya relatif. se bab dia harus benar-benar memperhatikan. segala sesuatu pastinya dapat dimengerti seseorang. Yaitu. akal tetaplah akal. aritmatika. Bahwa ras ional sejatinya irasional. hal ini membuktikan bahwa peran akal beserta rumus-rumusnya akan selalu dibutuhkan meskipun ada beberapa hal yang dapat berj alan tanpanya. bahwa ternyata ma sih ada pembela-pembela intelektual terhadap karyanya yang terseok-seok melawan arus peradaban terutama oleh para agamawan. karena bertolak dari sebuah pengandaian yang tidak da pat terpenuhi. memeriksa dan menjawabnya. Dan yang patut dihargai adalah upaya akselarasi-akselarasi oleh ulama Islam sebelum di bawa ke Barat. Politik. Epilog Itulah sekelumit proses berpikir manusia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful