BSN

PEDOMAN 401 - 2000

Persyaratan umum lembaga sertifikasi produk

Adopsi dari ISO/IEC Guide 65 : 1996

Badan Standardisasi Nasional

juga turut berpartisipasi dengan ISO dan IEC.Prakata ISO (Organisasi Internasional untuk Standardisasi) dan IEC (Komisi Elektroteknik Internasional) merupakan sistem khusus standardisasi seluruh dunia. Sedikitnya 75% dari jumlah badan standardisasi nasional yang memberikan suara harus menyetujuinya sebelum publikasi disahkan menjadi Pedoman. Komite teknis ISO dan IEC bekerja sama dalam bidang yang saling berkaitan. baik pemerintah maupun swasta. Edisi pertama ini membatalkan dan menggantikan Pedoman ISO/IEC 40:1983 . Konsep Pedoman yang telah diadopsi oleh Komite atau Kelompok yang bertanggung jawab menyusun Pedoman ini. Organisasi internasional lain. Badan Standardisasi Nasional anggota ISO dan IEC berperan serta dalam pengembangan Standar Internasional melalui komite teknis yang dibentuk oleh masing-masing organisasi untuk menangani kegiatan teknis dalam bidang tertentu. diedarkan ke tiap badan standardisasi nasional untuk ditanggapi. Pedoman ISO/IEC 65 ini disusun oleh Komite Bidang Asesmen Kesesuaian (CASCO Committee on Conformity Assessment).

... 4....................... 5..........................................................................6 Aturan dan prosedur untuk pemberian........................................................................................... Personel lembaga sertifikasi ............................................................................................................................ 9 10 11 12 13 14 15 Persiapan evaluasi...........................................................7 Audit internal dan kaji ulang manajemen ................ Pendahuluan............................................................................10 Kerahasiaan ....................................................................................................................................................................................................................... 4................................................................... Keputusan sertifikasi ................................................................................................................................. 8......................................................................................................................................................................................................................................................................................................... pemeliharaan......Daftar isi Prakata............................................. 5....................... i ii iii 1 1 2 2 2 3 4 4 5 6 7 7 8 8 9 9 9 10 10 10 10 11 11 12 12 12 13 13 14 5 6 7 8 ................................................1 Umum ...................................... Survailen ....... sertifikat dan tanda kesesuaian.............................5 Sistem mutu ............................ Evaluasi.................................................................................................2 Organisasi......... 1 2 3 4 Ruang lingkup ....................... 8...................................3 Pelaksanaan .......................................4 Subkontrak....................................................... Acuan ......................... Laporan evaluasi ........... penundaan dan pencabutan...... Lembaga sertifikasi...1 Informasi tentang prosedur.............................................. Naik banding......................................2 Kriteria kualifikasi ............................................................................................... 4................. Permohonan sertifikasi.................................................. Keluhan terhadap pemasok ..................................................8 Dokumentasi .................................................................... keluhan dan perselisihan.......................................................................... 4....................................................................................................................................................................................................................................................................................................9 Rekaman........ 4.......................... perluasan............................ 4............................. Penggunaan lisensi......................................................................................................................................................................................................................................................................................... 4............1 Ketentuan umum ................................................................................................. 4................. Definisi............................... Daftar isi...................2 Permohonan...................... Perubahan persyaratan sertifikasi ..................................................................................................................... 4............ 4...............

Beberapa sistem sertifikasi produk mencakup pengujian awal produk dan asesmen sistem mutu pemasoknya. diikuti dengan pengawasan terhadap sistem mutu pabrik dan pengujian sampel dari pabrik dan pasar. dalam berbagai kasus membutuhkan dokumentasi penjelasan tersendiri. Sistem lain hanya mengandalkan pengujian awal dan pengujian survailen. pelanggan dan operator di bidang ini. Sistem sertifikasi produk tertentu atau kelompok produk terhadap standar yang ditetapkan atau dokumen normatif lain. Pedoman ini menetapkan persyaratan yang harus diikuti untuk menjamin lembaga sertifikasi melaksanakan sistem sertifikasi pihak ketiga secara konsisten dan dapat diandalkan. Sementara Pedoman ini menyangkut pihak ketiga yang melaksanakan sertifikasi produk. atau bila harus mempertimbangkan persyaratan khusus seperti kesehatan dan keselamatan. ii . Persyaratan yang terdapat dalam Pedoman ini merupakan kriteria umum bagi organisasi yang melaksanakan sistem sertifikasi produk. beberapa ketentuan dapat juga digunakan untuk prosedur asesmen kesesuaian produk oleh pihak pertama dan kedua. sedang sistem lain lagi hanya terdiri dari pengujian tipe. Publikasi ISO/IEC Certification and related activities (Sertifikasi dan kegiatan terkait) tersedia sebagai bahan bacaan pendukung dan akan membantu menjawab berbagai pertanyaan mengenai cara kerja masyarakat asesmen kesesuaian seluruh dunia. Ragamnya sistem sertifikasi mungkin dianggap tidak perlu bahkan membingungkan pendatang baru.Pendahuluan Sertifikasi produk (istilah ini mencakup juga proses atau jasa) adalah suatu cara untuk menjamin bahwa produk memenuhi standar yang ditetapkan serta dokumen normatif lain. persyaratan ini perlu dipertegas bila digunakan oleh industri spesifik atau sektor lain. sehingga memudahkan penerimaannya di forum nasional dan internasional dan dengan demikian memacu perdagangan internasional. Pernyataan kesesuaian dengan standar terkait atau dokumen normatif lain dituangkan dalam bentuk sertifikat atau marka kesesuaian.

baik yang baru atau yang sudah dipakai. sebagaimana diuraikan dalam Pedoman ISO/IEC 53 : a) pengujian jenis atau pemeriksaan. ISO/IEC Guide 23 : 1982. 1.2 Sistem sertifikasi yang digunakan lembaga sertifikasi dapat mencakup satu atau lebih hal berikut. CATATAN 1 : Pedoman ISO/IEC 28 dapat dipakai sebagai model dari salah satu bentuk sistem sertifikasi produk pihak ketiga.Kosa kata. SNI 19-10011-1:1995. Methods of indicating conformity with standards party certification systems. e) penilaian desain. b) pengujian atau inspeksi contoh yang berasal dari pasar atau dari persediaan pemasok atau dari kombinasi keduanya. Manajemen mutu dan jaminan mutu . kata "standar" mencakup pula dokumen normatif lain seperti spesifikasi atau peraturan teknis. General requirement for the competence of calibration and testing laboratories. for third- • • ISO/IEC Guide 25 : 1990. ISO/IEC Guide 7 : 1994. c) pengujian atau inspeksi setiap produk atau produk tertentu. SNI 19-8402-1996. 1 dari 14 . Kata "produk" digunakan dalam arti yang luas termasuk proses dan jasa.Persyaratan umum lembaga sertifikasi produk 1 Ruang lingkup 1. Dalam Pedoman ini istilah "lembaga sertifikasi" digunakan untuk setiap lembaga yang melaksanakan sistem sertifikasi produk berdasarkan SNI.Bagian 1: Audit.1 Pedoman ini menetapkan persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh lembaga pihak ketiga yang melaksanakan sertifikasi produk sehingga sertifikasi yang dilaksanakannya diakui kompeten dan dipercaya. yang dapat digabungkan dengan survailen produksi atau asesmen dan survailen sistem mutu pemasok atau keduanya. Pedoman untuk audit sistem mutu . d) pengujian atau inspeksi kelompok. Istilah-istilah umum dan definisi-definisi yang terkait dengan standardisasi dan kegiatan terkait. Guidelines for drafting of standards suitable for use for conformity assessment. 2 Acuan • • • • Pedoman BSN 2-1994.

1. tetap memenuhi persyaratan yang dipakai sebagai dasar sertifikasi. An approach to the utilization of a supplier's quality system in third-party product certification. Biaya atau syarat lain yang tidak wajar harus tidak boleh ada. system for ISO/IEC Guide 39 . atau sertifikasi harus tidak dikaitkan dengan jumlah sertifikat yang sudah diterbitkan.2 Pelayanan lembaga sertifikasi hams__dapat diakses oleh semua pemohon yang kegiatannya sesuai dengan ruangjingkup yang'dinyatakan. Prosedur tersebut harus tidak menghalangi atau menghambaj akses pemohon kecuali yang tercantum dalam Pedoman ini.1 Ketentuan umum 4. 4.ISO/IEC Guide 27 : 1983. 4 Lembaga sertifikasi 4. evaluasi dan keputusan atas sertifikasi sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi yang sedang dipertimbangkan.1 Kebijakan. berlaku definisi yang relevan yang terdapat dalam Pedoman BSN 2 1994 dan SNI 19-8402-1996 serta definisi berikut: Pemasok Pihak yang bertanggung jawab untuk menjamin bahwa produk memenuhi dan jika dapat diterapkan. 3 Definisi Untuk Pedoman ini. dan administrasi yang diterapkan oleh lembaga sertifikasi tidak bersifat membeda-bedakan.1. ISO/IEC Guide 28 : 1982. 1988. Akses harus tidak mensyaratkan ukuran/klasifikasi pemohon atau keanggotaan suatu asosiasi atau kelompok. Guidelines for corrective action to be taken by a certification body in the event of misuse of its mark of conformity. Persyaratan umum lembaga sertifikasi sistem mutu. Pedoman BSN 301-1999. 4. dan diterbitkan oleh lembaga sertifikasi. General rules for a model third-party certification products.3 Kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi produk pemasok harus sesuai dengan standar yang ditetapkan. maka penjelasan tersebut harus dirumuskan oleh komite atau personel yang relevan dan tidak memihak serta memiliki kemampuan teknis yang memadai. dan pelaksanaannya juga harus diatur dengan cara yang tidak membeda-bedakan.1.1. Jika diperlukan penjelasan menyangkut penerapan dokumen ini untuk suatu sistem sertifikasi yang spesifik.4 Lembaga sertifikasi harus membatasi persyaratan. ISO/IEC Guide 53 : 1988. prosedur. 4. General requirements for the acceptance of inspection bodies. 2 dan 14 . Persyaratan standar yang sesuai dengan tujuan ini dicantumkan dalam Pedoman ISO/IEC 7.

pemberian. * \f) mempunyai stabilitas keuangan dan sumber daya yang disyaratkan untuk menjalankan sistem sertifikasi. f) memastikan bahwa setiap keputusan sertifikasi diambil oleh seseorang atau beberapa orang yang berbeda dengan mereka yang melaksanakan evaluasi. kelompok atau personel) yang harus bertanggung jawab secara menyeluruh atas hal-hal berikut: 1 2 3 4 5 6 7 pelaksanaan pengujian. pengawasan penerapan kebijakan lembaga sertifikasi. penundaan dan pencabutan sertifikasi. keputusan sertifikasi. g) mempunyai aturan yang memadai untuk menyelesaikan pertanggungjawaban terhadap tuntutan yang timbul akibat pengoperasian dan/atau kegiatan yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi. inspeksi. struktur organisasi tersebut harus dapat diikuti oleh semua pihak yang berkepentingan dengan pengembangan kebijaksanaan dan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan skema dan fungsi sistem sertifikasi. perumusan masalah kebijakan berkaitan dengan operasi lembaga sertifikasi. mempunyai hak dan tanggung jawab yang relevan terhadap kegiatan sertifikasi. b) bertanggung jawab atas keputusannya yang berkaitan dengan pemeliharaan. termasuk ketentuan untuk menjamin pengoperasian lembaga sertifikasi. pelatihan. pengawasan keuangan lembaga sertifikasi. untuk melaksanakan kegiatan yang ditetapkan atas nama lembaga sertifikasi. pengetahuan teknis dan pengalaman yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi sertifikasi berkaitan dengan jenis. i) mempekerjakan sejumlah personel yang memadai dengan kualifikasi pendidikan. Ijj. di bawah tanggung jawab eksekutif senior. mempunyai sistem mutu. kisaran dan volume pekerjaan yang dilaksanakan. e) mempunyai struktur terdokumentasi untuk menjaga kenetralan. perluasan. evaluasi dan sertifikasi sebagaimana ditetapkan dalam Pedoman ini. pertimbangan teknis untuk pemberian sertifikasi. c) menunjuk dan menetapkan manajemen (komite. d) mempunyai legalitas hukum. sebagaimana disyaratkan. 3dari 14 . Secara khusus lembaga sertifikasi harus : a) tidak memihak. yang memberikan kepercayaan kemampuan lembaga sertifikasi dalam mengoperasikan sistem sertifikasi produk.2 Organisasi Struktur lembaga sertifikasi harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepercayaan atas jasa sertifikasinya.4. pendelegasian kewenangan kepada komite atau individu.

4 dan 14 . naik banding dan perselisihan yang diterima dari pemasok atau pihak lain yang berkaitan dengan penanganan sertifikasi. dan perorangan yang telah disertifikasi oleh lembaga sertifikasi personel yang diakreditasi KAN.3 Pelaksanaan Lembaga sertifikasi harus menempuh seluruh langkah yang diperlukan untuk mengevaluasi kesesuaian dengan standar produk terkait sesuai persyaratan sistem sertifikasi produk yang spesifik (lihat butir 3). obyektivitas atau kenetralan sertifikasinya dan juga harus : 1 2 3 tidak menyediakan atau tidak mendesain jenis produk yang disertifikasinya. dianggap memenuhi ketentuan ini. inspeksi laboratorium penguji yang diakreditasi KAN. tidak memberikan nasehat atau tidak menyediakan jasa konsultasi kepada pemohon mengenai cara mengatasi masalah yang menghambat permohonan sertifikasi. tanpa ada kepentingan tunggal yang dominan. 4. bebas dari tekanan komersial. (f^ menjamin bahwa kegiatan lembaga lainnya yang terkait tidak mempengaruhi kerahasiaan. p) mempunyai kebijakan dan prosedur untuk menyelesaikan keluhan. Lembaga sertifikasi harus menetapkan standar terkait atau bagian yang relevan dan persyaratan lain seperti pengambilan contoh. Dalam menjalankan kegiatan sertifikasinya. dan tekanan lain yang dapat mempengaruhi keputusan. maka perjanjiaq kontrak yang mencakup pengaturan. pengujian dan inspeksi yang menjadi dasar untuk sistem sertifikasi yang digunakan. keuangan. 4. struktur di mana anggota dipilih berdasarkan keseimbangan kepentingan. komite tersebut harus bebas dari tekanan komersial. obyektivitas atau kenetralan proses dan keputusan sertifikasi.4 Subkontrak Bila lembaga sertifikasi memutuskan untuk mensubkontrakkan pekerjaan yang berkaitan dengan sertifikasi (seperti pengujian atau inspeksi) kepada institusi lain atau orang luar.M) mempunyai kebijakan dan prosedur yang berbeda untuk sertifikasi procuk dan kegiatan lain yang dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi: $ bersama dengan eksekutif senior dan staf. iff)) mempunyai peraturan dan struktur formal untuk pembentukan dan kegiatan setiap komite yang terlibat dalam proses sertifikasi. termasuk kerahasiaan dan perbedaan kepentingan harus tertulis dan didokumentasikan dengan baik. lembaga sertifikasi harus memperhatikan persyaratan kecocokan dan kemampuan lembaga-lembaga sertifikasi. keuangan dan tekanan lain yang dapat mempengaruhi hasil proses sertifikasi. tidak menyediakan produk atau jasa lain yang dapat mempengaruhi kerahasiaan.

dalam hal bila lembaga sertifikasi telah menandatangani perjanjian kerja dengan lembaga sertifikasi lain dan menggunakan hasil kerja lembaga tersebut untuk pemberian sertifikasinya sendiri. pemeliharaan.5 Sistem mutu 4. diterapkan dan dipelihara pada semua tingkat organisasi.Lembaga sertifikasi harus: a) bertanggung jawab penuh atas pekerjaan yang disubkontrakkan dan memelihara tanggung jawab untuk pemberian.3 Sistem mutu harus didokumentasikan dalam panduan mutu dan prosedur mutu terkait. menjamin bahwa institusi/perorangan yang diberi subkontrak tidak terlibat langsung ataupun melalui atasannya dalam hal desain atau produksi produk sehingga terjaga kenetralannya. dan harus mempunyai kewenangan untuk : a) menjamin bahwa sistem mutu ditetapkan. 4. kisaran dan volume pekerjaan yang dilaksanakan. Panduan mutu minimal harus berisi atau mengacu pada : a) pernyataan kebijakan mutu. diterapkan dan dipelihara sesuai dengan Pedoman ini. b) uraian ringkas tentang status legal lembaga sertifikasi. inspeksi atau kegiatan teknis lain (lihat butir 2). b) menjamin bahwa institusi atau perorangan yang diberi subkontrak.5. di samping tanggung jawab yang lain.4 a) dan memenuhi peraturan yang diperinci dalam 4.5.4 a) dan b) juga relevan.1 Manajemen lembaga sertifikasi yang memiliki tanggung jawab di bidang mutu harus mejietapkan dan mendokumentasikan kebijakan mutu. Manajemen harus menjamin bahwa kebijakan tersebut dimengerti. Sistem mutu ini harus didokumentasikan dan dokumentasi ini harus tersedia untuk digunakan oleh staf lembaga sertifikasi. c) memperoleh persetujuan dari pemohon.2 Lembaga sertifikasi harus menerapkan sistem mutu yang efektif sesuai dengan butir yang relevan dalam Pedoman ini dan sesuai dengan jenis. 4.4 b). asalkan lembaga bertanggung jawab sesuai perincian pada 4. „ b) melaporkan unjuk kerja sistem mutu kepada manajemen lembaga sertifikasi untuk kaji ulang dan sebagai dasar peningkatan sistem mutu. CATATAN 3 Persyaratan yang tercantum dalam 4. kompeten dan memenuhi ketentuan dalam Pedoman ini serta standar dan pedoman lain yang berkaitan dengan pengujian.5. penundaan atau pencabutan sertifikasi. bila berbeda. 5 dari 14 . Lembaga sertifikasi harus menetapkan personel yang mempunyai akses langsung ke tingkat eksekutif tertinggi. CATATAN 2 Bila kegiatan yang terkait dengan sertifikasi telah dilakukan sebelum permohonan sertifikasi diajukan. termasuk sasaran mutu dan komitmennya terhadap mutu. lembaga dapat mempertimbangkannya. perluasan. Lembaga sertifikasi harus menjamin penerapan yang efektif dari sistem mutu. prosedur dan instruksi yang didokumentasikan. termasuk nama para pemilik: nama-nama orang yang mengendalikan lembaga sertifikasi. 4.

b) memperluas atau mengurangi ruang lingkup sertifikasi.1-1995. kelompok atau personel).1 Lembaga sertifikasi harus menetapkan aturan untuk pemberian. pengalaman. h) tugas operasional dan fungsional serta jasa yang berkaitan dengan mutu. penundaan. 4.6. m) kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan naik banding. f) kebijakan dan prosedur untuk melaksanakan kaji ulang manajemen. termasuk : 1 2 aturan untuk penerbitan. kualifikasi. pemeliharaan dan perluasan sertifikasi serta aturan tentang penundaan atau pencabutan sertifikasi.6. dan pencabutan dokumen sertifikasi. n) prosedur pelaksanaan audit internal berdasarkan ketentuan SNI 19-10011. pemilihan dan pelatihan personel lembaga sertifikasi serta pemantauan unjuk kerja. memelihara. 4. 6 dari 14 . serta pokok acuan eksekutif senior dan personel sertifikasi lain. g) prosedur administrasi termasuk pengendalian dokumen. keluhan dan perselisihan. perekaman.c) nama. j) k) prosedur penanganan ketidaksesuaian untuk menjamin efektifitas setiap tindakan koreksi dan pencegahan yang diambil. daftar subkontraktor yang disetujui dan prosedur untuk penilaian. perluasan. mencabut dan jika diperlukan. termasuk rincian manajemen (komite. dan pemantauan kompetensi.6 Aturan dan prosedur untuk pemberian. pengendalian penggunaan dan penerapan dokumen yang digunakan dalam sertifikasi produk. pokok acuan dan peraturan prosedur sebagaimana dimaksud pada butir 4. sehingga rentang dan batas tanggung jawab setiap personel diketahui oleh pihak yang berkepentingan. menunda sertifikasi. i) prosedur pengangkatan. penundaan dan pencabutan sertifikasi pemeliharaan. konstitusi.2 Lembaga sertifikasi harus mempunyai prosedur untuk : a) memberikan.2 c). sebagian atau keseluruhan. 4. tanggung jawab dan alokasi fungsi yang berasal dari eksekutif senior. I) prosedur untuk evaluasi produk dan penerapan proses sertifikasi. baik internal maupun eksternal. e) uraian organisasi lembaga sertifikasi. d) bagan organisasi yang menunjukkan jalur kewenangan.

atau jika ada informasi lain yang menunjukkan bahwa produk tidak memenuhi lagi persyaratan sistem sertifikasi. dan memberikan hal-hal berikutjika diminta : a) informasi tentang kewenangan pengoperasian lembaga sertifikasi.7.2 Manajemen lembaga dengan tanggung jawab eksekutif. 7 dari 14 . memutakhirkan pada interval waktu tertentu. dan c) hasil audit didokumentasikan. larangan atau pembatasan penggunaan logo lembaga sertifikasi dan cara mengacu sertifikasi yang telah diberikan. dan kebijakan mutu serta tujuannya yang telah ditetapkan. penundaan dan pencabutan sertifikasi.8 Dokumentasi 4.8. atau perubahan datam standar yang harus dipenuhi oleh produk yang disertifikasi. dan informasi umum tentang biaya yang dibebankan kepada pemohon dan pemasok produk yang disertifikasi. 4.1 Lembaga sertifikasi harus melaksanakan audit internal berkala yang mencakup semua prosedur dengan cara terencana dan sistematik. atau perubahan kepemilikan. Lembaga sertifikasi harus menjamin bahwa : a) personel yang bertanggung jawab untuk bidang yang diaudit. perluasan. untuk membuktikan bahwa sistem mutu diterapkan dan efektif. 4. d) uraian tentang cara organisasi memperoleh dana. termasuk persyaratan.7. Rekaman kegiatan kaji ulang tersebut harus dipelihara. diberi informasi hasil audit. b) pernyataan tentang sistem sertifikasi produk didokumentasikan termasuk aturan dan prosedur pemberian. c) informasi tentang prosedur evaluasi dan proses sertifikasi yang menyangkut setiap sistem sertifikasi produk. e) uraian tentang hak dan kewajiban pemohon dan pemasok produk yang disertifikasi. $) direktori produk yang disertifikasi beserta pemasoknya.7 Audit internal dan kaji ulang manajemen 4. struktur atau manajemen pemasok. media elektronik atau dengan cara lain).1 Lembaga sertifikasi harus menyediakan (lewat publikasi. b) tindakan koreksi dilaksanakan tepat waktu dan dengan cara yang benar. harus mengkaji ulang sistem mutu pada jangka waktu tertentu untuk menjamin kesinambungan kesesuaian dan efektivitas agar memenuhi persyaratan Pedoman ini. 4. pemeliharaan.c) mengevaluasi ulang bila terjadi: perubahan penting yang mempengaruhi desain produk atau spesifikasi.

pemeliharaan. perluasan. dan pencabutan sertifikasi. 4. termasuk komite dan lembaga atau personel dari luar yang bertindak atas nama lembaga sertifikasi.2 Lembaga sertifikasi harus mempunyai kebijakan dan prosedur untuk menyimpan rekaman selama periode tertentu sesuai ketentuan legal atau kewajiban lainnya.1 Lembaga sertifikasi harus mempunyai pengaturan yang memadai.4.10. atau sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. CATATAN 4 Masalah jangka waktu penyimpanan rekaman membutuhkan perhatian khusus mengingat pertimbangan legal dan pengaturan pengakuan. maka pemasok harus diberitahu tentang informasi yang diberikan. Rekaman harus menunjukkan bahwa prosedur sertifikasi telah dipenuhi secara efektif. Setelah pembuatan awal dokumen dan apabila ada amandemen atau perubahan dokumen. khususnya berkaitan dengan formulir permohonan. penundaan. untuk menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh selama kegiatan sertifikasi pada semua tingkat organisasi. 4. Rekaman harus disimpan untuk jangka waktu tertentu sehingga kesinambungan kepercayaan dapat dibuktikan minimal satu periode sertifikasi. Lembaga sertifikasi harus mempunyai kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan akses terhadap rekaman tersebut sesuai dengan butir 4. informasi yang diperoleh selama kegiatan sertifikasi untuk produk atau pemasok tertentu tidak boleh dipaparkan kepada pihak ketiga tanpa izin tertulis dari pemasok tersebut. 4.8. Rekaman harus diidentifikasi. dipelihara dan dimusnahkan sedemikian rupa sehingga dapat menjamin integritas proses dan kerahasiaan informasi.2 Lembaga sertifikasi harus menetapkan dan memelihara prosedur pengendalian semua dokumen dan data yang berkaitan dengan fungsi sertifikasinya.9 Rekaman 4. Distribusi semua dokumen tersebut harus dikendalikan untuk menjamin bahwa dokumen yang sesuai selalu tersedia bagi personel lembaga sertifikasi atau pemasok.9. sebelum diterbitkan. Daftar semua dokumen berikut identifikasi status penerbitan dan/atau amandemen harus dipelihara. Jika perundang-undangan mensyaratkan informasi harus dipaparkan kepada pihak ketiga. jika diperlukan untuk melaksanakan setiap fungsi yang berkaitan dengan kegiatan lembaga sertifikasi. 8 dari 14 . laporan evaluasi. selama diizinkan oleh perundang-undangan yang berlaku. maka dokumen tersebut harus dikaji ulang dan disetujui kecukupannya oleh personel yang kompeten dan berwenang.9.1 Lembaga sertifikasi harus memelihara sistem rekaman yang sesuai dengan kondisinya dan memenuhi peraturan yang berlaku. konsisten dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4.1.10.10.10 Kerahasiaan 4.2 Kecuali disyaratkan dalam Pedoman ini atau oleh peraturan perundang-undangan. kegiatan surveilen dan dokumen lain yang berkaitan dengan pemberian.

personel yang dikontrak secara pribadi.1. baik sebelum dan/atau pada waktu akan ditugaskan. khususnya mengenai: a) nama dan alamat. Rekaman pelatihan dan pengalaman harus tetap mutakhir. Instruksi tersebut harus dipelihara dan selalu dimutakhirkan.5 Personel lembaga sertifikasi 5.2 Instruksi yang menguraikan dengan jelas kewajiban dan tanggung jawab. atau atas nama atasan mereka. 9 dari 14 .3 Informasi tentang kualifikasi. dan mendokumentasikan. termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kerahasiaan.1 Umum 5. memenuhi semua persyaratan personel yang ditetapkan dalam Pedoman ini. f) penilaian unjuk kerja. didokumentasikan dan harus tersedia bagi setiap personel. bebas dari sifat komersial dan kepentingan lain. 5. menyusun kebijakan dan menerapkannya. dan b) menjelaskan ikatan mereka secara pribadi.2 Kriteria kualifikasi 5. 5. d) pengalaman dan pelatihan dalam setiap bidang kemampuan lembaga sertifikasi. c) kualifikasi pendidikan dan status profesional. lembaga sertifikasi harus menetapkan kriteria kompetensi minimum bagi personel yang relevan. bahwa.1.1 Personel lembaga sertifikasi harus memiliki kompetensi sesuai dengan fungsi yang dilaksanakan.2. 5. termasuk membuat pertimbangan teknis yang diperlukan.2.2. e) tanggal pemutakhiran rekaman terakhir.2 Lembaga sertifikasi harus mensyaratkan personel yang terlibat dalam proses sertifikasi untuk menandatangani kontrak atau dokumen lain yang menyatakan komitmennya : a) akan memenuhi aturan yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi. b) keanggotaan dan kedudukan dalam organisasi. Lembaga sertifikasi harus menjamin. 5. pelatihan dan pengalaman yang relevan dari masingmasing personel yang terlibat dalam proses sertifikasi harus dipelihara oleh lembaga sertifikasi.1 Untuk menjamin agar evaluasi dan sertifikasi dilaksanakan secara efektif dan seragam. atau atas nama atasan mereka dengan pemasok atau perancang produk yang akan dievaluasi atau disertifikasi.

2 Setiap lembaga sertifikasi harus : a) menyimpan semua rekaman naik banding. 8.1 Naik banding. rekaman (termasuk laporan audit internal) dan personel untuk tujuan evaluasi (misalnya pengujian. c) membuat pernyataan bahwa sertifikasi sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi yang telah diberikan.6 Perubahan persyaratan sertifikasi Lembaga sertifikasi harus menginformasikan setiap ada perubahan persyaratan sertifikasi kepada pemasok yang telah disertifikasi. survailen. Perubahan ini harus mempertimbangkan pendapat pihak yang berkepentingan sebelum diputuskan dalam bentuk yang tetap dan tanggal efektifnya. keluhan dan perselisihan yang diajukan oleh pemasok atau pihak lain kepada lembaga sertifikasi harus sesuai dengan prosedur lembaga sertifikasi.1 Lembaga sertifikasi harus menyediakan uraian rinci yang mutakhir bagi setiap pemohon mengenai : prosedur evaluasi dan sertifikasi yang berlaku untuk setiap sistem sertifikasi. termasuk persiapan untuk pemeriksaan dokumen dan akses keseluruh bidang. keluhan dan perselisihan. c) mendokumentasikan tindakan yang diambil dan keefektifannya.1. d) tidak menggunakan sertifikasi produknya sedemikian rupa sehingga mengurangi wibawa lembaga sertifikasi dan tidak membuat pernyataan yang menyesatkan atau tidak sah berkaitan dengan sertifikasi produk.2 Lembaga sertifikasi harus mensyaratkan pemasok untuk : a) selalu memenuhi ketentuan yang relevan dengan program sertifikasi.1. Setelah memutuskan dan mempublikasikan. 8 Permohonan sertifikasi 8. keluhan dan perselisihan 7. hak pemohon dan kewajiban pemasok yang produknya te\ah disertifikasi (termasuk biaya yang harus dibayar oleh pemohon dan pemasok yang produknya telah disertifikasi). b) melaksanakan tindak lanjut yang diperlukan. 7. dokumen yang memuat persyaratan sertifikasi.1 Informasi tentang prosedur 8. 10 dari 14 . dan tindakan perbaikan berkaitan dengan sertifikasi. perubahan persyaratan yang ditetapkan. b) melakukan persiapan yang diperlukan untuk pelaksanaan evaluasi. asesmen. inspeksi. yang menurut lembaga sertifikasi sudah memadai. 7 Naik banding. lembaga sertifikasi harus memverifikasi bahwa setiap pemasok melaksanakan penyesuaian seperlunya dalam waktu tertentu. dan asesmen ulang) serta penyelesaian keluhan.

maka setiap penjelasan yang I diperlukan harus diberikan kepada pemohon. 8.2 Permohonan 8. dan memenuhi persyaratan khusus seperti bahasa yang digunakan pemohon. 9 Persiapan evaluasi 9. didokumentasikan dan dipahami. b) pernyataan bahwa pemohon setuju untuk memenuhi persyaratan sertifikasi dan I memberikan informasi yang diperlukan untuk evaluasi produk yang akan disertifikasi. alamat dan status hukum. akibat penundaan atau pencabutan sertifikasi. dan c) lembaga sertifikasi mampu melaksanakan jasa sertifikasi sesuai dengan ruang lingkup I sertifikasi yang diminta.1 Lembaga sertifikasi mengharuskan formulir permohonan resmi diisi dengan lengkap I dan ditandatangani oleh wakil pemohon yang berwenang. 8. b) menghilangkan perbedaan pengertian antara lembaga sertifikasi dan pemohon.e) menghentikan penggunaan semua iklan yang mengacu pada sertifikasi dan I mengembalikan dokumen sertifikasi sesuai persyaratan lembaga sertifikasi. dan standar yang digunakan untuk produk yang akan disertifikasi jika diketahui pemohon.2. . f) menggunakan sertifikasi hanya untuk menunjukkan bahwa produk telah disertifikasi sesuai dengan standar yang ditetapkan.4 Jika diminta. lembaga sertifikasi harus melaksanakan kaji ulang permohonan sertifikasi dan memelihara rekamannya untuk menjamin agar: a) persyaratan untuk sertifikasi didefinisikan dengan jelas.1.1. g) berusaha menjamin bahwa tidak ada sertifikat atau laporan atau bagiannya.3 Bila ruang lingkup sertifikasi yang diminta terkait dengan sistem yang spesifik atau I jenis sistem yang dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi.2 Pemohon. dengan melampirkan : a) ruang lingkup sertifikasi yang dimohon.1 Sebelum melakukan kegiatan evaluasi. tambahan informasi permohonan harus diberikan kepada pemohon. disalahgunakan. nama. b) definisi produk yang akan disertifikasi. minimal harus memberikan informasi berikut: a) jenis perusahaan. dan bila dimungkinkan dapat menjangkau lokasi operasi pemohon. h) mematuhi persyaratan lembaga sertifikasi dalam membuat acuan mengenai sertifikasi produk di media komunikasi seperti dokumen. sistem sertifikasi. brosur atau iklan. 8. 11 dari14 . 8.2.

12 Keputusan sertifikasi 12. 12. 12. 9. pemasokan.9. lembaga sertifikasi harus mengulang bagian-bagian yang perlu saja dari prosedur semula.1 Keputusan memberi sertifikat atau tidak atas produk dilakukan oleh lembaga sertifikasi berdasarkan informasi yang terkumpul selama proses evaluasi dan informasi relevan lainnya. dapat menunjukkan bahwa telah dilakukan tindakan perbaikan yang memenuhi seluruh persyaratan dan perbaikannya dilaksanakan dalam batas waktu yang ditentukan. personel yang terlibat harus dilengkapi dengan dokumen kerja yang diperlukan.2 Lembaga sertifikasi tidak boleh mendelegasikan kewenangannya kepada orang lain atau institusi lain untuk memberikan. 10 Evaluasi Lembaga sertifikasi harus mengevaluasi produk pemohon sesuai standar yang ditetapkan dalam ruang lingkup yang diuraikan dalam permohonan. 9. Personel tidak boleh ditugaskan jika mereka terlibat dengan. atau diperkerjakan oleh lembaga yang terlibat dalam desain. menunda atau mencabut sertifikasi. berdasarkan semua kriteria sertifikasi yang ditetapkan dalam aturan sistem.2 Lembaga sertifikasi harus menyiapkan rencana kegiatan evaluasinya untuk pengaturan yang diperlukan.3 Lembaga sertifikasi harus menetapkan personel dengan kualifikasi yang sesuai untuk melaksanakan tugas evaluasi tertentu.4 Untuk menjamin bahwa evaluasi dilakukan dengan lengkap dan benar. Jika pemohon. memperluas. b) laporan lengkap mengenai hasil evaluasi yang mengidentifikasi ketidaksesuaian yang harus diperbaiki agar dapat memenuhi seluruh persyaratan sertifikasi dan evaluasi atau pengujian lanjutan yang diperlukan. instalasi atau perawatan produk tersebut selama jangka waktu tertentu. sedemikian sehingga dapat mempengaruhi kenetralannya. 11 Laporan evaluasi Lembaga sertifikasi harus mengadopsi prosedur pelaporan yang diperlukan dan prosedur tersebut minimal harus menjamin bahwa : a) personel yang ditunjuk untuk mengevaluasi kesesuaian produk harus memberikan laporan temuan kepada lembaga sertifikasi mengenai kesesuaian dengan semua persyaratan sertifikasi.3 Lembaga sertifikasi harus memberikan dokumen sertifikasi resmi berbentuk surat atau sertifikat yang ditandatangani oleh pejabat yang bertanggungjawab untuk tugas tersebut kepada setiap pemasok yang produknya disertifikasi. harus segera disampaikan kepada pemohon oleh lembaga sertifikasi. Dokumen sertifikasi resmi tersebut harus memuat identifikasi berikut: 12 dari 14 . memelihara.

3) sistem sertifikasi yang diterapkan. sebelum lembaga sertifikasi memberi persetujuan kepada pemasok. 13 dari 14 . proses manufaktur atau bila relevan. pemakaian dan peragaan lisensi. 13.2 c).3 Lembaga sertifikasi harus mendokumentasikan kegiatan survailennya. Jika demikian halnya.2 Petunjuk mengenai penggunaan sertifikat dan tanda yang diizinkan oleh lembaga sertifikasi dapat dilihat pada Pedoman ISO/IEC 23. sertifikat dan tanda kesesuaian 14. yang mempengaruhi kesesuaian produk. 14.1 Lembaga sertifikasi harus mengendalikan hak kepemilikan.6. 13.3 Acuan terhadap sistem sertifikasi yang tidak benar atau penyalahgunaan lisensi. pemasok tidak diizinkan mengedarkan produk yang disertifikasi yang dihasilkan dengan perubahan tersebut.4 Sebagai tanggapan atas permohonan untuk merubah ruang lingkup sertifikasi yang telah diberikan. 13. katalog dan Iain-Iain harus ditangani dengan tindakan yang tepat. sertifikat dan tanda kesesuaian.2 Lembaga sertifikasi harus mewajibkan pemasok untuk memberitahukan tentang perubahan yang tercantum pada 4. sistem mutu. yang dapat diidentifikasi melalui jenis atau rentang produk: 2) standar produk atau dokumen normatif lain yang berlaku untuk setiap produk atau jenis produk yang disertifikasi. c) tanggal efektif sertifikasi dan jika sesuai masa berlaku sertifikasi. 14 Penggunaan lisensi. b) ruang lingkup sertifikasi yang diberikan termasuk : 1) produk yang disertifikasi. 12. 13 Survailen 13. seperti maksud untuk modifikasi produk. lembaga sertifikasi secara berkala harus mengevaluasi produk yang diberi tanda untuk memastikan bahwa mereka selalu memenuhi standar.a) nama dan alamat pemasok produk yang disertifikasi. lembaga sertifikasi hams memutuskan prosedur evaluasi yang sesuai untuk menentukan dapat tidaknya amandemen tersebut dilakukan dan lembaga harus segera menindaklanjutinya. Lembaga sertifikasi harus menentukan apakah perubahan yang dimaksud memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.1 Lembaga sertifikasi harus memiliki prosedur yang didokumentasikan untuk memungkinkan dilaksanakannya survailen sesuai dengan kriteria yang diterapkan terhadap sistem sertifikasi terkait. 14.4 Bilamana lembaga sertifikasi memberi wewenang untuk meneruskan penggunaan tanda pada jenis produk yang telah dievaluasi. sertifikat atau tanda dalam iklan.

c) mendokumentasikan tindakan yang diambil. mengenai kesesuaian produk dengan persyaratan standar yang terkait dan rekaman tersebut harus tersedia bila diminta oleh lembaga sertifikasi. b) mengambil tindakan yang diperlukan sesuai dengan keluhan dan kekurangan yang ditemukan pada produk atau jasa yang mempengaruhi kesesuaian persyaratan sertifikasi.CATATAN 5 Tindakan seperti itu dimuat dalan Pedoman ISO/IEC 27 dan dapat mencakup tindakan koreksi. pengumuman pelanggaran dan jika perlu tindakan yang sesuai dengan hukum yang berlaku. 15 Keluhan terhadap pemasok Lembaga sertifikasi harus meminta pemasok produk yang disertifikasi untuk : a) menyimpan rekaman semua keluhan terhadap pemasok. 14 dari 14 . pencabutan sertifikat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful