You are on page 1of 8

TELAAH JURNAL PENELITIAN

ASUPAN NATRIUM, STATUS GIZI DAN TEKANAN DARAH USIA LANJUT DI PUSKESMAS BOJO BARU KABUPATEN BARRU
Untuk memenuhi tugas kepeniteraan klinik Departemen Komunitas Puskesmas Dau Malang

Disusun Oleh : Panji Arik Indraswara NIM. 0810720050

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

3 Sumber Media Gizi Pangan. 2.1 Judul Jurnal Asupan Natrium.1 Topik Penelitian Jurnal ini membahas tentang gambaran Asupan Natrium.2 Pendahuluan Jumlah penduduk Indonesia yang berusia 60 tahun ke atas dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. pada tahun 2000 mencapai 15 juta jiwa. PENELITIAN 2. 1. Hipertensi merupakan masalah kesehatan penting karena angka prevalensinya yang tinggi dan akibat jangka panjang yang diakibatkannya. Politeknik Kesehatan Makassar 1. pola penyakit juga bergeser kea rah penyakit degenerative seperti gangguan jantung. Status Gizi dan Tekanan Darah Usia Lanjut di Puskesmas Bojo Baru Kabupaten Barru. Natrium diretensi oleh ginjal dan menyebabkan peningkatan volume sirkulasi dalam pembuluh darah.2 Pengarang Mustamin* *Jurusan Gizi.4 Jenis Jurnal Penelitian Kuantitatif 2. namun juga terdapat pada makanan kaleng. makanan cepat saji. IX. Vol. makanan instan berpengawet. Status Gizi dan Tekanan Darah pada Usia Lanjut di Puskesmas Bojo Baru Kabupaten Barru. Dengan bertambah besarnya jumlah penduduk usia lanjut. gangguan penglihatan. Masyarakat kurang menyadari hal tersebut dan . Asupan natrium bukan hanya terdapat dalam garam saja. gangguan ginjal yang sangat erat kaitannya dengan konsumsi bahan makanan tertentu. 11. Secara patofisiologi terjadinya hipertensi disebabkan oleh retensi natrium dalam darah. Januari-Juni 2010 1. Edisi 1.1. Peningkatan retensi natrium juga dapat diakibatkan karena diet garam yang tinggi. serta MSG/vetcin. STUDY OVERVIEW 1. Berbagai gangguan kesehatan pada golongan usia lanjut sebagai akibat gaya hidup dan pola makan yang salah merupakan masalah yang serius. Retensi natrium dapat disebabkan oleh pengaruh hormone diuretic. dan pada tahun 2005 mencapai 19 juta jiwa.3 juta jiwa pada tahun 1990.

Berikut ini merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan: . Tempat Penelitian dilakukan di Puskesmas Bojo Baru Kabupaten Barru. Sampel penelitian ini adalah yang berusia ≥60 tahun yang menjalani rawat jalan di puskesmas Bojo Baru kabupaten Barru. Pengolahan Data Untuk memperoleh data tentang status gizi yaitu dengan melakukan pengukuran antropometri. dan tekanan darah pada usia lanjut di Puskesmas Bojo Baru Kabupaten Barru. sedangkan data asupan natrium dianalisis dengan menggunakan software Nutrisurvei. Mengetahui gambaran asupan natrium. Semua data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan narasi. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pola makan juga perlu diperhatikan mengingat hal tersebut dapat memicu terjadinya hipertensi.4 Hasil Penelitian Hasil penelitian berupa tabel distribusi frekuensi dan narasi.3 Tujuan Penelitian a. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah semua penduduk yang berusia lanjut di wilayah kerja puskesmas Bojo Baru kabupaten Barru tahun 2008.menganggap natrium hanya terdapat dalam garam saja padahal dalam jenis makanan tertentu juga mengandung natrium dalam jumlah yang besar.3 Metode Penelitian Rancangan Penelitian Merupakan penelitian dengan metode cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data status gizi dianalisis secara manual menggunakan kalkulator. 2. Data tentang asupan natrium diperoleh dengan melakukan wawancara menggunakan formulir recall 24 jam. status gizi. 2. 2. Untuk mengetahui hubungan antar variable dilakukan analisis statistic dengan menggunakan uji chi-square. Sedangkan data tekanan darah diperoleh dengan melakukan pengukuran menggunakan sphygmomanometer air raksa dan dilakukan oleh perawat.

Asupan Natrium Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar usia lanjut yang menjadi sampel dalam penelitian ini memiliki asupan natrium baik yaitu sebanyak 20 orang (40. dan sebanyak12 orang (24. sedangkan asupan natrium yang normal untuk usia lanjut ialah 4-6 gr per hari.0%).0%) tinggi.3 gr per hari. Rata-rata asupan natrium sampel tergolong tinggi yaitu 6. sebanyak 18 orang (36. Tekanan Darah . b.a.0%) rendah.

043). diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dengan tekanan darah pada usia lanjut di wilayah puskesmas Bojo Baru kabupaten Barru (p=0. Asupan Natrium Asupan natrium usia lanjut lebih banyak diperoleh dari garam dapur. makanan yang diawetkan. prevalensi hipertensi meningkat sampai 50%. akan tetapi metode tersebut hanya mampu menggambarkan kandungan natrium dari bahan makanan dan garam dapur. dll. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data asupan natrium pada penelitian ini adalah metode food recall serta wawancara tentang jumlah penggunaan garam dapur setiap masakan. Akan tetapi di Indonesia. malinkan terasa lezat dan gurih sehingga secara tidak sadar bisa keracunan natrium karena penambahan MSG/vetcin yang berlebih.8 mmHg untuk diastolic. Budiarso (2003) menyatakan bahwa sumber utama natrium di Negaranegara barat adalah garam dapur. 2. sumber lain yang lebih potensial adalah monosodium glutamate (MSG/vetcin).5 Pembahasan a. 1 gr garam dapur dapat membuat 1 mangkok sop atau mie menjadi asin. Sebaliknya 3 gr MSG/vetcin tidak terasa asin. Kadar natrium dalam 1 gr garam dapur setara dengan kadar natrium yang terkandung dalam 3 gr (1 sendok teh) MSG/vetcin. sedangkan kandungan natriium dari monosodium glutamate tidak dapat diketahui. Tekanan darah Rssum (2000) menjelaskan bahwa setelah usia 69 tahun.4 mmHg untuk sistolik dan 100. c.0%). disamping garam dapur dan ikan asin. sedangkan natrium dari bahan makanan tergolong sedikit. Hal ini mungkin dipengruhi penurunan fungsi fisiologis tubuh pada usia lanjut usia seperti penurunan elastisitas . b. Hubungan Asupan Natrium dengan Tekanan Darah Berdasarkan analisis statistic dengan menggunakan uji chi-square.0Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar usia lanjut memiliki tekanan darah tinggi yaitu sebanyak 28 orang (44. Rata-rata tekanan darah sampel yaitu 173. Hal tersebut disebabkan karena pada umumnya usia lanjut di wilayah puskesmas Bojo Baru kabupaten Barru jarang mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung natrium seperti makanan kaleng.

Saran : Usia lanjut diharapkan tetap harus mempertimbangkan menu makanan yang sesuai dengan usia serta zat gizi yang berimbang.8 gr/hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik 4 mmHg dan diastolic 2 mmHg. Natrium jika dikonsumsi lebih banyak dari kebutuhan tubuh akan meretensi lebih banyak air untuk mempertahankan pengenceran elektrolit sehingga cairan intestine bisa terakumulasi dan volume plasma meningkat. gagal ginjal. Masyarakat juga perlu untuk mengetahui kandungan natrium pada makanan yang akan dikonsumsi missal dengan melihat tabel nutrician fact pada bungkus makanan instan cepat saji.043). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan asupan natrium 1. namun juga pada MSG/vetcin. Hal itu kurang disadari baik oleh masyarakat yang hanya menilai bahwa natrium hanya terdapat pada garam dapur saja.0%) Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dengan tekanan darah pada usia lanjut di wilayah puskesmas Bojo Baru kabupaten Barru (p=0. Peningkatan volume plasma dapat meningkatkan tekanan darah terutama jika fleksiilitas pembuluh darah menurun oleh aterosklerosis (Basri. Pembatasan konsumsi natrium juga hars dilakukan guna mencegah hipertensi karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi berbahaya seperti gagal jantung. makanan instan. 2. 2003). dll. Hubungan Asupan Natrium dengan Tekanan Darah Salah satu factor yang mempengaruhi terjadinya hipertesi adalah asupan natrium. penurunan fungsi ginjal. makanan kaleng.pembuluh darah. c. Natrium bukan hanya banyak terdapat pada garam dapur. stroke. Selain itu konsumsi makanan juga memiliki pengaruh besar dalam menimbulkan tekanan darah tinggi seperti konsumsi tinggi garam. dan makanan yang berpengawet. Parsoedi (2002) menjelaskan bahwa konsumsi natrium berhubungan dengan kejadian hipertensi. dll. Selain .6 Kesimpulan dan Saran Kesimpulan : Usia lanjut memiliki asupan natrium tinggi (36%) Usia lanjut memiliki tekanan darah tinggi (56. dengan demikian dapat membatasi dan menghindari makanan yang mengandung natrium dalam jumlah besar. Disarankan asupan garam <6 gr/hari atau kurang dari 1 sendok teh penuh.

olahraga teratur.menjaga pola makan dan pembatasan asupan natrium. . dan istirahat teratur guna mencegah terjadinya hipertensi tersebut mengingat hipertensi bukan hanya dapat menyerang usia lanjut namun dapat dialami oleh berbagai golongan usia. diharapkan masyarakat juga menghindari stress yang berlebihan.

DAFTAR PUSTAKA .