BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelajaran pertama dari Teori Z adalah kepercayaan.

Produktivitas dan kepercayaan berjalan berbarengan, memang aneh kelihatannya. Untuk memahami hal tersebut, perhatikanlah perkembangan perekonomian Inggris selama abad ini. Perkembangan tersebut adalah saling tidak percaya antara serikat buruh, pemerintah dan manajemen. Suatu ketidakpercayaan yang telah melumpuhkan perekonomian dan telah menurunkan standar hidup Inggris ketingkat yang mengkuatirkan. Pelajaran penting lainnya dari Teori Z yang berasal dari praktek Jepang adalah pengabdian dan keluwesan. Hubungan antara manusia selalu mengalami perubahan dan rumit. Seorang mandor yang mengenal bawahannya dengan baik dapat memahami bawahannya, dapat memutuskan siapa yang dapat bekerjasama baik dengannya, dan dengan demikian dapat menyusun kelompok kerja dengan efektivitas maksimal. Pelajaran berikutnya adalah segi kemanusiaan. Bagaimana perasaan seseorang manusia yang diperlakukan dengan rasa tidak percaya dalam pekerjaanya, kalau dia berada di rumah? Sebaliknya, apakah merupakan suatu kebetulan bahwa Jepang tidak hanya merupakan suatu keberhasilan ekonomi, bahwa juga tingkat kecanduan alkohol, penyalahgunaan obat, dan bunuh diri adalah yang paling rendah diantara negara-negara industri? Apakah merupakan kebetulan semata-mata bahwa seorang wanita Jepang dapat berjalan sendirian di pusat Kota Tokyo di tengah malam tanpa takut akan ada orang yang mengganggunya. Atau apakah Jepang merupakan masyarakat manusia yang terjalin satu sama lainnya dalam banyak ikatan yang melahirkan rasa saling mempercayai satu sama lain, tumbuh untuk menghargai keluwesan dalam hubungan antar pribadi, dan dengan begitu dapat mencapai kehidupan yang produktif dan seimbang?. Akhirnya, keakraban juga merupakan pelajaran. Saling memperhatikan, dukungan, dan tidak mementingkan diri sendiri dalam hidup tumbuh dari

Untuk mengetahui perbandingan perusahaan Jepang dan perusahaan Amerika. dapatlah dibuat rumusan maslah sebagai berikut : 1. 6. Untuk mendeskripsikan cara menjalankan perusahaan Jepang. Kehilangan keakraban dalam keh idupan modern mencemaskan banyak pengamat sosial. Untuk memperoleh gambaran tentang langkah-langkah Teori Z. 5. B. penulisan makalah ini bertujuan : 1. Untuk mendapatkan gambaran mengenai filosofi perencanaan Untuk mengetahui siapakah yang berhasil. 3. 2. formal (cetak biru untuk dasar pandangan).hubungan sosial yang akrab. Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas. 4. Rumusan Masalah Bertolak dari paparan latar belakang di atas. proses tersebut akan berlangsung semakin cepat. Ahli sosiologi sejak lama mengatakan bahwa keakraban merupakan salah satu faktor penting dalam suatu masyarakat yang sehat. Untuk mengetahui organisasi Z. 3. Orang yang tidak membina suatu tanggung jawab bersama akan kehilangan rasa setia kawan bersama. 4. 2. 5. Bagaimanakah perbandingan perusahaan Jepang dengan perusahaan Amerika? Bagaimanakah cara menjalankan perusahaan Jepang? Bagaimanakah organisasi Z? Bagaimanakah langkah-langkah Teori Z? Bagaimanakah filosofi perencanaan formalnya (cetak biru untuk Siapakah yang berhasil? satu pandangan)? 6. Sekali keakraban dalam suatu masyarakat mulai berkurang. . C.

2. Bagi Penulis : Penulisan makalah ini dapat menambah wawasan dan penegetahuan tentang arti pentingnya mempelajari Teori Z.D. Bagi Pembaca : Makalah ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk mendalami kegunaan Teori Z bagi suatu organisasi. . Manfaat Penulisan 1.

Berikut ini abstraksi dari kedua model antara perusahan Jepang dan Perusahaan Amerika.Evaluasi cepat . Jadi kita akan berakhir dengan dua buah abstrak.Mekanisme-mekanisme pengawasan yang selengkapnya . masing-masing dengan sejumlah kecenderungan pokok yang meliputi pokok yang tidak selalu disadari dari suatu bentuk organisasi.Pekerjaan seumur hidup .Perhatian menyeluruh karier non yang Organisasi-organisasi Amerika .Mekanisme-mekanisme pengawasan yang jelas .Tanggung jawab kolektif .Tanggung jawab perorangan .BAB II PEMBAHASAN A. Jika kita melakukan ini.Pekerjaan jangka pendek .Jalur-jalur karier spesialisasi . Pemodelan adalah suatu usaha yang benar-benar untuk menerangkan segi-segi khusus dan penting dari sesuatu sehingga kita dapat dengan mudah mengerti keunikannya. KONTRASNYA Organisasi – organisasi Jepang . Organisasi di Jepang memperlihatkan ciri ini dalam kadar yang berbeda.Evaluasi dan promosi lamban .Perhatian yang terbagi-bagi dan promosi yang .Pengambilan keputusan secara perorangan . Tujuan menguraikan model organisasi Jepang adalah sebagai cermin untuk membandingkan dan lebih mengerti model Amerika.Jalur-jalur spesialisasi . maka yang kita temukan adalah bahwa model Amerika itu adalah lawan dari model Jepang dalam semua segi yang penting. Perbandingan Perusahaan Jepang dan Perusahaan Amerika Sebuah model suatu abtraksi dari kenyataan.Pengambilan keputusan secara kolektif .

Disamping itu. Sebagian perusahaan secara resmi telah menetapkan . Pengambilan Keputusan Barangkali ciri yang paling terkenal pada organisasi Jepang adalah pendekatan partisipatif dalam pengambilan keputusan. karena semuanya bertitik tolak dari pandangan yang sama. Dalam perusahaan Jepang. menceriterakan kisah dan mengenai peristiwa simbolik yang mengingatkan mereka pada keterikatan bersama terhadap nilai dan keyakinan tertentu. dan dalam rapat gereja. kantor pemerintah. karena manajer telah mengalami banyak fungsi selama bertahun-tahun. Biasanya. setiap orang dapat mengharapkan suatu tanggapan atau persetujuan tertentu tanpa perlu melakukan pembicaraan mengenai hal tersebut. Selama proses ini. kebersamaan ini memberikan suau bentuk komunikasi yang singkat. tapi sebagian besar tidak demikian halnya. suatu kelompok kecil yang terdiri tidak lebih dari delapan sampai sepuluh orang akan duduk bersama. membicarakan persoalan yang dihadapi dan mencari pemecahan yang mungkin. mereka mempunyai banyak pengalaman bersama. sejumlah kecil manajer melakukan cara ini secara naluriah dalam setiap perusahaan. karena keputusan ini diambil dalam suatu pembicaraan yang terbuka. Kelompok tersebut dapat dikatakan telah mencapai kesepakatan kalau kelompok tersebut akhirnya menyetujui suatu alternatif dimana setiap anggota kelompok dengan setulus hati akan mengatakan kepada setiap anggota tiga hal berikut :    Saya yakin bahwa anda memahami pandangan saya Saya yakin bahwa saya memahami pandangan anda Apakah saya menyukai atau tidak menyukai keputusan ini. Paling tidak.B. Cara Menjalankan Perusahaan Jepang Suatu kebudayaan organisasi berkembang kalau karyawannya mempunyai serangkaian pengalaman bersama sebagai media untuk menyampaikan berbagai hal. Gaya pengambilan keputusan partisipatif sekarang telah distandarisir di Barat. kelompok tersebut akan mempunyai satu atau lebih pimpinan yang cakap dalam mengatur hubungan antara berbagai orang sehingga perbedaan pendapat yang dalam dapat diselesaikan secara konstrulitif. saya akan mendukung keputusan ini.

merubah proses produksi. Membuat keputusan dengan cara seperti ini memerlukan waktu yang banyak. Yoshito dan Nori akan membentuk suatu tim secara kolektif yang bertanggung jawab untuk melakukan pembelian peralatan kantor. Sekelompok atau tim pekerja menerima tanggung jawab bersama untuk sejumlah tugas. Tapi ada sebab lain mengapa tanggung jawab bersama dilakukan dalam pengambilan keputusan. maka akan dicapai suatu proses pengambilan keputusan dan pemecahan persoalan partisipatif secara otomatis. Tapi kalu pendekatan ini bekerja baik. jasa-jasa perbaikan. Tapi yang dijalankan dalam sebuah organisasi Jepang jauh lebih mendalam dibandingkan pendekatan partisipatif. menghubungi kembali orang-orang yang berkepentingan. Walaupun kita heran kesenangan mereka tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab untuk suatu tugas tertentu. Tim tersebut akan mengulangi proses ini sampai suatu konsensus yang sebenarnya tercapai. atau kejadian penting lainnya. tapi sekali keputusan telah dicapai. yang berarti akan mengenai enam puluh sampai delapan puluh orang. Mereka mengetahui dengan jelas bahwa setiap orang dari mereka bertanggung jawab secara bersama-sama.pendekatan konsensus ini secara menyeluruh karena keunggulannya dalam banyak hal dibandingkan dengan pengambilan keputusan yang bersifat individu. setiap orang yang akan mencari akibatnya diikutsertakan dalam perbuatannya. dan setiap kali modifikasi penting dilakukan. Sistem ini juga tergantung pada kebiasaan melakukan rotasi pekerjaan. sehingga kebutuhan tenaga dalam jangka . setiap orang yang bersangkutan akan mendukungnya dengan sepenuh hati. Memang dalam sistem ini kadang-kadang ada sesuatu terlupakan karena setiap orang mungkin mengira hal tersebut telah dikerjakan orang lain. Dalam hal suatu keputusan untuk mendirikan pabrik baru. Mereka akan berpartisipasi dalam semua keputusan pembelian yang penting untuk semua barang dan jasa tersebut. Kalau keputusan yang penting harus diambil dalam sebuah organisasi Jepang. Sebagai perbandingan dalam sebuah perusahaan Jepang Mitsuo. dan mesin-mesin kantor. Ciri penting lainnya dalam pengambialn keputusan di Jepang adalah kekaburan yang disengaja mengenai siapa yang bertanggung jawab mengenai keputusan tersebut.

Sedangkan individualisme Barat menimbulkan konflik-konflik yang tetap C. pada pokoknya disatu padukan dan bergantung satu pada yang lainnya. Seperti halnya dengan ciri-ciri dalam sistem manajemen Jepang. Ketentaraan Amerika Serikat mempunyai selera yang sangat berbeda dengan IBM atau Eastman Kodak. Organisasi Z Setiap perusahaan tipe Z mempuyai kekhususannya sendiri. Perusahaan. dahwa kolektivisme jepang itu secara ekonomis efisien. Tetapi semuanya mempunyai ciri-ciri yang sangat mirip dengan perusahaan. dalam suatu arti maka norma Jepang tentang kolektivisme itu cocok bagi suatu susunan industri.pendek dapat diisi dari dalam tanpa harus menambah orang dan memberhentikan orang pada waktu kebutuhan seperti itu timbul dan berlaku. Segala sesuatu yang penting dalam hidup ini terjadi sebagai akibat dari kerja sama atau usaha kolektif. Interprestasi kedua. Kolektivisme menyebabkan orang-orang itu bekerja baik secara bersama-sama dan saling mendorong untuk usaha-usaha yang lebih baik. pengambilan keputusan terletak dalam suatu kerjasama yang komplek yang saling bergantung satu sama lain dan juga pada saling mempercayai dan keakraban yang tumbuh melalui kebersamaan Nilai Kolektif Mungkin sifat yang paling sukar orang Jepang bagi orang Barat untuk dapat dimengerti adalah orientasi yang kuat terhadap nilai kolektif. Dalam kehidupan. Tidak ada orang yang membangun sebuah mobil sendirian tidak ada orang yang menyelesaikan transaksi bank itu sendirian. terutama dalam hal pengertian tanggung jawab kolektif kesetiaan orang jepang pada normanorma kolektif itu adalah suatu achonisme (kejadian yang ditempatkan pada waktu yang salah) yang tidak cocok dengan industrialism modern tetapi membawa kesuksesan dengan kolektivisme itu.perusahaan tipe Z ini cenderung . Kehidupan industri memerlukan ketergantungan orang satu ada orang yang lain.perusahaan Jepang. Dalam pemikiran Jepang kolektivisme bukanlah suatu tujuan perusahaan atau pribadi untuk diperjuangkan atau sebuah slogan/semboyan untuk dikejar kewajaran hal-hal itu lah yang lebih bekerja sehingga tidak ada akibat yang terjadi sebagai hasil usaha-usaha perorangan.

perusahaanperusahaan mepertahankan pegawai-pegawai mereka setelah menempatkan modal dalam latihan-latihan mereka untuk berprestasi baik dalam satu lingkungan yang khas itu. tetapi jarang berpengaruh kuat dalam keputusan-keputusan besar. (d) kesukaran-kesukaran dalam penafsiran. (c) Teori dibelakang teori organisasi Z. Untuk memahami lebih dalam tentang organisasi Z ada beberapa aspek yang menjadi ciri khasnya.untuk memberikan pekerjaan. Untuk itu. Dalam suatu perusahaan tipe Z. Disini kita mengamati satu penyesuaian penting dalam bentuk Jepang. Perusahaan yang menimbulkan koordinasi yang lebih akrab diantara berbagai langkah dalam proses desain. (b) Hakikat perusahaan. Ini secara efektif menghasilkan ketrampilan-ketrampilan yang bersifat khusus. Hakikat . sering seumur hidup.perusahaan lain. perencanaan resmi manajemen dengan sasaran-sasaran. namun dalam perusahaaan. antara lain : (a) Gaya perusahaan.perusahaan khas tipe Z itu penuh dengan perlengkapan informasi dan akuntansi modern. dan distribusi. Sifat-sifat khas tugas ini yang menimbulkan hubungan kerja seumur hidup. dan semua mekanisme pengawasan resmi yang jelas melambangkan tipe A. juga menimbulkan proses evaluasi dan promosi yang relatif lamban. Jalur-jalur karier dalam perusahaan.perusahaan Z itu mekanisme-meksnisme dipelihara untuk sepenuhnya mengurusi informasi mereka. upah dan tantangannya ditempat lain. jangka panjang.perusahaan tipe Z itu memperlihatkan banyak “perpindahan” melintasi berbagai fungsi dan jabatanjabatan yang banyak dalam pindahan Jepang. walaupun hubungan kerja itu tidak dinyatakan secara resmi. Pegawai-pegawai cenderung untuk tetap pada perusahaan. Perusahaan. Seorang pegawai yang ikut serta dalam pengembangan “non-professional” semacam itu mengambil resiko bahwa keterampiranketerampilan akhir sebagian besar tidak akan laku di perusahaan . karena banyak dari keterampilan mereka itu adalah khusus untuk satu perusahaan itu dengan akibat bahwa mereka tidak dengan mudah menemukan pekerjaan yang sama. Karena itu maka pekerjaan jangka panjang itu mengikat pengembangan karier dengan cara yang gawat. yang jelas dan yang tidak jelas nampaknya berada dalam keadaan yang seimbang. pembuatan.

Kombinasi pembayaran bonus. Hubungan kerja seumur hidup berarti bahwa sebuah perusahaan besar atau badan pemerintah menerima karyawan baru sekali setahun. Hubungan kerja seumur hidup merupakan kebijaksanaan tunggal dan merupakan suatu tujuan manajemen. seperti faktor : saling percaya. Karyawan sementara. ketika orang-orang muda lulus dari sekolah menengah dan universitas. Lambatnya evaluasi dan promosi kelihatannya tidak dapat . Sedangkan segi lain dari hubungan kerja seumur hidup. Ketiga faktor utama tersebut menjadi penyangga yang cukup besar dalam menghadapi ketidakpastian. kecuali beberapa karyawan yang paling tinggi seperti managing director. Peran perusahaan satelit. Evaluasi dan Promosi Bagian yang komplek dan saling berkaitan dalam organisasi Jepang adalah pendekatan-pendekatan untuk evaluasi dan promosi. sehingga panjang umur menjadi meningkat. Untuk itu Jepang dalam beberapa dekade yang lalu telah sangat memperbaiki makanan. pada musim semi.dasar dari organisasi Jepang dan merumuskan suatu pedoman membandingkannya dengan perusahaan Barat. Perusahaan membayar bagi setiap karyawan yang menjalani pensiun sejumlah uang pesangon yang besarnya biasanya sebanyak gaji lima atau enam tahun. Penilaian formal baru akan diberikan kepada seorang karyawan. (b). kebersihan dan perawatan kesehatan. terutama pada perusahaan besar dan badan pemerintahan. apabila karyawan tersebut telah bekerja lebih dari sepuluh tahun dan tidak seorang pun akan memperoleh promosi yang lebih besar dari yang lalu. yaitu : (a). kesetiaan pada perusahaan. Hubungan kerja seumur hidup hanya mungkin sebagai suatu konsekuensi dari suatu struktur sosial dan ekonomi yang unik yang tidak terdapat di Amerika Serikat. Dari segi manajemen ada tiga faktor utama yang terkait luas dengan hubungan kerja seumur hidup. Tetapi tidak ada uang pensiun atau jaminan sosial. dan (c). karyawan baru tetap dipertahankan sampai masa pensiun (± umur 55 tahun). Hubungan Kerja Seumur Hidup Ciri yang paling menonjol pada organisasi Jepang adalah hubungan kerja seumur hidup. Sekali diterima. dan keterikatan pada suatu pekerjaan selama sebagian masa produktif seseorang.

mengikutsertakannya dalam berbagai keanggotaan kelompok. dibandingkan dengan pekerjaan yang selalu mengerjakan satu pekerjaan saja.Hubungan kerja seumur hidup – penilaian hasil kerja dan jenjang karir hanyalah menyinggung sebagian dari kondisi kerja yang mendorong karyawan Jepang untuk mencapai produktivitas yang luar biasa. langkah-langkah itu menggambarkan ringkasan pengalaman Ouchi dalam menerapan Teori Z dalam sebagian dari 500 perusahaan Fortune. Seperti yang diuraikan di sini dalam keseluruan proses tersebut mempunyai sasaran . dan lebih puas dengan pekerjaannya. Orang Amerika menginginkan umpan balik dan kemajuan yang cepat. walaupun perobahan pekerjaan tersebut tidak menyangkut promosi. sedang di Jepang tidak demikian. Jalur Karir Yang Tidak Sempit Segi yang seringnya diabaikan tapi sangat penting dari organisasi Jepang adalah pengembangan karir perorangan. Seorang teknisi mungkin bekerja pada mesin yang berlainan atau divisi yang berbeda setiap beberapa tahun sekali. Seorang insinyur listrik mungkin berpindah-pindah dari desain sirkuit ke fabrikasi ke perakitan. Organisasi di Jepang hanya menerima orang muda yang masih dalam tahap pembentukan hidup. Proses rotasi pekerjaan seumur hidup ini berlaku untuk semua karyawan pada banyak perusahaan Jepang. Tidak kurang pentingnya dari hal ini adalah bahwa fungsi manajemen dalam setiap organisasi dari pengambilan keputusan sampai sikap dan nilai menciptakan dukungan untuk melakukan operasi yang efisien D. dan tempat menunjukkan bahwa pekerja pada semua tingkat yang selalu menghadapi pekerjaan baru akan lebh bergairah dan produktif. dan dengan demikian menanamkan dalam dirinya bentuk pengabdian pada teman sekerja. Riset yang dilakukan oleh ahli manajemen pada MIT Colombia University.diterima sama sekali oleh kebanyakan orang Amerika. kepala kantor – dalam memulai perubahan ke Teori Z. dan semua manajer akan mengalami rotasi pada semua bidang kegiatan usaha. Langkah-langkah Teori Z Langkah-langkah yang akan diuraikan disini akan menuntun setiap orang – pegawai atau majikan.

Filosofi Perencanaan Formal Dasar/pondasi dari setiap perusahaan Z adalah falsafahnya. Banyak yang akan saling melengkapi sebab perubahan ke Teori Z. ini menyangkut keterampikal-keterampilan. Membangun perusahaan. seperti teori Z itu sendiri adalah menyeluruh. Sebuah falsafah adalah khusus bagi perusahaan Z. Adapun langkah-langkah yang dimaksud adalah :    Langkah pertama: Pahamilah organisasi Tipe Z dan peranan anda Langkah kedua : Periksalah falsafah perusahaan Anda Langkah ketiga Langkah keempat : Langkah kelima Langkah keenam Langkah ketujuh : Tentukanlah falsafah manajemen yang diinginkan Laksanakanlah falsafah itu dengan menciptakan : Kembangkan keterampilan antar manusia : Ujilah diri anda sendiri dan disitemnya : Sangkutkanlah serikat sekerja dan libatkanlah pemimpinnya  kedua-duanya susunan dan perangsangnya      Langkah kedelapan : Mantapkanlah pengerjaan Langkah kesembilan : Putuskanlah suatu sistem bagi evaluasi dan promosi yang lamban Langkah kesepuluh : Perluaslah pengembangan jalur karier Langkah kesebelas pertama : Mempersiapkan pelaksanaan untuk pada tingkatan    Langkah keduabelas : Carilah pengikutsertaan bidang-bidang melaksanakan  Langkah ketigabelas : Berilah pengembangan hubungan-hubungan yang menyeluruh (bulat) E.. dari orang-orang tetapi sebagian juga menyangkut penciptaan susunan-susunan baru.pengembangan kemampuan organisasi untuk mengkoordinasikan orang-orang. Sepanjang proses perubahan. bukan teknologi.perusahaan Z adalah . ingatlah kembali bahwa tidak ada dari langkahlangkah ini akan mengukuti suatu urutan 1 – 2 – 3 yang perses. perangsang-perangsang dan suatu falsafah manajemen baru. guna mencapai produkvititas sebagian.

Memperhalus dokumen hidup d. Semuanya adalah perusahaan-perusahaan . Etika pekerjaan / lingkungan g. Pembuatan suatu falsafah b. Karena itu. pengembangan suatu falsafah yang konsisten dari organisasi harus mulai dengan sebuah kumpulan norma-norma dan kepercayaan-kepercayaan dasar secara interen mantap satu dengan lainnya. Tentu saja. Falsafah-falsafah lainnya dapat diketemukan seutuhnya dalam appendix. jadi menjurus kearah kedua-duanya.penerapan prinsip-prinsip yang diungkapkan adal falsafah atas kehudupan kerja sehari-hari. Bab ini memuat contoh-contoh pernyataan-pernyataan falsafah korps. Mengunakan kecaman diri sendiri f. sebaliknya secara eksteren konsisten dengan kenyataan-kenyataan pasaran ekonomi dan lingkungan sosial. saya akan menyajikan uraianuraian singkat dari empat perusahaan. Membuat potongan-potongan pas e. tetapi yang masih harus dipahami adalah mengapa perusahaan-perusahaan tertentu berhasil baik sebagai Type Z. probuktifitas yang bertambah dan hubungan-hubungan yang mendukung dalam pekerjaan. Pada bagian ini cetakan-cetakan biru bagi suatu falsafah organisasi A sampai Z mencakup pembahasan tentang : a. Siapakah yang Berhasil : Beberapa Sejarah Kasus Z Pada saat ini kits mengetahui mengapa perusahaan-peruahaan Z itu berhasil baik. Lagi pula perkembangan kebudayaan organisasi ini sebagaian dapat menggantikan cara-cara memberi perintah yang birokratis dan mengawasi pekerja-pekerja secara ketat. bagaimana dalam babbab dimuka itu perusahaan-perusahaan menempatkan langkah-langkahnya dalam penggunaannya? Sebagai gantinya satu jawaban. dengan siapa saya sudah bekerja untuk melakukan transisinya menjadi Teori Z. Dengan kata lain. sebuah falsafah yang tidak dijalankan secara setia itu menjadi suatu pernyataan tanpa arti. sehingga pola-pola kelakuan dan interaksi kebudayaan akan tumbuh. Regu – regu intel F. Menyerahkan falsafah kepada pekerjaan c.

Mereka dimaksudkan untuk memberikan kepada anda suatu rasa bagi keanekaragamannya pendekatan-pendekatan terhadap perubahan dan suatu kesadaran akan prosesnya itu sendiri. sejarah-sejarah kasus ini bukannya cuma untuk menentukan pengujian ilmiah dari kegunaan Teori Z. umpamanya. akan diberikan perhatian khusus pada alasan mereka untuk menghendaki melakukan perubahan. Tentu saja. tetapi identitas-identitas mereka tidak akan diungkapkan. Walaupun selama beberapa tahun sudah dicoba bermacam-macam pendekatan terhadap pengikutsertaan tingkat pabrik pada Mead Paper. dan ada beberapa contoh percobaanpercobaan pada perubahan yang dewasa. aspek-aspek khas dari transisi mereka."FORTUNE 500". Mengubah satu pabrik adalah suatu masalah yang sungguh berbeda dengan merubah kebudayaan dari sebuah badan hukum yang utuh. Dalam masing-masing kasus. dan hasil-hasil dari percobaan itu. yang lebih luas ini baru-baru saja dilakukan. dan General Foods. Perubahan-perubahan kebudayaan dari A ke Z. ini bukan perkembangan-perkembangan diseluruh korps. sejauh mereka diketahui. TRW. .

Simpulan Dari hasil pembahasan makalah ini tentang Teori Z.Pengambilan keputusan secara kolektif . c.Pekerjaan jangka pendek .Evaluasi dan promosi yang lamban . Ciri penting lainnya dalam pengambilan keputusan di Jepang adalah kekaburan yang disengaja mengenai siapa yang bertanggung jawab mengenai keputusan tersebut. Organisasi Jepang menggunakan pendekatan partisipatif dalam pengambilan keputusan. Orientasi yang kuat terhadap nilai kolektif.Tanggung jawab kolektif . Menjalankan perusahaan Jepang yaitu dengan bertitik tolak dari pandangan yang sama. setiap orang dapat mengharapkan suatu tanggapan atau persetujuan tertentu. terutama dalam hal pengertian tanggung jawab.Jalur-jalur spesialisasi . Organisasi Z di Jepang mempunyai ciri yang paling menonjol adalah hubungan kerja seumur hidup. Perbandingan Perusahaan Jepang dengan Perusahaan Amerika Organisasi – organisasi Jepang .Mekanisme-mekanisme pengawasan yang jelas .BAB III PENUTUP A. terutama .Tanggung jawab perorangan .Perhatian yang terbagi-bagi b.Perhatian menyeluruh karier non Organisasi-organisasi Amerika . Hubungan kerja seumur hidup merupakan kebijaksanaan tunggal dan merupakan suatu tujuan manajemen.Jalur-jalur karier spesialisasi . dapat disimpulkan: a.Evaluasi dan promosi yang cepat .Mekanisme-mekanisme pengawasan yang selengkapnya .Pekerjaan seumur hidup .Pengambilan keputusan secara perorangan .

Filosofi Perencanaan Formalnya (cetak biru untuk satu pandangan) Dasar/pondasi dari setiap perusahaan Z adalah falsafahnya. Lambatnya evaluasi dan promosi yang ada di Jepang. Langkah-langkah Teori Z adalah :    Langkah pertama: Pahamilah organisasi Tipe Z dan peranan anda Langkah kedua : Periksalah falsafah perusahaan Anda Langkah ketiga Langkah keempat : Langkah kelima Langkah keenam Langkah ketujuh : Tentukanlah falsafah manajemen yang diinginkan Laksanakanlah falsafah itu dengan menciptakan : Kembangkan keterampilan antar manusia : Ujilah diri anda sendiri dan disitemnya : Sangkutkanlah serikat sekerja dan libatkanlah pemimpinnya  kedua-duanya susunan dan perangsangnya      Langkah kedelapan : Mantapkanlah pengerjaan Langkah kesembilan : Putuskanlah suatu sistem bagi evaluasi dan promosi yang lamban Langkah kesepuluh : Perluaslah pengembangan jalur karier Langkah kesebelas pertama : Mempersiapkan pelaksanaan untuk pada tingkatan    Langkah keduabelas : Carilah pengikutsertaan bidang-bidang melaksanakan  Langkah ketigabelas : Berilah pengembangan hubungan-hubungan yang menyeluruh (bulat) e. Bagian yang komplek dan saling berkaitan dalam organisasi Jepang adalah pendekatan-pendekatan untuk evaluasi dan promosi. Proses rotasi pekerjaan seumur hidup ini berlaku untuk semua karyawan pada banyak perusahaan Jepang.perusahaan Z adalah penerapan prinsip-prinsip yang diungkapkan adal falsafah atas . Sebuah falsafah adalah khusus bagi perusahaan Z. Membangun perusahaan.pada perusahaan besar dan badan pemerintahan . apabila karyawan tersebut telah bekerja lebih dari sepuluh tahun dan tidak seorang pun akan memperoleh promosi yang lebih besar dari yang lalu. Penilaian formal baru akan diberikan kepada seorang karyawan. d.

sehingga pola-pola kelakuan dan interaksi kebudayaan akan tumbuh. . f. kegairahan harus terdapat pada semua tingkat.kehudupan kerja sehari-hari. Sukses dalam Teori Z harus memenuhi syarat antara lain orang paling mampu yang tersedia harus dipilih untuk setiap tugas yang ada dalam organisasi. semua tingkat harus rela sebagai suatu kesatuan untuk mencapai tujuan bersama dan bekerjasama kalau ingin mencapai efisiensi dan keberhasilan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful