BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISI DIARE Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), Diare adalah penyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia. Di Indonesia, diare adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Sementara UNICEF (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan anak) memperkirakan bahwa, setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena diare. Di Indonesia, setiap tahun 100.000 balita meninggal karena diare Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi tubuh. Hal ini membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan orang tua.

PENYEBAB Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), memakan makanan yang asam,pedas,atau bersantan secara berlebihan, dan kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali mual dan muntah. Beberapa perilaku yang dapat meningkatkan risiko terjadinya diare pada balita( Depkes RI, 2007),yaitu :

7

1. Tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pertama pada kehidupan. Pada balita yang tidak diberi ASI resiko menderita diare lebih besar daripada balita yang diberi ASI penuh, dan kemungkinan menderita dehidrasi berat lebih besar. 2. Menggunakan botol susu, penggunaan botol ini memudahkan

pencemaran oleh kuman karena botol susah dibersihkan. Penggunaan botol yang tidak bersih atau sudah dipakai selama berjam-jam dibiarkan dilingkungan yang panas, sering menyebabkan infeksi usus yang parah karena botol dapat tercemar oleh kuman-kuman/bakteri penyebab diare. Sehingga balita yang menggunakan botol tersebut beresiko terinfeksi diare 3. Menyimpan makanan masak pada suhu kamar, bila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar, makanan akan tercermar dan kuman akan berkembang biak. 4. Menggunakan air minum yang tercemar. 5. Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak 6. Tidak membuang tinja dengan benar, seringnya beranggapan bahwa tinja tidak berbahaya, padahal sesungguhnya mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar. Selain itu tinja binatang juga dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

8

Entamoeba histolitica. PATOFISIOLOGI Istilah diare digunakan jika feses kehilangan konsistensi normalnya yang padat. madu). (4) keracunan yang dapat disebabkan. garam magnesium (antasida. Norwalk dan norwalk like agen dan adenovirus. E. Belantudium coli dan Crypto. Campylobacter dan aeromonas. b) virus misal: Rotavirus. (3) malabsorbsi. berbagai buah. Giardia labila. ikan. c) parasit. Penyebab diare secara lengkap adalah sebagai berikut: (1) infeksi yang dapat disebabkan: a) bakteri. (2) alergi. fruktosa (jeruk. Strongyloides. (5) Imunodefisiensi dan (6) sebab-sebab lain (Widaya. bacillus cereus. Blastsistis huminis. protozoa. Salmonela. misal: cacing perut. golongan vibrio. Hal ini biasanya berhubungan dengan peningkatan beratnya (pada lakilaki>235 g/hari dan perempuan>175g/hari) dan frekuensinya (>2 perhari).Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam golongan enam besar. Coli. tetapi yang sering ditemukan di lapangan adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan. Macam-macam diare: Diare osmotic : terjadi akibat asupan sejumlah makanan yang sukar diserap bahkan dalam keadaan normal atau pada malabsorbsi. 2004). Clostridium perfringens. Trichiuris. laktasif) serta anion. Zat yang tidak diserap bersifat aktif 9 . lemon. misal: Shigella. Staphyiccoccus aureus. a) keracunan bahan kimiawi dan b) keracunan oleh bahan yang dikandung dan diproduksi: jasat renik. buah-buahan dan sayur-sayuran. Ascaris. Termasuk dalam kelompok pertama adalah sorbitol(ada dalam obat bebas gula dan permen serte buah-buahan tertentu).

Diare sekretorik : dalam pemahaman yang lebih sempit terjadi jika sekresi Cl di mukosa usus halus diaktifkan. akan terjadi diare. Pada malabsorbsi karbohidrat. Akan tetapi. yang bersama-sama dengan air akan diserap di dalam kolon. Dan hal ini tergambarkan dalam beberapa percobaan. Kanal ini akan lebih sering membuka ketika konsentrasi cAMP intrasel meningkat. Aktivitas osmotic dari karbohidrat yang tidak diserap juga menyebabkan sekresi air. Toksin kolera menyebabkan diare massif (hingga 1000mL/jan) yang dapat secara cepat mengancam nyawa akibat kehilangan air. Hanya gas yang dihasilkan dalam jumlah besar yang akan memberikan bukti terjadinya malabsorbsi karbohidrat. Cl secara sekunder aktif diperkaya oleh pembawa simport Na-K-2Cl basolateral dan disekeresi melalui kanal Cl di dalam lumen. K dan HCO3. asupan zat yang tidak diserap sebesar 150 mmol dalam 250 mL air akan memulai sekresi air secara osmitik di duodenum sehingga volumenya meningkat hingga 750 mL. penurunan absorbsi Na di usus halus bagian atas menyebabkan penyerapan air menjadi berkurang . Pembentukan VIP (vasoactive intestinal peptide) yang berlebihan oleh sel tumor pulau pancreas 10 . bakteri di dalam usus besar dapat memetabolisme karbohidrat yang tidak diserap hingga sekitar 80 g/hari menjadi asam organic yang berguna untuk menghasilkan energi.secara osmotic pada usus halus sehingga menarik air ke dalam lumen. Namun. Di dalam sel mukosa . Misalnya. cAMP dibentuk dalam jumlah yang lebih besar jika terdapat misal laktasif dan toksin bakteri tertentu (kolera). jika jumlah yang tidak diserap >80 g/hari atau bakteri usus dihancurkan oleh antibiotic .

tidak nafsu makan. Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi empat kali atau lebih dalam sehari. juga terjadi kekurangan absorbsi aktif Na pada segmen usus yang direseksi. darah dan lendir dalam kotoran. penurunan nafsu makan atau kelesuan. panas. Selain itu. demam. badan lesu atau lemah. GEJALA Diare dapat menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit. Infeksi bisa secara tiba-tiba menyebabkan diare. rasa mual dan muntah-muntah dapat mendahului diare yang disebabkan oleh infeksi virus. tinja berdarah. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan serum elektrolit. yang normalnya diabsorbsi di ileum. muntah. dapat pula mengalami sakit 11 . Metabolit garam empedu yang terbentuk akan merangsang sekresi NaCl dan H2O dikolon. Akhirnya.juga menyebabkan tingginya kadar cAMP di mukosa usus sehingga mengakibatkan diare yang berlebihan dan mengancam nyawa yang biasa disebut dengan colera pankreatik Terdapat beberapa alasan mengapa diare terjadi setelah reaksi ileum dan sebagian kolon. Kehidupan bayi jarang dapat dipertahankan apabila defisit melampaui 15% (Soegijanto. Selain itu. 2002). terutama natrium dan kalium dan sering disertai dengan asidosis metabolik. akan mempercepat aliran yang melalui kolon (absorbsi air menurun). garam empedu yang tidak diserap akan dehidroksilasi oleh bakteri dikolon. Garam empedu. Setiap kehilangan berat badan yang melampaui 1% dalam sehari merupakan hilangnya air dari tubuh. yang kadang disertai: muntah.

gejala lain seperti flu misalnya agak demam. gelisah. 1986). mata dan ubunubun besar menjadi cekung. apalagi pada bayi sering memasukan tangan/mainan/apapun kedalam mulut. suhu tubuh meningkat. Kehilangan cairan akibat diare menyebabkan dehidrasi yang dapat bersifat ringan.Menurut Ngastisyah (2005) gejala diare yang sering ditemukan mula-mula pasien cengeng. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari. turgor berkurang. yaitu berat badan menurun. Dehidrasi merupakan gejala yang segera terjadi akibat pengeluaran cairan tinja yang berulang-ulang. nyeri otot atau kejang. nafsu makan berkurang. gejala muntah dapat timbul sebelum dan sesudah diare. gejala dehidrasi mulai nampak. tinja mungkin disertai lendir atau darah.perut dan kejang perut. 2007). seperti :Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Bermain dengan mainan yang terkontaminasi. dan sakit kepala. baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor. sedang atau berat. selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering. PENULARAN Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung. Dehidrasi terjadi akibat kehilangan air dan elektrolit yang melebihi pemasukannya (Suharyono. Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar mencucian dan pemakaian botol 12 . Gangguan bakteri dan parasit kadangkadang menyebabkan tinja mengandung darah atau demam tinggi (Amiruddin. serta gejala. Bila penderita kehilangan cairan dan elektrolit.

dan pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention) yang meliputi pencegahan terhadap cacat dan rehabilitasi (Nasry Noor. Peningkatan air bersih dan sanitasi lingkungan. sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang. perbaikan lingkungan biologis dilakukan untuk memodifikasi lingkungan.Pencegahan Primer Pencegahan primer penyakit diare dapat ditujukan pada faktor penyebab. lingkungan dan faktor pejamu. pencegahan tingkat kedua (Secondary Prevention) yang meliputi diagnosis dini serta pengobatan yang tepat.susu yang tidak bersih. 1997). 1. PENCEGAHAN Pada dasarnya ada tiga tingkatan pencegahan penyakit secara umum yakni: pencegahan tingkat pertama (Primary Prevention) yang meliputi promosi kesehatan dan pencegahan khusus. Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi. 13 . Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari pejamu maka dapat dilakukan peningkatan status gizi dan pemberian imunisasi. Untuk faktor penyebab dilakukan berbagai upaya agar mikroorganisme penyebab diare dihilangkan.

14 . Pencegahan Sekunder Pencegahan tingkat kedua ini ditujukan kepada sianak yang telah menderita diare atau yang terancam akan menderita yaitu dengan menentukan diagnosa dini dan pengobatan yang cepat dan tepat. obstipansia untuk menghilangkan gejala diare dan spasmolitik yang membantu menghilangkan kejang perut yang tidak menyenangkan. Sebaiknya jangan mengkonsumsi golongan kemoterapeutika tanpa resep dokter. 3.2. parasit. Prinsip pengobatan diare adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian oralit (rehidrasi) dan mengatasi penyebab diare. Obat diare dibagi menjadi tiga. bakteri. sampai radang. serta untuk mencegah terjadinya akibat samping dan komplikasi. 2006). pertama kemoterapeutika yang memberantas penyebab diare seperti bakteri atau parasit. Diare dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti salah makan. Pencegahan Tertier Pencegahan tingkat ketiga adalah penderita diare jangan sampai mengalami kecatatan dan kematian akibat dehidrasi. parasit. Pemberian kemoterapeutika memiliki efek samping dan sebaiknya diminum sesuai petunjuk dokter (Fahrial Syam. Pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan klinis pasien. Jadi pada tahap ini penderita diare diusahakan pengembalian fungsi fisik. Dokter akan menentukan obat yang disesuaikan dengan penyebab diarenya misal bakteri.

maka tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan. Usaha yang dapat dilakukan yaitu dengan terus mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga keseimbangan cairan. Mencoba menghentikan diare dengan obat seperti menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik 15 . Anak yang menderita diare selain diperhatikan kebutuhan fisik juga kebutuhan psikologis harus dipenuhi dan kebutuhan sosial dalam berinteraksi atau bermain dalam pergaulan dengan teman sepermainan. Diare akut dapat disembuhkan hanya dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan minuman / cairan yang cukup saja. karena biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kurang cairan. karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus. Pada tingkat ini juga dilakukan usaha rehabilitasi untuk mencegah terjadinya akibat samping dari penyakit diare. Yang perlu diingat pengobatan bukan memberi obat untuk menghentikan diare. PENGOBATAN Karena penyebab Diare akut / diare mendadak tersering adalah Virus. Rehabilitasi juga dilakukan terhadap mental penderita dengan tetap memberikan kesempatan dan ikut memberikan dukungan secara mental kepada anak.psikologis semaksimal mungkin.

Dan sembuh. Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh. untuk pengantian cairan anda dapat memberikan pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa). Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan yang masuk. • • Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda Penanganan Yang dehidrasi terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti biasa. Kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak gula. Bila sudah disertai muntah. Tetapi jangan menjadi bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari. Tapi bersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini. Yang terpenting pada diare adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasi. berkurang frekuensi nya dan sembuh. Karena sel2 usus yang dirusak oleh virus 16 .dari air ( watery) mulai berampas. • Dan yang paling terpenting adalah Membuat anak kembali kemakanan padatnya ( dan / atau susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang terbaik untuk mengobati diarenya. Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa asin ini. Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare mendadak ini adalah: • Ingat menghentikan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik. Karena biasanya berlangsung beberapa hari-14 hari. bahkan beberapa anak akan menolaknya. akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari .( 14 hari) dimana diare makin berisi .dan akan memperburuk saluran tersebut.

cholerae. gangguan imunologik. serta bakteri non-patogen yang tumbuh berlebihan.1 Kebiasaan Jajan Sembarangan Diare juga bisa karena enterotoksin atau racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium dan Staphylococcus yang menghasilkan endotoksin atau parasit.memerlukan nutrisi untuk pembentukan kembali. kanker pankreas.2 Faktor Makanan Yang Terkontaminasi Dengan Penyakit Diare 2. menimbulkan gejala yang hebat: demam tinggi. 2.l. Entamoeba hystolytica. dll. Diare bakterial atau invasif terjadi kalau bakteri dalam makanan yang terinfeksi masuk menyerbu ke dalam mukosa. tentu harus segera diobati. cacingan. Di situ bakteri memperbanyak diri. menghasilkan toksin yang selanjutnya diserap ke dalam darah. 17 . Yang terbanyak adalah diare karena infeksi bakteri E. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti biasanya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini. Salmonella sp. coli atau yang agak jarang Shigella.2. peradangan usus besar yang berkepanjangan. kerusakan mukosa usus. Supaya tidak mengakibatkan diare yang berkepanjangan (lebih dari 14 hari). V. a.eltor. V. Diare yang sifatnya kronik. kejang. mencret berdarah dan berlendir. bisa karena penyakit-penyakit seperti kanker usus besar.

Sebahagian besar kuman infeksius penyebab diare ditularkan melalui jalur oral. Speech. Kuman-kuman tersebut ditularkan dengan perantara air atau bahan yang tercemar tinja yang 18 . penulis Childhood. kebiasaan mengisap empeng juga bisa menimbulkan masalah bahasa dan pengucapan kata. 2. rahang atas secara refleks akan maju ke depan.2.Kebiasaan mencuci tangan Diare merupakan salah satu penyakit yang penularannya berkaitan dengan penerapan perilaku hidup sehat.2. Language. Sementara rahang bawah bergerak ke arah sebaliknya atau terdorong masuk ke mulut. Perubahan posisi gigi juga besar kemungkinannya terjadi jika anak mengempeng. menurut Patricia Hamaguchi.2 Kebiasaan Anak Mengempeng Penggunaan empeng hingga lebih dari usia dua tahun juga bisa memperparah kondisi tersebut. Banyak dampak kesehatan yang timbul pada anak dengan kebiasaan mengempeng. and Listening Problems: What Every Parent Should Know.Anak yang menggunakan empeng itu sering diare dan juga kurus karena kurangnya asupan gizi.3Faktor Prilaku Kebiasaan Anak Dengan Penyakit Diare 2. Dari badan kurus sampai diare.Karena saat mengisap empeng. Sementara itu.3. bahkan hingga anak memasuki usia sekolah. Tentunya ini akan menjadi lebih sulit dihentikan jika sudah menjadi kebiasaan.1. Hal lain yang ditakutkan adalah kegiatan mengisap empeng ini akan terus melekat.

mengandung mikroorganisme patogen dengan melalui air minum. Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun adalah perilaku amat penting bagi upaya mencegah diare. setelah menangani tinja anak. anak mempunyai risiko lebih besar terkena diare. Tinja anak. sebelum makan atau memberi makan anak dan sebelum menyiapkan makanan. terutama yang sedang menderita diare merupakan sumber penularan diare bagi penularan diare bagi orang lain. anak 19 . tangan memegang peranan penting. Tidak hanya anak yang sakit. Anak kecil juga merupakan sumber penularan penting diare. Kebiasaan mencuci tangan diterapkan setelah buang air besar. Pada penularan seperti ini. cara menyimpan makanan serta tempat keluarga membuang tinja anak (Howard & Bartram. Pemutusan rantai penularan penyakit seperti ini sangat berhubungan dengan penyediaan fasilitas yang dapat menghalangi pencemaran sumber perantara oleh tinja serta menghalangi masuknya sumber perantara tersebut kedalam tubuh melalui mulut. Kejadian diare makanan terutama yang berhubungan langsung dengan makanan anak seperti botol susu. 2003). Heller (1998) juga mendapatkan adanya hubungan antara kebiasaan cuci tangan ibu dengan kejadian diare pada anak di BetimBrazil. orang tua yang tidak mempunyai kebiasaan mencuci tangan sebelum merawat anak. Hubungan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare dikemukakan oleh Bozkurt et al (2003) di Turki. karena lewat tangan yang tidak bersih makanan atau minuman tercemar kuman penyakit masuk ke tubuh manusia.

4. Kebersihan perorangan penting untuk pencegahan.2. 1990).Kebiasaan memotong kuku Usaha pencegahan penyakit diare antara lain: menjaga kebersihan badan.. (1994) di Sumatera Selatan. Oleh karena itu cara membuang tinja anak penting sebagai upaya mencegah terjadinya diare (Sunoto dkk. memelihara kebersihan diri dengan baik seperti memotong kuku dan mencuci tangan sebelum makan.1 Pemberian air susu ibu (ASI) 20 . memakai alas kaki.4 Faktor Pengetahuan ibu Terhadap Penyakit Diare 2. Kuku sebaiknya selalu dipotong pendek untuk menghindari penularan kuman dan bakteri dari tangan ke mulut. kebersihan lingkungan dengan baik. membuang air besar di jamban (kakus). 2. 2. makanan dan minuman yang baik dan bersih. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aulia dkk. kebiasaan ibu membuang tinja anak di tempat terbuka merupakan faktor risiko yang besar terhadap kejadian diare dibandingkan dengan kebiasaan ibu membuang tinja anak di jamban.3.sehatpun tinjanya juga dapat menjadi carrier asimptomatik yang sering kurang mendapat perhatian.

ASI turut memberikan perlindungan terhadap diare. 2. risiko mendapatkan diare adalah 30 kali lebih besar dibanding dengan bayi yang tidak diberi ASI (Depkes. serta berikan ASI sesuai kebutuhan. ASI mempunyai khasiat preventif secara imunologik dengan adanya antibodi dan zat-zat lain yang dikandungnya. ASI saja sudah cukup untuk menjaga pertumbuhan sampai umur 4-6 bulan. air gula atau susu formula terutama pada awal kehidupan anak. Risiko relatif ini tinggi dalam bulan-bulan pertama kehidupan (Suryono. Bayi yang memperoleh ASI mempunyai morbiditas dan mortalitas diare lebih rendah. Memberikan ASI segera setelah bayi lahir. Untuk menyusui dengan aman dan nyaman ibu jangan memberikan cairan tambahan seperti air. pemberian ASI kepada bayi yang baru lahir secara penuh mempunyai daya lindung empat kali lebih besar terhadap diare dari pada pemberian ASI yang disertai dengan susu botol.ASI adalah makanan yang paling baik untuk bayi komponen zat makanan tersedia dalam bentuk yang ideal dan seimbang untuk dicerna dan diserap secara optimal oleh bayi. Pada bayi yang tidak diberi ASI pada enam bulan pertama kehidupannya. dan keduanya mempunyai risiko diare lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang sepenuhnya mendapatkan ASI.2 Mencuci tangan dan Peralatan Makan Anak 21 .4. 2000). 1988). Bayi dengan air susu buatan (ASB) mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang selain mendapat susu tambahan juga mendapatkan ASI.

Biasakan mencuci tangan memakai sabun dan air bersih yang mengalir sebelum menyiapkan makanan bayi dan anak balita. dan danau. setelah buang air besar. Selain dari peranan air sebagai kebutuhan pokok manusia. dan pemenuhan kebutuhan yang lain. maka untuk keperluan tersebut WHO menetapkan kebutuhan per orang per hari untuk hidup sehat 60 liter. mandi. Sumber air yang sering digunakan oleh masyarakat adalah: air permukaan yang merupakan air sungai.5. Air 22 . Air tanah yang tergantung kedalamannya bisa disebut air tanah dangkal atau air tanah dalam. sebelum memegang bayi. dan setelah membersihkan bayi dan anak balita dari buang air besar. minum. bahkan hampir 70% tubuh manusia mengandung air. Air dipakai untuk keperluan makan. 1984). juga dapat berperan besar dalam penularan beberapa penyakit menular termasuk diare (Sanropie.5 Faktor Sanitasi Terhadap Penyakit Diare 2.Karena memutus perjalanan dari penyakit tersebut. 2.Penyediaan air bersih Air adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. merebus/menyeduh botol susu bayi dan balita sebelum dipakai.1. Biasakan mencuci alat-alat makan dan minum dengan air bersih serta membilas dengan air matang sebelum dipakai.Dengan cara seperti ini dapat mengurangi resiko anak untuk terkena diare.

sumur gali. 1996). air sebagai penyebar mikroba patogen. Untuk pemenuhan kebutuhan manusia akan air. Peran air dalam terjadinya penyakit menular dapat berupa. Masyarakat yang terjangkau oleh penyediaan air bersih mempunyai 23 . sumur pompa tangan.angkasa yaitu air yang berasal dari atmosfir seperti hujan dan salju (Soemirat. bila jumlah air bersih tidak mencukupi. b) air tanah seperti air sumur. perlindungan mata air. dan sumur artesis (Sanropie. sarang insekta penyebar penyakit. maka dari sumber air yang ada dapat dibangun bermacam-macam saran penyediaan air bersih yang dapat berupa perpipaan. dan air sebagai sarang hospes sementara penyakit (Soemirat. mata air dan artesis. sehingga orang tidak dapat membersihkan dirinya dengan baik. dan untuk minum air harus di masak. Air harus ditampung dalam wadah yang bersih dan pengambilan air dalam wadah dengan menggunakan gayung yang bersih. Sumber air bersih harus jauh dari kandang ternak dan kakus paling sedikit sepuluh meter dari sumber air. Air dapat juga menjadi sumber penularan penyakit. a) air angkasa seperti hujan dan air salju. Dengan memahami daur/siklus air di alam semesta ini. c) air permukaan yang meliputi sungai dan telaga. penampungan air hujan. 1984). maka sumber air dapat diklasifikasikan menjadi. Untuk mencegah terjadinya diare maka air bersih harus diambil dari sumber yang terlindungi atau tidak terkontaminasi. 1996).

6 KERANGKA KONSEP VARIABEL BEBAS VARIABEL FAKTOR –FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIARE PADA BALITA PENYAKIT DIARE 1.FAKTOR PENGETAHUAN IBU 24 . 2. 1995).resiko menderita diare lebih kecil bila dibandingkan dengan masyarakat yang tidak mendapatkan air besih (Andrianto.FAKTOR KEBIASAAN ANAK 2.FAKTOR SANITASI 3.

25 .

26 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful