LPIC Gelar Pelatihan PTK bagi Guru Pelatihan ini mengambil temanya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk

Memperbaiki Kualitas Pembelajaran di Kelas. Dirut LPIC Kalbar, Wahyudi mengatakan tujuan dari pelatihan tersebut untuk membantu dan memotivasi guru-guru dalam melakukan penelitian. ”Karena kegiatan penelitian menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yang profesional. Laporan penelitian merupakan unsur penting dalam menunjang kenaikan pangkat guru. Bahkan laporan penelitian sebagai salah satu unsur karya pengembangan profesi guru dalam fortofolio Sertifikasi Guru,” jelas Wahyudi di Pontianak, Selasa (10/11). Ditambahkannya kenyataanya saat ini guru masih jarang melakukan penelitian. Alasannya beragam seperti kurang memiliki kemampuan dan pengalaman meneliti, keterbatasan waktu karena penelitian sering kali harus meninggalkan jam mengajar, penelitian membutuhkan dana yang besar, dan sebagainya. ”Padahal telah diciptakan formulasi penelitian yang sesuai untuk guru yakni Classroom Action Research atau yang lebih dikenal dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK),” imbuhnya. Walaupun telah diciptakan PTK menurutnya untuk mempermudah guru dalam melakuan penelitian, namun saat ini masih banyak guru yang belum melakukan PTK di dalam proses pembelajarannya di sekolah. Padahal banyak masalah yang timbul pada saat proses pembelajaran berlangsung yang dapat dijadikan masalah dalam PTK. “Bahkan belum banyak guru yang mengenal apa itu PTK. Kalaupun tahu, PTK masih dianggap sesuatu yang menakutkan dan sama sulitnya dengan menulis skripsi. Padahal PTK itu lebih mudah dari yang guru bayangkan. Oleh karena itu, LPIC Kalbar tertantang untuk menyelenggarakan Pelatihan PTK ini,” jelas Wahyudi. Dijelaskannya pelatihan PTK ini akan dilaksanakan selama 9 jam dengan materi PTK yang sangat lengkap yaitu: (1) PTK sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru untuk Kenaikan Pangkat dan Sertifikasi Guru; (2) Konsep PTK; (3) Penyusunan usulan/proposal PTK; (4) Pelaksanaan PTK; (5) Penyusunan laporan akhir PTK dan (6) Praktik penyusunan usulan/proposal PTK yang dibimbing langsung oleh fasilitator dari FKIP Untan yang ahli di bidang PTK.

pengkajian. Kegiatan dalam unsur pengembangan diri meliputi (a) menghasilkan KTI di bidang pendidikan. Nomor: 84/1993 Tanggal 24 Desember 1993. Pengembangan Profesi Guru. 3. teknologi dan keterampilan untuk peningkatan mutu baik bagi *) Disampaikan pada Pelatihan PTK Guru-guru SMPN 1 Karanganyar. Pengembangan profesi adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan. Guru dapat mengalami kenaikan pangkat mulai dari guru pratama golongan II/a sampai guru utama golongan IV/e (Soeprapto. dan (e) mengikuti pengembangan/ penyempurnaan kurikulum. 2008 **) Guru SMAN Colomadu Kra. dan (g) karya tulis terjemahan. dan (3) kurang termotivasi. (e) buku pelajaran atau modul. (f) diktat pelajaran. M. (d) menghasilkan karya seni. Karanganyar Proses Belajar Mengajar (PBM) dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan. menjabarkan besaran angka kredit sebagai berikut. B. (b) karya tulis tinjauan ilmiah gagasan sendiri. Berdasarkan Pedoman Penilaian KTI (1996/ 1997: 1-4) dijelaskan hal-hal sebagai berikut : 1. Berdasarkan ketiga hal tersebut menjadikan guru enggan dan cenderung melakukan aktivitas-aktivitas secara rutinitas. 84 Tahun 1993. . (2) guru pernah mencoba mengajukan tetapi dikembalikan karena dipandang belum memenuhi syarat. Jumbadi.Pd. (c) karya ilmiah populer. guru diwajibkan memperoleh nilai minimal 12 pada unsur Pengembangan Profesi Guru. IV-b keatas. Untuk kenaikan pangkat ke-Gol. 22-23 Des. merupakan salah satu unsur dalam usulan Penetapan Angka Kredit untuk kenaikan pangkat. (c) menciptakan alat peraga. Hal ini disebabkan karena adanya persyaratan yang cukup sulit untuk dipenuhi yaitu unsur pengembangan potensi bagi guru. (d) karya ilmiah sebagai pemrasaran dalam seminar. Pendahuluan Kenyataan di lapangan banyak guru yang menduduki kepangkatan IVa dibanding dengan jumlah guru yang menduduki kepangkatan di bawahnya. survey dan evaluasi. yang bisa ditempuh dengan penyusunan KTI yang berbobot angka kredit 12. Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan merupakan salah satu bentuk pengembangan Profesi Guru. Ketua Forum Ilmiah Guru(FIG) Kab. 01 Januari 2009 Makalah Pelatihan PTK PENGEMBANGAN PROFESI GURU MELALUI PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) *) Oleh: Drs. Pengembangan Profesi Guru Berdasarkan Kepmenpan No. (b) menemukan teknologi tepat guna di bidang pendidikan. 4. Semua itu dalam bidang pendidikan.Fenomena di atas menunjukkan bahwa dalam melaksanakan tugas termasuk mengurus nasibnya (kenaikan pangkat) guru lebih memilih yang mudah dilaksanakan meskipun bersifat statis/ tidak berkembang. 2005: 1). Jenis KTI meliputi (a) KTI hasil penelitian. Secara rinci lampiran Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.Kamis. **) A. Ada beberapa alasan mengapa guru tidak melakukan pengembangan profesinya antara lain (1) guru belum memahami substansi pengembangan potensi khususnya penyusunan KTI. 2.

Sedangkan 40% besaran angka kredit dibagi rata kepada para penulis pembantu. tetapi didokumentasikan di perpustakaan sekolah dalam bentuk makalah (setiap karya angka kredit 3.5) e. Karya (tulis) ilmiah hasil penelitian. 4) Tidak dipublikasikan. Tindakan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sengaja dirancang untuk dilakukan oleh siswa dengan tujuan tertentu. survey. Oleh karena tujuan PTK adalah memperbaiki mutu pembelajaran. Tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan dan kebudayaan yang disebarluaskan melalui media massa (setiap satu tulisan yang merupakan satu kesatuan angka kredit 2) d. dan atau evaluasi di bidang pendidikan 1) Dipublikasikan dalam bentuk buku (setiap buku angka kredit 12. 2) Dipublikasikan dalam bentuk majalah ilmiah (setiap karya angka kredit 4). 3) Tidak dipublikasikan. PTK berfokus pada proses belajarmengajar yang terjadi di kelas. 2) Dipublikasikan dalam bentuk majalah ilmiah (setiap karya angka kredit 6). maka kegiatan yang dilakukan haruslah berupa tindakan yang diyakini lebih baik dari kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan.a. 3) Tidak dipublikasikan. pengkajian. tetapi didokumentasikan di perpustakaan sekolah dalam bentuk buku (setiap buku angka kredit 8). tindakan yang diberikan kepada siswa harus terlihat kreatif dan inovatif. c. Bila karya tulis dibuat secara berkelompok atau tim. Karya penerjemahan buku pelajaran atau karya ilmiah yang bermanfaat bagi pendidikan (setiap buku/ karya ilmiah angka kredit 2. gagasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah (setiap kali penyajian angka kredit 2. . Diktat pelajaran (setiap diktat angka kredit 1) g.5). 4) Tidak dipublikasikan. b. Buku pelajaran atau modul 1) Bertaraf nasional (setiap buku angka kredit 5) 2) Bertaraf propinsi (setiap buku angka kredit 3) f. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. karena yang sudah dilakukan dipandang belum memberikan hasil yang memuaskan. dilakukan pada situasi alami. Hal yang khusus pada tindakan tersebut adalah adanya hal yang berbeda dari yang biasa dilakukan guru dalam praktik pembelajaran sebelumnya.5). Penulisan KTI Bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Salah satu bentuk KTI yang dianjurkan bagi guru adalah Penelitian tindakan Kelas (PTK). maka penulis utama berhak mendapat 60% dari besaran angka kredit di atas.5) Besaran angka kredit di atas hanya berlaku bagi karya tulis ilmiah yang dilakukan secara perorangan. tetapi didokumentasikan di perpustakaan sekolah dalam bentuk makalah (setiap karya angka kredit 4). C. Prasaran berupa tinjauan. tetapi didokumentasikan di perpustakaan sekolah dalam bentuk buku (setiap buku angka kredit 7). Karya tulis atau makalah yang berisi tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang pendidikan 1) Dipublikasikan dalam bentuk buku (setiap buku angka kredit 8). Dengan kata lain. Jumlah penulis pembantu sebanyak¬-banyaknya 5 orang.

peneliti perlu mencatat semua kejadian yang muncul akibat tindakan yang dilakukan. yang terdiri atas 4 unsur pokok. (b) tujuan penelitian. Bagian Pembukaan Halaman judul Halaman pengesahan Abstrak (jika diperlukan). Pada akhir bagian ini disampaikan secara singkat tentang sistematika penulisan laporan penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu yang dipentingkan dalam PTK adalah proses. menyusun usulan penelitian perlu dipersiapkan dengan maksimal oleh para peneliti agar ada pegangan untuk bertindak. Tujuan penelitian pada penelitian formal adalah ingin mengetahui membuktikan. sehingga hasilnya akan mampu menumbuhkan perubahan yang mengarah pada perbaikan proses pembelajaran. maksimal tiga alinea. maupun metodologi yang digunakan. sedangkan hasil tindakan merupakan konsekuensi logis dari ampuhnya tindakan. Contoh: Menumbuhkan Keberanian Mengemukakan Ide Pengerjaan Soal melalui Optimalisasi Satuan Pembelajaran Matematika Siswa Kelas 3 SMP 1 Karanganyar. Untuk penelitian yang akan meminta dana dan lembaga tertentu. PTK sedikitnya dilaksanakan dua siklus D. semua penelitian mempunyai awal yang sama yaitu adanya masalah dan adanya keinginan untuk memecahkan masalah tersebut. yaitu (a) Latar belakang subjek pada awal/permasalahan penelitian. mengembangkan model atau mencari perbedaan hubungan serta pengaruh dari satu/beberapa variabel terhadap variabel lainnya. tingkah laku ataupun kemampuan tentang aspek tertentu yang muncul. Laporan penelitian merupakan manifestasi dari kegiatan seorang peneliti yang sudah mencoba melakukan kegiatan penelitiannya berdasarkan proposal yang telah dipersiapkan. (c) prosedur penelitian.Untuk itu. jumlah siswa yang berani . Namun. baik setting/sasaran penelitian. agar dapat terdeteksi secara maksimal. variabel. sedangkan laporan adalah apa yang sudah dilakukan peneliti sehingga dapat terjadi adanya perbedaan pada kajian teori. dan (d) hasil penelitian. Usulan penelitian adalah apa yang akan dilakukan oleh peneliti. Jika dibandingkan dengan eksperimen adalah:Eksperimen melihat bagaimana efektivitas perlakukan. penyusunan proposal penelitian merupakan suatu keharusan dan mutlak harus ada. maupun metodologi dan hasil penelitian yang ditemukan. Pengulangan langkah dari setiap awal sampai akhir seperti itu disebut siklus. Untuk dapat melaporkan hasil kegiatan penelitian tersebut. Penyusunan Laporan PTK Ada perbedaan khusus antara penelitian fomal dengan penelitian tindakan kelas. agar diperoleh keyakinan akan keampuhan dari tindakan. ada yang mengharuskan hanya satu alinea. a. dasar permasalahan penelitian. hal ini sangat tergantung pada sumber data atau ketentuan selingkung dari penunjang dana atau pemesan.Untuk mengetahui keberhasilan tindakan tersebut maka harus dilakukan secara berulang-ulang. Perubahan apa yang tampak. Sedangkan tujuan penelitian tindakan kelas adalah adanya keinginan peneliti untuk memecahkan masalahnya melalui tindakan/intervensi yang sudah dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh. Ditulis dalam satu halaman. walaupun pelaksanaan penelitian itu akan didanai sendiri. Menurut pengamatan peneliti pada kelas 3C SMP 1 Karanganyar. sedangkan PTK melihat keterlaksanaan dan kelancaran proses tindakan. Untuk KTI guru. satu spasi. Abstrak merupakan kondensasi (pemadatan/sari) dari hasil penelitian. diperlukan adanya sistematika yang dapat dipakai sebagai pedoman untuk bahan informasi kepada pihak lain yang membutuhkan.

1. Masalah ini juga menguraikan bahwa masalah tersebut problematik/perlu/mendesak dipecahkan. Bagian Isi Pada bagian isi laporan memuat lima bab penting yang perlu diperhatikan. (Farida Nur ’aini. dan (3) jumlah siswa yang berani menyanggah/menyetujui ide guru meningkat dari 5% menjadi 53. Perubahan hasil belajar siswa (nilai harian) cenderung meningkat. diharapkan tiga indikator keberhasilan riset tindakan ini tercapai. Dengan memberlakukan tindakan di atas. Data (informasi) mengenai efektivitas tindakan dikumpulkan dari observasi kelas. (2) jumlah siswa yang berani menyetujui ide pengejaan tema meningkat dari 20% menjadi 35. II. tempat/setting. yaitu: (1) peningkatan motivasi. yaitu (1) sekurang-kurangnya 30% siswa berani mengemukakan ide pengerjaan soal. wawancara dengan guru. wawancara dengan siswa.5%). Serangkaian kegiatan ini disebut satu siklus. (2) peningkatan guru yang otoritatif. dan refleksi diri guru/siswa.29%. Uraikan bahwa masalah yang diteliti benar-benar nyata. ditemukan bahwa akar masalah adalah mutu proses pembelajaran yang belum mendorong siswa berani mengerjakan soal matematika. Oleh karena itu. yang meliputi kegiatan analisis faktor penyebab dan penetapan aksi. Upaya pemecahan masalah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) perencanaan tindakan perbaikan (planning'). dan (4) analisis efektivitas tindakan (reflecting). Validasi instrumen ditempuh melalui face validity dan critical reflection dari masing-masing kolaborator penelitian ini. Kata pengantar Daftar Isi Gaftar Gambar Daftar Lampiran Daftar Tabel (kalau ada) b. observasi kelas dan refleksi guru yang dilanjutkan dengan kolaborasi dengan teman sejawat.mengemukakan ide pengerjaan soal matematika cenderung sedikit (< 10%). dan (3) Optimalisasi penerapan satuan pembelajaran matematika. dan (3) lebih dari 10% siswa menyanggah/menyetujui ide pengerjaan guru. diharapkan siklus penelitian diperpanjang (dari 3 siklus ke 5 siklus) untuk mendapatkan signifikansi keterkaitan antara frekuensi siswa mengerjakan soal metematika di kelas dengan rata-rata hasil belajar. Bab dalam bagian isi adalah sebagai berikut.97%. Hanya jika dipaksa oleh guru siswa baru berani. pentingnya masalah dipecahkan dengan cara yang dilakukan. Menurut hasil wawancara dengan siswa. 2000). Fenomena ini merupakan salah satu keprihatinan guru yang periu segera dipecahkan. tujuan penelitian ini adalah peningkatan jumlah siswa yang berani mengemukakan ide pengerjaan soal matematika. angket. risikonya . (2) lebih dari 50% siswa menyetujui ide pengerjaan soal dari teman. (3) pengumpulan data (observing). (2) pelaksanaan tindakan (acting). berada dalam kewenangan guru/ peneliti. Hasil penelitian juga menunjukkan perubahan suasana kelas yang cenderung demokratis dan perubahan sikap guru yang lebih peduli terhadap suasana kelas Mengingat pelaksanaan penelitian oleh perubahan kalender akademik (liburan puasa). Latar belakang masalah. Bab I Pendahuluan Terlihat unsur-unsur berikut. Berdasarkan analisis data selama siklus I. dan III. dapat disimpulkan: (1) jumlah siswa yang berani mengemukakan ide pengerjaan soal meningkat (10%-42. deskripsikan data faktual awal yang menunjukkan terjadi masalah. Ada tiga tindakan yang menjadi fokus upaya pemecahan masalah.

Agar diuraikan tujuan penelitian yang ingin dicapai (umum dan khusus) sehingga tampak jelas indikator keberhasilannya.kalau masalah tersebut tidak segera dipecahkan. Kemukakan secara jelas manfaat bagi siswa. kajian pustaka disajikan untuk meningkatkan pemahaman yang lebih tinggi tentang masalah yang diteliti. Manfaat Penelitian. a) Subjek penelitian. f) Cara pengamatan (monitoring) g) Validasi data. Ada teori-teori terkait yang memberi arah/petunjuk tentang variabel permasalahan yang dipecahkan serta variabel tindakan yang digunakan untuk mengatasinya. yang dimaksud adalah problem statement (formulation). Bab III Metodologi Penelitian Bagian ini oleh Sagor (1992) disebut deskripsi proses penelitian. Indikator keberhasilan itu perlu ditulis karena akan menjadi target tindakan yang akan dilakukan. sedikit berbeda dengan research question yang ada dalam penelitian formal. tetapi tidak untuk membuktikan teori. tidak ada kebutuhan (tuntutan yang mendasar) untuk menguji teori yang sudah ada. dan feasible (dapat dilakukan dengan tidak ambisius). where. what. 1. atau dokumen sekunder masih dipakai untuk memperkuat dasar teori yang ada di bab ini. Ada usaha peneliti memberikan argumen teoretis bahwa tindakan yang diambil didukung oleh referensi yang ada sehingga secara teoretis tindakan tersebut memiliki dukungan. maupun komponen lain yang terkait. Data yang akan divalidasi. dianalisis. when. guru. Dengan demikian. 4. Tindakan yang dilakukan bersifat rasional. serta prasarana lainnya. Rumusan Masalah. artinya berbasis pada akar penyebab masalah. Dari uraian ini tergambar kerangka berpikir yang memberikan langkah dan arah penelitian tindakan. pada bab metodologi penelitian ini terlihat unsur-unsur berikut. ada tuntutan yang tinggi untuk menelaah secara luas/mendalam literatur terkait dengan permasalahan yang diteliti dan penelitian-penelitian sebelumnya. Jadi. Jadi. yaitu peneliti diharapkan mampu menuliskan atau menguraikan langkah-langkah penelitian secara jelas dan padat. how much/many). kemajuan yang . materi. Action tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu KBM.(seduai dengan jenis data).sedemikian sehingga terlihat unsur-unsur (who. dan dapat menggunakan literatur ataupun tulisan-tulisan tangan kedua. siklus yang akan dilakukan. 2.Agar ada konsistensi pada bab ini. Tidak dibenarkan bahwa laporan penelitian jauh berbeda dengan proposal yang pernah dirancang. yaitu rumusan masalah dalam kalimat pernyataan . Bab II Kajian Pustaka Pada penelitian formal (empiris). 2. artinya tindakan terdukung materi. peneliti harus melihat kembali proposal yang pernah disusun dengan lebih rinci dan lengkap. kajian pustaka hanya dimaksudkan untuk memberi guideline (petunjuk) bahwa suatu tindakan itu dibenarkan secara teoretis. Hipotesis tindakan (jika diperlukan).analisis data dan refleksi. 4. karena umumnya penelitian formal berasal dari hasil studi terhadap hasil penelitian sebelumnya. c) Desain (rancangan penelitian atau cara-cara pokok penelitian. Refleksi sangat diperlukan untuk mengetahui dampak tindakan. 3. Tujuan Penelitian. alat. waktu. Sedangkan pada penelitian tindakan kelas. Jadi. d) Jenis instrumen dan cara penggunaannya. dan media yang perlu dipersiapkan. Masalah tersebut penting diteliti: uraikan manfaat jangka pendek dan panjang apabila masalah tersebut berhasil diatasi.. 3. e) Pelaksanaan tindakan. b) Setting penelitian (tempat penelitian).

Diskripsi setting penelitian Berikan gambaran kondisi lapangan saat tindakan dilakukan. menyangkut berbagai aspek konsentrasi penelitian. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. 2008.sarana dan prasarana yang berlebihan 3. 2. 2008. Bab IV. DAFTAR PUSTAKA Harun. secara kualitatif maupun kuantitatif tentang semua aspek yang dapat direkam pada waktu awal penelitian. atau tidak adanya perubahan dengan berbagai alasan yang rasional dan logis. grafik. Permasalahan PTK terfokus tentang kegiatan pembelajaran di sekolah dimana guru mengajar 4. Bab V. Jika dapat dikuatkan dengan teori yang relevan maka dapat meningkatkan kualitas pembahasan hasil penelitian. serta dibahas tiap aspek yang diketahui adanya peningkatan. Pembahasan Rangkum hasil penelitian dari seluruh siklus dan semua aspek konsentrasi penelitian dengan diformulasikan ke dalam bentuk tabel. Daftar Pustaka LAMPIRAN-LAMPIRAN YANG PERLU E. Hal ini dapat dimengerti karena berbagai alasan antara lain adalah: 1. Simpulan Kemukakan simpulan yang diperoleh dari hasil analisis pada bab sebelumnya dengan memperhatikan perumusan masalah dan tujuan penelitiannya. 3. 2. Sajian data ini dapat dibuat dalam bentuk grafik/ tabel dengan diberikan berbagai penjelasan dan analisis data. Simpulan dan Saran 1.diperoleh. Jumbadi. Karanganyar : Dinas P dan K. maupun kelemahan yang ditemukan. PTK dilakukan secara kolaboratif. kemudian sampaikan saran. . Saran Saran untuk penelitian lanjut utarakan keterbatasan penelitiannya. PTK dilakukan di sekolah tempat guru mengajar (tanpa harus meninggalkan tugas mengajarnya ) 2. Makalah Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Guru SMP . Semarang: LPMP Jawa Tengah. Penutup Dari bermacam-macam jenis pengembangan profesi yang paling mungkin untuk dilakukan oleh guru ditingkat pendidikan dasar dan menengah adalah penulisan karya tulis ilmiah dari hasil Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian Sajikan dengan data lengkap dari setiap siklus. PTK tidak menuntut atau membutuhkan biaya yang besar karena relativ tidak membutuhkan alat. sehingga memberikan gambaran yang jelas perubahan/perbaikan yang diperoleh dari hasil kegiatan observasi. Kemukakan tahapan siklus berikutnya sesuai hasil analisis dan refleksinya. Makalah TOT Guru Pemandu.

Suhardjono. Jakarta: Depdikbud. Bumi Aksara. Makalah Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Guru SMP .Nuning Hidayah 2008. Lampiran: 1.2006. 2005. Contoh-contoh Judul PTK KONSELING BEHAVIORAL UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA KELAS XII-IPS 3 SMA NEGERI 12 BANDUNG PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TEAM GROUP TOURNAMENT ( TGT ) UNTUK MENUMBUHKAN MINAT DAN MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR BIOLOGI DI KELAS X. 2 SMA 1 CEPIRING PEMBELAJARAN DENGAN KOTAK BEKAS TEMPAT DISKET TRANSPARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI DIMENSI TIGA SISWA KELAS X-9 . Soeprapto. Suharsimi dkk. Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Karanganyar Makalah Lokakarya SMP N 4 Karanganyar. Jakarta.8 SMA NEGERI 22 JAKARTA UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V MELAUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA DAN HEWAN VERTEBRATA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MENCARI PASANGAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VI SDN 17 ARO IV KORONG KOTA SOLOK UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI PENDEKATAN STAD DENGAN PERMAINAN MONOPOLI INTERNASIONAL PADA SISWA KELAS XII SMAN 92 JAKARTA PENERAPAN SIMPLE SCIENTIFIC EXPERIMENT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X. Karanganyar: Dinas P dan K. Pengembangan Profesi Guru. Penelitian Tindakan Kelas. 1995.

SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2007/2008 PENGGUNAAN TEKNIK SCRAMBEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MEMBACASISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR ISLAM INTERNASIONAL (SDII) SURAKARTA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS RECOUNT SISWA KELAS VIII AKSELERASI SMP NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2006 / 2007 MELALUI PEMBIASAAN MENULIS BERITA AKTUAL PADA CHART TREE UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA KONSEP LISTRIK DINAMIS MELALUI PENDEKATAN DESKRIPSI ANALOGI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 MUNTILAN TAHUN PELAJARAN 2006/2007 Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam bidang pembelajaran dan penulisan karya ilmiah bidang pendidikan sangat penting dan bagi guru-guru yang sudah berada pada Golongan IV/A PTKkegiatan ini sangat diperlukan. Oleh karena itu. Seperti kita tahu. Keterbatasan guru baik waktu dan ’skill’ dapat diperoleh melalui keikutsertaan kita/guru dalam pelatihan PTK tersebut. konsep-konsep dalam menyusun sebuah laporan secara ilmiah. menulis merupakan keterampilan yang membutuhkan kompetensi tentang pemahaman. kesempatan ini sebaiknya dimanfaatkan oleh para guru khususnya di Wilayah Kecamatan Cilandak Jaksel. . Pelatihan ini akan memberikan berbagai materi dan metode bagaimana melaksanakan pemnbelajaran dan penulisan sebuah karya ilmiah berbasiskan pada kelas atau proses pembelajaran bidang pendidikan. Peltihan PTK ini dilaksanakan oleh PGRI Cabang Cilandak dengan para Instruktur Dosen-dosen dari Universitas Jakarta.