TUGAS PRAKTIK PEMBELAJARAN MIKRO LESSON STUDY

Ditujukan untuk memenuhi tugas matakuliah Mikro Teaching

Oleh : Fajar Latif Sidiq 100533405406 S1 PTI 2010 Offering B

S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
JANUARI 2013

M. Prof. seperti ceramah. lesson study dikenal dengan ”jugyokenkyu”. Rice. Dr. Penulis akan mencoba sekuat tenaga untuk menulis tentang klasifikasi metode mengajar menurut Prof. inkuiri. yaitu: (1) ekspositori. Rice tersebut. Lesson studi sama sekali bukan termasuk salah satu dari genre metode mengajar yang selama ini telah kita kenal. Amerika Serikat. profesor ilmu-ilmu sosial di Universitas Georgia. dan (4) proyek. Dr.Lesson Study bukan metode mengajar dan juga bukan model pembelajaran Hal ini penting untuk menunjukkan hakikat lesson study yang sebenarnya. Posisi tersebut membuat Amerika Serikat melakukan studi banding pembelajaran matematika di Jepang dan Jerman. Dari studi banding tersebut Tim Amerika Serikat menyadari bahwa . lesson study telah berkembang sejak abad 18 di negara Jepang. Konsep lesson study semakin berkembang pada tahun 1995 berkat kegiatan The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) yang diikuti oleh empat puluh satu negara dan ternyata dua puluh satu negara di antaranya memperoleh skor rata-rata matematika yang secara signifikan lebih tinggi dari skor rata-rata matemtika di Amerika Serikat. Keempat kelompok metode mengajar ini tidak akan dibahas dalam artikel singkat ini. yang keempat kelompok itu berada dalam satu kontinum yang terkait satu dengan yang lainnya. mengelompokkan metode mengajar dalam 4 (empat) klasifikasi.J. dan ”kenkyu” yang berarti study atau kajian. Dengan demikian lesson study merupakan proses pengkajian terhadap pembelajaran. yang merupakan gabungan dari dua kata yaitu ”jugyo” yang berarti lesson atau pembelajaran. dan masih banyak lag yang lain. agar jangan ada kesalahan dalam memahami apa sesungguhnya lesson study tersebut. Dalam Bahasa Jepang. tanya jawab. (3) pengolahan data. karena lesson study bukanlah metode mengajar atau pun model pembelajaran yang telah kita kenal selama ini.J. Sejarah Perkembang Lesson Study Jika ditelusuri jejak sejarahnya. lesson study tidak termasuk dalam kelompok metode mengajar tersebut. Sekali lagi. diskusi kelompok. M. (2) pengumpulan data.

konsep lesson study berkembang melalui program Indonesia Mathematics and Science Teacher Education Project (IMSTEP) yang diimplementasikan sejak sejak Oktober tahun 1998 di tiga IKIP. (2) IKIP Yogyakarta (sekarang bernama Universitas Negeri Yogyakarta. (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). lesson study akan sangat tepat apabila dapat diterapkan menjadi salah satu kegiatan di KKG dan MGMP. Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dariUniversity of Wisconsin mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study. tetapi juga mata pelajaran lainnya. sedangkan Jepang dan Jerman melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Oleh karena itu. Lesson study bak sebagai gadis manis yang banyak dipinang orang. Slamet Mulyana (2007) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study. Oleh karena itu. UPI). dan (3) IKIP Malang (sekarang menjadi Universitas Negeri Malang) yang telah bekerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency). para ahli pendidikan Amerika Serikat mengadopsi lesson study dari Jepang dan kemudian mengembangkannya di negara-negara lain.lesson study tidak hanya dilaksanakan pada mata pelajaran MIPA. Untuk ini. Sementara itu. dijumpai beberapa pendapat. yaitu : (1) Perencanaan (Plan).Amerika Serikat belum memiliki sistem untuk melakukan peningkatan mutu pembelajaran. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) melihat bahwa KKG dan MGMP menjadi wahana yang ampuh untuk meningkatkan kompetensi pendidik secara berkelanjutan. yaitu (1) IKIP Bandung (sekarang bernama Universitas Pendidikan Indonesia. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). yaitu: . UNY). Tahapan-Tahapan Lesson Study Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini. Di Indonesia. Perkebangan selanjutnya.

Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi . para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. mengumpulkan bukti-bukti dari pembelajaran siswa. dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana (2007) dan konsepPlan-Do-Check-Act (PDCA).1. Untuk lebih jelasnya. sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran. cara membelajarkan siswa. sementara yang lainnya melakukan pengamatan. dan sebagainya. 5. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa 6. Tahapan Perencanaan (Plan) Dalam tahap perencanaan. mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar. 3. 4. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study. mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran. 2. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study. seperti tentang: kompetensi dasar. Selanjutnya. di bawah ini akan diuraikan secara ringkas tentang empat tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study 1. secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan.

siswa-bahan ajar. 2.bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP. siswa-guru. tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru. 5. diantaranya: 1. 4. Tahapan Pelaksanaan (Do) Pada tahapan yang kedua. 3. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswasiswa. . yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. atau pengawas sekolah. terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama. dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang. dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama. siswa-lingkungan lainnya. kepala sekolah. pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. 2. baik pada tahap awal. tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study.

Oleh karena itu. Dalam menyampaikan saran-saranya. 3. sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. 4. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran. terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.6. Tahapan Refleksi (Check) Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya. pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan. semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan. 7. Tahapan Tindak Lanjut (Act) . Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. tidak berdasarkan opininya. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung. Selanjutnya.

katakanlah profesi kedokteran. Pada tataran individual. maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran. Sebagaimana profesi yang lain. berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru. Peningkatan kompetensi guru merupakan amanat UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. selaras dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. tetapi lebih merupakan kegiatan berkelanjutan. baik pada tataran indiividual. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan. dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study. Demikian juga guru. para dokter harus telah meningkatkan kompetensinya secara terus menerus mengikuti kemajuan dan perkembangan dalam ilmu kedokteran. dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study. baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik. yang dilaksanakan sesuai dengan konsepcontinuing professsional development (CPD). Pada tataran manajerial. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. Peningkatan Kompetensi Guru Peningkatan kompetensi guru merupakan upaya berkelanjutan. Salah satu kegiatan . maupun menajerial. Guru yang tidak pernah mau berusaha meningkatkan kompetensinya akan menjadi guru yang ”beku”. Upaya peningkatan guru bukan hanya kegiatan sesaat.Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran.

Keempat. Pertama. tetapi juga teknik penilaian yang digunakan dalam proses pembelajaran. hasil akhir yang diharapkan dapat diperoleh melalui lesson study ini adalah proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. melalui usulan tentang saran perbaikan yang diberikan oleh koleganya. Guru itu. juga melalui kreativitaskreativitas yang kemudian muncul dalam praktik pembelajaran. Dengan demikian. Ruang kelasnya tidak dikunci sendiri untuk tidak boleh menerima guru lain untuk melihat apa saja yang dilakukan guru itu setiap hari kerja dalam proses pembelajaran yang dilaksanakannya.yang sangat tepat untuk dapat dimasukkan dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tidak lain dan tidak bukan adalah lesson study. DAFTAR PUSTAKA . para guru akan dilatih untuk dapat mencoba untuk menghasilkan inovasi baru dalam pembelajaran. juga perlu melihat apa yang dilakukan koleganya dalam proses pembelajaran. Ada beberapa hal penting lain yang dapat diperoleh melalui kegiatan lesson study. para guru akan saling belajar dan saling bekerjasama dalam meningkatkan kualitas proses pembelajarannya melalui peningkatan pemahaman bukan hanya tentang materi. Ketiga. dengan praktik terbaik tersbut. media dan alat bantu pembelajaran. para guru akan lebih terbuka dengan dunia luar. Mengapa? Karena dengan lesson study. para guru akan melakukan proses pembelajaran secara kolegial dan bersama-sama untuk meningkatkan kompetensinya. yang dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa (student achievement). berdasarkan pengalaman-pengalaman yang diamati dalam beberapa tahapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. fokus kegiatan lesson study adalah kajian pembelajaran sehingga dapat menemukan praktik terbaik (best practices). Kedua. tetapi juga metode.

com/2011/05/03/pengertian-lesson-study/ diakses pada 3 februari 2013 http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/22/lesson-study-untukmeningkatkan-pembelajaran/ diakses pada 3 februari 2013 http://pembelajaranguru.wordpress.http://kkgtellobaru.com/2008/05/22/lesson-study-dasarpemikiran-penyusunan-perangkat-pembelajaran/ diakses pada 3 februari 2013 http://suparlan.com/44/2010/01/22/lesson-study-dan-peningkatan-kompetensiguru/ diakses pada 3 februari 2013 .wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times