UBI JALAR UNGU SEBAGAI STIMULATOR PENINGKATAN KEMAMPUAN ANGIOGENESIS PADA TIKUS YANG DIBERI LUKA

HALAMAN JUDUL Proposal Penelitian
diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran (S1) dan mencapai gelar Sarjana Kedokteran Oleh Achmad Hariyanto NIM 092010101062

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2012

Proses angiogenesis dikendalikan oleh growth factor angiogenik seperti VEGF. Pada ulkus diabetes terdapat gambaran fungsi dasar sel yang mengalami kegagalan wound healing.1 Latar Belakang Diabetes melitus (DM) merupakan penyebab terpenting terjadinya penyakit vaskular dan berhubungan dengan peningkatan resiko aterosklerosis. 2000). perbaikan jaringan pasca iskemia pada infark dan stroke. TGF. migrasi sel. Dari berbagai growth factor proangiogenik. permeabilitas vaskuler dan angiogenesis akibat defisiensi growth factor dan sitokin proangiogenik. et al.. serta penyakit mikrovaskuler diabetik. 1997. 2000).1. yang menyebabkan gangguan pada proses angiogenesis. Pada mencit diabetik. tingkat keparahan dari penyakit oklusi vaskular pada diabetes sebagian karena kegagalan perkembangan pembuluh darah kolateral. et al. PDGF dan beberapa growth factor lainnya (Ding. bFGF. Ulkus kaki diabetes merupakan komplikasi DM yang berkaitan dengan morbiditas akibat dari komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler. dengan resiko terjadinya kekambuhan dalam 5 tahun sebesar 70% dan 84% penyebab amputasi kaki penderita diabetes (Amos. patogenesis kanker. proliferasi sel. Komplikasi epitelialisasi. Kegagalan penyembuhan ulkus diabetes terjadi akibat terganggunya sejumlah proses dalam tahapan penyembuhan luka yaitu inflamasi. Ulkus kaki diabetes diperkirakan terjadi kurang lebih 15% dari semua pasien dengan diabetes. Secara klinis. ADA 2000). Penyembuhan luka pada diabetes menunjukkan terhentinya proses perbaikan luka dan penurunan kekuatan regangan dari penyembuhan luka (Brownlee. rheumatoid arthritis.. Angiogenesis memegang peranan penting dalam regenerasi jaringan. VEGF mampu menstimulasi proliferasi dan migrasi sel endotel pada pembentukan tabung pembuluh darah. 2005). DM menyebabkan kolagen munculnya proses gangguan mikroangiopati esensial lain pada dan makroangiopati serta neuropati. VEGF merupakan growth factor penting yang terlibat dalam pemacuan angiogenesis. deposisi matriks dan remodeling jaringan (Sushil. aplikasi topikal VEGF menunjukkan progresi pada . deposisi dan beberapa tahapan penyembuhan luka. Hal ini akan mempengaruhi proses angiogenesis penyembuhan luka pada kasus diabetes. VEGF memegang peranan paling dominan.

Rumusan Masalah: 1. 2004). Thum. Penurunan aktivitas VEGF pada ulkus diabetik..3. Bagaimana peranan ubi jalar ungu sebagai stimulator peningkatan rkspresi VEGF pada tikus model ulkus diabetes? 1. Tujuan dan Manfaat : .penyembuhan luka dan berperan dalam mobilisasi serta perekrutan progenitor vaskuler (Ding. Senyawa antosianin yang terdapat pada ubi jalar diketahui berfungsi sebagai antioksidan dan antihiperglisemik. Di Indonesia. 2003). sehingga akan dapat menambah nilai mutu dari ubi jalar ungu sebagai nutrisi yang kaya antioksidan. sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk bahan baku industri. 1. 89% produksi ubi jalar digunakan sebagai bahan pangan dengan tingkat konsumsi 7. maka penelitian ini perlu dilakukan. 2007).2. et al. Berdasarkan kemungkinan keterkaitan diabetes melitus dengan potensi ubi jalar ungu sebagai antioksidan dan pemicu angiogenesis serta kemudahan untuk didapatkan dan keamanan yang lebih tinggi. Karena itu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektifitas ubi jalar pada penyembuhan ulkus diabetik sangat diperlukan. mengakibatkan terjadinya abnormalitas angiogenesis (Thum.Utami. 2000 .9 kg/kapita/tahun. yaitu 110-210 mg per 100 gram (Suprapta. Ubi jalar ungu dengan efek antioksidannya menghalangi reactive oxygen spesies (ROS) yang merusak DNA dan menyebabkan mutasi (Maheswari. Penelitian tentang efektifitas ubi jalar dalam meningkatkan kemampuan angiogenesis belum pernah dilakukan. konsumsi ubi jalar di masyarakat cukup besar. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa umbi jalar ungu mengandung antosianin dengan kadar yang cukup tinggi. terutama saus. et al. dan pakan ternak. 2007). 2000. Bagaimana pengaruh ubi jalar ungu terhadap kadar gula darah tikus model ulkus diabetes? 2. Dengan demikian pada penelitian ini akan dilakukan pengujian terhadap efek langsung dari ubi jalar ungu sebagai stimulator peningkatan kemampuan angiogenesis pada tikus model ulkus diabetes..

2. Mengetahui pengaruh ubi jalar ungu terhadap kadar gula darah pada tikus model ulkus diabetes. 2. dapat mengungkap manfaat ubi jalar ungu bagi kesehatan terutama dalam meningkatkan kemampuan angiogenesis pada kasus ulkus diabetik sehingga ubi jalar ini mempunyai nilai tambah disamping sebagai bahan pokok makanan. Mengetahui peranan ubi jalar ungu sebagai stimulator peningkatan ekspresi pada tikus model ulkus diabetes. dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang manfaat konsumsi ubi jalar ungu sehingga dapat memberikan dampak terhadap frekuensi konsumsi ubi jalar ungu. dapat memberikan dorongan kepada para petani ubi jalar untuk meningkatkan mutu varietas ubi jalar.Tujuan: 1. Manfaat: 1. 3. .

2002. Tinjauan Pustaka/Kemajuan yang telah dicapai dan Studi Pendahuluan yang telah dilaksanakan 2. trauma oleh karena tekanan plantar yang meningkat dan deformitas sendi. defisiensi insulin bisa diakibatkan oleh kekurangan sekresi insulin dan hambatan kerja insulin pada reseptornya. 2. suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas. gangguan vaskuler perifer. Peningkatan kadar ROS akan advanced glycation end product (AGEs). 2003). ROS terjadi melalui empat mekanisme utama akibat hiperglikemi dan peningkatan yaitu.1 Studi Pustaka 2. dengan adanya insulin memungkinkan sel untuk menyerap gula di dalam darah.1.1 Diabetes dan Komplikasi Diabetes Mellitus Diabetes adalah penyakit kronis yang disebabkan karena kelainan metabolik oleh karena tingginya kadar gula darah (glukosa) di dalam darah.2 Patogenesis Ulkus Diabetes Patogenesis ulkus diabetes sebagai akibat komplikasi mikrovaskular dan makrovaskuler sangat kompleks. Gula darah di kontrol oleh insulin. Peran komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler diabetes adalah timbulnya neuropati dan gangguan vaskuler pada ulkus kaki berupa arteriosklerosis. Kombinasi peran dari neuropati (sensori. hexosamine pathway. Hiperglikemia akan menimbulkan ROS (Reactive Oxygen Species) yang akan memicu komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler. motorik). et al. peningkatan pembentukan kinase C (PKC). autonom.. 2007).1. pengaktifan protein isoform stimulasi pertumbuhan mempengaruhi aktivasi signaling pathway dan memicu apoptosis. Pada konsentrasi rendah ROS bermanfaat untuk dari sel dan mikroorganisme. infeksi dan .II. McAnuff. Suarez. peningkatan refluk polyol pathway. Kadar gula darah yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan organ dalam tubuh (ADA 2000. Kenaikan ROS yang sangat tinggi akan mengakibatkan kematian sel melalui mekanisme nekrosis (Bonnefont-Rousselot.

. yang memfasilitasi proses fisiologi perkembangan embrio. kerusakan kemotaksis yang berkaitan langsung dengan sintesis kolagen. kerusakan kontrol apoptosis sel. dan diperkirakan melibatkan kombinasi dari beberapa faktor tersebut. VEGF.. Gangguan penyebuhan ulkus kaki diabetes disebabkan oleh sejumlah faktor. lemak dan protein yang dihasilkan dari defisiensi atau tidak adanya insulin. et al. Faktor lain yang juga terlibat adalah perubahan dalam metabolisme karbohidrat.kegagalan penyembuhan luka akan menimbulkan ulkus kaki diabetes (Singh. pergerakan endotel vaskuler kedalam ruang perivaskuler. Faktor seluler tidak hanya satu-satunya faktor yang bertanggung jawab untuk lemahnya healing ulkus kaki diabetes. Global Burden. yang terdiri dari degradasi enzimatik pada membran dasar. Gambaran faktor seluler yang terlibat pada lambatnya penutupan luka antara lain. 2. Proses angiogenesis merupakan mekanisme yang kompleks. et al. reproduksi wanita dan penyembuhan luka. Dari 20 % pasien dengan ulkus kaki diabetik diakibatkan oleh aliran darah arteri yang tidak adekuat. dan 30 % ditimbulkan oleh keduanya (Amos. Abnormalitas stress biomekanik pada kaki lebih lanjut akan menjadi faktor yang berperan pada timbulnya ulkus kaki diabetes dan adanya trauma lokal. Suarez. 2007). 2000). Dalam proses angiogenesis distimulasi oleh beberapa faktor antara lain bFGF. 2002). dan PDGF. neuropati tungkai bawah yang memicu terjadinya perubahan bentuk kaki dan juga pembentukan kalus oleh karena hypohidrosis atau anhidrosis. lemahnya kontraksi yang kemungkinan akibat gangguan pada fenotip miofibroblas. dimana hiperglikemia memulai pada glikasi nonenzimatik (Hussain.1. 1997. efek pada sel darah merah. 50% mempunyai diabetik neuropati. 2001.3 Peranan Angiogenesis pada Penyembuhan Luka Diabetes Angiogenesis merupakan proses perkembangan kapiler baru dari pembuluh darah sebelumnya. TNFα. proliferasi dan pencocokan pada bentuk struktur tabung vaskuler serta pembentukan pembuluh darah baru. efek pada granulosit. Patofisiologi dan biomekanisme ulkus kaki diabetik pada umumnya disebabkan oleh kombinasi dari insufisiensi arteri pada tungkai bawah. Disamping itu .

VEGF-E. Dalam proses angiogenesis beberapa molekul pro angiogenik yang terlibat antara lain VEGF. VEGF diketahui sebagai inducer penting proses angiogenesis selama penyembuhan luka dan terjadi gangguan pada penyembuhan luka diabetik.terdapat inhibitor endogen seperti trombospondin. makrofag yang teraktivasi.4 Growth factor Proangiogenik dan Peranannya dalam Penyembuhan Luka Diabetes 2. Pada beberapa stadium perkembangan seperti pada perkembangan embrio.4. VEGF-B. migrasi dan tube formation di sel endotel. et al.1. IGF-I. 2005). VEGF-D. TGF-ß. FGF. 2003). sprouting. perlakuan dengan inhibitor angiogenesis endostatin menunjukkan lemahnya Penyembuhan luka.. semuanya VEGF umumnya memiliki domain 8 area yang dikarakteristik oleh residu sistein. VEGF-F dan placental growth factor (PlGF). Aplikasi topikal VEGF memulai penutupan luka pada model hewan coba yang mengalami kegagalan penyembuhan luka. 2. Pada mencit. Ekspresi VEGF diinduksi kuat oleh kondisi hipoksia melalui transcription factor hypoxia inducible factor-1. yang memegang peranan penting dalam regenerasi jaringan. FGF dan angiopoietin serta beberapa molekul anti angiogenik seperti platelet factor-4. tetapi kondisi tersebut . VEGF disekresi oleh berbagai tipe sel berbeda seperti neutrofil. cartilage derived inhibitor. IL-1B and IL-6. Rheumatoid Arthritis serta penyakit mikrovaskuler diabetik (Evans. perbaikan jaringan post iskemia pada infark dan stroke. angiogenesis diperlukan untuk suplai oksigen dan nutrient dan juga pemindahan produk sisa metabolisme. PDGF. VEGF-C. angiostatin. VEGF-A adalah molekul primer yang terlibat didalam angiogenesis dan vasculogenesis serta menyebabkan proliferation. Ekspresi VEGF diinduksi secara umum oleh growth factor lain serta sitokin seperti epidermal growth factor. keratinocyte growth factor. dan tissue inhibitor dari metalloprotease in vivo (Krankel. keratinosit dan fibroblas. wound healing dan siklus menstruasi. endostatin dan vasostatin menjadi target dari aplikasi klinik untuk beberapa patologi penyakit tertentu yang terkait pembentukan pembuluh darah baru. TNF-α. patogenesis kanker.1 Vascular Endothelial Growth factor (VEGF) Famili Vascular endothelial growth factor (VEGF) memiliki tujuh anggota antara lain VEGF-A.1. Angiogenesis merupakan proses pembentukan pembuluh darah baru dari pre-existing vasculature.

kanker. 2003). dan . antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan produk olahannya. 2004). dan terlalu lamanya fase inflamasi.. Selain itu. VEGF-C juga merekrut klinik sel dari inflamasi dan perfusi darah beberapa di proses mengekspresikan VEGFR-3. et al. Sedangkan antioksidan non enzimatik meliputi vitamin C. dan menurunkan kadar gula darah (antihiperglisemik) (Dalimartha. sehingga berperan dalam mencegah terjadinya penuaan. penurunan sekresi sitokin dan growth factor. Pada mencit diabetik.6 Peran Ubi Jalar Ungu pada Penyembuhan Luka Diabetes Ubi jalar merupakan jenis ubi yang cukup populer di Indonesia.1. Luka diabetik ditandai dengan kegagalan fungsi sel inflamasi. Hiperglikemia merupakan kondisi yang potensial untuk terbentuknya radikal bebas. vitamin E.menjadi terbalik ketika dilakukan terapi topikal dengan VEGF. Lingkungan mikro yang terlalu proteolitik akan memulai penurunan aktivitas VEGF di luka diabetik (Thum. Ketidakcukupan perfusi darah yang berpasangan dengan kegagalan angiogenesis menyebabkan komplikasi perbaikan jaringan di diabetes. Inflamasi diperlukan dalam proses penyembuhan luka. Kegagalan Kegagalan angiogenesis luka diketahui akan melemahkan penyembuhan luka. Beberapa kelompok antioksidan enzimatik antara lain superoxide dismutase.VEGF-C memacu angiogenesis dan limpangiogenesis di daerah luka secara signifikan dibandingkan dengan kelompok tanpa VEGF-C. Kepentingan secara Penyembuhan luka jaringan pada pasien diabetes adalah bukti bahwa terjadi iskemia lokal dan edema yang menghambat pengantaran suplai oksigen dan nutrien pada jaringan luka tersebut. Antioksidan diketahui dapat mencegah dan menangkal terjadinya radikal bebas. aplikasi topikal VEGF proses menunjukkan penyembuhan akselerasi dengan perbaikan luka kulit serta ulkus diabetes melibatkan sejumlah aspek. tetapi proses ini menjadi abnormal pada ulkus diabetes. et al. Secara umum antioksidan dibagi menjadi 2 golongan yaitu antioksidan enzimatik dan non enzimatik. Senyawa antosianin yang terdapat pada ubi jalar berfungsi sebagai antioksidan dan penangkap radikal bebas. mencegah gangguan fungsi hati. antihipertensi. menyebabkan kegagalan penyembuhan luka. memobilisasi dan merekrut progenitor vaskuler (Rehman. 2007).. 2. catalase dan glutathion peroxidase. dan penyakit degeneratif seperti arteriosklerosis.

Selain vitamin C dan vitamin E. beberapa flavonoid yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan terbukti berkhasiat antioksidan (Miller. 2003. Pengukuran kadar glukosa darah & kemampuan angiogenesis/VEGF pada tikus model ulcus diabetik 4. Pemberian ekstrak ubi jalar ungu pada tikus model ulcus diabetik yang diinduksi alloxan monohidrat 3. Analisis data . 2004). Pembuatan tikus model ulcus diabetik yang diinduksi alloxan monohidrat. 2.beta karoten (Utami. Senyawa antosianin yang terdapat dalam ubi jalar ungu berperan sebagai antioksidan yang akan memutus rantai radikal bebas sehingga proses apoptosis sel dapat dicegah. 1996). Dalimartha.2 Kemajuan yang telah dicapai dan Studi Pendahuluan yang telah dilaksanakan (ROAD MAP PENELITIAN) Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian ubi jalar ungu secara in vivo pada tikus model ulkus diabetes. Penelitian yang pernah kami lakukan adalah “Optimalisasi pembuatan tikus model diabetes mellitus”. 2. Hal ini akan berdampak pada kegagalan neovaskularisasi di jaringan luka. Road map yang akan kami lakukan adalah sebagai berikut: 1. Patomekanisme komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler pada diabetes terjadi akibat peningkatan kadar ROS (Reactive Oxygen Species). Akan tetapi peningkatan kadar ROS yang berlebihan akan mempengaruhi aktivasi jalur sinyal transduksi intraseluler dan memicu apoptosis. Salah satu komponen flavonoid dari tumbuh-tumbuhan yang dapat berfungsi sebagai antioksidan adalah zat warna alami yang disebut antosianin. pada konsentrasi rendah ROS bermanfaat untuk stimulasi pertumbuhan dari sel.

. eter timbangan. 3. kelompok 4: tikus ulkus diabetik dengan pemberian ekstrak ubi jalar ungu 0. ekstrak ubi jalar ungu. METODE PENELITIAN 3. pengaduk. kelompok 3: tikus ulkus diabetik dengan pemberian ekstrak ubi jalar ungu 0. untuk menghindari pengaruh hormone (estrogen) Tikus dewasa.BAB III. phosphate-buffered saline (PBS). Untuk memperoleh variabilitas dari tikus yang digunakan sebagai sample penelitian. sonde. dan kelompok 5: tikus ulkus diabetik dengan pemberian ekstrak ubi jalar ungu 0. Kriteria tikus yang digunakan sebagai model: • • • Tikus putih wistar jantan. yaitu berumur 8-12 minggu Berat badan kurang lebih antara 100 . gelas ukur.250 gr. alloxan monohidrat. nampan. hand scone.5 mg/hari/kg BB.2 ALAT DAN BAHAN PENELITIAN Bahan makanan tikus (BR-1). Jumlah tikus yang digunakan sebagai sample adalah 30 ekor yang terbagi dalam 5 kelompok. waskom. kelompok 2: kontrol positif (ulkus diabetik tanpa pemberian ekstrak ubi jalar ungu). maka tikus pada tiap kelompok diberi kesempatan untuk terpilih sebagai sample dengan cara randomisasi. neraca analitik. kandang tikus. antibody (sENDO) CD133.1 DISAIN PENELITIAN Penelitian ini bersifat eksperimental secara in vivo menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus strain Wistar) sebagai model. penggiling pakan. dan seperangkat alat bedah minor. antibody anti rat VEGF (Sigma).8 mg/hari/kg BB.2 mg/hari/kg BB. dimana tiap kelompok terdiri dari 6 ekor. Kelompok 1: kontrol negatif (tanpa pemberian ekstrak ubi jalar ungu).

5 cm dan kedalaman 0. Digunakan dosis 75 mg/kg BB sebanyak 1 Tikus dinyatakan diabetes bila telah mempunyai kadar glukosa lebih dari 110 mg/dl. yaitu tikus dimasukkan dalam kandang yang sudah disiapkan dengan diberi pakan biasa dan minum selama 3 hari.Menyiapkan kandang dari kotak plastik dengan tutup terbuat dari ram kawat.3 PROSEDUR PENELITIAN 1. dan didalamnya diberi sekam .2 cm dari permukaan dermal dengan menggunakan pinset. Untuk area luka dibuat dengan membuat garis luar pada bagian punggung tikus percobaan dengan methylene blue menggunakan sebuah penanda/pola berbentuk lingkaran. Tikus dianestesi secara intravena dengan 1 ml ketamine hydrochloride (10 mg/kg body weight) dan bulu dicukur pada kedua sisi dengan pencukur elektrik. pisau bedah nomor 11. dalam hal ini tikus putih (Rattus Norvegicus strain Wistar) • Dilakukan adaptasi setelah tikus diseleksi.Menyiapkan rak besi untuk penempatan kandang tikus . Farmakologi Fak. Luka dibiarkan tetap terbuka selama . Jember) . Untuk pembuatan luka tikus kemudian dianestesi selama sebelum percobaan pembuatan luka. Induksi alloxan monohidrat dan Pembuatan Luka Diabetik Metode pembuatan tikus model diabetites dilakukan dengan menginduksi yang diinjeksikan secara intravena . dan gunting ujung runcing. Proses pembedahan dikondisikan dibawah keadaan steril menggunakan anestesi ketamine (10 mg/kg body weight).3. Persiapan Kandang (Dilakukan di Lab. Kedokteran Univ. Persiapan Hewan Coba • Seleksi hewan yang akan digunakan sebagai model sesuai kriteria yang telah ditetapkan.Menyiapkan tempat minum tikus 2. Diameter luka (Ø) dibuat dengan ukuran 2. 1.

Perlakuan Ekstrak Ubi Jalar Ungu Ekstrak ubi jalar segar dibuat dengan mencuci dan mengupas ubi jalar ungu sampai bersih. 2. Potongan kulit dengan diameter luka (Ø) dibuat dengan ukuran 2.5 cm dan kedalaman 0. Sel ditetesi dengan first antibody yaitu Rabbit Anti-PI3-K Polyclonal Antibody (Sigma). .1 % Triton-X 100 dan diinkubasi selama 5 menit. Sel dicuci dengan PBS-T 3 x 5 menit.penelitian dan dikompres dengan NaCl 0. inkubasi dengan Streptavidine Peroxidase selama 30 menit suhu ruang. dkk. Sel dicuci dengan PBS-T 3 x 5 menit. 2002). selanjutnya jaringan diamati secepatnya menggunakan mikroskop. Homogenat lalu disaring menggunakan 3 lapis kain kasa dan dipanaskan pada suhu mendidih selama 45 menit. Ekstrak kemudian didinginkan dan siap digunakan untuk penelitian. 3. Jaringan dicuci dengan PBS-T 3 x5 menit. 2005).2 cm digunakan untuk sediaan pemeriksaan imunohistologi (Bancroft. Jaringan ditetesi dengan 0. Jaringan dibloking dengan 5% FBS selama 30 menit selama overnight pada suhu 4oC.9% (Ika. Jaringan diberi dengan second antibody IgG Biotin dan diinkubasi selama 1 jam pada suhu 4 oC. Jaringan dicuci dengan buffer dan inkubasi dengan kromogen DAB 10 menit. Jaringan dicuci dengan PBS-T 3 x 5 menit. 4. Dalam 100 gr ubi jalar kemudian ditambahkan 1 liter aquades dan dihomogenisasi dengan blender selama 5 menit. Jaringan kemudian dicuci dengan aquades dan counterstain. Pengukuran Kadar Gula Darah Tikus Evaluasi VEGF menggunakan Imonohistokimia Jaringan luka difiksasi dengan formalin kemudian dideparafinisasi untuk dibuat preparat. Jaringan dicuci dengan PBS-T 3 x 5 menit. Jaringan dicuci dengan PBS-T 3 x 5 menit. Jaringan ditetesi dengan 3% H2O2 dan diinkubasi selama 20 menit.

Sedangkan analisis jalur menggunakan Path analysis.Analisis Data. Data disajikan dalam mean±SD. . Untuk mengetahui perbedaan dan interaksi antar kelompok perlakuan digunakan analisis One way Anova SPSS versi 14 dan korelasi Pearson.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful