Di era golbalisasi menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk di sektor kesehatan.

Untuk itu kita perlu mengembangkan dan meningkatkan K3 disektor kesehatan dalam rangka menekan serendah mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan efesiensi. Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari karyawan/pekerja di sektor kesehatan tidak terkecuali di Rumah Sakit maupun perkantoran, akan terpajan dengan resiko bahaya di tempat kerjanya. Resiko ini bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat tergantung jenis pekerjaannya. Dari hasil penelitian di sarana kesehatan Rumah Sakit, sekitar 1.505 tenaga kerja wanita di Rumah Sakit Paris mengalami gangguan muskuloskeletal (16%) di mana 47% dari gangguan tersebut berupa nyeri di daerah tulang punggung dan pinggang. Dan dilaporkan juga pada 5.057 perawat wanita di 18 Rumah Sakit didapatkan 566 perawat wanita adanya hubungan kausal antara pemajanan gas anestesi dengan gejala neoropsikologi antara lain berupa mual, kelelahan, kesemutan, keram pada lengan dan tangan. Di perkantoran, sebuah studi mengenai bangunan kantor modern di Singapura dilaporkan bahwa 312 responden ditemukan 33% mengalami gejala Sick Building Syndrome (SBS). Keluhan mereka umumnya cepat lelah 45%, hidung mampat 40%, sakit kepala 46%, kulit kemerahan 16%, tenggorokan kering 43%, iritasi mata 37%, lemah 31%. Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja. HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN PELAKSANAAN K3 PERKANTORAN Ada beberapa hal penting yang harus mendapatkan perhatian sehubungan dengan pelaksanaan K3 perkantoran, yang pada dasarnya harus memperhatikan 2 (dua) hal yaitu indoor dan outdoor, yang kalau diurai seperti dibawah ini :
• • • • • • • • •

Konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanaannya. Jaringan elektrik dan komunikasi. Kualitas udara. Kualitas pencahayaan. Kebisingan. Display unit (tata ruang dan alat). Hygiene dan sanitasi. Psikososial. Pemeliharaan.

penggunaan Komputer.

PERMASALAHAN K3 PERKANTORAN DAN REKOMENDASI Konstruksi gedung :
• • • •

Disain arsitektur (aspek K3 diperhatikan mulai dari tahap perencanaan). Seleksi material, misalnya tidak menggunakan bahan yang membahayakan seperti asbes dll. Seleksi dekorasi disesuaikan dengan asas tujuannya misalnya penggunaan warna yang disesuaikan dengan kebutuhan. Tanda khusus dengan pewarnaan kontras/kode khusus untuk objek penting seperti perlengkapan alat pemadam kebakaran, tangga, pintu darurat dll. (peta petunjuk pada setiap ruangan/unit kerja/tempat yang strategis misalnya dekat lift dll, lampu darurat menuju exit door).

Kualitas Udara :
• • • • •

• • • • •

Kontrol terhadap temperatur ruang dengan memasang termometer ruangan. Kontrol terhadap polusi Pemasangan “Exhaust Fan” (perlindungan terhadap kelembaban udara). Pemasangan stiker, poster “dilarang merokok”. Sistim ventilasi dan pengaturan suhu udara dalam ruang (lokasi udara masuk, ekstraksi udara, filtrasi, pembersihan dan pemeliharaan secara berkala filter AC) minimal setahun sekali, kontrol mikrobiologi serta distribusi udara untuk pencegahan penyakit “Legionairre Diseases “. Kontrol terhadap linkungan (kontrol di dalam/diluar kantor). Misalnya untuk indoor: penumpukan barang-barang bekas yang menimbulkan debu, bau dll. Outdoor: disain dan konstruksi tempat sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan, dll. Perencanaan jendela sehubungan dengan pergantian udara jika AC mati. Pemasangan fan di dalam lift.

Kualitas Pencahayaan (penting mengenali jenis cahaya) :

• • • • •

Mengembangkan sistim pencahayaan yang sesuai dengan jenis pekerjaan untuk membantu menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. (secara berkala diukur dengan Luxs Meter) Membantu penampilan visual melalui kesesuaian warna, dekorasi dll. Menegembangkan lingkungan visual yang tepat untuk kerja dengan kombinasi cahaya (agar tidak terlalu cepat terjadinya kelelahan mata). Perencanaan jendela sehubungan dengan pencahayaan dalam ruang. Penggunaan tirai untuk pengaturan cahaya dengan memperhatikan warna yang digunakan. Penggunaan lampu emergensi (emergency lamp) di setiap tangga.

Jaringan elektrik dan komunikasi (penting agar bahaya dapat dikenali) : Internal
• • • • • • •

* Over voltage * Hubungan pendek * Induksi * Arus berlebih * Korosif kabel * Kebocoran instalasi * Campuran gas eksplosif

Eksternal
• • • • • •

* Faktor mekanik. * Faktor fisik dan kimia. * Angin dan pencahayaan (cuaca) * Binatang pengerat bisa menyebabkan kerusakan sehingga terjadi hubungan pendek. * Manusia yang lengah terhadap risiko dan SOP. * Bencana alam atau buatan manusia.

Rekomendasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perkantoran
• • • •

Penggunaan central stabilizer untuk menghindari over/under voltage. Penggunaan stop kontak yang sesuai dengan kebutuhan (tidak berlebihan) hal ini untuk menghindari terjadinya hubungan pendek dan kelebihan beban. Pengaturan tata letak jaringan instalasi listrik termasuk kabel yang sesuai dengan syarat kesehatan dan keselamatan kerja. Perlindungan terhadap kabel dengan menggunakan pipa pelindung.

Kontrol terhadap kebisingan :
• • • •

Idealnya ruang rapat dilengkapi dengan dinding kedap suara. Di depan pintu ruang rapat diberi tanda ” harap tenang, ada rapat “. Dinding isolator khusus untuk ruang genset. Hak-hal lainnya sudah termasuk dalam perencanaan konstruksi gedung dan tata ruang.

Display unit (tata ruang dan letak) :
• • • •

Petunjuk disain interior supaya dapat bekerja fleksibel, fit, luas untuk perubahan posisi, pemeliharaan dan adaptasi. Konsep disain dan dan letak furniture (1 orang/2 m?). Ratio ruang pekerja dan alat kerja mulai dari tahap perencanaan. Perhatikan adanya bahaya radiasi, daerah gelombang elektromagnetik.

• • • • •

Ergonomik aspek antara manusia dengan lingkungan kerjanya. Tempat untuk istirahat dan shalat. Pantry dilengkapi dengan lemari dapur. Ruang tempat penampungan arsip sementara. Workshop station (bengkel kerja).

Hygiene dan Sanitasi : Ruang kerja
• •

Memelihara kebersihan ruang dan alat kerja serta alat penunjang kerja. Secara periodik peralatan/penunjang kerja perlu di up grade.

Toilet/Kamar mandi
• • • •

Disediakan tempat cuci tangan dan sabun cair. Membuat petunjuk-petunjuk mengenai penggunaan closet duduk, larangan berupa gambar dll. Penyediaan bak sampah yang tertutup. Lantai kamar mandi diusahakan tidak licin.

Kantin
• • • • • •

Memperhatikan personal hygiene bagi pramusaji (penggunaan tutup kepala, celemek, sarung tangan dll). Penyediaan air mengalir dan sabun cair. Lantai tetap terpelihara. Penyediaan makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Pengolahannya tidak menggunakan minyak goreng secara berulang. Penyediaan bak sampah yang tertutup. Secara umum di setiap unit kerja dibuat poster yang berhubungan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kerja.

Psikososial
• • •

Petugas keamanan ditiap lantai. Reporting system (komunikasi) ke satuan pengamanan. Mencegah budaya kekerasan ditempat kerja yang disebabkan oleh : Budaya nrimo. Sistem pelaporan macet. Ketakutan melaporkan. Tidak tertarik/cuek dengan lingkungan sekitar. Semua hal diatas dapat diatasi melalui pembinaan mental dan spiritual secara berkala minimal sebulan sekali.

1. 2. 3. 4.

Melakukan corrective action apabila ada hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan. . psikososial. pemeliharaan maupun aspek lain mengenai penggunaan komputer. cahaya datang harus dari belakang. Kursi ergonomis (adjusted chair). Hindari cahaya yang menyilaukan. Lakukan peregangan. kualitas udara. Istirahat 5-10 menit tiap satu jam kerja. Pelatihan investigasi terhadap kemungkinan bahaya bom/kebakaran/demostrasi/ bencana alam serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi satuan pengaman. jarak layar dengan mata 30 – 50 cm. Olah raga di tempat kerja.• • • Penegakan disiplin ditempat kerja. Mengusulkan pada Pusat Promosi Kesehatan untuk membuat poster/leaflet. kualitas pencahayaan. Pemeliharaan • • • • Melakukan walk through survey tiap bulan/triwulan atau semester. Sudut pandang 15 derajat. dengan memperhitungkan risiko berdasarkan faktor-faktor konsekuensi. Jarak meja dengan paha 20 cm Senam waktu istirahat. Baik perhatian terhadap konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanannya maupun terhadap jaringan elektrik dan komunikasi. Rekomendasi untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perkantoran • • • Perlu membuat leaflet/poster yang berhubungan dengan penggunaan komputer disetiap unit kerja. display unit (tata ruang dan alat). Istirahatkan mata dengan melihat kejauhan setiap 15-20 menit. benar dan nyaman : Hal-hal yang harus diperhatikan : Memanfaatkan kesepuluh jari. sebelum memulai kerja. Penggunaan komputer yang bebas radiasi (Liquor Crystal Display). Menggalakkan olah raga setiap jumat. PENUTUP Dalam pelaksanaan K3 perkantoran perlu memperhatikan 2(dua) hal penting yakni indoor dan outdoor. Sudut lampu 45 derajat. kebisingan. pajanan dan kemungkinan terjadinya. hygiene dan sanitasi. Aspek K3 perkantoran (tentang penggunaan komputer) • • • • • • • • • • • • Pergunakan komputer secara sehat. Pelatihan tanggap darurat secara periodik bagi pegawai.

transportasi. 2. Perihal kesehatan cukup mudah untuk dipahami. Semua fasilitas ini tidak hanya menampilkan mutu. akan terdapat jiwa yang sehat. dsb. yang artinya dalam tubuh yang sehat. 3.materi hygiene & sanitasi Senin. akan tetapi factor yang sangat penting adalah menyangkut kenyamanan dan kepastian atau jaminan kebersihan untuk kesehatan sesuai tujuan orang menikmati fasilitas tersebut demi kelangsungan hidupnya yaitu “hygiene dan Sanitasi” (kesehatan dan kebersihan). Arti lain dari Hygiene ada beberapa yang intinya sama yaitu: 1.A. Suatu pencegahan penyakit yang menitikberatkan pada usaha kesehatan perseorangan atau manusia beserta lingkungan tempat orang tersebut berada. Keadaan dimana seseorang. sehingga pengguna jasa mendapatkan kenikmatannya sendiri dengan jaminan kesehatan. B. 4. makanan. Pada akhirnya terjadilah dalam usaha bisnis hotel. rohani dan social untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. restoran dan catering persaingan dalam kualitas atau mutu pelayanan yang mencakup kebersihan sebagai jaminan kesehatan. J. . Dalam pelayanan segala kebutuhan yang diperlukan telah siap sedia.H.A. Akan tetapi masih banyak juga orang yang sakit dan biasanya karena pola hidup mereka sendiri yang kurang baik dan kebiasaan yang kurang baik sehingga dapat melemahkan dan merusak tubuh. Dalam sejarah Yunani. restoran. seperti pelayanan akomodasi. kenyamanan saja. Menurut Gosh. serangga. Menurut Brownell. atau binatang lainnya. Hygiene Kata “hygiene” berasal dari bahasa Yunani yang artinya ilmu untuk membentuk dan menjaga kesehatan (Streeth. Untuk itu dalam mengelola seluruh fasilitas yang ditawarkan secara professional haruslah sesuai dengan aturan kesehatan yang berlaku. hygine adalah bagaimana caranya orang memelihara dan melindungi kesehatan. Ilmu yang mengajarkan cara-cara untuk mempertahankan kesehatan jasmani. hygiene adalah suatu ilmu kesehatan yang mencakup seluruh factor yang membantu/mendorong adanya kehidupan yang sehat baik perorangan maupun melalui masyarakat. citarasa masakan. Latar Belakang Ada pepatah yang mengatakan “Men Sana In Corpore Sano”. and Southgate. akan tetapi masih banyak orang yang sakit karena kurangnya pengetahuan tentang arti kesehatan ataupun karena lalai. 03 Agustus 2009 pengertian hygiene & sanitasi PENGERTIAN SANITASI DAN HYGIENE A. 1986). 5. fitness center. bar. Hygiene berasal dari nama seorang Dewi yaitu Hygea (Dewi pencegah penyakit). tempat kerja atau peralatan aman (sehat) dan bebas pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri.

Sedangkan hygiene adalah bagaimana cara orang memelihara dan juga melindungi diri agar tetap sehat. sanitation is the prevention od diseases by eliminating or controlling the environmental factor which from links in the chain of tansmission. Sanitasi : Usaha kesehatan prevenif yang menitikberatkan kegiatan kepada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang. Menurut Dr. Sanitasi Pengertian sanitasi ada beberapa yaitu: 1. Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. makanan. tempat kerja atau peralatan agar hygienis (sehat) dan bebas pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri. MPH. sedangkan hygiene ditujukan kepada orangnya.6. penerapan standar hgiene yang tinggi perlu dilakukan dalam mengolah makanan agar mampu memproduksi makanan yang aman untuk dikonsumsi. serangga. Dari beberapa pengertian tersebut di atas. sanitasi adalah cara pengawasan terhadap factor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan. atau binatang lainnya. 4. C. misalnya: Mencegah penyakit menular Mencegah kecelakaan Mencegah timbulnya bau tidak sedap Menghindari pencemaran Mengurangi jumlah (presentase sakit) Lingkungan menjadi bersih. hygiene menyangkut dua aspek yaitu: Yang menyangkut individu (personal hygiene) Yang menyangkut lingkungan (environment) Hygiene is a concept related to medicine as well as to personal and professional care practices related to most aspects of living although it is most often associated with cleanliness and preventative measures. maupun usaha kesehatan pribadi hidup manusia. sehat dan nyaman . Menurut Prescott. Jadi dalam hal ini sanitasi ditujukan kepada lingkungannya. 3. Menurut Ehler & Steel. merugikan dan bebas dari kerusakan. Menurut Hopkins. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Dalam industry makanan/catering. 5.Azrul Azwar. 2. sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Hygiene : Usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan individu. Beberapa manfaat dapat kita rasakan apabila kita menjaga sanitasi di lingkungan kita. Aman artinya bebas dari hal-hal yang membahayakan.

Ruang Lingkup Hygiene dan Sanitasi Ruang Lingkup Hygiene Masalah hygiene tidak dapat dipisahkan dari masalah sanitasi. yang dapat dilakukan dengan melalui peningkatan sanitasi lingkungan. Sedangkan upaya yang harus dilakukan dalam menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan adalah obyek sanitasi meliputi seluruh tempat kita tinggal/bekerja seperti: dapur. Di dalam Undang-Undang Kesehatan No. taman. baik yang menyangkut tempat maupun terhadap bentuk atau wujud substantifnya yang berupa fisik. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup kegiatan sanitasi di hotel meliputi aspek sebagai berikut: 1. atau biologis termasuk perubahan perilaku. Pengolahan sampah (refuse disposal) Meliputi hal-hal berikut : Cara/system pembuangan Peralatan pembuangan dan cara penggunaannya serta cara pemeliharaannya 3. Kebiasaan hidup bersih. kimia. Hygiene perorangan 2. ruang kantor. rumah dsb. Pengolahan makanan dan minuman (food sanitation) Meliputi hal-hal sebagai berikut: pengadaan bahan makanan/bahan baku Penyimpanan bahan makanan/bahan baku Pengolahan makanan Pengangkutan makanan Penyimpanan makanan . Penyediaan air bersih/ air minum (water supply) Meliputi hal-hal sebagai berikut: Pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas Pemanfaatan air Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui air Cara pengolahan Cara pemeliharaan 2. melalui lingkungan kerja antra perkantoran dan kawasan industry atau sejenis.D.23 tahun 1992 pasal 22 disebutkan bahwa kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat. Ruang lingkup hygiene meliputi: 1. public area. dan pada kegiatan pengolahan makanan masalah sanitasi dan hygiene dilaksanakan bersama-sama. bekerja bersih sangat membantu dalam mengolah makanan yang bersih pula. restoran. Kualitas lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia. Hygiene makanan dan minuman Ruang Lingkup Sanitasi Berdasarkan pengertiannya yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu upaya pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. melalui pemukiman antara lain rumah tinggal dan asrama atau yang sejenisnya.

Kesehatan dan keselamatan kerja Meliputi hal-hal sebagai berikut: Tempat/ruang kerja Pekerjaan Cara kerja Tenaga kerja/pekerja Diposkan oleh ain_jie di 00:41 Label: materi 1 . Pengawasan/pengendalian serangga dan binatang pengerat (insect and rodent control) Meliputi cara pengendalian vector 5.Penyajian makanan 4.

Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. permukaan air. pembuatan.• • Daftar Isi Dunia Naruto Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Lingkungan Hidup !!! Posted on 22 Januari 2010. Filed under: Gaya Hidup. peredaran.406 tahun 1910 yang dinilai sudah tidak memadai menghadapi kemajuan dan perkembangan yang ada. perdagangan. Peraturan tersebut adalah Undang-undang No. Undang-undang tersebut juga mengatur syarat-syarat keselamatan kerja dimulai dari perencanaan.13 tahun 2003. perkembangan pembangunan yang dilaksanakan tersebut maka disusunlah UU No. maka dikeluarkanlah peraturan perundangan-undangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pengganti peraturan sebelumnya yaitu Veiligheids Reglement. Dalam pasal 86 UU No. di dalam air maupun udara. Ilmu Pengetahuan | Tag:Ilmu Pengetahuan | kesehatan dan keselamatan kerja A. Sejalan dengan itu. baik di darat. dinyatakan bahwa setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri.14 tahun 1969 tentang pokok-pokok mengenai tenaga kerja yang selanjutnya mengalami perubahan menjadi UU No. Perkembangan pembangunan setelah Indonesia merdeka menimbulkan konsekwensi meningkatkan intensitas kerja yang mengakibatkan pula meningkatnya resiko kecelakaan di lingkungan kerja. STBl No. pengangkutan. didalam tanah. Hal tersebut juga mengakibatkan meningkatnya tuntutan yang lebih tinggi dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang beraneka ragam bentuk maupun jenis kecelakaannya. yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang ruang lingkupnya meliputi segala lingkungan kerja. Pengertian dan tujuan kesehatan dan keselamatan kerja Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya. .12 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. pemasangan. moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilainilai agama.

kebiasaan. merawat atau menyembuhkan gangguan kesehatan atau penyakit. pemeliharaan dan penyimpanan bahan. bukan sekedar “kesehatan pada sektor industri” saja melainkan juga mengarah kepada upaya kesehatan untuk semua orang dalam melakukan pekerjaannya (total health of all at work). biologik (virus.pemakaian. pencegahan kecacatan.konsep kesehatan kerja dewasa ini semakin banyak berubah. baik fisik. • Menurut Suma’mur (1976) Kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik. Oleh karena itu. microorganisme) dan sosial budaya (ekonomi. • Menurut blum (1981) ditentukan oleh empat faktor yakni : 1. pengobatan. pendidikan. Kesehatan Kerja Pengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai suatu kondisi fisik. agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. masih diperlukan upaya untuk memberdayakan lembaga-lembaga K3 yang ada di masyarakat. debu). Perilaku yang meliputi sikap. perawatan. perhatian utama dibidang kesehatan lebih ditujukan ke arah pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya penyakit serta pemeliharaan kesehatan seoptimal mungkin. penggunaan. 4. buatan) kimia (organik / anorganik. meningkatkan sosialisasi dan kerjasama dengan mitra sosial guna membantu pelaksanaan pengawasan norma K3 agar terjalan dengan baik. rehabilitasi. 2. atau mental. pelayanan kesehatan: promotif. Walaupun sudah banyak peraturan yang diterbitkan. barang produk tekhnis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. berupa lingkungan fisik (alami. namun pada pelaksaannya masih banyak kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya personil pengawasan. Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan. logam berat. Oleh karenanya. 3. sumber daya manusia K3 serta sarana yang ada. Status kesehatan seseorang. genetik. mental dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan juga menunjukan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan pekerjaannya. tingkah laku. Lingkungan. mental maupun sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/ gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum. Paradigma baru dalam aspek kesehatan mengupayakan agar yang sehat tetap sehat dan bukan sekedar mengobati. maupun sosial.pekerjaan). yang merupakan faktor bawaan setiap manusia. dan 4. 3. bakteri. A. terhadap • . dengan usaha-usaha preventif dan kuratif.

dalam istilah sehari hari sering disebut dengan safety saja. Pengistilahan Keselamatan dan Kesehatan kerja (atau sebaliknya) bermacam macam : ada yang menyebutnya Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) dan ada yang hanya disingkat K3. pesawat. Pengertian Kecelakaan Kerja (accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia. alat kerja. serta terhadap penyakit-penyakit umum. dan proses pengolahannya. 1990) : . 2. Bersifat teknik.penyakit penyakit/gangguan –gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja. Keselamatan Kerja Keselamatan kerja atau Occupational Safety. C. ada juga yang menyebutkan dengan istilah “near-miss” atau “near-accident”. merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Sasarannya adalah manusia b. Keselamatan kerja memiliki sifat sebagai berikut : a. Dari segi keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Bersifat medis. Tujuan K3 Tujuan umum dari K3 adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. dan dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health. landasan tempat kerja dan lingkungannya serta caracara melakukan pekerjaan (Sumakmur. Agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat. B. Ruang Lingkup K3 Ruang lingkup hyperkes dapat dijelaskan sebagai berikut (Rachman. bahan. D. merusak harta benda atau kerugian terhadap proses Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin. Agar sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan. Kesehatan kerja memiliki sifat sebagai berikut : a. 1990) : 1. 1993). Pengertian Hampir Celaka. adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yang sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia. Sasarannya adalah lingkungan kerja b. yang dalam istilah safety disebut dengan insiden (incident). Tujuan hyperkes dapat dirinci sebagai berikut (Rachman.

Semua pihak yang terlibat dalam proses industri/perusahaan ikut bertanggung jawab atas keberhasilan usaha hyperkes. dimana ada 4 Direktur : 1.Kasubdit Bina kelembagaan dan keahlian kesehatan kerja. Dalam bidang pengorganisasian Di Indonesia K3 ditangani oleh 2 departemen : departemen Kesehatan dan departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.instalasi listrik dan penangkal petir. Proses produksi Karakteristik dan sifat pekerjaan Teknologi dan metodologi kerja Penerapan Hyperkes dilaksanakan secara holistik sejak perencanaan hingga perolehan hasil dari kegiatan industri barang maupun jasa. maupun sosial. 2. UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja .Kasubdit Bina kelembagaan dan keahlian keselamatan ketenagakerjaan 4. 5. Direktur Pengawasan Kesehatan Kerja. Kebijakan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di era global 1. Dalam bidang regulasi Regulasi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah sudah banyak. Pengrajin. yang terdiri dari kasubdit . dll) 2. biologi.Kasubdit mekanik. Aspek perlindungan dalam hyperkes meliputi : Tenaga kerja dari semua jenis dan jenjang keahlian Peralatan dan bahan yang dipergunakan Faktor-faktor lingkungan fisik. diantaranya : 1.Kasubdit konstruksi bangunan.Kasubdit Kesehatan tenaga kerja. 1. Pada Depnakertrans ditangani oleh Dirjen (direktorat jendral) Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan. Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak 3. pesawat uap dan bejana tekan. 3. kimiawi. Pada Departemen Kesehatan sendiri ditangani oleh Pusat Kesehatan Kerja Depkes. Direktur Pengawasan Ketenagakerjaan 2. • • B. 4. Nelayan. Direktur Pengawasan Keselamatan Kerja. yang terdiri dari Kasubdit . 6. Dalam upaya pokok Puskesmas terdapat Upaya Kesehatan Kerja (UKK) yang kiprahnya lebih pada sasaran sektor Informal (Petani.• • Kesehatan dan keselamatan kerja diterapkan di semua tempat kerja yang di dalamnya melibatkan aspek manusia sebagai tenaga kerja. bahaya akibat kerja dan usaha yang dikerjakan.Kasubdit Pengendalian Lingkungan Kerja.

KepMenKes No 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. Dalam bidang pendidikan Pemerintah telah membentuk dan menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan tenaga Ahli K3 pada berbagai jenjang Pendidikan. dan psikologis kurangny/lemahnya pengetahuan dan ketrampilan/keahlian. Penyebab Dasar 1) Faktor manusia/pribadi. Pada beberapa Diploma kesehatan semacam Kesehatan Lingkungan dan Keperawatan juga ada beberapa SKS dan Sub pokok bahasan dalam sebuah mata kuliah yang khusus mempelajari K3. yaitu penyebab dasar (basic causes). 3.dll dan jurusan K3 FKM UI.2. C. Diploma 3 Hiperkes di Universitas Sebelas Maret 2. misalnya : 1. Pengertian Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor : 03 /MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan bahwa yang dimaksud dengan kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. Kecelakaan kerja 1. antara lain karena : . Strata 1 pada Fakultas Kesehatan Masyarakat khususnya peminatan K3 di Unair. Penyebab kecelakaan kerja Secara umum. 3. Keputusan Menaker No Kep 79/MEN/2003 tentang Pedoman Diagnosis dan Penilaian Cacat Karena Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja. 2. dan penyebab langsung (immediate causes) a. UI. misalnya di UGM. Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1976 tentang Kewajiban Latihan Hiperkes Bagi Dokter Perusahaan. ada dua sebab terjadinya kecelakaan kerja. 4. 6. Undip. antara lain karena : kurangnya kemampuan fisik. stress motivasi yang tidak cukup/salah 2) Faktor kerja/lingkungan. Starta 2 pada Program Pasca Sarjana khusus Program Studi K3. Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1979 tentang Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan K3 Bagi Tenaga Paramedis Perusahaan. UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan 3. 7. 5. Unair. Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja. UNDIP. mental.

tidak cukup standard-standard kerja penyalahgunaan b. Gagal untuk mengamankan. Penyebab Langsung 1) Kondisi berbahaya (unsafe conditions/kondisi-kondisi yang tidak standard) yaitu tindakan yang akan menyebabkan kecelakaan. Menggunakan alat dengan cara yang salah. Menggunakan alat yang rusak. Bekerja dengan kecepatan yang salah. Memindahkan alat-alat keselamatan. sehingga rata – rata setiap hari . Catatan PT Jamsostek dalam tiga tahun terakhir (1999 – 2001) terbukti jumlah kasus kecelakaan kerja mengalami peningkatan. Bahan. sementara kesadaran pengusaha terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) masih rendah. tindak-tanduk atau perbuatan yang akan menyebabkan kecelakaan. Data-data tentang Kecelakaan Kerja Soekotjo Joedoatmodjo. Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) menyatakan bahwa frekuensi kecelakaan kerja di perusahaan semakin meningkat. Untuk angka 2002 hingga Juni. Menyebabkan alat-alat keselamatan tidak berfungsi. yang lebih memprihatinkan pengusaha dan pekerja sektor kecil menengah menilai K3 identik dengan biaya sehingga menjadi beban. perlengkapan dan berang-barang/bahan-bahan.tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasan tidak cukup rekayasa (engineering) tidak cukup pembelian/pengadaan barang tidak cukup perawatan (maintenance) tidak cukup alat-alat. 2003) : Mengoperasikan alat/peralatan tanpa wewenang.456 kasus pada 1999 bertambah menjadi 98. alat-alat/peralatan rusak Terlalu sesak/sempit Sistem-sistem tanda peringatan yang kurang mamadai Bahaya-bahaya kebakaran dan ledakan Kerapihan/tata-letak (housekeeping) yang buruk Lingkungan berbahaya/beracun : gas. uap. misalnya (Budiono. misalnya (Budiono. dari 82. tercatat 57. 2003) : Peralatan pengaman/pelindung/rintangan yang tidak memadai atau tidak memenuhi syarat. debu. Sugeng. dll Bising Paparan radiasi Ventilasi dan penerangan yang kurang 2) Tindakan berbahaya (unsafe act/tindakan-tindakan yang tidak standard) adalah tingkah laku. asap.972 kasus.902 kasus di tahun 2000 dan berkembang menjadi 104. Kegagalan memakai alat pelindung/keselamatan diri secara benar. bukan kebutuhan.774 kasus pada 2001. Gagal untuk memberi peringatan. Sugeng.

kerja terjadi sedikitnya lebih dari 414 kasus kecelakaan kerja di perusahaan yang tercatat sebagai anggota Jamsostek. sehingga rata-rata setiap hari terjadi lebih dari 451 kasus kecelakaan kerja. 3. Beban Kerja berupa beban fisik. setiap tahun terjadi 1. dimana diperkirakan terjadi 160 juta penyakit akibat hubungan pekerjaan baru setiap tahunnya (Pusat Kesehatan Kerja. kesegaran jasmani. kerusakan atau kerugian yang dapat dialami oleh tenaga kerja atau instansi. Sedang kemungkinan potensi bahaya menjadi manifest. penggunaan mesin. yakni 5.id) Menurut International Labour Organization (ILO). Istilah hazard atau potensi bahaya menunjukan adanya sesuatu yang potensial untuk mengakibatkan cedera atau penyakit.gatra. keadaan gizi dan sebagainya. ukuran tubuh. maupun aspek psikososial. (www. seperti disebutkan diatas. lingkungan Kerja sebagai beban tambahan.000 kematian terjadi dari 250 juta kecelakaan dan sisanya adalah kematian karena penyakit akibat hubungan pekerjaan. Sedikitnya 9.kompas. Kapasitas Kerja yang banyak tergantung pada pendidikan. sehingga hampir setiap hari kerja terdapat lebih tujuh kasus meninggal dunia karena kecelakaan kerja. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk di sektor kesehatan. mental dan sosial sehingga upaya penempatan pekerja yang sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan 2. kimia. 71 kasus diantaranya cacat total tetap. serta meningkatkan produktivitas dan efesiensi. asalkan upaya pengendaliannya dilaksanakan dengan baik.321 orang.476 orang tenaga kerja.” ujarnya (www. kesehatan dan kinerja seseorang pekerja sangat dipengaruhi oleh: 1. Ia mengatakan dari 81. Ditempat kerja. Baik “hazard” maupun “resiko” tidak selamanya menjadi bahaya.5 persen dari kasus kecelakaan kerja mengalami cacat. alat dan bahan serta lingkungan disamping faktor manusianya. dalam melakukan pekerjaan perlu dipertimbangkan berbagai potensi bahaya serta resiko yang bisa terjadi akibat sistem kerja atau cara kerja. .169 kasus kecelakaan kerja. Djoko Sungkono menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada pada PT Jamsostek selama Januari-September 2003 selama di Indonesia telah terjadi 81. Sekitar 300. ergonomik. “Sementara tenaga kerja yang meninggal dunia sebanyak 1. Untuk itu kita perlu mengembangkan dan meningkatkan K3 disektor kesehatan dalam rangka menekan serendah mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja. baik berupa faktor fisik.1 juta kematian yang disebabkan oleh karena penyakit atau kecelakaan akibat hubungan pekerjaan. biologik. sehingga rata-rata dalam setiap tiga hari kerja tenaga kerja mengalami cacat total dan tidak dapat bekerja kembali.co.com) Direktur Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek (Persero). keterampilan. sering disebut resiko. sehingga hampir setiap hari kerja lebih dari 39 orang tenaga kerja mengalami cacat tubuh. 2005) Faktor Risiko di Tempat Kerja Berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan kerja.169 kasus kecelakaan kerja.

sekitar 1.505 tenaga kerja wanita di Rumah Sakit Paris mengalami gangguan muskuloskeletal (16%) di mana 47% dari gangguan tersebut berupa nyeri di daerah tulang punggung dan pinggang. kulit kemerahan 16%. Merupakan sarana utama untuk pencegahan kerugian. udara. dalam tanah. khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya.057 perawat wanita di 18 Rumah Sakit didapatkan 566 perawat wanita adanya hubungan kausal antara pemajanan gas anestesi dengan gejala neoropsikologi antara lain berupa mual.id> Definisi: Keselamatan yang bertalian dengan mesin. iritasi mata 37%. bahan dan proses pengolahannya. kebakaran. kesemutan. dalam air. alat kerja. pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiap tempat kerja. sakit kepala 46%. sebuah studi mengenai bangunan kantor modern di Singapura dilaporkan bahwa 312 responden ditemukan 33% mengalami gejala Sick Building Syndrome (SBS). Keselamatan Kerja Balai K3 Bandung <hiperkes@bdg. & ledakan.net. sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja. Dari hasil penelitian di sarana kesehatan Rumah Sakit. lemah 31%.centrin. Mencakup: Proses produksi & distribusi (barang & jasa) • Peranan keselamatan kerja Aspek teknis : Upaya preventif utk mencegah timbulnya resiko kerja Aspek Hukum : Sebagai perlindungan bagi tenaga kerja (TK) & orang lain di tempat kerja Aspek ekonomi : Untuk efisiensi Aspek sosial : Menjamin kelangsungan kerja & penghasilan bagi kehidupan yang layak . Di perkantoran.Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari karyawan/pekerja di sektor kesehatan tidak terkecuali di Rumah Sakit maupun perkantoran. • Sasaran Tempat kerja: darat. untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal. keram pada lengan dan tangan. Dan dilaporkan juga pada 5. Resiko ini bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat tergantung jenis pekerjaannya. kelelahan. hidung mampat 40%. tenggorokan kering 43%. akan terpajan dengan resiko bahaya di tempat kerjanya. Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Keluhan mereka umumnya cepat lelah 45%. cacat & kematian sebagai kecelakaan kerja. pesawat. tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan kerja. landasan. permukaan air.

-Penyebab langsung: Kecelakaan yg bisa dilihat & dirasakan langsung Penyebab Dasar: (basic cause) • Penyebab langsung: . keluhan & kesedihan.Unsafe acts & sub-standard practice • Unsafe conditions & sub-standard conditions (kondisi berbahaya): keadaan yang tidak aman pada hakekatnya dapat diamankan/diperbaiki . tapi segera berpegangan pada pagar pengaman. • Hampir celaka (near miss): Suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan.Ventilasi kurang .Peralatan/bahan yang tidak seharusnya -Penerangan kurang/berlebih . melainkan ada penyebabnya. salah satu indikasinya: Kecelakaan kerja (2005): 96. Kerugian kecelakaan kerja (5K): kerusakan. cermat. kekacauan organisasi. • Penyebab kecelakaan manusia.Unsafe conditions & sub-standard conditions . tertib. dalam kondisi yang sedikit berbeda dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Kecelakaan dapat dicegah atau dikurangi dengan menghilangkan atau mengurangi penyebabnya. & penuh tanggung jawab. lingkungan . Contoh: seseorang yang hampir terpeleset.Pengaman yang tidak sempurna . • Kesadaran akan keselamatan masih rendah.Tindakan yang tidak aman (85%) • Konsep modern manajemen keselamatan: Sebab-sebab kecelakaan: Secara umum ada 2 penyebab terjadinya kecelakaan kerja.000 kasus di Indonesia • Kecelakaan tidak terjadi secara kebetulan.Kondisi yang tidak aman (15%) . Kecelakaan adalah kejadian yang tidak terduga dan tak diharapkan.081 kasus di Indonesia Kecelakaan kerja (2006): 92.Aspek kultural : Mendorong terwujudnya sikap & perilaku yang disiplin. kreatif. mesin. kelainan & cacat. kematian. inovatif.

Mengalihkan perhatian (mengganggu.Bekerja dengan posisi/sikap tubuh yang tidak aman .Melakukan pekerjaan tanpa wewenang .Menggunakan alat yang rusak .Faktor manusia * Kurangnya kemampuan fisik.Kebisingan cukup tinggi .Perawatan . mental & psikologi * Kurangnya pengetahuan & ketrampilan * Stres * Motivasi yang salah .Pengobatan .Mengangkat secara salah .Ketatarumahtanggaan yang buruk (poor house keeping) • Unsafe acts & sub-standard practice (tindakan yang berbahaya): tindakan/perbuatan yang menyimpang dari tata cara/prosedur aman . mengagetkan.Menghilangkan fungsi alat pengaman (melepas/mengubah) .Iklim kerja tidak sesuai .P3K .Getaran .Upah (selama tidak bekerja) -Kompensasi • Faktor penyebab kejadian kecelakan di industri.Melalaikan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang ditentukan .Menggunakan alat dg cara yang salah . antara lain: .Biaya Rumah Sakit .Pakaian tidak sesuai .. bergurau) .Memindahkan alat-alat keselamatan .Mabuk karena minuman beralkohol • Penyebab dasar kecelakaan kerja: .Angkutan .Faktor lingkungan * Kepemimpinan/pengawasan kurang * Peralatan & bahan kurang * Perawatan peralatan yang kurang * Standar kerja kurang • Biaya langsung dari kecelakaan kerja: .

seperti kegagalan dalam pemantauan proses. bencana alam. terbentuknya produk samping .Menurut media penyebab * Mesin * Alat angkut & alat angkat * Peralatan lain * Bahan. sabotase. misalnya desain alat yang tidak memadai & tidak mampu menahan tekanan. seperti mencampur bahan kimia tanpa mengetahui jenis & sifatnya.. misalnya sarana yang kurang memadai.Menurut jenis kecelakaan * Jatuh * Tertimpa benda jatuh * Menginjak. & salah komunikasi Faktor lain.Penyimpangan dari kondisi operasi normal. kesalahan prosedur.Menurut bagian tubuh yang cedera * Kepala * Leher * Badan * Anggota gerak atas * Anggota gerak bawah • Manfaat Klasifikasi : . kerusuhan massa. suhu atau bahan korosif . substansi & radiasi * Lingkungan kerja * Penyebab lain . • Klasifikasi Kecelakaan kerja: . terantuk * Terjepit.Kesalahan manusia (human error).terjempit * Gerakan berlebihan * Kontak suhu tinggi * Kontak aliran listrik * Kontak dengan bahan berbahaya/radiasi .Kegagalan komponen. kurang terampil.Menurut sifat cedera * Patah tulang * Keseleo * Memar * Amputasi * Luka bakar * Keracunan akut * Kematian .

Latihan-latihan . keadaan pekerja. 45% penduduk dunia dan 58% penduduk yang berusia diatas sepuluh tahun tergolong tenaga kerja.Asuransi D. kimia. yang bersifat multidisiplin didalam era global dewasa hadir dan berkembang dalam aspek keilmuannya (di bidang pendidikan maupun riset) maupun dalam bentuk program-program yang dilaksanakan di berbagai sektor yang tentunya penerapannya didasari oleh berbagai macam alasan . Sedangkan di negara industri tenaga kerja yang memperoleh layanan kesehatan kerja diperkirakan baru mencapai 50%.Pendidikan . termasuk pula beban psikologis serta stress. Undang-undang Keselamatan kerja Pasal 10 (1) Menteri Tenaga Kerja berwenang membertuk Panitia Pembina Keselamatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama. • Pencegahan kecelakaan kerja: -Peraturan perundangan . sebesar 35% sampai 50% pekerja di dunia terpajan bahaya fisik. biologi dan juga bekerja dalam beban kerja fisik dan ergonomi yang melebihi kapasitasnya. Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Mencegah kecelakaan kerja yang berulang -Sebagai sumber informasi: faktor penyebab.. Kenyataan diatas jelas menggambarkan bahwa sebenarnya hak azasi pekerja untuk hidup . Dikatakan juga bahwa hampir sebagain besar pekerja didunia.Pengawasan .Penggairahan . dalam rangka melancarkan usaha berproduksi. kompensasi . Diperkirakan dari jumlah tenaga kerja diatas.Penelitian psikologis .Penelitian secara statistik . saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja. Dan yang sangat memperihatinkan adalah bahwa hanya 5% hingga 10% dari tenaga kerja tadi yang mendapat layanan kesehatan kerja di Negara yang sedang berkembang. (2) Susunan Panitia Pembina dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. sepertiga masa hidupnya terpajan oleh bahaya yang ada di masing-masing pekerjaanya.Meningkatkan kesadaran dalam bekerja. tugas dan lainlainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.Standarisasi . E.Penelitian teknik .Riset medis . Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai ilmu terapan.

Belum lagi kerugian kerugian lain karena hilangnya hari kerja. serta tidak terjadinya berbagai kerugian dan beban ekonomi seperti yang diuraikan. F. Masih banyak manusia demi untuk dapat bertahan hidup justru mengorbankan kesehatan dan keselamatannya dengan bekerja ditempat yang penuh dengan berbagai macam bahaya yang mempunyai risiko langsung maupun yang baru diketahui risikonya setelah waktu yang cukup lama. kerusakan properti. Adapula dalam berbagai bentuk regulasi atau standar-standar tertentu yang berkaitan dengan masalah kesehatan dan keselamatan. kajian mengenai aspek biaya atau aspek ekonomi yang harus ditanggung oleh negara-negara didunia sehubungan dengan penyakit-penyakit akibat kerja maupun yang berhubungan dengan pekerjaan. Dari uraian diatas akan dapat dipahami bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai ilmu maupun sebagai program memang sangat diperlukan untuk menegakkan hak azasi manusia (khususnya pekerja) untuk hidup sehat dan selamat. Kita ketahui ada berbagai konvensi yang berhubungan dengan masalah kesehatan dan keselamatan pada tingkat internasional maupun regional yang perlu dipatuhi. regional naupun nasional. Sebagai ilmu yang bersifat multidisiplin. Konsep Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi sebagai ilmu terapan yang bersifat multidisiplin maupun sebagai suatu program yang didasarkan oleh suatu dan alasan tetentu perlu dipahami dan dipelajari secara umum maupun secara khusus. Dalam hubungan inilah Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai keilmuan maupun sebagai program berfungsi membantu pelaksanaan penerapan aspek legal. tertundanya produksi akibat terjadinya kecelakaan. Dengan demikian kehadiran Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai suatu pendekatan ilmiah maupun dalam berbagai bentuk programnya di berbagai sektor bukan tanpa alasan. biaya-biaya kompensasi yang harus ditanggung akibat cidera. Tentunya kerugian (loss) yang diakibatkan masalah kesehatan maupun masalah keselamatan bila tidak dikendalikan dengan baik akan menjadi beban saat ini maupun dikemudian hari. Tentunya dalam rangka menegakkan hak azasi manusia untuk hidup sehat dan selamat. dan alasan yang kedua adalah alasan ekonomi agar tidak terjadi kerugian dan beban ekonomi akibat masalah keselamatan dan kesehatan. Bahkan dengan pendekatan ilmiahnya melalui penelitian atau riset yang dilakukan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ikut membantu pula memberi masukan pada penyusunan kebijakan dalam menentukan standar-standar tertentu dalam bidang kesehatan dan keselamatan. pada hakekatnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja mempunyai tujuan untuk memperkecil atau menghilangkan potensi bahaya atau . Alasan yang pertama adalah karena hak azasi manusia untuk hidup sehat dan selamat. Di sisi lain. serta alasan yang ketiga adalah alasan hukum. kecacatan akibat terjadinya kecelakaan merupakan beban yang harus dipikul. Secara umum adalah memahami prinsip dasarnya sedangkan secara khusus adalah memahami pendekatan masing keilmuan yang terlibat didalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja.sehat dan selamat dewasa ini belum dapat terpenuhi dengan baik. Karena itulah Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai ilmu terapan maupun dalam berbagai bentuk programnya sangat diperlukan agar kerugian yang kelak dapat terjadi bisa diperkecil atau ditiadakan kalau memang memungkinkan. dikembangkan perangkat hukum (legal) pada tingkat internasional.

jenisnya. pola interaksinya dan seterusnya. Dalam hubungan inilah diperlukan Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang Terintegrasi (Integrated Occupational Health and Safety Management System) yang perlu dimiliki oleh setiap organisasi. dewasa ini sudah merupakan suatu keharusan dan telah menjadi peraturan. Untuk memahami penyebab dan terjadinya sakit dan celaka. Kerangka konsep berpikir Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah menghindari resiko sakit dan celaka dengan pendekatan ilmiah dan praktis secara sistimatis (systematic). keberadaannya. serta instalasi nuklir dan lain-lain sebagainya. 1800-2 dan di Inggris BS 8800 serta di Australia disebut AS/NZ 480-1. manage) untuk mengendalikan atau mengatasinya. Di Indonesia panduan yang serupa dikenal dengan istilah SMK3. G. Setelah itu perlu dilakukan penilaian (asess. Melalui sistim manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja inilah pola pikir dan berbagai pendekatan yang ada diintegrasikan kedalam seluruh kegiatan operasional organisasi agar organisasi dapat berproduksi dengan cara yang sehat dan aman. Secara lebih rinci lagi asosiasi di setiap sektor industri di dunia juga menerbitkan panduan yang serupa seperti misalnya khusus dibidang transportasi udara. dan dalam kerangka pikir kesistiman (system oriented).risiko yang dapat mengakibatkan kesakitan dan kecelakaan dan kerugian yang mungkin terjadi. terlebih dahulu perlu dipahami potensi bahaya (hazard) yang ada. Oleh karena itu pola pikir dasar dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada hakekatnya adalah bagaimana mengendalikan resiko dan tentunya didalam upaya mengendalikan risiko tersebut masing-masing bidang keilmuan akan mempunyai pendekatan-pendekatan tersendiri yang sifatnya sangat khusus. sedang di Amerika OSHAS 1800-1. evaluate) bagaimana bahaya tadi dapat menyebabkan risiko (risk) sakit dan celaka dan dilanjutkan dengan menentukan berbagai cara (control. Perlunya organisasi memiliki sistim manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja yang terintegrasi ini. tentunya tidak secara sembarangan penerapan praktisnya di berbagai sektor didalam kehidupan atau di suatu organisasi. lebih dari itu organisasi diharapkan memiliki budaya sehat dan selamat (safety and health culture) dimana setiap anggotanya menampilkan perilaku aman dan sehat. Karena itu dalam rangka menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja ini diperlukan juga pengorganisasian secara baik dan benar. kemudian perlu mengenali (identify) potensi bahaya tadi. Langkah langkah sistimatis tersebut tidak berbeda dengan langkah-langkah sistimatis dalam pengendalian resiko (risk management). Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang mempunyai kerangka pikir yang bersifat sistimatis dan berorientasi kesistiman tadi. industri minyak dan gas. Bahkan dewasa ini organisasi tidak hanya dituntut untuk memiliki sistim manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi. Organisasi Buruh Sedunia (ILO) menerbitkan panduan Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. efisien serta menghasilkan produk yang sehat dan aman pula serta tidak menimbulkan dampak lingkungan yang tidak diinginkan. Deskripsi-Deskripsi Lainnya 1) Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan di Indonesia secara umum diperkirakan .

406 tahun 1910 yang dinilai sudah tidak memadai menghadapi kemajuan dan perkembangan yang ada. Pada tahun 2005 Indonesia menempati posisi yang buruk jauh di bawah Singapura. pemeliharaan dan penyimpanan bahan. yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. didalam tanah. Padahal kemajuan perusahaan sangat ditentukan peranan mutu tenaga kerjanya. Faktor keselamatan kerja menjadi penting karena sangat terkait dengan kinerja karyawan dan pada gilirannya pada kinerja perusahaan. dinyatakan bahwa setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Semakin tersedianya fasilitas keselamatan kerja semakin sedikit kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang ruang lingkupnya meliputi segala lingkungan kerja.12 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan. maka dikeluarkanlah peraturan perundangan. Kondisi tersebut mencerminkan kesiapan daya saing perusahaan Indonesia di dunia internasional masih sangat rendah.14 tahun 1969 tentang pokok-pokok mengenai tenaga kerja yang selanjutnya mengalami perubahan menjadi UU No. peredaran. pemakaian. Hal tersebut juga mengakibatkan meningkatnya tuntutan yang lebih tinggi dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang beraneka ragam bentuk maupun jenis kecelakaannya. Peraturan tersebut adalah Undang-undang No. Dalam pasal 86 UU No. perkembangan pembangunan yang dilaksanakan tersebut maka disusunlah UU No. perdagangan. Perkembangan pembangunan setelah Indonesia merdeka menimbulkan konsekwensi meningkatkan intensitas kerja yang mengakibatkan pula meningkatnya resiko kecelakaan di lingkungan kerja.termasuk rendah. baik di darat. di dalam air maupun udara. STBl No. pemasangan. Nuansanya harus bersifat manusiawi atau bermartabat. Karena itu disamping perhatian perusahaan. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Malaysia. penggunaan.undangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pengganti peraturan sebelumnya yaitu Veiligheids Reglement. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri. Undang-undang tersebut juga mengatur syarat-syarat keselamatan kerja dimulai dari perencanaan. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera.13 tahun 2003. barang produk tekhnis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. Indonesia akan sulit menghadapi pasar global karena mengalami ketidakefisienan pemanfaatan tenaga kerja (produktivitas kerja yang rendah). Sejalan dengan itu. permukaan air. Walaupun sudah banyak peraturan yang diterbitkan. pemerintah juga perlu memfasilitasi dengan peraturan atau aturan perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai-nilai agama. pengangkutan. Keselamatan kerja telah menjadi perhatian di kalangan pemerintah dan bisnis sejak lama. 2) Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya. namun pada pelaksaannya masih . Filipina dan Thailand. pembuatan.

” 2. Ruang lingkup kesehatan lingkungan Menurut WHO ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan : 1) Penyediaan Air Minum 2) Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran 3) Pembuangan Sampah Padat 4) Pengendalian Vektor . masih diperlukan upaya untuk memberdayakan lembaga-lembaga K3 yang ada di masyarakat.” 3. Slamet Riyadi (1976) “ Tempat pemukiman dengan segala sesuatunya dimana organismenya hidup beserta segala keadaan dan kondisi yang secara langsung maupun tidak dpt diduga ikut mempengaruhi tingkat kehidupan maupun kesehatan dari organisme itu.” b) Menurut UU No 23 / 1992 ttg kesehatan “Keadaan sejahtera dari badan. Oleh karena itu.” 4.L. Slamet Riyadi. sumber daya manusia K3 serta sarana yang ada. WHO dan Sumengen) “ Upaya perlindungan. Konsep dan Batasan Kesehatan Lingkungan 1.” Menurut kalimat yang merupakan gabungan (sintesa dari Azrul Azwar. Lingkungan Hidup H. jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. meningkatkan sosialisasi dan kerjasama dengan mitra sosial guna membantu pelaksanaan pengawasan norma K3 agar terjalan dengan baik. Pengertian kesehatan a) Menurut WHO “Keadaan yg meliputi kesehatan fisik. pengelolaan. Pengertian kesehatan lingkungan Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) “ Suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.” Menurut Encyclopaedia Americana (1974) “ Pengaruh yang ada di atas/sekeliling organisme. mental. dan sosial yg tidak hanya berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.banyak kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya personil pengawasan. Pengertian lingkungan Menurut Encyclopaedia of science & technology (1960) “ Sejumlah kondisi di luar dan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme. dan modifikasi lingkungan yang diarahkan menuju keseimbangan ekologi pd tingkat kesejahteraan manusia yang semakin meningkat.” Menurut WHO (World Health Organization) “Suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.” Menurut A.

Sasaran kesehatan lingkungan (Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992) 1) Tempat umum : hotel. Menurut Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8 : 1) Penyehatan Air dan Udara 2) Pengamanan Limbah padat/sampah 3) Pengamanan Limbah cair 4) Pengamanan limbah gas 5) Pengamanan radiasi 6) Pengamanan kebisingan 7) Pengamanan vektor penyakit Penyehatan dan pengamanan lainnya : Misal Pasca bencana. Muchtar mempelopori tindakan kesehatan lingkungan di Pasar Minggu. laut dan udara yang digunakan untuk umum. bencana perpindahan penduduk secara besar2an. Th 1924 Atas Prakarsa Rochefeller foundation didirikan Rival Hygiene Work di Banyuwangi dan Kebumen. reaktor/tempat yang bersifat khusus. termasuk higiene susu 7) Pengendalian pencemaran udara Pengendalian radiasi 9) Kesehatan kerja 10) Pengendalian kebisingan 11) Perumahan dan pemukiman 12) Aspek kesling dan transportasi udara 13) Perencanaan daerah dan perkotaan 14) Pencegahan kecelakaan 15) Rekreasi umum dan pariwisata 16) Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah. terminal. Th 1959 : Dicanangkan program pemberantasan Malaria sebagai program kesehatan lingkungan di tanah air (12 Nopember = Hari Kesehatan Nasional) . kawasan industri/yang sejenis. 5. Sejarah perkembangan kesehatan lingkungan 1) Sebelum Orba • • • • • Th 1882 : UU ttg hygiene dlm Bahasa Belanda. 6. 4) Angkutan umum : kendaraan darat. 5) Lingkungan lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dlm keadaan darurat. pasar. pertokoan. 17) Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan. dan usaha-usaha yang sejenis 2) Lingkungan pemukiman : rumah tinggal.5) Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia 6) Higiene makanan. bencana alam dan perpindahan penduduk. Th 1956 : Integrasi usaha pengobatan dan usaha kesehatan lingkungan di Bekasi hingga didirikan Bekasi Training Centre Prof. asrama/yang sejenis 3) Lingkungan kerja : perkantoran.

Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain e. atau. Pembuangan Kotoran/Tinja Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut : a. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan. g. 7. dan tidak berwarna b. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran. Memenuhi kebutuhan fisiologis. b. Air Bersih Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Kesadahan (maks 500 mg/l) c. . yaitu : privacy yang cukup. Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0. bebas vektor penyakit dan tikus. Proyek Husni Thamrin. kepadatan hunian yang tidak berlebihan. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih. 3. Masalah-masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia 1. pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga. harus dibatasi seminimal mungkin. Kampanye Keselamatan dan kesehatan kerja.2) Setelah Orba • • • Th 1968 : Program kesehatan lingkungan masuk dalam upaya pelayanan Puskesmas Th 1974 : Inpres Samijaga (Sarana Air Minum dan Jamban Keluarga) Adanya Program Perumnas. f. Kesehatan Pemukiman Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur c. cukup sinar matahari pagi. Memenuhi kebutuhan psikologis. disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup.3 mg/l. Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal. d. Syarat Fisik : Tidak berbau. komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah c. Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang. tidak berasa. Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut : a. Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air) 2. terhindar dari kebisingan yang mengganggu. bila memang benar-benar diperlukan. penghawaan dan ruang gerak yang cukup. yaitu : pencahayaan. Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar . Tidak boleh terkontaminasi air permukaan d. Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi b. dll.

tingkat aktivitas. Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD). dan hotel). jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga. Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria. Persyaratan lokasi dan bangunan. . Makanan dan Minuman Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran. Serangga dan Binatang Pengganggu Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibit penyakit yang kemudian disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar. Pengumpulan. rumah makan. pengolahan dan pemanfaatan kembali. Persyaratan dapur. dan kemajuan teknologi. 5. c. Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi. Penyimpanan sampah. Penanggulangan/pencegahan dari penyakit tersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus). rumah makan/restoran.konstruksi yang tidak mudah roboh. Binatang pengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan penyakit rabies/anjing gila. b. iklim. pola kehidupan/tk sosial ekonomi. Gerakan 3 M (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD. tidak mudah terbakar. Pembuangan Sampah Teknik pengelolaan sampah yang baik harus memperhatikan faktor-faktor/unsur : a. Penimbulan sampah. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi : a. c. d. dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir. Persyaratan fasilitas sanitasi. Pembuangan Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah. Pengangkutan e. ruang makan dan gudang makanan. Nyamuk Culex sp untuk Penyakit Kaki Gajah/Filariasis. b. Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi. musim. 4. letak geografis. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab. Kelambu yang dicelupkan dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya. d. kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalahmasalah ini secara efisien.

kakus>>>penyakit menular. Besar resiko relatif tersebut adalah 12. 3. pencemaran udara. 9. Kegiatan di kota (industrialisasi) >>> menghasilkan limbah cair >>>dibuang tanpa pengolahan (ke sungai) >>>sungai dimanfaatkan untuk mandi. terganggunya jadual penerbangan. g.e. iritasi pada mata. berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan. tentu akan lebih buruk di masa mendatang. Pencemaran Lingkungan Pencemaran lingkungan diantaranya pencemaran air. Indoor air pollution merupakan problem perumahan/pemukiman serta gedung umum. Keanekaragaman sosial budaya dan adat istiadat dari sebagian besar penduduk. Hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman Contoh hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman diantaranya sebagai berikut : 1.5 kali lebih besar. f. bagi jenis pencemar yang akumulatif. dll. bis kereta api. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air pollution dan out door air pollution. 3. cuci. mengingat manusia cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di jalanan. pencemaran tanah. Urbanisasi >>>kepadatan kota >>> keterbatasan lahan >>>daerah slum/kumuh>>>sanitasi kesehatan lingkungan buruk 2. Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi. Pembakaran hutan untuk dibuat lahan pertanian atau sekedar diambil kayunya ternyata membawa dampak serius. 7. Semoga Bermanfaat!!. Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran udara di luar rumah. bahan bakar rumah tangga lainnya merupakan salah satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan bagi anak balita. Diduga akibat pembakaran kayu bakar.Dikomen ya??^^ Buka Juga yg ini : • • • Gaya Hidup Fakta Unik Hewan Fakta Tentang Facebook . Pertambahan dan kepadatan penduduk. Penyebab masalah kesehatan lingkungan di Indonesia 1. Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiko dampak pencemaran pada beberapa kelompok resiko tinggi penduduk kota dibanding pedesaan. Persyaratan peralatan yang digunakan. 2. misalnya infeksi saluran pernafasan akut. Keadaan ini. Masalah ini lebih berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya. terganggunya ekologi hutan. Belum memadainya pelaksanaan fungsi manajemen. Persyaratan pengolahan makanan. 8. Kegiatan di kota (lalu lintas alat transportasi)>>>emisi gas buang (asap) >>>mencemari udara kota>>>udara tidak layak dihirup>>>penyakit ISPA.

.

!! iPhone Iseng Bermodalkan Notepad Jailin Orang Yang Suka Nonton Bokep! KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LINGKUNGAN INDUSTRI Keselamatan Kerja Konstruksi industri–kecelakaan Mengacak-acak Registry Warnet Mengenal Keylogger atau Perekam Penggunaan Komputer Menghilangkan Deep Freeze Ms Windows 8 ! naruto 447 – Keyakinan naruto 456 – Keberangkatan Naruto naruto 460 – Sasuke Dikepung naruto 461 – Kumogakure VS Taka naruto 463 – Sasuke VS Raikage naruto 464 – Kekuatan Kegelapan Ngerjain Warnet… Hack biLLing tanpa Software!!! PERANG SALIB Program Jahil – The Ultimate Virus (Paling Mantep!) Sasuke Uchiha Sekilas Mengenal Kecelakaan Kerja Sistem operasi Tools Hacking 2009 (Part 1) Trick Tips Percepat Koneksi Browsing Pada FireFox Usaha-usaha pencegahan terjadinya kecelakaan kerja .siswa smk yang mempentingkan pendidikan dari pada pacaran • • • • • • Beranda gambar bergerak TEMAN PROFIL PHOTO o VIDEO o                                 MENGENAL OPERATING SYSTEM !! naruto 451 – Berhadapan Dengan Sasuke Cara Baru Nge-Hack Billing! Cara Membuat Tag Clouds Label Blogger Cara Membuat Website Dengan Domain Sendiri Dalam Waktu Kurang Dari 30 Menit Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Gambar Jorok.

Linux. Leopard Mods On XP. Kapan Seharusnya Komputer Didefrag  Top features  TUTORIAL MEMASANG KABEL LAN / UTP  tutorial menginstal mac ox  Windows 7 Transformation Pack For Windows XP  Windows XP rasa Apple Mac OS X 10 MACAM PENYAKIT KETURUNAN About   . Mac OS X Leopard. Fedora dan Ubuntu)  Merubah Tampilan Windows XP Menjadi Ubuntu  merubah tampilan Xp menjadi Vista  Merubah Windows XP Menjadi Ubuntu  naruto shipunden  Pertarungan Sasuke Melawan Itachi  Sasuke VS Deidara  Sejarah keluarga Uchiha Sasuke di Konoha  Sejarah keluarga Uchiha Sasuke di Konoha  Solusi agar program yang error menjadi berjalan kembali  Susunan Atmosfir Yang Benar – Benar Terukur  TERUMBU KARANG INDONESIA  Tips Mempercepat Akses Internet  TIPS MENSTABILKAN KINERJA KOMPUTER  Tips.o o Virus Komputer Lokal yang nakal ! Ylmf OS: Ubuntu ala Windows  10 Fitur Apple Macintosh yang diambil dari Microsoft Windows  10 Tips menstabilkan Kinerja PC  20 Fitur Baru Windows 7  AKATSUKI  Akatsuky  Anggota Akatsuki  CARA MENGINSTAL WINDOWS VISTA  cara menginstall Linux openSUSE berbasis GUI  Cara Mengubah Tampilan Windows XP menjadi Windows 8  Cara merawat komputer  Cita Rasa Web Browser Terbaru dari Apple  Download Software Mempercepat Akses Internet Gratis  Features-Features ubuntu  Hujan Meteor Perseids  Huruf-huruf Katakana  install VirtualBox on Ubuntu OS  Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi  Mengatasi masalah defragment pada Windows Vista  Menghilangkan balloon tips pada taskbar windows  Mengubah Tampilan Windows XP Menjadi Windows Vista  Merubah Tampilan Win XP menjadi Win 7  Merubah tampilan windows XP ke 6 OS (Windows Vista.

KM A. . Sasarannya adalah manusia b. Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan. baik fisik. atau mental. Bersifat medis.cc Februari 2009 Galaksi guestbook HARRY POTTER 1 Harry Potter and the Goblet of Fire Harry Potter and the Half-Blood Prince ISLAM DISEKOLAHKU KIAMAT ATAU BADAI MATAHARI 2012??? Kisah Seekor Kucing MACAM-MACAM PENYAKIT naruto Ramalan Isaac Newton dan Pendapat Para Ilmuwan NASA tentang Kehancuran Bumi di Tahun 2052 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LINGKUNGAN INDUSTRI Ragil Setiyabudi. dengan usaha-usaha preventif dan kuratif. Pengertian dan tujuan kesehatan dan keselamatan kerja 1.o o o o o o o o o o o o o o ARTIKEL TENTANG KEADAAN LINKUNGAN DI DAERAH DESA NELAYAN Buat Domain Gratis di co. agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. terhadap penyakitpenyakit/gangguan –gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja. serta terhadap penyakit-penyakit umum. Keselamatan kerja sama dengan Hygiene Perusahaan. maupun sosial. Kesehatan kerja memiliki sifat sebagai berikut : a. S.

4) Proses produksi 5) Karakteristik dan sifat pekerjaan 6) Teknologi dan metodologi kerja . bahaya akibat kerja dan usaha yang dikerjakan. biologi. kimiawi. ada yang menyebutnya Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) dan ada yang hanya disingkat K3. 4. maupun sosial. 1990) : a. Keselamatan kerja memiliki sifat sebagai berikut : a.2. pesawat. 1990) : a. 1993). Agar sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan. b. dan proses pengolahannya. Sasarannya adalah lingkungan kerja b. bahan. Agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat. 3. b. Bersifat teknik. Ruang Lingkup K3 Ruang lingkup hyperkes dapat dijelaskan sebagai berikut (Rachman. Tujuan K3 Tujuan umum dari K3 adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. dan dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin. Pengistilahan Keselamatan dan Kesehatan kerja (atau sebaliknya) bermacam macam . Tujuan hyperkes dapat dirinci sebagai berikut (Rachman. alat kerja. Kesehatan dan keselamatan kerja diterapkan di semua tempat kerja yang di dalamnya melibatkan aspek manusia sebagai tenaga kerja. landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan (Sumakmur. Aspek perlindungan dalam hyperkes meliputi : 1) Tenaga kerja dari semua jenis dan jenjang keahlian 2) Peralatan dan bahan yang dipergunakan 3) Faktor-faktor lingkungan fisik.

B. Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak c. Kebijakan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di era global 1. Penerapan Hyperkes dilaksanakan secara holistik sejak perencanaan hingga perolehan hasil dari kegiatan industri barang maupun jasa. departemen Kesehatan dan departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pengrajin. Dalam bidang regulasi Regulasi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah sudah banyak. dll) 2. UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja . yang terdiri dari Kasubdit . yang terdiri dari kasubdit . Direktur Pengawasan Ketenagakerjaan b. pesawat uap dan bejana tekan. 1) Kasubdit mekanik. Dalam bidang pengorganisasian Di Indonesia K3 ditangani oleh 2 departemen . dimana ada 4 Direktur : a. Direktur Pengawasan Kesehatan Kerja. 1) Kasubdit Kesehatan tenaga kerja 2) Kasubdit Pengendalian Lingkungan Kerja 3) Kasubdit Bina kelembagaan dan keahlian kesehatan kerja. Pada Depnakertrans ditangani oleh Dirjen (direktorat jendral) Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan. d. Nelayan. diantaranya : a. 2) Kasubdit konstruksi bangunan. Semua pihak yang terlibat dalam proses industri/perusahaan ikut bertanggung jawab atas keberhasilan usaha hyperkes. instalasi listrik dan penangkal petir 3) Kasubdit Bina kelembagaan dan keahlian keselamatan ketenagakerjaan d.c. Pada Departemen Kesehatan sendiri ditangani oleh Pusat Kesehatan Kerja Depkes. Dalam upaya pokok Puskesmas terdapat Upaya Kesehatan Kerja (UKK) yang kiprahnya lebih pada sasaran sektor Informal (Petani. Direktur Pengawasan Keselamatan Kerja.

Keputusan Menaker No Kep 79/MEN/2003 tentang Pedoman Diagnosis dan Penilaian Cacat Karena Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja. KepMenKes No 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. misalnya di UGM. C. dll dan jurusan K3 FKM UI. Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1979 tentang Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan K3 Bagi Tenaga Paramedis Perusahaan. g. d. Strata 1 pada Fakultas Kesehatan Masyarakat khususnya peminatan K3 di Unair. c. Penyebab kecelakaan kerja . Unair.b. Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja. UNDIP. Undip. 3. UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan c. f. Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1976 tentang Kewajiban Latihan Hiperkes Bagi Dokter Perusahaan. Diploma 3 Hiperkes di Universitas Sebelas Maret b. Pengertian Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor : 03 /MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan bahwa yang dimaksud dengan kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. Dalam bidang pendidikan Pemerintah telah membentuk dan menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan tenaga Ahli K3 pada berbagai jenjang Pendidikan. 2. Pada beberapa Diploma kesehatan semacam Kesehatan Lingkungan dan Keperawatan juga ada beberapa SKS dan Sub pokok bahasan dalam sebuah mata kuliah yang khusus mempelajari K3. e. UI. Kecelakaan kerja 1. misalnya : a. Starta 2 pada Program Pasca Sarjana khusus Program Studi K3.

alat-alat/peralatan rusak c) Terlalu sesak/sempit d) Sistem-sistem tanda peringatan yang kurang mamadai e) Bahaya-bahaya kebakaran dan ledakan . dan psikologis b) kurangny/lemahnya pengetahuan dan ketrampilan/keahlian. misalnya (Budiono. c) stress d) motivasi yang tidak cukup/salah 2) Faktor kerja/lingkungan. antara lain karena : a) kurangnya kemampuan fisik. perlengkapan dan berang-barang/bahan-bahan. 2003) : a) Peralatan pengaman/pelindung/rintangan yang tidak memadai atau tidak memenuhi syarat. mental. yaitu penyebab langsung (immediate causes) dan penyebab dasar (basic causes). a. f) tidak cukup standard-standard kerja g) penyalahgunaan b. b) Bahan.Secara umum. antara lain karena : a) tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasan b) tidak cukup rekayasa (engineering) c) tidak cukup pembelian/pengadaan barang d) tidak cukup perawatan (maintenance) e) tidak cukup alat-alat. ada dua sebab terjadinya kecelakaan kerja. Penyebab Langsung 1) Kondisi berbahaya (unsafe conditions/kondisi-kondisi yang tidak standard) yaitu tindakan yang akan menyebabkan kecelakaan. Sugeng. Penyebab Dasar 1) Faktor manusia/pribadi.

debu.774 kasus pada 2001. h) Menggunakan alat dengan cara yang salah.f) Kerapihan/tata-letak (housekeeping) yang buruk g) Lingkungan berbahaya/beracun : gas. c) Gagal untuk mengamankan. b) Gagal untuk memberi peringatan. 3. dll h) Bising i) Paparan radiasi j) Ventilasi dan penerangan yang kurang 2) Tindakan berbahaya (unsafe act/tindakan-tindakan yang tidak standard) adalah tingkah laku. Untuk angka 2002 hingga Juni. asap. tindak-tanduk atau perbuatan yang akan menyebabkan kecelakaan. Catatan PT Jamsostek dalam tiga tahun terakhir (1999 – 2001) terbukti jumlah kasus kecelakaan kerja mengalami peningkatan. Sedikitnya 9. bukan kebutuhan. Data-data tentang Kecelakaan Kerja Soekotjo Joedoatmodjo. 2003) : a) Mengoperasikan alat/peralatan tanpa wewenang. Sugeng. f) Memindahkan alat-alat keselamatan. sehingga rata – rata setiap hari kerja terjadi sedikitnya lebih dari 414 kasus kecelakaan kerja di perusahaan yang tercatat sebagai anggota Jamsostek. Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) menyatakan bahwa frekuensi kecelakaan kerja di perusahaan semakin meningkat. e) Menyebabkan alat-alat keselamatan tidak berfungsi. misalnya (Budiono. d) Bekerja dengan kecepatan yang salah.5 persen dari kasus kecelakaan kerja mengalami . i) Kegagalan memakai alat pelindung/keselamatan diri secara benar. yang lebih memprihatinkan pengusaha dan pekerja sektor kecil menengah menilai K3 identik dengan biaya sehingga menjadi beban.456 kasus pada 1999 bertambah menjadi 98. tercatat 57.902 kasus di tahun 2000 dan berkembang menjadi 104. dari 82. sementara kesadaran pengusaha terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) masih rendah. uap.972 kasus. g) Menggunakan alat yang rusak.

co.1 juta kematian yang disebabkan oleh karena penyakit atau kecelakaan akibat hubungan pekerjaan. Ruang lingkup ergonomi Penerapan ergonomi/ruang lingkup ergonomi meliputi (Setyaningsih. Di Indonesia beban fisik untuk mengangkat dan mengangkut yang dilakukan seorang pekerja dianjurkan agar tidak melebihi dari 40 kg setiap kali mengangkat atau mengangkut. setiap tahun terjadi 1. 2003) 2. “Sementara tenaga kerja yang meninggal dunia sebanyak 1.000 kematian terjadi dari 250 juta kecelakaan dan sisanya adalah kematian karena penyakit akibat hubungan pekerjaan. Sugeng. Sikap tubuh dalam bekerja . Sekitar 300. Ergonomi 1. Di beberapa negara Ergonomi diistilahkan Arbeitswissenschaft (Jerman).476 orang tenaga kerja. Human (factor) Engineering atau Personal Research di Amerika Utara. Pengertian Ergonomi adalah ilmu serta penerapannya yang berusaha menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktivitas dan efisiensi yang setinggi-tingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal mungkin. Untuk mengukur kemampuan kerja maksimum digunakan pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 kali per menit di atas denyut nadi sebelum bekerja.com) Direktur Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek (Persero). (www. sehingga hampir setiap hari kerja terdapat lebih tujuh kasus meninggal dunia karena kecelakaan kerja. 71 kasus diantaranya cacat total tetap. Yuliani. yakni 5. Biotechnology (Skandinavia). sehingga rata-rata setiap hari terjadi lebih dari 451 kasus kecelakaan kerja. (Budiono.169 kasus kecelakaan kerja.” ujarnya (www. Djoko Sungkono menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada pada PT Jamsostek selama Januari-September 2003 selama di Indonesia telah terjadi 81. b. 2005) D. sehingga hampir setiap hari kerja lebih dari 39 orang tenaga kerja mengalami cacat tubuh. a.169 kasus kecelakaan kerja. Pembebanan kerja fisik Beban fisik yang dibenarkan umumnya tidak melebihi 30-40% kemampuan maksimum seorang pekerja dalam waktu 8 jam sehari.id) Menurut International Labour Organization (ILO). 2002) . sehingga rata-rata dalam setiap tiga hari kerja tenaga kerja mengalami cacat total dan tidak dapat bekerja kembali.gatra. dimana diperkirakan terjadi 160 juta penyakit akibat hubungan pekerjaan baru setiap tahunnya (Pusat Kesehatan Kerja.321 orang.cacat. Ia mengatakan dari 81.kompas.

tinggi meja yang digunakan 10-20 cm lebih tinggi dari siku. b) Pekerjaan yang lebih membutuhkan ketelitian. c) Pekerjaan yang memerlukan penekanan dengan tangan. Ukuran anthropometri tubuh yang penting dalam ergonomi adalah : 1) Berdiri a) Tinggi badan berdiri b) Tinggi bahu c) Tinggi siku d) Tinggi pinggul e) Depa f) Panjang lengan 2) Duduk a) Tinggi duduk b) Panjang lengan atas c) Panjang lengan bawah dan tangan d) Jarak lekuk lutut sampai dengan garis punggung e) Jarak lekuk lutut sampai dengan telapak 3) Keadaan bekerja sambil berdiri. Untuk membantu tercapainya sikap tubuh yang ergonomik sering diperlukan pula tempat duduk dan meja kerja yang kriterianya disesuaikan dengan ukuran anthropometri pekerja. mempunyai kriteria : a) Tinggi optimum area kerja adalah 5-10 cm di bawah tinggi siku. c.Sikap pekerjaan harus selalu diupayakan agar merupakan sikap ergonomik. Sikap yang tidak alamiah harus dihindari dan jika hal ini tidak mungkin dilaksanakan harus diusahakan agar beban statis menjadi sekecil-kecilnya. tinggi meja 10-20 cm lebih rendah dari siku. Mengangkat dan mengangkut .

d. pengaturan waktu kerja gilir (shift) dari periode saat bekerja yang disesuaikan dengan irama faal tubuh manusia. jarak yang harus ditempuh. 1) Pekerja Pria a) Pekerjaan ringan : 2400 kal/hari b) Pekerjaan sedang . Dalam hal ini perlu diperhatikan juga saat dan frekuensi pemberian kalori pada pekerja. Perencanaan sistem ini dimulai sejak tahap awal dengan memperhatikan kelebihan dan keterbatasan manusia dan mesin yang digunakan interaksi manusia-mesin memerlukan beberapa hal khusus yang diperhatikan. Untuk efisiensi dan kenyamanan kerja perlu dihindari manusia sebagai “alat utama” untuk mengangkat dan mengangkut. intensitas. lingkungan kerja. saat istirahat. Semakin berat kegiatan yang dilakukan semakin besar kalori yang diperlukan.Beberapa faktor yang berpengaruh pada proses mengangkat dan mengangkut adalah beratnya beban. 2400 kal/hari c) Pekerjaan berat : 2600 kal/hari f. 2600 kal/hari c) Pekerjaan berat : 3000 kal/hari 2) Pekerja Wanita a) Pekerjaan ringan : 2000 kal/hari b) Pekerjaan sedang . Selain itu pekerjaan pria juga membutuhkan kalori yang berbeda dari pekerja wanita. Pengorganisasian kerja Pengorganisasian kerja berhubungan dengan waktu kerja. Kebutuhan kalori Konsumsi kalori sangat bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan. Sistem manusia – mesin Penyesuaian manusia-mesin sangat membantu dalam menciptakan kenyamanan dan efisiensi kerja. ketrampilan dan peralatan yang digunakan. Waktu kerja dalam 1 hari antara 6-8 jam. Dengan waktu istirahat ½ jam sesudah . e. misalnya : 1) adanya informasi yang komunikatif 2) tombol dan alat pengendali baik 3) perlu standard pengukuran anthropometri yang sesuai untuk pekerjaannya.

Misalnya : a) biru . kejiwaan dan suhu. Lingkungan kerja Dalam peningkatan efisiensi dan produktifitas kerja berbagai faktor lingkungan kerja sangat berpengaruh. Musik dan dekorasi Musik dapat meningkatkan kegairahan dan produktivitas kerja dengan mempertimbangkan jenis. beban kerja yang berlebihan. Perlu juga diperhatikan waktu makan dan beribadah. dekat. menyegarkan c) merah . j. Dekorasi dan pengaturan warna dapat memberikan kesan jarak. h. lama dan sifat pekerjaan. jarak jauh dan sejuk b) hijau . gangguan kesehatan dan gizi kurang. sangat dekat. merangsang. Termasuk juga di dalamnya terciptanya kerjasama antar pekerja dalam melakukan suatu pekerjaan serta pencegahan pekerjaan yang berulang (repetitive) g. hangat. lingkungan kerja jelek. Olahraga dan kesegaran jasmani Kegiatan olahraga dan pembinaan kesegaran jasmani dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu. Berbagai faktor lingkungan yang berpengaruh misalnya suhu yang nyaman untuk bekerja adalah 24-26O C. saat. i. Sebab-sebab kelelahan diantaranya adalah monotomi kerja. Kelelahan Kelelahan adalah mekanisme perlindungan tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut dan memerlukan terjadinya proses pemulihan. Penyakit akibat kerja 1. Beberapa ciri penyakit akibat kerja adalah : . E. Pengertian Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja menyebutkan bahwa Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. tes kesehatan sebelum bekerja/tes kesegaran jasmani perlu dilakukan sebagai tahap seleksi karyawan.4 jam bekerja. merangsang d) orange .

01/MEN/1981 mencantumkan 30 jenis penyakit. i. Penyakit yang disebabkan oleh arsen atau persenyawaannya yang beracun. 2003) 2. Alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik. antrakosilikosis. Contohnya adalah keracunan Pb. Penyebab spesifik c. f. Jenis Penyakit Akibat Kerja Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER. j. ‘penyakit yang disebabkan bahan kimia lainnya termasuk bahan obat. asbestosis) dan silikotuberkulosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. h. Silikosis (Budiono. sedangkan Keputusan Presiden RI No 22/1993 tentang Penyakit yang Timbul Karena Hubungan Kerja memuat jenis penyakit yang sama. Asbestosis. Penyakit yang disebabkan oleh krom atau persenyawaannya yang beracun. vlas. k. Kompensasi ada e. Penyakit yang disebabkan oleh fosfor atau persenyawaannya yang beracun. Pemajanan di tempat kerja sangat menentukan d.a. b. Penyakit yang disebabkan oleh berillium atau persenyawaannya yang beracun. Pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu mineral pembentukan jaringan parut (silikosis. a.” Jenis penyakit akibat kerja tersebut adalah . Penyakit paru dan saluran pernafasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu kapas. Penyakit yang disebabkan oleh kadmium atau persenyawaannya yang beracun. Penyakit yang disebabkan oleh mangan atau persenyawaannya yang beracun. ditambah . Sugeng. Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan. henep dan sisal (bissinosis) d. . Populasi pekerja b. e. g. c. Penyakit paru dan saluran pernafasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras.

Kanker paru atau mesotelioma yang disebabkan oleh asbes ö. Kanker kulit epitelioma primer yang disebabkan oleh ter. bitumen. Penyakit yang disebabkan oleh karbon disulfida. bakteri. tulang persendian. Penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin atau ester asam nitrat lainnya. Penyakit yang disebabkan oleh radiasi elektromagnetik dan radiasi yang mengion. minyak mineral. Penyakit yang disebabkan oleh derivat nitro dan amina dari benzena atau homolognya yang beracun. urat. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. atau persenyawaan.l. Penyakit yang disebabkan oleh gas atau uap penyebab asfiksia atau keracunan seperti karbon monoksida. r. Penyakit yang disebabkan oleh raksa atau persenyawaannya yang beracun. Penyakit yang disebabkan oleh derivat halogen dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau aromatik yang beracun. u. glikol atau keton. hidrogensianida. å. hidrogen sulfida atau derivatnya yang beracun. Penyakit yang disebabkan oleh alkohol. m. p. Penyakit yang disebabkan oleh benzena atau homolognya yang beracun. n. Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dalam udara yang bertekanan lebih. y. Penyakit yang disebabkan oleh getaran mekanik (kelainan-kelainan otot. . Penyakit yang disebabkan oleh flour atau persenyawaannya yang beracun. t. kimiawi atau biologik. Penyakit kulit (dermatosis) yang disebabkan oleh penyebab fisik. x. Penyakit yang disebabkan oleh suhu tinggi atau rendah atau panas radiasi atau kelembaban udara tinggi. z. seng. q. v. produk atau residu adri zat tersebut. Kelainan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan w. o. antrasena. Penyakit yang disebabkan oleh timbal atau persenyawaannya yang beracun. atau parasit yang didapat dalam suatu pekerjaan yang memiliki resiko kontaminasi khusus. braso dan nikel. aa. s. amoniak. pic. ä. pembuluh darah tepi atau syaraf tepi).

1) waktu bekerja gejala timbul/lebih berat.bb. jenis bahaya yang ada. Pemeriksaan laboratorium khusus/pemeriksaan biomedik 1) Misal : pemeriksaan spirometri. Riwayat pekerjaan (kunci awal diagnosis) 1) Sejak pertama kali bekerja. waktu tidak bekerja/istirahat gejala berkurang/hilang. kegemaran (hobby). . yang dilakukan dengan catatan 1) gejala dan tanda mungkin tidak spesifik 2) pemeriksaan laboratorium penunjang membantu diagnostik klinik. c. bahan yang digunakan. alkohol) 3) Sesuai tingkat pengetahuan. Pemeriksaaan fisik. 3) dugaan adanya penyakit akibat kerja dilakukan juga melalui pemeriksaan laboratorium khusus/pemeriksaan biomedik. 2) Perhatikan juga kemungkinan pemajanan di luar tempat kerja. 3. keluhan. Sugeng. 2003) : a. 2) Kapan. bilamana. kejadian sama pada pekerja lain. e. apa yang dikerjakan. Penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia lainnya termasuk bahan obat. kebiasaan lain (merokok. b. riwayat kesehatan. pekerjaan lain yang dilakukan. Anamnesis/wawancara meliputi : identitas. pemakaian alat pelindung diri. pemahaman pekerjaan. Diagnosis spesifik Penyakit Akibat Kerja Secara teknis penegakkan diagnosis dilakukan dengan (Budiono. riwayat penyakit. foto paru (pneumokoniosis-pembacaan standard ILO) 2) Pemeriksaan audiometri 3) Pemeriksaan hasil metabolit dalam darah/urine. Membandingkan gejala penyakit waktu bekerja dan dalam keadaan tidak bekerja. 3) Informasi tentang ini dapat ditanyakan dalam anamnesis atau dari data penyakit di perusahaan. cara melakukan pekerjaan. d.

sanitasi lingkungan. ahli toksikologi dan dokter penasehat (kaitan dengan kompensasi) 4. Benet dan Silalahi. 3) Pengenalan secara langsung cara/sistem kerja. Specific Protection ( perlindungan khusus) Misalnya : imunisasi. Health Promotion (peningkatan kesehatan) Misalnya : pendidikan kesehatan. pendidikan kesehatan. atau melalui pengamatan/penelitian yang relatif lebih lama. Konsultasi keahlian medis/keahlian lain 1) Seringkali penyakit akibat kerja ditentukan setelah ada diagnosis klinik. Penerapan konsep five level of prevention deseases pada PAK Penerapan konsep 5 tingkatan pencegahan penyakit (five level of prevention deseases) pada Penyakit Akibat Kerja adalah (Silalahi. 2) Dokter spesialis lainnya. kemudian dicari faktor kausa di tempat kerja. mengobati tenaga kerja secara sempurna. Pemeriksaan/pengujian lingkungan kerja atau data higiene perusahaan. proteksi terhadap bahaya dan kecelakaan kerja. meningkatkan gizi yang baik. Rehabilitasi (pemulihan kesehatan) . b. konsultasi tentang keturunan dan pemeriksaan kesehatan periodik. rekreasi. Disability limitation (membatasi kemungkinan cacat) Misalnya : memeriksa dan mengobati tenaga kerja secara komprehensif.f. c. 1985) : a. higiene perorangan. yang memerlukan : 1) kerjasama dengan tenaga ahli higiene perusahaan 2) kemampuan mengevaluasi faktor fisik/kimia berdasarkan data yang ada. pengembangan kepribadian. Rumondang. e. penyuluhan perkawinan dan pendidikan seks. Early diagnosis and prompt treatment (diagnosa dini dan pengobatan tepat) Misalnya : diagnosis dini setiap keluhan dan pengobatan segera. intensitas dan lama pemajanan. d. lingkungan kerja yang memadai. g. pembatasan titik-titik lemah untuk mencegah terjadinya komplikasi. perusahaan yang sehat dan memadai.

1998) : a. Fungsi dan Tugas Perawat dalam K3 Fungsi dan tugas perawat dalam usaha K3 di Industri adalah sebagai berikut (Effendy. Kepustakaan : . Nasrul. 9) Membantu usaha penyelidikan kesehatan pekerja 10) Mengkordinasi dan mengawasi pelaksanaan K3. Fungsi 1) Mengkaji masalah kesehatan 2) Menyusun rencana asuhan keperawatan pekerja 3) Melaksanakan pelayanan kesehatan dan keperawatan terhadap pekerja 4) Penilaian b. Sedapat mungkin perusahaan mencoba menempatkan karyawan-karyawan cacat di jabatan-jabatan yang sesuai. Tugas 1) Pengawasan terhadap lingkungan pekerja 2) Memelihara fasilitas kesehatan perusahaan 3) Membantu dokter dalam pemeriksaan kesehatan pekerja 4) Membantu dalam penilaian keadaan kesehatan pekerja 5) Merencanakan dan melaksanakan kunjungan rumah dan perawatan di rumah kepada pekerja dan keluarga pekerja yang mempunyai masalah 6) Ikut menyelenggarakan pendidikan K3 terhadap pekerja 7) Turut ambil bagian dalam usaha keselamatan kerja Pendidikan kesehatan mengenai keluarga berencana terhadap pekerja dan keluarga pekerja.Misalnya : rehabilitasi dan mempekerjakan kembali para pekerja yang menderita cacat. 5.

depkes. et al. Keselamatan dan pencegahan kecelakaan. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Sumakmur. Abdul. 1985. Pedoman Studi Hiperkes pada Institusi Pendidikan Tenaga Sanitasi. Pengantar ergonomi dalam Kumpulan Materi Kuliah Program Matrikulasi. 1993. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.kompas. Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat. 1998. Pusdiknakes. Jakarta : EGC. 1988. Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja Pusat Kesehatan kerja dalam www. Nasrul. 1990. Rumondang. 2002. Jakarta : PT Pustaka Binaman Pressindo. Yuliani. Semarang : FKM UNDIP Silalahi. Jakarta : Haji Masagung.id Rachman.Effendy. Benet dan Silalahi. Jakarta : Depkes RI.go. Jakarta : Haji Masagung. edisi 2.id . Sumakmur.gatra.co. Setyaningsih.com www. www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful