Epidemiologi (TBC) | Page 1 of 13

[TBC]
EPIDEMIOLOGI

2010
STIKES BANTEN

KELOMPOK 1:
Ketua Kelompok : Sri Puspa Sekretaris I : Annisa Mustafiet Sekretaris II : Desy Lianingsih Pembicara I : Yodia Pertiwi Pembicara II : Rona Depritayani Pembicara III : Winda Dwi Lovita Pembicara IV : Indah octaviani Pembicara V : Deni Kurniawan

Anggota:
Septi Anggarrani Dewi Hariati Sarrah Ulfa Yanti Alpriyanti Julia Rostiana Lita Realita Efha Yuliani Dewi Kurniati Rizky Fitria Amanda Elizabeth E. D. B. Da’Lopez Reny Oktaviani Alviyanti Dyah Pratiwi

GEJALA TBC 2. JENIS OBAT 8. PENGOBATAN 8. PRINSIP OBAT 8.2 TERJADINYA TBC 1. TUJUAN PEMBERANTASAN 7.2. PENYEBAB PENYAKIT TBC 1.1.2.2. DIAGNOSIS PADA DEWASA 3. PENCEGAHAN TBC 6.2. RIWAYAT TBC 6. TBC PADA ANAK 5. GEJALA SISTEMIK/UTAMA 2.2. PEMBERANTASAN PENYAKIT TBC 8.1. TANDA DAN GEJALA 3.1.3.Epidemiologi (TBC) | Page 2 of 13 DAFTAR ISI BAB I 1. PEMBERANTASAN 7. PENYAKIT TBC 1.1. TUJUAN PENCEGAHAN 6. PENCEGAHAN TBC 7.1 KUMAN TBC 1. CARA PENULARAN TBC 2.1.3.2. DIAGNOSIS TBC 3.2.3.1. GEJALA KHUSUS 2. EFEK SAMPING OBAT BAB II KASUS TBC BAB III KESIMPULAN DAN SARAN BAB I . DIAGNOSIS MELALUI TEST KULIT 4. DEFINISI 1.2.

Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1992. Saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru. 1. DEFINISI Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Setiap tahunnya. Tuberkulosis / TBC merupakan masalah kesehatan. Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0. angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555. Bahkan setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia. Dengan penduduk lebih dari 200 juta orang. Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia. sedangkan pada tahun 1986 merupakan penyebab kematian keempat.000 penduduk.65%. Demikian pula di Indonesia.000 penderita Tuberkulosis / TBC baru pertahun dengan 262. Bahkan. perempuan. muda. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA).Epidemiologi (TBC) | Page 3 of 13 1. menunjukkan bahwa Tuberkulosis / TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian.1. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004.2 – 0. laki-laki.000 penduduk tiap tahun. Bakteri ini pertama . sehingga kita harus waspada sejak dini & mendapatkan informasi lengkap tentang penyakit TBC . Insidensi TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia. PENYEBAB PENYAKIT TBC Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. maupun diagnosis dan terapinya.000 kasus (256 kasus/100. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance memperkirakan di Indonesia terdapat 583. 1.000 penduduk). Kenyataan mengenai penyakit TBC di Indonesia begitu mengkhawatirkan. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. miskin. Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140. dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru.000 BTA positif atau insidens rate kirakira 130 per 100. baik dari sisi angka kematian (mortalitas).2. angka kejadian penyakit (morbiditas). Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia. dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Kematian akibat Tuberkulosis / TBC diperkirakan menimpa 140. PENYAKIT TBC Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua. Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. atau kaya) dan dimana saja.

2. mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. dan terus berjalan sehingga sampai di alveolus dan menetap disana. yang mengakibatkan . Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung. Infeksi dimulai saat kuman TBC berhasil berkembang biak dengan cara membelah diri di paru. Percikan dahak yang terhirup sangat kecil ukurannya. tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lain. tertidur lama selama beberapa tahun. tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab.2. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dormant.2 TERJADINYA TBC Infeksi Primer Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TBC. Bahkan. penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP). sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosilier bronkus. 1. sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch.1 KUMAN TBC Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis) yang sebagian kuman TBC menyerang paru. Bakteri Mikobakterium tuberkulosa 1.Epidemiologi (TBC) | Page 4 of 13 kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882. Kuman ini berbentuk batang.

3. Waktu antara terjadinya infeksi sampai pembentukan kompleks primer adalah sekitar 4-6 minggu. Meskipun demikian ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). CARA PENULARAN TBC . yang bersangkutan akan menjadi penderita TBC. 1. Saluran limfe akan membawa kuman TBC ke kelenjar limfe disekitar hilus paru dan ini disebut sebagai kompleks primer. Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung dari banyaknya kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Ciri khas dari tuberkulosis pasca primer adalah kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura. misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat terinfeksi HIV atau status gizi buruk. akibatnya dalam beberapa bulan. Kadang-kadang daya tubuh tidak mampu menghentikan perkembangan kuman. Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberkulin dari negatif menjadi positif. Tuberkulosis Pasca Primer Tuberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atau tahun sesudah infeksi primer. Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TBC.Epidemiologi (TBC) | Page 5 of 13 peradangan di dalam paru.

Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru. Namun kekebalan tubuh tidak mampu bekerja baik pada setiap usia. 1. dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. kelenjar getah bening. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). FAKTOR ORANG TERKENA TBC Daya Tahan Tubuh yang kurang Kemampuan untuk melawan infeksi adalah kemampuan pertahanan tubuh untuk mengatasi organisme yang menyerang. Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. saluran pencernaan. dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru.Epidemiologi (TBC) | Page 6 of 13 Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk. ginjal. otak. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah).4. dan lain-lain. maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). tulang. . meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru. Kemampuan tersebut tergantung pada usia yang terinfeksi.

baik pada orang dewasa maupun pada anak. Makin dekat seseorang berada dengan pasien. Hingga usia pubertas seorang anak kurang mampu mencegah penyebaran melalui darah.1. GEJALA TBC Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. karena mereka memproduksi lebih banyak TB dibandingkan dengan mereka yang hanya positif positif pada pembiakan. Namun anak dengan status gizi yang baik tampaknya mampu mencegah penyebaran penyakit tersebut di dalam paru itu sendiri. Orang Berusia Lanjut atau Bayi Pengidap Infeksi HIV/AIDS Pengaruh infeksi HIV/AIDS mengakibatkan kerusakan luas system daya tahan tubuh. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru. sekalipun lambat laun kemampuan tersebut akan meningkat sejalan dengan usia. sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik. GEJALA SISTEMIK/UTAMA . Bila jumlah orang terinfeksi HIV meningkat. Gizi Buruk Terdapat bukti sangat jelas bahwa kelaparan atau gizi buruk mengurangi daya tahan terhadap penyakit ini. dengan demikian penularan TBC di masyarakat akan meningkat pula.Epidemiologi (TBC) | Page 7 of 13 Sistem kekebalan tubuh lemah pada saat kelahiran dan perlahanlahan menjadi semakin baik menjelang usia 10 tahun. 2. Faktor ini sangat penting pada masyarakat miskin. makin banyak dosis TB yang mungkin akan dihirupnya. Kompleks kemiskinan seluruhnya ini lebih memudahkan TB berkembang menjadi penyakit. 2. Tinggal berdekatan dengan orang yang terinfeksi aktif Pekerjaan kesehatan yang merawat Pasien TB Pasien-pasien dengan dahak yang positif pada hapusan langsung (TB tampak di bawah mikroskop) jauh lebih menular. maka jumlah penderita TBC akan meningkat. sehingga jika terjadi infeksi seperti tuberculosis maka yang bersangkutan akan menjadi sakit parah bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Kalau hasil SPS tetap negatif. Hasil pemeriksaan dinyatakan positif apabila sedikitnya dua dari tiga SPS BTA hasilnya positif.Epidemiologi (TBC) | Page 8 of 13 1. pada muara ini akan keluar cairan nanah. 1. didiagnosis sebagai penderita TB BTA positif. maka pemeriksaan lain. Bila hanya 1 spesimen yang positif perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut yaitu foto rontgen dada atau pemeriksaan spesimen SPS diulang.1. misalnya biakan. maka penderita diidagnosis sebagai penderita TB BTA positif. 4. Diagnosis TB paru pada orang dewasa dapat ditegakkan dengan ditemukannya BTA pada pemeriksaan dahak secara mikroskopis. Bila tiga spesimen dahak negatif. Bila hasil rontgen tidak mendukung TB. penderita tersebut bukan TB. namun gejala klinis tetap mencurigakan TB. diagnosis sebagai penderita TB BTA negatif rontgen positif. 2. ulangi pemeriksaan dahak SPS : Kalau hasil SPS positif. Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak). Bila mengenai tulang. akan menimbulkan suara "mengi". maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya. . lemah. Penurunan nafsu makan dan berat badan. UPK yang tidak memiliki fasilitas rontgen. 3. DIAGNOSIS TBC 1. Bila hasil rontgen mendukung TB. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Bila tidak ada perubahan. Apabila fasilitas memungkinkan. 2. penderita dapat dirujuk untuk difoto rontgen dada. Perasaan tidak enak (malaise). suara nafas melemah yang disertai sesak. biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. GEJALA KHUSUS 1. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). 2. Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru). Kalau hasil rontgen tidak mendukung TB. 4. lakukan pemriksaan foto rontgen dada. bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar. diberikan antibiotik spektrum luas (misalnya kotrimoksasol atau Amoksisilin) selama 1 .2 minggu. Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama. Kalau hasil rontgen mendukung TB. 3. dapat disertai dengan keluhan sakit dada. adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang. maka dapat dilakukan pemeriksaan lain. 1. Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena. gejalanya adalah demam tinggi. untuk mendukung diagnosis TB. 1. DIAGNOSIS PADA DEWASA Diagnosis Tuberkulosis Pada Orang Dewasa.1. misalnya biakan.

Pembengkakan kelenjar getah bening yang keras atau lembut. 11. Salah satu dari (1) atau (2) yang dijelaskan di atas disertai dengan mengi atau batuk yang sesekali dapat menyerupai batuk rejan. Kehilangan gairah dan mungkin juga berat badan selama 2 sampai 3 bulan. siku atau bahkan iga atau tulang atau sendi yang manapun yang tidak disebabkan cedera. Bila reaksinya “positif”. Salah satu diantara (1). Petugas Kesehatan akan menyampaikan pada seseorang tersebut tentang risiko terinfeksi TBC atau penyakit TBC. 9. tidak atau kaku saat berjalan. Pembengkakan lutut atau pergelangan kaki. karena kurangnya gizi dan karena lingkungan yang kurang sehat. terutama bila teraba benjolan dan yang tetap bertahan setelah pemberian obat cacing. terkadang dengan beberapa kelenjar getah bening kecil didekatnya dan terkadang melekat tak teratur. bisa saja terjadi reaksi “negatif” dalam tes kulit TBC. Jalan timpang. TBC PADA ANAK Penyakit TB ini mudah sekali menyerang pada anak-anak kecil yang belum diimunisasi dengan vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). 7. ini berarti anda mungkin sudah terinfeksi TBC. Perut membuncit. Tidak cukup untuk sekedar memahami cara bagaimana anak-anak terinfeksi tuberkulosis atau bagaimana penyakit tersebut dapat menyebar. bila seseorang sudah terinfeksi kuman HIV dan TBC. Kemungkinan adanya tuberkulosis pada anak yang kurus atau bila ditemukan: 1.1. tidak nyeri. pada lengan anda apakah ada reaksi. 2. Demam atau meriang selama lebih dari satu minggu tanpa penyebab yang jelas. Tulang belakang membungkuk. 6. 8. Kadang kala. dan mungkin perlu tes medis atau perawatan. 5. punggung kaku sukar membungkuk. Diare kronis dengan buang air besar tinja keputihan yang tidak sembuh setelah diberi obat cacing atau obat untuk giardiasis (dengan metronidazole). (3) serta tanda adanya cairan – pekak. 10.Epidemiologi (TBC) | Page 9 of 13 1. Hal ini disebabkan sistim kekebalan tubuh anda tidak berfungsi benar. 3. Berat badan tidak naik atau turun selama lebih dari 14 minggu (adanya grafik kenaikan berat badan akan sangat berguna). 4. DIAGNOSIS MELALUI TEST KULIT Test kulit TBC dilakukan dilengan. 2. Dalam waktu dua atau tiga hari. pada salah satu sisi dada. (2). . tangan.

TBC membunuh lebih banyak kaum muda dan wanita dibandingkan penyakit menular lainnya. Karena vaksin tersebut akan memberikan perlindungan yang amat bagus. Saat batuk memalingkan muka agar tidak mengenai orang lain. 4. Membuang ludah di tempat yang tertutup. Setiap tahun. 1 % dari seluruh populasi di seluruh dunia terjangkit oleh penyakit TBC. dan apabila ludahnya bercampur darah segera dibawa kepuskesmas atau ke rumah sakit. Seperti halnya flu. kuman TBC menyebar di udara pada saat seseorang yang menderita TBC batuk dan bersin. dan apabila batuk lebih 2. PENCEGAHAN TBC 2. meludah atau berbicara. Penderita TBC yang tidak berobat dapat menularkan pentakit kepada sekitar 10 ? 15 orang dalam jangka waktu 1 tahun. Menyembuhkan penderita Mencegah kematian Mencegah kekambuhan Menurunkan tingkat penularan 2. Terdapat sekitar 2 sampai 3 juta orang meninggal akibat TBC setiap tahun. 3. Setiap detik. PENCEGAHAN TBC 1. 3. 4.2. Sesungguhnya setiap kematian akibat TBC itu bisa dihindari. 2. merasa sakit di dada dan kesukaran bernafas segera dibawa kepuskesmas atau ke rumah sakit. 5. PEMBERANTASAN 6. Mencuci peralatan makan dan minum sampai bersih setelah digunakan oleh penderita. RIWAYAT TBC 10 FAKTA PENTING MENGENAI TBC Tiap tahun selalu terdapat peningkatan jumlah penderita TBC yang tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.1. Kuman TBC biasanya menyerang paru-paru. Setiap 4 detik. 6. ada 1 orang yang meninggal akibat tertular TBC. Sepertiga dari jumlah penduduk di dunia ini sudah tertular oleh kuman TBC (walaupun) belum terjangkit oleh penyakitnya.1. 2. ada yang sakit akibat tertular TBC. Bayi yang baru lahir dan anak-anak kecil harus diimunisasi dengan vaksin BCG. TUJUAN PENCEGAHAN 1. TUJUAN PEMBERANTASAN Pemberantasan penyakit TBC didasarkan untuk memutus mata rantai . Saat batuk seharusnya menutupi mulutnya.Epidemiologi (TBC) | Page 10 of 13 1. dari 3 minggu.

4. genteng kaca supaya sinar matahari dapat masuk. Pada tahap lanjutan penderita mendapat obat (minum obat) tiga kali seminggu selama 4 – 5 bulan. Efek samping lainnya dapat berupa nyeri sendi. tidak ada nafsu makan. sebaiknya pada saat perut kosong. 3. Tahap intensif 2. Perlakuan pada rumah penderita untuk lebih memperhatikan factor kesehatan lingkungan dengan menambah ventilator sebagai pengganti udara. 3. Pada tahap intensif penderita mendapat obat (minum obat) setiap hari selama 2 . 6. Pengobatan TB diberikan dalan 2 Tahap yaitu: 1. 2.1. 7. pasien harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.Efek samping ringan dapat berupa berubahnya warna urine menjadi kemerahan yang diakibatkan oleh rifampisin. Jika pasien merasakan hal-hal tersebut. PEMBERANTASAN PENYAKIT TBC 1. Dalam beberapa kasus pengobatan bisa berlangsung hingga delapan bulan.1.1. Isoniasid Rifampicin Pirasinamid Streptomicin 7. Pengobatan pada penderita hingga sembuh 2. dalam jumlah cukup dan dosis tepat selama 6-8 bulan. gatal dan kemerahan di kulit gangguan keseimbangan hingga kekuningan (ikterus). . JENIS OBAT 1. PRINSIP OBAT Obat TB iberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis. Dosis tahap intensif dan dosis tahap lanjutan ditelan dalam dosis tunggal. mual.3 bulan. Sterilisasi Rumah pasca Penderita. supaya semua kuman dapat dibunuh. kuman TB akan berkembang menjadi kuman kebal. fase lanjutan.Epidemiologi (TBC) | Page 11 of 13 virulenci penularan penyakit TBC supaya tidak terjadi prevalenci penyakit TB yang lebih besar.2. 3. kesemutan dan rasa terbakar di hati. Apabila paduan obat yang digunakan tidak adekuat. PENGOBATAN 7. EFEK SAMPING OBAT Beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat mengkonsumsi obat TB bervariasi mulai dari ringan hingga berat. dan faktor higiene lingkungan yang lain yang lebih baik. 1. Tahap lanjutan 4.

Pengobatan Penderita TBC adalah dengan kombinasi beberapa jenis obat dalam jumlah cukup dan dosis yang tepat selama 6 – 8 bulan. Bila ditemukan penderita tuberculosis paru dengan sputum dahat BTA +. Pemeriksan dahak di lakukan secara SPS (Sewaktu saat kontak pertama.Epidemiologi (TBC) | Page 12 of 13 BAB II KASUS TBC Untuk menegakkan diagnosa TBC Paru adalah dengan memeriksa dahak seseorang yang di duga mengidap TBC. Apabila ada gejala-gejala suspek (Kecurigaan) TBC maka harus diperiksa dahaknya. Metode Penemuan Kasus TBC paru Dengan cara passive promotive case finding artinya penjaringan tersangka penderita yang dating berkunjung ke unit pelayanan kesehatan dengan meningkatkan penyuluhan TBC kepada masyarakat. Pagi hari ke 2 dan Sewaktu juga saat hari ke2) dibawah pemeriksaan mikroskopis. Fase Intensif . Obat diminum setiap hari selama 2 bulan . maka semua orang yang kontak serumah dengan penderita harus diperiksa. Hasil pemeriksaan mikroskopis ini sangat dijaga kualitas dengan melakukan cros cek/ uji silang lagi juga menjaga hasil pemeriksaan sedian dahak BTA. Pengobatan penderita TBC terdiri atas 3 fase 1.

Epidemiologi (TBC) | Page 13 of 13 2. B. 2. Paduan OAT (OBat Anti Tuberkulosa) FDC Saat ini di Provinsi Kalimantan Selatan sudah menggunakan OAT FDC. Perbaikan lingkungan (Pembuatan jendela. Depkes RI Diagram diagnosa TB BAB III A. (Dikutip dari : Buku Saku Petugas Program TBC. Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Faktor yang mempengaruhi terjadinya kasu TBC pada NY S adalah lingkungan yang lembab. kurangnya ventilasi dan sinar matahari. Kemasan Obat FDC (Fixed Dose Combination) 1 tablet obat mengandung 150 mg Rifamfisin. Menutup mulut waktu batuk dan tempat khusus untuk dahak dan pembuangan dahak tidak sembarangan . Obat diminum seminggu 3 kali. genting kaca dan kebersihan rumah/lantai). 400 mg Pyrazinamid dan 275 mg Ethambutol. Kemudian perilaku adalah tidak ada tempat khusus untuk dahak dan kalau batuk tidak menutup mulut. Saran 1. Fase Lanjutan . 75 mg INH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful