Kontrasepsi Hormonal

REFERAT KONTRASEPSI HORMONAL

Pembimbing: dr. Supratiknyo, Sp.OG

Disusun oleh : Yusuf, S.Ked 201110401011016 Nikita Dwi Kurniawati, S.Ked 201110401011006

RSU HAJI SURABAYA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Universitas Muhammadiyah Malang Page 1

Kontrasepsi Hormonal 2012

Kontrasepsi Hormonal

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, atas berkat dan rahmatnya yang telah dikaruniakan kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan responsi bagian obgin judul “KONTRASEPSI HORMONAL”. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, rekan sejawat, dan yang terutama dr. Sukamto, Sp.OG, yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing sehingga resposi ini dapat selesai dengan baik. Saya menyadari resposi ini banyak kekurangannya. Oleh karena itu kritik dan saran kami harapkan demi memperbaiki kekurangan atau kekeliruan yang mungkin ada. Semoga resposi ini dapat bermanfaat bagi rekan dokter muda khususnya dan masyarakat pada umumnya. Akhir kata, penulis mengharapkan tugas ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Wassalamu ’alaikum Wr. Wb. saya

Pembimbing 2012

Surabaya, September

Universitas Muhammadiyah Malang Page i

Kontrasepsi Hormonal

dr. Sukamto, Sp.OG Penulis

Kontrasepsi Hormonal LEMBAR PENGESAHAN Resposi Ilmu Obgin dengan judul “KONTRASEPSI HORMONAL” yang disusun oleh: Yusuf (201110401011016) Nikita Dwi Kurniawati 201110401011006 Telah disetujui dan dipresentasikan pada tanggal 2012 September Mengetahui. Sukamto. Sp. Pembimbing dr.OG Universitas Muhammadiyah Malang Page iii .

.........5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................i LEMBAR PENGESAHAN............................................................7 Universitas Muhammadiyah Malang Page 4 .....................................iii DAFTAR ISI.........................................................................................................................................................................4 BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................................................................................Kontrasepsi Hormonal DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.

sehingga muncul pil mini. Sejak tahun 1965 sampai sekarang banyak diadakan penyesuaian dosis ataupenggunaan progesteron saja. dan keluhan pasien yang sekecil-kecilnya. dan lain-lain.Tahun 1960 pil kombinasi estrogen-progesteron mulai digunakan.Meskipun kontrasepsi hormonal menggambarkan kejadian dramatis Universitas Muhammadiyah Malang Page 5 .Kontrasepsi Hormonal BAB I PENDAHULUAN Kontrasepsi berasal dari kata Kontra berarti mencegah atau melawan. Maksud dari kontrasepsi adalahmenghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel teluryang matang dengan sel sperma tersebut. Perkembangan inipada umumnya bertujuan mencari suatu kontrasepsi hormonal yang daya guna tinggi. Tahun 1963 pil sekuensialdiperkenalkan. Lebih dari 13 juta wanita di Amerika Serikat menggunakan salah satu di antarasejumlah preparat kontrasepsi hormonal yang tersedia untuk mengendalikan kehamilan. efeksampingan minimal. Pengaruh pada korpus luteum yang menghambat ovulasi telah diketahui pada awalabad ke 20. Semenjak saat itu perkembangan kontrasepsi hormonal berlangsung terus. sedangkankonsepsi adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (selpria) yang mengakibatkan kehamilan. Kontrasepsi hormonal adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untukmencegah terjadinya kehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat estrogendan progesteron.

preparat tersebut jugamenciptakan suatu dilema terapeutik yang unik. Ada beberapa macam kontrasepsi hormonal yang saat ini dapat dipergunakan danmenjadi pilihan untuk wanita. Universitas Muhammadiyah Malang Page 6 . Kontrasepsi hormonal ini juga dapat diterima dandilaksanakan oleh pasangan dalam program keluarga berencana di seluruh dunia.Kontrasepsi Hormonal ditinggalkannyaberbagai metode kontrasepsi tradisional yang dipakai sebelumnya.

Jadi. bukansaja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Karena jam mulainya haidtidak diperhitungkan dan tepatnya waktu keluar haid dari ostium uteri eksternum tidak dapatdiketahui. sebenarnya panjangsiklus haid 28 hari Universitas Muhammadiyah Malang Page 7 . Yang paling mencolok dari perubahan-perubahan ini adalah perdarahanvagina berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Hari mulainya perdarahan dinamakan hari pertama siklus. tetapi variasinya cukup luas. Selang waktu antara ovulasi danhingga awitan perdarahan menstruasi relative spontan dengan rata-rata 14 ± 2 hari padakebanyakan wanita.1.1 hari. Panjang siklus haid ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haidberikutnya. padawanita usia 43 tahun 27. dan pada wanita usia 55 tahun 51. Haid dan Siklusnya 2.1.1 hari. Sistem reproduksi wanita menjalani serangkaian perubahan siklik teratur yang dikenalsebagai siklus haid. Definisi Siklus Haid Haid ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus. disertai pelepasan(deskuamasi) endometrium. maka panjang siklus mengandung kesalahan 1 hari. Rata-rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25. Panjang siklus haid yang normalatau dianggap sebagai siklus haid yang klasik ialah 28 hari.9 hari.Kontrasepsi Hormonal BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.

Pada wanita yang lebih tua biasanya darahyang keluar lebih banyak.Kontrasepsi Hormonal itu tidak sering dijumpai. Kebanyakan wanita tidak merasakan gejala-gejala pada waktu haid. Dari pengamatan Hartman pada kera ternyata bahwahanya 20% saja panjang siklus haid 28 hari. hipofisis. Jumlah darah haid lebih dari 80 cc dianggap patologik. dan ovarium (hypothalamic-pituitary-ovarian axis).1. dan kelenjar-kelenjar endrokrin lainnya. Darah haid tidak membeku. hipotalamus.2 16 cc. Usia gadis remaja pada waktu pertama kalinya mendapat haid (menarche) bervariasi lebar. yaitu antara 10 . keadaangizi. glandula tiroidea.2. tetapi rata-ratanya12. dan ada yang sampai 7-8 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata 33. Profil Hormonal Selama Siklus Haid Sekarang diketahui bahwa dalam proses ovulasi harus ada kerja sama antara korteksserebri. Yang memegang peranan penting dalam proses tersebut adalahhubungan hipotalamus.5 tahun. tetapi sebagian kecilmerasa berat di panggul atau merasa nyeri (dismenorea). hipotalamus mengawasi sekresi hormon gonadotropinoleh Universitas Muhammadiyah Malang Page 8 . glandula suprarenalis. Pada wanita dengan anemi defisiensi besi jumlah darah haidnya jugalebih banyak. dan kesehatan umum. ada yang 1-2 hari diikuti darah sedikit-sedikitkemudian. Menurutteori neurohumoral yang dianut sekarang. Pada setiap wanita biasanya lama haid itu tetap.16 tahun. ovarium.ini mungkin disebabkan fibrinolisin. hipofisis. Lama haid biasanya antara 3-5 hari. 2. Statistik menunjukkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan.

sedangkan folikel-folikel lain mengalami atresia.sehingga hormon steroid berkurang. dan fase luteal. folikel yang akan berovulasi melindungi dirinyasendiri terhadap atresia. sedangkanterhadap LH estrogen menyebabkan umpan balik negatif jika kadarnya rendah. beberapa folikel berkembang olehpengaruh FSH yang meningkat. Perkembangan folikel yang cepat pada fase folikel akhir ketika FSH mulai menurun. pada fase folikuler dini. Tidak lama setelah haid mulai. Siklus haid normal dapat dipahami dengan baik dengan membaginya atas dua fase dan 1saat. Hipotalamus menghasilkan faktor yang telah dapat diisolasi dandisebut Gonadotropin Releasing Hormone (Gn RH) karena dapat merangsang pelepasan Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dari hipofisis. namun peranannya pada tingkat ini hanya membantu pembuatan estrogen dalamfolikel.Kontrasepsi Hormonal adenohipofisis melalui sekresi neurohormon yang disalurkan ke sel-sel adenohipofisis lewatsirkulasi portal yang khusus. yaitu fase folikuler. Dengan berkembangnya folikel. Meningkatnya FSH ini disebabkan oleh regresi korpus luteum. dan umpan balik positif jika kadarnya tinggi. Estrogen menyebabkan umpan balik negatif terhadap FSH. Pada waktu ini LH juga meningkat.menunjukkan bahwa folikel yang telah masak itu bertambah peka terhadap FSH. Perkembangan folikel berakhir setelah kadar Universitas Muhammadiyah Malang Page 9 . dan ini menekan produksi FSH. produksi estrogenmeningkat. Perubahanperubahan kadar hormonsepanjang siklus haid disebabkan oleh mekanisme umpan balik ( feedback ) antara hormon steroiddan hormon gonadotropin. Tempat utama umpan balik terhadap hormon gonadotropin inimungkin pada hipotalamus. saat ovulasi.

sel-sel granulosa membesar. Vaskularisasi dalam lapisangranulosa juga bertambah dan mencapai puncaknya pada 8-9 hari setelah ovulasi. Lonjakan LH yang cukup saja tidak menjamin terjadinya ovulasi. dan dengan lonjakan LH ( LH-surge) pada pertengahan siklus. folikel menjadi korpus luteum. kemudian dengan cepat mencapai puncak-nya.Kontrasepsi Hormonal estrogen dalam plasma jelas meninggi. mengakibatkan terjadinya ovulasi. Inimemberikan umpan balik positif terhadap pusat siklik. agar ia dapat dirangsang untuk berovulasi. estrogen menurun dan mungkin inilah yang menyebabkanLH itu menurun. Luteinized granulosa cells dalam korpus luteum itu membuat progesterone banyak. LH yang meninggi itu menetap kira-kira24 jam dan menurun pada fase luteal. membentuk vakuola danbertumpuk pigmen kuning (lutein). danluteinized theca cells membuat pula estrogen yang banyak. Mungkin pula menurunnya LH itu disebabkan oleh umpan balik negatif yang pendek dariLH terhadap hipotalamus. tetapi oleh perubahan-perubahan degeneratif kolagen pada dinding folikel. setelah ovulasi. Mekanisme terjadinya ovulasi agaknya bukan oleh karena meningkatnyatekanan dalam folikel. Menurunnya estrogen mungkin disebabkan oleh perubahan morfologik padafolikel. Dalambeberapa jam setelah LH meningkat. Mungkin juga prostaglandin F2 memegang peranan dalam peristiwaitu.folikel hendaknya pada tingkat yang matang.Pecahnya folikel terjadi 16 . Pada manusia biasanya hanya satufolikel yang matang. Pada fase luteal.24 jam setelah lonjakan LH. Estrogen pada mulanyameninggi secara berangsur-angsur. Mulai 10-12 Universitas Muhammadiyah Malang Page 10 .sehingga ia menjadi tipis. sehingga kedua hormon itumeningkat tinggi pada fase luteal. Mekanisme turunnya LH tersebut belum jelas.

Mekanisme degenerasi korpusluteum jika tidak terjadi kehamilan belum diketahui. Steroidegenesis pada ovarium tidak mungkin tanpa LH. Masa hidup korpus luteum pada manusia tidak bergantung pada hormon gonadotropin. akhir-akhir ini diketahui untuk berfungsinya korpus luteum. Empat belas hari sesudah ovulasi. diperlukan sedikit LH terus-menerus.Kontrasepsi Hormonal hari setelah ovulasi korpus luteum mengalamiregresi berangsur-angsur disertai dengan berkurangnya kapilar-kapilar dan diikuti olehmenurunnya sekresi progesteron dan estrogen. dan sekali terbentuk ia berfungsi sendiri (autonom).Namun.1 Perubahan-perubahan kadar hormon gonadotropin dan hormon steroid sepanjangsiklus haid Universitas Muhammadiyah Malang Page 11 . terjadihaid. Gambar 2. Pada siklus haid normal umumnya terjadi variasi dalam panjangnya siklus disebabkan oleh variasi dalam fase folikuler.

hidupnya korpus luteum diperpanjang oleh adanya rangsangan dari Human Chorionic Gonadotrophin (HCG). Segala keadaan yang menghambat produksiestrogen dengan sendirinya akan mempengaruhi siklus reproduksi yang normal. Ovarium dihubungkanoleh Universitas Muhammadiyah Malang Page 12 .hubungan antara folikel dan hipotalamus bergantung pada fungsi estrogen. Dari uraian di atas jelaslah bahwa kunci siklus haid tergantung dari perubahan-perubahankadar estrogen. waktu yang tepat untuk mencegah terjadinya regresi luteal. 1.10 minggu kehamilan.Hidupnya korpus luteum tergantung pula pada kadar minimum LH yang terus menerus.5-3 cm lebar. Pada masa pubertas ovarium berukuran 2. dan posisinya sejak bayidilahirkan hingga masa tua seorang wanita.Kontrasepsi Hormonal Pada kehamilan. yang menyampaikanpesan-pesan berupa umpan balik positif atau negatif. Pada permulaan siklus haid meningkatnya FSH disebabkan oleh menurunnyaestrogen pada fase luteal sebelumnya. bentuk. Jadi. Berhasilnya perkembangan folikel tanpa terjadinya atresiatergantung pada cukupnya produksi estrogen oleh folikel yang berkembang. HCG memelihara steroidogenesis pada korpus luteum hingga9 . dan 0.1. Siklus Ovarium Ovarium mengalami perubahan-perubahan dalam besar.3.5-5 cmpanjang. tempatkeluar-masuknya pembuluhpembuluh darah dan serabut-serabut saraf. Ovulasi terjadi olehcepatnya estrogen meningkat pada pertengahan siklus yang menyebabkan lonjakan LH. fungsi itu diambil alih oleh plasenta. Kemudian.5 tebal. Rangsangan inidimulai pada puncak perkembangan korpus luteum (8 hari pascaovulasi). 2. Pada salah satu pinggirnya terdapat hilus. yang dibuat oleh sinsisiotrofoblast.6 -1.

Rata-rata hanya 300-400 ovum yang dilepaskan selamamasa reproduksi. dan oleh ligamentum ovarii proprium denganuterus. dan folikel yang masak (Folikel de Graaf ).000 folikel pada kedua ovarium. di mana terdapat folikel-folikel dengan sel telurnya. Pada bayi baru lahir terdapat400. Pada masa pascamenopause sangat jarang dijumpai folikel karena kebanyakantelah mengalami atresia. Korteksterdiri atas stroma yang padat.Kontrasepsi Hormonal mesovarium dengan ligamentum latum. Pada masa kanak-kanak ovarium boleh dikatakan masih beristirahat dan baru pada masapubertas mulai menunaikan faalnya. Pada folikel ini mula-mulasel-sel sekeliling ovum berlipat ganda dan kemudian di antara sel-sel itu timbul suatu ronggayang berisi cairan yang disebut likuor folikuli. sekunder. Dalam medulla ovarium terdapat pembuluh-pembuluh darah. dan terdapat ditengah tumpukan sel yang menonjol ke dalam rongga folikel.akan tetapi. Folikel dapatdijumpai dalam berbagai tingkat perkembangan. korpus luteum. Makin muda usia wanita makin banyak folikel dijumpai. Tumpukan sel Universitas Muhammadiyah Malang Page 13 . dan korpus albicans. yaitu folikel primer. Ovum sendiri terdesak ke pinggir. Dalam korteks juga dapat dijumpai korpus rubrum. dan jaringan ikat elastis. Permukaan ovarium ditutupi oleh satu lapis sel kubik yang disebut germinal epitelium. serabut-serabut saraf. yaitu korteks dan medulla. hanya satu yang tumbuh terus sampai menjadi matang. Pada garis besarnya ovarium terbagi atas dua bagian. Di bawah pengaruh FSH beberapa folikel mulai berkembang. Juga ada folikel yang telah mengalami degenerasi yang disebut atresiafolikel. Dibawahnya terdapat tunika albugenia yang kebanyakan terdiri dari serabut-serabut jaringan ikat. Perubahan-perubahan yang terdapat pada ovarium padasiklus haid ialah sebagai berikut.

folikel pecah dan keluarlah cairan darifolikel bersamasama ovum yang dikelilingi sel-sel kumulus ooforus.Kontrasepsi Hormonal dengan ovum didalamnya itu disebut kumulus ooforus. Peristiwa ini disebut ovulasi.Antara ovum dan sel-sel sekitarnya terdapat zona pellusida. Dengan bertambah matang folikel hingga akhirnya matang benar. Jika terjadi konsepsi. ia mengeluarkan hormon progesteron dan estrogen. Dengan tumbuhnya folikel. dan padasuatu waktu oleh mekanisme yang belum jelas betul. Sel-sel pada permukaan ovarium menjadi tipis. Ini dinamakankorpus luteum graviditatis dan berlangsung hingga 9-10 minggu. Universitas Muhammadiyah Malang Page 14 . dan oleh karenapembentukan cairan folikel makin bertambah. Jika tidak terjadi pembuahan(konsepsi). maka folikel makin terdesak ke permukaanovarium. yaitu teka internayang banyak mengandung pembuluh darah dan teka eksterna terdiri dari jaringan ikat yangpadat. dan yang kemudianmenjadi korpus luteum. Korpus luteum tadi disebut korpus luteummenstruasionis. Sel-sel dari membrana granulosa dan teka interna yang tinggal pada ovarium membentuk korpus rubrum yang berwarna merah oleh karena perdarahan waktu ovulasi. korpus luteum sinsisiotrofoblas dari korion. malahan menonjol ke luar. Sel-sel lainnya yangmembatasi ruangan folikel disebut membrana granulosa. Korpus luteum berwarna kuning karena mengandung zat kuning yangdisebut lutein. setelah 8 hari korpus luteum mulai berdegenerasi dan setelah 14 hari mengalamiatrofi menjadi korpus albikans (jaringan parut). jaringanovarium sekitar folikel tersebut terdesak ke luar dan membentuk dua lapisan. Sel-sel granulosa yang mengelilingi ovum yang telah bebasitu disebut korona radiata.

Perubahan Siklik Pada Saluran Reproduksi Wanita Sebagai konsekuensi dari laju sekresi estrogen dan progesteron yang berubah-ubahsepanjang siklus haid.1. Perjalananovum di tuba memakan waktu selama 3 hari.1. Ovum yang dilepaskan berukuran kira-kira 150 u dan cepat mengalamidegenerasi kecuali jika terjadi fertilisasi. yaitu: lapisan basal dan lapisanfungsional. walaupun kadang-kadang lebih dari satu folikel dapat pecah pada satu waktu yang dapat menghasilkan kehamilan kembar dizigotik.1. 2. Akhir dari setiapsiklus ditandai oleh perdarahan uterus yang berlangsung 3-7 hari. ovulasi biasanya terjadi hanya dari satu ovarium. Universitas Muhammadiyah Malang Page 15 . maka saluran reproduksi wanita mengalai serangkaian perubahan siklik secara teratur. Fertilisasi biasanya terjadi dalam tuba dekat dengan fimbrium-fimbrium. Histologi Endometrium Sepanjang Siklus Haid Endometrium terdiri dari dua lapisan atau zona berbeda baik dari tampilan histologismaupun kepekaan fungsional terhadap rangsang hormonal.4. 2.Kontrasepsi Hormonal Pada manusia. Lapisan fungsional mulai dari lapisan basal dan akhirnyamenyelubungi seluruh lumen rongga uterus .komposisi dan tampilan lendir serviks. Lapisan basal menempel langsung pada miometrium dan hanya mengalami sedikitperubahan selama siklus haid.4. dan ciri-ciri sitologik epitel vagina. Perubahan-perubahan ini dapat dikenali dari pemeriksaan histologi endometrium. dan implantasi blastokist pada uterus biasanyaterjadi 6-7 hari setelah fertilisasi. Lapisan fungsional selanjutnya dapat dibedakanlebih lanjut menjadi dua komponen: lapisan kompak yang tipis dan terletak di permukaan.

Suplai darah endometrium berasal merupakan suatu jaringan pembuluharteria dan vena yang sangat khusus. Epitel kelenjar memperlihatkan peningkatan aktivitasmitotik. kelenjar-kelenjarumurrmya masih lurus. permukaan endometrium Universitas Muhammadiyah Malang Page 16 . Tidak demikian halnya dengan arteri spiralis yangmengalami regenerasi dan degenerasi siklik sepanjang siklus menstruasi sebagai respon terhadapperubahan hormonal. Siklus menstruasi mempunyai hipotesis berlangsung selama 28 hari. yang akan berjalan menembus lapisan basal endometrium danmeluas ke dalam zona fungsional. Dan pada akhir fase proliferasi ini. Siklus endometrium dapat dibedakan menjadi tiga fase utama: fase proliferasi. yaitu vasa rektamenghantarkan darah untuk jaringan-jaringan lapisan basal dan tidak dipengaruhi olehperubahan sekresi estrogen dan progesteron. sekresi. a. Sel-sel epitel dari kelenjar akan berproliferasi dan menutup permukaan stromadengan suatu lapisan epitel toraks sederhana. Epitel dan komponen-komponen stroma terus bertumbuh cepat sepanjang faseproliferasi.maka akan tersisa suatu lapisan tipis jaringanendometrium basal.Kontrasepsi Hormonal danlapisan spongiosa yang terletak lebih dalam yang terutama menyusun uterus sekretorik atau yangtelah berkembang penuh. Pada awal fase proliferasi. pendek dan sempit. Fase Proliferasi Bila perdarahan menstruasi berhenti.dan menstruasi. Arteriarteri spiralis merupakan cabang-cabang arteriuterine dalam miometrium. Jaringan yang terdiri dari sisa-sisa kelenjar dan stroma kemudian akanbertumbuh cepat. Bagian proksimal dari arteri spiralis. dan fasefolikuler dan luteal kira-kira 14 hari lamanya.

Stroma pada saat ini menjadiagak padat dengan banyak unsur-unsur mitotik. Vakuola-vakuolaakan mendesak nuklei sel-sel epitel ke posisi sentral di dalam sel. sementara menentukan "hari" secara akurat pada paruh kedua sangatbergantung pada sifat-sifat stroma.Kontrasepsi Hormonal menjadi agak bergelombang. Edema stroma yangbervariasi pada fase proliferasi. tampilan epitel kelenjar paling berguna dalam menentukan"hari" endometrium. Fase Sekresi Selama fase sekresi terjadi perubahan-perubahan histologik yang berlangsung sangatcepat. Pada hari ke-16 dari siklus (hari kedua pasca ovulasi).Jika implantasi blastokis berhasil. b. Pada paruh pertama fase ini. Bahan-bahan sekresiasidofilik intraluminal kelenjar paling jelas terlihat pada hari ke-21. Menjelang hari ke-19 (harikelima pasca ovulasi) hanya ada sedikit vakuola yang tertinggal dalam sel. perubahan pseudodesidua atau pradesidua mulai terlihat padastroma. dan menjelang hari ke-26 sudah terlihat pula invasi PMN. Infiltrasi limfosit pada stroma meningkat nyata bersamaan dengan terjadinya perubahan-perubahan pseudodesidua.vakuola-vakuola kaya glikogen subnuklear menjadi nyata pada epitel kelenjar. maka kadar hCG serum dan progesteron (seknder darihCG) akan mulai meningkat 7-10 hari sesudah ovulasi (yaitu hari ke-21- Universitas Muhammadiyah Malang Page 17 . Menjelang hari ke-24. Pseudostratifikasi nuklei terlihat jelas. Perubahanperubahan ini mulanya paling jelas terlihat di sekitar arteria Spiralis danakhirnya menyebar ke daerah-daerah stroma yang luas. Kelenjar-kelenjar menjadi berkelok-kelok dan dilapisi oleh sel-sel toraks yangtinggi dengan inti basal. juga menjadi nyata pada saat ini dan mencapai puncaknya padahari ke-22.

Konstriksi intermiten dari arteria spiralis menyebabkanstasis kapiler-kapiler lapisan fungsional. suatu gambaran yang dikenal sebagai fenomena Arias'Stella. dan kelenjarkelenjar endometrium menjadi lebihberkelok-kelok dan tampak bergerigi. c. Peningkatan kadar progesteron menimbulkan perubahan pada endometrium yangdikenal sebagai desidualisasi. Biopsi endometrium Universitas Muhammadiyah Malang Page 18 . sel-selepitel kelenjar menjadi teregang dengan sitoplasma jenih dan dapat disertai nucleus yangmembesar dan hiperkromatik. Namun kini dengan semakinmudah dan dapat diandalkannya peneraan radioimun dalam mengukur kadar progesteron serum. teknik ini kini terutama digunakanuntuk menilai respon endometrium terhadap rangsang hormonal. Di masa lalu biopsi endoraetrium telah banyak dipakai untuk menilai sekresi progesteronpada wanita dengan gangguan fungsi menstruasi dan infertilitas.Kontrasepsi Hormonal 24dari siklusmenstruasi).maka kebutuhan akan biopsy endometrium menjadi terbatas. Fase Menstruasi Bila tidak terjadi kehamilan. dan ekstravasasi darah ke dalamstroma dan pembentukan hematom-hematom kecil. Lapisanfungsional dari stroma akan mulai menciut. maka akan diamati perubahan-perubahan endometriumsekunder dari penurunan produksi hormon oleh korpus luteum pada hari ke-24. Pada tahap awal kehamilan. yang memiliki tampilan mirip jalan setapak.Kelenjar-kelenjar selanjutnya akan mengalami atrofi bertahap dengan berlanjutnya kehamilan. Akhirnya terjadi deskuamasi danpengelupasan seluruh lapisan endometrium fungsional. Desidua kehamilan terutama terdiri dari sel-sel stroma eosinofilik yang sembab. iskemia jaringan.

Lendir Serviks Lendir serviks adalah suatu sekresi kompleks yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjarendoserviks. 2. Karena sifai-sifat ini dipengaruhi oleh kadar estrogen danprogesteron serum. Klinisi dapat segera menilaibeberapa sifat fisik dari lender. walaupun pada kadar estrogen plasma yang tinggisekalipun.2. Lendir juga mengandung gula sederhana. protein. Lendir ini terdiri dari 92-98% air dan sekitar 1% garam anorganik di mana NaClmerupakan unsur utama.namun risiko ini adalah minimal. Kendatipun biopsi yangdilakukan pada akhir fase luteal berpotensi mengganggu kehamilan bila telah terjadi konsepsi.Kontrasepsi Hormonal akansangat informatif jika dilakukan beberapa hari sebelum menstruasi. Spinnbarkeit dapat diperkirakan dengan mengulur suatu sampel lendir serviks diantara dua gelas objek dan mengukur panjang maksimum dari tali yang terbentuk sebelumterputus. danglikoprotein.4. maka seringkali mungkin untuk memperkirakan status hormonal pasienhanya dengan melakukan pemeriksaan lendir serviks. polisakarida. Sekitar 20-60 rng lendir diproduksi setiap harinyayaitu pada sebagian besar hari dalam siklus menstruasi. Akan tetapi progesteron. Estrogen merangsang produksi lendir yang jernih dan encer seperti air dalam jumlah banyak (hingga 700 mg/hari) yang dapat dengan mudahditembus sperma.0. Lendir menjadi sedikit. pH biasanya basa dan berkisar antara 6. dan selular selama faseluteal siklus menstruasi dan pada kehamilan. Pola pakisatau arborisasi Universitas Muhammadiyah Malang Page 19 . Pada pertengahan siklus. kental. panjang spinnbarkeit biasanya melampaui 10 cm.5 hingga 9. akan mengirangi sekresi lendir. Spinnbarkeit adalah sifat yang memungkinkan lendir serviks diregangkan atau diulurmembentuk tali.1.

Estrogen merangsang proliferasi dan pematangan sel-selepitel. serta hanyamengandung sedikit sel. Epitel Vagina Mukosa vagina merupakan lapisan epitel berlapis gepeng yang tidak memiliki kelenjar-kelenjar.1. Pola pakis ini terbentuk akibat kristalisasi garam-garam organik di sekitar materi-materi organik kecil dalam jumlah optimal dalam lendir serviks.Kontrasepsi Hormonal mengacu pada suatu pola mikroskopis yang khas yang dibentuk lendir serviks biladikeringkan di atas gelas objek.4. sehingga lendirkering mulai memperlihatkan pola pakis pada pakis kedua dari fase folikular. namun pertandukan sejati tidak terjadi. Sel-sel epitelvaginal seperti halnya jaringan lain dan saluran reproduksi wanita. Denganmeningkatnya kadar estradiol serum.3.ataupun hambatan sekresi akibat peningkatan sekresi progesteron. Pola pakis yang menetapsepanjang siklus menstruasi mengisyaratkan siklus anovulatorik ataupun sekresi progesteronyang tidak memadai. berespons terhadap perubahankadar steroid-steroid seks ovarium. menyebabkan mukosa vagina menebal dan kandungan glikogen epitel menjadi Universitas Muhammadiyah Malang Page 20 . Hilangnya pola pakis ini dapatmencerninkan suatu stimulasi kelenjar-kelenjar endoserviks yang tidak memadai oleh estrogen. komposisi lendir serviks berubah pula. maka kualitaslendir juga berubah serta pola pakis menjadi hilang. Sel-sel pada lapisan luar menjadi pipih selama tahuntahun reproduktif dan dapatmengandung granula-granula keratohialin. Pola akis ini akansangat menonjol pada interval praovulasi di mana kadar estradiol adalah maksimal dan sebelumterjadi sekresi progesteron yang ber makna. 2. dan lendir menjadi encer seperti air. Dengan meningkatnya kadar progesteron setelah ovulasi.

piknotik. dan basal.Kontrasepsi Hormonal meningkat.Glikogen ini kemudian difermentasikan menjadi asam laktat oleh flora bakteria normal vagina. tidak terdapat progesteron untuk menghambat bentuk pakis yang diindukasi estrogen. dan diperiksa dibawah mikroskop. biasanya poligonal denganinti hiperkromatik. Universitas Muhammadiyah Malang Page 21 .dan bertanggungjawab atas pH cairan vagina yang agak asam. Gambar 2. Padapasien yang gagal ber-ovulasi (bawah). Progesteron membuat lendir lebih tebal dan lebih banyak sel. yang dipilih.misalnya pada kehamilan atau pertengahan faseluteal dari siklus menstruasi. Sel-sel intermedia merupakan sel gepeng yang relatif matang dengan sitoplasmaeosinofilik atau sianofilik dan suatu inti vesikular non-piknotik. Sel-selintermedia akan dominan pada statusendokrinologis di mana kadar progesteron tinggi. Perubahan-perubahan histologik dan sitologik epitel vagina wanita selama siklus menstruasi normal nyaris tidak nyata jikadibandingkan dengan perubahanperubahan pada siklus estrus binatang pengerat. Sel-sel yang terlepas yangdidapat melalui pengerokan ringan pada bagian tengah dinding lateral vagina ini paling bergunadalam penilaian sitohormonal. dibiarkan kering. superfisial.3 Bentuk pola ketika lendir serviksdipulas pada kaca objek. Sel-sel ini berkembang sebagai respon terhadap rangsang kadarestrogen yang tinggi dan tidak diimbangi. Tampilan nukelus ini merupakanfaktor yang penting alam membedakan selselintermedia dari sel-sel superficial. parabasal-yang sama sekali tidak mengacu pada lokasi sei-sel tersebut dilapisan epitel. Ahli sitologi menggambarkan tiga tipe sel-sel epitel vagina yang lepas. tetapi pada derajat kematangan ataupun diferensiasi sel. Sek-sel superfisial adalah sel-sel epitel matang.intermedia.

Sel-sel parabasal biasanya menunjukkandefisiensi estrogen dan merupakan tipe sel yang dominan pada masa-masa pra-pubertas dan post-menopause. Apus vagina dapat digunakan untuk penilaian kualitatif produksiestrogen pada wanita dengan amenore. rasio sel-sel superfisialterhadap sel intermedia: (2) indeks eosinofilik (El). dan basal-parabasal adalah: (I) indeks kariopiknotik (KPI). dansuperfisial dalam urutan seperti int. MI dapat berkisarantara (0/40/60) pada tengah siklus di mana kadar estrogen paling tinggi. Universitas Muhammadiyah Malang Page 22 . rasio antara sel-sel eosinofilik terhadap sel-sel sianofilik matang. di mana efek progesteron paling menonjol. Temuan sel-sel parabasal dengansedikit sel intermedia namun tanpa sel superfisial menunjukkan bahwa epitel vagina hanyamendapat sedikit atau tidak mendapat stimulasi estrogen. hingga (0/70/30) padaakhir fase luteal. Beberapa petunjuk yang menjelaskan rasio atau persentase dari sel-sel superfisial. hanya ada dua pola sel-sel epitel vagina yang bersifat diagnostik dansecara klinis berguna. Jika epitel vagina telah dirangsang dengan estrogen. Secara umum.Kontrasepsi Hormonal Sel-sel basal-parabasal adalah sel-sel imatur bulat atau oval. Karena hanya MI yang sebagai suatu faktor dapat mencakupketiga tipe sel. intermedia. kecil dan tebal dengan intivesicular yang besar dan sitoplasma sianofilik. dan (3) indeks maturasi (MI). maka indeks ini memberikan informasi lebih dibanding kedua indeks lain.intermedia. MI pada keadaan ini mungkin(100/0/0) atau (80/20/0). persentase sel-sel parabasal.

perjalanan ovum. Implantasi telur yang sudah dibuahi dihambat oleh estrogen dosis tinggi (dietil stilbestrol. Perjalanan ovum di percepat dengan pemberian estrogen pasca konsepsi.1. sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan. 2. Patofisiologi 1. atau implantasi. hal itu adalah pengaruh progesteron di samping estrogen. Kalaupun daya guna prefarat ini tinggi (95-98% menghambat ovulasi). etinil estradiol) yang diberikan pada pertengahan siklus haid. Mekanisme kerja estrogen Estrogen mempunyai khasiat kontrasepsi dengan jalan mempengaruhi ovulasi. Ovulasi tidak selalu dihambat oleh pil kombinasi yang mengandung estrogen 50 mikrogram atau kurang.2.2. Kontrasepsi hormonal adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat estrogen dan progesteron. Ovulasi dihambat melalui pengaruh estrogen terhadap hipotalamusdan selanjutnya menghambat FSH dan LH. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut. Kontrasepsi Hormonal Kontrasepsi berasal dari kata Kontra berarti mencegah atau melawan.Kontrasepsi Hormonal 2. yang dapat menghambat implantasi. Universitas Muhammadiyah Malang Page 23 . Jarak waktu antara konsepsi dan implantasi rata-rata 6 hari. Biopsi endometrium yang dilakukan setelah pemberian estrogen dosis tinggi pasca konsepsi menunjukkan efek antiprogesteron.

sehingga penetrasi dan transportasi sperma selanjutnya lebih sulit b.Kontrasepsi Hormonal 2. Universitas Muhammadiyah Malang Page 24 . dan kontrasepsi implant.2. Implantasi dihambat bila progesteron diberikan sebelum ovulasi. d. 2. Pil kombinasi. Kapasitas sperma dihambat oleh progesteron.2. maka perjalanan ovum dalam tuba akan terhambat. sebagai berikut: a. 2. Disamping itu progesteron mempunyai pula khasiat kontrasepsi. Mekanisme kerja progesteron Fungsi progesteron ialah menyiapkan endometrium untuk implantasi dan mempertahankan kehamilan. Jika progesteron diberikan sebelum konsepsi. Lendir serviks mengalami perubahan menjadi lebih pekat. c.1. Kontrasepsi Oral (Pil) Kontrasepsi oral terdiri atas lima macam yaitu : 1. Kapasitas diperlukan sperma untuk membuahi sel telur dan menembus rintangan disekeliling ovum. Macam-Macam Kontrasepsi Hormonal Berdasarkan jenis dan cara pemakaiannya dikenal tiga macam kontrasepsi hormonal yaitu kontrasepsi suntikan. dalam satu pil terdapat estrogen dan progestrone sintetik yang diminum 3 kali seminggu.2.2. Walaupun ovulasi dapat terjadi. kontrasepsi oral (Pil). produksi progesteron dari korpus luteum akan berkurang sehinga implantasi dihambat.

3. dan lain-lain. Berikut penjelasan mengenai jenis pil di atas : a. Pil mini. fibromioma uterus.estrogen hanya diberikan selama 14 – 16 hari pertama di ikuti oleh kombinasi progestrone dan estrogen selama 5 – 7 hari terakhir. Pil diminum tiap hari selama 3 minggu. • Cara makan pil Pil pertama diminum pada hari kelima siklus haid. merupakan pil hormon yang hanya mengandung progestrone dalam dosis mini ( kurang dari 0. perdarahan abnormal pervaginam yang tidak jelas sebabnya. Pil sekuenseal. keganasan pada payudara dan alat reproduksi. kelainan serebrovaskular. laktasi. Kontraindikasi relatif ialah hipertensi. Universitas Muhammadiyah Malang Page 25 . pil mulai dimakan sesudah bayi berumur 30-40 hari. penyakit jantung atau ginjal. • Kontraindikasi: Kontraindikasi mutlak pemakaian pil kombinasi ialah terdapatnya riwayat tromboflebitis atau tromboflebitis. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut.5 mg) yang harus diminum setiap hari termasuk pada saat haid. pil ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. diikuti selama satu minggu dengan plasebo dimana pada saat perdarahan surut akan terjadi. Pada pasca persalinan. Pil kombinasi Terdapat estrogen maupun progesteron sintetik dalam satu pil. kehamilan dan varises berat. fungsi hati tidak atau kurang baik.Kontrasepsi Hormonal 2.

• Efek samping Efek samping dapat dibagi dalam 2 golongan. Usahakan minum pil pada waktu yang sama. efek samping dan kontraindikasi sama dengan pil kombinasi. minum 2 pil segera ketika ingat dan 2 pil lagi pada waktu biasanya pada hari berikut. atau mungkin juga pengaruh vaskuler secara langsung. perdarahan diluar daur haid. retensi cairan. kemungkinan hamil menjadi besar. kandidiasis. seperti sehabis makan malam pada tiap harinya. enek. Tiap pagi dilakukan kontrol apakah pil tadi malam sudah diminum. melasma. Universitas Muhammadiyah Malang Page 26 . minumlah segera disaat ingat. dan keluhan gastrointestinal. amenorea pascapil. Jika lupa 3 pil. alopesia. selanjutnya kombinasi estrogen dan progesteron sampai siklus haid selesai. Pada keadaan in mungkin terjadi spotting. Pil sekuensial Diberikan estrogen selama 14-15 hari pertama. 1. yang mungkin terjadi karena peningkatan aktivitas faktor-faktor pembekuan. Sangat dianjurkan pemeriksaan sitologi vagina dan pemeriksaan payudar setahun sekali. Cara pemakaian. Jika lupa 2 pil berturut-turut. Efek samping yang berat adalah tromboemboli. yaitu efek samping yang ringan dan efek samping yang berat. Efek samping ini akan hilang dan berkurang dengan sendirinya. depresi. Khasiatnya untuk menghambat ovulasi. Jika lupa 1 pil.Kontrasepsi Hormonal sedangkan pasca keguguran 1-2 minggu pasca kejadian. Efek samping ringan dapat berupa pertambahan berat badan.

kemudian masuk ke dalam pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang berguna untuk mencegah timbulnya kehamilan.2. 2. Menekan ovulasi (tak seragam pada seluruh siklus) Variabel menurunkan efek siklus puncak dari LH dan FSH. Mekanisme aksinya : 1.Kontrasepsi Hormonal 2. 3. endometrium dan lendir serviks serta pencegahan ovulasi. sehingga mengurangi laju transpor ovum • Efek sampingnya adalah perdarahan tidak teratur dan spotting. Harus dimnum tiap hari. Pencegahan kehamilan mungkin karena pengaruh terhadap motilitas tuba. 4. Mengurangi motilitas silia pada tuba fallopi. Kontrasepsi Suntikan Kontrasepsi suntik adalah alat kontasepsi yang disuntikan ke dalam tubuh dalam jangka waktu tertentu. Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA). menjadikannya atrofi sehingga tak cocok untuk implantasi ovum.2. Yang digunakan adalah : 1. juga pada waktu haid. Pil mini Mengandung progestin saja. tanpa estrogen. mengandung 150mg Universitas Muhammadiyah Malang Page 27 .2. Hanya mengandung progestin • Depo provera yang mengandung medroxyprogestin acetate 50 Mg. 5. 2. Meningkatkan viskositas mukus dengan mengurangi volume dan alterasi strukturnya. Mengurangi jumlah dan ukuran kelenjar endometrium. korpus luteum.

diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik intra muskuler. Larutannya merupakan campuran benzyl benzoate dan castor oil dalam perbandingan 4:6. • Depo Nonsterat Enontat (Depo Nonsterat) yang mengandung 200mg noratin dion anontat. 2. 1 ampul Norigest berisi 200 mg Norethindore enenthate dalam larutan minyak. Norigest adaLah obat yang disuntikkan (secara Depot). Depo provera atau depo metroxy progesterone asetat adalah satu sintesa progestin yang mempunyai efek seperti progesterone asli dari tubuh wanita.Kontrasepsi Hormonal DMPA yang diberikan tiap 3 bulan dengan cara disuntik Intro Muskuler (di daerah bokong). Suntikan kombinasi adalah 25 mg deponaroxi progesteron acetat dan 1 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi 1 M sebutan seklai (cyclofem) dan 50 mg nereticinicon enafat dan 5 mg estradiol valenat yang diberikan injeksi 1 M sebutan sekali Depo provera Cyclofem Universitas Muhammadiyah Malang Page 28 .

Perubahan . yang diperlukan sebagai persiapan endometrium untuk memungkinkan nidasi dari ovum yang telah di buahi. Kadar follicle-stimulating hormone (FSH) dan LH menurun dan tidak terjadi lonjakan LH (LH Surge). karena mudah digunakan tidak banyak di pengaruhi kelalaian atau faktor lupa dan sangat praktis.perubahan siklus yang normal pada lendir serviks. mungkin mempengaruhi kecepatan transpor ovum di dalam tuba fallopi atau memberikan perubahan terhadap kecepatan transportasi ovum (telur) melalui tuba. mengalami penebalan mukus serviks yang mengganggu penetrasi sperma. Secret dari serviks tetap dalam keadaan di bawah pengaruh progesteron hingga menyulitkan penetrasi spermatozoa. yaitu mempengaruhi perubahan-perubahan menjelang stadium sekresi. Menghambat perkembangan folikel dan mencegah ovulasi.Kontrasepsi Hormonal Mekanisme Kerja Kontrasepsi Suntikan • Mencegah ovulasi. Progestogen menurunkan frekuensi pelepasan (FSH) dan (LH) . • Menghambat transportasi gamet dan tuba. 2. kadar progestin tinggi sehingga menghambat lonjakan luteinizing hormone (LH) secara efektif sehingga tidak terjadi ovulasi. Hormon progesteron dapat meningkatkan kuantitas air susu ibu sehingga kontrasepsi suntik sangat cocok pada ibu menyusui. Keuntungan 1. Sangat efektif . Meningkatkan kuantitas air susu pada ibu yang menyusui. • Lendir serviks menjadi kental dan sedikit. • Endometrium menjadi kurang layak atau baik untuk implantasi dari ovum yang telah di buahi. Keuntungan dan Kerugian a. Konsentrasi hormon Universitas Muhammadiyah Malang Page 29 .

Perdarahan yang tidak menentu 2. 4. Sakit kepala 5. Terjadinya amenorhoe yang berkepanjangan 3. Menimbulkan rasa sakit akibat suntikan Waktu Pemberian Universitas Muhammadiyah Malang Page 30 . Jika terdapat atau mengalami side efek dari suntikan tidak dapat ditarik lagi. b. Masih mungkin terjadi kehamilan. Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri 5.Kontrasepsi Hormonal di dalam air susu ibu sangat kecil dan tidak di temukan adanya efek hormon pada pertumbuhan serta perkembangan bayi. Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai menopause 8. Berat badan yang bertambah 4. Sangat cocok pada wanita yang telah mempunyai cukup anak akan tetapi masih enggan atau tidak bisa untuk dilakukan sterilisasi. 3. Tidak perlu menyimpan atau membeli persediaan. 8. 7. 7. Pemberiannya harus dilakukan oleh orang yang profesional. Efek samping sangat kecil yaitu tidak mempunyai efek yang serius terhadap kesehatan. 9. karena mempunyai angka kegagalan 0. Kembalinya kesuburan agak terlambat beberapa bulan 6. Membantu mencegah kehamilan ektopik dan kanker endometrium 9. Penggunaan jangka panjang 6. Kerugian 1.7%.

Telah memiliki anak. Segera diberika ketika masih di Rumah Sakit atau setelah 6 minggu post partum dan sebelum berkumpul dengan suami. Perdarahan ginekologi ( perdarahan melalui vagina yang tidak diketahui penyebabnya c. DM. Pasca Abortus 1. Pasca persalian dan tidak menyusui 6. Menyusui ASI pasca persalinan lebih dari 6 bulan 5. Usia reproduksi (20-30 tahun) 2. Tepat pada jadwal suntikan berikutnya. Kontra Indikasi a. Hari kelima menstruasi Jadwal waktu suntikan diperhitungkan. 2. Tumor/keganasan d. Interval 1. Pasca persalinan 1. ataupun yang belum memiliki anak 3. Anemia Universitas Muhammadiyah Malang Page 31 . 2.Kontrasepsi Hormonal a. hipertensi. Tersangka hamil b. c. Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas yang tinggi 4. b. dll Indikasi pemakaian suntikan kombinasi : 1. 2. hati. Segera setelah perawatan atau sebelum 14 hari. Penyakit jantung. Jadwal waktu suntikan yang diperhitungkan.

Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraine 9. siap. Menghendaki tidak ingin menggunakan kontrasepsi setiap hari atau Pemakaian kontrasepsi jangka panjang Telah mempunyai cukup anak sesuai harapan. 4. Hamil atau diduga hamil 2. stroke atau dengan tekanan darah tinggi (> 180/110 mmHg) 7. e. b. Menyusui di bawah 6 minggu pasca persalinan 3. Indikasi Suntikan Progestin : a. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya. Riwayat kehamilan ektopik 10.Kontrasepsi Hormonal 7. Usia > 35 tahun yang merokok 6. d. Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi Kontraindikasi suntikan kombinasi : 1. Kontra indikasi pemakaian estrogen Sedang menyusui Universitas Muhammadiyah Malang Page 32 . Penyakit haid akut (virus hepatitis) 5. Riwayat penyakit jantung. Haid teratur 9. c. Keganasan payudaya. Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis > 20 tahu 8. tapi saat ini belum saat melakukan sanggama. Nyeri haid hebat 8.

g. Ibu sedang hamil b. Sakit kepala sebelah (migrain) 2. Patofisiologi Universitas Muhammadiyah Malang Page 33 . Kontraindikasi Suntikan Progestin : a. Kontrasepsi Implan (Susuk KB) Alat kontrasepsi implant/bawah kulit (AKBK)/KB suntik/Norplant adalah suatu alat kontrasepsi yang mengandung levonorgestrel yang dibungkus dalam kapsul silastic-silicone (polydimethylsiloxane) dan disusukkan dibawah kulit.2. atau menderita kencing manis. Pengeluaran darah yang tidak jelas dari vagina e. mengidap tekanan darah tinggi. Sedang dalam persiapan operasi d.3.Kontrasepsi Hormonal f. Ibu yang menderita sakit kuning (liver). c. kelainan jantung. Atau dapat juga diartikan sebagai cara mencegah kehamilan dengan memasukkan hormon progestin ke dalam tubuh wanita secara terus-menerus. kanker payudara atau organ reproduksi. varises (urat kaki keluar). melalui batang silastik berisi hormon tersebut yang ditanam di dalam lapisan lemak di bawah kulit.2. Mendekati masa menopause Sedang menunggu proses sterilisasi juga cocok menggunakan kontrasepsi suntik.

masing-masing batang mempunyai panjang 34 mm. Kelebihan Implan Kelebihan dalam penggunaan implant.30 nanogram/ml. Dari ke 6 batang tersebut dilepaskan levonorgestrel 0. Bila implan dilepas. Tidak menaikkan tekanan darah Universitas Muhammadiyah Malang Page 34 .Kontrasepsi Hormonal Implan terdiri dari enam batang silastik. Cara Kerja Mekanisme kerja implan dalam mencegah kehamilan. implan memberikan progestin dalam dosis yang lebih rendah dengan kadar yang konstan. Perdarahan yang terjadi lebih ringan 3. kadar ini cukup untuk mencegah konsepsi dan dicapai 24 jam setelah insersi. Berbeda dengan kontrasepsi suntikan atau minipil. Cara ini cocok untuk wanita yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung estrogen 2. 3. diameter 2.80 mg/hari ke dalam tubuh pada tahun pertama kemudian menjadi 0.035 mg/hari pada lima tahun selanjutnya. Kadar rata-rata di dalam plasma sebesar 0. Menimbulkan perubahan-perubahan pada endometrium sehingga tidak cocok untuk implantasi zygot.50-0. sebagai berikut 1. Menghambat ovulasi kurang lebih pada 50% siklus haid. dalam waktu singkat levonorgestrel akan hilang dari dalam tubuh. 2.030-0. Mengentalkan lendir serviks sehingga sukar ditembus oleh spermatozoa.4 mm dan berisi levonorgestrel 36 mg setiap batangnya. meliputi: 1.

5. Kontraindikasi Implan Beberapa kontraindikasi dalam pemakaian implant. Wanita-wanita yang tidak boleh menggunakan pil KB yang mengandung estrogen. Indikasi implant Beberapa indikasi pemakaian implant. Kelainan jiwa (psikosis. Resiko terjadinya kehamilan ektopik lebih kecil jika dibandingkan dengan pemakaian AKDR. Varikosis 6. Riwayat kehamilan ektopik 7. Penderita penyakit hati 3. antara lain1: 1. 2. antara lain: 1. neurosis) 5. Kehamilan atau disangka hamil 2. Kanker payudara 4. perdarahan haid memanjang atau lebih Universitas Muhammadiyah Malang Page 35 . Kelainan kardiovaskular Efek Samping Efek samping pemakaian implant. yaitu terjadinya gangguan pola haid. seperti terjadinya spotting. Wanita-wanita yang ingin memakai kontrasepsi untuk jangka waktu yang lama.Kontrasepsi Hormonal 4. Dapat digunakan untuk jangka panjang (5 tahun) dan bersifat reversibel. Diabetes mellitus 8. tetapi tidak bersedia menjalan kontrasepsi atau menggunakan AKDR.

Oleh karena jumlah progestin yang dikeluarkan ke dalam darah sangat kecil. h. seperti keradangan. e. sakit kepala. Abses. 3. anoreksia. Selain itu dapat juga terjadi efek samping local. f. 2. pening. b. d. j. amenorea. mual-mual.Kontrasepsi Hormonal sering berdarah (metrorrhagia). Persiapan alat-alat yang diperlukan: a. Prosedur pemasangan implant 1. i. c. Migrasi. Sabun antiseptik Kasa steril Cairan antiseptik (Betadin) Kain steril yang mempunyai lubang Obat anestesi lokal Semprit dan jarum suntik Trokar no 10 Sepasang sarung tangan steril Satu set kapsul implant (6 buah) Scapel Teknik pemasangan Universitas Muhammadiyah Malang Page 36 . timbulnya akne. Ekspulsi. kadang-kadang terjadi perubahan pada libido dan berat badan. Terhadap calon akseptor dilakukan konseling dan KIE yang selengkap mungkin mengenai implant ini sehingga calon akseptor betul-betul mengerti dan menerimanya sebagai cara kontrasepsi yang akan dipakainya. g. Alergi. maka efek samping yang terjadi tidak sesering pada penggunaan pil KB.

trokar ditarik pelan-pelan keluar. 2) Daerah tempat pemasangan (lengan kiri bagian atas) dicuci dengan sabun antiseptik kemudian diberi cairan antiseptik.Kontrasepsi Hormonal 1) Calon akseptor dibaringkan terlentang di tempat tidur dan lengan kiri diletakkan pada meja kecil di samping tempat tidur akseptor. 7) Kemudian kapsul dimasukkan ke dalam trokar dan didorong dengan plunger sampai kapsul terletak d ibawah kulit 8) Demikian dilakukan berturut-turut dengan kapsul kedua sampai ke enam. umumnya tidak diperlukan jahitan. tutuplah luka dengan kasa steril.5 cm dengan skapel yang tajam. 3) Daerah tempat pemasangan implan ditutup dengan kain steril yang berlubang. 9) Setelah semua kapsul berada di bawah kulit. keenam kapsul di bawah kulit diletakkan demikian rupa sehingga susunannya seperti kipas. 6) Trokar dimasukkan melalui lubang insisi sehingga sampai pada jaringan bawah kulit. Universitas Muhammadiyah Malang Page 37 . kemudian diberi plester. 5) Setelah itu dibuat insisi lebih kurang sepanjang 0. 4) Dilakukan injeksi obat anestesi kira-kira 6-10 cm di atas lipatan siku. 10) 11) Kontrol luka apakah ada perdarahan atau tidak Jika tidak ada perdarahan.

Forceps dimasukkan melalui lubang insisi dan kapsul didorong dengan jari tangan lain kea rah ujung forceps. Prosedur pengangkatan implan Pengangkatan implant dilakukan atas indikasi: • • Atas permintaan akseptor Timbulnya efek samping yang sangat mengganggu dan tidak dapat diatasi dengan pengobatan biasa • • Sudah habis masa pakainya Terjadi kehamilan Berikut ini merupakan prosedur pengangkatan implan. kalo perlu kapsul didorong ke arah tempat insisi yang akan dilakukan. antara lain:1 1.Kontrasepsi Hormonal 12) Nasihatkan pada akseptor agar luka jaringan tidak basah selama kurang lebih 3 hari dan datang kembali jika terjadi keluhankeluhan yang mengganggu. Kalo perlu dapat dibantu dengan mendorong kapsul dengan jari tangan lain. 2. Adakalanya kapsul sudah terbungkus dengan jaringan di sekitarnya. Kemudian lakukan insisi selebar lebih kurang 5-7 mm di tempat yang paling dekat dengan kapsul implant. Lakukan anestesi local (infiltrasi anestesi) 4. Dalam hal ini lakukanlah insisi pada jaringan yang membungkus Universitas Muhammadiyah Malang Page 38 . Tentukan lokasi kapsul implan (kapsul 1-6). 5. Daerah insisi didisinfeksi. 6. Forsep dibuka lalu kapsul dijepit kemudian ditarik pelan-pelan. kemudian ditutup dengan kain steril yang berlubang 3.

7. Umumnya tidak diperlukan jahitan pada kulit 10. Implan Universitas Muhammadiyah Malang Page 39 .Kontrasepsi Hormonal kapsul pelan-pelan sampai kapsul menjadi bebas sehingga mudah menariknya keluar. Lakukanlah prosedur ini berturut-berturut untuk mengeluarkan kapsul kedua sampai ke enam. kemudian diplester. 9. Nasihatkan pada akseptor agar luka tidak basah selama kurang lebih 3 hari. hentikanlah perdarahan terlebih dahulu umpama dengan menekan daerah yang berdarah tersebut dengan kain steril kasa sterill. tutuplah luka insisi dengan kasa steri. Setelah semua kapsul dikeluarkan dan tidak dijumpai lagi peradarahan. Jika sewaktu mengeluarkan kapsul implant terjadi perdarahan. 8.

disertai pelepasan(deskuamasi) endometrium. Haid merupakan proses fisiologis dari seorang wanita. yang masing-masingmemiliki kelebihan dan kekurangan. Kontrasepsi hormonal bekerja dengan mempengaruhi “keseimbangan” fisiologis hormonal wanita.Kontrasepsi Hormonal BAB III KESIMPULAN Haid ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus. Universitas Muhammadiyah Malang Page 40 . sehingga siklus normal wanita tidak terjadi. Kontrasepsihormonal dibagi menjadi kontrasepsi kombinasi dan progesteron tunggal.

editor 1996. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. BKKBN. MD. Jakarta: PT Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo. Latif. 2. diakses 4. November 2011).Kontrasepsi Hormonal DAFTAR PUSTAKA 1. (Online) 9 (http://emedicine. S. M. editor. 2006. Edisi ketujuh. Rachimhadhi T. H 133 6. Surabaya: Rumah Sakit Umum Dokter Soetomo Surabaya. Jakarta. Contraception. Pedoman Diagnosis dan terapi. Jakarta. H 552 5. Prawirohardjo. Bag/ SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Edisi ketiga.com/article/258507-overview. Saifuddin A B. Hartono H. Winkjosastro H. 2007. 2009.medscape. 2008. Ilmu Kandungan (edisi ke-9). 3. Apa Yang Anda Harus Ketahui Tentang Alat Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjio. Amin. Ilmu Kandungan. hal 915-924. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Omnia F Samra. Edisi kedua. h PK 14 Universitas Muhammadiyah Malang Page 41 . Saifuddin AB. 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful