C.

Penggunaan Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah dalam Menulis dan Presentasi Ilmiah

Menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah dalam menulis dan presentasi ilmiah berarti memanfaatkan potensi bahasa Indonesia untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori, atau gabungan dari keempat hal tersebut secara hasil penelitian, secara tertulis, dan lisan. Itu berarti, pada saat menulis tulisan ilmiah penulis harus berusaha keras agar bahasa Indonesia yang digunakan benarbenar menunjukkan sifat yang cendikia, lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentaris, bertolak dari gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten. Sifat-sifat bahasa Indonesia yang demikian ditampakkan pada pilihan kata, pengembangan kalimat, pengembangan paragraf, kecermatan dalam penggunaan ejaan, tanda baca, dan aspek-aspek mekanik lainnya. 1. Menulis Karya Ilmiah Jenis-jenis karya ilmiah dapat dibedakan atas berikut. a. Makalah Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan permasalahan dan pembahasannya berdasarkan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif. b. Kertas kerja Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif. Makalah sering ditulis untuk disajikan dalam kegiatan penelitian dan tidak untuk didiskusikan, sedangkan kertas kerja ditulis untuk disajikan dalam seminar atau lokakarya. c. Laporan Praktik Kerja Laporan praktik kerja adalah karya tulis ilmiah yang memaparkan data hasil temuan di lapangan atau instansi perusahaan tempat kita bekerja. Jenis karya ilmiah ini merupakan karya ilmiah untuk jenjang diploma III (DIII). d. Skripsi Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain (karya ilmiah S1). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar sarjana. e. Tesis Tesis adalah karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis. Tesis ini sifatnya lebih mendalam dari skripsi (karya ilmiah S2). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar magister. f. Disertasi

mengetahui latar belakang peserta. Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar doktor. dan menjaga suara agar tidak monoton serta terdengar jelas oleh seluruh peserta yang berada di suatu ruangan. Dalam forum tersebut. Ketiga. Bagaimana halnya dalam presentasi ilmiah? Ketika melakukan presentasi ilmiah. penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleh moderator. baik sebagai hasil pemikiran maupun hasil penelitian. 2) Menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas 3) Menjaga etika ketika tampil di depan forum ilmiah. Kedua. dan teknisi. jeda.). bahan dapat dilengkapi dengan ilustrasi yang relevan. yakni penyaji. penyaji harus menaati bahan yang telah disiapkan dan memberi penjelasan singkat dan padat terhadap butir-butir inti. harus dipastikan bahwa semua peserta dapat melihat layar dan dapat membaca tulisan yang disajikan. ada kiat-kiat yang perlu diterapkan. Untuk menjaga agar presentasi tetap fokus pada madalah yang dibahas. peserta. Untuk menjaga etika dapat dilakukan dengan cara menghindari hal-hal yang dapat merugikan (menyinggung perasaan) orang lain. Tata Cara dan Etika Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah akan berhasil jika penyaji menaati tata cara yang lazim. beberapa fasilitas dalam penggunaan bahasa lisan tetap bisa dimanfaatkan. penyaji menaati etika yang berlaku di forum ilmiah karena forum ilmiah merupakan wahana bagi ilmuwan dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu saling asah otak dan hati serta bertukar berbagai informasi akademik. Kegiatan itu berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memperoleh bahan tertulis. yakni: 1) Menarik minat dan perhatian peserta. Pertama. baik bahan lengkap maupun bahasan presentasi powerpoint. menekankan dengan menggunakan intonasi. presenter dituntut agar bahasa Indonesia lisan yang digunakan diwarnai oleh sifat-sifat ragam bahasa Indonesia ilmiah sebagaiana dikemukakan di atas. pemandu (moderator). penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia. seorang penyaji dapat menggunakan media yang menarik (media visual seperti gambar dengan warna yang menarik. misalnya adanya kesempatan untuk mengulang-ulang. notulis. 2. Apabila bahan ditayangkan. Jika diperlukan. penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai. ilustrasi. Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah merupakan kegiatan yang lazim dilakukan dalam dunia ilmiah. Untuk menarik minat dan perhatian pada topik/masalah yang dibahas. dll. Semua pihak wajib melakukan tugasnya dan menjaga agar . Sementara itu. Untuk itu.Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif (karya ilmiah S3). dan unsur suprasegmental lainnya. Agar presentasi ilmiah dapat berjalan dengan efektif. ada beberapa peran yang dimainkan oleh aktor yang berbeda.

. Dalam menyiapkan presentasi. 4) Berpikir positif tentang peserta.jalannya presentasi ilmiah dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. Mengurangi gangguan komunikasi secara antisipatif.yaitu: a. b. Oleh karena itu. 5) Membuat peserta dihormati dan dihargai. a. Tentukan butir-butir terpenting bahan yang dibahas. Memaksimalkan efektivitas dalam proses presentasi. b. 6) Mempertimbangkan budaya peserta. tetapi juga tidak boleh terlalu elabratif karena elaborasi akan dilakukan secara lisan oleh penyaji. 2) Memperhatikan tingkat kapasitas peserta ketika memilih bahasa dan media. 1) Memastikan kecukupan pencahayaan dan ruang gerak. 7) Bersikap terbuka terhadap perbedaan sikap dan pendapat orang lain. dalam presentasi ilmiah berlaku prinsip-prinsip komunikasi. 2) Memastikan bahwa penyaji dapat melihat semua peserta. langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut. 1) Memastikan bahwa suaranya dapat didengar oleh semua peserta. Beberapa prinsip komunikasi. Atur butri-butir tersebut agar alur penyajian runtut dan runut (koheren dan kohesif). 8) Memastikan bahwa pakaian yang akan dipakai tepat pilihan dari segi situasi formal dan budaya setempat. c. 3) Menghindari kemungkinan multitafsir ungkapan yang dipilih. Kerangka pikir perlu diungkapkan/disajikan dalam diagram atau bagan alir untuk menunjukkan alur penalarannya. 3) Menjadi penyimak/pendengar yang baik jika ada peserta yang bertanya. Penyebutan butir hendaknya tidak boleh terlalu singkat. 5) Mendorong peserta untuk aktif terlibat. Melaksanakan Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah pada dasarnya adalah mengomunikasikan bahan ilmiah kepada peserta forum ilmiah. 4) Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya.

Maka dari itu. dapat disimpulkan bahwa bahasa Indonesia mempunyai peranan yang penting dalam konsep suatu karya ilmiah. harus dapat menciptakan suatu karya ilmiah dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. agar nantinya karya ilmiah kita dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi manfaat untuk orang lain. Yang perlu diperhatikan dalam berbahasa Indonesia yang baik adalah pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa. sesuai dengan siapa lawan bicara.6) Menggunakan media yang menarik dan tepat guna Berbahasa Indonesia yang baik adalah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan tempat tempat terjadinya kontak berbahasa. Apalagi kita yang sedang berada di jenjang perkuliahan yang nantinya akan menyusun karya ilmiah. . dan sesuai dengan topic pembicaraan. Ada pun berbahasa Indonesia yang benar adalah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang baik tidak selalu perlu beragam baku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful