Etika, atau filsafat moral (Telchman, 1998) mempunyai tujuan menerangkan kebaikan dan kejahatan.

Etika politik memiliki tujuan menjelaskan mana tingkah laku politik yang baik dan sebaliknya. Standar baik dalam konteks politik adalah bagaimana politik diarahkan untuk memajukan kepentingan umum. Jadi kalau politik sudah mengarah pada kepentingan pribadi dan golongan tertentu, itu etika politik yang buruk. Sayangnya, itulah yang terjadi di negeri ini. Bila Pancasila dijadikan acuan dalam etika politik. Etika politik bisa berjalan kalau ada penghormatan terhadap kemanusiaan dan keadilan. Ini merupakan prasyarat dasar yang perlu dijadikan acuan bersama dalam merumuskan politik demokratis yang berbasis etika dan moralitas.

Ketidakjelasan secara etis berbagai tindakan politik di negeri ini membuat keadaban publik saat ini mengalami kehancuran. Fungsi pelindung rakyat tidak berjalan sesuai komitmen. Keadaban publik yang hancur inilah yang seringkali merusak wajah hukum, budaya, pendidikan, dan agama. Rusaknya sendi-sendi ini membuat wajah masa depan bangsa ini kabur. Sebuah kekaburan yang disebabkan kerena etika tidak dijadikan acuan dalam kehidupan politik. Publik hanya disuguhi hal yang menyenangkan dan bersifat indrawi belaka. Artinya hanya diberi harapan tanpa realisasi.Inilah yang membuat publik terajari agar menerapkan orientasi hidup untuk mencari gampangnya saja. Keadaban kita sungguh-sungguh kehilangan daya untuk memperbarui dirinya. Etika politik yang berpijak pada Pancasila hancur karena politik identik dengan uang. Uang menjadi penentu segala-galanya dalam ruang publik. Hal ini sangat ironis karena mengakibatkan hilangnya iman dalam kehidupan manusia. Iman tidak lagi menjadi sumber inspirasi batin bagi kehidupan nyata. Iman hanya sekedar simbol lahiriah yang menjelma dalam ritus dan upacara. Iman tidak terkait dengan tata kehidupan dan akibatnya dia tidak menjiwai kehidupan publik. Politik tidak tersentuh oleh etika iman, seperti yang diajarkan oleh sila pertama dari Pancasila, KeTuhanan Yang Maha Esa.

Di masa reformasi yang serba boleh ini, Kemunduran etika politik para elite ini salah satunya ditandai dengan menonjolnya sikap pragmatisme dalam perilaku politik yang hanya mementingkan kelompoknya saja. Kepentingan bangsa, menurut mereka bisa dibangun hanya melalui kelompoknya. Dan masing-masing kelompok berpikir demikian. Jadi jika kita tarik logika yang ada di kepala masing-masing kelompok, (nyaris) tidak ada yang namanya kepentinganbersama untuk bangsa. Yang ada hanyalah kebersaman fatamorgana. Seolah-olah

adapun pengembangan dan aktualisasi politik negara berdasarkan pada moralitas berturut-turut moral ketuhanan. Ditunjang dengan alam kompetisi untuk meraih jabatan (kekuasaan) dan akses ekonomis (uang) yang begitu kuat. Politik identik dengan cara bagaimana kekuasaan diraih. Akibat luasnya cakupan etika politik itulah maka seringkali keberadaannya bersifat sangat longgar. Hampir tidak ada kesepakatan di mata para politisi kita tentang akan dibawa ke mana bangsa ini. moral . Etika politik yang bersifat umum dan dibangun melalui karakteristik masyarakat bersangkutan amat diperlukan untuk menampung tindakan-tindakan yang tidak diatur dalam aturan secara legal formal. penuh dengan perbedaan pendapat.Dalam sila-sila Pancasila tersusun atas urut-urutan sistematis. Prinsip menerima kebenaran pendapat lain sudah mati. politik berikut praktiknya perlu pula dibatasi dengan etika. Karena itulah. dan tidak pernah mau menyadari di balik pendapat yang ia nyatakan. Moh.kepentingan bersama. karena semua merasa benar sendiri. dan dengan cara apa pun. dan tertimbun oleh arogansi untuk menguasai kelompok lain. bahwa dalam politik negara harus mendasarkan pada kerakyatan (sila IV). padahal itu hanyalah kepentingan-kepentingan kelompok yang terkoleksi. melarang dan memerintahkan tindakan mana yang diperlukan dan mana yang dijauhi. Memang benar alam raya ini penuh dengan perbedaan. rasa malu dan merasa bersalah bisa dengan mudah diabaikan. Tapi di Indonesia perbedaan pendapat justru menjadi penghalang untuk mencapai visi bersama bangsa. Drs. meregulasi. meski bertentangan dengan pandangan umum. di samping aturan legal formal berupa konstitusi. atas dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Jadi etika politik lebih bersifat konvensi dan berupa aturan-aturan moral. Demikian pula politik. dan mudah diabaikan tanpa rasa malu dan bersalah. Hatta. Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik negara. mengandung kekurangan yang bisa ditutup oleh pendapat kelompok lain. menyatakan bahwa “negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa. Betapa sedih melihat ketika demokrasi yang kita rasakan dibangun oleh para elite dengan cara manipulatif dan penuh rekayasa untuk menjatuhkan lawan. Etika politik digunakan membatasi. Ke arah manakah etika politik akan dikembangkan oleh para politisi produk reformasi ini? Dalam praktik keseharian. daripada kekuasaan yang berwajah populis dan untuk kesejahteraan masyarakat. politik seringkali bermakna kekuasaan yang serba elitis. Hal ini menurutnya agar memberikan dasar-dasar moral supaya negara tidak berdasarkan kekuasaan.

salah satunya adalah “Pancasila sebagai suatu sistem etika”. serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dan pancasila memegang peranan besar dalam membentuk pola pikir bangsa ini sehingga bangsa ini dapat dihargai sebagai salah satu bangsa yang beradab didunia. d. Produk hokum apapun yang dihasilkan oleh Presiden. rakyatnya yang ramah tamah. c.Kecenderungan menganggap acuh dan sepele akan kehadiran pancasila diharapkan dapat ditinggalkan. Landasan aksiologis (sumber nilai) sistem politik Indonesia adalah dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV yang berbunyi “……maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia. Berdasarkan semangat dari UUD 1945 esensi demokrasi adalah: a. yaitu ikatan moralitas sebagai suatu bangsa (sila III). Adapun aktualisasi dan pengembangan politik negara demi tercapainya keadilan dalam hidup bersama (sila V). Rakyat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi dalam negara. Kedaulatan rakyat dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.Nilai demokrasi politik sebagaimana terkandung dalam Pancasila sebagai fondasi bangunan negara yang dikehendaki oleh para pendiri negara kita dalam kenyataannya tidak dilaksanakan berdasarkan suasana kerokhanian berdasarkan nilai-nilai tersebut.kemanusiaan (sila II) dan moral persatuan. memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Pancasila banyak memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia.Di dunia internasional bangsa Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki etika yang baik. Kemanusiaan yangAdil dan Beradab. Presiden dan wakil presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dan karenanya harus tunduk dan bertanggung jawab kepadaMPR. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan yang Maha Esa. sopan santun yang dijunjung tinggi dan banyak lagi. b. baik sendiri maupun bersama-sama lembaga lain kekuatannya berada dibawah Majelis Permusyawatan Rakyat atau produk-produknya Pancasila adalah sebagai dasar negara Indonesia. Karena bangsa yang .

Etika sebagai ilmu terbagi menjadi dua yakni yang umum dan . yaitu bagaimana seseorang dalam suatu masyarakat kenegaraan ( yang menganut system politik tertentu) berhubungan secara politik dengan orang atau kelompok masyarakat lain. Seperti tercantum di sila ke dua “ kemanusian yang adil dan beadab” tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran pancasila dalam membangun etika bangsa ini sangat berandil besar. namun secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sistematik. kedudukan kodrat sebagai pribadi berdiri sendiri. Berwawasan Kebangsaan Budaya dan Etika Politik Etika merupakan suatu cabang filsafat dan sekaligus merupakan suatu cabang tentang ilmu kemanusiaan (humaniora). Dalam melaksanakan hubungan politik itu seseorang harus mengetahui dan memahami norma-norma dan kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi. Dan pancasila memegang peranan dalam perwujudan sebuah sistem etika yang baik di negara ini. Disetiap saat dan dimana saja kita berada kita diwajibkan untuk beretika disetiap tingkah laku kita. karena berasal dari tingkah laku dan hati nurani. Pembentukan etika bukan hal yang susah dan bukan hal yang gampang. Sebagai cabang filsafat etika membahas system yang mendasar tentang ajaran dan pandangan tentang moral. Etika politik sebagai cabang dari etika sosial dengan demikian membahas kewajiban dan normanorma dalam kehidupan politik. yaitu makhluk Tuhan Yang Maha Esa. dan setiap unsur memiliki fungsi masing-masing namun saling berhubungan.Inti dan isi Pancasila adalah manusia monopluralis yang memiliki unsur-unsur susunan kodrat (jasmani –rohani). Sedangkan bila sebagai ilmu dalam etika mengapa kita mengikuti moral tertentu. setiap sila tidak dapat berdiri sendiri terlepas dari sila lainnya.Unsurunsur hakekat manusia merupakan suatu kesatuan yang bersifat organis dan harmonis. Pancasila adalah suatu kesatuan yang majemuk tunggal. diantara sila satu dan lainnya tidak saling bertentangan. Setiap sila pada dasarnya merupakan azas dan fungsi sendiri-sendiri.besar adalah bangsa yang beradab. sifat kodrat (individu-makhluk sosial). Semoga rangkuman ini dapat membuka pikiran akan pentingnya arti sebuah pancasila bagi kehidupan bangsa ini. Pancasila merupakan penjelmaan hakekat manusia monopluralis sebagai kesatuan organis.

(Franz Magnis Susesno. Etika dalam artian yang umum membahas prinsip-prinsip yang umum tentang tindakan manusia. dan institusi yang lebih adil kebijakanya.khusus. seksual dan politik. Sebenarnya kalau mau melihat dasar Negara merupakan suatu etika politik modern dikarenakan dalam Pancasila memuat hal-hal yang mendasar dalam seperti pluralisme. Hal yang perlu dibahas dalam etika politik paling tidak ada tiga macam yakni yang berkaitan dengan individu. Etika yang bersifat individual membahas tentang diri. serta kepercayaan terhadap Tuhan. tetapi lebih jauh lagi yakni bagaimana cara memperoleh kekuasaan dan kekuasaan itu digunakan. Etika politik Haryatmoko (2003) menjelaskan pentingnya pembahasan mengenai etika politik setidaknya karena tiga alasan. HAM. Etika politik yang berkaitan dengan individu merupakan tugas dari etika ini untuk membentuk seorang politikus yang memiliki moral yang berorientasi pada keadilan. Kebebasan ini menjadikan landasan untuk lebih progresif dalam aktualisasi politik tanpa menggangu hak politik dari yang lain. betapa pun kasar dan tidak santunnya suatu politik. profesi. Etika politik yang berkaitan dengan kebebasan ini merupakan suatu bentuk ekspresi individu dalam megapreasiasikan kepentingan politiknya. solideritas bangsa dan keadilan social. Etika politik dalam pengertian yang luas bukan hanya yang sempit berbicara tentang bagaimana cara memperoleh kekuasaan. lingkungan kedokteran. suara hati nurani. Pertama. Kuliah Umum di Fakultas Filsafat UGM). Sedangkan etika dalam artian yang khusus terbagi menjadi dua macam yang bersifat individual dan yang bersifat social. Jadi yang dibahas dalam etika politik ini bukan hanya person tetapi lebih dari itu. Sedangkan etika yang bersifat social meliputi cabang yang lebih khusus seperti etika dalam bisnis. Sedangkan aplikasi dari individu dan kebebasan maka institusi yang menjadi tujuan dalam kebijakan yang diambilnya pun harus sesuai sehingga tercipta keadilan dan mensejahterakan masyarakat. Pembahasan yang dilakukan oleh etika politik meyangkut institusi atau lembaga Negara dan sasarannya. demokrasi. tindakannya . kewajibannya. ruang lingkup kebebasan. Moralitas politikus merupkan ukuran dalam etika politik yang berkitan dengan individu bila berkomunikasi dengan orang atapun lembaga yang lain.

Seseorang yang ber-etika pancasila saat menghadapi PEMILU pastinya akan menjadikannya . Definisi etika politik ini membantu menganalisis korelasi antara tindakan individual. dia menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan kekuasaan atau pun kursi di DPR. kotor dalam PEMILU ini. pertarungan kekuasaan dan konflik kepentingan yang berlarut-larut akan membangkitkan kesadaran tentang perlunya penyelesaian yang mendesak dan adil. tindakan kolektif. mengapa??? Karena etika sebagai cerminan tindakan. Korban akan membangkitkan simpati dan reaksi indignation (terusik dan protes terhadap ketidakadilan). Pernyataan "perubahan harus konstitusional" menunjukkan bahwa etika politik tidak bisa diabaikan begitu saja. Politik yang kasar dan tidak adil akan mengakibatkan jatuhnya korban. Legitimasi tindakan ini mau tidak mau harus merujuk pada norma-norma moral. sangat penting untuk di terapkan pada keadaanPEMILU ini. dan struktur-struktur yang ada. Keberpihakan pada korban tidak akan menoleransi politik yang kasar. kita harusnya mengetahui hubungan dari fungsi pancasila sebagai etika dengan keadaan PEMILU. Bagi orang yang ber-etika rendah. dan (3) membangun institusi-institusi yang adil. Kedua.tetap membutuhkan legitimasi. Di sinilah letak celah di mana etika politik dapat berbicara dengan otoritas. Jeritan korban adalah berita duka bagi etika politik. nilai-nilai. Fungsi pancasila sebagai etika Bila di ambil kasus dari keadaan sekarang yang mendekati PEMILU. Dalam perspektif ini. apakah ia jujur. Penyelesaian semacam ini tidak akan terwujud bila tidak mengacu pada etika politik. (2) upaya memperluas lingkup kebebasan. etika politik berbicara dari sisi korban. hukum atau peraturan perundangan. Ketiga. curang. bersih.Etika yang di balut dengan pancasila semakin memantapkan jati diri seseorang dalam menghadapi PEMILU ini. PEMILU dapatdijadikan tempat menuju kekuasaan.Bicara kaitan fungsi pancasila sebagai etika dengan PEMILU. pengertian etika politik mengandung tiga tuntutan: (1) upaya hidup baik bersama dan untuk orang lain. Semua orang sudah mengetahuinya. bersama dan untuk orang lain. Tujuan etika politik adalah mengarahkan ke hidup yang baik. dalam rangka memperluas lingkup kebebasan dan membangun institusi-institusi yang adil.

Persatuan tidak berarti penyeragaman.sebagai dasar dalam bertindak atau menjalankan kegiatan PEMILU dengan baik. 2. Pancasila mengandung 4 pokok pikiran. Sebagai dasar falsafah bangsa dan dasar ideology negara . cita-cita hukum. rasa keadilan dan seterusnya. Pancasila mengandung makna bahwa dalam setiap aspek kehidupan kebangsaan. yang bhinneka tunggal ika. XX/MPRS/1966 menyatakan: Pancasila seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 45 merupakan sumber hukum yang berlaku di negara RI dan karena itu secara obyektif ia merupakan suatu pandangan hidup. sebagai berikut: 1. bahkan saling menjelaskan. Sebagai dasar pandangan hidup bernegara dan sistem nilai kemasyarakatan. serta cia-cita moral yang luhur yang meliputi suasana kejiwaan bangsa . Negara merupakan negara persatuan. misalnya apakah ia korup atau tidak (di sini tidak dibahas). kesadaran. Negara Indonenesia didirikan dengan maksud mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat . Orang Islam menerjemahkan Ketuhanan YME sebagai Tauhid.Perlu dibedakan antara etika politik dengan moralitas politisi. dan berkewajiban pula mewujudkan kesejahteraan serta mencerdaskan kehidupan bangsa . PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK DAN DASAR IDEOLOGI NEGARA Telah dijelaskan bahwa sila-sila dalam Pancasila berkaitan dengan berbagai system falsafah dan pandangan hidup yang berkembang dalam sejarah bangsa . kemanusiaan. Ketetapan MPRS No. kemasyarakatan dan kenegaraan harus berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Moralitas politisi menyangkut mutu moral negarawan dan politisi secara pribadi (dan memang sangat diandaikan). Sila-sila tersebut saling terkait satu sama lain dan merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu apabila ditafsirkan secara benar akan menjelma sebagai suatu system falsafah yang sejalan dengan budaya bangsa. tetapi mengakui kebhinnekaan yang mengacu pada nilai-nilai universal Ketuhanan.menerima segala keputusan akhir dengan lapang dada.

yaitu bahwa manusia pada hakikatnya itu merupakan individu dan anggota sosial sekaligus. toleran. Pancasila memiliki logika internal yang sesuai dengan tuntutan-tuntutan dasar etika politik modern 1. merupakan pribadi merdeka dan makhluk Tuhan sekaligus. (2) Disahkan dan dijalankan secara demokkratis. artinya. Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. untuk hidup dengan positif. Negara didirikan di atas asas kedaulatan rakyat. damai. yang tidak bisa hidup di luar adab dan budaya tertentu. Ukuran paling utama dalam etika politik ialah harkat dan martabat manusia.Pluralisme Dengan pluralism dimaksud kesediaan untuk menerima pluralitas. Demokrasi harus juga dilaksanakan di bidang ekonomi. Kedaulatan rakyat tidak bisa dibangun hanya berdasarkan demokrasi di bidang politik. Pancasila sebagai etika politik menuntut agar kekuasaan dalam negara dijalankan sesuai dengan: (1). manusia dipandang sebagai subyek yang merdeka dalam dirinya sendiri dengan kepercayaan dan pandangan hidup yang dianutnya.3. Ini mengandung arti bahwa negara menjunjung tinggi keberadaan agama-agama yang dianut bangsa Etika politik meletakkan dasar fundamental manusia sebagai manusia. Dalam etika politik. Negara didirikan di atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa. (3) Dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral atau tidak bertentangan dengan moral. 4. yaitu dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku dalam negara RI yang berdasarkan Pancasila. dan biasa/normal bersama warga masyarakat yang berbeda pandangan .SEBAGAI JAWABAN ETIKA POLITIK MODERN. Asas legalitas atau legitimasi hukum. Muhammad Hatta mengatakan bahwa negara harus berdasarkan moral Ketuhanan dan moral kemanusiaan agar tidak terjerumus menjadi “negara kekuasaan” (machtsstaats ETIKA POLITIK PANCASILA. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang beradab dan berbudaya.

Pluralisme memerlukan kematangan kepribadian seseorang dan sekelompok orang. Pelanggaran 3. Kemanusiaan yang adil dan beradab juga menolak kekerasan dan eklusivisme suku dan ras.HAM Jaminan hak-hak asasi manusia adalah bukti Kemanusia yang adil dan beradab. . agama. Mengapa? Karena hak-hak asasi manusia menyatakan bagaimana manusia wajib diperlakukan dan wajib tidak diperlakukan. Korupsi bak kanker yang mengerogoti kejujuran. Maka di sini termasuk rasa kebangsaan. melainkan menyumbang sesuatu pada hidup manusia-manusia lain. Lawan pluralism adalah intoleransi. budaya. di ambang modernitas di mana manusia tidak lagi dilindungi oleh adat/tradisi. kepicikan ideologis yang mau memaksakan pandangannya kepada orang lain. masyarakat. melainkan juga demi orang lain. kebebasan berpikir. tanggung-jawab. Manusia hanya hidup menurut harkatnya apabila tidak hanya bagi dirinya sendiri. Jadi bagaimana manusia harus diperlakukan agar sesuai dengan martabatnya sebagai manusia.hidup. melainkan karena ia manusia. Pluralism mengimplikasikan pengakuan terhadap kebebasan beragama. Sikap ini adalah 2. toleransi. segenap paksaan dalam hal agama. bukti keberadaban dan kematangan karakter koletif bangsa. Manusia menjadi seimbang apabila semua lingkaran kesosialan itu dihayati dalam kaitan dan keterbatasan masing-masing. kelompok etnis. kebangsaan. Prinsip pluralism terungkap dalam Ketuhanan Yang Maha Esa yang menyatakan bahwa di Indonesia tidak ada orang yang boleh didisriminasikan karena keyakinan religiusnya. • Kontekstual karena baru mempunyai fungsi dan karena itu mulai disadari. solidaritas sebagai manusia. bahwa kita bersatu senasib sepenanggungan. Bangsa Solidaritas mengatakan bahwa kita tidak hanya hidup demi diri sendiri. hak-hak asasi manusia Solidaritas tidak boleh dibiarkan (impunity). kelompok agama. sikap objektif. adat. Sosialitas manusia berkembnag secara melingkar: keluarga. Hak-hak asasi manusia adalah baik mutlak maupun kontekstual: • Mutlak karena manusia memilikinya bukan karena pemberian Negara. dan seblaiknya diancam oleh Negara modern. kampong. jadi dari tangan Sang Pencipta. kebebasan mencari informasi. Solidaritas itu dilanggar dengan kasar oleh korupsi.

Di mana perlu diperhatikan bahwa ketidakadilan-ketidakadilan itu bersifat structural. Ketidakadilan structural paling gawat sekarang adalah sebagian besar segala kemiskinan. atau sekelompok ideology. bagian atas yang maju terus dan bagian bawah yang paling-paling bisa survive di hari berikut. Demokrasi adalah “kedaulatan rakyat plus prinsip keterwakilan”. dasar: • Pengakuan dan jaminan terhadap HAM. sebagai pelaksanaan ide-ide. Maksud baik apa pun kandas apabila melanggar keadilan. bukan pertama-pertama individual. Ketidakadilan struktur lain . pemerintah Keadilan yang sewenang-wenang). • Kekuasaan dijalankan atas dasar. Jadi demokrasi memrlukan sebuah system penerjemah kehendak masyarakat Demokrasi hanya ke dapat dalam berjalan baik tindakan atas dua politik. Dalam kenyataan. atau sekelompok pendeta/pastor/ulama berhak untuk menentukan dan memaksakan (menuntut dengan pakai ancaman) bagaimana orang lain harus atau boleh hidup. yang mutu. Korupsi membuat mustahil orang mencapai sesuatu 4. ideology-ideologi. Demokrasi Prinsip “kedaulatan rakyat” menyatakan bahwa tak ada manusia. ketidakadilan tidak pertama-tama terletak dalam sikap kurang adil orangorang tertentu (misalnya para pemimpin). Artinya. keadilan social tidak sama dengan sosialisme. Moralitas masyarakat mulai dengan penolakan terhadap ketidakadilan. Demokrasi berdasarkan kesadaran bahwa mereka yang dipimpin berhak menentukan siapa yang memimpin mereka dan kemana mereka mau dipimpin. Struktur-struktur itu hanya dapat dibongkar dengan tekanan dari bawah dan tidak hanya dengan kehendak baik dari atas. keadilan social diusahakan dengan membongkar ketidakadilan-ketidakadilan yang ada dalam masyarakat. Keadilan social adalah keadilan yang terlaksana. Keadilan social mencegah bahwa masyarakat pecah ke dalam dua bagian.dan kompetensi orang/kelompok orang yang korup. perlindungan terhadap HAM menjadi prinsip mayoritas tidak menjadi kediktatoran mayoritas. atau sebuah elit. Maka kepastian hokum merupakan unsur hakiki dalam demokrasi (karena mencegah 5. dan dalam ketaatan terhadap hokum (Negara hukum demokratis). Sosial Keadilan merupakan norma moral paling dasar dalam kehidupan masyarakat. agama-agama tertentu. Tuntutan keadilan social tidak boleh dipahami secara ideologis. melainkan dalam struktur-struktur politik/ekonomi/social/budaya/ideologis.

Kemiskinan. ketidakpedulian dan kekerasan social. Karenanya jika bangsa Indonesia sudah tidak meyakini Pancasila sebagai acuan etis-moral untuk mewujudkan cita-cita nasional maka bangsa Indonesia akan terseret kedalam salah satu ideologi tersebut. tantangan etika politik paling serius di Indonesia sekarang adalah: 1. Pancasila adalah penengah konflik antara mereka yang ingin mengkonsepsikan Indonesia kedalam negara nasionalisme sekuler dengan mereka yang ingin mengkonsepsikan negara ke dalam dasar satu agama. 2. Dalam memperjuangkan cita-cita politiknya. Dalam pendapat penulis. pertama-tama ekstremisme agama dimana mereka yang merasa tahu kehendak Tuhan merasa berhak juga memaksakan pendapat mereka pada masyarakat. dan etnik. . suku dan budaya. Dengan demikian penempatan ideologi Pancasila sebagai dasar negara pada hakikatnya merupakan proses kesepakatan politik rakyat untuk membangun sebuah negara. 3. Pancasila berada di antara dua kekuatan ideologi besar yakni ideologi sosialis komunis dan ideologi liberal. Korupsi Prularistik Menurut Soekamo.adalah diskriminasi di semua bidang terhadap perempuan. Mengingat pada saat disepakati sebagai ideologi bangsa. semua diskriminasi atas dasar ras. agama. dan memiliki hak sama tanpa adanya diskriminasi atas suku. Pancasila adalah ideologi yang tepat bagi bangsa Indonesia yang secara realitas sosial-politik adalah pluralistik. bangsa Indonesia harus senantiasa yakin dan menempatkan Pancasila sebagai ideologi yang dapat digunakan sebagai acuan etis dan moral dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Ekstremisme ideologis yang anti pluralism. ras. yang secara politik menempatkan rakyat pada kedudukan yang sama. kewajiban yang sama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful