BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan. Interaksi sosial akan berlangsung apabila seorang individu melakukan tindakan dan dari tindakan tersebut menimbulkan reaksi individu yang lain. Interaksi sosial terjadi jika dua orang atau lebih saling berhadapan, bekerja sama, berbicara, berjabat tangan atau bahkan terjadi persaingan dan pertikaian.

1.2 Tujuan Dalam makalah ini akan membahas mengenai : 1. Pengertian interaksi sosial. 2. Pengertian interaksi social menurut para ahli. 3. Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial. 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial 5. Pola-pola interaksi sosial 6. Bentuk-bentuk interaksi sosial.

1

BAB II PEMBAHASAN

1. Pengertian Interaksi Sosial

Kimball Young dan Raymond, W. Mack, interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Dengan kata lain bahwa interaksi sosial merupakan intisari kehidupan sosial. Artinya, kehidupan sosial dapat terwujud dalam berbagai bentuk pergaulan seseorang dengan orang lain. Gillin dan Gillin mendefinisikan interaksi sosial sebagai hubunganhubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang

perorangan dengan kelompok manusia. Bertemunya orang-perorangan secara badaniah belaka tidak akan

menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. Pergaulan hidup scmacam itu baru akan terjadi apabila orang-orang atau kelompok-kelompok manusia bekerjasama, saling berbicara, dan seterusnya untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Manusia dalam kehidupannya tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang sepanjang hidupnya bersosialisasi dengan orang lain dalam proses interaksi. Interaksi sosial menghasilkan banyak bentuk sosialisasi. Bisa berupa interaksi antar individu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi antara kelompok. Sedangkan syarat terjadinya interaksi sosial adalah terjadi kontak sosial dan terjadi komunikasi.

2

mengubah. # SOERJONO SOEKANTO Interaksi sosial merupakan dasar proses sosial yang terjadi karena adanya hubungan-hubungan sosial yang dinamis mencakup hubungan antarindividu. MACK Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antar individu. antara individu dengan kelompok. # KIMBALL YOUNG & RAYMOND W. individu dengan kelompok. 3 . atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. S. maupun antara kelompok dengan kelompok lainnya. Pengertian dan Definisi Interaksi Sosial Menurut Para Ahli Berikut ini adala pengertian dan definisi interaksi sosial menurut para ahli : # ASTRID. antarkelompok.2. dan kelompok dengan kelompok # MARYATI & SURYAWATI INteraksi sosial adalah kontak aau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu. atau antara individu dan kelompok # GILLIN & GILLIN Interaksi sosial adalah suatu hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu. SUSANTO Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial. antar kelompok atau antar individu dan kelompok. Hasil interaksi sangat ditentukan oleh nilai dan arti serta interpretasi yang diberikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi ini. # BONNER Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih yang saling mempengaruhi.

sedangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama seali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial. Adanya Komunikasi Sosial yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain. seperti melalui telepon. sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. orang lain. surat kabar. yaitu antar individu. perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. dan lain-lain. antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok. Yakni kontak sosial yang dilakukan melaui perantara. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya. suatu kontak dapat pula bersifat langsung (face to face) maupun tidak langsung atau sekunder. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis. Adanya kontak sosial (social contact) Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk. Selain itu. Dua Syarat terjadinya interaksi sosial : a. antar kelompok. 3. Interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Pelaku lebih dari satu orang 2) Adanya komunikasi di antara pelaku 4 . Dengan adanya komunikasi tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.# MURDIYATMOKO & HANDAYANI Interaksi sosial adalh hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial. antar individu dengan kelompok. menyangkut hubungan antara individu. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama. b.

identifikasi. seperti faktor imitasi. Empat faktor yang menjadi dasar proses interaksi sosial adalah sebagai berikut : a. Sugesti biasanya dilakukan dari orang-orang yang berwibawa dan memiliki pengaruh besar di lingkungan sosialnya.3) Adanya tujuan mungkin sama atau tidak sama antar pelaku 4) Adanya dimensi waktu 4. Sugesti Sugesti merupakan suatu proses dimana seorang individu menerima suatu cara pandangan tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu. Akan tetapi. pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pandangan itu dan menerimanya secara sadar atau tidak sadar tanpa berpikir panjang. dan keadaan fisik seseorang. ataupun orang dewasa terhadap anak-anak. Cepat atau lambatnya proses sugesti ini sangat tergantung pada usia. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor yang ada diluar individu. Sugesti dapat dibedakan atas tiga jenis. sugesti. kemampuan intelektual. Imitasi memiliki segi positif dan negatif. dan simpati. kepribadian. dikatakan positif apabila suatu individu meniru perilaku individu lain yang baik sesuai nilai dan norma masyarakat. Namun dikatakan negatif apabila suatu individu meniru perilaku individu lain yang tidak baik atau menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. b. Imitasi Berarti meniru perilaku dan tindakan orang lain. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan tergabung. yaitu: 1) Sugesti kerumunan (crowd suggestion) 5 . sugesti dapat pula berasal dari kelompok besar (mayoritas) terhadap kelompok kecil (minoritas). Akibatnya.

Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola. Pola-pola Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan suatu proses yang dapat memberikan pola interaksinya. c. 3) Sugesti prestise (prestige suggestion) adalah sugesti yang muncul sebagai akibat adanya prestise orang lain. keyakinan. d. melainkan karena keanggotaan atau kerumunan. 2) Sugesti negatif (negative suggestion) ditujukan untuk menghasilkan tekanan-tekanan atau pembatasan tertentu. Identifikasi merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan proses sugesti yang pengaruhnya telah amat kuat. dan kelompok dengan kelompok yang bersifat dinamis dan mempunyai pola tertentu. 5. prilaku. dan pola hidup yang menjadi idola akan melembaga bahkan menjiwai para pelaku identifikasi. sehingga sangat berpengaruh terhadap pembentukan dan perkembangan kepribadiannya. walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. Simpati Merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Sikap.adalah penerimaan yang tidak didasarkan pada penalaran. Identifikasi Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Pola interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1) Didasarkan atas kedudukan sosial (status) dan peranannya. Pola interkasi sosial merupakan bentuk jalinan interaksi yang terjadi antara individu dengan individu. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting. individu dengan kelompok. 6 .

seperti: jarak sosial. Bentuk-bentuk interaksi sosial Gillin dan gillin menggolongkan proses sosial yang muncul akibat dari adanya interaksi sosial menjadi dua jenis. ras. partai. dan segala akibat dari hubungan merupakan tanggung jawab bersama. berdasarkan bentuknya. dan lainnya. dan keadaan tertentu. yakni proses yang mengarah pada terwujudnya persatuan dan integrasi sosial (asosiatif) dan proses oposisi yang 7 . termasuk juga di dalamnya perbedaan jenis kelamin dan usia.2) Merupakan suatu kegiatan yang terus berlanjut dan berakhir pada suatu titik yang merupakan hasil dari kegiatan tadi. 3) Pola interaksi kelompok dengan kelompok Hubungan ini mempunyai ciri-ciri khusus berdasarkan pola yang tampak. interaksi sosial dapat diklasifikasikan menjadi tiga pola. perasaan simpati dan antipati. dan agama. organisasi. 4) Tidak mengenal waktu. Berarti interaksi sosial dapat teriadi kapan dan dimanapun. yaitu: 1) Pola interaksi individu dengan indiuidu Dalam mekanismenya. dan dapat berakibat positif atau negatif terhadap kehidupan masyarakat. intensitas dan frekuensi interaksi. interaksi ini dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan yang mengakibatkan munculnya beberapa fenomena. 2) Pola ini merupakan bentuk hubungan antara individu dengan individu sebagai anggota suatu kelompok yang menggambarkan mekanisme kegiatan kelompoknya. diatur dengan tatacara yang ditentukan kelompoknya. Artinya dalam proses interaksi sosial terdapat berbagai keadaan nilai sosial yang diproses. 3) Mengandung dinamika. Dimana setiap perilaku didasari kepentingan kelompok. baik yang mengarah pada kesempurnaan maupun kehancuran. 6. tempat. Dari pola-pola tersebut. Pola interaksi antar kelompok dapat terjadi karena aspek etnis. institusi.

Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Berikut adalah bentuk-bentuk dari asosiatif : a) Kerja Sama (cooperation) Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Dalam perkembangan selanjutnya.Cooley : ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Berdasarkan sifatnya 8 . A. Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya. kesadaran akan adanya kepentingankepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna” Bentuk kerja sama dapat dibagi menjadi dua. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H.berarti cara berjuang untuk melawan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu (disosiatif). keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik. yaitu : 1. Asosiaatif Asosiatif merupakan bentuk interaksi yang akan mendorong terciptanya pola keteraturan sosial.

yang disepakati bersama. yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik organisasi sebagai satusatunya cara untuk menghindari konflik yang bisa mengguncang organisasi. yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih. yaitu kerjasama sebagian atau unsur-unsur tertentu dari sistem sosial. pembuatan jalan layang Pasopati di Bandung. yaitu kerjasama yang terjadi secara serta-merta. pada koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil karena mereka memiliki strukturya masing-masing.a. c. Kerja sama langsung (directed cooperation). d. bargaining. Contoh: koalisi antara dua partai politik. Kerja sama kontrak (contractual cooperation). Joint-venture. Kerja sama spontan (spontaneus cooperation). Kerukunan atau gotong royong b. yaitu kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang keduanya mempunyai tujuan yang sama. Berdasarkan pelaksanaannya a. Contoh: amandemen terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. d. e. 2. yaitu kerjasama atas dasar syarat-syarat atau ketetapan tenentu. Kooptasi. yaitu menggambarkan suatu keadaan dan proses. b) Akomodasi Akomodasi (accomodation) dalam sosiologi memiliki dua pengertian. Contoh: pengeboran minyak di Natuna antara Indonesia dengan Amerika. b. yaitu kerjasama sebagai hasil dari perintah atasan kepada bawahan atau penguasa terhadap rakyatnya. Koalisi. Akomodasi yang menggambarkan 9 . c. yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek tertentu. Tetapi. Kerja sama tradisional (traditional cooperation).

Maksudnya. yaitu bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak pihak tertentu terhadap pihak lain yang lebih lemah. yaitu bentuk akomodasi apabila pihak-pihak yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri. Menurut Gillin dan Gillin. Sedangkan akomodasi sebagai suatu proses menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan. 2) Kompromi (compromise). sehingga dilakukan melalui pihak ketiga. Contoh: pertentangan antara karyawan dan pengusaha. pihak ketiga yang bertindak sebagai penengah 10 . akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. terjadi penguasaan (dominasi) suatu kelompok atas pada kelompok yang lemah. 4) Mediasi (mediation). Akomodasi mempunyai beberapa bentuk. Contoh: dalam sistem perbudakan atau penjajahan. Sikap dasar untuk melaksanakan kompromi adalah semua pihak bersedia untuk merasakan dan memahami keadaan pihak lainnya. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. 3) Arbitrasi (arbitration). yaitu suatu bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi. Pihak ketiga di sini dapat ditunjuk oleh dua belah pihak atau oleh suatu badan yang dianggap berwenang. Contoh: Perjanjian antara Indonesia dengan Malaysia tentang batas wilayah perairan. Namun. yaitu sebagai berikut: 1) Koersi (coercion). mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. diselesaikan melalui serikat buruh serta Departemen Tenaga Kerja sebagai pihak ketiga.suatu keadaan berarti adanya keseimbangan interaksi sosial yang berkaitan dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. yaitu bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agat tercapai suatu penyelesaian. sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan. Berarti.

yaitu penyelesain masalah atau sengketa melalui pengadilan atau jalur hukum. Kadang-kadang toleransi terjadi secara tidak sadar dan tanpa direncanakan karena adanya keinginan-keinginan untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari perselisihan yang saling menrugikan kedua belah pihak. 5) Konsiliasi (conciliation). sedangkan keputusan mau berdamai atau tidak tergantung niat baik masing-masing faksi yang bertikai. sehingga per-tentangan atau ketegangan antara keduanya akan berhenti dengan sendirinya. Contoh: umat yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan. yaitu bentuk akomodasi yang merupakan untuk mengakhiri suatu pertentangan dengan cara mengalihkan perhatian pada objek bersama. tidak makan di sembarang tempat. Contoh: mediasi pemerintah RI untuk mendamaikan faksi-faksi yang berselisih di Kamboja. 6) Toleransi (toleration). 9) Displacement. 8) Ajudikasi (adjudication). RI hanya menjadi fasilitator. yaitu bentuk akomodasi yang terjadi tanpa persetujuan yang resmi. Contoh: Persengketaan tanah warisan yang diselesaikan di pengadilan. Contoh: pcrsaingan antara Blok Barat dan Blok Timur Eropa berhenti dengan sendirinya tanpa ada pihak yang kalah ataupun menang. Contoh: panitia tetap penyelesaian masalah ketenagakerjaan mengundang perusahaan dan perwakilan karyawan untuk menyelesaikan pemogokan. 7) Stalemate.bersikap netral dan tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan-keputusan penyelesaian perselisihan antara kedua belah pihak. Contoh: adanya persengketaan Indonesia-Australia tentang batas 11 . Konsiliasi bersifat lebih lunak dan membuka kesempatan kepada pihak-pihak yang bertikai untuk mengadakan asimilasi. yaitu bentuk akomodasi ketika kelompok yang bertikai mempunyai kekuatan yang seimbang. Lalu keduanya sadar bahwa tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur. yaitu bentuk akomodasi untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang bertikai untuk tercapainya kesepakatan bersama.

Gillin dan Gillin menjelaskan bahwa suatu proses social dikategorikan pada asimilasi apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. 10) Konversi. 7) Memberikan gambaran atau pedoman agar perencanaan perubahan sosial disesuaikan dengan situasi dan kcndisi masyarakat. 6) Mengusahakan peleburan antara kelempok-kelompok sosial yang terpisah. tetapi karena anak mereka saling menjalin cinta yang tidak mungkin dipisahkan. Contoh: dua keluarga besar bermusuhan karena perbedaan prinsip. 8) Menghasilkan sintesis atau titik temu antara yang berbeda pendapat agar menghasilkan suatu pola baru yang disepakati bersama. 12 .ZEE berakhir setelah dilakukan pembagian eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi di Cclah Timor. Persengketaan yang terjadi karena keberadaan sumberdaya alam. 2) Mengurangi pertentangan yang telah terjadi akibat adanya perbedaan faham. dapat disimpulkan bahwa akomodasi memiliki fungsi dan tujuan sebagai berikut : 1) Mencegah timbulnya pertentangan untuk sementara waktu. 4) Mengkoordinasikan pihak—pihak yang berbeda pendapat agar tidak mengarah pada pertentangan. 1) Berkurangnya perbedaan karena adanya usaha-usaha untuk mengurangi dan menghilangkan perbedaan antara orang atau kelompok. 3) Menghindarkan persaingan yang dapat merugikan salah satu pihak. c) Asimilasi Asimilasi (assimilation) berarti proses penyesuaian sifat-sifat asli yang dimiliki dengan Sifat-sifat lingkungan sekitar. 5) Memungkinkan terjadinya kerja sama antar kelempok sosial. dan bukan ZEE. yaitu bentuk akomodasi dalam menyelesaikan konflik dimana salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain. sikap permusuhan pun luluh dan bersedia saling menerima pertunangan anak-anaknya. Dari bentuk-bentuk akomodasi tersebut.

3) Setiap orang sebagai kelompok melakukan interaksi secara langsung dan intensif secara terus-menerus. proses asimilasi akan berjalan lancar apabila ditunjang oleh faktor-faktor berikut : Sikap toleransi 1) Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi 2) Sikap menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaannya 3) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat 4) Persamaan dalam unsur—unsur kebudayaan universal 5) Perkawinan campuran antara kelompok yang berbeda budaya 6) Adanya musuh bersama dari luar Sebaliknya. 13 . Demikian pula antara kelompok yang satu dengan kelompok lain. 2) Terjadi pergaulan antar individu atau kelompok secara intensif dalam waktu yang relatif lama. adapula faktor-faktor yang menjadi penghambat terjadinya asimilasi adalah sebagai berikut : 1) Terisolasinya kehidupan suatu kelompok tertentu dalam masyarakat. Asimilasi merupakan proses sosial tahap lanjut atau tahap penyempurnaan. 4) Setiap individu melakukan identifikasi diri dengan kepentingan bersama.2) Mempererat kesatuan tindakan. Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan berikut : 1) Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda. Contoh: kehidupan suku pedalaman Baduy. Selain persyaratan di atas. 3) Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri. Artinya. asimilasi terjadi setelah melalui tahap kerjasama dan akomodasi. sehingga perbedaan-perbedaan yang ada akan hilang atau melebur menjadi satu. sikap. Artinya. menyesuaikan kemauannya dengan kemauan kelompok. atau sikap menutup diri (isolasi). dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.

Contoh: dengan menggunakan komputer dapat memudahkan pekerjaan dari pada penggunaan mesin tik. Akulturasi bisa terjadi dalam waktu yang relatif lama apabila masuknya melalui proses pemaksaaan. musik Melayu bertemu dengan musik Spanyol menghasilkan musik keroncong. Sebaliknya. Lamanya proses akulturasi sangat tergantung pada persepsi masyarakat setempat terhadap budaya luar yang masuk. Padahal. Contoh: adanya gangguan golongan minoritas Jepang yang tinggal di Amerika setelah penyerangan pangakalan Angkatan Laut Amerika Serikat Pearl Harbor oleh tentara Jepang pada tahun 1941. 6) Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi. apartheid. akulturasi tersebut akan relatif lebih cepat. Akan tetapi. rasialisme. 3) Adanya prasangka negatif atau adanya perasaan takut terhadap pengaruh kebudayaan baru yang dihadapi. 4) Adanya perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi dari pada kebudayaan kelompoknya. d) Akulturasi Akulturasi (acculturation) adalah berpadunya unsur-unsur kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru. Contoh: etnosentrime. tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaannya yang asli.2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi. Contoh: kerja keras dapat menjadikan sikap orang menjadi serakah. Contoh: Candi Borobudur merupakan perpaduan kebudayaan India dengan kebudayaan Indonesia. apabila masuknya melalui proses damai. warna kulit atau rambut. 14 . 5) Adanya perbedaan ciri-ciri fisik. seperti tinggi badan. karena tidak bisa menggunakannya maka pekerjaan akan menjadi lebih lama dari mesin tik. sehingga kelompok tersebut memisahkan diri dan menjadikan jarak yang semakin jauh. kerja keras sangat diperlukan dalam mayarakat modern. 7) Adanya gangguan golongan minoritas terhadap golongan yang berkuasa.

misalnya untuk menjadi juara kelas. Walau demikian. padahal sulit dipenuhi semuanya secara serentak. Karena itu. Misalnya. terutama yang menimbulkan konflik. ada juga manfaatnya demi tercipta suatu keteraturan sosial. Contoh: persaingan 12 besar para penyanyi dalam acara Akademi Fantasi Indonesia (AFI) yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta. Bahkan cenderung ke arah oposisi yang berarti cara yang bententangan dengan seseorang ataupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.B. Persaingan terjadi apabila beberapa pihak menginginkan sesuatu yang jumlahnya sangat terbatas atau sesuatu yang menjadi pusat perhatian umum. tanpa ada rasa dendam. dalam sepakbola dikenal istilah fair play. Karena sejak awal. Disosiatif Walaupun proses sosial ini kurang mendorong terciptanya keteraturan sosial. c) Menyeleksi individu yang pantas memperoleh status dan peran yang sesuai dengan kemampuannya. persaingan sangat baik bagi Anda untuk meningkatkan prestasi. Sehingga kecil kemungkinan persaingan menggunakan kekerasan atau ancaman. b) Menyalurkan kepentingan serta nilai-nilai dalam masyarakat. Persaingan dilakukan dengan norna dan nilai yang diakui bersama. Hasil dari suatu persaingan akan diterima dengan kepala dingin oleh berbagai pihak yang bersaing. Persaingan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut : a) Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang sama-sama menuntut dipenuhi. Dengan kata lain. persaingan dilakukan secaea sehat atau sportif. 2) Kontravensi 15 . masing—masing pihak telah menyadari akan ada yang menang dan kalah. Proses disosiatif dapat dibedakan ke dalam tiga bentuk sebagai berikut : 1) Persaingan Persaingan (Competition) merupakan suatu proses sosial ketika berbagai pihak saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu.

Melawan secara psikologis merupakan hal yang tersembunyi (tidak terbuka).Kontravensi (contravension) merupakan proses sosial yang ditandai adanya ketidakpuasan. c. Akibat positif dari adanya kontravensi yang mengarah pada terjadinya keteraturan sosial. mengancam pihak lawan. dan penyangkalan terhadap kepribadian seseorang atau kelompok yang tidak diungkapkan secara terbuka. sehinga dapat ditemukan pendapat atau pilihan-pilihan yang lebih kuat sebagai jalan keluar suatu pemecahan masalah yang di seminarkan tersebut. antara lain: a. keraguan. d. terdapat lima bentuk kontravensi sebagai berikut : a. Kontravensi umum. lawan tidak diserang secara fisik. Kontravensi taktis. Dalam diskusi ilmiah misalnya pada suatu seminar-seminar tentang permasalahan tertentu. contoh: penolakan. melainkan secara psikologis. agar tidak sampai terjadi perselisihan secara terbuka. penolakan. atau bisa juga dengan pendirian masyarakat. Misalnya adanya pertentangan antara suatu kelompok dengan 16 . b. Kontravensi sederhana. khianat. Kontravensi intensif. memaki melalui Surat selebaran. contoh: menyangkal pernyataan orang di depan umum. Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker. contoh: mengejutkan pihak lawan. contoh: penghasutan. contoh: pembocoran rahasia. memfitnah. ketidakpastian. biasanya perbedaan pendapat justru diharapkan untuk melihat kelemahan-kelemahan suatu pendapat. Dalam hal ini. e. provokasi. b. atau mencerca. Kontravcnsi adalah sikap menentang secara tersembunyi. penyebaran desas-desus. Menambah rasa memiliki/kesatuan yang kuat (solidaritas) dalam kelompok. dan intimidasi. gangguan. perlawanan. Kontravensi rahasia. Penyebab kontravensi antara lain perbedaan pendirian antara kalangan tertentu dengan kalangan lain dalam masyarakat. protes. Perang dingin merupakan kontravensi karena tujuannya membuat lawan tidak tenang atau resah. subversi.

dan keyakinan. Pengertian konflik yang paling sederhana adalah saling memukul (configere). entah dalam cakupan kecil ataupun besar. Mendorong adanya perubahan atau memperbaiki kelemahan-kelemahan sehingga memiliki sesuatu yang lebih benar dan baik lagi. Sebagai proses sosial. Perbedaan tersebut antara lain menyangkut ciri fisik. 3) Pertikaian Pertikaian merupakan proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi. konflik tidak hanya berwujud pertentangan fisik semata. Pertikaian terjadi karena semakin tajamnya perbedaan antara kalangan tertentu dalam masyarakat. adat istiadat. Pertikaian jelas sekali mengarah pada disintegrasi antar individu maupun kelompok. kepandaian. perselisihan sudah bersifat terbuka. Konflik merupakan situasi wajar dalam setiap masyarakat. Dalam definisi yang lebih luas. menghancurkan atau menyerang pihak lain. tidak ada satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik. Bahkan. 4) Konflik Pertentangan atau konflik (conflict) adalah suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan kekerasan. pengetahuan. c. di mana pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Sebab. Konflik dalam 17 .kelompok lainnya maka rasa persatuan atau memiliki kelompok akan lebih kuat dari masing-masing anggotanya. bahkan mereka merasa lebih erat dan siap berkorban demi kelompoknya untuk menghadapi ancaman yang datang dari luar. Namun. konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih. Semakin tajam perbedaan mengakibatkan amarah dan rasa benci yang mendorong tindakan untuk melukai. konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan yang sulit didamaikan.

Contoh: Konflik mengenai kebebasan informasi. sedangkan konflik dalam cakupan besar misalnya konflik antargolongan atau antarkampung. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat. Kalangan yang satu menghendaki bebasnya informasi. diantaranya sebagai berikut : a. konflik itu sama-sama dilandasi kepentingan menjadikan masyarakat lebih baik. b. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadipribadi yang berbeda pula. Adanya pertentangan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial merupakan hal biasa. diantaranya menyangkut bidang ekonomi. Artinya. Apabila dari pertentangan tersebut dapat dihasilkan kesepakatan. politik. d. Konflik pribadi b. Konflik rasial c. Kalangan yang lain manghandaki adanya lembaga sensor karena khawatir adanya informasi yang tidak mendidik. Hasil dan akibat suatu konflik adalah sebagui berikut : a. c. Konflik internasional Konflik kadang-kadang diperlukan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial. dan sosial. Konflik antar kelas social d. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik adalah sebagai berikut : a. maka akan terwujud integrasi yang lebih erat dari sebelumnya. Konflik politik e. 18 . dengan alasan melatih masyarakat untuk menyaring informasi secara mandiri. Konflik memiliki bentuk-bentuk khusus.cakupan kecil misalnya konflik dalam keluarga. Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalai konflik dengan kelompok lain. Perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok. Konfiik juga akan membawa akibat positif asalkan masalah yang dipertentangkan dan kalangan yang bertentangan memang konstruktif. Kedua kalangan sama-sama menginginkan masyarakat yang semakin berkualitas. Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.

d. 19 . Keretakan hubungun antara anggota kelompok. Dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik. misalnya akibat konflik antarsuku. misalnya adanya rasa benci dan saling curiga akibat perang.b. Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia. c. e. Perubahan kepribadian pada individu.

Bentuk-bentuk interaksi sosial meliputi proses asosiatif (kerja sama. kontravensi. maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.BAB III PENUTUP Kesimpulan a. akomodasi. 20 . b. dan pertentangan). c. Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan. antara kelompokkelompok manusia. Syarat-syarat terjadinya interaksi soisial adalah dengan adanya kontak sosial dan komunikasi. dan asimilasi) dan disosiatif (persaingan.

co.id/ 21 .DAFTAR PUSTAKA http://santosa-innovation.html https://www.blogspot.com/2011/11/lomba-cipta-cerpen.google.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful