Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia

Proses interaksi masyarakat diberbagai daerah dengan tradisi Hindu Budha di kepulauan Indonesia. Masuknya agama dan kebudayaan dari India yaitu Hindu Budha ke Indonesia memiliki pengaruh yang besar pada perkembangan kebudayaan di Indonesia. Unsur-unsur budaya dari Hindu Budha tersebut dipadukan dengan budaya asli Indonesia (proses ini di sebut akulturasi budaya dan proses sinkritisme kepercayaan). Kesimpulannya bangsa Indonesia tidak mengambil secara mentah kebudayaan itu tapi diolah dulu, hal ini terjadi karena bangsa Indonesia : Mempunyai dasar budaya yang tinggi dan kuat melekatdi masyarakat Indonesia (10 unsur budaya asli Indonesia dari pendapat Dr. J. Brandes ), yaitu : Sistem pertanian Sistem berlayar Sistem pengecoran Sistem astronomi Sistem kemasyarakatan Kesenian mocopat Kesenian wayang Kesenian gamelan. Kesenian membatik dan menenun Sistem perdagangan Mempunyai kecakapan pribadi sehingga dapat mengolah unsur-unsur budaya asing disesuaikan dengan budaya asli yang disebut local genius.
Jadi masuknya agama dan kebudayaan Hindu Budha ditambah dengan kemauan menerima dan kemampuan mengolah budaya asing dari bangsa Indonesia, maka tradisi-tradisi Hindu Budha mengalami perkembangan yang pesat, yang berpengaruh di segala aspek kehidupan seperti :

1. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. 2.

Pada bidang kepercayaan Tradisi Hindu Budha bersinkritisme dengan tradisi-tradisi kepercayaan yang dimiliki Bangsa Indonesia. 2. Bidang sosial Begitu masuk dan berkembang agama dan budaya Hindu Budha, maka tradisi sosial mengalami perubahan yaitu dilaksanakannya sistem kasta dalam stratifikasi masyarakat dimana masa sebelumnya tidak dikenal. 3. Bidang pemerintahan Tradisi kepemimpinan dalam masyarakat Indonesia yang sudah terbentuk dengan sistem yang disebut Primus Interpares, dalam kelompok-kelompok masyarakat mulai berubah ke sistem kerajaan, pola kepemimpinan secara turun-temurun. Lebih kongkritnya pengaruh masuknya agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia terhadap budaya, tradisi di Indonesia di bahas sebagai berikut : Dampak Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia a. Bidang arsitektur Candi Terdiri dari unsur Indonesia, yaitu Punden Berundak, sedang unsur India adalah Stupa. Kata Candi berasal dari “Candika” salah satu nama untuk Durga sebagai Dewi maut.
Bagian Candi terdiri dari 3 bagian : kaki candi, tubuh candi,kaki candi. Bangunan candi di Indonesia yang bercorak Hindia : Prambanan, Sambisari, Ratu Boko, Gedung Songo, Dieng, Sukuh, kidal, Jago, Singosari, Panataran. Yupa dari Kutai

1.

-

Jawa Timur. Candi Sewu. Candi Padas di Gunung Kawi Tampaksiring Bali terdapat sepuluh candi dipahatkan seperti relief di tebing-tebing pada Pakerisan. di antaranya yang terindah ialah Patung Airlangga sebagai Wisnu naik garuda dan Patung Ken Dedes. 3. Tutur (pitutur : kitab keagamaan) 4. Seni patung. Patung tersebut biasanya berbentuk arca dewa sebagai lambang orang yang sudah meninggal. dan Sudamala (Candi Tigawangi dan Candi Sukuh). antara lain Patung Dewa Syiwa. Patung Dewa Brahma. maupun daerah lainnya. Beberapa candi memiliki relief yang melukiskan suatu cerita yang diambil dari kitab kesusastraan. Disamping relief juga terdapat patung (arca) Bangunan candi pada umumnya juga banyak dihiasi dengan patung atau arca. Relief Candi Lara Jonggrang menceritakan kisah Ramayana dan Kresnayana. patung dewa yang dihasilkan. Pada masa Kerajaan Majapahit relief candi memberi latar belakang pemandangan tentang kesan tiga dimensi. di Candi Prambanan terdapat Patung Lara Jonggrang. baik yang ditemukan di Jawa Tengah. Sementara itu. Gua Gajah di Gianyar. Patung Ganesha. dan Candi Muara Takus. Jawa Timur. Lingga dan Yoni (lambang kesuburan) Unsur India adalah Lingga Yoni sedang unsur Indonesia asli adalah Alu dan Lumpang. Bidang aksara dan seni sastra (Prosa. b. Candi Wringin Lawang dan Candi Bentar di Penataran. antara lain sebagai berikut : a. Patung Dewa Wisnu. Candi Bentar merupakan jenis gapura berbentuk seperti candi yang dibelah dua sebagai jalan keluar-masuk.Pada dinding Candi Prambanan dipahatkan cerita Ramayana. Misalnya. antara lain Candi Borobudur.Unsur Indonesia asli adalah Menhir. Candi Sari. Partayana. Bagian tubuh gapura terdapat pintu keluar masuk. Relief candi di Jawa Timur bergaya wayang (gepeng). Misalnya. Tembang. antara lain sebagai berikut : 1. Candi Mendut. di Jawa Timur (museum di Mojokerto) terdapat sejumlah patung. Beberapa peninggalan lain di Indoensia yang menyerupai candi. Relief candi di Jawa Timur menceritakan Kresnayana. dan Candi Jedong. b. Candi Bajang Ratu. Misalnya. Dalam agama Budha juga dikenal patung Dhyani Budha dan Patung Bodhisatwa. Candi Pawon.Pada dinding langkan Candi Borobudur dipahatkan riwayat Sang Budha. Relief Candi Borobudur menceritakan Karmawibhangga yang menggambarkan perbuatan manusia dan hukum-hukumnya sesuai dengan Gandawyuha (Sudhana mencari ilmu). . dan Patung Hariti. Gapura yang berbentuk seperti candi. Patung Kuwera. Kitab Hukum . Bangunan candi di Indonesia yang bercorak Budha. Patirtaan atau pemandian. c. c. 2. Kunjarakarna (Candi Jago dan Penataran). Candi Kalasan. Bidang seni rupa dan seni ukir Bisa dilihat pada relief yang dipahatkan pada dinding candi : Misal : . Bali. sedang unsur India Prasasti pada tiang untuk menambatkan binatang kurban. Candi Tikus di Trowulan. misalnya di Jolotundo dan Belahan di Lereng Gunung Penanggungan. Seni patung yang diilhami oleh kebudayaan Hindu juga menghasilkan karya yang indah. Candi Plumbangan. Patung Durga. yakni . Relief Jawa Tengah bergaya naturalis dengan lekukan-lekukan yang dalam. Puisi) Aksara yang masuk ke Indonesia adalah huruf Pallawa dan huruf pranagari (untuk jenis huruf ini kurang berkembang di masyarakat) Berdasarkan isinya kesusastraan dibagi tiga kelompok. Relief cerita pada candi yang terpenting.

Kitab Gatutkacasraya Karangan Empu Panuluh. menceritakan peperangan Pandawa dan Kurawa gubahan dari kitab Mahabharata. e. hal ini disebabkan adanya pengaruh lingkungan dan tradisi masyarakat f. Dalam struktur birokrasi ditiap-tiap kerajaan terdapat perbedaan.- Wiracarita (cerita kepahlawanan) Karya sastra India yang sangat besar pengaruhnya terhadap sastra Indonesia adalah Kitab Mahabharata dan Kitab Ramayana. Sepasang tapak kaki yang dipahatkan milik Raja Purnawarman itu diidentikkan dengan tapak kaki Dewa Wisnu. Dari kedua karya ini akhirnya di Indonesia muncul karangan yang ceritanya bersumber dari suatu peristiwa dalam kitab tersebut. Sedang hasil sastra yang mendapat pengaruh dari budaya Budha adalah kitab Sang Hyang Kamahayanikan yang disusun pada zaman pemerintahan Empu Sindok. Sistem pemerintahan Masyarakat Indonesia merupakan kelompok sosial yang telah terorganisasi baik. dan melahirkan Dasaratha. Contoh terlihat pada masa pemerintahan Raja Purnawarman di Tarumanegara. e. menceritakan perkawinan Abimanyu dengan Siti Sundari atas bantuan Gatutkaca. hal ini tidak punah. f. Dolmen. menceritakan Kamajaya dan Dewi Ratih dari kayangan. g. Bidang filsafat Penduduk Indonesia sudah sejak masa prasejarah percaya adanya kehidupan sesudah mati yaitu sebagai roh halus. Kitab Kresnayana Karangan Empu Triguna. menceritkaan pernikahan Kresna dengan Rukmini. Kitab Hariwangsa Karangan Empu Panuluh. Setelah Hindu-Budha masuk maka sistem organisasi sosial tersebut berubah menjadi kerajaan dan konsep pemimpin juga berubah dari kepala suku menjadi raja yang memerintah secara turun temurun. menceritakan bidadari Harini yang terkena kutuk. Untuk memperkuat kedudukan dan kekuasaannya. d. Misal : fungsi candi sebagai makam raja atau penyimpan abu jenazah raja. Kitab Bharatayudha Karangan Empu Sedah dan Panuluh. menceritakan Rahwana yang harus tunduk kepada Arjuna Sasrabahu. h. desa yang dipimpin oleh kepala suku. menikah dengan seorang raja. oleh sebab itu roh nenek moyang dipuja orang yang masih hidup. menceritakan Arjuna bertapa di Indrakila. dan Punden Berundak. c. Konsep pemimpin yang berkembang dalam masyarakat adalah bahwa “raja itu keturunan dewa” bahkan sebagai penjelmaan dewa. Sistem kepercayaan Setelah masuk dan berkembanganya agama Hindu Budha maka terjadi pula akulturasi kepercayaan pada masa prasejarah kepercayaan utama masyarakat Indonesia adalah pemujaan roh nenek moyang dengan sarana pemujaan berupa Menhir. raja membuat Prasasti Ciaruteun. Kitab Arjuna Wijaya Karangan Empu Tantular. Wujud prasasti itu berupa sepasang tapak kaki di atas sebuah batu kali dengan beberapa keterangan. Kehidupan roh halus memiliki kekuatan. dan tidak berdasarkan keturunan. berisi cerita sama dengan Kresnayana. membentuk suatu kelompok suku. Kitab Smaradhahana Karangan Empu Dharmaja. Setelah pengaruh India masuk. b. g. d. Hasil sastra yang muncul di Indonesia pengaruh dari Hindu antara lain : Kitab Arjunawiwaha Karangan Empu Kanwa. Sistem kalender a. Kepala suku di pilih karena punya kemampuan lebih dibanding yang lain. Kitab Sumanasantaka Karangan Empu Managuna. .

Akulturasi pada sistem kalender terlihat pada penggunaan tahun “saka” dan adanya “Candrasengkala” (Angka.Pada zaman prasejarah masyarakat Indonesia telah mengenal Astronomi yang digunakan untuk kepentingan praktis. Misalnya : Sirna Ilang Kertaning Bumi = 1400 tahun saka/1478 M. misalnya untuk menentukakn letak bintang sehingga tahu arah angin pada waktu berlayar dan kapan mengadakan kegiatan pertanian. huruf berupa susunan kalimat atau gambaran kata). .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful