Kujang - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

http://id.wikipedia.org/wiki/Kujang

Kujang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9, terbuat dari besi, baja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram. Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata. Menurut Sanghyang siksakanda ng karesian pupuh XVII, kujang adalah senjata kaum petani dan memiliki akar pada budaya pertanian masyarakat Sunda.

Daftar isi
1 Deskripsi 2 Bagian-bagian Kujang 3 Mitologi 3.1 Cara-ciri Manusia ada 5 3.2 Cara-ciri Bangsa ada 5 4 Sejarah Bentuk Kujang 5 Rujukan 6 Pranala Luar

Deskripsi

Kujang dikenal sebagai benda tradisional masyarakat Jawa Barat (Sunda) yang memiliki nilai sakral serta mempunyai kekuatan magis. Beberapa peneliti menyatakan bahwa istilah "kujang" berasal dari kata kudihyang (kudi dan Hyang. Kujang (juga) berasal dari kata Ujang, yang berarti manusia atau manusa. Manusia yang sakti sebagaimana Prabu Siliwangi. Kudi diambil dari bahasa Sunda Kuno yang artinya senjata yang mempunyai kekuatan gaib sakti, sebagai jimat, sebagai penolak bala, misalnya untuk menghalau musuh atau menghindari bahaya/penyakit. Senjata ini juga disimpan sebagai pusaka, yang digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya dengan meletakkannya di dalam sebuah peti atau tempat tertentu di dalam rumah atau dengan meletakkannya di atas tempat tidur (Hazeu, 1904 : 405-406). Sementara itu, Hyang dapat disejajarkan dengan pengertian Dewa dalam beberapa mitologi, namun bagi masyarakat Sunda Hyang mempunyai arti dan kedudukan di atas Dewa, hal ini tercermin di dalam ajaran “Dasa Prebakti” yang tercermin dalam naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian disebutkan “Dewa bakti di Hyang”. Secara umum, Kujang mempunyai pengertian sebagai pusaka yang mempunyai kekuatan tertentu yang berasal dari para dewa (=Hyang), dan sebagai sebuah senjata, sejak dahulu hingga saat ini Kujang menempati satu posisi yang sangat khusus di kalangan masyarakat Jawa Barat (Sunda). Sebagai lambang atau simbol dengan niali-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, Kujang dipakai sebagai salah satu estetika dalam beberapa lambang organisasi serta pemerintahan. Disamping itu, Kujang pun dipakai pula sebagai sebuah nama dari berbagai organisasi, kesatuan dan tentunya dipakai pula oleh Pemda Propinsi Jawa Barat. Di masa lalu Kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Sunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Pernyataan ini tertera dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1518 M) maupun tradisi
1 of 4

Kujang, senjata khas Sunda

2/19/2013 3:57 PM

kujang berkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dan cenderung menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sakral. pangot. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujang sebagai peralatan berladang masih dapat kita saksikan hingga saat ini pada masyarakat Baduy.wikipedia. Detya yang dijadikan dewanya. Senjata sang pendeta ialah: kala katri. karena digunakan untuk mengambil apa yang dapat dikecap dan diminum. Replika kujang pada monumen kota Bogor perkembangan kemajuan. golok. pada pendeta. teknologi. Itulah ketiga jenis senjata yang berbeda pada sang prebu. Kujang Naga (menyerupai binatang mitologi naga) dan Kujang Bangkong (menyerupai katak). Disamping itu terdapat pula tipologi bilah kujang berbentuk wayang kulit dengan tokoh wanita sebagai simbol kesuburan. Senjata sang prabu ialah: pedang. Ku-Jang-ji rek neruskeun padamelan sepuh karuhun urang 2 of 4 2/19/2013 3:57 PM . Selain bentuk karakteristik bahan kujang sangat unik cenderung tipis. kujang terbagi empat antara lain : Kujang Pusaka (lambang keagungan dan pelindungan keselamatan). patik. Ciamis. peso teundeut. Dengan "Segala macam hasil tempaan. bahannya bersifat kering. ensiklopedia bebas http://id. Kujang Kuntul (menyerupai burung kuntul/bango).Wikipedia bahasa Indonesia. Sedangkan berdasarkan bentuk bilah ada yang disebut Kujang Jago (menyerupai bentuk ayam jantan). tanyalah pandai besi." — Sanghyang siksakanda ng karesian pupuh XVII. kujang memiliki beragam fungsi dan bentuk. Bagian-bagian Kujang Karakteristik sebuah kujang memiliki sisi tajaman dan nama bagian. abet (pecut). Kujang Pakarang (untuk berperang). antara lain : papatuk/congo (ujung kujang yang menyerupai panah). kored. peso dongdang. Banten dan Pancer Pangawinan di Sukabumi. ada tiga macam yang berbeda. baliung. pisau sadap. Berdasarkan fungsi. Kujang Ciung (menyerupai burung ciung). Dari sebuah peralatan pertanian. fungsi dan makna. Wujud baru kujang tersebut seperti yang kita kenal saat ini diperkirakan lahir antara abad 9 sampai abad 12. pamuk. Danawa yang dijadikan dewanya. karena digunakan untuk mengerat segala sesuatu. sosial dan ekonomi masyarakat Sunda. peso raut. Kujang Badak (menyerupai badak). Kujang pun mengalami perkembangan dan pergeseran bentuk.org/wiki/Kujang lisan yang berkembang di beberapa daerah diantaranya di daerah Rancah. pakisi. Senjata orang tani ialah: kujang. keris. eluk/silih (lekukan pada bagian punggung). Raksasa yang dijadikan dewanya. Demikianlah bila kita ingin tahu semuanya. Mitologi Menurut orang tua ada yang memberikan falsafah yang sangat luhur terhadap Kujang sebagai.Kujang . tadah (lengkungan menonjol pada bagian perut) dan mata (lubang kecil yang ditutupi logam emas dan perak). berpori dan banyak mengandung unsur logam alam. karena digunakan untuk membunuh. Dalam Pantun Bogor sebagaimana dituturkan oleh Anis Djatisunda (996-2000). pada petani. budaya. Kujang Pangarak (sebagai alat upacara) dan Kujang Pamangkas (sebagai alat berladang).

wikipedia. 4. Tiga aspek Ketuhanan menunjuk kepada Brahma. Wiwaha Yuda Na Raga ("Ngaji Badan". meneropong alam pikiran sang prabu. Tatakrama (Etika Berprilaku). Vishnu. Bentuknya menyerupai Pulau Jawa dan terdapat 3 lubang di suatu tempat pada mata pisaunya. yang selama ini dipergunakan sebagai alat pertanian. Nah. Dengan sentuhan-sentuhan magis yang diperkaya nilai-nilai filosofi spiritual. Prabu Kudo Lalean tengah melakukan tapa brata di suatu tempat. 5. Kerajaan Kambang Putih. Inilah sebuah senjata yang pada generasi mendatang selalu berasosiasi dengan Kerajaan Padjadjaran Makukuhan. 2. atau tiga aspek Ketuhanan dari agama Hindu. Senjata ini memiliki 2 buah karakteristik yang mencolok. maka jadilah sebuah senjata yang memiliki kekuatan tinggi. Undak Usuk (Etika Berbahasa). segera prabu Kudo Lalean menugaskan Mpu Windu Supo. Kujang secara berangsur-angsur dipergunakan para raja dan bangsawan Kerajaan itu sebagai lambang kewibawaan dan kesaktian. Trinitas Hindu (Trimurti) juga diwakili 3 kerajaan utama pada masa itu. Sejak itu. Setelah meditasinya usai. ensiklopedia bebas http://id. dan Kerajaan Padjadjaran Makukuhan. Aksara. seorang pandai besi dari keluarga kerajaan. berlokasi di Barat. 3. Inilah sebuah Kujang yang bentuknya unik. yang juga ditaati oleh Kudo Lalea. dan menjadi sebuah objek bertenaga gaib. yang dikenal sebagai Pulau Jawa pada masa kini. Welas Asih (Cinta Kasih). Tepatnya pada masa pemerintahan Prabu Kudo Lalean(disebut juga Prabu Kuda Lelean di tanah Sunda dan Kerajaan Panjalu Ciamis). Rupa. Bentuk Pulau Jawa sendiri merupakan filosofi dari cita-cita sang Prabu. Sementara tiga lubang pada pisaunya melambangkan Trimurti. yang berlokasi di bagian Timur Jawa. 2. Kerajaan-kerajaan itu antara lain Pengging Wiraradya. pertama kali muncul dalam sejarah Kerajaan Padjadjaran Makukuhan dan Panjalu. Tiba-tiba sang prabu mendapat ilham untuk mendesain ulang bentuk Kujang. Apa itu? Cara-ciri Manusia ada 5 1. Mpu Windu Supo gusar soal bentuk senjata yang mesti dibuatnya. Basa. setelah mendapat ilham itu. desain terbaru yang ada di benak sang Prabu. Anehnya. yang berlokasi di bagian Utara Jawa. 5.Kujang . Akhirnya didapatlah sebuah bayangan tetang purwa rupa (prototype) senjata seperti yang ada dalam pikiran Kudo Lalean. Mulanya. Sejarah Bentuk Kujang Nilai Kujang sebagai sebuah jimat atau azimat. Adat. Budi Daya Budi Basa. Kebudayaan Sebetulnya masih banyak falsafah yang tersirat dari Kujang yang bukan sekedar senjata untuk menaklukan musuh pada saat perang ataupun hanya sekedar digunakan sebagai alat bantu lainnya. Prabu Kuda Lelean / Kudo lalean juga dikenal sebagai Hyang Bunisora dan Batara Guru di Jampang karena menjadi seorang petapa atau resi yang mumpuni di Jampang (Sukabumi). dan Shiva. Mpu Windu Supo memulai pekerjaannya. 4. 3. bentuknya mirip dengan Pulau “Djawa Dwipa”. 3 of 4 2/19/2013 3:57 PM . Maka sebelum melakukan pekerjaan.org/wiki/Kujang Janji untuk meneruskan perjuangan sepuh karuhun urang/ nenek moyang yaitu menegakan cara-ciri manusa dan cara ciri bangsa. Ia diminta membuat mata pisau seperti yang ada di dalam pikiran sang Prabu. Suatu ketika.Wikipedia bahasa Indonesia. untuk menyatukan kerajaan-kerajaan kecil tanah Jawa menjadi satu kerajaan yang dikepalai Raja Padjadjaran Makukuhan. Cara-ciri Bangsa ada 5 1. Mpu Windu Supo melakukan meditasi.

Di dalam masyarakat Sunda.com/2009/08/kujang-senjata-masyarakat-sunda-1.sundanet.com/?p=219) 2. Pranala Luar 1. yakni Prabu Kian Santang(Dikenal juga dengan Nama Prabu Borosngora .php?title=Kujang&oldid=6033377" Kategori: Senjata tajam Budaya Sunda Alat Senjata tradisional Indonesia Halaman ini terakhir diubah pada 19. senjata Kujang tak lagi dipakai para raja dan kaum bangsawan. Yayasan Pelita Wisata. Ini merupakan upaya dari wilayah Pasundan. Keris and other weapons of Indonesia.dan Bunisora Suradipati dari kerajaan panjalu). Akhirnya filosofi Kujang yang bernuansa Hindu dan agama dari kultur yang lampau. Rujukan 1. tidak boleh seorangpun mengambil fotonya sedang berdiri diantara 2 Kujang dalam posisi tersebut. ini akan menyebabkan kematian terhadap orang tersebut dalam waktu 1 tahun. Sejak itulah model Kujang menggambarkan paduan dua gaya yang didesain Prabu Kudo Lalean dan Prabu Kian Santang. ada satu hal yang tak boleh dilakukan. Kujang kerap terlihat dipajang sebagai mendekorasi rumah. Dalam perkembangannya. Kujang (http://www. Lima lubang pada Kujang telah menggantikan makna Trimurti.html) Diperoleh dari "http://id. ensiklopedia bebas http://id. Selain itu. Jakarta. Mubirman. Namun wibawa Kujang sebagai senjata pusaka yang penuh “kekuatan lain” dan bisa memberi kekuatan tertentu bagi pemiliknya. Yakni memajang Kujang secara berpasangan di dinding dengan mata pisau yang tajam sebelah dalam saling berhadapan. Dengan mengucap kalimat syahadat dan niat di dalam hati inilah.org/wiki/Kujang Bentuk Kujang berkembang lebih jauh pada generasi mendatang. perlindungan. Ini merupakan tabuatau larangan. Kabarnya. Syin sendiri adalah huruf pertama dalam sajak (kalimat) syahadat dimana stiap manusia bersaksi akan Tuhan yang Esa dan Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya.wikipedia.wikipedia. Ketika pengaruh Islam tumbuh di masyarakat. direka ulang sesuai dengan filosofi ajaran Islam.Kujang . ketentuan tambahan mungkin berlaku. maka setiap manusia secara otomatis masuk Islam. Masyarakat awam pun kerap menggunakan Kujang sama seperti para Raja dan bangsawan. Manifestasi nilai Islam dalam senjata Kujang adalah memperluas area mata pisau yang menyesuaikan diri dengan bentuk dari huruf Syin. Kujang model terbaru seharusnya dapat mengingatkan si pemiliknya dengan kesetiannya kepada Islam dan ajarannya.org/w/index. Konon ada semacam keyakinan yang berkait dengan keberuntungan. yang berkeinginan meng-Islamkan rakyat Pasundan. [1] (http://ekorisanto. tetap melekat. kehormatan. 28 September 2012. Model-model yang berbeda bermunculan. 1970.blogspot. tidak lebih tapi bisa kurang. kewibawaan dan lainnya. 4 of 4 2/19/2013 3:57 PM . Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. Namun. Kujang telah mengalami reka bentuk menyerupai huruf Arab “Syin”.Wikipedia bahasa Indonesia. Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons.48. Kelima lubang ini melambangkan 5 tiang dalam Islam (rukun Islam).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful