LAPORAN KASUS “MITRAL INSUFISIENSI”

Oleh: Keke Tri Febrianti

Pembimbing: dr. Mohammad Bashori, Sp.JP

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN

................ BAB 4 KESIMPULAN................................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI................................................ 1 2 4 8 17 18 2 ....................................... BAB 3 PEMBAHASAN............................................... BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................................................................................................... BAB 2 LAPORAN KASUS................................................................. DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................................

Penyebab kematian pada penderita yang tidak mendapat pengobatan yaitu: - Gagal jantung (60-70%). Emboli sistemik (20-30%) dan emboli paru (10%). penyakit jantung valvular menduduki urutan ke-2setelah penyakit jantung koroner dari seluruh jenis penyebab penyakit jantung. Infeksi (1-5%) 3 .1 Latar belakang masalah Insufisiensi mitral merupakan suatu keadaan dimana terjadi gangguan aliran darah pada tingkat katup mitral oleh karena adanya perubahan pada struktur mitral leaflets yang menyebabkan gangguan penutupan sehingga timbul gangguan pengisian ventrikel kiri saat sistolik Insufisiensi mitral merupakan salah satu penyebab terjadinya gagal jantung kongestif di negara-negara berkembang. Di Amerika Serikat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diberbagai tempat di Indonesia. tergantung dari keluhan yang timbul saat itu. prevalensi dari insufisiensi mitral telah menurun seiring dengan penurunan insiden demam rheumatik. Tanpa tindakan pembedahan.BAB 1 PENDAHULUAN 1. 20-years survival rate hanya sekitar 85%. Pemberian antibiotik seperti penisilin pada streptococcal pharyngitis turut berperan pada penurunan insiden ini. Secara keseluruhan 10-years survival rate dari penderita insufisiensi mitra tanpa pengobatan lanjut hanya sekitar 50-60%.

namun sekarang bengkak di kaki sudah berkurang. Pasien mengeluhkan kaki bengkak 1 minggu yang lalu. RPD Pasien memiliki riwayat penyakit TB dan selama 2 minggu ini melakukan pengobatan TB. Pasien juga merasa mual sejak 2 minggu yang lalu disertai nafsu makan yang menghilang. Dan pasien juga mengeluh tiap malam hari berkeringat banyak. Sesak bertambah saat malam hari sampai tidak bisa tidur. Pasien juga mengeluh sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu.BAB 2 LAPORAN KASUS Identitas Pasien Nama Umur Jenis kelamin MRS Tanggal Alamat : Tn Suparman : 72 tahun : Laki-laki : 17 Januari 2012 : Trosono RT/RW 01/01 Trosono Sekaran Lamongan Anamnesis Pasien Keluhan utama RPS : Nyeri dada : Pasien mengeluh nyeri dada sejak 1 minggu yang lalu. Pasien sering mengeluhkan dada berdebar debar setelah mengkonsumsi obat TB. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : Baik Kesadaran : Kompos mentis 4 .

ptechie (-) PemeriksaanPenunjangPasien Laboratorium: Hb Hct LED Leukosit Trombosit Faal Hati SGOT 61 5 16. krepitasi subkutis : Sonor/sonor : Vesikuler +/+.6% 18/35 7500 374. ikterik (-). Abdomen Auskultasi : Bising usus + normal. sklera ikterus -. P 0-7/jam) (4000-10. Extermitas : Hangat. kering.000 (P=12. Wheezing -/batas kiri melebar ke arah lateral : Flat : Supel.000) (150.450. sianosis -. nyeri tekan -.5oC : 150/95 mmHg Kepala/ leher : Anemia -. Ronki -/-. shifting dullness -.0 mg/dl 51.Vital sign : Nadi Suhu Tensi : 79 x/ mnt : 36. merah.0-18. hepar/lien tidak teraba : Timpani.000. edem (-).0-16. P 35-47%) (L 0-5/jam.0 mg/dl) (L 40-54%. L=13. gerakan dada simetris + : Simetris +.0 mg/dl.000) . dispsneu Reflekcahaya +/+ Napascupinghidung (-) JVP - Thorak Paru : Simetris : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Jantung : perkusi : Inspeksi Palpasi Perkusi : Retraksi -.

PR ringan.4 35 15.0 165 62 61 16 : Membesar : Tampak fibroinfiltrat di supra dan parahiler kanan-kiri. TR ringan. kesan TB paru Efusi pleura minimal bilateral yang telah organisasi Echocardiografi Katub Mitral Katub aorta LV RV LA Kesimpulan : MR : AR : normal : dilatasi normal : MR ringan. AR ringan LVH Katub pulmonal : PR 6 . kedua sinus phrenicocostalis tumpul. tulang dan soft tissue tak tampak kelainan : .SGPT Faal ginjal 30 Serum creatinin Urea Uric acid Profil Lemak Kolestrol Trigliserid Pemx jantung CK CK-MB Radiologi: FotoThorax HasilfotoThorax: Cor Pulmo Kesimpulan 1.cardiomegali Keradangan paru.

Kata Kunci - Laki-laki/72 tahun Nyeri dada sejak 1 minggu Mual (+) Sesak nafas Dada berdebar-debar Riwayat TB - - Daftar Masalah TB paru dan Mitral insufisiensi Observasi Harian Tgl Subyektif 18/1 -mual (+) /12 -masih tidak doyan makan -dada berdebar-debar . sklera ikterus -.nyeri dada (+) Obyektif Assesment Ku CM Mitral Tensi insufisiensi 136/87mmHg dan TB paru Nadi 84 x/menit Suhu 35 C Kepala/ leher A/i/s/d -/-/-/JVP : Anemia -. sianosis s 19/1 -mual (-) /12 -sesak berkurang -nyeri dada(+) Nyeri perut (+) -makan sedikit membaik -BAB belum sejak kemarin -gatal pada regio gluteus Ku CM Mitral Tensi insufisiensi 150/85mmHg dan TB paru Suhu 36 C Nadi 84 x/menit RR 36x/menit K/L A/i/s/d -/-/-/-BTA -infus assering 500/24 jam -Injek rantin -injek lasix -digoxin 1x1 -spirola 25 mg Diagnosis -DL -elektrolit Terapi -infus assering 500/24 jam -Injek rantin -injek lasix -injek antrain -digoxin 1x1 -spirola 25 mg 7 .

JVP – Tho “ Simetris +. retraksi – Vesikuler +/+ Wheezing -/Rokhi -/- 8 .

Mitral regurgitasi adalah kelianan dimana katup mitral jantung tidak menutup dengan sempurna. Pasien juga merasa mual sejak 2 minggu yang lalu disertai nafsu makan yang menghilang. Pasien mempunyai riwayat TB paru dan sekarang sedang menjalani pengobatan TB selama 2 minggu. Dan pasien juga mengeluh tiap malam hari banyak berkeringat. sehingga terjadi penurunan aliran darah keseluruh tubuh. Kelainan katip jantung yang parah membuat pasien tidak da[pat beraktifitas dan juga dapat menimbulkan kematian karena jantung tidak lagi memiliki kemampuan untuk dapat mengalirkan darah. Pasien juga mengeluh sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Terdapat dua jenis gangguan fungsional pada katup jantung yaitu regurgitasi/insufisiensi dan stenosis. Sedangkan insufisiensi pada katup adalah adanya kelainan dimana katup jantung tidak dapat menutup dengan sempurna. namun sekarang bengkak di kaki sudah berkurang. Pasien mengeluhkan kaki bengkak 1 minggu yang lalu. Sesak bertambah saat malam hari sampai tidak bisa tidur. Keadaan ini menyebabkan terjadinya refluks darah dari ventrikel kiri ke atrium kiri pada saat fase sistolik. 9 . jantung memompa darah lebih keras. Stenosis pada katup merupakan penyempitan pada katup jantung yang akan menyebabkan gangguan pembukaan katup. Kelainan katup jantung merupakan keadaan dimana katup jantung mengalami kelainan yang membuat aliran darah tidak dapat diatur dengan maksimal oleh jantung. Akibatnya. Gangguan fungsional dapat terjadi pada ke empat katup pada jantung.BAB 3 PEMBAHASAN Pasien mengeluh nyeri dada sejak 1 minggu yang lalu. Kelaianan katup jantung.

yang mengakibatkan pembengkakan daun katup dan erosi pinggir daun katup.Berdasarkan etiologinya. trauma) Demam rematik merupakan kelanjutan dari infeksi faring yang disebabkan streptococcus beta hemolitik group A. sebagai berikut 1. hipertrofi dinding ventrikel dan dinding atrium sehingga terjadi penurunan kemampuan atrium kiri untuk memompa darah. Adapun kerusakan jaringan ini akan menyebabkan peradangan pada lapisan jantung khususnya mengenai endotel katup. Hal ini mengakibtakan tidak sempurnanya penutupan daun katub mitral pada saat sistol sehingga mengakibatkan penurunan suplai darah ke aorta dan airan darah balik dari ventrikel kiri ke atrium kiri hal ini mengakibatkan penurunan curah sekuncup ventrikel sehingga jantung berkompensasi dengan dilatasi ventrikel kiri. penyakit jantung koroner. hal ini mengakibatkan kongesti vena pulmonalis dan darah kembali ke paru-paru mengakibatkan terjadinya edema intersisial ventrikel kanan. endokarditis. penyakit jantung bawaan. Autoantibody bereaksi dengan jaringan hospes sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan. peningkatan kontraksi miokardium. Antibody akan bereaksi dengan antigen streptococcus dan dengan jaringan hospes yang secara antigenic sama seperti streptococcus (dengan kata lain antibody tidak dapat membedakan antara antigen streptococcus dengan antigen jaringan jantung) 4. reaksi autoimun terhadap infeksi streptococcus menyebabkan kerusakan jaringan atau manifestasi demam reumatik. 10 . Antigen streptococcus akan menyebabkan pembentukan antibody pada hospes yang hiperimun 3. Streptococcus group A akan menyebabkan infeksi faring 2. insufisiensi atau regurgitasi mitral dapat dibagi atas reumatik dan non reumatik (degeneratif.

sedangkan aliran ke aorta berkurang. Selain itu pemendekan korda tendinea mengakibatkan katup tertarik ke ventrikel terutama bagian posterior. regurgitasi sistol ke atrium kiri dan vena-vena pulmonalis dapat ditoleransi tanpa meningkatkanya tekanan di aorta. Pada insufisiensi mitral kronik. mengakibatkan gelombang V yang tinggi di atrium kiri. Darah atrium kiri tersebut berasal dari paru-paru melalui vena pulmonalis dan juga darah regurgitasi yang berasal dari ventrikel kiri waktu sistol sebelumnya. Kriteria diagnosis Dari anamnesis. Hal ini mengakibatkan koaptasi yang tidak sempurna waktu sistol. dan dapat juga terjadi dilatasi anulus atau ruptur korda tendinea. sebagian besar pasien insufisiensi mitral menyangkal adanya riwayat demam reumatik sebelumnya. Manifestasi klinis sangat bervariasi tergantung derajat gangguan hemodinamik yang ditimbulkan. Sering keluhan sesak nafas dan lekas capek merupakan keluhan utama yang secara berangsur-angsur berkembang menjadi ortpneu. Saat diastol darah mengalir dari atrium kiri ke ventrikel. Regurgitasi mitral dapat ditolerir dalam jangka waktu yang lama tanpa keluhan jantung.Di negara berkembang. Ventrikel kiri cepat distensi. 11 . Perubahan-perubahan katup mitral tertsebut adalah kalsifikasi. Selama fase sistolik terjadi aliran regurgitasi ke atrium kiri. Hal ini menimbulkan vibrasi membentuk bunyi jantung ketiga. kordae dan otot papilaris. menarik katup. baik sewaktu istirahat maupun saat melakukan aktivitas seharihari. Insufisiensi mitral akibat rheuma terjadi karena katup tidak bisa menutup sempurna waktu fase sistol. Sekitar 30% pasien tidak mempunyai riwayat demam reumatik yang jelas. edema perifer dan adanya keluhan berdebar-debar karena takikardia. penebalan dan distorsi daun katup. apeks bergerak kebawah secara mendadak. paroksimal dispneu noktural. termasuk indonesia. penyebab terbanyak insufisiensi mitral adalah demam reumatik yang meninggalkan kerusakan dari sisa fase akut (sekuele).

Pada auskultasi akan terdengar bising pansistolik yang bersifat blowing diapeks. Blok berkas kanan yang tidak komplet (rsR di V1) didapatkan 5% penderita insufisiensi mitral. ketebalan sertaadanya perkapuran pada aparat mitral. katup tidak menutup sempurna pada akhir diastolik dan pada saat tersebut tekanan atrium dan ventrikel kiri sama. Pemeriksaan laboratorium berguna menentukan ada atau tidaknya rheuma aktif atau reaktiveasi Ekokardiografi pada insufisiensi mitral digunakan untuk mengevaluasigerakan katup. Pada palpasi. Pada foto rontgen dada. paling sering adalah fibrilasi atrium yang awalnya paroksismal dan akhirnya menetap. menjalar ke aksila dan mengeras pada ekspirasi. ditemukannya pembesaran atrium kiri. tergantung derajat regurgitasi. Kadanf-kadamg terlihat pula perkapuran pada anulus mitral Laboratorium pada insufisiensi mitral tidal memberikan gambaran khas. kemungkinan timbul aritmia atrium semakin besar. Pengukuran diameter end diastolik. Terdengar bunyi jantung ketiga akibat pengisian yang cepat ke ventrikel kiri pada awal diastolik dan diikuti diastolic flow murmur karena volume atrium kiri yang besar mengalir ke ventrikel kiri. fasies mitral jarang terjadi jika dibandingkan dengan stenosis mitral karena tekanan paru akan lebih rendah. Elektrokardiogram. Pada tahap lanjut akan terlihat perubahan aksis yang akan bergeser kekiri dan kemudian akan disertai dengan gambaran hipertrofi ventrikel kiri. ketebalan dinding dan besarnya yang dipakai untuk menilai fungsi 12 . Kadang-kadang timbul ekstra sistol atrium. takikardia atrium dan fkutter atrium. ventrikel kiri dan tanda-tanda bendungan vena pulmonalis. pada insufisiensi mitral yang ringan hanya terlihat gambaran P mitral dengan aksis dan kompleks QRS yang normal. mungkin didapatkan aktifitas jantung kiri yang meningkat kelebihan beban ventrikel kiri. diameter end sistoli. Semakin lama insufisiensi mitral.Pemeriksaan fisik. Bunyi jantung pertama melemah.

Terapi insufisiensi mitral secara umum.Istirahat 2. tensi 150/95 mmHg. maupun ekstremitas tidak terdapat kelainan. Untuk mengatasi keluhan atau akibat adanya regurgitasi katup mitral - Vasodilator pada MR berat atau simtomatik yang disertai dengan gagal jantung atau hipertensi (ACE inhibitor) - Digitalis sebagai inotropik dan untuk memperpanjang pengisisan diastolic bila terdapat fibrilasi atrial (lanoksin).derajad regurgitasi. nadi 79 x/menit. Pada pemeriksaan fisik pasien dalam keadaan baik.Medikamentosa Pengolahan Medik a. suhu36. Pemeriksaan penunjang yang diusulkan pada pasien ini adalah ECG. didapatkan batas kiri jantung melebar ke sisi lateral. Pada ekokardiografi dirtemuakn gambaran dilatasi atrium kiri-ventrikelo kiri. pasien tampak sesak. menentukam penyebab MR. berupa: 1.ventrikel kiri. - Diuretic digunakan untuk mengurangi bendungan cairan tubuh (furosemid) Antiaritmia (kardioversi bila perlu) terutama bila ada fibrilasi atau flutter atrial Antikoagulan diberikan kepada pasien agar tidak terjadi pembekuan darah yang bisa menyebabkan emboli sistemik yang terjadi akibat regurgitasu dan terbulensi aliran darah 13 . Pada pemeriksaan perkusi jantung. Lab darah lengkap.5oC. Untuk pemeriksaan thorax. Untuk meningkatkan kekuatan denyut jantung dan menjadikan denyut jantung kuat dan sekata. Artinya terdapat pembesaran ventrikel kiri pada jantung pasien. foto Thorax.Diet 3. gambaran korda dan katip. abdomen. kompos mentis.

fibrotik atau fusion yang berat) Penggantian katup mitral Dipikirkan apabila tindakan reparasi tidak memungkinkan/gagal Katup mekanik - Pasien dengan harapan waktu hidup masih panjang Pasien yang telah mendapat prostesa katup mekanik pada katup - lainnya (penderita yang operasi dua kali) Terapi umum yang diberikan pada pasien ini adalah 14 . Obat-obatan pencegahan sekunder demam reumatik Pemberian antibiotic ditujukan untuk upaya pencegahan reaktivasi reuma maupun pencegahan terhadap timbulnya endokardit infektif Pengelolaan bedah Indikasi - MR akut simtomatik dimana repair dimungkinkan Pasien dengan MR berat meskipun fungsi ventrikel kiri normal pada ekokardiologi.b. ringan sedang berat Jenis intervensi bedah Repair katup mitral Pasien simtomatik atau asimtomatik dengan disfungsi ventrikel kiri Pasien simtomatik atau asimtomatik dengan disfungsi ventrikel kiri Pasien simtomatik atau asimtomatik dengan disfungsi ventrikel kiri Pada pasien yang secara teksnis memungkinkan dilakukan repair katup mitral (tanpa kalsifikasi.

Injeksi Lasix 1x1 Injeksi rantin 2x 1 Injeksi antrain 3x1 Nebul ventolin/ 8 jam - Terapi oral Digoxin 1x1 Spirola 25 mg Blopres 1x 1/2 Tujuan utama dalam penatalaksanaan mitral regurgitasi adalah untuk memperbaiki fungsi sistolik ventrikel kiri terjadinya demam rheuma.- Infus Assering 500cc/24jam. dan memperpanjang pengisian diastolik serta mencegah 15 .

KESIMPULAN Telah kami sajikan sebuah kasus mitral insufisiensi dengan menitikberatkan kepada cara menegakkan diagnosis. penentuan etiologi dan penatalaksanaan mitral insufisiensi mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat. 16 .

DAFTAR PUSTAKA Fleming JS. Mitral Valve Disease. Hal 130-148 Soetomo. London. Hal 10-12. SMF Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. 2006. Mohammad. 17 . Blackwell Scientific Publication. Edisi 4. Braimbridge MV. Standar Diagnosis dan terapi penyakit jantung dan pembuluh darah. In Lecture Notes on Cardiology.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful