BAB I PENDAHULUAN

Sirosis hati ( liver cirrhosis) merupakan perjalanan patologi akhir berbagai macam penyakit hati. Istilah sirosis diperkenalkan pertama kali oleh Laennec pada tahun 1826. Diambil dalam bahasa Yunani Scirrhus atau Kirrhos yang artinya warna orange atau kuning kecoklatan permukaan hati yang tampak saat otopsi. Banyak bentuk kerusakan hati yang ditandai fibrosis. Penyakit hati menahun dan sirosis dapat ditimbulkan sekitar 35.000 kematian pertahun di Amerika Serikat. Sirosi merupakan penyebab kematian utama yang kesembilan di Amerika dan bertanggung jawab terhadap 1,2% seluruh kematian di amerika. Banyak pasien yang meninggal pada dekade keempat atau kelima kehidupan mereka akibat penyakit ini setiap tahun ada tambahan 2000 kematian yang disebabkan karena gagal hati Fulminan. FHF Disebabkan hepetitis virus (virus hepatitis A dan B). Belum ada data resmi nasional tentang sirosis di Indonesia, Namun dari beberapalaporan di Rumah sakit umum pemerintahan di Indonesia, berdasarkan diagnosis klinik dapat dilihat bahwa prevenlasi sirosis hati yang dirawat di bangsal penyakit dalam umumnya berkisar antara 3.6-8,4% di Jawa dan sumatra, Sedangkan di Sulawesi dan Kalimantan di bawah 1%. Secara keseluruhan pasien rata-rata prevelansi sirosis adalah 3,5% seluruh pasien yang dirawat di bangsal penyakit dalam atau rata-rata 47,7% dari seluruh pasien penyakit hati yang dirawat. Perbandingan pria : wanita rata-rata 2:1 usia rata-rata 44 tahun. Rentang Usia 13-88 tahun, Dengan kelompok terbanyak antara 40-50 tahun.

1

Os mengeluh adanya mual. sering buang air kecil di malam hari. Tidak disertai pula sembab pada 2 . sering terbangun malam hari karena sesak. tidak disertai muntah. Perut yang membesar ini merata dan tidak dirasakan adanya benjolan.BAB II LAPORAN KASUS II. demam tidak ada. Muaraenim : Kawin : Ibu rumah tangga : Islam : 11 Mei 2010 Tanggal pemeriksaan : 17 Mei 2010 II.2 ANAMNESIS (Autoanamnesis) Keluhan utama Perut semakin bertambah besar sejak 1 bulan SMRS Riwayat perjalanan penyakit Sejak ± 1 bulan SMRS. Tanjungagung. sesak nafas bila beraktivitas. Keluhan perut membesar ini disertai keluhan badan lemas. BAK tidak ada keluhan. perut terasa kembung dan cepat kenyang. Keluhan perut membesar ini tidak disertai jantung berdebar. tidak dipengaruhi perubahan cuaca dan emosi. nafsu makan berkurang.1 IDENTIFIKASI • • • • • • • • • Nama Umur Jenis kelamin Alamat Status Pekerjaan Agama MRS : Ny.Os mengaku sulit BAB. Sesak nafas ada. os mengeluh perutnya membesar dan semakin lama membesar yang dirasakan penderita bila memakai celana yang menjadi sempit.J : 45 tahun : Perempuan : Desa Pagardewa.

cuaca dan emosi. Tidak ada nyeri perut. rasa pahit. warna kuning keputihan (seperti dempul). muntah ada. ± 1 minggu SMRS. 3 .kelopak mata yang dirasakan pada pagi hari dan sembab seluruh tubuh. os minum jamu pegal linu 2x seminggu. mual ada. isi apa yang dimakan.Os kemudian berobat ke Puskesmas dan dikatakan sakit maag. Os juga mengeluh matanya mulai berwarna agak kekuningan. Sembab juga muncul di kedua kaki os. Riwayat sakit kuning disangkal Riwayat transfusi darah dan mengalami pembedahan disangkal Riwayat kebiasaan Riwayat kebiasaan minum jamu-jamuan ada. Demam tidak ada. Riwayat minum alkohol disangkal Riwayat penyakit keluarga Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama dalam keluarga di sangkal. Riwayat kebiasaan minum bodrex 1x tiap 2 minggu. lalu os diberi 2 macam obat (os tidak ingat nama obatnya). Os mengaku sulit BAB. celana os terasa sempit. batuk-batuk lama. perut terasa cepat kenyang. Os berobat ke RSUD Muaraenim dan disarankan rawat inap. BAB mencret dan sering berkeringat di malam hari. merata di seluruh perut. Sesak napas ada. Riwayat penyakit dahulu: Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama + 2 ½ bulan yang lalu dan dirawat inap di RSUD Muaraenim selama 8 hari. banyaknya + ½ gelas belimbing. warna kekuningan. Os mengeluh nyeri pada perut dan nyeri dirasakan menjalar ke belakang. sesak tidak dipengaruhi aktivitas. os mengeluh perut semakin bertambah besar. BAK warna teh pekat. frekuensi 3-5 kali perhari. Os mengaku tidak ada perbaikan.

thoracoabdominal. ikterus pada kulit (-). : tampak sakit : tampak sakit sedang : compos mentis : (-) : 120/80 mmHg : 90 x/menit.Riwayat Sosioekonomi Kesan: Status ekonomi kurang. pertumbuhan rambut normal. inguinal dan submandibula serta tidak ada nyeri penekanan. spider nevi (-).4% : 90 cm 4 . reguler. isi dan tegangan cukup : 22 x/menit.3 PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum Keadaan umum Keadaan sakit Kesadaran Dehidrasi Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu Berat badan Tinggi badan RBW Lingkar Perut Keadaan spesifik Kulit Warna sawo matang. KGB Tidak ada pembesaran KGB pada daerah axilla. pucat pada telapak tangan dan kaki (-). eritema palmar (+).5° C : 38 kg : 145 cm : 84. leher. II. efloresensi (-). scar (-). sianosis (-). reguler : 36.

pucat pada lidah (-). Telinga Tophi (-). septum dan tulang-tulang dalam perabaan baik. Paru-paru 5 . Hidung Bagian luar tidak ada kelainan. edema palpebra (-). kaku kuduk (-). faring tidak ada kelainan. tidak ditemukan penyumbatan maupun perdarahan. nyeri ketok (-). Leher Pembesaran kelenjar tiroid tidak ada. pernapasan cuping hidung (-). sklera ikterik (-). krepitasi (-). pergerakan mata ke segala arah baik. Edema subkonjugtiva (-).Kepala Bentuk oval. atrofi papil (-). gusi berdarah (-). reflek cahaya normal. pendengaran baik. stomatitis (-). pupil isokor. ekspresi sakit sedang. fetor hepatikum (-). deformasi (-) Mata Eksophtalmus dan endopthalmus (-). rhagaden (-). hipertrofi ginggiva (-). konjungtiva palpebra pucat (-). Mulut Tonsil tidak ada pembesaran. spider naevi (-). JVP (5-2) cmH2O. Dada Bentuk dada simetris. nyeri tekan (-). simetris. nyeri tekan processus mastoideus (-).

venektasi (+) P : tegang. peranjakan paru-hepar ICS V Sonor pada lapangan paru kiri. P : ictus cordis tidak teraba. Perut I : cembung. P : batas jantung atas ICS II. A : Vesikuler (+) normal. ronkhi (-). nyeri ketok (-). nyeri tekan (-) P : undulasi (+). wheezing (-) Jantung I : ictus cordis tidak terlihat. sela iga tidak melebar. A : Bising Usus (+) Normal Alat kelamin : tidak diperiksa Extremitas Atas Eutoni. gallop (-). spider nevi (-) P : Stem fremitus normal kanan=kiri P : Sonor pada 1/3 apeks dan 1/3 tengah lapangan paru kanan Redup pada basal paru kanan. eutrophi. dinamis simetris kanan sama dengan kiri. akral dingin (-) . hepar dan lien belum dapat dinilai. jari tabuh (-).I : Statis. nyeri sendi (-). batas jantung kiri linea mid klavikula sinistra A : HR = 90 x/menit. batas jantung kanan linea sternalis dextra. jaringan parut (-). edema (-). murmur (-). kekuatan +5. gerakan bebas. clubbing finger (-). Extremitas Bawah 6 . turgor kembali cepat. regular. eritem palmar (+).

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium Darah rutin (12 Mei 2010) Hb Ht Leukosit LED Trombosit Basofil Eosinofil Batang Segmen Limposit Monosit Kimia Klinik (12 Mei 2010) BSS SGOT SGPT Bilirubin total Bilirubin direk Bilirubin indirek Protein total Albumin : 107 : 24 :7 : 0. turgor kembali cepat.1 : 6. gerakan bebas.6 : 4.Eutoni. jaringan parut (-).1 gr/dl : 30 vol% : 9000 /mm3 : 50 mm/jam : 224. nyeri otot tungkai (-). II.3 : 0. nyeri sendi (-). 4. kekuatan +5.2 : 0. eutrophi.000 mm3 :0% :0% :0% : 58 % : 35 % : 7% 7 . edema pretibial (+).4 mg/dl u/L u/L mmol/L mmol/L mmol/L mg/dl mg/dl : 10. lebam (-).

Demam tidak ada. Os mengeluh adanya mual. frekuensi 3-5 kali perhari. cuaca dan emosi. sesak tidak dipengaruhi aktivitas.Globulin : 2. 5.2 mg/dl II. Sembab juga muncul di kedua kaki os. Os juga mengeluh matanya mulai berwarna agak kekuningan. ± 1 minggu SMRS. os mengeluh perutnya membesar dan semakin lama membesar yang dirasakan penderita bila memakai celana yang menjadi sempit. celana os terasa sempit.Os mengaku sulit BAB. batuk-batuk lama. tidak disertai muntah. Tidak ada nyeri perut.J. Perut yang membesar ini merata dan tidak dirasakan adanya benjolan. muntah ada. mual ada. BAB mencret dan sering berkeringat di malam hari. Os kemudian berobat ke Puskesmas dan dikatakan sakit maag. demam tidak ada. BAK warna teh pekat. sering buang air kecil di malam hari. isi apa yang dimakan. Sejak ± 1 bulan SMRS. Os berobat ke RSUD Muaraenim dan disarankan rawat inap. Sesak napas ada. Os mengaku sulit BAB. sering terbangun malam hari karena sesak. nafsu makan berkurang. MRS tanggal 11 Mei 2010 dengan keluhan utama perut semakin bertambah besar sejak 1 bulan SMRS. 8 . perut terasa cepat kenyang. rasa pahit. banyaknya + ½ gelas belimbing. berusia 45 tahun. Keluhan perut membesar ini tidak disertai jantung berdebar. warna kuning keputihan (seperti dempul). lalu os diberi 2 macam obat (os tidak ingat nama obatnya). RESUME Seorang perempuan berinisial Ny. Os mengaku tidak ada perbaikan. merata di seluruh perut. Tidak disertai pula sembab pada kelopak mata yang dirasakan pada pagi hari dan sembab seluruh tubuh. BAK tidak ada keluhan. perut terasa kembung dan cepat kenyang. Keluhan perut membesar ini disertai keluhan badan lemas. warna kekuningan. os mengeluh perut semakin bertambah besar. sesak nafas bila beraktivitas. Os mengeluh nyeri pada perut dan nyeri dirasakan menjalar ke belakang.

albumin 4.2 mmol/L.4 g/dl. Dari pemeriksaan laboratorium ditemukan Hb 10. bilirubin direk 0. SGPT 7 u/L. bilirubin indirek 0. bilirubin total 0. Pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. tegang. Diagnosis Kerja Suspect sirosis hepatis dekompensata Diagnosa Banding Hepatocelluler carcinoma Rencana pemeriksaan Pemeriksaan Ureum. USG abdomen Punksi Asites (Parasintesis) Endoskopi Biopsi hati Penatalaksanaan Tirah baring 9 . Tekanan darah 120/80 mmHg. nadi 90x /menit reguler.Dari riwayat penyakit dahulu didapatkan Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama + 2 ½ bulan yang lalu dan dirawat inap di RSUD Muaraenim selama 8 hari. pernafasan 22 x/menit. Natrium. Ht 30 vol%.2 g/dl. kesadaran compos mentis. leukosit 9000/mm3.3 mmol/L. trombosit 224.1 g/dl. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien tampak sakit sedang. Kalium darah.000/mm3. hitung jenis: 0/0/0/58/35/7. Dari pemeriksaan abdomen ditemukan abdomen cembung. Didapatkan edema pretibial. venektasi dan undulasi. Os mengaku memiliki kebiasaan minum obat penghilang rasa sakit (Bodrex dan Paramex) minimal 1 kali per 2 minggu dan minum jamu pegal linu 2 kali seminggu. LED 50 mm/jam. SGOT 24 u/L.1 mmol/L. globulin 2.

- Diet hati III IVFD RL gtt X/ menit mikrodrip Furosemid 1x 1 ampul intravena Captopril 2x 6.B6.B12 Hitung Balance Cairan Penatalaksanaan Anjuran Kombinasi diuretic dengan spironolakton 2x100 mg Parasentesis abdomen Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam : dubia ad malam : malam PERKEMBANGAN SELAMA RAWAT INAP Tanggal S O: Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu Kepala Leher 18 Mei 2010 Compos mentis 100/70 mmHg 80 x/menit 20 x/menit 36.5 oC Conjungtiva palpebra anemis (-) Sklera ikterik (-) JVP (5-2) cmH2O 10 .25 mg Propanolol 2 x 10 mg Vitamin B1.

peranjakan paruhepar ICS V Sonor pada lapangan paru kiri.Tirah baring Diet hati III jantung kiri 11 . wheezing(-) Abdomen I: cembung. murmur (-). A: Vesikuler (+) normal. ronkhi (-). venektasi (+) P: tegang. gallop (-) Paru-paru I:Statis. hepar dan lien belum dapat dinilai. nyeri tekan (-) P: undulasi (+). A: Bising Usus (+) Normal Ekstremitas A P Palmar eritem (+) Edema pretibial (-) Suspect Sirosis hepatis dekompensata (dd/ Carsinoma Hepatocelluler) . nyeri ketok (-). spider nevi (-) P: Stem fremitus normal kanan=kiri P: Sonor pada 1/3 apeks dan 1/3 tengah lapangan paru kanan Redup pada basal paru kanan.Pembesaran kelenjar getah bening (-) Thorax: Jantung I: Ictus Cordis tidak terlihat P: Ictus Cordis tidak teraba P: batas jantung atas ICS II. batas jantung kanan linea sternalis dextra. regular. dinamis simetris kanan sama dengan kiri. sela iga tidak melebar. batas linea mid klavikula sinistra A : HR = 80 x/menit.

USG abdomen Punksi Asites (Parasintesis) Endoskopi Biopsi hati Ureum. Penatalaksanaan Anjuran Kombinasi diuretic dengan spironolakton 2x100 mg Parasentesis abdomen BALANCE CAIRAN Tgl 18-5 makan 200 Intake minum infus 300 500 Output BAK CWL 300 380 selisih Total 830 +170 LP 89 total 1000 BAB 150 BAB III ANALISIS KASUS 12 .25 mg Propanolol 2 x 10 mg Vitamin B1.B6.B12 Hitung Balance Cairan Rencana pemeriksaan Pemeriksaan Kalium darah. Natrium.- IVFD RL gtt X/ menit mikrodrip Furosemid 1x 1 ampul intravena Captopril 2x 6.

Pada Stadium kompensata ini belum terlihat gejala-gejala yang nyata. Adapun pada pasien ini. venektasi dan 13 . Sirosis hati dekompensata. ascites. Sherlock membagi Sirosis hati atas 3 jenis. III.2 Klasifikasi Sirosis Hepatis Secara morfologi.8. edema dan ikterus.9 1. dan stadium ini biasanya gejala-gejala sudah jelas. sering disebut dengan laten sirosis hati. anatomi pembuluh darah besar dan seluruh sistem arsitektur hati mengalami perubahan menjadi tidak teratur dan terjadi penambahan jaringan ikat (fibrosis) disekitar parenkim hati yang mengalami regenerasi.6 : 1 dengan umur rata-rata terbanyak antara golongan umur 30 – 59 tahun dengan puncaknya sekitar 40 – 49 tahun.9 1. misalnya: spider naevi. Biasanya stadium ini ditemukan pada saat pemeriksaan screening. Pada pasien ini didiagnosis sebagai suspect sirosis hepatis dekompensata karena telah terdapat menifestasi klinis eritema palmar. Dikenal dengan sirosis hati aktif. Makronodular 3. 2. yaitu :3. Mikronodular 2.3 Etiologi 11 yang jelas seperti asites.1 Epidemiologi Penderita sirosis hati lebih banyak dijumpai pada kaum laki-laki jika dibandingkan dengan kaum wanita sekitar 1.Sirosis hati adalah suatu penyakit dimana sirkulasi mikro. Sirosis hati kompensata. berjenis kelamin perempuan dengan usia 69 tahun. III. Campuran (yang memperlihatkan gambaran mikro-dan makronodular) Secara Fungsional Sirosis terbagi atas :3. III.

dapat tanpa keluhan sama sekali. toksoplasmosis. Obat dan toksin (alkohol. sarkoidosis) Pada pasien ini. Pasien sirosis juga dapat mengalami keluhan dan gejala akibat komplikasi dari sirosis hatinya. penyakit simpnan glikogen) 3. penyakit gaucher. Sirosis dekompensata dapat dikenal dari timbulnya bermacam komplikasi seperti ikterus. Pasien sirosis dapat tetap berjalan kompensata selama bertahun-tahun. dari anamnesis ditemukan riwayat kebiasaan pasien berupa minum obat penghilang nyeri (bodrex dan Paramex) dan jamu pegal linu. III. mual. skistomiasis.4 Tanda dan Gejala Klinis III. rasa mudah lelah. Pada beberapa pasien. hepatitis C) 2. Beberapa keluhan dan gejala yang sering timbul pada sirosis antara lain adalah : kulit berwarna kuning. Penyakit keturunan dan kelainan metabolik (Hemakhomatosis.Etiologi yang umumnya mengakibatkan sirosis adalah: 1. Tirosinemia. sebelum berubah menjadi dekompensata. kolangitis sklerosis primer) 4. Namun. Penyakit infeksi (bruselosis. ekinokokus. amiodaron. arsenik obstruksi bilier. atau dengan keluhan penyakit lain. sehingga sirosis hepatis pada pasien ini kemungkinan disebabkan oleh obat dan toksin. penurunan berat badan. sindroma fanconi. pintas jejunoileal. kemungkinan etiologi berupa penyakit infeksi virus hepatitis B belum dapat disingkirkan karena belum ada pemeriksaan terhadap HbsAg. 14 . Penyakit Wilson. Penyebab lain atau tidak terbukti (penyakit usus inflamasi kronik. nafsu makan menurun.1 Gejala klinis Pasien dengan sirosis dapat datang ke dokter dengan sedikit keluhan. asites.4. penyakit perlemakan hati non alkoholik. komplikasi ini dapat menjadi keluhan yang membawanya pergi ke dokter. fibrosis kistik. nyeri perut dan mudah berdarah. sirosis bilier primer. atau ensefalopati. hepatitis B. gatal. perdarahan varises.

tidak ada asites. dan perdarahan varises :     Stadium 1: tidak ada varises. Stadium 1 dan 2 dimasukkan dalam kelompok sirosis kompensata. 6. III. sehingga memperkuat diagnosis sirosis hepatis dekompensata. 2. 5.2 Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik yang khas pada pasien dengan sirosis hepatis antara lain: 1. sirosis hati dapat diklasifikasikan menjadi empat stadium klinis berdasarkan ada tidaknya varises. tanpa ascites. 3. eritem 15 . semetara stadium 3 dan 4 dimasukkan dalam kelompok sirosis dekompensata. 4. Sedangkan untuk lien sulit untuk dinilai akibat ascites yang masif. BAK.Sesuai dengan konsensus Braveno IV. Stadium 3: ascites dengan atau tanpa varises dan Stadium 4: perdarahan dengan atau tanpa ascites. Pada pasien ini. Stadium 2: varises. Spider naevi Eritema palmaris Ginekomastia Fetor hepatikum Splenomegali Asites Ikterus Pada pasien ini didapatkan pemeriksaan fisik berupa asites dan palmar. 7. didapatkan adanya ascites. mual. ascites.4. juga adanya keluhan nafsu makan berkurang.

USG Abdomen 2. 5. trombositopenia dan leukopenia Pada pasien ini tidak didapatkan hasil pemeriksaan laboratorium yang mendukung untuk ditegakkannya diagnosis sirosis hepatis. bila pada pemeriksaan endoskopi pasien sirosis tidak ditemukan varises. Untuk memperkuat diagnosis sementara menjadi diagnosis kerja. Pemeriksaan endoskopi Varises esofagus dapat ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan endoskopi. Sesuai dengan konsensus Baveno IV. 3. dimana biasanya SGOT>SGPT Alkaline fosfatase meningkat Bilirubin meningkat Albumin menurun sedangakan globulin meningkat PT memanjang Na menurun Kelainan hematologi meliputi anemia.4. dan jika ditemukan varises besar. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium yang telah diuraikan sebelumnya. 6. III. maka dilakukan endoskopi dalam 1 tahun.5 Diagnosis Diagnosis sementara berupa sirosis hati dekompensata pada pasien dapat ditegakkan dari anamnesis. 4. 2. gejala klinis. maka dapat dilakukan rencana pemeriksaan penunjang sebagai berikut: 1. Bila ditemukan varises kecil. 16 .III. SGOT dan SGPT meningkat tapi tidak terlalu tinggi. maka secepatnya dilakukan tindakan preventif untuk mencegah perdarahan pertama. dianjurkan pemeriksaan endoskopi ulang dalam 2 tahun. 7.3 Pemeriksaan Laboratorium Adanya sirosis dicurigai bila ada kelainan pemeriksaan laboratorium antara lain: 1.

maka ini akan mendukung diagnosis sirosis hepatis dekompensata. direncanakan untuk dilakukan pemeriksaan biopsi hati. endoskopi direncanakan untuk melihat penyebab terjadinya melena. Oleh karena itu pada kasus pasien ini. Bila pada pemeriksaan biopsi hati didapatkan keadaan fibrosis dan nodul-nodul regenerasi sel hati. 17 . III. yang dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi yang lebih berat. untuk membantu mempercepat diuresis maka diberikan preparat diuretik. Umumnya hal tersebut disebabkan pecahnya suatu varises esofagus atau adanya gastritis erosif.Pada pasien ini. Biopsi hati Pemeriksaan biopsi hati merupakan gold standard untuk menegakkan diagnosis sirosis hepatis. Pada tahap pertama hanya diberikan furosemid untuk meningkatkan laju diuresis.7 Penatalaksanaan Penatalaksanan terhadap sirosis dan komplikasinya yang dilakukan pada pasien ini antara lain: 1. 2. 3. Preparat kaptopril dan propanolol diberikan pada pasien ini untuk menurunkan hipertensi portal. Kemudian jika ascites tidak responsive terhadap furosemid. Istirahat Diet Hati III Diuretik. 5. Parasintesis dilakukan untuk mengurangi ascites yang massif. 4. Karena pada kasus tertentu sulit untuk membedakan antara hepatitis kronik aktif yang berat dengan suatu keadaan sirosis hepatis dini. diberikan tambahan diuretic berupa spironolakton untuk mengurangi ascites pada pasien ini. karena pecahnya varises esofagus merupakan manifestasi dari hipertensi portal 3. maka diagnosis sirosis hepatis dapat ditegakkan dengan pasti. Bila nanti pada pemeriksaan endoskopi ditemukan adanya varises esofagus yang pecah.

komplikasi dan penyakit lain yang menyertai. Klasifikasi Child-Pugh biasanya digunakan untuk prognosis pasien sirosis.8 >2. bilirubin <2 (0.C adalah 100.3) dan PT belum diperiksa.7-2. Maka berdasarkan klasifikasi Child-Pugh pasien ini tergolong Child B (nilai 6+x) yang berarti angka kelangsungan hidup selama satu tahun kedepan kira-kira 30%. Prognosis quo ad vitam adalah dubia ad malam dan prognosis quo ad functionam adalah malam. dan 45%.5 1. beratnya kerusakan hati. asites massif.5 (4. albumin. ada tidaknya asites dan ensefalopati.8-3.5 <1.III.7 Prognosis Prognosis sirosis sangat bervariasi dipengaruhi sejumlah faktor meliputi etiologi. Angka harapan hidup selama 1 tahun berturut-turut untuk pasien dengan klasifiksi A. Variabelnya meliputi konsentrasi bilirubin.B. 80.3 3 Berat/koma Masif >3 <2.7 Nilai 2 Minimal Minimal 2-3 2. Klasifikasi Child-Pugh 1 Nihil <2 >3. Klasifikasi ini berkaitan dengan angka harapan hidup. 18 . albumin >3.3 Ensefalopati Asites Bilirubin (mg/dl) Albumin (g/dl) PT Keterangan nilai: Child A = 5-6 Child B = 7-9 Child C = 10-15 Pada pasien ini didapat keadaan tidak ada ensefalopati.4).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful